Lucifer (L’s Story)

LUCIFER

Title        :        Lucifer
Author     :        Yesunggyu – Amalia Laili
Length     :        One Shot
Genre      :        Romance, Comedy

Cast        :        Kim Myungsoo, Han Changmi, Lee Sungjong, Baek Suzy

*ini FF ku yang pertama, kumulai dari Infinite aja yah, gak papa kan. Meskipun selama ini aku me-satu-kan Super Junior. Nah, FF ini kubuat Series secara tidak langsung. Begini, di cerita ini adalah L’s Story tapi ada Sunjong juga, itu artinya Sungjong akan ada di cerita selanjutnya, dan begitu seterusnya. dan cerita ini Insya Allah ada juga di fflovers.wordpress.com, jadi… intinya ini asli buatan saya.hohohoho… enjoy it*

…..

Changmi POV

Hari ini, aku benar-benar kesal. Orang yang duduk di ujung paling belakang dan paling kiri itu, selalu menatapku dengan pandangan yang menurutku seperti membenciku dan membuatku merasa terganggu. Huh. Sebelumnya perkenalkan, namaku Han Changmi. Semua temanku setuju dengan itu, karena menurut mereka aku ini tajam seperti duri mawar. Entahlah, aku tak tahu. Yang sedang kubicarakan saat ini adalah Myungsoo, temanku sejak SD. Atau jika dilihat situasi saat ini, musuhku sejak SD. Dia memang tak pernah memperlihatkan kebenciannya padaku. Tapi kalau kuperhatikan dengan seksama, dia menatapku seperti mau membunuhku saja, apa yang salah pada diriku ya?

“Changmi-ya, ayo cepat pulang. Kau terlalu lama melamun nih, kau mau kutinggal?” ucap seorang temanku, Sungjong. Dia tetanggaku dan sahabatku.

“ne, sebentar..” aku langsung bergegas merapikan tempatku dan bersiap pulang. Saat berdiri, Myungsoo yang ternyata sedari tadi belum pergi, segera beranjak dan melewati bangkuku. Seingatku disini bukan satu-satunya jalan di dunia ini kan? Kenapa harus lewat sini.

“aku pergi Sungjong…” katanya pada Sungjong

“neee…” jawab Sungjong “pada Changmi?” Tanya Sungjong lagi. Anak ini ternyata mau dipukul, aku reflex langsung melihat Sungjong lalu beralih ke Myungsoo.

“hmm….” Myungsoo cuma bergumam, dan pergi.

“heh? Apa sih maunya anak itu?” aku langsung emosi, segitunya kah dia membenciku?

“kenapa, kau kesal tak diperhatikan ya?” Tanya Sungjong yang langsung mendapatkan pukulan dariku di lengannya.

“bukan, ishhh… kau tidak mengerti juga? Kita sudah bersahabat selama 10 tahun dan kau tidak mengerti perasaanku?” aku bertanya pada Sungjong, aku bosan bercerita panjang lebar, yang hanya dimengertinya cuman sedikit.

“ohhh yang itu? Mian, segitunya kah perang dingin di antara kalian?”

“ne, aku mau saja memarahinya, gak sopan tau, melihat orang seperti itu, dan…”

“stop, ayo pulang…” Sungjong menghentikan ucapan ku sambil menutup telinganya dan meninggalkanku di kelas “aku bosan mendengarnya”

“hehehe, tunggu aku..” aku segera mengejarnya

….

Hari ini aku belajar olahraga, menyenangkan ya, tidak berada di kelas terus. Membosankan. Sungjong memanggilku, dia ada dikelasnya, nekat juga.

“Changmi, semangat!” ujarnya. Aku tersenyum, anak itu memang lucu. Ah, aku tidak menyangka bahwa aku lebih muda beberapa bulan dari dia, tapi kok tampak seperti aku lebih tua dari dia? Sudahlah.

Diseberang lapangan laki-laki dari kelas kami bermain basket, saat ini tim B yang unggul. Siapa itu? Hebat sekali, dia menjadi pemain yang tersorot karena selalu dia yang memasukkan bola ke ring lawan. Eh? Itu Myungsoo. Hmm, sudahlah. Tapi aku tidak mau bergerak dari tempat itu, aku ingin terus menonton. Yah, Myungsoo hebat juga sebagai pemula. Aniya, dia hebat sekali. Aish, apa yang kupikirkan, sebaiknya aku bermain bola saja dengan anak perempuan yang lain. Saat berjalan menuju tempat teman-temanku. Kepalaku terbentur dengan sesuatu, kepala ku sakit. Badanku terhempas dilapangan. Aku mendengar teman-teman menyebut namaku.

….

Author POV

Changmi dibawa oleh seorang siswa ke UKS. Sungjong keluar dari kelasnya dan ikut membawa Changmi ke UKS.

“ah, gomawo…. Sekali lagi sudah membantu Changmi..” kata Sungjong

“ne.. jaga dia…” jawab orang itu. Sungjong hanya mengangguk-angguk saja. Dia menatap Changmi yang terbaring di ranjang.

….

“Eh, kau sudah sadar?” sungjong kaget melihat Changmi telah sadar.

“hmm.. di UKS? Aigoo, kepalaku pusing, siapa yang membawaku kesini? Kau, Sungjong?” Changmi bertanya pada Sungjong sambil memegang kepalanya.

“eh..?? ee… nee… aku..” kata Sungjong ragu-ragu “maaf, aku sudah janji” kata Sungjong dalam hati.

“masa’? ya sudahlah, gomawo..” jawab Changmi.

Saat pulang sekolah.

“heh, sebenarnya aku tadi dibawa siapa ke UKS?” Tanya Changmi pada Sungjong, ia yakin Sungjong tidak mungkin membawa Changmi ke UKS.

“eh..?? aku lah, yang membawamu ke UKS. Kok tidak percaya pada sahabat sendiri?”

“ehm… Sungjong…” Changmi menatap Sungjong dengan tajam. Yang ditatap hanya bisa mencari alasan.

“iya, kenapa sih?”

“bohong…”

“tidak, aku tidak bohong”

“tidak, kau bohong padaku, kau jahat, curang…” teriak Changmi

“benar, aku tidak bohong, kau lihat sekarang aku berotot kan?” kata Sungjong sambil memperlihatkan lengannya.

“heh? Apa ini? Kau lebih kurus dibandingkan kucingku” jawab Changmi dan memukul lengan Sungjong “makanlah sedikit, lihat. Aku lebih gemuk dibandingkan dirimu…” ujar Changmi sambil melihatkan lengannya juga.

“hmm… kamu itu kegemukan..” Sungjong mengelus lengannya

“apa? Eh, ini adalah berat badan normal seorang perempuan, kau itu yang tidak normal sebagai seorang laki-laki” Changmi juga mencak-mencak. Mereka berdua selalu seperti itu, lalu lewatlah Myungsoo. Dia melihat Changmi, lalu pergi. Changmi lalu menghentikan tawanya. “lihat? Lihat? Apa itu? Kenapa selalu menatapku seperti aku orang pertama kali yang tertawa?”

“mana aku tahu, ayolah, pulang” jawab Sungjong sambil memegang perutnya

“huuhhh… iya”

….

Myungsoo POV

Baguslah dia tak apa saja. Apa benar dia baik-baik saja ya? Aku menyesal, kenapa aku bermain dengan begitu semangat. Tidak, ini salahnya. Kenapa datang saat aku bertanding? Lagipula aku tidak sanggup untuk…ah..Sepertinya dia sangat marah padaku. Tentu saja, siapa yang tahan jika ditatap terus sama orang lain. Tapi, aku seperti itu bukan karena membencinya, tapi… apa ya? Aku jadi bingung sendiri.

….

AUTHOR POV

“Jadi, pembagian kelompok terakhir, kelompok 10 adalah… siapa yang tersisa?” ucap Pak guru, dia akan membagikan kelompok untuk mengerjakan tugas Kimia. Yang tersisa tentu saja tahu mereka akan menjadi satu kelompok dan yang termasuk disitu adalah Changmi, dia gugup setengah mati, dia tidak mau sekelompok dengan seseorang yaitu…

“yup, Kim Myungsoo, Han Changmi, dan Baek Suzy… kalian menjadi satu kelompok di kelompok 10. Nah, waktunya sudah habis, kalian bisa pergi.” Jawab pak guru dan segera beranjak pergi keluar kelas. Semua murid di dalam kelas itu ricuh, membahas tugas mereka. Namun, tidak untuk kelompok 10. Suzy segera pergi ketempat duduk Changmi.

“ye… Changmi, kita sekelompok nih, sayangnya Sungjong tidak sekelas ya… Jadi dimana kita akan mengerjakan tugasnya? Eh Myungsoo, kesini. Nah, Changmi, jangan tidur dong. Ayo semangat!” Suzy tampak semangat, dia bisa sekelompok dengan teman-temannya lagi, selama ini dia terus sekelompok dengan orang-orang yang bawel, yang membuat dia harus mengerjakannya seorang diri, bukan kerja sama.

“ehm, kerjakannya dirumahmu saja Suzy, pulang sekolah ini” ujar Changmi, dia sepertinya tidak sebahagia Suzy.” Kenapa harus ada Myungsoo? Aishh…” katanya dalam hati. Myungsoo hanya diam saja, dia melihat Changmi yang dengan muka murungnya. Changmi langsung beranjak dan membawa Suzy pergi.

“ada apa? Seperti ada aura yang tidak enak” kata Suzy dan ikut pergi bersama Changmi.

….

“gimana nih? Kau tau tidak yang nomor 15?”Tanya Suzy.

“ entahlah, Tanya pada Myungsoo, aku kan sedang mengerjakan nomor 14, ini belum selesai” jawab Changmi, sambil menunjuk Myungsoo menggunakan pensilnya.

“apa jawabannya, Myungsoo?” Tanya Suzy

“tidak tahu, bilang pada Changmi, aku sibuk” jawab Myungsoo

“Changmi, katanya dia sibuk”

“oh, bilang padanya, kita mengerjakan tugas kimia bukan tugas melukis” jawab Changmi

“hem, Myungsoo, katanya, ini tugas kimia bukan melukis”

“bilang padanya aku juga sibuk, aku harus mengerjakan ini, karena harus dikumpul besok, kalau tidak aku tidak bisa ikut ujian ”

“huh, tuh Changmi” Suzy mulai kesal dengan mereka

“katakan padanya, ini salahnya sendiri, jangan libatkan kita, kita juga ada urusan tugas kimia, harus dikumpulkan lusa, dan tugasnya ada 200 soal yang susahnya seperti mau mati” Changmi berkata begitu sambil menatap Myungsoo, memperhatikan apa yang dilakukannya.

“nah, Myungsoo”

“hemm, kalian saja, sebentar lagi” jawab Myungsoo yang terus saja melukis menggunakan pensil.

“ehm..” Suzy baru saja ingin berbicara, saat Changmi sudah mulai memotong kata-katanya

“ya… Myungsoo, kau harus focus kau jangan memikirkan perasaan sendiri, dong!” Changmi berdiri dan mulai meraih gambar yang ada ditangan Myungsoo. Myungsoo sempat menyelamatkan lukisannya, tapi Changmi juga memegangnya. Mereka mulai tarik-menarik, saat itu kemenangan ada ditangan Changmi.

“gambar apa ini? Hem, seperti kukenal, eh ini..” Changmi membolak balik buku gambar dan melihat lukisan seorang perempun berambut panjang dikuncir sedang menulis, yang tak asing baginya. Myungsoo segera mengambil bukunya.

“bukan siapa-siapa, sudahlah, kita kerjakan Kimia saja, mana soalnya?” Myungsoo segera memasukan bukunya ke tas dan melihat soal Kimia.

“huuuh… kenapa tidak begitu dari tadi” jawab Changmi, dia juga agak kaget melihat Myungsoo yang gugup.

“nahhh… ayoooo…” Suzy jadi kembali bersemangat melihat temannya kembali jinak (?).

“aisshhh… kenapa aku tidak sekelas dengan kalian, sayang sekali” kata Sungjong, ia sedari tadi ikut mereka mengerjakan tugas. Sekalian, siapa tahu dikelasnya nanti ada tugas seperti itu juga jadi dia bisa ikut belajar dan gak susah lagi baginya.

….

Besoknya, ibu guru mengumumkan nilai terbaik untuk kelas seni.

“Kim Myungsoo, dengan judul “One Rose”! yah, nilai terbaiknya adalah 95. Nilai yang bagus untuk melukis. Ibu sangat bangga denganmu!” sang guru mulai tergila-gila “sudah tampang keren, hebat menggambar lagi, aduh…” ujar sang guru dalam hati. Murid-murid lainnya kebingungan dan beristigfar(?) berkali-kali melihat guru mereka.

“ehm.. dan karya mu ini Myungsoo (nyobo) akan diperlihatkan dimading sekolah. Kau bersedia?” sang guru mulai kembali konsen, Myungsoo lalu tersadar dari lamunannya.

“ye? Ah, animida. Saya tidak suka kalau karya saya diperlihatkan, songsenim” jawab Myungsoo dengan agak panic.

“loh? Kenapa? tidak apa-apa. Jangan malu. Kalau ada yang mengolokmu, beritahukan pada ibu saja. Ok?”

“huh, apa itu? Pura-pura lagi.” Kata Changmi dalam hati “bilang saja senang”

“eehhh… ehm, bukan itu…”

“yap.. sudah diputuskan. Baik, sampai disini pembahasan kita kali ini. Anyeong haseyo…” si guru malah memutuskan sendiri, Myungsoo menyerah. Tak ada gunanya melawan, gurunya tetap saja akan menempelkannya ke madding meskipun tanpa izin Myungsoo.

“Anyeong haseyo…”

….

Semua siswa sibuk melihat karya Myungsoo. Mereka membahas siapa perempuan cantik yang di gambar oleh Myungsoo. Tampak Changmi, Suzy dan Sungjong pergi ikut melihatnya.

“ehmm.. seperti kukenal, iya kan Changmi?” Tanya Suzy pada Changmi. Changmi mengagguk, Sungjong melihat lukisan itu dan sedikit termenung.

“huaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh… iniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…..” Sungjong berteriak sambil melompat terkejut. Semua yang ada disana melihat Sungjong dan agak sedikit menjauh.

“kau kenapa Sungjong buatku hampir mati saja” Changmi memukul tangan Sungjong. Sungjong tetap melongo seperti orang babo *dibunuhInspirit*.

“Aigoo… Hahahahahaha Myungsoo, aku gak pernah tau, ternyata… hmmm hmmm” Sungjong masih histeris, dia menggeleng-gelengkan kepalanya. Suzy segera memegang kepala Sungjong. Tidak panas.

“ya… aku ini baik-baik saja…” Sungjong tampak kesal, Suzy hanya terkekeh. Sungjong lalu menatap Changmi.

“changmi, menurutmu ini siapa?” Tanya Sungjong sambil menunjuk gambar milik Myungsoo.

“ehmmm…  mollayo..” ujar Changmi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“aisshh… apa artinya One?” Tanya Sungjong.

“han?” jawab siswa-siswa yang penasaran dengan sosok perempuan itu.

“ok? Sekarang kita sudah tau nama marganya. Trus, Ross?” Tanya Sungjong seperti seorang professor.

“hebaragi”jawab mereka.

“ya… itu sunflower, apa kalian tidak bisa bahasa Inggris?” Sungjong mencak-mencak.

“Changmi…”ujar Changmi lirih.

“neeeeeeeeeeeeee???????????????” semua siswa kaget. Mereka lalu coba mencocokkan. Benar! Itu benar-benar Changmi, kenapa baru disadari?

“nahhh… itu tau..ya Changmi, kau baik-baik saja?” Sungjong yang lega bertanya pada Changmi yang termangu dan menatap lukisan milik Myungsoo.

“hemm.. aku mau pergi kekelas” ujar Changmi.

Semua siswa melihat Changmi dan berbisik. Suzy segera membentak mereka “tidak sopan!”.

….

Saat dalam perjalanan kekelas, Changmi berpapasan dengan Myungsoo, saat Myungsoo agak sedikit dibelakangnya, Changmi bersuara.

“ya Myungsoo, kenapa kau melukis wajahku?” Tanya Changmi.

“menurutmu kenapa?” Tanya Myungsoo kembali.

“hmm.. apa kau membenciku?” Tanya Changmi.

“heh? Entahlah, menurutmu bagaimana?” Myungsoo Tanya lagi.

“ya, myungsoo. Bisa tidak, kau tak bertanya kembali?” Changmi mulai marah.

“hem, tidak bisa” jawab Myungsoo.

“itu buktinya kau bisa.. heh, dasar aneh” Changmi terkekeh melihat gaya Myungsoo, dia menang kali ini.

“hmm” Myungsoo melanjutkan perjalanannya.

“chakaman…aku bertanya, kenapa kau melukis wajahku?” Tanya Changmi mengejar Myungsoo.

“yahh… kenapa ya? Iseng mungkin.” Jawab Myungsoo asal.

“ya.. myungsoo, aku bertanya dengan serius nih” Changmi mulai kesal.

“entahlah, menurutmu kenapa?”Myungsoo balik bertanya, Changmi emosi.

“YA… MYUNGSOO…kau membuatku emosi saja, mari kita luruskan sesuatu.

Aku tidak mengerti kenapa kau menggambar wajahku dan aku tidak suka, tapi tidak, itu bukan hal yang terbesar, tapi yang lainnya, aku tak suka caramu berbicara padaku, aku tak suka caramu melihatku, pokoknya apa-apa yang kau lakukan itu, aku tidak menyukainya.

Tapi, yang kutanyakan, kenapa kau melakukan semua itu? Apa aku pernah melakukan sesuatu yang membuatmu sakit hati? Kalau ya, katakan, kalau tidak, beritahu aku alasanmu. Ini membuatku frustasi. Apa kau membenciku?” Changmi mengeluarkan semua unek-uneknya. Myungsoo menjadi sedikit gugup, baru kali ini dia melihat Changmi seperti itu.

“ehmm… aku…” Myungsoo berbicara dengan penuh kebingungan.

“ya???” Changmi menunggu jawaban Myungsoo.

“ehmmm… ahhh…entahlah, aku hanya  tidak mau melihatmu, aku tidak mau mendengar suaramu, aku tidak mau mendengar namamu, aku tidak mau bersamamu. Begitu”Myungsoo terlihat seperti Changmi sekarang.

“heh? Kenapa, apa yang kulakukan padamu?” Changmi kaget dan heran.

“pokoknya kau melakukan sesuatu yang membuatku tidak menyukainya, dan tak akan termaafkan”jawab Myungsoo sambil segera pergi dari ruangan yang penuh aura mengerikan. Changmi terdiam

….

Jadi, sejak saat itu, setiap kali Changmi dan Myungsoo bertemu, terasa sekali aura tidak enaknya. Changmi langsung tertunduk, Myungsoo seperti biasa meskipun kali ini lebih canggung. Hingga suatu hari.

“Annyeong Haseyo, Changmi” ujar seseorang kepada Changmi, Changmi menoleh dan sangat kaget sampai dia mau mati.

“A a a.. annyeong Haseyo, Myung,… Soo” ujar Changmi. Myungsoo duduk disamping Changmi. Changmi menggeser agak menjauh dari Myungsoo. Myungsoo hanya memperhatikan.

“ehmmm… kurasa sebaiknya kita melupakan, ehmm hal yang tidak enak waktu itu. Jadi.. kau mau,… ehmm.. berteman denganku?” Tanya Myungsoo dengan gugup. Changmi terbelalak, seandainya bisa, mungkin matanya sudah keluar dari mata.

“ye? Ehmm ba…ik…lah… tidak masalah sih.” Changmi tersenyum dengan terpaksa.

“huh… ya,,, kalau begitu aku pergi” Myungsoo segera pergi. Changmi tidak mempercayai apa yang terjadi.

….

CHANGMI POV

Menyenangkan, ya, setiap hari menyenangkan. Ternyata bersama Myungsoo menyenangkan. Dia tidak menyebalkan. Cukup tidak menyebalkan. Saat ini aku sedang belajar bersamanya, dia sering kerumahku untuk belajar bersama, tidak masalah sih. Kami berada di taman depan rumahku seperti biasanya.

BRUUKK…

Bukuku terjatuh, saat akan mengambilnya, Myungsoo juga akan mengambilnya, jadi tanganku bersentuhan dengannya. Aku segera menarik tanganku, Myungsoo berdeham. Aku mengambil bukuku.

“aku penasaran…” ujarku

“pada apa?” Tanya Myungsoo sambil ke luar.

“apa kesalahanku padamu?”

“eh? Tidak ada” jawab Myungsoo.

“tapi, waktu itu..”

“tidak ada”

“ada kok, apa? Aku penasaran, kau mau buat aku mati penasaran dan menghantuimu? Gak, kan? Beritahu aku.”

“hehehe… tidak ada” Myungsoo terkekeh

“bohong… kau ini membuatku kesal”

“tidak ada, sungguh..” Myungsoo tersenyum melihat tingkah ku.

“Changmi, begini saja. Aku tidak benci padamu. Ehmmm… aku tidak menyukaimu, bukan aku membencimu, aku hanya heran saja. Kenapa hal ini bisa terjadi. Kau membuatku menjadi bingung setiap mendengar suaramu, melihatmu, mendengar namamu. Aku tidak membencimu, tapi ini membebaniku. Aku bingung kenapa aku bisa seperti ini?”

“maksudmu?” aku mulai bingung.

“aku sangat tidak memaafkanmu karena sudah membuatku seperti ini. Hmmm.. aku juga membenci perasaan ini. Tapi aku tidak bisa membencimu, meski aku membencimu, tapi aku menyukaimu. Ehm, ini seperti sesuatu yang mengikatku.” Myungsoo berbicara dengan sangat serius. Membuat ku sangat bingung.

“maksudmu, bagaimana sih? Jadi kau membenciku tau tidak?”

“aku, kurasa, aku menyukaimu Changmi” jawab Myungsoo.

“ne? kau bercanda?”

“ah, tidak… itu… aku.. sendiri bingung, tapi aku rasa, aku memang menyukaimu.. dan…”

….

AUTHOR POV

“kenapa? Ya, lihat aku, kau seperti patung”

“tidak mau”

“eh? Kau ini kan…. Kau membuatku gemas” Changmi memegang bahu Myungsoo, Myungsoo menundukkan kepalanya.

“ada apa sih? Kalau begitu terus, kau jadi kelihatan seperti malu padaku” ujar Changmi

“kau suka sekali menggangguku” jawab Myungsoo, dia tak menoleh pada Changmi, Changmi berusaha membuat Myungsoo melihatnya.

“hihihi… Myungsoo-ya…. Kau ini. Kita jadi seperti apa saja, kau ini kan pacarku” ujar Changmi, dia memegang kedua tangan Myungsoo. Wajah Myungsoo perlahan memerah dan akhirnya menatap Changmi. Sekarang Changmi yang menunduk.

“sudahlah, ayo pergi” Myungsoo tersenyum dan menggandeng tangan Changmi dan mengajaknya pergi.

“Myungsoo…”

“apa?”

“aku membencimu”

“ne?”

“aku benci kalau kau seperti itu?”

“jadi?”

“bukan apa-apa, tak usah pikirkan. Apa perasaanmu?”

“kau seperti Lucifer”

“tidak mau, aku kan tidak menjahatimu”

“sudah, diam…” Myungsoo segera merangkul bahu Changmi untuk mendiamkan mulutnya yang cerewet.

……

– THE END –

Bagus tidak? tolong koment ya yah… curcol sebentar, temanku ada yang penggemar L, dan dia gak mau ceritanya L oppa dengan ku, hahaha, anggap saja begitu. trus ku jawab, yang bikin FF, siapa? aku. terserah aku lah mau bikin FF kayak gimana, yang penting bagus. tapi bagus tidak? tolong tinggalkan jejak kalian. Dan mohon menunggu cerita Sungjong…>.<

9 responses to “Lucifer (L’s Story)

  1. Myungsoo aku tak percaya kau pacaran dengan dia , padahal kita belum lama putussssssssssssss>.<

  2. Eaaa si myungsoo😄 emg sih dia klo natap org tuh ky natap apaaa gitu.. Tajam bgt tp mempesona *halah*😄. .
    Nice ff ^^ ditunggu.part sungyeol yah..
    Oh iya salam knal ^^ aku jg inspirit..

  3. Kyaaa…klo aku sich diliatin kaya gitu 1000 kalipun g masalah kok,selama yg ngeliatin itu si tampan myung soo~plaaaaak#

    nice ff ^_^

  4. annyeong,aku reader baru nih,ga sengaja ketemu blog ini,soal-nya lagi ngubek-ngubek mbah google buat nyari ff infinite.

    versi sungyeol udah ada belum??

    • sungyeol?? ada kok… lanjutannya
      jadi stlah Lucifer ada Why Not, stelah itu ada Sung’s Brother dan Infinite Days…
      nah itu banyak bagian Sungyeol..^^

    • sungyeol?? ada kok… lanjutannya
      jadi stlah Lucifer ada Why Not, stelah itu ada Sung’s Brother dan Infinite Days…
      nah itu banyak bagian Sungyeol..^^
      thanks for coming!!

Komentar ditutup.