Sung’s Brother (Part 4)

SUNG’S BROTHER

Title         :        Sung Brother (Part 4)
Author     :        Yesunggyu – Amalia Laili
Length     :        Continue
Genre      :        Comedy, Romantic, Family

Cast        :        Lee Sungyeol, Lee Sunggyu, Lee Sungjong, Soyu (Sistar), Lee Howon (Hoya), Lee Hyerin (Girls’ Day)

Sekarang, mari berdoa kalau FF ini selesai. Yah, terimakasih kepada semua yang sudah mau membaca FF tidak keruan ini…^^

……………………………………………….

Sudah 3 hari tidak ada berita. Dari Hoya, dari Soyu, maupun dari 2 sepupu Sunggyu. Sunggyu hari ini akan keluar dari Rumah Sakit. Meskipun kakinya masih diperban, dia sudah bisa berjalan. Sungyeol menjemputnya setelah pulang sekolah.

“hyung, tidak ada berita dari Hoya?”

“tidak ada…”

“hem… bagaimana dengan Soyu?”

“aku masih tidak percaya Soyu yang melakukannya… aku sudah menelponnya berkali-kali, tapi tidak ada jawaban. Sepertinya dia mengganti nomor hape”

“ohh…”

……………………………

Hoya duduk di ruang latihannya. Dia adalah seorang penari latar untuk seorang penyanyi setelah memenangkan perlombaan Battle Dance. Dia baru saja berlatih 5 kali untuk itu. saat ini dia sedang beristirahat.

“Hoya, gwenchana?” tanya seorang perempuan

“nde…” jawab Hoya lemas. Perempuan itu pergi ketempat lain, menuju penari lainnya, dia adalah Tiffany. Penyanyi muda yang naik daun dan sangat ramah.

“eh, lihat berita ini…”

“berita apa?” tanya Hoya pada rekannya yang menonton televisi.

“ini, Perusahaan Sung, jatuh drastis”

“ye?” Hoya terkejut dan berlari menuju telivisi, dia lalu berdiri dipaling depan.

“ya! Hoya! Kau menghalangi!” ujar temannya sambil menendang Hoya.

“ya! Nde, aku duduk!” Hoya pun duduk memerhatikan dengan seksama si pembawa berita. Bukan Karena pembawa berita itu cantik, tapi karena berita tentang perusahaan Keluarga Sung.

“Perusahaan Sung diduga telah menggelapkan uang untuk dana kontruksi di Pulau Busan. Para pemegang saham lainnya mulai menanyakan pertanggungjawaban kepada pewaris tunggal dari Perusahaan tersebut…..”

Hoya diam, siapa yang membuat hal itu terjadi? Sunggyu tidak mungkin kan? Atau..

KRIIINNNGGGG…

“hua…” Hoya kaget mendengar suara hapenya, ia segera menuju tas dan melihat hapenya. Sunggyu menelpon.

“yoboseyo”

“yoboseyo, Hoya..”

“nde, aku tahu.. kau yang melakukannya?”

“itu sama saja aku mati. Tidak lah!”

“siapa ya?”

“kau bisa mengeceknya? aku akan menemanimu…”

“nde, aku akan menjemputmu…” Hoya pun segera pergi menuju Tiffany setelah menutup pembicaraan.

“anu, Tiffany, bisakah aku ijin sebentar?”

“ada apa?”

“aku ada masalah. Aku akan kembali secepatnya…”

“baiklah, hanya 1 jam”

“ah? Nde, gomapsumnida” Hoya pun segera pergi.

……………………………..

Setelah menjemput Sunggyu dan (terpaksa membawa) Sungyeol, mereka pergi menuju kantor perusahaan Sung. Didepan Kantor Perusahaan Sung sudah ada banyak Wartawan. Mereka segera mengerubuni Sunggyu, Sungyeol, dan Hoya. Hoya dan Sungyeol berusaha membantu Sunggyu yang masih pincang untuk segera masuk ke kantor.

“kemana?” tanya Hoya

“keruang pengamanan…” jawab Sunggyu, dan mereka pun segera pergi.

………………………..

“ada yang meng-hack jaringan komputermu, hyung..” ujar Sungyeol sambil mengutak-atik computer di ruang pengamanan.

“jongmal? Siapa yang melakukannya?” Sunggyu mulai stress sendiri.

“kau bisa melacak mungkin?” tanya Hoya.

“obso.. aku tidak tahu caranya..”

“siapa yang tahu caranya?” tanya Sunggyu.

“mungkin, ah. Tidak mau! Tidak usah dia” Hoya sibuk sendiri.

“loh, kenapa? Ayolah, Hoya! Ini demi temanmu..” Sunggyu memohon pada Hoya.

“aku tidak mau!”

“waeyo?” tanya Sungyeol.

“dia akan minta imbalan…”

“gwenchana.. aku yang akan penuhi..” ujar Sunggyu.

“kau kaya sekali hyung” ujar Sungyeol

“ishh.. siapa?” Sunggyu menoleh pada Sungyeol lalu kembali ke Hoya.

“ehmmm.. kutelpon dulu..” Hoya menyerah, dia meraih handphonenya.

“yoboseyo..”

“oppa? Waeyo?” jawab orang diseberang.

“begini, kau, aku butuh bantuanmu. Kau sekolah jurusan computer kan?”

“nde, bantu apa?”

“datang saja dulu!”

“tidak mau kalau begitu. Aku malas jalan!”

“aigoo. Anak ini. Oppamu sedang kesusahan nih!”

“biarpun.. apa imbalanku?”

“ada Sunggyu hyung disini, nanti kau bisa minta apa saja!”

“HAH? JONGMAL?” orang itu berteriak membuat Hoya menjauhkan sedikit hpnya dari telinganya.

“nde.. jadi cepat ya!”

“nde, tenang saja… dimana?”

“dikantornya..”

“oh.. sip..”

TIIITTT..

“siapa? Heboh sekali..” ujar Sungyeol.

“adikku, Hyerin..”

“Hyerin? Ohh.. jadi, apa yang akan kita lakukan?”

……………………………..

“oppa, ini nama yang melakukannya, ini nama emailnya, nama jaringanya, identitasnya.. ini .. ini itu..” Hyerin menjelaskan pada Sunggyu hal-hal yang dia dapatkan. Sunggyu hanya mengangguk-anggukkan kepala. Hoya terdiam. Sungyeol menganga.

“Hyerin, darimana kau tau itu semua?” tanya Sungyeol

“dilacak lah…”

“bukan, maksudku..”

“aku kan sekolah kejuruan computer…”

“ooohhh..”

“….”

“OPPA!” teriak Hyerin tiba-tiba membuat mereka semua reflex berdiri dari tempat duduk.

“MWO?!!!!” mereka berteriak.

“hehehe… anu.. imbalannya…” jawab Hyerin sambil menadahkan tangan.

“nanti saja..” jawab Hoya

“OPPA!” Hyerin kembali berteriak.

“MWO???!!”

“Oppa sudah janji!”

“iya, tapi nanti… kami mengurus ini..” jawab Hoya.

“OPPA!”

“APA LAGI???!!!”

“MAU SEMUA KOMPUTER DISINI KU HACK?”

“eh eh.. kesini dulu. Kau mau apa?” Sunggyu memanggil arwah Hyerin kembali agar melihatnya.

“aku? Aku mau terus ikut..”

“heh? Ikut apa?”

“ikut penyelidikan..” jawab Hyerin.

“waeyo?”

“karena seru…”

“hah? Terserah kau saja… “jawab Sunggyu. Hoya menepuk kepalanya, Sungyeol hanya menggelengkan kepala.

“…”

“OPPA!”

“APA LAGIII????!!!”

“siapa namamu?” tanyanya pada Sungyeol.

“hah? Aku? Lee Sungyeol”

“oohh.. aku Lee Hyerin…” Hyerin segera menarik tangan Sungyeol dan bersalaman. Sungyeol hanya tersenyum kecil.

“Soyu lagi?” tanya Sunggyu sambil melihat hasil penyelidikan Hyerin.

“Nugu?” tanya Hyerin.

“Soyu. Tak usah kau tahu”

“beritahukan aku! Aku bisa membantu!” Hyerin bersikeras.

“aniya, kau tidak tahu masalahnya!” jawab Hoya.

“bagaimana aku tahu kalau oppa tidak cerita?”

“begini Hyerin…” Sungyeol terpaksa bercerita.

………………………

Mereka sekarang berada didepan rumah Soyu, ingin bertemu Soyu. Namun kata ibunya, Soyu tidak kunjung pulang sejak kedatangan Hoya waktu itu.

“ottohke?” tanya Sunggyu. “perusahaanku tinggal sedikit menuju kehancuran..”

“kasian ibunya, ditinggal sendiri” ujar Sungyeol.

“….”

“OPPA!” teriak Hyerin tiba-tiba sambil melompat kegirangan.

“WAEYO???” Teriak Hoya dan Sungyeol. Sunggyu hanya menutup telinga dengan kedua tangannya.

“hem… kita bawa saja ibunya kerumah sakit”

“hah? Maksudnya?”

“kan kasian ibunya, masa’ sakit-sakit begitu ditinggal…”

“lalu?”

“lalu, kemungkinan besar, Soyu Eonni akan menjenguknya. Kita bisa suruh orang untuk mengawasi ibunya, jadi saat Soyu eonni datang, kita bisa bertemu dengannya…”

“hem? Yah, kita coba saja…” jawab Sunggyu.

“bagus kan ideku?”

“jadi, siapa yang mau menculik ibunya?” tanya Hoya, secara reflex mereka semua melihat Hoya.

“mwo? aku?”

…………………………………….

Sudah 2 hari sejak kejadian itu. Perusahaan Sunggyu bisa kembali stabil setelah memberitahukan kejadian “SOYU’S HACKER”. Dirumah sakit juga belum ada perkembangan, Soyu belum juga datang. Sunggyu ada dirumah sekarang, dikamarnya, dia dipusingkan banyak masalah. Masalah kuliah, perusahaan, Soyu. Membuatnya hampir gila.

KRIINNNGGG..

“yoboseyo…” Sunggyu menjawab panggilan di hapenya.

“yoboseyo, dimana kau bawa ibuku?” tanya orang itu.

“Soyu?”

“oppa, dimana ibuku?”

“kau dimana?” tanya Sunggyu kembali sambil berdiri.

“aku tanya dimana ibuku!”

“Soyu, aku ingin bertemu denganmu..”

“oppa…”

“aku akan bawa kau ketempat ibumu..”

“….”

“kau mau bertemu dengannya atau tidak?”

“…”

“Soyu?”

“hem.. nde.. dimana?”

“ditempat dulu kita pernah ketemu..”

“eh? Hem.. nde..”

TIIITTT…

Soyu memutuskan hubungan panggilan dengan Sunggyu. Sunggyu hanya tersenyum, Hyerin punya ide yang sangat bagus.

“aku ikut Hyung!” ujar Sungyeol di depan pintu kamar Sunggyu.

“tidak usah..”

“hyung… aku bisa bantu..”

“hem, bawa Hoya. Tapi jaga jarak dariku , jangan sampai Soyu tahu.”

“nde, tenang saja…”

………………………………….

Sunggyu sudah berada di taman. Dia sedang duduk dibangku taman didekat pohon beringin *mengerikan juga..hehehe*. Tempat dia dan Soyu sering bertemu dulu. Dia kembali mengingat masa itu. kenapa Soyu jahat sekali padanya? Kalau bisa, dia mau saja memberikan semuanya supaya Soyu bisa senang.

Hoya dan Sungyeol, beserta Sungjong dan Hyerin yang memaksa ikut, ada di jarak 100 meter dari Sunggyu. Mereka berpura-pura menjadi orang gila eh, berpura-pura menjadi orang yang sedang bermain disana.

“Soyu…” bisik Sungjong pada mereka setelah melihat Soyu menghampiri Sunggyu.

“oppa, dimana ibuku?” tanya Soyu pada Sunggyu

“duduk dulu…” Sunggyu menyuruhnya duduk.

“oppa..”

“sudah kubilang, duduk dulu” Sunggyu menarik tangan Soyu hingga membuat Soyu duduk disampingnya.

“oppa..”

“diam dulu…” Sunggyu terus memegang tangan Soyu, dia memejamkan matanya.

“….”

“kau ingat dulu kan?” tanya Sunggyu pada Soyu.

“tidak..”

“kau suka berbohong sekarang ya?” Sunggyu hanya tersenyum.

“….” Soyu hanya terdiam.

“kenapa kau melakukan hal itu padaku?”

“aku…”

“aku sudah dengar dari Hoya, maksudku kenapa dengan cara ini?”

“…”

“kau pasti sangat lelah kan?”

“….”

“Soyu, bisa kau hentikan sekarang?”

“oppa, aku sudah berjalan sejauh ini. Aku tidak akan berhenti sampai salah satu diantara kita jatuh”

“Soyu, menurutmu kenapa aku tidak membiarkan kau menjatuhkan perusahaanku?”

“….”

“aku, keluargaku, memperkerjakan banyak orang diperusahaan. Kalau perusahaan bangkrut, kau akan bertanggungjawab, kemana mereka pergi nanti? Apa kau begitu egois?”

“Oppa! Apa keluargamu dulu pernah berpikir begitu?”

“mereka sudah meninggal Soyu..”

“….”

“tapi..”

“Soyu, jika kau hentikan sekarang, aku akan memaafkanmu…”

“ini masih belum apa-apa, oppa”

“kau ingin mengambil perusahaanku? Kau ingin mengobati ibumu?”

“oppa…”

“aku akan membantumu Soyu!”

“oppa!” Soyu segera berdiri dan menatap Sunggyu. “aku tidak membutuhkan uangmu!”

“aku tidak memberikan uangku!” Sunggyu berteriak pada Soyu

“maksudmu?” Soyu bingung dengan kata-kata Sunggyu.

“aku akan memberikan segalanya padamu…”

“….”

“aku menyukaimu Soyu, ehm ani. Saranghae….”

“oppa..”

“karena aku masih kuliah, aku tidak bisa mengatakannya.. tapi kurasa, aku tidak mau membiarkan hatimu sakit”

“…”

“aku tahu, kau sudah menanggung kesakitan itu. jadi, aku ingin mengobatinya”

“….”

“Soyu, bagaimana?”

“….”

…………………………………..

“keren… Hyung bisa menyempatkan diri nembak cewek…” ujar Sungyeol sambil tepuk tangan.

“iya…” Sungjong mengangguk-anggukkan kepala. Hoya hanya menggelengkan kepalanya. Hyerin malah tersenyum bahagia.

“mereka sangat cocok… hua hua huaaa… OPPAAA…”

“ssttt.. diam.. aigoooo!!!” Sungyeol memberikan tanda pada Hyerin. Hyerin hanya menutup mulutnya dengan bola mata hampir keluar dari matanya.

“mereka berpelukan! Aku salah liat?” ujar Hoya.

“tidak salah lagi…” ujar Sungjong sambil menganga.

………………………………..

“kita pergi kekantorku. Selesaikan masalah dulu..” ujar Sunggyu pada Soyu.

“nde…”

“KELUARLAH!” Sunggyu berteriak kepada 4 pengikutnya, mereka pun keluar dari persembunyian. Membuat Soyu kaget.

“omo!”

“ah… kerennn.. oppa..” ujar Hyerin masih dengan mata terkagum-kagum setelah melihat drama barusan.

“sudahlah.. ayo pergi…!” ujar Hoya sambil masih memegang kepalanya. Sunggyu hanya tersenyum, dia masih memegang tangan Soyu.

…………………………

— TBC —

Yah, TBC lagi deh…. Nah, ayo-ayo, gimana akhirannya? Jadi dimana akhirannya? Kita lihat saja nanti. Gak seru ya? mianhae….T.T

4 responses to “Sung’s Brother (Part 4)

  1. Wahaha dasar nih author bikin penasaran aja:D. Seru koooo banget malaaah. Ayo lanjuuuut.
    Oiya thor kenalan yu hehe *sambil nyodorin tangan:D*

Komentar ditutup.