My Lovely Doll (Part 1)

MY LOVELY DOLL

Title        :        My Lovely Doll (Part 1)
Author    :        Taeminwoo – Nhuerhayatie
Length    :        Continue
Genre      :        Romance, Comedy

Cast        :        Heo Chanmi (5Dolls), Kim Kibum (UKISS), Alexander (UKISS), Seo Eunkyou (5Dolls)

Annyeong.. ini saya, Yesunggyu imnida … loh? Bukan Taeminwoo? Bukan, saya editor. Ini sebenarnya ceritanya yang pertama.. tapi karena ada satu dan lain hal. Dia tidak menerbitkannya. Maka saya sebagai editor, memperbaiki dan menerbitkannya… sip dibaca yaaa..

……………….

PROLOG ON

Aku masih melihat pantai itu

Pantai yang penuh kenangan

Ombak yang sangat banyak dan segar menyentuh kaki kecilku

Cahaya matahari yang menyilaukan mataku

Aku merindukanmu

Kapan kau kembali

Kau akan kembali kan?

Harus….

Perempuan itu terus melihat pantai setiap kali pergi dan pulang sekolah. Dia merindukan sesuatu disana. Entah apa. Dia sendiri tidak tahu. Tapi dia terus menunggu. Semua yang terasa nyata. Perasaan senangnya dan sedihnya. Dia sangat merindukannya.

PROLOG OFF

…………………..

AUTHOR POV

“huftt…”

Desah seorang gadis yang berjalan dipinggir pantai seorang diri dengan masih menggunakan seragam sekolah lengkap. Dilihat dari gaya jalannya, tampaknya dia sedang tidak ingin berjalan (?).

“Dasar sial!”

Umpatnya lalu berhenti sebentar dan menghela napas lagi yang ke 78 kalinya *sempat dihitung rupanya*. Dia lalu menundukkan kepala dan berjalan seperti sedang menyeret diri sendiri untuk jalan. Tidak lupa dia juga membungkukkan badannya tanda orang lesu.

“ani! Hari ini kamu jangan kemana-mana. Pulang sekolah langsung kerumah. Kalau tidak, selama seminggu kamu jangan keluar kamar. Tidak boleh nonton tv, tidak boleh makan es krim!”

Suara ibunya tadi pagi terus terngiang-ngiang ditelinganya. Membuat dia tambah kesal.

………………..

FLASHBACK ON

“Anu.. mian oppa, aku..”

“gwenchanayo.. aku mengerti, kalau begitu, lain kali saja..” jawab Alexander            pada Chanmi.

“Alexander oppa, kau sibuk? Aku sedang mencari bahan bacaan. Bisa bantu aku?”  Eunkyou datang menghampiri Chanmi yang berbicara dengan Alexander.

“ah? Bisa. Aku sedang tidak sibuk sekarang” ujar Alexander dan menoleh pada Eunkyou.

“baiklah, kalau begitu kita pergi sekarang”

“Chanmi..” Alexander menegur Chanmi yang terdiam melongo.

“ah? gwenchana… aku juga harus pulang sekarang, omma menyuruhku pulang. Annyeong” Chanmi tersenyum terpaksa dan meninggalkan mereka berdua.

FLASHBACK OFF

………………….

“Mereka pasti sedang senang-senang sekarang..” ujarnya saat menghentikan langkahnya.

“huaaaaaaaaaa…. Kenapa omma melarangku keluar? Aku sudah bukan anak kecil lagi!!!!!” ocehnya.

Dia kesal dengan hari ini. Pertama, omma melarangnya keluyuran. Oleh sebab itu acara nonton bareng Alexander oppa batal. Kedua, sebelum mereka selesai berbicara (Alexander dan dia), Eunkyou sudah mengajak oppanya pergi jalan dan terpaksa ia meninggalkan mereka berdua bersama.  Chanmi tidak menyukai Eunkyou. Karena dia pikir Eunkyou terlalu mencari perhatian pada Alexander oppa. Memikirkan itu saja sudah membuatnya mau mati.

“huaaaaaaaaaaa…. Apa yang sedang mereka lakukan sekarang…??” teriaknya dipantai itu sambil mengacak rambutnya.

“haiisssshhh…” keluhnya lagi (ni anak mau mati, ngeluh terus). Dia berjalan sambil menghentak-hentakkan kaki dipasir.

“….”

“omo! Apa ini?” tanya Chanmi saat menemukan sebuah boneka Teddy bear yang terbawa gelombang dan sampai di kakinya.

“oh. Teddy bear! Kenapa ada disini? Gak ada disini deh tadi, perasaan..” begitu banyak pertanyaan dikepalanya. Dia melihat kesekeliling. Tidak ada sampah dan benda lain. Lalu, kenapa boneka ini disini?

“ohhh.. mungkin terbawa arus…” ucapnya, menjawab semua pertannyaan yang ada dikepalanya.

“kenapa kau kotor sekali?” tanyanya pada boneka itu sambil mengambilnya dan membolak-balikkan badan boneka itu.

“kau juga basah, kumal, kotor, jelek lagi… huaaa ada robekan juga…” tambahnya melihat kondisi boneka itu. boneka itu benar-benar banyak robekannya.

“kau terbuang ya? Nasib kita sama…” ratap Chanmi.

“ah, ani! Kau terbuang, tapi aku menyingkir” koreksinya lagi “ya sudah. Nasib kita sama! Mau kerumahku?”

Lalu Chanmi pulang dengan membawa boneka itu sambil mengayunkan tangannya yang sedang memegang tangan boneka itu.

………………………..

Dirumahnya, Chanmi memperlakukan boneka itu dengan sangat baik. Setelah dimandikan, boneka itu dijahitnya dengan begitu hati-hati dan diberikannya parfum.

“Chanmi-ya… makan malam!” panggil ibunya dari ruang makan dilantai bawah.

“nde, ommaa..” boneka itu segera diletakkannya diatas meja belajarnya lalu pergi keluar untuk makan malam

………………………

“Hoaaammm… oo sudah jam segini? Lebih baik aku tidur” ucap Chanmi sambil melihat jam dindingnya. Pukul 23.00, sudah waktunya tidur. Buku yang sejak tadi dibacanya lalu ditutup dan dia pun segera berjalan menuju ranjangnya. Dia diam sejenak melihat boneka Teddy bear itu.

“kau duduk disini saja ya!” ujarnya segera membenarkan tempat duduk boneka itu di meja belajarnya. Dia pun segera pergi tidur.

…………………………

Malam ini begitu cerah walau tidak ada bulan, tapi begitu banyak bintang bertaburan dilangit malam dengan pesona kerlap-kerlipnya. Kini tepat pukul 1.00 pagi dini hari. Incheon sudah mulai tenang dari keramaian dan aktivitas orang pada malam hari. Rumah keluarga Heo (keluarga Chanmi) juga sudah tenang, semua penghuni dirumah itu sudah tertidur.

Selain bintang yang kerlap-kerlip itu, salah satu bintangnya jatuh kebumi, benar-benar pemandangan yang indah. Bintang jatuh itu malah pergi kesuatu tempat, dan menuju Incheon. Dan terus kerumah Heo dan sampai kekamar Chanmi. Apa yang terjadi kemudian? Apa rumah itu terbakar? Hancur? Meledak?

Tidak, rumah itu biasa-biasa saja. Bintang tersebut tembus kerumah Chanmi dan menjadi cahaya lalu masuk kedalam boneka Teddy bear dan menghilang didalamnya. Tidak terjadi apa-apa pada boneka itu, hanya bergerak sedikit dan rebah dari duduknya.

………………………………..

Pukul 17.00, saat pulang sekolah.

“aku pulang…” teriak Chanmi saat memasuki rumah.”loh? omma.. mau kemana?” tanya Chanmi yang melihat ibunya yang bersiap-siap pergi.

“menjenguk teman omma yang dirawat dirumah sakit. Makanan sudah siap dimeja, ada buah dikulkas, kamu dirumah saja, appamu pulang malam”

“nde…” jawab Chanmi lemas, kali inipun ia tidak diijinkan keluar.

“huaaaaaaaaahhhhhhh panas….” Ujarnya ketika berada didalam kamar dan sambil meletakkan tasnya dimeja belajar. Dia lalu melepas jas sekolahnya dan meletakkannya diatas tempat tidur.

“hoaammm… kenapa hari ini aku lelah sekali?” tanyanya pada dirinya setelah dengan sengaja membuang dirinya ketempat tidur.

Belum berapa lama ia memejamkan mata, gadis itu membuka mata lagi sambil memiringkan badannya dan memeluk gulingnya dengan sebelah kaki dan tangannya. Aneh, kenapa guling ini besar sekali? Pikirnya sambil meraba-raba guling itu. karena merasa penasaran, Chanmi lalu membuka selimut yang menutupi guling besarnya. Saat melihat guling itu matanya terbelalak.

“I I igo mwo?” pikirnya.

Ternyata guling itu telah berubah menjadi seorang namja. Ani, ini memang namja. Mwo? namja? Ucap Chanmi dalam hati. Saking syoknya dia sampai tidak dapat melakukan apa-apa apalagi sampai melakukan gerakan reflex seperti berteriak, melompat, menjauh atau berlari sekalipun. Hanya matanya saja yang menatap namja itu tanpa berkedip yang sedanh tertidur pulas sambil tiarap memeluk guling dengan setengah badannya masih ditutupi selimut.

Namja itu lalu membalikkan kepalanya dan menghadap Chanmi. Chanmi masih saja mematung dengan matanya yang super-duper besar dan masih dengan posisi yang sama. Berbaring didekat namja itu yang kini dihadapannya dengan sambil memeluknya!

10 detik…

15 detik…

20 detik…

Dengan rasa yang malas dan bibir yang manyun, namja itu membuka matanya beberapa detik dan  melihat Chanmi didepannya. Tapi sepertinya hal itu tidak jadi masalah baginya, lalu ia pun kembali menutup matanya. Suasana pun kembali tenang dan hikmat.

5 detik…

10 detik…

“HUAAAAAA…..”

“OMO…”

Kali ini mereka berdua begitu kompak dan spontan. Chanmi dengan mata yang melebar dan namja itu yang matanya masih menutup reflex mundur dan saling menjauhi masing-masing. Namja itu karena mundur terlalu kuat, kepalanya jadi terbentur dengan keras didinding. Karena ranjang Chanmi berada tepat didekat dinding sebelah kanan. Sedangkan Chanmi, mundurnya terlalu jauh sehingga membuatnya jatuh kelantai.

BRAKK..

JDAKK..

“Aigoo.. ”

“omo… punggungku..”

Pekik keduanya bersamaan.

“bukan kau saja, kepalaku juga sakit.” Protes namja itu. Chanmi berdiri pelan-pelan seperti nenek-nenek yang bermasalah pada punggung sambil memegang pinggiran ranjangnya untuk berdiri.

“aaaaaa……” teriaknya setelah berdiri. Namja itu tersontak kaget dan sekali lagi kepalanya terhantuk dinding, padahal dia berniat menutup telinganya.

“Ya! Bisakah kau tutup mulutmu?!” protes namja itu lagi sambil mengusap kepalanya yang terbentur.

“nuguya!” tanya Chanmi.

“kau yang siapa!” jawab namja itu dengan pertanyaan yang sama.

“chakaman. Ini… ini rumahku. Bagaimana kau bisa, masuk kesini? Apalagi sampai tidur dikamarku. Apa omma yang mengijinkanmu masuk?”

“saat berubah, aku sudah ada disini. Karena mengantuk ya aku tidur saja. Tapi, kau datang mengganggu kedamaianku!” jawabnya seperti didalam drama.

“apa maksudmu dengan berubah? Haaahhhh… dasar mesumm… CEPAT PAKAI BAJUMU!!!” umpat Chanmi sambil membalikkan kepalanya, menutup matanya dan mengacak pinggang.

“baju?” tanya si namja pada dirinya lalu meraba-raba badannya sendiri. Seakan menyadari sesuatu dia lalu melihat bagian kakinya yang tertutupi oleh selimut, sejak bangun tadi tubuh bagian atasnya tidak mengenakan baju apapun. Bagaimana dengan celana? Apa dia memakainya?

“pakaianku!!” ujarnya dengan panik dan menutup bagian dadanya dengan selimut.

“mworago? Jangan katakan kalau….” Tanya Chanmi dengan dengan khawatir, yeoja ini tau apa yang dimaksud si namja dan bertanya dengan setengah pertanyaan.

“dasar tidak tahu malu! Kau masuk kerumahku bahkan berani tidur dikamarku dengan tidak mengenakan pakaian? Apa-apaan kau ini? Terlalu!” cela Chanmi marah. Namja itu hanya diam dimarahi sambil tertunduk dan sekali menghela napas panjang. Dia tahu kalau dirinya salah.

“mianhae, pinjamkan aku dulu pakaian… jebal..” ujar namja itu memelas.

“tunggu disini, jangan kemana-mana!” tegas Chanmi segera keluar kamar tanpa melihat namja itu sedikit pun.

“nde…” turut namja itu. kali ini mereka mulai tenang.

Setelah berapa lama, Chanmi kembali dan membawakan namja itu baju dongsaengnya.

“pakai ini…” ujarnya sambil memberikan baju itu pada namja itu dan segera pergi keluar kamar (gak mungkin banget deh dia dikamar itu dengan namja yang akan mengenakan baju).

Beberapa menit kemudian Chanmi kembali kekamarnya sambil membawa 2 gelas the hangat. Dia melihat lelaki itu sekali lagi. Pakaian yang dipakainya terlihat sempit. Nae dongsaengi tidak sebesar dan setinggi dia, pikir yeoja itu.

“minumlah..” tawar Chanmi lalu duduk disisi ranjang disamping namja itu. jelas tidak dekat karena mereka belum kenal. Mereka saling diam dengan pikiran masing-masing dan minum dengan tenang.

“jadi, bagaimana kau bisa disini?” tanya Chanmi membuka pembicaraan.

“aku memang sudah ada disini sejak kemarin..”

“sejak kemarin? Aku sedang tidak bercanda! Aku serius!”

“kau pikir aku juga sedang bercanda? Aku juga serius!”

“bagaimana mungkin omma mengijinkanmu masuk kesini?”

“mungkin saja. Karena kau yang membawaku”

“nugu? Siapa yang bawa siapa? Aku? Aku tidak pernahmembawa siapapun kerumahku”

“terserah kau saja”

“baiklah, cukup sampai disini! Kau boleh pulang sekarang” ucap Chanmi yang ingin mengakhiri pembicaraan seraya berdiri.

“mwo?” tanya namja itu sambil meletakkan gelasnya di meja belajar. “aku tidak punya tempat tinggal, ijinkan aku tinggal disini!” pinta namja itu.

“Andwe! Nae Omma akan segera pulang. Kau pergilah sekarang” tolak Chanmi.

“jebal! Percayalah padaku. Aku tidak tahu harus kemana” bujuk namja itu agar diperbolehkan tinggal.

“andweyo!” pulanglah sekarang. Kaja” tolak Chanmi lagi dan kali ini menariknya keluar. Ketika hampir didepan pintu, saat itu juga pintu dibuka dari luar.

“itu omma!” ujar Chanmi mulai khawatir ketika melihat ommanya melalui kamera CCTV pintu luar.

“kembali ke kamar” ucapnya menarik namja itu kembali ke kamar.

“haishh.. kenapa omma pulang sekarang? Dia baru pergi selama 2 jam” keluh Chanmi panik.

“diam disini, jangan keluar!” perintah Chanmi saat mereka tiba dikamarnya. Karena mengerti dengan yang dimaksud Chanmi, namja itu lalu bersembunyi dibalik selimut seperti pertama ia tidur disitu. Chanmi bergegas keluar dan menutup rapat pintu kamarnya.

“omo!” ucapnya yang sangat kaget ketika membalikkan badannya.

“waeyo? Kenapa kau begitu kaget?” tanya Omma Chanmi yang membuat Chanmi kaget setengah mati karena kedatangan ommanya yang tak terduga.

“a..aniya, gwenchanayo. Aku hanya kaget saja” jawab Chanmi gelisah menandakan dia sedang menyembunyikan sesuatu.

“apa ada yang kau sembunyikan Chanmi?” tanya ommanya yang mengerti dengan tingkah laku Chanmi.

“Andweyo, omma. Ayo kita pergi”

“neon gojimal”

“ommaa…!! Percayalah pada anakmu ini, memangnya apa yang bisa kusembunyikan darimu?”

“chakaman…” tahan omma Chanmi, lalu dia berjalan melewati Chanmi dan membuka pintu kamarnya. TAMATLAH SUDAH!!! Pikir Chanmi sambil memejamkan matanya.

“a..ampun omma.. mian, jongmal mianhae. Aku sungguh-sungguh tidak bermaksud untuk… aku bisa menjelaskan semuanya, ini hanya kecelakaan, ini salah paham. Aku..aku..” Chanmi memohon-mohon pada ommanya.

“BERSIHKAN SEKARANG JUGA!”

“mwo?”

“ppali! Bersihkan kamarmu. Jadi ini yang kau sembunyikan? Sampai kapan kau membiarkan kamar kotor, hah?” perintah omma Chanmi sambil marah. Chanmi merasa dirinya akan mati sekarang menjadi bingung. Saking bingungnya dia sampai tak sanggup berkata-kata.

“kenapa melongo? Cepat bersihkan!” ulang ommanya.

“aaa…eee huft..nde..” jawab Chanmi sambil berdesah kecil. Ommanya lalu pergi menuju kamar omma. Berulangkali Chanmi mengusap-usap dadanya sambil menghirup napas dalam-dalam. Kali ini dia bernapas lega karena ommanya tidak menemukan apapun dikamarnya. Namja itu? pikirnya lalu bergegas masuk kekamarnya dan mengunci pintu. Chanmi lalu mendekati tempat tidur dan membuka selimutnya.

“apa-apaan ini? Bukankah tadi dia disini?” ujarnya pelan tak menemukan apapun dibalik selimut itu. lalu gadis itu membuka lebar selimutnya, ini batu yang kuberikan tadi kan? Pikirnya. Ketika mengambil baju itu, sebuah boneka terjatuh dari kasur dilantainya.

“Teddy bear? Hah? Apa-apaan ini? Mana namja itu?” tanya Chanmi sambil marah dan menggeledah seluruh kamarnya.

“apa dia keluar lewat jendela?” ucap Chanmi kemudian sambil membuka jendela dan melihat kiri kanan diluar.

“tapi dia tidak mengenakan pakaian ini, apa dia punya pakaian lain?” tanya Chanmi sambil memegang baju tadi yang diberikannya pada namja itu.

“hhuuufftt…” desahnya sambil membalikkan badannya dan terduduk dengan pelan dibawah jendela.

“kenapa boneka ini ada disini? Bukankah aku meletakkannya di meja belajarku?” tanya Chanmi yang mengalihkan pandangannya keboneka itu dan meletakkannya kembali kemeja belajar.

………………………

“Chanmi ah.. makan malam..” panggil ibunya dari dapur.

“nde omma.. chakaman…” jawab Chanmi seraya meletakkan kembali buku-bukunya dan keluar untuk makan malam. Saat keluar dan menutup pintu kamar, muncul seperti cahaya kilat yang begitu terang sampai menembus lubang kecil tempat kunci pintu kamar dan sempat terlihat sebelum pintu itu ditutup rapat oleh Chanmi. Tapi Chanmi tidak melihat itu, karena ia menutup pintu sambil menghadap kedepan dan keluar.

Selesai makan, Chanmi langsung kembali kekamarnya. lho? Baju dan bonekanya mana? Pikir yeoja itu. dia hanya memeandang aneh temaptnya meletakkan boneka dan baju dongsaengnya yang tadi siang dikenakan seorang namja yang tak jelas datang dari mana. Tak mau ambil pusing, Chanmi hanya mengangkat bahu dan memanyunkan sedikit mulutnya lalu kembali ke aktifitasnya pada buku.

Sudah menjadi kebiasaan Chanmi membaca atau menulis sesuatu sambil mendengarkan music. Ketika sedang asyik-asyiknya menulis, pandangannya lalu tertuju pada kasur dan selimutnya. Tapi kemudian dia melanjutkan kembali tulisannya. Beberapa saat kemudian, dia melihat lagi ada yang bergerak dikasurnya. Karena penasaran akhirnya yeoja ini menghampiri kasurnya.

“AAAA….” Teriak Chanmi karena kaget, tapi kemudian menghentikan teriakkannya, takut ommanya mendengar itu. dia hanya menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

“Chanmi ah.. shikeuroo..” ucap namja itu tersentak kaget, dia sejak tadi tertidur di ranjang Chanmi.

“apa yang kau lakukan dikamarku?” tanya Chanmi marah

“Ada apa Chanmi?” tanya Ommanya dari bawah.

“omo!” Hentak Chanmi kaget.

“a aniya omma. Aku hanya kaget cicak tiba-tiba loncat kebukuku. Gwenchanayo…” jawab Chanmi berusaha tenang.

“jongma? Mana cicaknya?” tanya omma tanpa menunggu lalu membuka pintu kamar Chanmi

“sudah kabur..” jawab Chanmi yang duduk disisi kasurnya.

“bersihkan dinding bagian atas dan samping besok “kata omma seraya keluar dan menutup pintu. Setelah omma menutup pintu, namja itu hanya diam terpaku dibalik pintu (sebelum omma masuk, Chanmi sempat menyembunyikannya dibelakang pintu).

“dasar kurang ajar! Lelaki tidak tahu malu! Untuk apa kau menyelinap masuk kekamarku?” tanya Chanmi sambil memukul namja itu beberapa saat diam menunggu ommanya benar-benar jauh dari kamar itu.

“YA// YAA… berhenti memukulku, neomu appeuda… ya! Pabo!”

“sudah menyelinap kau masih memanggilku pabo?”

PLAK..

Satu pukulan mendarat di kepala si namja.

“untuk apa kau kemari? Apa ada yang ketinggalan?” bentak Chanmi

“tidak ada. Sejak kemarin aku memang disini. Aku kedinginan. Makanya aku tidur diranjang” jawab namja itu dengan santai dan kembali keranjang untuk tidur.

PLAK..

Sebuah buku tebal mendarat dibahunya.

“untuk apa tidur lagi?? CEPAT BANGUN..!!!!”

— TBC —

Dan begitulah sodara? Bagus gak? Kalau bagus beri komen yahh?? YAAAA… Nhurhayatiee… eodie issoyo??? Hehehe.. trus kenapa saya bisa masuk dengan profilnya? Karena saya tau passwordnya *hehehe..* yadung, sebagai admin harus saling mengetahui password anggota.. hahahak…>.<

2 responses to “My Lovely Doll (Part 1)

Komentar ditutup.