Sung’s Brother (Part 5)

Sung’s Brother

Title        :        Sung Brother (Part 5)
Author    :        Yesunggyu – Amalia Laili
Length    :        Continue
Genre      :        Comedy, Romantic, Family

Cast        :        Lee Sungyeol, Lee Sunggyu, Lee Sungjong, Soyu (Sistar), Lee Howon (Hoya), Lee Hyerin (Girls’ Day)

Dashi dorawa! Dorawa, dorawa…. Eaaaa… ternyata eh ternyata… kita bertemu lagi. Langsung aja dibaca yooo…

…………………………

Soyu dibawa Sunggyu (dan anak bawang yang lain) untuk bertemu ibunya dirumah sakit. Sudah beberapa hari itu, ibu Soyu belum sadar juga. Ibu Soyu sudah terlalu tua untuk mendapatkan penyakit Pnemonia. Penyakit pernapasan. Saat masuk kamar pasien, Soyu segera menghampiri ibunya yang terbaring.

“ibu…”

“….”

“gwenchana?”

“….”

Kali ini Sungjong tidak mengatakan “apanya yang baik-baik saja” seperti biasanya. Dia hanya diam saja.

“ibu… aku pulang. Ibu tidak merindukanku?”

“….”

“mianhae.. tidak menjengukmu… aku terlalu sibuk…”

“….”

“aku sangat bodoh ya, ibu?”

“….”

“mianhae…”

“….”

“semuanya sudah berakhir.. kita akan baik-baik saja. Ibu harus bertahan. Kita akan bersama lagi..”

“….”

“ibu.. Sunggyu oppa bilang akan menjaga kita. Jadi ibu harus bertahan…”

“….”

“Soyu ah, kita pergi dulu. Kau belum makan pagi ini kan?” ajak Sunggyu.

“aku menunggu ibuku dulu. Aku merindukannya…” jawab Soyu tanpa mengalihkan pandangannya pada ibunya.

Mereka semua hanya diam.

“ibu…” Soyu menegur ibunya, tangan ibunya bergerak. Dan secara perlahan mata ibu Soyu membuka sedikit.

“So… yu-ah…” ujar ibunya pelan dengan susah payah.

“nde?” tanya Soyu segera menggenggam tangan ibunya. Sunggyu memegang pelan bahu Soyu, dan yang lain tegang.

“mianhae…”

“nde..arata.. ini bukan salah ibu…”

“ani.. hiduplah dengan baik…”

“…”

“hiduplah dengan baik.. dengan Sunggyu..”

“…..”

“soyu ah…”

“hmm?” tanya Soyu.

“ibu merindukanmu…”

“aku juga…”

“ibu senang mempunyai anak yang cantik sepertimu..”

“nde…”

“saranghae…” ujar ibunya. Yah, untuk yang terakhir kalinya. Karena ibunya sudah tidak bernapas lagi.

“aku akan memanggil dokter…” ujar Sungyeol dan segera pergi menuju ruang dokter.

Soyu hanya diam melihat ibunya.

“ommaa… ya… irona….” Ujarnya sambil menggoncang pelan tubuh ibunya.

“ommaa… ironaa..” air matanya jatuh pelan.

“Soyu ah..” ujar Sunggyu berusaha menenangkannya.

“omma.. jangan berbohong padaku… ironna…” ujar Soyu masih memegang tangan ibunya, air matanya terus keluar tanpa bisa ditahannya lagi.

“kita harus bersama omma. YA! IRONA… jangan tidur disini omma.. aku masih mau bicara! Ya!” kali ini Soyu berteriak. Sunggyu berusaha dengan keras untuk menenangkan Soyu, dia memeluk Soyu dari belakang.

“Soyu ah….”

“eh.. dokternya sudah datang!” ujar Sungjong. Mereka semua menoleh ke dokter kecuali Soyu.

“Soyu, kaja..” ajak Sunggyu pada Soyu.

“ani.. aku disini saja…” ujarnya bersikeras.

“Soyu ah…”

…………………………..

Ibu Soyu meninggal siang ini. Soyu terus berteriak memanggil ibunya dan Sunggyu selalu membantu untuk menenangkannya. Mereka ada dirumah Soyu. Setelah Soyu pingsan sejenak di rumah sakit saat ibunya di periksa dokter. Dia terlalu syok.

Banyak orang berdatangan kerumah Soyu. Karena Soyu terus menangis proses kremasi *bener kan?* berjalan dengan cepat. Meskipun Soyu tidak mau.

………………………..

Sunggyu, Soyu, Hoya, dan anak bawang lainnya berada di pantai *ini di Busan kan?*. mereka membuang abu dari ibu Soyu di laut itu. Soyu hanya diam sambil membuang abu itu dengan pelan.

“ibu, baik-baik disana…”

“….”

Soyu pun berbalik. Sunggyu membantunya untuk berjalan sampai ke mobil Sunggyu. Anak bawang yang lainnya hanya mengikuti sambil terdiam.

“oppa…” tegur Soyu tiba-tiba.

“hmm.. waeyo?” tanya Sunggyu masih focus pada pandangan menyetirnya.

“kita, akan kemana?”

“keperusahaanku dulu saja ya?” ajak Sunggyu.

“hemm..” Soyu setuju.

………………………..

Besoknya, semua tetap seperti semula.

Sunggyu berada di perusahaannya bersama Soyu, Hoya, Hyerin, Sungyeol dan Sungjong, siang itu.

“aku pergi ke toilet sebentar” ijin Soyu pada mereka

“nde..” jawab Sunggyu.

“…”

“akhirnya selesai..” ujar Sungjong.

“nde…”

“menurutmu begitu? Perasaanku masih tidak enak” ujar Hyerin

“perasaanmu tidak pernah enak” ujar Sungjong

“ya!” teriak Hyerin

“sudah..” lerai Hoya

“seperti anak kecil, jangan suka mengganggu Hyerin..” ujar Sungyeol tiba-tiba.

“waeyo? Ehmm ada sesuatu nihh…” Sungjong mulai menggoda Sungyeol

“mwo? kau mau mati?” Sungyeol mulai ancang-ancang berkelahi.

“sudah deh, jangan berkelahi karena memperebutkanku..” ujar Hyerin ge-er. Sungyeol dan Sungjong saling berpandangan.

“gak salah?”

“kayak kurang perempuan cantik didunia ini saja” Oceh mereka berdua, Hyerin kembali cemberut.

“hahah… sudahlah..” ujar Sunggyu.

TRIITT..

Hape Sunggyu bergetar.

From : Soyu

Gomawo…

Aku tidak bisa bersamamu oppa…

“Soyu…” Sunggyu panik setelah membaca sms itu. dia lalu mencoba menelpon Soyu.

“yoboseyo… Ya Soyu ya! Kau dimana?” ujar Sunggyu tanpa basa-basi.

“waeyo?” tanya Hoya.

“Soyu ya! Kau dimana..” Sunggyu tidak memperdulikan pertanyaan Hoya dan terus bertanya pada Soyu.

“oppa, tidak usah mencariku..” jawab Soyu.

“pabo! Jangan pergi kemana-mana.. kau dimana?”

“ani…”

“Ya!” Sunggyu terus berteriak. Tiba-tiba dia merasa perlu menuju atap perusahaannya.

“YA! Hyung. Gwenchana?” teriak Sungyeol

“apanya yang baik-baik saja?” ujar Sungjong tentu saja.

“ishh… kejar dia…” ujar Hoya. Dan mereka pun bermain kejar-kejaran.

……………………………

BRAKK…

“Soyu!”

Sunggyu berteriak kepada Soyu setelah melihat Soyu akan terjun dari atap perusahaan.

“Soyu ya!” Sunggyu berlari dan menarik Soyu menjauh dari tepi atap perusahaan. Dia lalu memeluknya.

“oppa…” Soyu melepas pelukan Sunggyu.

“gwenchana?” tanya Sungyeol yang terengah-engah

“apanya yang ba..” baru saja Sungjong mau menjawab, Hoya sudah menatapnya dengan tampang sampai-kau-bilang-itu-lagi-mati-kau.

“ehmm..” deham Hoya.

“Soyu, kau gila? Apa yang kau lakukan?”

“….”

“Soyu ah..” tegur Sunggyu lagi.

“aku sudah gila oppa!” jawab Soyu dengan sedikit berteriak.

“Soyu..”

“aku sudah gila… semua keinginanku tidak terwujud samasekali. Ibuku sudah tidak ada! Apa lagi yang kumiliki?” ujar Soyu

“Soyu ya. Tenangkan dirimu!” ujar Hoya

“aku, tidak, bisa, tenang!” ujar Soyu “ARGHHHH… INI GILA…!!!” dia malah berteriak sekeras-kerasnya.

“sadarkan dirimu Soyu ah..” ujar Sunggyu dan menarik tangan Soyu “aku masih bersamamu Soyu, mereka semua masih bersamamu…”

“…” Soyu terduduk dan diam menangis.

“….”

“…”

Mereka semua hanya bisa diam.

“Soyu.. kau..” Sunggyu menunduk dan menyentuh bahu Soyu

“aku sudah memikirkannya sekarang ini…” ujar Soyu.

“Soyu, aku bisa…”

“ani oppa… aku tidak bisa bersamamu..” ujar Soyu setelah dapat menghentikan tangisnya.

“maksudmu?” tanya Sunggyu bingung.

“aku, tidak bisa bersama oppa. Aku terlalu banyak mengganggumu..”

“aniya Soyu..”

“keure.. aku akan pergi, kurasa lebih baik bagiku kembali ke Seoul. Aku, ehm aku tidak bisa bersamamu oppa..”

“Soyu, jangan menyusahkan diriku lagi, kau malah membuatku susah kalau begini..” ujar Sunggyu.

“oppa…” Soyu pun berdiri “mianhae… aku akan…”

“Soyu ya..”

“oppa.. hatiku semakin sakit jika melihatmu.. semakin melihatmu, semakin hatiku sakit..”

“…”

“aku tidak mau bertemu denganmu lagi…”

………………………….

Dan ternyata keputusan Soyu benar-benar dilaksanakannya. Dia pergi ke Seoul beberapa hari setelah dia melakukan aksi-tidak-jadi-bunuh-diri waktu itu. Sunggyu mulai badmood sejak saat itu. makan tak kenyang, tidur tak lelap, mandi tak basah *tuk dalang rupanya*. Dia terus memikirkan Soyu.

“Sungyeol ah… kau masih hidup..!!!” teriak Sunggyu dari ruang tamu, tempat dia berdiam diri dari tadi.

“MWO? AKU MASIH HIDUP HYUNG! WAEYO?” jawab Sungyeol dari kamarnya.

“ada keperluan tidak? Aku bisa minta bantuan?” tanya Sunggyu.

“ANI.. AHH ANIYA.. AKU BISA.. CHAKAMAN..” teriak Sungyeol, dia pun mulai huru-hara dikamarnya. Sunggyu memprediksi bahwa Sungyeol sedang mengganti bajunya.

“sippp.. minta bantu apa?” tanya Sungyeol yang baru saja keluar dari kamarnya dan sambil menuruni tangga, dia memperbaiki baju dan rambutnya dengan tangannya.

“tentang Soyu, bisa cari tahu dia dimana? Setelah ketemu, kita pergi menuju tempat itu…” ujar Sunggyu.

“ di Seoul? kalau begitu, aku harus menghubungi Hyerin, chakaman…” ujar Sungyeol dan mencari nomor kontak Hyerin dan segera menelponnya.

“sejak kapan kau akrab dengan Hyerin?”

“tak perlu tahu! ahh yoboseyo, anu.. hyerin..” Sungyeol merubah nada suaranya dari cuek menjadi lembut kepada hyerin.

“hmm… anak muda jaman sekarang…” ujar Sunggyu pada Sungyeol *emang kau bukan anak muda, hah?*

…………………………..

Mereka berada di stasiun Busan. Mereka itu adalah Sunggyu, Sungyeol, dan Hyerin. Yang lain sedang sibuk.

“disini? Beneran Soyu belum berangkat? Bukankah dia sudah pergi beberapa hari yang lalu?” tanya Sunggyu.

“belum oppa! Aku tanya sendiri dengannya!” jawab Hyerin enteng.

“YA! KAU INI… jadi?” suara Sunggyu merendah.

“jadi, kukatakan kalau oppa mencari Soyu eonni.. jadi dia memberitahukan kalau dia belum pergi, baru sore ini perginya..”

“YA! Mungkin saja dia bohong… aiggooo… bagaimana ini?” Sunggyu menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“tenang saja.. Soyu tidak akan bohong. Aku yang bohong!” ujar Hyerin

“hah? Maksudmu?” kali ini Sunggyu dan Sungyeol bingung.

“hehehehe.. aku bertanya, eonni ada dimana sekarang? Aku mau memberikan sesuatu. Ibu eonni yang menitipkannya sebelum beliau meninggal. Aku lupa memberikannya pada eonni. Jadi, aku mau memberikannya. Dan dia lalu memberitahukannya..” ujar Hyerin membuat 2 sung itu menghela napas lega.

“kau membuat kami hampir mati..” ujar Sungyeol sambil mengusap pelan kepala Hyerin, Hyerin hanya tersenyum

“jadi…. Dimana dia?” ujar Sunggyu.

“…”

“…”

Mereka mengedarkan pandangan keseluruh penjuru negeri, eh seluruh stasiun disana.

“dimana?” Sunggyu mulai tidak sabar.

“ah oppa! Disana!” teriak Hyerin. Dia melihat Soyu yang memakai topi, mengenakan baju kaos berwarna putih panjang dan rok hitam-coklat sambil membawa tas dan koper. Dia menunggu diantrean untuk masuk menuju ruang tunggu.

“Soyu…” ujar Sunggyu yang suaranya hanya bisa dia dengar sendiri, dia segera berlari menuju Soyu.

“eitss.. kita disini saja..” ujar Sungyeol pada Hyerin yang hampir berjalan mengikuti Sunggyu.

“eh? Nde.. jadi?”

“apanya? Kita disini saja…” ujar Sungyeol

“huhhh.. kupikir kita akan pergi..” ujar Hyerin kecewa.

“yasudah, kita pergi dulu. Tidak usah mengganggu mereka..” ujar Sungyeol

“bagus! Kaja…” ujar Hyerin sambil menarik tangan Sungyeol dan mengajaknya pergi dari tempat itu.

…………………………..

“Soyu….” Teriak Sunggyu pada Soyu, Soyu pun menoleh. Begitu melihat orang yang memanggilnya, ia pun kembali menunduk dan berjalan.

“ya! Chakaman..” Sunggyu menarik tangan Soyu.

“waeyo oppa?” tanya Soyu.

“kita pergi dulu dari antrean…” ujar Sunggyu dan masih memegang tangan Soyu dia membawa Soyu keluar dari antrean.

“kau akan kemana?” tanya Sunggyu setelah sampai ditempat yang sama namun beda kondisi *Apa sih?*

“aku bilang akan pergi ke Seoul kan?”

“ahhahaha. Maksudku. Ah aku ini bodoh sekali. Maksudku, kau kenapa pergi?”

“sudah kubilang kan, aku pergi karena..”

“jangan pergi..”

“oppa..”

“aku mohon jangan pergi…”

“oppa..”

“jangan pergilah..” ujar Sunggyu sambil menirukan iklan kartu.

“darimana oppa tahu kalau aku ada disini?”

“dari Hyerin..”

“anak itu.. harusnya aku tahu ibuku tidak pernah meninggalkan apapun untukku..”

“dia, ada. Maksudku ada yang akan diberikannya untukmu..” ujar Sunggyu.

“hah? Jinja? Apa?” Soyu mulai kaget dan melihat Sunggyu dengan tampang tidak percaya.

“jongmal! Aku… dia memberikan aku untukmu..” jawab Sunggyu sambil menunjuk dirinya sendiri.

“memangnya ada?”

“ada.. aku! Aku adalah hadiah terbaik untukmu kan? Jadi kau harus menjagaku dengan baik. Supaya aku bisa menjagaku dengan baik!”

“oppa, jangan bermain-main..” Soyu membalikkan badannya dan berjalan.

“chakaman…” Sunggyu menarik tangan Soyu lagi dan menghentikan langkah Soyu.

“wae?” tanya Soyu lagi

“tidak bisakah kau untuk tetap disini?”

“ani..”

“Soyu ah..”

“oppa, tidak bisa kah kau untuk tidak egois?” ujar Soyu.

“aku tidak egois Soyu.. apa kau sendiri bisa hidup dengan baik disana? Kau akan bersama siapa? Kau bisa makan dengan baik? Hidup dengan baik? Kau harus denganku Soyu.”

“oppa…”

“kalau mau pergi sih, yasudahlah..” ujar Sunggyu tiba-tiba dan melepas tangan Soyu.

“oppa…?”

“…”

“aku pergi..” ujar Soyu.

“nde, pergilah…” ujar Sunggyu sambil melihat punggung Soyu yang beranjak pergi meninggalkannya.

“YA! SOYU YA!” Teriaknya. Soyu pun kembali berbalik.

“SARANGHAE… NOREUL KIDARYO!” teriaknya lagi, membuat Soyu malu.

“aku akan terus menunggumu. Sampai kau kembali. Kau harus kembali. Arata?! Kalau kau tidak kembali dalam waktu 6 bulan, aku yang akan mencarimu!”

“hmm..” Soyu hanya tersenyum “nde…” angguknya.

“jangan mati disana ya!” ujar Sunggyu lagi.

“oppa yang jangan mati disini. Kalau oppa mati, aku tidak bisa melupakan oppa..” ujar Soyu sambil tersenyum dan berbalik kembali berjalan.

“mwo? Soyu.. SOYU YA! SOYU…!!” sunggyu berteriak karena kaget mendengar perkataan Soyu. Dia berlari menuju ruang tunggu. Namun tidak bisa, karena ada petugas.

“pabo! Kalau menyukaiku, jangan berbohong.” Sunggyu hanya tersenyum melihat Soyu yang sudah ada didalam ruang lain.

…………………………

— THE END —

……………………………

“OPPA!”

“WAEYO?”

“Neomu bogoshipo..”

“kita kan baru saja ketemu tadi siang!”

“tapi aku sudah merindukan oppa..”

“hahaha… Hyerin ah..”

“wae?”

“….”

…………………………

— THE END / TBC ? —

Banzai! Akhirnya selesai. Nah, apa yang itu? itu adalah treaser mendadak-yang-gaje-banget. Untuk cerita Sungyeol lagi! Karena dia baru dapat diakhir cerita. Jadi.. terimakasih sudah membaca. Dan tunggu Sungyeol lagi yoooo…!!! *lagi???* rasanya sangat aneh ya??? Huhuhuhu…T.T

(justsharestory.wordpress.com)

4 responses to “Sung’s Brother (Part 5)

  1. ya! aku akan mengomentarinya..
    ff ini kayak sinetron, ada perawat kasih racun
    trus kayak ff WHY NOT itu
    trus gaje
    truss….
    hehehe

Komentar ditutup.