Going Crazy

GOING CRAZY

Title      :           Going Crazy
Author  :           Yesunggyu – Amalia Laili
Length :           One Shot
Genre   :           Life, Romance, Horor, Comedy

Cast     :           Eli, Kim Yeohyun (OC), Soohyun, Eunjung

Kembali lagi dengan UKISS. Kali ini terinspirasi dari lagu GOING CRAZY-nya SONG JI EUN. Jadi mohon dibaca ya..

……………………………..

“….”

Aku sekali lagi, putus dengan pacarku. Huft, sudah berapa kali aku pacaran, dan berapa kali aku dipermainkan? Sinting! Dunia terlalu jahat padaku! Hari ini, aku baru mengetahui bahwa Soohyun oppa selingkuh dengan Eunjung Eonni. Aku melihatnya sendiri! Ah, pabo! kapan aku bisa menemukan seseorang yang baik?

Aku pulang dengan lesu. Aku melihat jam tanganku. Jam 10 malam. Heh? Terlalu malam. Aku melewati jalan pintas yang agak sepi. Terkadang membuatku merinding.

KREKKK….

Omo! Apa itu? Aku berusaha tenang.

TEP TEP TEP

Oke, ini aneh, sepertinya ada yang mengikutiku. Aku melihat bayangan yang mulai mendekatiku. Omona! Apa yang akan dia lakukan padaku? Aku mempercepat langkahku. Orang itu juga! Matilah aku.

Aku mulai melirik kebelakang. Sepintas aku melihat sepertinya seorang laki-laki yang mengenakan jaket hitam bertudung. Matilah! Aku mulai berlari kecil. Orang itu juga!

Aku benar-benar panik sekarang! Aku berlari. Aishh… orang itu juga berlari! Sinting!

Tiba-tiba dia menarik bahuku. Dan membuatku sekarang menghadap ke dia. Dia memegang tangan kiriku dengan tangan kanannya. Aku berusaha melepaskan dengan tangan kananku. Tapi tidak ada gunanya.

“ya! Apa yang akan kau lakukan? Lepaskan aku?”

“….”

“ya! Kau sinting! Lepaskan aku!”

“….”

“aku akan berteriak lebih keras!”

“….”

Dia bodoh?

“ya!! Ada yang akan membunuhku! Tolong, tolong!” aku berteriak sekuat tenaga, tiba-tiba dia mendekatkan mukanya ke mukaku, aku menahan napas. Orang ini sinting.

“kalau kau berani berteriak aku akan menciummu!” ancamnya, membuatku menggigit bibirku dan hanya diam. Dia memundurkan wajahnya dari wajahku dan mulai mengatur napas. Aku juga. Tapi, dia sama sekali tidak melepas tanganku.

“apa yang ingin kau lakukan?” tanyaku “kau mau mencuri tasku? Dengar! Tas ini berisi buku. Uangku tak ada samasekali karena ini sudah malam, jadi…”

“kau, Kim Yeohyun?” tanyanya tanpa menghiraukanku.

“eh? Nde, waeyo?”

“saranghae…!!”

Hah? Aku mau mati saja. Orang sinting, dia sudah menyiksaku malah menyatakan cinta padaku? Butuh waktu 1000 tahun untuk bisa kuterima cintamu.

“heh? Ah, kau pasti gila.. kita saja..”

“aku Eli, Aku kelas 2-1, kau dari kelas 2-4 kan? Aku…”

“kau tahu darimana?”

“aku mengetahuimu, hanya kau tidak mengetahuiku”

Sinting kan? Dia membuatku merinding. Aku tidak bisa melihatnya dengan jelas. Lampu jalan disini terlalu redup.

“tunggu, meski kau tahu semua tentangku, bukan berarti aku bisa menerimamu. Ada banyak alasan! Kau aneh, aku tidak mengenalmu, kau membuatku takut dan tidak nyaman, dan aku tidak mau memulai hubungan pacaran lagi”

“kenapa?”

“tak ada urusannya denganmu..” aku melepaskan tanganku, setelah lepas, aku pergi menuju rumahku. Dia lalu mengejarku dan menarik tanganku.

“karena Soohyun mencampakkanmu?”

Darimana dia tahu? Yang tahu kan cuman aku, Soohyun oppa dan Eunjung eonni.

“darimana kau tahu?” aku menatapnya dengan bingung.

“aku mengetahuinya, hanya kau tidak sadar”

“…..” aku berbalik badan, aku sangat takut.

…………………………………

“jangan ikuti aku!” ujarku pada Eli.

“aku hanya memastikan kau selamat pulang kerumah”

“aku baik-baik saja, kau yang malah membuatku tidak baik-baik saja!”

………………………………..

Aku takut. Akhir-akhir ini, dia sering sekali mendekatiku. Sudah kukatakan, aku tidak mau mengingat cinta lagi! Tapi dia tetap saja bersikukuh. Kadang dia menelponku, saat aku bertanya siapa, dia hanya diam. Aku sudah mengganti 10 kali nomor hapeku, dan sebanyak itulah dia tahu nomorku. Darimana dia tahu? Apa dia salah satu teman Detective Conan?

Sekarang dia ada dilampu jalan didepan rumahku, aku hanya melihatnya dari jendela kamarku. Aku bingung harus bagaimana. Setiap malam. Entah kenapa orang itu. Saat aku mematikan lampu untuk tidur, dia pun segera pergi! Aigoo, apa dia tidak belajar atau melakukan aktivitas lain yang berguna begitu? Sinting!

……………………………….

“kau gila! Ini bukanlah cinta!”

“kau yang tidak mengetahuinya!”

“aku mohon, Eli oppa, aku sangat tidak nyaman, malah aku yang jadi gila karenamu!”

“….”

“…..”

“kau hanya tidak tahu saja…”

Dia mematikan hapenya. Aigoo, ini sinting!

………………………………………….

Aku sedang berada di pameran karya seni murid SMA se-Seoul. Keren. Aku sangat menyukainya. Yah, menghilangkan kejenuhan dari seseorang yang bernama Eli. Kuharap dia tidak tahu aku ada disini.

“mau minum?”

“eh, siapa? ELI!!!!” Aku berteriak sekeras-kerasnya. Aku kaget.

“kau mau minum atau tidak? Aku membawakan minuman ini” Eli tidak menghiraukanku, malah memberikan sebotol orange juice untukku.

“ah, tidak, begini, darimana kau tahu aku ada disini?”

“kau ambil dulu ini”

“tidak mau! Siapa tahu kau menaruh racun diminuman itu!”

“tidak! Aku minum ya..” Eli meminum Orange Juice yang harusnya milikku “aku masih hidup kan?”

“…..”

“ambil!”

“tidak, itu bekasmu!”

“kau ini” dia menukar sedotanku dan sedotannya. Ah, alasan apa lagi? Aku terpaksa mengambilnya.

“darimana kau tahu aku disini?”

“sudah kukatakan, aku tahu apa…”

“aku tidak mau jawaban itu…”

“hmm, aku mengetahuinya, karena aku selalu mengikutimu” jawabnya. Aku jadi merinding.

“ah, terserah kau saja”

Kemanapun aku pergi di pameran itu, dia selalu ada. Apa yang harus kulakukan? Ini sinting! Ah, itu!

“Eli oppa”

“mwo?”

“bisakah oppa membelikanku minuman itu?” tanyaku sambil menunjuk tempat penjualan minuman yang antriannya lumayan panjang. Dia mengerutkan keningnya, membuatku deg-degan.

“baiklah” dia segera pergi. Dia pun masuk ke antrian, dia melihat ke arahku.

“ya, belilah….” Bisikku beserta isyarat.

“….”

Aku pergi secepat mungkin, mumpung dia tidak melihatku. Aku masuk kedalam kerumunan. Kuharap dia tidak menemukanku.

……………………………………..

Aku baru saja keluar dari pameran. Kupikir-pikir, aku ini kejam juga ya? Tapi dia yang lebih dulu seperti itu. Siapa coba cewek yang betah sama dia? Gak ada. Aku pergi menuju pinggir jalan, lega. Tak ada dia.

Grab…

Tanganku diraih oleh seseorang, membuatku berhadapan dengannya, aku melihat wajahnya.

“tidak berniat meninggalkanku?” tanyanya

“ELI!!!!” aku kaget, dia langsung memberikan minuman itu kepadaku.

“minumlah..”

“bagaimana kau tahu..”

“minumlah…” aku terpaksa meminumnya. Orang ini. Aku tidak tahu harus apa lagi.

……………………………………….

Baik, aku harus baik-baik padanya. Kalau aku keras, dia akan lebih keras. Aku harus melembutkan semua ini. Ini sudah pulangan. Aku harus mengatakan cepat sebelum nanti dia mengikutiku lagi.

Dia datang menuju kelasku. Matilah!

“Yeo..”

“Eli Oppa, ada yang mau aku bicarakan..”

“katakan….”

“ehm, kesini sedikit” aku membawanya kearah yang kurasa tidak seorangpun melihat kami. Bagus.

“aku, rasa kita harus baikan”

“bukankah kita sudah baikan?”

“andwe, aniya! Maksudku, aku selama ini sangat kejam padamu (Setelah kau lebih dulu kejam padaku), jadi aku rasa kita harus memulai sebuah hubungan…”

“hubungan…”

“hubungan pertemanan, bagaimana?”

“…..” dia tampak berpikir.

“ehmm.. kalau tidak mau, kita tidak usah bertemu lagi”

“baiklah..” jawabnya.

“bagus…” aku tersenyum dan mengulurkan tangan kepadanya, dia menyambut tanganku. Mulai hari itu aku berteman dengan orang sinting! Huahh… mau saja kumasukkan dalam buku rekor dunia.

……………………………………

Baik, tidak boleh melihat orang dari luarnya. Ternyata Eli oppa lumayan baik kepadaku, eh ralat, sangat baik. Aku sampai bingung dan tidak nyaman padanya. Ah, Oppa, kau sinting!

“sama sekali tak mau membuka hati?”

“tidakkk…” jawabku atas pertanyaan bodohnya yang ke 29 kali (tanggal ultah Author*plak).

“masih menyukai Soohyun?”

“aku sudah 3 bulan bersamanya, lebih lama dari yang lain. Kurasa, kau benar…” jawabku, kenapa aku bodoh sekali? Kenapa aku bercerita padanya.

“tidak boleh..”

“kenapa?”

“karena kau harus belajar untuk menyukaiku…”jawabnya. Benar kan? Dia sinting.

“heh…. Kau….”

“dia bukan pria yang baik untukmu…”

“menurutmu kau pria yang baik untukku?”

“ya…”

“…..”

“aku mencintaimu dengan sungguh-sungguh, aku menjagamu dengan baik, aku…”

“mengangguku, mengancamku, membuatku tidak nyaman. Itu kau bilang baik?” aku mulai emosi pada orang ini.

“itu adalah cinta, kau tidak tahu apa-apa sama sekali…”

“kau yang tidak tahu apa-apa! Aku baik-baik saja selama ini..”

“aku tidak melihat hal yang baik selama ini…”

“karena kau tidak melihat, kau hanya melihat dirimu sendiri! Kau egois dan sinting!”

“….”

“aku pergi, jangan ikuti aku. Mulai sekarang tinggalkan aku”

Aku pergi, berusaha menahan air mataku. Sebelum dia melihat aku menangis dan kekalahanku. Dia sinting! Aku pergi menuju rumahku dan segera masuk. Aku melihat ke arah jendela. Aku melihatnya. Dia benar-benar keras kepala!

Dia melihatku dari tempat itu lagi, namun dia langsung pergi. Kurasa ia sudah mulai menyerah.

……………………………..

Kurasa ia tak sepenuhnya menyerah, aku selalu saja menemukan sebuah pertolongan dan kebaikan darinya. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi.

…………………………….

ELI POV

Aku benar-benar sudah gila karena perempuan itu. Ini semua karena Soohyun. Dia tetanggaku. Aku sering melihat Soohyun dengan Yeohyun. Aku sangat senang melihat Yeohyun tersenyum senang bersama Soohyun. Tapi aku tahu, kalau Soohyun sedang bermain dibelakang Yeohyun. Aku sangat kasihan padanya.

Entah dari kasihan, aku malah menyukainya. Dan ingin melindunginya. Tapi aku rasa aku memang terlalu berlebihan. Aku tidak menyangka bahwa dia akan mengatakan perasaannya padaku saat itu. Membuatku sadar. Namun, aku tidak bisa menampakkan diriku sepenuhnya dihadapannya, dan tidak bisa bertemu, berbicara, dan bertengkar lagi padanya.

Aku hanya bisa membantunya, kuharap bisa membantunya.

………………………………..

Hari ini, aku melihatnya sedang bermain basket dengan teman-temannya. Gadis yang menarik. Aku memegang kepalaku. Dia sangat cantik. Membuatku benar-benar tidak bisa lepas.

Gawat! Dia melihatku. Aku membalik badanku dan berjalan keluar.

GRAB…

………………………….

YEOHYUN POV

Aku senang sekali bermain dengan teman-temanku. Ah, lama sekali. Sejak Eli tidak mengikutiku. Tapi, entah kenapa aku sangat merasa kosong. Apa aku merindukannya? Aniya! Aniya! Aku menggelengkan kepalaku. Saat kami akan beristirahat, aku melihatnya dibangku penonton paling ujung dekat pintu keluar. Saat mata kami bertemu, dia segera berbalik keluar. Aku mengejarnya.

GRAB….

………………………………..

AUTHOR POV

GRAB….

“kenapa kau bisa ada disini?”

“…. Bukan urusanmu…”

“menjadi urusanku.. aku bertanya!”

“aku mengetahui..”

“bukan! Ah, sudahlah. Eli ya, kau tidak sepenuhnya meninggalkanku kan? Kenapa?”

“hmm… aku sudah bilang, aku sangat mencintaimu. Sangat susah bagiku untuk secepat itu berubah. Aku juga sadar bahwa selama ini menyiksamu. Jadi aku hanya bisa melihatmu dari jauh seperti ini”

“Eli…”

“aku pergi, jaga diri baik-baik..” dia pergi setelah mengacak rambut Yeohyun. Yeohyun memegang rambutnya.

“……”

………………………………..

Akhir-akhir ini Yeohyun merasa sepi, entah karena tak ada Eli lagi atau apa. Meski dia tetap merasakan perhatian Eli, tapi ia tetap merasa sepi. Dia sedang belajar dikelas, namun pikiran dan pandangannya ada pada Eli yang berolahraga di lapangan. Eli sedang bermain bola.

“pabo, meninggalkanku…”

“Kim Yeohyun… kerjakan nomor 4” teriak guru kepada Yeohyun yang terus saja melamun.

“pabo, seenaknya saja”

“Kim Yeohyun, kali ini cepat maju..”

“tidak tahu aku sedang menderita?”

“Kim Yeohyun……”

“aishhhh…” Yeohyun belum sadar juga dari lamunannya, sang guru melempar tutup spidol pada Yeohyun.

TAKK…

Binggo! Tepat dikepala Yeohyun. Yeohyun memegang kepalanya kesakitan, melihat siapa yang melempar. Setelah tahu itu guru. Dia hanya tersenyum.

“keluarlah sayang,” ujar sang guru.

………………………………

“benar-benar menyiksa ya! Ishhh… Yeohyun pabo….” Ujarnya pada diri sendiri di kantin, saat mengambil minuman. Tiba-tiba dia menabrak seseorang dan menjatuhkan minumannya.

“ah, keure….” Dia baru akan mengambil minumannya, seseorang sudah mendahuluinya.

“ini, ambil punyaku saja…”

“ah, oppa!” Yeohyun kaget melihat Soohyun yang menolongnya, bukan Eli.

“nde.. ini” Soohyun memberikan minumannya “mianhae…”

“ah, cheomaneyo…”

“jongmal?”

“nde…”

“aku ingin bicara padamu…”

………………………………..

YEOHYUN POV

“kau gila!”

“terserah aku mau pacaran dengan siapa, kau tidak usah ikut campur!”

“sudah kubilang, dia bukan pria yang baik!”

“Eli, jangan berbicara lagi…”

“dia akan mencampakkanmu sebentar lagi!”

“Eli..!”

“percayalah padaku!”

“bukan urusanmu..”

“apa aku pernah membohongimu?”

“….”

“tidak! Jadi, percayalah…”

Dia mematikan hapenya lagi! Orang ini! Padahal sudah kuganti lagi nomor hapeku! Terserah aku mau balikan lagi dengan Soohyun oppa atau tidak. Yang menjalani kehidupan kan aku! Ishh… kenapa dengan orang ini? Mau mati? Tapi, dia benar-benar tak pernah bohong padaku. Apa aku harus mempercayainya atau bagaimana? Aku bingung!

……………………………..

Sudah seminggu hubunganku pulih dengan Soohyun oppa. Yah, baik-baik saja selama ini. Apa yang perlu dikhawatirkan? Kupikir Eli oppa akan berhenti memberikan perhatian kepadaku, ternyata tidak. Uft… sudahlah. Soohyun oppa baru saja menelponku dan mau bertemu denganku. Jadi kami akan bertemu diatap sekolah siang ini. Apa yang akan terjadi ya? Semoga semua baik-baik saja.

……………………………..

Soohyun oppa datang padaku. Aku tidak menyangka dia akan seberani itu padaku. Dia menyentuhku. Dengar! Meskipun aku mempunyai setumpuk mantan pacar, aku tidak pernah melakukan hal sinting, ciuman saja tidak! Tapi dia berani sekali. Aku menamparnya.

“kau berani sekali oppa!”

“Yeohyun, bukankah kau mencintaiku?”

“tapi, bukan seperti ini oppa?”

“lalu apa?”

“….” Aku bingung, mati kutu. Dia mendekatiku lagi, aku mencoba menghindarkan kontak dengannya. Tangannya terlalu kuat mencengkramku. (oke, hal-hal lain, terserah pembaca, author gak mau bikin FF yadong! *plak*)

“OPPA!!” Aku berteriak

“YA! Aishh… ELI OPPAA…. TOLONG AKU…! YA!!” Aku bingung sendiri mengapa memanggil Eli Oppa.

BRAKK….

……………………….

ELI POV

Perasaanku tidak enak samasekali, bukan karena makan kimchi campur soshi *ngek*, tapi.. aku segera menghubungi hape Yeohyun dan tidak ada jawaban samasekali. Hape Soohyun, sama. Aku berlari dari kantin dan segera menuju kelas 2 makhluk itu. Tidak ditemukan. Dimana mereka?

 

FLASHBACK

“menurutmu bagaimana dengan Yeohyun?” tanya teman Soohyun, aku tidak mengenalnya

“aku belum pernah dengannya”

“kenapa?”

“dia terlalu polos”

“bukankah itu lebih bagus”

“hem, benar juga!” aku tersedak mendengar percakapan mereka (mulai yadong! Author sinting. tenang, masih wajar)

“ya! Kau gila!!”

“kau tidak usah ikut campur! Kalau kau mau, kau saja dengannya!”

BUAKK..

Mantap. Aku mengenai pelipis Soohyun dengan baik.

“ishh.. kau sinting!” ucapnya sambil memegang pelipisnya yang memar.

“kau yang sinting, tak akan ku perbolehkan kau melakukan apa pun padanya!”

“heh, kalau berani, apa yang akan kau lakukan padaku kalau aku melakukannya?”

“aku akan buat kau tidak bisa melihat dunia lagi!”

“nde, kau akan memberitahukan aku dengannya? Dia tidak akan percaya”

“….”

“dia akan sakit hati”

“…..”

“kau bodoh, dia menyukaiku, bukan kau!”

BUAKK..

Satu pukulan lagi. Kali ini diperutnya.

Kami melanjutkan perkelahian sampai, yah… (Author bingung *dibunuh pembaca)

FLASHBACK OFF

 

Diatap! Pabo! Aku segera berlari menuju atap sekolah.

BRAKKK…..

…………………………….

AUTHOR POV

“Lepaskan dia!” teriak Eli. Soohyun menoleh padanya.

“Eli oppa..” Eli menatap Yeohyun dengan sedih.

“jangan ikut campur!”

BUAKK…

Eli memukul Soohyun, kali ini di pelipisnya lagi, lalu diperutnya. Soohyun mulai melawan, tapi tenaganya tidak cukup untuk melawan Eli. Saat itu saja dia kalah *kayak wasit tinju*.

…………………………

Eli berada di UKS saat ini. Yeohyun sempat menelpon seorang guru dan melaporkan semuanya. Sekarang Soohyun berhadapan dengan Guru.

“gomawo..”

“….”

“aku tidak tahu harus bagaimana lagi…”

“….”

“jongmal gomawo, oppa!”

“….”

“aku memang bodoh”

“tidak ada yang bilang kau pintar”

“oppa..”

“sudahlah, gwenchana.. memang aku harus seperti itu..”

“….”

“kenapa?” tanya Eli melihat wajah Yeohyun yang menatapnya dengan penuh penyesalan “kau masih pe…”

“Oppa masih mau hidup?!” Yeohyun meninggikan suaranya. Eli tertawa kecil.

“kau terlalu kaku”

“aku mengerti perasaan oppa”

“ohh,… baguslah”

“saranghae..”

“eh? Apa kau bilang?” tanya Eli yang sebenarnya sudah mendengar apa yang dikatakan Yeohyun.

“tidak! Tidak ada replay, tidak ada SHINee…”

“hem…”

Yah, suasana UKS jadi sedikit seru.

Begitulah, hubungan mereka berdua kembali baik. Eli masih saja perhatian pada Yeohyun. Dan Yeohyun tetap menerimanya dengan berat hati. Dari pertemanan, kepersahabatan, lalu? Entahlah, tapi hubungan mereka akan baik-baik saja.

……………………….

— END —

YEAH, selesai deh FF yang gaje ini! Senangnya. Aku tuh pernah baca cerita tentang orang yang terobsesi. Tapi gak kayak gini kok, cuman mirip aja. Yah, idenya aja sama. Nah trus, kalau soal tergila-gila, pasti ada yadongnya dung? Nah, karena itulah aku berusaha untuk supaya yadong, eh supaya tidak masuk ke kategori yadong, supaya bisa dibaca siapa saja. Aku serahkan akhir cerita pada pembaca. Hahaha…Nah, your comment….

2 responses to “Going Crazy

Komentar ditutup.