Infinite Days

INFINITE DAYS

Title        :        Infinite Days
Author    :        Yesunggyu – Amalia Laili
Length    :        One Shot
Genre      :        Comedy, Romantic

Cast        :        Lee Sungyeol, Lee Hyerin

 

……………………

Sungyeol dan Hyerin baru saja pergi dari bandara, mereka melarikan diri dari Drama Sunggyu dan Soyu *baca SungBrother yah*. Mereka sekarang ada di pinggir jalan, terlantar lebih tepatnya. Kebingungan kemana tujuan hidup.

“oppa, kita mau pergi kemana sih sebenarnya?” tanya Hyerin yang berjalan disamping kiri Sungyeol.

“entahlah… aku juga bingung… kau mau kemana?” tanya Sungyeol kembali sambil berhenti dan melihat Hyerin.

“oppa! Oppa yang mengajakku pergi darisana. Kita kembali aja yuk!” Hyerin membalikkan badannya menuju bandara. Sungyeol langsung menarik tangannya.

“ya! Nde, nde, kita pergi saja ketempat lain…”

“kemana?” Hyerin berbalik dan menatap Sungyeol

“ehmmm…”

……………………

“huahhh… oppa.. kenapa mengajakku kesini?”

“loh, waeyo? Kau suka kan?”

“hem,… iya sihh… tapii…”

“waeyo??”

“oppa… kesana dulu…” Hyerin menarik tangan Sungyeol dan mengajaknya kesuatu tempat.

“eh eh.. nde…” Sungyeol hanya mengikuti sambil tersenyum.

Mereka sekarang ada di taman bermain.. entahlah.. author tidak tahu namanya. Bukan gak pernah ketempat kayak gitu. Cuman baru sekali *ketahuan kere*. Lanjut. Hyerin mengajak Sungyeol menuju bianglala.

“Hyerin? Kesini? Waeyo?” tanya Sungyeol heran sambil melihat dengan seksama bianglala tersebut.

“loh… waeyo? Aku menyukai ini… ayo naik…” Hyerin mengajak Sungyeol naik bianglala. Dan Sungyeol tentu saja mengalah.

Selama 5 menit mereka berputar-putar di bianglala. Sepertinya Hyerin sangat senang. Dia terus menampakkan wajahnya bahagia. Setelah selesai.

“huaaaaaaaaaaaaahhhhh…. Keren banget oppa…”

“masa? Kok kamu suka banget naik bianglala? Kayak anak kecil” ujar Sungyeol

“terserah aku dong! Ayo, oppa mau kemana?”

“aku? Kalau kau mau kemana?”

“bianglala lagi!”

“ya! Kenapa kau sangat suka kesana?”

“….” Hyerin hanya diam menatap Sungyeol. Sungyeol jadi merasa tidak nyaman.

“hem… nde.. kita ke rumah hantu saja.. aku mau kesana…”

“ANI! Aku tidak mau!” Hyerin langsung berteriak dan menutup telinganya.

“wae?”

“aku tidak suka!” sambil menutup telinganya, Hyerin menggelengkan kepala

“oh… yasudah… kita pergi kemana yang kau mau..” Sungyeol sudah memprediksi, pasti ke bianglala.

“ke… rumah boneka saja…” ujar Hyerin

“baiklah…kenapa tidak mau ke bianglala?” Sungyeol kaget, tebakannya salah.

“oppa, membuatku takut”

“hah? Takut apa?”

“ani.. nah, kaja!” Hyerin menarik tangan Sungyeol. Mereka berdua pun bergandengan tangan menuju Rumah boneka.

…………………

Mereka baru saja dari rumah boneka.

“mau?” tanya Sungyeol sambil memberikan Hyerin es krim. Hyerin segera mengambilnya.

“eh, Hyerin-ah.. aku boleh tanya, tidak?”

“tanya lah..”

“kenapa sangat suka bianglala?”

“karena bianglala itu bagus..”

“bagus? Yang lain? Yang lain juga bagus kan?”

“bagus… tapi aku lebih suka bianglala…”

“tapi kenapa?”

“tidak boleh ya?”

“boleh sih… tapi kenapa?”

“karena aku suka…”

“ishh… sudahlah… kita pergi ketempat lain!” Sungyeol mempercepat jalannya, Hyerin mengikuti dari belakang.

“Sungyeol oppa!” teriak Hyerin

“hm? Kau mau ke bianglala?”

“ani… ke museum Alice in Wonderland ya!”

“heh? Baiklah…. Kau benar-benar kekanak-kanakan..”

“ppali ya…”

………………..

Tempat seperti apa museum Alice in Wonderland itu? begini, disana seperti yang ada di cerita Alice. Sangat menyenangkan kalau berada disana *mesti nonton MV Hug One More-nya Girls’ Day, hehehe*. Hyerin berada disana seperti anak kecil. Dia berlari dan berputar.

“oh ya oppa…” katanya pada Sungyeol yang duduk diseberangnya. Pembatas mereka adalah bingkai yang tembus.

“hem?”

“gomawo yah..”

“untuk?”

“mengajakku kesini…”

“gwenchana… aku juga senang melihatmu senang. Kau senang kan?”

“nde…. Neomu haengbokhae..” Hyerin tersenyum. “aku tidak akan melupakan hari ini…”

“yah… kita pergi lagi yukk..” Sungyeol pun beranjak dari tempat duduknya dan mengajak Hyerin pergi dari sana.

…………………

“naik roller coaster?” Hyerin melihat para mantan penumpang roller coaster yang mau mati.

“nde! Kali ini biarkan aku pergi ketempat yang kuinginkan!” tegas Sungyeol

“oppa… aku tidak berani…”

“ani! Kau harus ikut…”

“oppa…”

“ayolah Hyerin… gwenchana… semua akan baik-baik aja kok!”

“hem baiklahh… setelah ini kita ke kincir angin ya!”

“sip! Ayo!”

Sungyeol menarik tangan Hyerin. Mereka mengambil tempat duduk di deretan kelima dari belakang. Dan segera bersiap.

…………………………

“ternyata sangat menyenangkan ya! Naik lagi yuk oppa!” Hyerin loncat-loncat kegirangan.

“mwo?” Sungyeol setengan hidup setengah mati. Dia memegang kedua lututnya yang bergetar sambil melihat takjub yeojachingunya. “padahal aku berharap dia ketakutan…”

“nde, mau tidak?”

“ini sudah malam Hyerin. Kau tidak dicari Hoya hyung?”

“oppa? Ani, dia tidak akan mencariku sampai jam 12 malam. Ini baru jam 8 malam. Ayo!” Hyerin menarik tangan Sungyeol.

“chakaman..” Sungyeol memegang tangan Hyerin yang memegang tangan kanannya. “kita makan dulu. Aku lapar..”

“dimana?”

“di toilet!”

“mwo?”

“hehehe… tentu saja di tempat makan.. ah, disana! Kaja!”

Sungyeol menggandeng tangan Hyerin, mengajaknya makan di sebuah kafe dekat permainan Roller coaster. Begitu sampai ditempat itu, Sungyeol mempersilakan Hyerin duduk duluan, lalu dia pun duduk dibangku dihadapan Hyerin.

“yang ini, dan ini…” ujar Sungyeol pada pelayan yang datang menghampiri.

“kau punya uang?”

“heh? Ya punya lah… aku kan kerja..”

“kerja apa? Kau masih SMA kan?”

“aku kerja di Lab. Sekolah… hahaha…”

“benarkah? Memangnya kau bisa?”

“bisa!”

“hahaha… terserah lah…”

“…”

“….”

“boleh aku bertanya, Hyerin?”

“silahkan. Bukankah sekarang kau sudah bertanya?” ujar Hyerin tersenyum.

“hahahaa.. benar…” Sungyeol malah tertawa sambil menepuk pelan jidatnya. “itu, kenapa kau sangat suka bianglala?”

“tidak boleh ya?”

“sudah. Jangan melakukan percakapan yang tadi siang lagi. Kali ini berbeda”

“ehm.. baiklah… kau tahu kan, kalau dulu aku ini orang kaya?”

“nde. Lalu?”

“aku sangat suka kesini saat kecil… dan bianglala itu adalah tempat yang sangat kusukai. Tapi tempat itu juga tempat yang dulu tidak kusukai…” jawab Hyerin.

“waeyo?”

“ayahku. Sejak dia bangkrut, kami tidak pernah kesini lagi selama 2 tahun itu. ayahku bekerja di salah satu restoran dekat rumah kami yang baru. Dan ayahku sangat stress atas kejadian ayah Sunggyu oppa yang jahat itu…”

“lalu?”

“sehari sebelum dia bunuh diri…ah, sudahlah…” Hyerin mendesah begitu sang pelayan datang membawakan makanan.

“ah, gomawo..” ujar Sungyeol pada Pelayan itu dan kembali melihat Hyerin “ani… teruskan..”

“…” Hyerin hanya terdiam melihat makanannya.

“kalau kau tidak cerita, sakit hatimu akan terus ada!”

“ehmmm…” Hyerin tampak ragu untuk bercerita.

“sedikit saja…” ajak Sungyeol

“yah, dia mengajakku kesini. Aku sangat senang, itu saat aku masih SD. Dan tentunya aku sangat senang sekali…”

“….”

“dia mengajakku ke bianglala…” Ujar Hyerin menahan air matanya. “kau tahu kenapa aku terus memegang tanganmu selama disini?”

“….” Sungyeol hanya menggelengkan kepalanya

“aku takut kau meninggalkanku… karena ayahku meninggalkanku malam itu. dia menyuruhku menunggu di bianglala dan dia bilang akan kembali…”

“ayahmu…”

“aku menunggu sangat lama. Tapi aku yakin ayah akan kembali. Dia pasti tidak akan meninggalkanku. Jadi aku duduk disana. Sampai tempat ini tutup”

“….”

“pengawas sudah menyuruhku pulang. Aku tidak berani, aku takut ayahku marah. Karena aku yakin ayah akan kembali”

“dan ayahmu?”

“dia, aku tidak tahu pikiran apa yang masuk ke otaknya sampai dia pergi menuju perusahaan ayah Sunggyu oppa. Besoknya. …” Hyerin menangis. Sungyeol segera berdiri dan memberikan tisu pada Hyerin.

“Hyerin-ah… kalau…”

“itu, biarkan aku jelaskan. Besoknya, ibu dan Hoya oppa mencariku, dan menceritakan tentang ayah yang melompat dari lantai 35. Aku sangat kaget dan tidak percaya. Aku sangat tidak suka tempat ini…”

“….”

“tapi, aku tau. Tempat ini tidak salah. Karena tempat ini juga tempat aku bersama keluargaku yang utuh dulu. Tempat ini tidak salah samasekali. Makanya saat kau mengajakku kesini, aku sangat suka sekali…”

“ne? baguslah… mianhae…” ujar Sungyeol minta maaf sambil menundukkan kepalanya.

“ani… gomawo! Karena membawaku kesini. Kita makan dulu. Maaf merepotkan. Aku malah menangis disini.” Ujar Hyerin.

“ehm… gwenchanda… yah, kita makan dulu..” Sungyeol tersenyum dan dibalas Hyerin. Mereka pun makan dengan tenang.

“oppa, nanti ke kincir angin sebentar…”

“baiklah! Makan dulu…” angguk Sungyeol.

…………………………

Malam itu, di kincir angin. Sungyeol dan Hyerin ada disana. Mereka sangat senang.

“oppa…”

“hem?”

“aku sangat suka disini..”

“baguslah…”

“nde, aku bisa melihat semuanya sangat indah…”

“hmmm….” Sungyeol hanya tersenyum. Hatinya sangat berdebar kali ini, dia terus melihat Hyerin yang terus melihat dari jendela pemandangan diluar.

KRAKK…

“omo! Kenapa ini?” ujar Hyerin kaget. Kincir angin itu berhenti, saat mereka berada di puncak.

“sayang sekali..” ujar Sungyeol “tenang saja, hanya sebentar kok…”

“jongmal? Aku kok tidak yakin..”

“percayalah padaku…”

“….”

“Hyerin-ah.. kenapa kau begitu?” tanya Sungyeol melihat Hyerin yang memejamkan matanya dan menutup telinganya menggunakan kedua tangannya.

“aku takut..”

“sudahlah, kita akan baik-baik saja. Aku kan tidak akan meninggalkanmu seperti ini…” ujar Sungyeol

“bagaimana kalau kita jatuh?”

“tidak akan…”

KRITT…

“Uwahh…”

Kincir angin itu kembali bergerak, membuat kepala mereka berdua terbentur.

“mianhae…” ucap Sungyeol pada Hyerin.

“hm.. aigoo..” jawab Hyerin sambil mengusap kepalanya. Mereka lalu saling bertatapan, kali ini wajah mereka sangat dekat.

2 detik

5 detik

10 detik

“anu… sepertinya kincir anginnya sudah baik..” ujar Sungyeol memperbaiki suasana, dia bergerak mundur.

“nde… baguslah…” jawab Hyerin ikut mundur dan memperbaiki rambut kincir kudanya.

Mereka berdua tidak berbicara lagi sampai keluar dari kincir angin.

“gomapta! Hari ini sangat menyenangkan!” ujar Hyerin

“sampai kapan mau berterimakasihnya?” tanya Sungyeol lagi.

“hehehe…”

“….”

“….”

“Hyerin-ah… kau mau tidak kesini lagi?” Tanya Sungyeol

“andwe!” ujar Hyerin spontan membuat Sungyeol kaget.

“waeyo?”

“aku bosan.. kita ketempat lain saja…” ujar Hyerin

“hahaha… nde, kau benar…”

“kita ke perpustakaan yuk minggu depan!”

“waeyo? Apa kau ditinggal Hoya hyung disana?”

“ya!” ujar Hyerin jengkel

“hahaha.. mian..”

“….”

“tapi Hyerin, kau tau? Aku….” Sungyeol menyuruh Hyerin mendekat karena dia ingin mengucapkan sesuatu ditelinga Hyerin.

“hem?”

“@#$%^%$#@”

“mwo?”

“ish… !@$#%^&”

“hem?”

“AKU TIDAK AKAN MENINGGALKANMU! Kau ini…” Sungyeol malah teriak ditempat itu, hingga semua orang dengar. Dia yang segera sadar pun menutup mulutnya dan memukul kepalanya.

“hahaha… nde… araso…” Hyerin hanya tertawa kecil.

……………………………..

Selesai deh… aku selesai kan? Tinggal Hoya nih belum… gimana yah? Pokoknya semua… thanks for reading! Comment please…^^

2 responses to “Infinite Days

Komentar ditutup.