Sung’s Brother (Part 1)

Title        :        Sung Brother (Part 1)
Author    :        Yesunggyu – Amalia Laili
Length    :        One Shot
Genre      :        Comedy

Cast        :        Lee Sungyeol, Lee Sunggyu, Lee Sungjong, Soyu (Sistar), Lee Howon (Hoya)

Ini cerita Part saya yang pertama. Mau coba-coba sih. Soalnya ada teman yang protes ceritanya tentang cinta melulu, maunya bikin cerita sahabat begitu. Yah, terpaksa saya buat. Tapi kan gak seru kalau Sungyeol gak punya kisah cinta? Jadi Sungyeol dan Sunggyu bakalan dapat kok. harusnya Sungjong juga ikut kan? tapi dia sudah di cerita sebelumnya. ah, dia sudah dapat terlalu banyakkk…

…..

Sungyeol POV

“aku pergi, hyung” teriak Sungjong padaku.

“ne, pergilah” jawabku tanpa mengalihkan pikiranku pada buku yang kubaca. Ah, akhir-akhir ini dia sering sekali pergi ke rumah Bomi. Dia benar-benar melupakan perasaannya pada Changmi? Baguslah. Hem…

“Sungyeol-ah, kesini dulu” kali ini ibu ku yang berteriak dari dapur.

“ne, sebentar” jawabku, segera berdiri dan pergi menuju dapur. Kulihat ibuku sedang sibuk memotong sayuran.

“ada apa ini? Banyak sekali yang ibu masak? Ada tamu?” tanyaku.

“tolong bersihkan ruang tamu dan kamar tamu ya. Ada seseorang datang ke rumah hari ini” ibu memerintahkanku.

“siapa?”

“bersihkan saja sana, nanti juga tahu. Suruh Sungjong cepat pulang, ya”

“ne…” ujarku segera menuju ruang tamu dan bersih-bersih.

…..

Begitu selesai mandi, aku segera ke ruang tamu. Melihat seseorang yang dibawa ayah. Dia seorang laki-laki, mungkin lebih tua 3 atau 2 tahun dariku, berarti dia sudah kuliah, dong? Matanya sipit sekali, berkulit putih, wajahnya kecil, dan dia lebih pendek dari aku. Tidak terlalu pendek, mungkin 178 cm. Ya, itu tidak pendek. Hahaha, babo.

“Cepat kesini, kenapa kau melamun disana?” ibuku menegurku, aku segera berlari dan duduk disamping Sunjong yang berhadapan dengan lelaki itu.

“nugu?” tanyaku pada Sungjong, Sungjong menoleh padaku dan menggelengkan kepalanya, berarti dia tidak tahu.

“perkenalkan, namanya Lee Sunggyu umurnya 20 tahun. Dia adalah anak dari sepupu ayah. Jadi dia adalah sepupu kalian, dia akan tinggal disini” ujar ayahku, Sunggyu hanya menganggukkan kepala dan tersenyum kecil. Aku dan Sungjong ikut menganggukkan kepala.

“kenapa dia tinggal disini?” tanyaku, tidak sopan ya?

“memang tidak boleh?” Tanya Sunggyu Hyung, mukanya seperti orang yang tidak diinginkan kehadirannya. Aku menjadi merasa tidak enak.

“tidak apa-apa kok, hyung hanya heran saja” jawab Sungjong sambil menendang kakiku.

“aw… iya, hanya heran” ujarku sambil meringis kesakitan.

“antar dia kekamarnya, setelah itu kita makan malam” ujar ibuku, dia segera beranjak ke dapur, ayah menuju kamarnya. Aku dan Sungjong segera membawa Sunggyu ke kamarnya.

“bagus tidak kamarnya, aku yang baru saja membersihkannya…” aku memberitahukan semuanya, betapa capeknya aku membersihkan kamarnya.

“ya, pergilah…” jawab Sunggyu tanpa memperhatikan perkataanku. Aku hampir saja memarahinya, namun Sungjong segera menarikku keluar.

“kenapa dia sombong sekali?” Tanyaku geram.

“siapa yang sombong?” Tanya Sungjong.

“Sunggyu hyung itu” ujarku sambil melipat tangan ku didepan dada.

“hanya perasaanmu saja, aku merasa kasihan pada Sunggyu hyung..” ujar Sungjong

“kenapa?”

“tidak tahu, aku kasihan saja. Coba hyung lihat ekspresi wajahnya baik-baik. Kasihan sekali ya?” jawab Sungjong. Aku jadi bingung, ada-ada saja anak ini.

“masa’? entahlah. Ah, aku lupa ada PR. Aku mau mengerjakan dulu” aku segera berlari kekamar meninggalkan Sungjong didepan pintu kamar Sunggyu.

….

Siang ini aku sedang tidak ada kerjaan, jadi aku hanya membantu ibuku saja. Memotong sayuran untuk makan malam nanti

“bi, aku akan pergi ke pasar” teriak Sunggyu hyung.

“ne” ujar ibuku. Beberapa menit kemudian, setelah aku berpikir dengan serius.

“omma” ujarku sambil menghentikan acara potong-potong.

“ne?”

“Sunggyu tau tidak dimana pasar itu?” tanyaku

“oh, iya! Omma lupa! Cepat kejar Sunggyu dan ajak dia ke pasar yang benar!” jawab ibuku terburu-buru.

“ne… ya, Sunggyu hyung!!!” aku berlari dan berteriak keluar. Mana sepatuku? Oh, ini. Ah, Sunggyu hyung, tunggu…!!! Huaaahh.. untung dia baru sampai didepan gerbang. Aku segera menarik tangannya “ah, hyung. Hosh hosh..” napasku tersengal-sengal habis panic.

“ada apa?” tanyanya

“hyung tau dimana pasar itu?” tanyaku

“tau kok, memangnya aku anak kecil. Aku tau daerah ini. Meskipun aku orang baru” jawab hyung memarahiku

“benarkah? Ya sudah.” jawab ku segera berbalik kembali kerumah. Namun langkahku terhenti dan berbalik menghadap Sunggyu hyung “Hyung.!!!” Teriakku.

“apa lagi?”

“aku ikut!” jawabku lalu segera berjalan mendahuluinya

“heh? Terserah kau saja” Sunggyu hyung hanya menggelengkan kepala.

Didalam perjalanan, aku dan hyung tidak berbicara sedikit pun. Memangnya kami harus bicara apa? Kan kami tidak mungkin cerita tentang naiknya harga sayuran? Memangnya aku ibu? Eh, itu Sungjong, dia baru saja dari rumah Bomi. Dia menyadari aku melihatnya, dan segera berbalik badan. Anak ini!

“Ya! Sungjong-ah. Kesini dulu” teriakku, Sungjong kembali membalikkan badan dan menujuku.

“apa?” tanyanya “ah, Annyeong haseyo, hyung!” ujar Sungjong pada Sunggyu hyung, Sunggyu hyung hanya mengangguk saja.

“temani aku menemani Sunggyu hyung!” ujarku. Sungjong mengeryitkan keningnya, Sunggyu hyung menatapku bingung.

“apa kau mengerti apa yang kau katakan, hyung?” Tanya Sungjong heran

“tentu saja aku tau. Aku..”

“aku tidak perlu kau menemaniku” ujar Sunggyu hyun dan segera pergi. Aku segera mengejarnya dan menarik tangan Sungjong.

“begini Sunggyu, aku tidak ada kerjaan dirumah. Makanya aku ikut denganmu! Jangan pikir yang lain-lain” jawabku membela diri, pandanganku lalu beralih dari hyung ke dongsaengku “dan Sungjong, kau tau kan kalau aku tak punya topic pembicaraan dengan Sunggyu hyung? Makanya aku membawamu,mengerti?”

“hmmm… baiklah….” Jawab Sungjong terpaksa. Aku tersenyum bangga atas prestasiku itu. Kami pun pergi menuju pasar.

….

AUTHOR POV

“nah, sampai disini, pergilah” ujar Sunggyu saat di persimpangan.

“hah? Memangnya….”

“kalau mengikutiku lebih dari ini, kalian tidak selamat” Sunggyu memotong ucapan Sungyeol dan langsung dibalas dengan wajah pucat oleh Sungjong dan Sungyeol.

“ehm.. baiklah hyung.. ayo..” Sungjong menarik Sungyeol dan segera pergi dari tempat itu. Sunggyu kembali melanjutkan perjalanannya.

“oke, ini benar-benar aneh. Benar yang kau katakan waktu itu Sungjong” ujar Sungyeol sambil mengangguk kepala mantap.

“ne? Hyung memang mengerti yang hyung katakan?” Tanya Sungjong heran pada perkataan Sungyeol yang berbelit-belit.

“tentu saja!” Sungyeol memukul bahu Sungjong, yang dipukul hanya meringis kesakitan “ah, aku penasaran padanya. Kenapa dia pergi kepasar? Dia kan tidak perlu pergi beli ikan?”

“hyung, kurasa dia tidak pergi ke pasar. Dia berbelok kearah yang salah, lihat” ujar Sungjong sambil menunjuk jalan yang dilewati Sunggyu.

“aigoo, sudah kuduga dia tidak tahu jalan menuju pasar” Sungyeol menepuk dahinya.

“tapi hyung, bagaimana kalau dia bukan mau ke pasar, tapi kesuatu tempat lain begitu?” Tanya Sungjong.

“ne, kau benar… mungkin saja. Ayo, kita ikuti” Sungyeol segera menuju jalan yang dilewati Sunggyu.

“tapi Sunggyu hyung bilang…”

“ikuti saja, atau kau mau tinggal?” Tanya Sungyeol menghentikan langkahnya.

“aku tinggal saja, aku mau pulang” jawab Sungjong. Sungyeol menatapnya bosan.

“terserah! Aku akan pergi!” Sungyeol segera berlari meninggalkan Sungjong, dia takut kehilangan jejak Sunggyu.

“ya sudah, kalau tidak selamat, aku akan ambil semua makanan hyung!!” Sungjong berteriak pada Sungyeol dan segera berlari pulang.

….

Sungyeol menemukan Sunggyu berada di suatu rumah yang sangat luas dan habis terbakar. Sungyeol berada diluar rumah, sedang Sunggyu berada di dalam rumah. Sungyeol mengikutinya. Sambil mengendap-endap, Sungyeol merasa heran. “rumah siapa ini?” Tanya Sungyeol. Dia melihat Sunggyu menaiki tangga menuju lantai 2.

BRAKK…

Tumpukan kayu itu jatuh, Sunggyu menoleh dan melihat Sungyeol tertimpa kayu. Dia segera berlari dan menyelamatkan sepupunya itu. Untung saja Sungyeol baik-baik saja meskipun ada goresan di tangan dan wajahnya.

“akh… sakit sekali..!!” ujar Sungyeol sambil memegang kepala dan punggungnya.

PLAKK…

“huaaaaaa… sakit, punggungku sakit, hyung!” teriak Sungyeol pada Sunggyu yang baru saja memukul punggungnya.

“sudah kukatakan kalau ikut aku, kau tidak akan selamat! Kau ini sangat…. Kekanak-kanakan sekali!” ujar Sunggyu.

“kupikir kau yang akan membuatku tidak selamat. Makanya aku mengikutimu, dan aku yakin kau tidak akan begitu!” jawab Sungyeol

“memang tidak! Aigoo, memang apa urusanmu?” Tanya Sunggyu.

“aku penasaran. Soalnya kau aneh sekali” jawab Sungyeol.

“kau ini masih remaja ya, eh bukan, masih anak-anak ya? Rasa penasaranmu lebih besar dari Sungjong. Hahaha…” Sunggyu tertawa melihat ulah Sungyeol. Muka Sungyeol berubah cemberut tapi setelah melihat Sunggyu tertawa dia ikut tersenyum.

“hyung bisa tertawa juga rupanya” ujarnya yang dibalas satu pukulan dipunggung oleh Sunggyu.

“kau pikir aku robot?”

“karena, hyung…”

“ikuti aku…” Sunggyu memotong ucapan Sungyeol dan membawanya kelantai 2. “kau bisa jalan?” tanyanya.

“nde, tapi aku pasti selamat ‘kan?” Tanya Sungyeol sambil was-was melihat keatap rumah itu.

“hahaha… mana ku tahu! Ikuti aku” jawab Sunggyu, Sungyeol segera mengikutinya sambil memegangi kepalanya.

….

Sungyeol mengikuti Sunggyu hingga kekamar paling atas. Dikamar tersebut tampak terbakar, membuat Sungyeol takut.

“bagian ini tidak terlalu parah, kan?” Tanya Sunggyu.

“mananya yang tidak terlalu parah? Aku sudah membayangkan kita jatuh dari tempat ini..” ujar Sungyeol.

“hem… iya” Sunggyu tersenyum sambil duduk di lemari kecil yang sedikit terbakar dekat jendela. “dulu ini rumahku”

“benarkah? Itu makanya kau pindah kerumahku, karena rumahmu terbakar?” Tanya Sungyeol kaget.

“ne…. ibu dan ayahku meninggal karena kejadian ini. 3 hari yang lalu” jawab Sunggyu.

“jongmal? Kok aku tidak tahu berita itu ya? Jadi, kau sendiri? Tidak ada adik atau kakakmu?” Tanya Sungyeol.

“tidak ada. Aku anak tunggal”

“mianhae…” ujar Sungyeol.

“gwenchana… ah, aku sangat merindukan tempat ini”

“Kupikir kau orang yang menyebalkan… ternyata kau diam karena sedih? Ah, apa yang dikatakan Sungjong benar” ujar Sungyeol.

“hahaha… kau pikir begitu? Mungkin”

“jadi kau seorang diri?”

“tentu saja, kan?”

“baiklah, kalau begitu, kau akan menjadi saudaraku. Hyung akan menjadi kakakku dan kita akan bersahabat bersama Sungjong juga. Anggap saja kita ini bersaudara, yah setidaknya bersepupu” ujar Sungyeol bersemangat. “aku akan menjadi sahabat yang baik”

“hahaha… kita kan memang sepupu. Ya, tidak masalah…” jawab Sunggyu.

Mereka berdua tampak asyik bercerita sampai seorang perempuan yang melihat mereka dari jendela berteriak.

“Sunggyu oppa? Benarkah itu Sunggyu Oppa?”

….

TBC

               Gimana akhirannya? Aneh? Gak tau juga sih… soalnya setiap selesai membaca FF buatan sendiri, suka kaget sendiri. Yah, cerita Sung bersaudara dimulai, hahaha… Sungjong banyak peran di FF Infinite ya? Padahal Sungjong bukan bias saya loh…

 

11 responses to “Sung’s Brother (Part 1)

  1. Aaaaah mereka bias2 aku :* apalagi pas adegan (?) 2sung *sunggyu dan sungyeol* nya, seneng banget xD wkwk.
    Ga ko thor (?) *maksudku ga ko author xD* ceritanya ga aneh, malahan bikin penasaran wkwk, ditunggu kelanjutannya yaaaa thor:D *oiya salam kenal ya buat author hehe:)

  2. Aaaaah mereka bias2 aku :* apalagi pas adegan (?) 2sung *sunggyu dan sungyeol* nya, seneng banget xD wkwk.
    Ga ko thor (?) *maksudku ga ko author xD* ceritanya ga aneh, malahan bikin penasaran wkwk, ditunggu kelanjutannya yaaaa thor:D *oiya salam kenal ya buat author hehe:)
    #maaf banget ya kalau komenan nya geje+riweh ga puguh wkwk /plak

      • Hehe, ga tau aku iseng2 nyari ffnya sungyeol, eh ternyata dapet yang lebih (?) soalnya ada sunggyunya wkwk.
        Iya sip samasama thor:D *gaenak banget manggilnya

  3. Hehe, ga tau aku iseng2 nyari ffnya sungyeol, eh ternyata dapet yang lebih (?) soalnya ada sunggyunya wkwk.
    Ayo figthing! Ditunggu~
    Iya sip samasama thor:D *gaenak banget manggilnya

    • ohhh… hahaha… ini nih, dalam perjalanan..
      maaf ya, belum kelar2.. soalnya bnyak teman minta yang UKISS… *ngekkk*
      Infinite yang ini kan Continue…
      gomawo ya, masih baru belajar…^^

Komentar ditutup.