My Lovely Doll (Part 3)

MY LOVELY DOLL

Title        :        My Lovely Doll (Part 3)
Author    :        Taeminwoo – Nhuerhayatie
Length    :        Continue
Genre      :        Romance, Comedy

Cast        :        Heo Chanmi (5Dolls), Kim Kibum (UKISS), Alexander (UKISS), Seo Eunkyou (5Dolls)

…………………

AUTHOR POV

“bisa tutup matamu?”Ujar Kibum saat mereka bermain dipantai.

“MWO?” Chanmi kaget dengan setengah berteriak

“tenang saja, aku tidak akan berbuat hal yang aneh..” ujarnya. Dengan ragu-ragu dan masih terheran, Chanmi menutup matanya.

Lama Kibum menatap wajah Chanmi yang sedang menutup matanya.

“aku akan sangat merindukanmu, Chanmi-ahh..” ujarnya dalam hati lalu tersenyum miris.

“….”

“kau, apa yang kau lakukan?” ujar Chanmi tak sabar.

“tunggu sebentar dulu, jangan buka matamu..” ujarnya lembut. “hmmm…”

“eh, Chakaman!” ujar Chanmi tiba-tiba.

“hah? Waeyo?” tanya Kibum.

“itu.. terimakasih sudah mau menjadi temanku selama ini…”

“mwo? aku salah dengar?”

“ani, terimakasih sudah mau menjadi temanku selama ini…” Ujar Chanmi lagi, dia tampak gugup.

“mwo? katakan lagi?” ujar Kibum lagi meminta dengan manja.

“mau mati!”

“hahaha… nde… kita ulangi. Kau tetap menutup matamu, ya!”

“…”

Dengan wajah yang lesu, Kibum mengangkat tangan kanannya sampai di wajah Chanmi. Kemudian telunjuk dan jempolnya dipertemukan membentuk huruf O dan diarahkannya ke jidat Chanmi. Lalu didekatkannya dengan sedikit ragu-ragu, tangannya sedikit bergetar. Saat jidat Chanmi dan tangan Kibum berjarak 5 cm, Kibum lalu menyentil pelan jidat Chanmi.

TAKK..

Seketika itu juga Chanmi pingsan dan terjatuh kebelakang, dengan cepat Kibum menangkapnya agar tidak terjatuh kepasir. Kibum pun menggendongnya dan membawa Chanmi sampai kerumah yeoja ini.

……………………..

Tiba didepan rumah Chanmi, Kibum meletakkan Chanmi dalam posisi duduk didepan pagarnya, lalu dia memencet bel sekali dan berlari kesamping pagar. Ibu Chanmi yang membuka pintu berteriak memanggil ayahnya dan mereka bersama-sama membawa Chanmi masuk, Kibum yang melihat Chanmi telah masuk ke rumah kemudian berbalik dan berjalan menjauhi rumah Chanmi dan hilang dibalik kegelapan.

………………….

“omma…. pulang sekolah aku akan kebioskop. Jadi mungkin aku akan pulang agak malam…” ujar Chanmi saat dia ada didepan pintu memasang sepatunya. Akan pergi menuju sekolah.

“ani! Hari ini kamu jangan kemana-mana. Pulang sekolah langsung kerumah. Kalau tidak, selama seminggu kamu jangan keluar kamar. Tidak boleh nonton tv, tidak boleh makan es krim!” ujar ommanya menjawab dari dapur.

“ommaaa….” Desah Chanmi.

“he em… jangan membantah ya!”

“huahhh… nde… aku pergi dulu…” Chanmi segera pergi dengan lesu.

“apa yang harus kukatakan pada Alexander oppa?” ujarnya.

“mwo? nugu?” teriak ommanya.

“bagaimana omma bisa mendengarnya? Bukan siapa-siapa… omma masak saja.. biar saat pulang nanti aku tidak kelaparan..” teriak Chanmi dan segera berlari, dia malas berdebat dengan ommanya pagi itu.

“anak itu.. hmm ckckckck… anak muda jaman sekarang…” ujar ommanya sambil terus memasak.

………………………..

“Hufftt…”

Desah Chanmi dipinggir pantai. Tampak sekali dia sangat kesal.

Hari ini, semuanya dimulai kembali, tidak akan ada Kibum lagi, tidak akan ada Teddy bear lagi. Semuanya kembali kehari dimana Chanmi pertama kali menemukan boneka Teddy bear itu. bagaimana dia dengan kesal berjalan sambil menghentak-hentakkan kakinya karena rencananya nonton dengan Alexander oppa batal sampai akhirnya dia menemukan boneka Teddy bear itu yang terseret gelombang hingga kekakinya.

“ya sudah. Nasib kita sama! Mau kerumahku?”

Lalu Chanmi pulang dengan membawa boneka itu sambil mengayunkan tangannya yang sedang memegang tangan boneka itu. persis sekali, sesampainya dirumah Chanmi lalu membersihkan boneka itu. lalu dikamarnya, yeoja ini memperbaiki dan menjahit boneka ini hingga rapi dan diberikannya parfum agar harum.

“sepertinya ini pernah terjadi… saat mimpi mungkin?” ucapnya bertanya pada diri sendiri. Seperti biasa dia hanya mengangkat bahu dan tak mau ambil pusing.

Kemudian dia tertidur hingga bangun paginya kembali. Tidak terjadi apa-apa pada boneka itu, masih duduk diatas meja seperti yang diletakkan Chanmi tadi malam.

Pukul 17.00, saat pulang sekolah.

“aku pulang…” teriak Chanmi saat memasuki rumah.”loh? omma.. mau kemana?” tanya Chanmi yang melihat ibunya yang bersiap-siap pergi.

“menjenguk teman omma yang dirawat dirumah sakit. Makanan sudah siap dimeja, ada buah dikulkas, kamu dirumah saja, appamu pulang malam”

“nde…” jawab Chanmi lemas.

Semuanya berjalan seperti semula, tapi kali ini tidak ada yang aneh bahkan saat Chanmi merebahkan diri diranjangnya. Lama dia berbaring kemudia membalikkan badannya dan mengambil boneka Teddy bear yang ditemukannya kemarin.

“uwahhh… noreul neomu kyeopta! Sebaiknya aku memanggilmu apa ya?” pikirnya sambil membalik-balik badan boneka itu.

“ehmm… bagaimana kalau Kibum saja?” putusnya.

“kenapa nama itu? jelek sekali. Kampungan sekali, banyak banget lagi yang punya nama itu. ah sudahlah. Terserah aku mau kasih nama apa!” ujarnya “kenapa aku bisa terpikirkan nama itu ya? Apa karena sangat kampungan?”

“sudahlah… pokoknya, namamu sekarang Kibum. Agachi? Ah… neomu kyeopta!”

………………………….

5 TAHUN KEMUDIAN

Omo… aku gugup sekali. Pikir Chanmi. Saat ini dia sedang berada didepan pintu sebuah perusahaan tempatnya bekerja. Hari ini adalah hari pertamanya bekerja setelah dia menyelesaikan kuliahnya disalah satu universitas yang ada di Seoul.

“annyeong haseyo, Heo Chanmi imnida… karyawan baru disini..” sapa Chanmi pada seorang resepsionis disitu.

“ah, nde.. annyeong haseyo… nona Heo, ehm sebagai sekretaris Presdir yang baru yah?” tanya orang itu lagi.

“nde… dimana tempat saya akan bekerja?”

“itu.. ada di lantai 20, kau bisa kesana kan? Sebelumnya, sapa lah rekan kerjamu, jika bisa sekalian Presdirnya…” ujar resepsionis itu ramah dengan menunjukkan lift yang ada di depan mereka.

“oh..nde… gomapsumnida! Senang bisa berkenalan!” ujar Chanmi sambil membungkukkan badannya.

“nde… fighting!” ujar resepsionis itu lagi. Membuat Chanmi tersenyum.

“orang disini pasti baik semua ya?” dia pun masuk ke lift menuju lantai atas dan memencet tombol 2 dan 0.

“eitt… chakaman…” sebuah tangan menjulur menuju lift, menghentikan gerakan pintu lift. Seorang namja (yang tangannya tadi menjulur) segera masuk dan bernapas lega.

“aigoo.. bisa geser sedikit?” ujar namja itu sambil menyuruh Chanmi bergeser. Dia pun melihat Chanmi dan menatapnya dari atas kebawah dan keatas lagi.

“waeyo? Anda sangat tidak sopan!” ujar Chanmi “tidak beradab. Apa-apaan dia ini. Pakaiannya tidak mencerminkan sikapnya” pikir Chanmi sambil melihat namja itu mengenakan pakaian yang bermerk.

“hah? Mianhae, aku hanya kaget. Aku baru tau ada manusia baru di perusahaan ini. Siapa kau?” Namja itu terlihat kesal dia pun menunjuk-nunjuk wajah Chanmi.

“Heo Chanmi imnida.. sekretaris Presdir yang baru..” ujar Chanmi “terserahlah.. aku malas berdebat panjang” pikirnya sambil kembali focus ke pintu lift.

“ohh… kita bekerja di ruangan yang sama..”

“jongmal? Kau sekretaris juga?”

“aku? Hahaha… ani.. eh, sudah sampai nona ehmm Heo.. silahkan” ujar namja itu sambil mempersilakan Chanmi keluar. Chanmi hanya diam. “eh.. ani… nanti kau di omel yang lain.. kau dibelakangku…” Namja itu menghentikan langkah Chanmi. Chanmi yang tidak mengerti hanya menuruti saja dan berjalan dibelakang namja itu sampai mereka ada di ruang Sekretaris yang ada didekatnya ruang Presdir.

KRAKK…

Begitu namja itu membuka pintu.

“annyeonghasimnida, Presdir…” ujar semua Sekretarsis yang berjumlah 3 disana. Chanmi hanya terbengong-bengong.

“annyeong haseyo…” namja itu yang ternyata Presdir.

“ya ya… kau kesini..” bisik seorang sekretaris yeoja segera menarik tangan Chanmi.

“sekretaris baru ya? Kesini dulu…”

………………………..

CHANMI POV

Percaya tidak percaya, aku jadi sekretaris utama begitu masuk di perusahaan ini. Pertama aku merasa sangat keberatan karena aku baru disini, tapi sunbae yang lain malah mendukungku. Aku tidak mengerti. Dan satu yang tidak bisa masuk dikepalaku. NAMJA ITU ADALAH ATASANKU? DIA PRESDIR? What the hell in the world?

KRINGG..

“bisa saya…”

“bawakan aku minuman… air putih, sekarang!”

Tiiitt…

“mwo?” aku kaget setengah hidup. Baru juga aku bernapas setelah merapikan barang-barang dimejaku. Tiba-tiba Presdir itu menelpon tanpa aku (lagi) sempat bertanya dan tanpa (lagi2) menjawab ya atau tidak.

“Presdir memang seperti itu. yang sabar yah…” yeoja itu, Sumi (sesama Sekretaris), menyemangatiku. Aku lalu melihat kedua sekretaris lainnya, mereka juga. Dasar…

Aku pun bangkit dan mengambilkan minuman untuk Presdir. Dan…

“Siapa nama Presdir tadi?” tanya ku pada Sumi.

“Kim Kibum…”

“mwo? nugu?”

“Kim Kibum. Waeyo?”

“ani..” ujarku. Namanya mirip dengan nama bonekaku. Huahh…

………………………..

1 BULAN KEMUDIAN

KIBUM POV

Baik. Sudah 1 bulan. Dan aku… sangat merindukan Chanmi. Bukan, aku tidak, sama sekali tidak merindukannya selama 5 tahun 1 bulan yang lalu. Tapi  1 bulan ini, sejak dia jadi sekretaris utamaku. Kenapa saat dia ada, aku malah merindukannya. Pabo!

“aigoo…” aku meringis kesakitan karena memukul kepalaku sendiri.

Dia sangat dewasa sekarang dan tentunya makin cantik. Aku sebagai Presdirnya merasa sangat.. entahlah.. seandainya aku bisa untuk mengatakan bahwa aku sangat merindukannya, bisa memeluknya, bermain lagi. Saat-saat itu yang sangat kurindukan. Tapi tidak bisa.

“apa aku berubah yah?” ujarku sendiri. Setidaknya aku bisa belajar banyak darinya. Aku ingat saat 5 tahun 1 bulan yang lalu.

 “sebenarnya, apa sih yang membuatmu mengganggu hidupku? Kalau kau seperti ini terus, maka kau..” omel Chanmi padaku saat aku berbaring di ranjangnya

“eh, Chanmi-ah, bagaimana caranya menjadi pria yang baik?” tanyaku mengalihkan perhatian.

“akhirnya kau bertanya juga. Tidak boleh merepotkan orang lain, seperti kau ini. Bersikap dewasa dan professional. Berani dan bertanggungjawab, dan jangan sampai menyakiti hati orang lain..”

“ohh…”

Dia sangat tahu. Aku sudah berubah, yah sedikit. Aku bisa memimpin perusahaan ini selama 3 tahun. Bukankah itu bagus?

“uahhh… aku sudah tidak sabar!” rasanya seluruh darah di tubuhku menyuruhku untuk segera “mengaku” kepada Chanmi. Aku melihat jam dindingku. Charata! Ini jam makan siang. Aku pun segera keluar dari ruanganku.

“Nona Heo..” ujarku pada Chanmi yang sedang menekuni pekerjaannya.

“nde.. ada yang bisa saya bantu?” ujarnya segera bangkit dari tempat duduknya.

“pergilah denganku..” ujarku. Aku tidak tau harus bilang apa lagi. 3 sekretarisku yang lain hanya terdiam melihat kami.

“mianhae?”

“mau ikut atau kupecat?” ujarku. Ini harus kulakukan.

“ah.. mianhae.. saya akan pergi…” Chanmi sedikit kerepotan. Dia pun segera berjalan di belakangku dan mengikutiku keluar dari kantor ini.

…………………………

“ada seseorang yang kusukai. Tapi, aku tidak tahu harus mulai dari mana…” ujarku begitu kami mulai makan di sebuah Restoran yang ada didekat Perusahaanku. Chanmi melirikku sedikit dan kembali menunduk.

“lalu kenapa? Masalah gitu buatku?” pikir Chanmi, kurasa.

“anu.. kenapa kau selalu memakai tas besar itu. kau tau kan, sangat merepotkan, kenapa kau bawa terus?” tanyaku mengalihkan perhatian.

“oh, tas ini? Yah, aku selalu membawa barang kesayanganku didalamnya..” ujarnya singkat.

“bisa kulihat?” tanyaku “memangnya apa yang tidak bisa kau lakukan?” mungkin ini pikiran Chanmi.

“ehm… sebentar..” dia pun menunduk ke bawah meja dan mengambil tas itu, segera mengeluarkan isi tasnya dan…

“yah.. aku tahu ini kekanak-kanakkan, tapi ini sangat berharga untukku. Walau kelihatannya jelek. Tapi, boneka ini, entah kenapa bisa membuatku tenang. Aku tidak tahu sih…. Selama ini dia yang menemaniku dirumah…” ujarnya sambil menatap boneka Teddy bear yang dipegangnya. Ya Tuhan, sebegitukah sayangnya dia pada boneka itu, sampai dia terus membawa tas besar untuk membawanya?

“aku, memberinya nama Kibum. Dan aku sama sekali tidak tahu kenapa. Tapi bukan karena aku tahu nama anda, tapi memang begitulah..” Chanmi tampak gugup mengucapkan alasan dari dia memberinama boneka itu tanpa kutanya.

Yah, aku benci pada diriku yang tidak bisa melakukan apa-apa padanya. Aku mengepalkan tanganku sekuat mungkin. Semuanya bercampur aduk. Rasa marah, menyesal, benci, dan rindu semuanya menjadi satu. Neomu bogoshipo, Chanmi-ah, tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa. Rasanya mau meledak, wajahku terasa panas, dan kurasa mataku mulai berair. Aku berusaha menahan diri.

“nona Heo…” ujarku. Chanmi lalu menaruh bonekanya di tas dan menatapku.

“ani, Chanmi-ah… bisakah kita berteman lagi?”

“hm? Mianhae.. maksud anda?”

— THE END —

………………………………………

EPILOG ON

Aku, Kim Kibum. Namja paling keren di SMA Huruhara *?*. Semua yeoja pasti menyukaiku. Tanya saja satu persatu kalau kau tidak percaya. Aku bisa dibilang Playboy disini. Tapi kurasa tidak. Hanya karena aku memutuskan pacarku, mereka langsung mencap ku sebagai Playboy. Salah sendiri mereka tidak cantik. Hahaha…

Tapi, aku tidak menyangka. Saat aku ada dipantai dan tenggelam. Aku berubah jadi boneka.

“kau bisa kembali menjadi seorang manusia, jika kau menemukan orang yang menyukaimu. Dan kau juga menyukainya. Dan kau bisa bertahan bersamanya selama 4 bulan”

“mwo? hanya itu?”

“nde… tapi jangan pernah kau bersikap baik… bersikaplah seperti anak-anak..”

“waeyo?”

“terserah aku dong. Aku kan yang menyihirmu.. sudahlah.. laksanakan..”

Dasar kejam. Saat ini, tubuhku berbaring di RS. Aku baru saja sadar dari tidurku selama 4 bulan. Lama sekali. Badanku kaku semua. Untung mereka tidak menguburku hidup-hidup. Tapi, entah kenapa. Karena yeoja yang kubantu selama 4 bulan itu, membuatku sangat merindukannya. Benar, aku tidak bohong. Aku berjanji tidak akan jadi playboy lagi. Kenapa aku tidak bisa bertemu dengannya? Kenapa dia tidak boleh mengenalku? Dasar penyihir jahat. Chanmi-ah, aku sangat merindukanmu…

“Aku ingin sehari bisa mengucapkan perpisahan. Boleh tidak?”

“Andwe!”

“ayolah… sehari saja.. sehari saja ya… jebal…”

“ehm baiklah.. sehari saja. Aku kasian sekali melihatmu seminggu ini di RS dengan muka muram. Hanya sehari, araso?”

“araso…”

“tapi setelah itu, kau harus membuat dia melupakanmu. Dan buat dia mengulang harinya…”

“mwo? waeyo?”

“terserah aku dong. Aku kan yang menyihirmu. Kau mau atau tidak?”

“mau! Agesimnida…”

“charata! Kau hanya perlu menyentil pelan jidatnya sebelum matahari terbenam”

“matahari yang di Seoul atau di Busan?”

“yang ada di Afrika! Buat apa kau bertanya yang tidak penting? Sudahlah..”

“…”

“kalau kau menyakiti hatinya, kau kukutuk jadi kodok, dan buat kodok betina jatuh cinta padamu..”

“mwoya! Yang membuatnya sakit hati itu kau! Kau membuatku tidak bisa bersamanya, kau membuat dia jadi tidak bisa disampingku, mengingatku. Dan kau membuatku sakit hati juga, tidak bisa bersamanya…”

“kerjamu bagus sekali Kibum..”

“heh?”

“kau lulus.. sekarang pergilah.. ucapkan selamat tinggal pada Chanmi…”

EPILOG OFF

— THE END —

(beneran, hehehe)

……………………………………………..

Begitulah akhir cerita ini. Ah, sudah waktunya Nurra dan Yesunggyu pamit dari My Lovely Doll. Tunggu ff lainnya yahh.. dan tunggu juga authornya. Huahahaha…*narsis. maaf, ternyata hanya sampai 3 part, hehehe… *gubrak#diamukmassa.

5 responses to “My Lovely Doll (Part 3)

  1. Huaaa, tanggung author critanya
    Di sambung lagi dong, Щ(º̩̩́Дº̩̩̀щ)
    Gantung + penasaran ff nya

    #good(y)

Komentar ditutup.