Remain Memories : Smile Again *Part 4*

REMAIN MEMORIES

Title        :        Remain Memories : Smile Again (part 4-end)
Author    :        Taeminwoo – Nurhayati
Length    :        Continue
Genre     :        Romance, Comedy, sad
Cast        :        Lihyun (OC), Ryeowook (SuJu), Ji Eun (Secret), Namju (A Pink)

Annyeong , akhirnya buat juga lanjutan Remain Memories, walaupun menunggu dengan saaaaaangat lama.

Baiklah mari kita mulai tanpa basa basi lagi. *?*

 

………………………………

“HAHAHA…” suara tawa Namju dan Ji Eun menggelegar diantara orang-orang yang sedang makan direstoran itu.

“dasar payah”

“konyol”

Komentar keduanya disela sela tawa mereka. Ryeowook hanya menggaruk garuk kepalanya dengan polos.

“seharusnya yang takut itu dia, tapi ada apa dengan mu Ryeowook-ah?”Tanya Namju sambil terus tertawa dan memukul-mukul meja *ini ketawa atau ngamuk?*. mereka tertawa lepas.

“ya! Aku memang ingin membuatnya takut, tapi tak kusangka dia sekuat itu. A…aku bukannya takut, aku hanya kaget” sangkal Ryeowook sambil berusaha membela diri.

“uuuu…” ejek Namju dengan pura-pura terharu dan kembali tertawa.

“Wooki kau tahu Lihyun orang yang tidak perduli denga suasana dan keadaan kan?” Tanya Ji Eun sambil menahan tawa.

“memang kenapa?” Tanya Ryeowook kembali dengan kesal.

“kau ditertawai olehnya dan itu berarti kau benar-benar payah dimata Lihyun” jawab Ji Eun. Ryeowook hanya diam, namja ini kehabisan kata-kata. Dia hanya memperbaiki letak duduknya.

“aku kesini untuk curhat, bukan malah ditertawai seperti ini.” Ucap Ryeowook sambil membuang muka.

“hahaha Wooki… Wooki” komentar Namju. Kedua yeoja itu saling berpandangan kemudian tertawa kembali.

 

…………………………

 

RYEOWOOK POV
kali ini jangan sampai memalukan. Harus berhasil dan buat dia terkesan padaku. Ayo Ryeowook-ah, semangat!!. Ntah apa yang kufikirkan, tapi sekarang aku punya misi mulia yang kufikir sangaaaaaatttt mulia. “fighting” kukepalkan kedua tanganku diatas dada dan terus menyemangati diriku yang baru akan memulai tugasku yang mulia, hahhahhah… *?*

………………….

AUTHOR POV

Usaha pertama…

“Lihyun-ah, kebetulan sekali. Ayo aku antar, kau mau kemana?” Tanya Ryeowook saat bertemu dengan Lihyun dijalan. Ryeowook menghentikan mobilnya dan hendak keluar.

“tidak usah, gomawo” ucap Lihyun lirih dan terus berjalan meninggalkan Ryeowook yang masih bengong didepan pintu mobilnya.

Usaha berikutnya…

“Lihyun apa kau sedang sibuk?” Tanya Ryeowook dari telpon.

“wae?”

“sedang ada film bagus diputar hari ini, kau mau nonton?”

“aniya, gomawo” Lihyun menutup telponnya.

 

Usaha selanjutnya…

“Lihyun lagu baruku sudah selesai, kau mau datang untuk mendengarnya?” ajak Ryeowook

“aku tidak berminat” tolak Lihyun.

 

Begitulah seterusnya sampai usaha yang terakhir…

“waahh kebetulan sekali  kita bertemu disini, kalian belanja juga?” Tanya Ryeowook saat dia berpapasan dengan LIhyun dan Namju disebuah supermarket, tangan mereka penuh dengan barang belanjaan.

“tidak usah” tolak Lihyun.

“gwencana, berikan padaku” paksa Ryeowook sambil ingin memegang kantung bawaan yang dipegang Lihyun.

BRUUKK…

Lihyun menjatuhkan barang bawaannya.

“Ryeowook-ah” benyak Lihyun “berhenti mengikutiku, apa kau tidak punya kerjaan lain yang dapat kau lakukan?” Tanya Lihyun dengan marah dan meninggalkan mereka yang masih tercengang.

“mianhe Ryeowook-ah” ucap Namju seraya mengambil benda yang tadi dijatuhkan Lihyun dan mengejarnya.

…………………..

 “hhhuuuuffffhhhhh”

“aku menyerah” ucap Namju dan disambut anggukan oleh Ji Eun. Mereka sedang duduk di sebuah bangku di supermarket tadi, menunggu Lihyun yang ada di toilet.

“ayolah… ini belum apa-apa” bujuk Ryeowook.

“kita sudah coba kan? Mulai dari mengikutinya sampai pura-pura berpapasan di supermarket waktu itu. Yang ada malah kau dimarahi” ucap Ji Eun mengingat semua usaha Ryeowook yang dirasa sia sia.

“sudah biarkan saja, kalau lelah dia juga akan berubah nanti” ujar Namju mengambil kesimpulan.

“aahh tidak, tidak bisa. Andwaeyo” sangkal Ryeowook. “Lihyun harus berubah, pokoknya dia harus jadi ceria kembali” saking semangatnya, Ryeowook sampai berdiri sambil mengucapkan kata-kata itu.

“mmm Wooki, kau terlalu enerjik…” ucap Ji Eun yang merasa Ryeowook berlebihan.

“oo? Mi… mian” ucap Ryeowook dan duduk kembali. “aku harus pergi, aku duluan ya, annyeong” Ryeowook berdiri lagi, pamit dan segera pergi.

“Sepertinya dia mulai menyukai Lihyun” tebak Ji Eun.

………………………..

LIHYUN POV

Tiing toong…

Namju berjalan melewatiku dan membuka pintu. Seperti biasa, aku tak pernah memperdulikan jika  bel rumah ini berbunyi dan tak bergeming dari posisi dudukku sambil nonton tv.

“silahkan duduk, kau mau minum apa?” tanya Namju dan mempersilahkan tamu itu duduk disalah satu sofa yang kududuki kini.

“apa saja” jawabnya. Namju segera kedapur.

Siapapun tamu yang diterima Namju ini aku tidak suka. Maksudku tamu yang ini, bukan semuanya. Hanya yang ini. Terlebih lagi dia membawa benda yang membuatku resah, kenapa dia harus membawa gitar? Namja ini mau cari mati?.

Namju keluar sambil menggaruk-garuk kepala *wwaaahh kutuan ya??* “sial” umpatnya. “aku kehabisan teh dan makanan ringan lainnya. Tunggu ya aku akan membelinya diluar” pamit Namju pada kami. Sebenarnya ditinggal sendiri aku tak apa, tapi kenapa harus bersama orang ini sih?

“biar aku yang beli” tawar Ryeowook sitamu yang menyebalkan ini, menyebut namanya saja aku malas.

“aah ani, kau kan jadi tamu disini. Biarkan aku melayanimu, gwenchana” tolak Namju.

Akhirnya kami benar-benar berdua sekarang. Uuhh kenapa mereka (Namju dan Ji Eun) selalu meninggalkan kami sih?, aku benci saat-saat seperti ini. Tapi apa daya? Aku hanya bisa cuek dan tak memperdulikannya sambil terus menatap layar tv.

Jjrreeeenngg… jreng… jeng… jeng…

Great, aku mendengar dua bahasa sekarang. Bahasa tv yang sedang kutonton dan bahasa gitar yang tak jelas ini. Orang ini bodoh  atau pura-pura bodoh? Dia tidak lihat apa aku sedang nonton, kenapa malah tambah mengeraskan suara gitarnya?.

“YA! Kau bisa diam tidak?” bentakku.

Syukurlah akhirnya dia diam juga, ternyata dia masih mengerti bahasa manusia. Kulihat sekilas sepertinya dia meletakkan gitarnya dan hendak berdiri . bagus! Geuman sarajyeo.

“apa yang kau lakukan?” tanyaku. Kukira dia mau pergi, tapi ternyata malah mematikan tv.

“nonton terlalu banyak dapat merusak mata” jawabnya sok menasehati dan kembali duduk sambil memainkan gitarnya lagi.

Biarkan sajalah, aku juga tidak terlalu suka acara tv nya, membosankan. Lagi pula posisiku sudah PW *persatuan wanita. Plakk salah! Maksudnya posisi wuenak*.

“Lihyuuun ada yang baru nee?”

“ suudah, pulang saja saana. Otakmu sudah gila tuh”

“aku datang disambut Namju, jadi pulangnya pun harus sepengetahuannya”

“kalau begitu diamlah, kau itu sangat mengganggu”

Orang ini ternyata tuli, dengan tanpa merasa bersalah dia memainkan gitarnya lagi tanpa memperdulikan peringatanku bahkan kali ini bernyanyi. Aku menatapnya dengan marah dan geram. Tapi lagi-lagi dia tidak perduli, benar-benar muka tembok!. Dia ingin bernyanyi seperti apapun sebenarnya tida jadi masalah, tapi aku tidak suka saat dia memetik dawai gitarnya.

Apapun, tapi jangan benda yang satu ini.

Dulu Myungsoo oppa juga suka bermain gitar, aku masih ingat waktu itu aku sering marah padanya. Lalu dengan sabar dia minta maaf padaku, walaupun sebenarnya itu bukan sepenuhnya kesalahannya. Dia merayuku dengan permainan gitarnya sambil bernyanyi dengan sangat merdu, dan saat itu juga aku luluh. Semarah apapun diriku, aku pasti akan kalah dengan ketulusannya.

Tenang Lihyun-ah, jangan mengingat itu jika hanya membuat matamu berair. Kendalikan dirimu, sadarlah!.

“wae? Kau mau coba juga?” Tanya Ryeowook.

“garago!” jawabku to the point setelah akhirnya bias mengendalikan hati dan fikiran.

“aigoo kalau ada kontes pemeran wanita jahat, kuyakin kau pasti jadi juara diatas angka 1”

“gomawo, kuanggap itu pijian”

Dasar tolol, apa ada angka yang lebih tinggi diatas 1? Maksudnya angka 0? Orang ini benar-benar ingin dimusnahkan. Oh ya ampun, dia mendekat. Dasar gila! Dia berani sekali. Atau jangan-jangan aku yang gila?.

“ayo cobalah” ucap Ryeowook sambil menyodorkan gitar dipangkuanku.

“tidak mau” tegasku dan mengembalikan gitarnya. Ryeowook hanya diam saja, baguslah.

“coba dulu, aku akan mengajarimu. Letakkan tanganmu disini dan disini juga” gumamnya dan meletakkan gitar itu dipangkuan ku lagi. Kali ini malah mengatur letak tanganku, apa aku sudah gila? Kenapa aku diam saja dan menurut? Sepertinya aku mulai aneh.

“coba petik dawainya” perintah nya dan membiarkan posisiku seperti orang bodoh yang kaku dan keras. Lama aku diam dan membungkam. Apa yang harus kupetik? Memetik senar ini satu per satu hingga putus semua?.

“aahh sudahlah, aku tidak tahu” gumamku mengembalikan gitar itu dengan kasar padanya. Sepertinya dia mulai bosan, baguslah. Tapi aku salah!, tanpa berkata apa-apa dia mengatur kembali posisi gitar itu padaku, dasar keras kepala.

“ini untuk nada F, ini bunyi nada G, kalau yang ini letakkan  jarimu disini dan sini, yang ini nada C” ajarnya sambil membimbing jari-jariku memegang dawai gitar  dengan posisi yang setengah memeluk? Astaga , dia ini benar-benar berani. Kau mau mati Ryeowook?

Sebenarnya ini tidak salah karena aku tahu betapa sulitnya dia mengajariku, tapi haruskah wajahnya sedemikian dekat begini sambil terus menerangkan? Bahkan kata-katanya saja tak dapat kucerna. Apa pula perasaan ini? Rasanya persaanku tidak jelas. Ntahlah, susah dijelaskan dengan kata-kata.

…………………

FLASHBAK ON

“aahh sudahlah, aku menyerah” ucap Lihyun kesal dan meletakkan gitar itu dengan kasar lalu menepis tangan Myungsoo.

“jangan begitu chagi, katanya mau belajar. Main gitar memang tidak semudah yang kau kira” nasehat Myungsoo dengan sabar. Ucapan itu tak digubris oleh Lihyun, yeoja ini masih tetap marah dan diam. Myungsoo mengambil gitar itu dan dimainkannya.

“ajarkan aku yang itu” ucap Lihyun yang juga ingin bias memainkan gitar yang dimainkan Myungsoo.

“katanya menyerah” goda Myungsoo.

“tapi aku mau tau bagaimana cara memainkan yang oppa mainkan itu” rengek Lihyun.

“kalau begitu berjanjilah, jangan menyerah sebelum kau bisa” gumam Myungsoo sambil menunjukkan jari kelingkingnya.

“ye”

“janji?” ulang Myungsoo sambil menyodorkan jari kelingkingnya.

“iya aku janji”Lihyun memperlihatkan jari kelingkingnya juga dan mengaitkannya pada Myungsoo. Namja ini tersenyum dan membuat wajah kusut Lihyun jadi ikutan tersenyum. Myungsoo memberikan gitar itu padanya.

“kuncinya disini. Letakkan tangan mu disini lalu…” Myungsoo mengajari Lihyun dengan pelan dan sabar. Kalau saja tidak ada gitar sebagai penghalang, Mungkin Myungsoo sudah memeluk Lihyun dari belakang. *hhhuuuuaaaa author juga mau>.<*

FLASHBACK OF

…………………………….

Ani! Tidak boleh begini! Cuma Myungsoo, dan hanya Myungsoo yang boleh seperti ini padaku. Saat mengingat ketika belajar gitar bersama Myungsoo, napasku jadi sesak. Dan sekarang kurasa mataku mulai memanas, pandanganku kabur. Sementara itu, Ryeowook masih saja berbicara tanpa kuketahui apa yang dia katakan. Aku tak dapat mendengar apa pun sekarang.

Ani! Ini harus segera diakhiri. Aku menepis tangan Ryeowook dan berdiri, membiarkan gitar ini jatuh kelantai. Sekarang air mataku sudah menetes, tetes demi tetes membasahi pipiku. Tetesannya mengenai tangan Ryeowook yang benar-benar dekat denganku. Aku tidak tahu bagaimana ekspresi Ryeowook melihatku, yang jelas dia pasti kaget. Aku langsung bangkit dari dudukku.

“Lihyun-ah…” panggilnya. Aku ingin berjalan meninggalkan tempat ini, tapi dia menahanku dengan memegang tangan kananku.

“wae?” tanyanya. Aku tidak berniat menjawab pertanyaan itu. kulepaskan tanga yang memegang tanganku dan melanjutkan langkahku. Lagi-lagi dia berhasil memegang tanganku, kali ini dia berdiri disampingku. Tidakkah dia lihat pipiku sudah basah? Bisakah dia melepaskanku dan pergi dari rumah ini?

“apa ini karena L? karena Myungsoo?” kali ini nada suaranya datar dan serius.

Kata-kata itu membuatku terperanjat, terlebih saat dia menyebut nama itu. seperti ada sebuah batu besar yang tiba-tiba menghujam jantungku. Rasanya seperti ada petir yang menyambarku pada hari itu. padahal itu hanya sebuah nama, tapi berhasil membuatku membeku sesaat.

“gorago!” usirku, rasanya aku ingin meledak sekarang. Tak perlu ditanya apa yang dia ketahui tentang Myungsoo, dia pasti tau dari sepupunya.

“Lihyun-ah.. tidak bisakah kau membuka hatimu? Bersikaplah lembut sedikit padaku. Myungsoo itu sudah tia..”

“kau menyukaiku?” aku tau pada akhirnya dia akan mengatakan bahwa Myungsoo sudah tiada. Tapi aku tidak mau mendengarnya.

“ani, kau mencintaiku? Nde, biar kuperjelas, jangan menyatakan apapun tentang Myungsoo! Kau sendiri tidak lebih baik dari dia. Pergi!” awalnya aku bisa tenang, tapi lama kelamaan nadaku makin meninggi.

“Lihyun-ah… aku…”

“KELUARRR….!” Kali ini emosiku benar-benar meledak. Setelah memotong kata-katanya, aku berteriak, membentak dan mengusirnya.

Aku tak tahu apa yang dia lakukan selanjutnya karena sejak tadi aku terus membelakanginya. Aku mendengar suaranya mengambil gitar dan melangkah berjalan.

………………….

AUTHOR POV

CKLK..

“Ryeowook? Kau sudah mau pulang? Aku baru saja membawa tehnya” tanya Namju saat membuka pintu dan bertemu Ryeowook dibaliknya. Ryeowook tidak menjawab. Namja ini terus berjalan melewati Namju dengan ekspresi yang sedikit kesal. Dan keluar dari ruangan itu.

“Ryowook ah..” panggil Namju. Ryeowook terus berjalan tanpa memperdulikan panggilan itu.

“dia itu kenapa?” tanya Namju setelah menutup pintu.

“ya! Lihyun ah. Kau belum menjawab pertanyaanku!” teriak Namju sama seperti Ryeowook, Lihyun tak mengubris sama sekali pertanyaan Namju dan berjalan kekamarnya meninggalkan ruangan itu dengan Namju seorang diri.

“kenapa suasana jadi seangker ini?” keluh Namju sambil celingak celinguk ala drama.

“aku bicara dengan siapa?”

…………………………..

“malam ini kau sibuk?”

“kapan kau pernah sibuk?”

“kalau begitu cepat ganti bajumu…”

“untuk apa?”

“pergi kesuatu tempat”

“pergilah”

“kau juga ikut”

“untuk apa”

“ya untuk untuk…”

“bicara itu yang jelas Namju-ya”

“bisakah kau diam dan menurut? Cepatlah”

“cepat apanya?”

“ganti pakaianmu!”

“memangnya kapan aku bilang mau ikut?”

“ya! Bisakah kau jangan banyak tanya, protes dan sebagainya? Kau hanya cukup berganti pakaian dan ikut denganku!”

“ya! Bisakah kau pergi sendiri dan jangan mengajakku? Sungguh aku bisa jadi anjing penjaga untuk rumahmu”

“Lihyun-ah.. kau ini jangan menambah pengangguran di negeri ini. Sekali ini rajinlah. Jangan menambah beban…”

“maksudmu?”

“eh.. tidak usah dipikirkan. Pokoknya ikut!”

“andwe…”

“ya! Ishh…”

“ishh…”

“omo… lama-lama aku bisa gila!”

“omo… lama-lama aku bisa mati!”

………………………….

“ya! Hentikan! Aku bisa berjalan sendiri” keluh Lihyun. Yeoja ini ditarik kedua temannya untuk masuk kesebuah café setelah sebelumnya sempat berdebat dengan Namju di Apartemen mereka.

DI DALAM CAFÉ

“Ya! Aku tidak akan kemana-mana sekarang” ucap Lihyun dengan sedikit kesal.

Mereka duduk disebuah meja yang lumayan dekat dengan panggung. Memesan minuman dan diam menyaksikan orang yang bernyanyi disana. Lihyun tampak tidak perduli dengan itu dan mengalihkan pandangannya keluar.

“Lihyun-ah.. lihat itu” gumam Jieun meminta Lihyun melihat orang yang baru saja naik kepanggung itu.

“itu Ryeowook. Waeyo?” lihyun tak peduli. “pasti tidak menarik..”

“ishh… dengarkan dia dulu baru komentar” protes Namju.

Cut the strong love out of heart
Your tears lift up my heart
I was staggered in your hands
I can’t forget the trembling of the sensitive body

Smile again – It’s dark inspite of bright
Your sadness shadow has left behind like a tattoo
I will erase it-

Your tears are out like the rain that doesn’t stop
It absorbed into my heart and pierced again
The damaged heart; I will keep smile in it
You-

Smile again – It’s dark inspite of bright
Your sadness shadow has left behind like a tattoo
I will erase it-

Your tears are out like the rain that doesn’t stop
It absorbed into my heart and pierced again
The damaged heart; I will keep smile in it
The only one person for me-

Remember the bruised pain
If you call me back and hold my hand
That’s enough for me

Then a deep wound will be healed
Please take care of me at that time
The only one person for me-
Me-

(Ryeowook – Smile Again *engsub*)

 

PLOK PLOK PLOK

Ryeowook mendapat tepukan yang meriah dari penonton.

“lagu ini kupersembahkan untuk seseorang, karena dia anti gitar, jadi aku menggantikannya dengan piano. Gomapsumnida!” ucap Ryeowook lalu turun dari panggung itu.

“Lihyun, kau dengar itu?” tanya Namju dengan penuh senyum, tak perlu dijelaskan lagi, lagu itu pasti untuk Lihyun. Tapi Lihyun tampak tak perduli dan bersikap biasa saja. Tak ada jawaban apapun yang keluar dari mulutnya.

Ryeowook berjalan mendekati mereka dan duduk dikursi yang kosong dimeja mereka bertiga.

“kau keren Ryeowook ah” puji Namju

“seseorang itu siapa?” goda Jieun. Ryeowook tak menjawab, sebagai gantinya Ryeowook melirik Lihyun yang memandang minuman dengan bosan.

……………………

BEBERAPA HARI KEMUDIAN

LIHYUN POV

Great! Untuk yang kesekian malamnya aku tidak dapat tidur. Saat memejamkan mata yang ada hanya bayangan dan ucapak Ryeowook waktu itu. aku membencimu Ryeowook! Neomu silta!

Aku sudah memejamkan mata, tapi untuk yang keseribu kalinya aku hanya membolak-balikkan badanku saja. Dan untuk yang keseribu kalinya juga aku memelekkan mataku lagi.

 

FLASHBACK ON

AUTHOR POV

“waktu itu.. mianhae…” ucap Ryeowook pada Lihyun saat mereka berdua berjalan ditrotoar, tentu saja saat perjalanan pulang dari café. Namju dan Jieun berpura-pura sibuk melakukan sesuatu jauh dibelakang mereka berdua.

“gwenchana…” lagi-lagi Lihyun menjawab dengan nada datar tanpa menoleh sedikit pun pada Ryeowook *ni anak maunya apa sih? Author jadi kesal sendiri*

“sebenarnya waktu itu aku sedikit kesal, tapi… yah memang aku yang salah sih” gumam Ryeowook. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, Ryeowook tampak sedang berpikir.

….

“Lihyun ah… kau benar.. aku menyukaimu” ucap Ryeowook dengan cepat sambil menghentikan langkahnya. Lihyun yang berjalan disampingnya, 3 langkah dari Ryeowook turut berhenti dan tercengang mendengar pengakuan itu.

“awalnya aku hanya kasihan padamu, pada kisahmu, dan tentangmu. Oleh karena itu aku mau jadi temanmu. Aku mau menjadi chingudeul-mu, tapi yang terpikirkan olehku malah jadi namjachigu-mu. Mianhae, hajiman naneo joahe…”

FLASHBACK OFF

 

LIHYUN POV

Aaaaa…. Kenapa Ryeowok harus bilang seperti itu? pabo! Neomu neomu neomu neomu pabo! Ok, Lihyun. Calm down, gwenchana, everything will be alright. Dari pada terus menerus mengacak-acak rambutmu dan memukul-mukul kepalamu sendiri, lebih baik aku sekarang tidur. Tidur dan lupakan semuanya.

Tapi tunggu dulu…

AKU GALAUUUUU….!!!

…………………………

AUTHOR POV

“yoboseyo?” Namju mengangkat teleponnya. Pagi itu mereka berdua sedang sarapan bersama.

“kenapa mendadak sekali? Bahkan kau belum pamit pada kami. Nde, semoga kau selamat sampai tujuan. Annyeong!” Namju menutup telepon dan kembali duduk untuk sarapan.

“yoboseyo?” kali ini giliran Lihyun yang mengangkat teleponnya. Namju menengok Lihyun. “banyak sekali yang menelpon” ujar Namju.

“sekarang kau bisa bernapas lega Lihyun-ah.. tidak aka nada lagi yang menganggumu” ucap Jieun yang rupanya menelpon pada Lihyun.

“maksudnya?” tanya Lihyun.

“Ryeowook sudah pergi. Kau puas sekarang?”

“…”

“hari ini dia akan pergi ke China, menetap disana. Dan itu artinya dia tidak akan pernah kembali”

“MWOYA?”

“aigoo… kau memang sahabatku, tapi Ryewook adalah sepupuku. Teganya kau permainkan dia, sekarang dia pergi karenamu. Tapi ya sudahlah, semoga dia bertemu jodohnya disana dan hid…”

TIITT…

Lihyun menutup teleponnya.

“Namju ya! Apa tadi yang menelponmu Ryeowook?” tanya Lihyun cepat/

“ye Waeyo?”

“ya! Kenapa kau tidak memberitahuku?”

“kau kan tidak bertanya” Lihyun berdiri dan masuk kekamarnya dengan setengah berlari dan mengambil jaket lalu dipakainya.

“kupikir itu tidak penting. Lihyun ah, kenapa kau terburu-buru?” tanya Namju heran yang melihat Lihyun bolak balik sambil berlari.

“sekarang dia ada dimana?”

“mana ku tahu. Mungkin di bandara…”

…………………………………..

Dibandara…

Lihyun berjalan menembus kerumunan dengan melihat Ryeowook diantara barisan orang-orang yang mengantri untuk memberikan tiketnya, kira-kira sekitar 10 orang didepannya.

“YA! SAIPA YANG MENGIZINKANMU PERGI?” teriak Lihyun disamping Ryeowook, yeoja ini tidak peduli lagi dengan suaranya yang menggema dan diperhatikan oleh orang-orang.

“Lihyun?” Ryeowook kaget sekaligus heran melihat Lihyun berdiri disana. Yeoja ini menarik tangan Ryeowook dan menjauh dari antrian itu.

“kajima…” pinta Lihyun, gadis ini terlihat salah tingkah.

“Mworago?” tanya Ryeowook tak percaya dengan ucapan Lihyun barusan.

“kajima.. na nareul tteona kajima.. jebal kajima…” ulang Lihyun dan mengatakannya dengan cepat.

“wae?” tanya Ryeowook.

“karena kau pergi karena aku, karena kau pergi tidak kembali lagi, karena kau pergi ak…”

“hahahaha….”

Ryeowook tertawa melihat tingkah Lihyun yang salah tingkah dan membuatnya berbicara berbelit-belit.

“kenapa tertawa?” tanya Lihyun kesal.

“haha.. biar kuperjelas. Aku pergi karena ada urusan pekerjaan, benar itu karenamu. Tapi aku pasti kembali, aku hanya menghindar sesaat. Aku tidak pergi selamanya, Lihyun-ah. Tenanglah.. hahaha…”

“lalu yang dikatakan Jieun?”

“geojimal. Kau ditipu!”

Ryeowook tersenyum menahan tawanya melihat Lihyun yang semakin menundukkan kepala dihadapannya.

“JIEEUUUNN… AKU AKAN MEMBUNUHMUUU…” Batin Lihyun.

“ga.. garage.. yongwounhi geuman saracyo” ucap Lihyun memberanikan diri mengangkat wajahnya dan berjalan meninggalkan Ryeowook. Lagi-lagi namja ini berhasil menangkap tangannya.

“kau mencintaiku?” simpul Ryeowook.

“siapa bilang? Jangan memutuskan seenaknya” marah Lihyun, yeoja ini berusaha melepaskan tangannya tapi tak dilepaskan Ryeowook. Masih dengan posisi membelakangi Ryeowook, karena malu.

“kalau begitu kenapa menyusulku dengan pakaian itu?”

Lihyun melirik bajunya dan baru sadar kalau dia masih menggunakan Piyama dan jaket yang tadi sempat dipakainya. Dengan sekali hentakan Lihyun melepaskan tangannya dan lagi-lagi menunduk, kali ini dia benar-benar malu.

“hahaha…” Ryeowook mendekati Lihyun yang sedang membelakanginya dan melingkarkan tangan kanannya di kedua bahu Lihyun. Yeoja ini hanya diam saja dan masih tetap menunduk.

“kau mencintaiku..” ulang Ryeowook ditelinga Lihyun, lebih tepatnya berbisik.

“ani.. niga neomu mipda..” sangkal Lihyun, tapi wajahnya memerah “pabo!”

…………………………….

Akhirnya selesai juga, bagian-baguan terakhir kuambil dari cerita komik, dibagian Ryeowook meluk Lihyun ituloh! Kupikir itu romantis tis tis. Ini komentarku. Apa komentarmu harus komentar ya! Harus! *maksa..>.<