Sung’s Brother (Part 3)

SUNG’S BROTHER (PART 3)

Title        :        Sung Brother (Part 3)
Author    :        Yesunggyu – Amalia Laili
Length    :        Continue
Genre      :        Comedy, Romantic, Horor

Cast        :        Lee Sungyeol, Lee Sunggyu, Lee Sungjong, Soyu (Sistar), Lee Howon (Hoya), Lee Hyerin (Girls’ Day)

 

Mereka, Sungyeol dan Sungjong, pergi menuju rumah Hoya. Mereka berniat untuk bertanya pada Hoya tentang dendam keluarga Hoya dengan keluarga Sunggyu. Mereka sudah ada didepan rumah Hoya. Rumah itu terlalu sederhana untuk 3 orang didalamnya.

“annyeong haseyo, Hoya-ssi”

“…..”

“annyeong haseyo, Hoya –ssi” teriak Sungyeol lagi lebih besar.

“….” Belum ada jawaban, membuat Sungyeol kesal.

“aku saja hyung, ehemmmm…. ANNYEONG HASEYO HOYA HYUNG!” teriak Sungjong.

“….”

KREKKK..

Pintu rumah itu terbuka, dibuka oleh Hoya yang dengan wajah yang kusut. Dia menatap Sungyeol dan Sungjong dengan heran.

“nugu..?” tanyanya sambil menunjuk mereka berdua.

“ehm, kami sepupu Sunggyu hyung, kami..”

“aigooo…” baru saja Sungyeol menjawab, tiba-tiba Hoya berteriak “sudah kubilang, kami tidak ada hubungannya dengan dendam keluarga itu..”

BRAKKK..

Hoya segera menutup pintu dengan kasar didepan mereka berdua. Mereka hanya saling berpandangan dengan bingung. Sungyeol segera mengetuk pintu Hoya lagi.

“hyung, hyung, jebal. Sebentar saja. Penjelasan hyung sangat dibutuhkan. Sunggyu hyung hanya ingin tahu saja. Lagi pula kami juga membutuhkan informasi hyung yang lain untuk menemukan pelaku yang sesungguhnya… hyung ah, hanya hyung teman Sunggyu kan?”

“….” Hoya hanya diam melihat pintunya tertutup dari depan rumahnya.

“hyung ah… jebal”

“….”

KREEKKK

Hoya membukakan pintunya, mereka berdua mundur dan kaget.

“kita pergi dulu. Ibuku sakit, dia istirahat sekarang”

Mereka dan Hoya pergi menuju sebuah taman dekat rumah Hoya.

…………………………………

Mereka sudah ada disana. Mereka duduk dibangku taman.

“aku dan Sunggyu sudah berteman selama 17 tahun, sejak umur kami 3 tahun. Sudah lama sekali kan?” ujar Hoya

“nde” jawab Sungyeol dan Sungjong sambil mengangguk.

“ayahnya dan ayahku adalah pengusaha yang sukses. Sayang sekali, ayah Sunggyu melakukan penghianatan kepada ayahku. Dia menjatuhkan saham temannya sendiri untuk menyelamatkan sahamnya. Ayahku tidak bisa melanjutkan usahanya lagi. Sejak itu ia mulai gila, dan tiba-tiba loncat dari gedung perusahaan ayah Sunggyu. Ibuku yang syok lalu mulai sakit-sakittan” Hoya menarik napasnya. Terlalu berat baginya untuk menceritakan hal tersebut.

“hm. Maafkan kami” ujar Sungjong.

“nde, gwenchana”

“bukannya kami menuduh, tapi kami rasa, mungkin kau tahu, siapa saja yang membenci keluarga Sunggyu hyung” ujar Sungyeol, mengembalikan pembicaraan ke topic semula.

“kau bertanya siapa yang membencinya? Ada banyak. Kau mau aku sebutkan satu-satu?” tanya Hoya

“ya!” jawab Sungyeol mantap, Sungjong hanya diam melihat hyungnya.

“heh? Aigoo, baiklah.. dari yang pertama, ayahku, lalu, grup Shinwa, Keishi, Hirika, Yondai, lalu ada di Jepang grup Sakura, Naruto (lho?), ….” Hoya menyebutkan nama-nama perusahaan yang membenci keluarga Sunggyu.

“eh eh, chakaman! Apa sebanyak itu?” tanya Sungyeol

“kau yang menyuruhku untuk menyebutkan semuanya!”

“tapi, apa memang sebanyak itu?”

“nde..” angguk Hoya

“huft, banyak juga. Siapa yang paling berkemungkinan untuk balas dendam?”

“entah…”

KRIIIINNGGGG

Suara hape Sungyeol bordering, dia segera menjawabnya.

“yoboseyo?”

Hoya dan Sungjong diam sesaat.

“mwo? Sunggyu hyung? Apa yang…? Nde, kami akan segera kesana.” Sungyeol tampak cemas. “ayo pergi kerumah sakit!”

“ada apa dengan Sunggyu?” Tanya Hoya.

“nanti, ayo pergi dulu.” Jawab Sungyeol.

……….

Sunggyu terbaring dengan lemas, dia baru saja salah minum obat. Bukan, bukan karena dia bodoh. Tapi ada seseorang yang menukar obatnya saat dia tidur. Dokter baru saja pergi dari kamarnya, dan menemukan bahwa obat yang diminum Sunggyu, salah. Jadi sekarang, para medis dan anggota keamanan rumah sakit mencari siapa orang yang melakukan hal itu.

“gwenchana?” tanya Sungyeol sambil membuka pintu dan melihat Sunggyu yang terbaring lemas.

“apa yang baik?” tanya Sungjong balik, dia segera duduk disamping Sunggyu.

“ada apa Sunggyu?” tanya Hoya pada Sunggyu.

“aku, salah minum obat” jawab Sunggyu.

“hah? Pabo!” Hoya memukul kaki Sunggyu “dasar ceroboh!”

“eh, Hyung..”Sungjong menenangkan Hoya yang hampir saja membunuh Sunggyu.

“waeyo?” tanya Sungyeol.

“ish, jinja.. Hoya ya! Ehmm begini..” Sunggyu membenarkan posisinya setelah kakinya dipukul Hoya, tapi tidak terlalu berubah banyak, karena badannya lemas banget.

“aku sedang tidur, dan aku mendengar seseorang yang mengantarkan obat, dan menyuruhku untuk meminumnya, jadi saat dia pergi, ya aku minum lah!” ujar Sunggyu, Sungjong dan Sungyeol menganga, Hoya menepuk kepalanya.

“pabo! Kenapa… kau… aigoo… kau tau siapa orangnya?”

“tidak!”

“wajahnya tidak tahu?”

“aku bangun saat dia sudah mau keluar, aku tidak ingat”

“kau kenal suaranya?”

“tidak”

“ah, gimana ya?” Hoya menundukkan kepalanya, Sungyeol dan Sungjong (berpura-pura) berpikir.

“tapi…” Sunggyu mulai membuka suara, 3 orang lain menoleh.

“apa?”

“kurasa dia perempuan. Dia seorang perawat!”

“nah, nah, ayo kita periksa perawat di rumah sakit ini!” ujar Sungyeol

“pabo! Kau kira perawat dirumah sakit ini sedikit? Iya kalau perawat dari sini, gimana kalau orang lain yang nyamar atau apa begitu!” jawab Hoya sambil menepuk bahu Sungyeol.

“benar…”

“….”

“…”

“lewat kamera pengintai!” ujar Sungjong.

“ah, keure! Kau tau, kau pintar Sungjong!” Hoya menepuk bahu Sungjong.

“ya sudah, ayo pergi!” ujar Sungyeol.

“eh eh, kau tidak usah pergi! Kau tunggu disini, jaga Sunggyu” cegah Hoya pada Sungyeol

“loh, kenapa?”

“kau mau dia mati salah minum obat? Untung dia salah minum obat, kalau salah minum pestisida? (ketahuan habis ulangan Pertanian)” tanya Hoya pada Sungyeol, Sungyeol hanya mengangguk-angguk.

“nde, pergi sana!” usir Sunggyu

“hem, kami akan memberitahukan informasi lainnya secepatnya!” Hoya dan Sungjong segera pergi meninggalkan Sunggyu dan Sungyeol.

………………………

“omma.. kurasa waktunya tidak akan lama!”

“…..”

“omma, masih bisa bertahan kan?”

“….”

“harus bisa, arachi?”

“…..”

Perempuan itu duduk dengan tenang disamping ibunya yang terbaring lemah. Tak menjawab.

………………………….

Hoya dan Sungjong berada di ruang keamanan. Mereka melihat rekaman saat Sunggyu mengalami insiden tidak enak.

“seorang perempuan”

“pergi kemana?”

“ke toilet.. ngapain?”

“mungkin dia ganti baju, hyung” jawab Hoya yang dari tadi bicara sendiri sambil mengamati kamera pengintai

“hah? Maksudnya?”

“yah, mungkin dia suster bohongan. Tadi kan dibilang, gak ada perawat yang masuk ke kamar hyung. Mungkin dia menyamar” jawab Sungyeol.

“maybe.. ayo lihat lagi..”

“tunggu, tadi mana perempuan yang tadi?”

“eh, yang mana Sungjong ah”

“anu hyung, dia sudah ganti baju kan?”

“benar! Pak, bisa dilihatkan kamera dikamar mandi?” Hoya melontarkan pertanyaan nekat.

“hah?” semua orang disana melihat Hoya baik-baik, sambil membersihkan telinga yang mungkin tersumbat.

“hyung, apa hyung bodoh? Mana ada dikamar mandi kamera!” Sungjong berteriak.

“jadi bagaimana? Harusnya ada!” tegas Hoya

“maksa banget sihhh anak ini!” pikir semua orang

“begini saja, kita lihat siapa yang berambut panjang sebahu berwarna coklat yang keluar. Bukankah perawat itu seperti itu?” usul Sungjong.

“baik…”

Mereka melihat lagi, dan….

“dia…” ujar Sungjong

“anak ini… ishh… biar aku yang mengurusnya” Hoya mengepalkan tangannya dengan garam, eh geram.

“kita beritahu Sunggyu hyung dulu”

“jangan, kuselesaikan dulu. Nanti kau beritahukan Sunggyu”

“ah, baik hyung” Sungjong menyetujui.

…………………………

Sungjong menuju kamar Sunggyu, dia ditinggal Hoya yang pergi menemui orang yang sudah banyak melakukan hal kejam pada Sunggyu. Dia tidak habis pikir, mengapa bisa orang itu sampai mencelakakan Sunggyu? Menurutnya, orang itu cukup baik kelihatannya. Yah, penampilan bukan segalanya.

KREEKKK…

“kau tau siapa yang melakukannya?” tanya Sungyeol

“….” Sungjong hanya diam.

“Sungjong ah..” Sunggyu bertanya pada Sungjong. Sungjong duduk di samping Sunggyu.

“hyung, apa ada seorang perempuan datang kesini?”

“selain perawat, tidak ada!”

“benar?”

“nde..”

“waeyo, Sungjongi?” tanya Sungyeol.

“ani.. Hyung, Hoya hyung yang menyelesaikan semuanya. Hyung tenang saja” ujar Sungjong.

“dia, perempuan itu, Hyerin?”

“ehmm…” Sungjong diam agak lama.

“benar kan?” ujar Sungyeol, dia menepuk kepalanya pelan

“bukan, bukan Hyeri” jawab Sungjong.

“lalu siapa?” tanya Sunggyu

“ehmm…”

“siapa Sungjongi?”

“itu..”

“….”

“Soyu Noona, yang melakukannya..”

“heh…???!!!”

…………………………

“Soyu!” ujar Hoya saat menelpon Soyu, dia langsung memanggilnya tanpa ember salam.

“ehm, waeyo Hoya?”

“aku ingin bertemu denganmu”

“waeyo?”

“Sunggyu..”

“ada apa dengannya?”

“tidak usah berpura-pura. Kau ada dimana?”

“aku, dirumah”

“aku dalam perjalanan, kau tunggu, jangan pergi”

“tidak! Jangan kesini”

“kenapa? Kau takut?”

“bukan, kau tidak usah datang!”

“aku sudah sampai, kau tunggu saja”

TIIITTT….

Hoya segera mematikan hapenya.

…………………..

TOK TOK TOK

“…”

“aku tau kau didalam, Soyu. Buka pintu”

“….”

“Soyu ya, sejak kapan kau seperti ini?”

“…..”

“Soyu, kita bicara dulu”

“….”

“aku akan langsung masuk”

“chakaman!” jawab Soyu dari dalam rumah tanpa membuka pintu, Hoya berhenti memegang ganggang pintu.

“waeyo?”

“kau, tidak akan..”

“hanya mau bicara saja”

“ehm, baik…”

KRAKKK..

“masuklah” ujar Soyu sambil membuka pintu dan menyilahkan  Hoya masuk. Hoya pun masuk dan duduk di ruang tamu ditemani Soyu. Ruang tamu itu begitu sederhana dan sepi.

“….”

“….”

“mengapa kau melakukan hal itu pada keluarga Sunggyu dan Sunggyu?”

“….”

“Soyu ya, bukankah kau menyukai Sunggyu?”

“….” Dia masih tidak menjawab, tetap menundukkan kepala.

“Soyu?” tanya Hoya sekali lagi.

“aku, tidak menyukai apa yang dilakukan keluarga mereka. Bagaimana menurutmu? Bukankah keluargamu bangkrut karena keluarga mereka?”

“tapi Soyu, itu bukan alasan”

“Hoya, kenapa kau bisa seperti itu? aku tidak mau, ibuku hanya melakukan hal kecil, kenapa mereka langsung memecat ibuku?”

“Soyu..”

“ibuku tidak bisa lagi bekerja, mana ada yang mau menerima orang sepertinya yang mudah sakit? Keluarga mereka hanya baik sementara pada kami, setelah itu. tidak lagi!”

“Soyu..”

“ibu Sunggyu, kau tau apa yang dilakukannya padaku?”

“….”

“dia meremehkanku. Setiap kali bertemu disuatu tempat, selalu saja menyempatkan waktu untuk memamerkan kekayaannya padaku”

“….”

“yang lebih parah, pernah mengataiku anak miskin saat penerimaan beasiswa. Kau pikir itu menyenangkan?”

“…”

“aku memang miskin Hoya, tapi tidak bisakah dia untuk melepaskanku?”

“….”

“aku memang menyukai Sunggyu, tapi itu tidak bisa menghentikan pembalasanku pada keluarganya”

“Soyu, aku juga. Tapi kurasa itu tidak ada gunanya. Hentikan semua itu” Hoya menenangkan Soyu

“tidak! Aku tidak akan menghentikan semuanya. Sampai aku atau Sunggyu mati!” suara Soyu meninggi dan menggema di seluruh ruangan dirumahnya.

TAP TAP

“Soyu ah~~~…” ujar seorang perempuan lemah yang keluar dari pintu kamar.

“omma..” Soyu segera berdiri dari kursi dan menghampiri ibunya “omma, masuk saja. Istirahat”

“Soyu ah.. dengarkan omma”

“mwo?”

“hentikan semuanya.. omma baik-baik saja” ujar ibunya sambil memegang tangan Soyu.

“apanya yang baik-baik saja?” suara Soyu meninggi sambil menghentak tangan ibunya.

“Soyu…!!!” Hoya segera berdiri mendekati Soyu.

“Soyu ah, hentikan ya sayang? Oh?” tanya ibunya.

“andwe! Omma yang menginginkan hal ini kan? Bagaimana omma mau menghentikannya?”

“Soyu!”

“Hoya, jangan ikut campur! Omma, aku sudah berjalan sejauh ini. Bagaimana cara aku menghentikannya lagi?”

“Soyu ah”

“omma! Kenapa tidak pernah memikirkan perasaanku?”

“….”

“aku juga tidak mau, tapi ini sudah terlanjur. Bagaimana lagi, omma?”

“Soyu..” Hoya memegang pundak Soyu

“lepaskan! Aku tidak akan menghentikannya, omma!”

“Soyu, jangan membentak ibumu!” ujar Hoya, Soyu membalikkan badannya. Pergi menuju pintu keluar.

“omma diam saja, aku yang melakukannya…” Soyu pergi keluar.

“SOYU!” Hoya baru saja akan mengejar Soyu, namun ia melihat ibu Soyu yang sudah terduduk lemas di lantai. Hoya segera membantu perempuan itu dan membawanya kekamar, membaringkannya dan menyelimutinya.

“saya pergi dulu” pamit Hoya.

“chakaman..” pinta ibu Soyu.

“waeyo?”

“hentikan Soyu..”

“nde, tenang saja” Hoya mengangguk dan tersenyum. Dia segera pergi.

………………………….

“apa maksudmu Soyu, Sungjong?” tanya Sunggyu.

“Soyu noona yang sudah menukar obat Hyung, kemungkinan besar dia juga yang membakar rumah hyung dan menabrak hyung!”

“hah? Tidak mungkin”

“benar hyung! Kami melihatnya!”

“kalian salah orang!”

“tidak, hyung! Kami benar! Itu Soyu noona!”

“bukan Soyu!” elak Sunggyu, dia segera meraih hapenya di meja. Mencari kontak Soyu.

“yoboseyo?” ujar Sunggyu “Soyu..”

“oppa, aku tidak bisa dihubungi sekarang. Mianhae..”

TIIIT…..

Soyu memutuskan hubungan begitu saja. Sunggyu menundukkan kepala, lalu menggelengkan kepalanya.

“bukan, bukan Soyu!”

“iya, Soyu noona!”

“tidak mungkin!”

“apa yang tidak mungkin?” tanya Sungjong lebih serius. Dia menatap mata Sunggyu, Sunggyu hanya diam.

“tapi, Soyu…”

“sudahlah Hyung, kita tunggu saja…” ujar Sungyeol menenangkan Sunggyu.

…………………………………………

— TBC —

Gimana? Lumayan terbuka? Ada yang mengira itu Hyeri? Kalau ada, berarti kerjaan saya sukses. Hahaha, *plak#tenangkan dirimu!. Sekali lagi sodara, bukan keinginan saya cerita itu tak berunjung, namun keinginan si ep ep. Jadi akan terus berlanjutttt… tapi didoakan saja cepat selesai! Sip..

4 responses to “Sung’s Brother (Part 3)

  1. Ih iya banget, aku juga ngiranya Hyeri–
    tapi daebak banget, bikin nambah penasaran~ ayo thor lanjutkan:D hehe

Komentar ditutup.