Love Chubby

LOVE CHUBBY

Title         :        Love Chubby
Author     :        Yesunggyu – Amalia Laili
Length     :        One Shot
Genre      :        Comedy, Romantic

Cast        :        Shin Donghee, Sunny, Im Yoona, Kwon Yuri, Lee Sungmin, dll *cari sendiri lah.. hehehe

 

Aku kembali! Dengan FF SUPER GENERATION… hahaha… aku sangat suka. Kali ini tentang Shindong. Karena dia jarang dapat FF, dan aku sangat geregetan dengan itu… so, di baca yo… NAH, ini diambil dari komikku yang bagus banget.

……………………

Yuri dan Yoona, dua orang perempuan yang cantik itu menatap Sunny dengan heran

“kau tidak mungkin menyukainya, Sunny!” ujar Yoona

“tapi…”

“kau harus membuka matamu lebar-lebar! Apa sih kelebihan orang itu?”

“Yuri ya, kau tidak tahu artinya cinta sih..”

“Sunny, kami ini lebih berpengalaman daripada dirimu. Kami lebih tau!” ujar Yuri

“nde, kau harus berhenti menyukainya!”

………………..

FLASHBACK ON

Sunny menatap laki-laki itu terus. Dia melihat cara lelaki itu makan. Sangat lahap. Meskipun banyak orang yang tidak menyukainya, tapi entah mengapa Sunny sangat menyukai orang itu. Sunny pun menghampiri lelaki itu.

“ehm, Shin Donghee, boleh aku makan bersamamu?”

“eh? Boleh, silahkan..” jawab Shindong kepada Sunny. Dia menggeser tempat duduknya kepada Sunny.

FLASHBACK OFF

………………

“tidak! Aku akan mengatakannya!”

“kau gila Sunny!”

“ishh…” Sunny segera pergi menuju bangku Shindong.

“Shindong!” teriaknya, Shindong segera menghentikan makannya.

“waeyo?”

“aku menyukaimu!” semua orang dikelas langsung berhenti beraktifitas, mulut Shindong menganga, Yoona dan Yuri pingsan, tapi Sunny tetap pede.

“eh? Aku salah dengar mungkin, apa kau bilang? Kau mau makan ini, silahkan…” Shindong pura-pura gila. Ia memberikan cemilannya untuk Sunny. Sunny tidak menghiraukannnya. Dia malah meninggikan suaranya.

“aku menyukaimu, Shin Donghee!” sekarang semuanya mencoba memeriksa telinga dengan baik.

“ah, kurasa kau salah membedakan antara membenci dan menyukai, Sunny!”

“aku tidak salah! Aku benar-benar menyukaimu!”

“ehmmm….”

“mwo…??”

“aku tidak menyukaimu Sunny!” jawaban itu bagai petir di siang cerah untuk Sunny. Yoona dan Yuri segera tersadar dari pingsan.

“waeyo?”

“….” Shindong segera pergi keluar kelas meninggalkan Sunny yang diam membisu, ia lalu dihampiri Yoona dan Yuri.

“kan kami sudah bilang, jangan” ujar Yoona

“sabar ya, Sunny!” sahut Yuri.

“Shindong jahat!” Sunny menangis.

……………………..

“Ditolaaaak…” Sunny merengek dipojokan.

“ya! Kau bikin suasana jadi muram…” ujar Yuri

“nde, aku merasa ada aura yang menyedihkan…” sahut Yoona

“Yuri dan Yoona tidak mengerti, betapa sakitnya patah hatiii…”

“siapa suruh kau nembak cowok tanpa pikir-pikir?” ujar Yoona

“sejak kapan kau menyukainya?” tanya Yuri

“hmmm…”

……………………….

FLASHBACK ON

Saat ini pertandingan Dance, Sunny menjadi anggota utama dari 9 orang. Sunny sudah berlatih dengan keras supaya dapat menang. Namun, karena selalu berlatih setiap hari tanpa henti, Sunny yang fisiknya lumayan lemah mulai kelelahan. Saat pertandingan, dia malah pingsan di tengah penampilannya dengan Girls’ Generation. Sehingga mereka kalah.

“…..” Sunny menangis diruang latihan.

KREEKKK…

Pintu ruang latihan terbuka, seorang anak laki-laki masuk. Dia tersenyum melihat Sunny.

“kau sangat hebat Sunny, gerakanmu sangat bagus…”

“….”

“aku sangat ingin bisa menari dengan baik…”

“pergilahhh…” ujar Sunny pada seseorang yang berbicara padanya.

“kau sudah berjuang dengan sangat baik…”

“tapi aku sangat payah, aku tidak bisa bertahan sampai waktu habis…”

“coba kaulihat…” orang itu mulai menari. Gerakannya lumayan bagus, agak lama dia menari. Hingga saat berputar, dia malah terjatuh.

BRAKKK..

“Aigooo..” dia mengusap pantatnya yang sakit.

“omo! Shindong-ahh…” Sunny segera berdiri menghampiri lelaki yang bernama Shindong itu, Shindong member isyarat untuk ‘jangan mendekat, aku bisa berdiri’ dan ia pun segera berdiri.

“aku, juga anggota klub menari di sekolah ini. Tapi aku tidak bisa menari dengan baik. Aku selalu saja gagal. Tapi…. Aku tidak akan pernah menyerah dan selalu berlatih. Suatu saat nanti pasti bisa ikut pertandingan sepertimu. Karena aku suka menari…”

“Shindong ah…”

“Sunny,  kau suka menari?”

“eh? Nde!”

“kalau begitu, jangan menyerah dong! Kalau memang suka, kita berjuang bersama! Masih ada kesempatan, kita pasti bisa!” semangat Shindong itu membuat Sunny merinding dan ikut semangat.

FLASHBACK OFF

………………………………

“Sejak saat itulah aku menyukainya…” hayal Sunny sambil tersenyum-senyum.

“Sunny, itu bukan cinta!” ujar Yuri

“eh eh eh? Bukan? Maksudnya?” tanya Sunny kebingungan.

“begini ya, Shindong itu baik, semua orang menyukainya. Mungkin Sunny bersimpati padanya lalu menyalahartikan perasaan itu menjadi cinta. Shindong pasti mengerti perasaanmu!” terang Yoona.

“tidak mungkin ini bukan cinta!”

“Sunny, coba cari cowok yang lebih keren dari Shindong! Kamu kan populer…”

“tapi aku suka dia…” Sunny terdiam sejenak.

“….”

“meski kesempatannya kecil, aku tidak akan melepas Shindong!”

“….”

“AKAN KUBUKTIKAN KALAU AKU SUKA BANGET SAMA DIA!!!”

“ahhhh…. Pabo! Shikeroooo…” Yoona dan Yuri segera mengamankan Sunny.

“apa salah kami Tuhan, hingga punya teman seperti ini?” ratap dua makhluk cantik itu.

……………………..

Esoknya…

“Shindong-ahhh… kita makan bareng yuuukkk!!” suara Sunny menggema diseluruh kelas.

“aku mau makan dengan temanku saja…”

“jangan bilang begitu dooonngg..” ujar Sunny sambil menarik baju bagian belakang Shindong saat dia mulai pergi menuju teman-temannya.

“ehh ehh ehh… keseimbanganku… uwaaaahhh” Shindong kesusahan menjaga keseimbangannya, dan…

GUBRAKKKK….

Semua makanan Shindong jatuh beserta Shindong sendiri. Maka, hasilnya, Shindong tidak makan hari itu.

“maafkan aku, Shindong. Aku tidak akan begitu lagiii…” doa Sunny melihat muka Shindong yang tersiksa batin dan perut.

………………………………

Besoknya….

Sunny menghampiri Shindong sambil membawa bekal makanan yang dibuatnya sendiri tadi pagi selama 3 jam.

“Shindong ah, ini sebagai ganti makanan kemarinn..”

“kau yang buat sendiri?”

“nde…” angguk Sunny pelan.

“….”

“ya! Apa bagusnya sigendut itu?” teriak Sungmin

“Shindong GAK GENDUT KOK!” elak Sunny. Yang lain tau itu fitnah.

“begitu dibilang gak gendut?” dalam hati.

“ah, Sunny. Tidak usah repot-repot” jawab Shindong mengalihkan pembicaraan.

“gwenchana. Rasanya pasti enak kok!”

“nde, aku benar-benar gak mau!” jawab Shindong.

“….”

“ehm.. baiklah Shindong” jawab Sunny sambil berbalik badan dengan menundukkan kepala menuju bangkunya di barisan belakang.

“tapi jangan nyesal ya!!!” Sunny segera berbalik

“iya…”

“oohhh.. yasudah…” Sunny kembali murung.

“jangan murung dong!”

“heh?”

“Sunny salah paham. Banyak yang bilang Sunny aneh. Sunny pasti gak suka aku…” ujar Shindong melewati badan Sunny menuju pintu keluar.

“kau sudah salah Sunny..” ujar Yuri yang melihat kejadian tadi bersama Yoona.

“anggap saja Shindong sebagai teman..” tambah Yoona.

“apa aku tidak boleh menyukainya? Salah paham atau aneh… aku….”

“….”

“….”

“ORANG YANG BELUM PERNAH JATUH CINTA, TIDAK AKAN MENGERTI!” teriak Sunny dengan semangat.

“yahhh.. ngamuk deh…” Yuri dan Yoona bingung melihat temannya yang mengamuk.

……………………………

Esok paginya lagi,

“Sunny jatuh cinta pada Shindong!”

“….”

Sunny menirukan suara boneka yang dibawanya dan memperlihatkannya pada Shindong. Shindong kaget bukan main dan mundur perlahan beraturan.

“ya ya… Shindong ahh… mau kemana?”

“a aku.. pergi sa ja…”

“kidaryooo… kyaaa aaahh…”

BRAKK..

Sunny terpeleset, Shindong segera menuju Sunny.

“KENA DEH…” Sunny malah tersenyum jail. Shindong hanya bisa diam.

“Shindong ah, pak guru memanggilmu..” panggil Hyeoyeon pada Shindong.

“nde, aku kesana..” Shindong menyahut dan Hyeoyeon pun pergi.

“ini untukmu..” Sunny memberikan boneka pada Shindong.

“tidak usah..” jawab Shindong.

“ayolahh…” ujar Sunny, membuat Shindong mundur-mundur sampai jendela.

“TIDAK MAU!” Shindong melempar boneka Sunny sampai jatuh lewat jendela.

“ahhh…” mereka berdua kaget melihat boneka yang jatuh itu.

“aaahhh anu anu… ehhmm mianhae, jongmal mianhae Sunny ah..” ujar Shindong melihat Sunny yang tertunduk lemas. Sunny lalu berdiri dan tersenyum.

“kalau Shindong tidak mau, aku juga tidak mau…”

“…”

“SHINDONG AHHH…” Hyeoyeon berteriak dari ujung lorong menunggu Shindong.

“ehm, aku pergi du lu ya.. annyeong…” ujar Shindong hati-hati dan mengambil langkah seribu.

“…”

“sudahlah Sunny, kau kasihan sekali” ujar Yoona yang melihat kejadian itu bersama Yuri.

“kalau terlalu maksa, dia malah akan membencimu loh..” saran Yuri. “kamu mengerti perasaan Shindong kan?”

“perasaaan..??” ujar Sunny pelan.

“….”

“….”

“mungkin dia tidak menyukai boneka!”

“BUKAN ITU MAKSUD KAMI!!” Yuri dan Yoona mencak-mencak.

“hem, arata..” ujar Sunny menenangkan teman-temannya “aku terlalu memaksakannya, tapi aku takut. Kalau menyerah, maka selesailah semua. Tidak bisa begini..”

“…”

“aku harus menyampaikan perasaanku..”

“….”

Beberapa saat kemudian datanglah sesosok anak lelaki paling tampan disekolah ini.

“Sunny..” ujarnya

“nde?” Sunny menoleh, karena dia berhadapan dengan YoonYul.

“aku Lee Sungmin…Joaheyo… mau jadi pacarku?” ujar Sungmin, anak lelaki itu.

“Suka berarti cinta ya?” tanya Sunny

“nde, nde…” angguk Sungmin serius.

“CINTA ITU APA? CINTA ITU SEPERTI APA? CINTA ITU APA?” tanya Sunny sambil mengguncang-guncang badan Sungmin.

“cinta itu…” Sunny baru saja mau bertanya lagi sampai ia melihat Shindong yang membawa tong sampah dari jendela.

“ah, mi mianhae, aku tidak lihat apapun kok!” dia pun segera pergi entah kemana.

BRAKKK

Shindong jatuh saat berlari.

“ehhh… Kidaryooo!!! SHINDONG AHHH… GWENCHANA???” Sunny segera berlari meloncati jendela sambil melempar Sungmin *sayangnya, Pumkins oppa sama aku aja.. hehee*. Sunny pun sampai ketempat TKP Shindong terjatuh.

“hosh hosh… gwenchana Shindong ah?” tanyanya.

“ah..”

“…”

“Sunny ah..  Sungmin itu orang yang sangat baik. Pacaran saja dengannya..”

“….”

“kenapa bicara bodoh seperti itu?” Sunny mengendalikan perasaannnya, Shindong hanya menunduk.

“tapi, kalau sudah begini… Shindong tidak mau tersenyum….” Sunny malah menangis, dia segera berlari meninggalkan Shindong.

“SUNNYYYY….”

“kenapa aku menangis? Padahal aku tahu aku tidak boleh menangis. Aku, aku harus berjuang terus! Aku ingin selalu bersama Shindong! Tapi aku harus menyerah sekarang…”

“….”

“HUAAAHHH…” Sunny melihat kebelakang, ternyata Shindong mengejarnya.

“kenapa kau ikut lari???” tanya Sunny.

“aku tak akan membiarkan kau menangis…” jawab Shindong sambil berlari.

“jangan bersikap terlalu baik padaku…” ujar Sunny

“aku bukan orang baik!” teriak Shindong “orang baik… orang yang sangat baik… tidak akan membuat gadis yang disukainya menangis…”

Sunny berhenti berlari dan berbalik mengjadap Shindong “mwo? apa kau bilang..??” tanyanya. Shindong pun berhenti berlari.

“hosh hosh… aku, aku bukan orang baik.

“BUKAN!”

KLANNGG…

Sunny melempar sebuah gelang yang dia dapatkan setelah memenangkan battle dance baru-baru ini. Gelang itu terlempar disamping kaki Shindong.

“Berkat Shindong, aku bisa melakukannya…”

“eh? Sejak kapan kau menang dan…”

“karena aku berjuang terus tanpa kenal lelah!”

“…”

“makanya, kalau aku berjuang sekarang. Kukira aku bisa meraih hatimu.. tapi… mereka bilang ini bukan cinta…”

“…”

“menyebut kata menyerah saja sudah membuat hatiku hancur!” Sunny mulai menangis.

“seharusnya aku juga tidak boleh menyerah…”jawab Shindong sambil memperlihatkan boneka yang diberikan Sunny dan terjatuh saat itu.

“boneka itu…”

“aku tadi memungutnya…”

“…”

“a aku memang penakut. Tapi aku menyukaimu, Sunny. Aku yakin kamu tidak menyukai orang gendut sepertiku”

“….”

“kalau bersamaku, kau pasti akan jadi bahan ejekan. Tapi, kau membuatku sadar. Semua ejekan itu tidak perlu diperdulikan”

“….”

“yang penting itu menyampaikan perasaan…”

“…”

“Sunny, aku menyukaimu…”

“kau… kau .. kau curang…” ujar Sunny.

“…”

“padahal aku sudah hampir gila…”

“ahh.. anu..” Shindong mulai gugup. “kamu marah? Terus apa yang harus kulakukan?”

“marah! Aku senang, tapi aku marah!” Sunny mulai menangis.

“…Sunny”

“kalau aku dicium, baru aku maafkan…” ujar Sunny.

“eh?” Shindong kaget.

“hahahahaha…. Kau benar-benar panik!”

“kau keterlaluan!” teriak Shindong.

“aku tidak butuh apa-apa. Asal kau tetap bersamaku. Nde, Shindonghee?” tanya Sunny sambil tersenyum dan menyeka air matanya. Shindong pun terseyum.

CHUU~~~~

Shindong mencium pipi Sunny.

“huaaa…” Sunny malah menangis membuat Shindong panik.

Nah, begitulah, entah apa lagi yang terjadi pada mereka nanti. Tapi pasti akan berjalan baik kan?

…………………………………..

— THE END —

 

Eaaaa… akhirnya selesai. Aku senang deh couple ini. Apalagi yang di Seoul Song! Keren… oke, terimakasih semua.

(Love Chubby – Kohara Yuuko)

2 responses to “Love Chubby

Komentar ditutup.