Remain Memories : Paradise *Part 2*

REMAIN MEMORIES : PARADISE *Part 2*

Tittle    : Remain Memories : Paradise *Part 2*

Author  : Taeminwoo – NhuerHayatie

Length  : One Shot – Continue

Genre   : Sad

Cast     : Lihyun (OC), Myungsoo (L), Ji Eun (Secret), Namju (A Pink)

Annyeong haseyo Reader^^. Dimana pun kalian berada annyeong haseyooo. Waaaahh akhirnya bisa nyapa pembaca juga. Ini cerita kedua ku, Remain Memories part 2. Kenapa aku milih cerita ini? Karena aku yang pilih (?), hehe nggak kok…

Dicerita kebanyakan berisi cerita kenangan dan penyesalan dimasa lalu. Waeyo? Karena semuanya tinggal kenangan (?)

Ok chingu daripada banyak basa basi mending langsung baca az. Yang belum baca cerita sebelumnya baca dulu ya di Remain Memories *Can You Smile* part 1. Gomawo….

………………………

Walaupun masih mengeluarkan airmata, tapi ada seulas senyuman tipis dibibir gadis bernama Lihyun ini. Kemudian dia memejamkan mata dan tertidur hingga keesokan harinya.

~

Lihyun masih tertidur, seorang Namja entah datangnya dari mana terus memandangi wajahnya yang tertidur pulas. Namja ini berbaring disampingnya.

Lihyun terbangun karena cahaya matahari yang bersinar cerah melewati jendela kacanya yang sedikit terbuka dan menyinari wajahnya. Lihyun bangun dengan wajah yang lesu, lalu berdiri dan duduk diatas meja tua disampingnya.

Duduk dengan membiarkan rambut panjangnya tergerai berantakan menutupi sebagian wajahnya. Bajunya pun terlihat lusuh dan kerah bajunya terturun sebelah sehingga bahunya terlihat. Gadis cantik ini mengenakan sepatu hitam berhak tinggi dan duduk melamun  diatas meja tua itu sambil menundukkan kepala.

Lalu bagaimana dengan lelaki yang berbaringnya disampingnya ? Lelaki itu masih tetap terbaring sambil terus memandang Lihyun. Membiarkan cahaya matahari mengenai wajahnya.

Lihyun POV

Myungsoo aku merindukanmu, neomu bogosippo oppa ..

Author POV

Sepertinya Lihyun tidak memperdulikan Namja ini, wae ? karena dia tidak bisa melihat siapa orang yang sedang berbaring dilantai sekarang. Yaah, orang ini adalah Kim Myungsoo. Seorang yang sangat dirindukan Lihyun. Tapi sayang, mereka selamanya takkan bisa bertemu lagi.

Seperti yang diketahui, Myungsoo meninggal karena menderita jantung sejak kecil dan itu membuat Lihyun menderita hingga sekarang. Sulit bagi Lihyun melupakan bahkan tidak bisa. Lihyun berdiri dan berjalan meninggalkan tempat itu dan Myungsoo yang tak dapat dilihatnya.

Gadis ini berjalan memasuki sebuah kamar lalu keluar lagi dan berjalan menaiki tangga menuju ruang atas, entah apa yang difikirkannya. Tapi di ujung tangga, Myungsoo telah berdiri disana memperhatikan Lihyun yang berjalan melewatinya

~

“ kau yakin ini tempatnya ? “ Tanya Ji Eun pada namju saat mereka berada didepan pintu sebuah rumah.

“ Nde ini alamat yang sama, coba lihat “ pinta Namju pada Ji Eun  dan memperlihatkan isi pesan alamat rumah yang Lihyun kirimkan.

“ Tapii … Namju – ya, tempat ini bahkan lebih buruk dari apartement Lihyun sebelumnya “ Ujar Ji Eun sambil memandang sekeliling “ kenapa kau memilih tempat seperti ini ? “ Protesnya kemudian

“ Aniya, dia sendiri yang memilihnya. Kau kira aku tega membiarkan Lihyun tinggal ditempat ini ?? “ sangkal Namju. Bagi mereka, tempat ini masih minim penduduk. Tidak seperti kota Seoul yang padat.

“ ayo masuk “ ajak namju kemudian. Lalu gadis ini mengambil sebuah kunci dari dalam  tasnya dan membuka pintu tersebut.

“ Annyeong haseyo. Lihyun-ah, apa kau didalam ?? kami datang menemuimu “ panggil Namju saat mereka berada didalam.

“ Namju – ah, kenapa Lihyun tinggal sendiri ditempat ini ? “ Tanya Ji Eun penasaran.

“ Mollayo “ jawab Namju, kemudian HP gadis ini berbunyi dan itu pesan dari Lihyun

– Aku diatas. Kalian naik saja –

“ Lihyun diatas. Ayoo “ ajak Namju.

~

“ kau masih saj menulis Diary, Lihyun – ah “ Tanya Ji Eun saat mereka berada diatas

“ kau masih menyimpan ini dan ini ??? “ lanjutn Namju saat memegang surat dan diary milik Myungsoo.

“ kalau kalian ingin minum, ambilah sendiri didapur “ ucap Lihyun tak memperdulikan ucapan kedua temannya sambil terus menulis. Namju dan Ji Eun saling berpandangan lalu melihat Lihyun dengan tatapan kasihan. Mereka berdua sepertinya sudah kehabisan akal untuk membuat Lihyun keluar dari kesedihannya.

“ aku akan mengambil minuman “ ucap Ji Eun mengganti suasana. Kemudian dia keluar dan kembali dengan menbawa 3 gelas minuman dingin. Lihyun masih tetap menulis. Myungsoo yang sejak tadi duduk disamping Lihyun sedih dan terus memandanginya.

“ minumlah dulu Lihyun – ah “ tawar Ji Eun. Lihyun menurut. Menghentikan aktifitas menulisnya dan mengambil segelas minuman yang dibawa Ji Eun.

Ji Eun mengambil buku harian Lihyun yang baru saj ditulis oleh Lihyun dan membaca isinya.

” Lagi – lagi Myungsoo, selalu saja tentang Myungsoo, kenapa kau tak bisa melepaskannya Lihyun – ah ?? Dia sudah meninggal. Sadarlah  !!! “ Protes Ji Eun marah.

“ JI EUN – AH “ bentak Namju menghentikan kemarahan Ji Eun. Myungsoo yang sedang menyandarkan kepalanya dimeja turut tegang melihat Ji Eun. Lihyun hanya diam saja, mendengar nama Myungsoo disebut, Lihyun meneguk airnya sambil mengeluarkan airmata.

Myungsoo turut hadir diantara mereka bertiga dan menyaksikan percakapan antar sahabat tersebut.

Myungsoo POV

Jangan begini Lihyun – ah, jangan menangis lagi. Aku tidak pantas ditangisi selama ini. Aku tahu kau tulus mencintaiku. Tapi bukan begini carannya. Kau membuatku tidak bisa pergi dengan tenang, aku dapat merasakan ketulusanmu, jeongmal. Itu sudah lebih dari cukup.

Author POV

“ Lihyun – ah, lebih baik kau pindah saja lagi. Tempat ini bahkan lebih buruk dari apartemenmu. “ ucap Namju lembut dan berusaha membujuknya. Kali ini Lihyun pun hanya diam.

. . .

“ Aaahh … aku sudah tidak tahan lagi. Lihyun kemasi barang – barangmu. Lusa kami akan kembali untuk menjemput “ ucap Ji Eun sambil berdiri kesal setelah suasana sempat sunyi sebelumnya. “ dan ini. Mianhae, sebaiknya kau jangan menyimpan ini lagi. Namju – ya, kita pergi “ lanjut Ji Eun sambil mengambil buku harian Myungsoo, surat dari Myungsoo dan buku harian Lihyung. Kemudian gadis ini membawa Namju pergi.

Lihyun yang sejak tadi hanya duduk dan berdiam saja kini berdiri berusaha mengambil buku tersebut dari tangan Ji Eun. Akhirnya, terjadi tarik menarik antara keduanya.

“ Ji Eun-ah, kau tahu betapa pentingnya benda ini bagiku “ keluh Lihyun bersuaha mempertahankan apa yang dirasanya penting. Tapi, Ji Eun tidak mendengarkannya, gadis ini menambah tenaga untuk menarik buku itu sekuat mungkin hingga buku tersebut  sepenuhnya berada ditangannya. Tanpa mengucapkan apa – apa Ji Eun langsung pergi meninggalkan ruangan itu yang kemudian disusul Namju dan membiarkan Lihyun yang terduduk sambil menangis setelah tidak berhasil mempertahankan benda miliknya. Dia membiarkan rambut panjangnya tergerai kusut dan menutupi wajah tertunduknya.

“ Ji Eun – ah, apa ini tidak keterlaluan ?? “ Tanya Namju yang merasa kasihan pada Lihyun ketika mereka berada dalam mobil.

“ Mungkin bagi Lihyun yaa, tapi jika tak begini dia akan terus menenggelamkan dirinya pada kesedihan yang berlarut – larut. Dia harus sadar, kalau sekarang dia hidup tanpa Myungsoo. Ini sudah lewat 2 tahun Namju – ya, sampai kapan dia mau terus seperti itu ?? “ ucap Ji Eun panjang lebar.

“ Yaah kau benar, semoga dia cepat sadar “. Namju menyalakan mesin mobilnya dan mereka pergi meninggalkan rumah Lihyun.

Lihyun masih menangis sambil duduk dengan memeluk kedua kakinya, sesekali gadis ini menundukkan kepala dan termenung. Myungsoo yang selalu berada disampingnya dan memperhatikan Lihyun, turut duduk disebelahnya dengan terus memandang wajah sembab Lihyun.

Myungsoo POV

Aku bisa apa Lihyun – ah ? aku tak ingin kau terus menangis tapi apa yang bisa kulakukan ?.  aku tak bisa pergi meninggalkanmu, tapi aku juga tak bisa melakukan apa – apa. Bukankah kusuruh kau hidup bahagia ? kusuruh kau jangan mencintaiku lagi, bukan hidup yang seperti ini yang kumaksud Paboya, gadisku yang bodoh.

Author POV

Myungsoo merasa wajahnya sudah memanas, matanya benar – benar telah bergelimpangan air dan siap untuk dikeluarkan tapi, sebelum itu terjadi, Myungsoo mengantisipasinya dengan bergegas berdiri dan berbalik lalu berjalan meninggalkan Lihyun. Baru selangkah Myungsoo berjalan, Lihyun bangun dan berjalan kearah yang berlawanan dengan Myungsoo.

Lihyun POV

Mungkin yang dikatakan Namju dan Ji Eun benar. Baiklah, aku akan mencobanya, sudah terlalu lama aku terpuruk. Myungsoo, dimanapun kau berada sekarang, aku akan selalu mencintaimu. Yongwonhi saranghae.

Kuatkan dirimu Lihyun, ayo semangat !!. dengan membulatkan tekad, kukuatkan diriku untuk berdiri dan segara pergi meninggalkan tempat yang hampa ini. Yahh , aku akan berkemas dan keluar dari dunia yang gelap ini. Akupun pergi berjalan untuk segera berkemas.

 

 

Author POV

“ benarkah kita akan membawanya keluar dari rumah itu ? “ Tanya Namju pada Ji Eun saat mereka berada disebuah toko kopi.

“ Nde. Tapi dia akan tinggal dimana ? “ Tanya Ji Eun kembali bingung.

“biar dia tinggal diapartemenku saja sampai ia menemukan tempat baru. “ usul namju. “ Ji Eun-ah, bagaimana kalau kita kenalkan Lihyun dengan sepupumu yang pembuat lagu itu ?? “ Tanya Namju kemudian.

“ dia  ?? tapi sepupuku itu orangnya aktif dan ceroboh. Kalau kita pertemukan dia dengan Lihyun apa mereka tidak akan berkelahi nanti ?? “ jawab Ji Eun takk yakin.

“kita coba saja. Justru karena sepupumu yang aktuf cocok dengan Lihyun yang pasif. Ayo kita perkenalkan mereka “ucap Namju penuh semangat sambil kegirangan.

“ Nde … Nde … kita fikirkan dulu caranya”

“ Eoo… “

Kemudian mereka berdua melanjutkan minum mereka dengan wajah yang tersenyum – senyum.

~

Lihyun keluar dari sebuah ruangan sambil menyeret selimut putih panjang dan menuruni tangga. Seperti biasa, tanpa diketahuinya Myungsoo turut hadir dibelakang sambil terus mengikutinya turun tangga. Sesampainya dibawah, selimut yang sejak tadi diseret kini diletakkannya begitu saja. Kemudian Lihyun meneruskan langkahnya hingga kedepan pintu keluar rumah dan duduk dengan menekukan kedua kakinya kekiri. Tak beberapa lama, lalu gadis ini berdiri lagi dan berjalan menuju halaman rumahnya dan berdiri disana. Entah apa yang difikirkan Lihyun

Myungsoo terus memperhatikannya dari jendela kaca, memperhatikan tanpa bergeming, seperti merasa ada sesuatu, dengan ragu – ragu Lihyun menoleh kebelakang dan melihat bagian dalam rumahnya melalui jendela kaca. Tapi, tak mendapatkan apapun yang dapat dilihat, padahal Myungsoo masih berdiri dibalik jendela kaca tersebut. Lihyun berbalik dan berjalan memasuki rumah.

Keesokkan harinya

“ kau sudah berkemas ?? ayo, sini aku bawakan “ tawar Namju saat mereka menjemput Lihyun. Lihyun memberikan kopernya pada Namju.

“Lihyun – ah, mianhae. Aku Cuma ingin kau bahagia “ ucap Ji Eun sambil memeluk Lihyun.

“Nde, Gwencana. Arraseo  “ jawab Lihyun sambil membalas pelukan Ji Eun.

“ Ayoo kita pergi “ ajak Namju. Lihyun dan Ji Eun mengangguk dan mereka berjalan memasuki mobil. Kemudian mobil itu berjalan meninggalkan tempat itu.

Myungsoo hanya memperhatikan kepergian mereka melalui jendela kaca dari dalam rumah. Seulas senyum terukir jelas diwajahnya.

Myungsoo POV

Kali ini hiduplah dengan benar – benar bahagia Lihyun-ah, jangan bersedih lagi. Kufikir aku bisa tersenyum meninggalkanmu. Aku pernah mencintaimu bahkan masih. Tapi tak apa, sekarang aku rela kita berpisah. Walaupun kita tak saling memiliki, tapi aku senang dapat membawa separuh hatimu. Haahaa, aku berlebihan yaa ??

Ya sudah kalau begitu selamat tinggal Lihyun–Ah. Pergilah kedunia baru yang akan menyambut senyum bahagiamu. Sekarang  aku akan sangat bahagia berada disurga, surga yang lebih senang kusebut paradise.

……………………

Yeeyyyy akhirnya selesai juga. Gimana? Gimana? Bagus nggak? Ceritanya sedih ya T.T

Emang sih aku sengaja bikin karakter sicewek sangat cengeng, biar lebih menghayati gitu…

Tapi tenang aja, diceritanya selanjutnya sicewek nggak bakal nangis-nangis lagi kok.

Oh ya, tinggalkan komentar yaaa^^. Karena masih penulis baru, jadi butuh kritik dan saran kalian.

Neomu gomapta, anyeoooooonnnggggg…

4 responses to “Remain Memories : Paradise *Part 2*

Komentar ditutup.