0330

0330

Title     :           0330
Author :           Yesunggyu – Amalia Laili
Length :           One Shot
Genre   :           Life, Comedy, Romance

Cast     :           Dongho, Yoon Hara (OC), UKISS member *without Alexander and Kibum, T.T*

Aku kembali dengan FF UKISS, entah setan apa yang merasuk diriku, meski bukan sepenuhnya KISSME, aku sangat suka dengan UKISS. Nah, lagu 0330 itu, juga bagus banget. Jadi Dongho kuusahakan supaya sesuai disini. Ternyata menyenangkan, ya! Kalau menulis FF yang diambil dari lagu emang mudah, kita sudah tau endingnya. Tapi tetap dibaca, ya.

……………………………………………………….

Aku berada dihutan yang masih terasa embun paginya. Sejak kapan aku berada disini? Aku melihat kesekeliling. Ah, tempat apa ini? Apa aku tersesat? Tapi, aku tetap berjalan dengan tenang. Mungkin saja aku bisa menemukan rumahku. Huft… baiklah, ini terlalu aneh.

“….”

Aku mendengar suara piano. Darimana asalnya? Aku mencoba untuk mendengarkan dengan jelas. Nde, lagi ini. Lagu yang biasa kumainkan. Bukankah ini lagu ciptaanku sendiri? Kenapa orang lain bisa… aishh.. jinjayo! Aku terus mengikuti suara itu.

“….”

Dari balik pohon itu, aku melihat seorang gadis sedang memainkan piano, yang kurasa melodinya itu adalah ciptaanku. Darimana dia tahu. Baru saja aku mau menyapanya, dia langsung menghentikan permainannya. Aku tidak jadi menyapanya.

“apa aku salah? Apa lanjutannya?” gumam gadis itu. Dia tampak kebingungan. Makanya jangan menjiplak! Kau jadi bingung kelanjutannya kan? Aku tersenyum sendiri. Gadis itu lalu menekan tuts piano. Hanya satu tuts itu saja. Tanpa tuts lainnya. Aku menghampirinya.

“….”

Aku membantunya memainkan melodiku. Aku kaget sendiri atas yang kulakukan. Apalagi dia. Namun, dia tetap saja melanjutkan permainan kami. Aku duduk disampingnya dan bermain dengan sangat senang.

“siapa namamu?” tanyaku.

 …………………………………………

“huaaaaaaaaaaaaaaa!”

Aku terbangun lagi setelah mimpi yang sama akhir-akhir ini! Aku bisa gila! Apa maksudnya semua ini. Aku memukul kepalaku sendiri. Melihat ke jam wekerku yang tidak berbunyi karena aku bangun mendahuluinya. 03.30. setiap pagi, apa aku terkena kutukan, kenapa mesti bangun jam segitu? Dan aku sudah tidak bisa tidur lagi setelahnya! Ah, pabo!

Aku bangun dan melihat kejendelaku yang terkena embun. Mulai musim Gugur. Pasti menyenangkan! Huahh… aku merenggangkan badan. Apa yang akan kulakukan sepagi ini?

……………………………………….

Aku pergi kesekolah, sendirian. Aku baru saja turun dari kereta. Sepi sekali.

“DONGHO-YA!”  dua orang baru saja meneriakiku. Baru saja akan menoleh, mereka lebih dulu merangkulku dan mengacak rambutku.

“anyeong haseyo, dongho ya!”

“anyeong haseyo, Hoon, Kiseop!”

“mukamu murung. Ada masalah?” tanya Kiseop padaku.

“ah, aniya! Aku terbangun lagi hari ini” jawabku sekenanya.

“bukankah itu bagus? Kalau kau tidak bangun berarti kau sudah mati…” ujar Hoon. Kiseop dan aku melihat kearahnya. Lelucon tidak lucu.

“aniya! Aku terbangun jam 03.30 lagi! Aku bisa gila karena ini! Kau tau sudah 3 hari berturut-turut! Membuatku sinting!”

“benarkah? Mungkin kau terkena imsomnia!” komentar Kiseop yang hampir menyanyi lagu Imsomnia.

“ya! Aku tidak bermasalah pada tidurku! Hanya mimpiku itu saja yang aneh!” jawabku.

“itu termasuk!” Hoon menambahkan.

“mungkin kau ada masalah. Aigoo, kau seperti orang tua saja” ujar Kiseop.

“heh? Apa-apaan itu? Entahlah.” Aku bingung dengan perkataan Kiseop.

“sudahlah, kita bisa terlambat. Dongho ya, kau sudah menyelesaikan PR Matematika?” ujar Hoon padaku.

“eh? Ada ya? Belum” aku menepuk jidatku, lupa mengerjakan PR.

“hemm.. kupikir sudah. Kita bertiga belum nih!”

“jadi?”

“kita minta tolong Soohyun hyun saja..!” ujar Kiseop.

“keure… kaja…”

Kami pun berlari, dengan 3 alasan, 1. Takut terlambat, 2. Belum mengerjakan PR dan nanti mau mengerjakannya, dan 3. Adalah karena kami senang bermain.

………………………………………….

“ah, gomawo hyung! Selalu merepotkan, mianhae” ujar kami bertiga.

“nde, cheomaneyo…” jawab Soohyun hyung sambil mengangguk pelan “kenapa kalian tidak pernah seperti Kevin? Dia selalu melakukan sesuatu dengan baik”

“kami bukan Kevin!” ujar kami bertiga, dan kami semua malah tertawa sendiri.

Kami sekarang berada diruang klub musik. Yang ketuanya Soohyun hyung, dengan anggota Eli Hyung, Hoon, AJ, Kiseop, dan Kevin, serta aku, pendatang baru. Seharusnya mereka semua kupanggil hyung. Tapi, 4 orang itu dan tambahan Kevin, tidak mau kupanggil hyung. Lagipula kami hanya beda 1 atau 2 tahun saja.

“ah, kapan kita punya anggota baru? Masa’ klub musik hanya 7 orang?” tanya AJ.

“bagaimana cara rekrutnya? Anak baru sekarang lebih suka berolahraga, daripada bermain musik” jawab Eli hyung.

“hmm… benar… bisa-bisa klub kita bisa ditutup!” ujar Soohyun Hyung, kami semua menoleh padanya. Kaget setengah mati.

“benarkah hyung?” tanya Kevin “sebaiknya kita harus promosi besar-besaran”

“bagaimana caranya?” tanya Kiseop.

“mollayo..” jawab Kevin sambil menggelengkan kepalanya dengan wajahnya yang polos. Semua anggota klub melemparinya dengan benda apa saja yang ada disamping mereka *mwo?*.

“pabo! Begini saja, bagaimana kalau setiap dianggota ini, merekrut orang, 1 saja. Kurasa, nanti juga akan bertambah satu demi satu. Bagaimana?” usul Soohyun hyung.

“setuju!” jawab kami semua.

“baik, pertemuan sampai disini saja. Cuaca mendung, nanti kalian tidak bisa pulang. Sekarang kita bubar”

………………………………………………………

Ah, Hyung benar. Baru saja aku keluar dari pintu gerbang sekolah. Sudah turun rintik hujan. Gerimis. Aku berlari mencari tempat berteduh. Ah, harus cepat. Hujan mulai deras. Aku menemukan tempat berteduh, dan berlari kesana. Great, bajuku basah! Aku mengelap bajuku dengan tangan sendiri. Yah, setidaknya tidak terlalu basah.

Baru beberapa menit aku disini, sudah ada seorang perempuan ikut berteduh disampingku. Aku kaget. Perempuan itu berambut pendek. Dari sekolah kami tampaknya. Wajahnya seperti kukenal. Tanpa sadar aku mengambil baju olahraga ditasku dan memberikan kepadanya.

“ini..”

“nde? Ah, gomawo…” jawab perempuan itu. Dia segera mengelap bajunya setelah tersenyum padaku. Aku reflex tersenyum padanya. Dia manis sekali. Mau kumakan saja. Setelah selesai dia mengelap bajunya, ia mengembalikan baju itu padaku.

“ah, gomawo. Sepertinya hujannya mau berhenti” ujarnya sambil melihat kearah langit.

“hm? Nde.. sayang sekali..”

“mianhae, mwo?”

“ah, aniya, baguslah! Aku mau pulang!” jawabku gelagapan. Dia hanya tertawa kecil, membuatku sangat malu.

“ehmm, siapa namamu?” nekad! Sampai kapan aku bisa nekad didepan gadis ini?

“aku? Yoon Hara” jawabnya sambil mengulurkan tangan “kau?”

“aku, Dongho. Kau sekolah disini? Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya?”

“benarkah, hahaha…” Hara tertawa padaku ”aku memang tidak terkenal disekolahku. Tapi aku mengenalmu”

“jongmal?” aku kaget, tidak bohong! Lumayan kau terkenal dari gadis semanis ini.

“nde, kau anggota klub music kan?” Hara mengangguk.

“ah, benar! Kau mau masuk klub kami?” sinting, aku sinting.

“boleh? Kalau begitu aku mau…”

Aku tersenyum bahagia. Dengan 2 alasan, 1. Aku merekrut anggota baru, mengalahkan yang lain, 2. Aku bisa bersama Hara dan lebih dekat dengannya mulai sekarang.

……………………………………………

“gomawo!” ujar perempuan itu padaku.

“wae?”

“mau berteman denganku”

“tidak masalah…”

“aishhh… jinjayo!”

………………………………………

Aku bermimpi lagi, tapi wajah perempuan itu tidak terlihat sedikit pun, membuatku mati penasaran nantinya.

03.30

Aku bisa gila!

……………………………………..

Aku bermain piano sendiri, yang lain sibuk mencari anggota dan mengurus urusan lainnya. Hahaha, aku menang!

Aku memainkan melodi buatanku. Kali ini, aku sangat senang memainkannya. Mungkin karena ada Hara diklub ini.

“bisa ajari aku?”

“eh, Hara tentu saja. Duduk lah..” aku mempersilahkan Hara duduk disampingku.

Aku menyukai saat-saat bersamanya.

………………………………

“jangan terlalu baik padaku, Dongho-ya”

“aku tidak terlalu baik padamu..”

“benarkah?”

……………………………..

“dongho ya!” teriak Hara padaku.

“ah, kau sudah datang. Duduk lah!” aku menyilahkan Hara duduk disampingku. Kami berada di kantin sekolah hari ini. Dan hari ini hujan lagi. Mengingatkanku pada pertemuan pertama kami.

“aku sudah memesan minuman, kau saja…” ujarku. Hara mengangguk dan memesan minuman. Kami berdua akan menulis lirik lagu dari melodi yang kubuat waktu itu. Kurasa kami bisa berkolaborasi dengan baik.

Aku melihatnya menulis lirik dengan baik. Aku tersenyum dan menoleh kejendela. Melihat jendela mengingatkanku lagi pada mimpiku itu. Aishh… ada apa dengan gadis itu? Sampai sekarang aku tidak mengenalnya. Jangan-jangan dia adalah Hara. Aku melihat Hara sedang minum. Ah, tidak mungkin. Aku kembali tersenyum. Tanpa sadar menulis lambang cinta pada embun di jendela.

“apa yang kau gambar?” tanya Hara yang ternyata memperhatikanku. Aku segera menghapus gambar itu.

“ah, aniya… ayo kembali bekerja.. hihihi…” jawabku malu.

……………………………………….

“kalau aku pergi, apa kau akan merindukanku?”

“hem? Entahlah”

“hihihi… kau harus merindukanku”

………………………………………….

“bukankah lirik ini sangat bagus Hyung?” tanyaku pada Soohyun hyung.

“mana?” hyung mengambil bukuku dan mengamati dengan seksama, ia mengerutkan keningnya “kau sedang bermain? Tidak ada sama sekali. Oh, mungkin maksudmu bagian rap ini?”

“bukan hyung.. sebelumnya.” Hyung membolak-balik bukuku dan tak menemukan tulisan Hara, membuatku bingung. Aku kembali mengambil buku itu. Ini aneh.

“harusnya ada, Hara yang menulisnya sendiri”

“siapa? Hara? Siapa dia?” tanya AJ padaku.

“Yoon Hara, anggota baru yang kukatakan waktu itu”

“siapa? Dia tidak pernah ada kan?”

“bukankah aku sudah memperkenalkannya pada kalian?”

“kapan? Kau hanya berbicara tidak jelas. Kami tidak menghiraukanmu saat itu” ujar Eli hyung.

“tapi aku sudah membawanya. Sudah seminggu ini dia berada di ruang klub kita”

“dimana?”

Mereka membuatku gila! Aku yakin bahwa… aishh.. suka mempermainkan orang lain.

Mulai sejak itu, mereka menjauhiku. Aku bingung. Ini bukan bulan ulang tahunku. Mereka tidak sedang mengerjaiku kan. Aku berjalan dengan lesu di stasion kereta. Mengingat kembali mimpiku.

…………………………………………

“aku sudah mengenalmu sejak lama, dongho-ya!”

“….”

“saranghae…”

…………………………………………..

Aku menelpon Hara sudah lama dia tidak datang keklub kami. Apa dia sakit?

“dongho ya”

“ne?”

“aku akan pergi…”

“kemana..” aku kaget.

“ketempat yang sangat jauh..”

“…..”

“aku sangat menyukaimu, sejak lama”

“….”

“aku sudah mengenalmu sejak lama”

“….”

………………………………………

AUTHOR POV

Dongho menelpon Hara yang sudah lama tidak datang keklub mereka. Anggota yang lain mulai gemas dengan sikap Dongho. Dongho mulai terkena halusinasi. Dia menganggap Yoon Hara benar-benar ada.

“Hara, sudah meninggal 10 hari yang lalu” ujar Kevin

“berarti dimulai sejak Dongho bermimpi saat 03.30 kan?” tanya Kiseop

“nde” jawab Hoon

“….”

“apa dia akan baik-baik saja?” tanya Soohyun.

“semoga..” jawab AJ ”aku tidak berani mengatakan yang sesungguhnya pada Dongho”

“….”

Mereka hanya melihat Dongho sedang menelpon Hara yang berarti tidak ada. Selama ini, Dongho tidak bersama Hara. Itu semua hanya halusinasinya. Dia tidak menulis lirik lagu, tidak bermain piano, tidak menggunakan baju Dongho, tidak tersenyum padanya, tidak menelpon dengannya.

Kevin yang mencoba tidak peduli, mulai gemas. Ia melepas headsetnya dan mulai berdiri. Mendengar obrolan Dongho dengan Hara, yang tidak ada.

“kau…”

“aku senang bersamamu 10 hari ini”

“….”

“apa kau merindukanku?”

“tentu saja!”

“senangnya. Baguslah!”

“…..”

“hidup dengan baik, Dongho ya!”

“Hara…”

“aku tidak akan menganggumu lagi mulai malam ini”

“Yoon Hara…”

“maaf menganggumu”

“kau harus datang lagi malam ini”

“aniya, Dongho ya!”

“kenapa kau melakukan sesuatu sesukamu? Kau hanya mempermainkanku?”

“mianhae Dongho ya… jongmal mianhae”

“aku tidak mau kau meminta maaf, datanglah sekarang. Atau aku akan pergi menemuimu”

“aniya, dongho ya. Kau tidak akan bisa bertemu denganku lagi…”

“bohong…Hara ya!”

Eli berdiri pergi menuju Dongho, AJ mencegahnya.

“hyung yakin?”

“tidak ada cara lain…”

“hyung, Dongho akan sakit hati..” Kevin ikut mencegahnya.

“lebih baik sakit hati sekarang, daripada dia tambah gila”

Eli pergi dan menarik ganggang telepon itu dari tangan Dongho. Dongho menepis tangan Eli. Percakapannya dengan Hara memang sudah berakhir. Dia mulai frustasi atas apa yang terjadi.

………………………………………..

“Dongho ya, gomawo”

“wae?”

“karena mau merindukanku”

“….”

“karena mau menjagaku”

“….”

“anyeong, Dongho ya”

………………………………………

Mereka semua mendekati Dongho, berusaha menenangkannya. Dia menepis semua tangan yang ingin membantunya.

“dongho ya. Aku mendengar bahwa Hara sudah lama menyukaimu. Dia tidak berani mengatakannya padamu” ujar Soohyun. Dongho berhenti berjalan dan mulai mendengarkan.

“dia memberikanmu surat ini…” Soohyun memberikan sebuah surat pada Dongho, ia mulai membaca. Air matanya mengalir tanpa ia sadari.

“gwenchana? Kau pasti akan baik-baik saja kan?” tanya Kiseop.

“kau pasti akan bisa mewujudkan yang diinginkannya, kau pasti akan baik-baik saja kan, Dongho?” tanya Hoon. Dongho tersenyum perlahan. Dia menyeka air matanya.

“hem… nde…”

Mereka semua merangkul Dongho.

………………………………………

To: Dongho ya

Aku berterimakasih bisa bertemu denganmu. Aku ingin sekali bisa mengenalmu. Tapi, aku terlalu malu, Dongho ya. Kau tidak akan memarahiku kan? Saat aku ingin mengenalmu, aku malah terkena sakit Leukemia. Ini gila! Aku jadi tidak ingin mendekatimu. Aku takut, malah membuatmu sedih saat aku pergi. Apa aku terlalu berlebihan?

Dongho ya, apa kau merindukanku? Aku selalu mendengar suara piano yang kau mainkan setiap sore di ruang klubmu. Aku menyukainya. Dan aku tidak tahu melodi apa itu. Tapi aku sangat menyukainya. Hingga hapal aku nadanya. Kudengar itu lagu ciptaanmu, namun belum kau selesaikan karena tidak punya lirik yang bagus. Aku harap bisa membantumu dan berharap, lagu itu untukku.

Kurasa hanya itu, Dongho ya. Aku merasa sangat sakit sekarang, sakit karena leukemia dan sakit karenamu. Tapi aku sangat menyukai perasaan sakit ini. Sekali lagi, Dongho ya, gomawo.

From: Yoon Hara

…………………………………………..

“kau datang lagi?”

“hanya sebentar… untuk bermain, dengarkan aku, sebentar saja…”

“….”

Hara bermain dengan baik. Kini Dongho sudah melihat dengan jelas siapa gadis yang selalu muncul dimimpinya. Yoon Hara. Dia tidak lagi terlalu menganggungkannya. Namun, dia sekarang sangat menyayanginya dan merelakannya.

“mau bermain bersama?”

“tapi Dongho ya..”

“untuk terakhir kali..” Dongho tersenyum, Hara juga ikut tersenyum

“Hara ya”

“hem?”

“lagu ini untuk mu”

…………………………………………….

— THE END –

Akhirnya tamat. Aku sedih banget dengan endingnya, >.< kenapa mesti terjadi? Aku gak nyangka FF-ku malah begini jadinya. Tak apalah. Sedih banget. Tapi aku gak tau apa FF-ku bisa mewakili perasaan lagu 0330 ini. Jadi tolong komentarnya…^^

7 responses to “0330

  1. Ohh, mian, ga terlalu tau UKISS ma MBLAQ
    Soalnya ga nge-fans. Biasa kalau uda baca ff dan tau mreka, baru mulai nge-fans berat.
    #lah, kok malah curhat si??

Komentar ditutup.