Someone Like You (Part 1)

SOMEONE LIKE YOU

 

SOMEONE LIKE YOU

Title     :           Someone Like You (Part 1)

Author :           Yesunggyu – Amalia Laili

Length :           Continue

Genre   :           Sad, Romance

Cast     :           Yuri, Hankyung, Hyoyeon, Zhoumi, Victoria, etc

aku merasa… ah… banyak warga China di SMENT yang kumasukkan.. gak bermasalah gak yah sama ceritanya. Apa ceritanya gak diubah aja jadi suasana Beijing gitu? ah.. andweyo… pokoknya dibaca ya!

………………………………

Kedua orang ini, tak berbicara sedikit pun selama 7 menit mereka disana. Mereka hanya diam melihat sungai didepan mereka. Mereka duduk di bangku taman itu, 50 cm jarak antar keduanya. Angin yang menjatuhkan daun-daun pun tak sabar menunggu mereka.

“aku akan…”

“arata…” yeoja ini memotong percakapan namja itu tanpa menoleh sedikit pun.

“aku…”

“jangan pikirkan aku, aku akan menemukan orang sepertimu..” yeoja ini menundukkan kepalanya.

“….”

“aku akan datang besok.. aku pergi dulu” yeoja itu beranjak pergi.

“mianhe..” ujar si namja menghentikan langkah yeoja itu.

“arata…” yeoja itu melanjutkan perjalanannya.

……………………….

Yuri bergegas meraih tasnya dan jaketnya, lalu mengenakannya, lagi dengan terburu-buru. Begitu juga saat mengenakan sepatunya. Begitu selesai, ia berlari keluar, menutup pintu dengan kakinya.

Dikantor….

“mianhae…” Yuri menunduk kepada manajernya. Sang manajer hanya diam saja.

“terserah. Kerja sana!” bentak sang manajer sambil pergi. Yuri pun pergi menuju tempat duduknya.

TAKK…

Segumpal kertas kecil berukuran biji rambutan mengenai kepala Yuri. Yuri menoleh mencari si pelaku.

“annyeong! Kenapa terlambat?”

“ya! Kenapa suka melemparku?” Yuri marah sambil melempar kembali gumpalan kertas tadi, lalu duduk dikursinya dan menaruh tas dimejanya.

“aya! Huft.. kenapa terlambat?” tanya orang itu lagi yang bernama Hyoyeon.

“aku telat bangun..”

“wae?”

“aku menyelesaikan kerjaan. Supaya cepat selesai…”

“masih 1 bulan lagi kan untuk diterbitkan?”

“nde.. tapi lebih cepat, lebih baik…”

“heh.. keRAJINan..”

“whatever…” jawab Yuri sambil menyalakan komputernya dan memulai pekerjaannya sebagai editor.

Yuri berumur 27 tahun, bekerja sebagai editor disalah satu perusahaan penerbitan di Korea. Belum menikah. Kalau perlu digaris bawahi, dikasih Capslock, dimiringkan, dan ditebalkan. Bukan karena dia tidak laku. Dia cantik, manis, rajin, pintar, dan baik. Sudah banyak namja yang menyukainya dan ingin memulai hubungan percintaan dengannya. Tapi dia tidak mau. Alasannya karena dia menyukai orang lain. Saat ditanya, dia akan menjawab dia menyukai Leeteuk oppa, anggota SJ. Tentu saja banyak yang mundur. Dia seorang ELF yang sangat setia.

Padahal dia menjawab Leeteuk karena malu menjawab yang sebenarnya. Dia menyukai orang lain, sejak dia kelas 1 SMP, hingga sekarang. Mungkin sudah 15 tahun. Lama sekali kan?

………………………..

“sudah malam. Belum pulang?” tanya Hyoyeon pada Yuri. Hyoyeon sudah bersiap pulang setelah melihat sudah jam 10 malam. Yuri masih sibuk dengan kerjaannya.

“sebentar lagi. Tanggung. Tinggal edit bab terakhir…” ujar Yuri tanpa menoleh pada Hyoyeon.

“apanya yang bab terakhir? Ini masih bab 12, kau mengambil kerjaan tulisan sampai bab 13, sih! Kenapa kau suka kerjaan yang banyak?” komentar Hyoyeon sambil menengok ke computer Yuri.

“sudahlah! Pulang sana! Kau menggangguku!” Yuri mengusir Hyoyeon.

“nde.. agesimnida… annyeong!” Hyoyeon pun pergi sambil berlari kecil.

“hm.. annyeong!” jawab Yuri.

Selama 30 menit ia menyelesaikan pekerjaannya. Begitu selesai, ia pun bersegera bangkit dan pergi pulang.

Di lorong kantor…

“sampai hari ini, aku tetap lembur… huahh…” ujarnya sambil merentangkan tangannya dan menguap.

“terlalu rajin!”

“omo! Kau mengagetkanku!” teriak Yuri kaget. Tiba-tiba keluar sosok namja dengan penampilan yang kurang baik. Rambutnya acak-acakan, tanpa mengenakan jasnya, dan dengan tingginya yang menjuntai itu membuat Yuri mendongak.

“biasa saja kok…” jawabnya.

“hmm..” Yuri kembali berjalan.

“Yuri-ya.. bisa kita bicara sebentar..?” mendengar namanya dipanggil, membuat Yuri terhenti. Dia menjadi sangat gugup. Kakinya terasa bergetar. Dia membalikkan badan dan berusaha menatap wajah namja itu.

“mian.. karena sudah tidak menegurmu sejak lama…” ujar namja itu.

“….”

“aku tidak membencimu, hanya… entahlah.. jadi…”

“semua baik-baik saja kan?”

“yah..”

“baguslah… aku mau pulang dulu.. kepalaku sakit..”

“gwenchana?”

“hmm.. aku pulang dulu.. annyeong..” Yuri segera berbalik pulang. Dia membawahi bibirnya yang kering, dan berjalan dengan agak cepat menghindari namja itu.

Namja itu, Hankyung, orang yang disukai Yuri selama 15 tahun. Namja itu yang membuat Yuri gugup meski hanya namanya dipanggil. Entah ada apa, Hankyung mau berbicara dengannya saat itu, dulu mereka pernah bersahabat selama 3 tahun saat SMP. Entah kenapa saat masuk SMA, Hankyung dan Yuri tidak saling akrab lagi.

…………………………

“kau sudah bekerja dengan baik..” puji sang manajer.

“gomapsumnida!” ujar Yuri.

“oh ya, kau mau dipindahtugaskan?” tanya sang manajer.

“kemana?”

“ke bagian marketing..”

“bagian itu? yah, kurasa bisa…”

“baguslah! Kau bisa pindah hari ini. Ini surat tugasmu…” sang manajer memberikan surat tugas pada Yuri. Yuri pun mengambilnya dengan kedua tangannya.

“loh.. jadi ini memang tugas? Kupikir tawaran…” ujar Yuri.

“yah, memang tugas, aku tahu kau pasti tidak menolak kan?”

“hehehe.. nde…”

“baguslah!” manajer itu menepuk sekali tangannya “sekarang pergilah…” ujar sang manajer. Yuri pun menunduk sekali dan pergi.

KRAKK…

Pintu kantor terbuka, Hyoyeon segera menoleh mendapati Yuri yang memegang surat tugas.

“wae?”

“aku pindah ke bagian marketing” jawab Yuri

“wah, keren.. kalau begitu jabatanmu naik lagi ya? Padahal kau baru kerja 3 tahun disini!” ujar Hyoyeon.

“hmm.. gomawo…” ujar Yuri sambil tersenyum, ia pun menuju mejanya dan menyimpun barang-barangnya karena akan pindah keruangan lain.

“kau akan bekerja dengan Hankyung?” tanya Hyoyeon tiba-tiba.

“mwo? ani…” Yuri terdiam sejenak dan kembali meneruskan kegiatan.

“ani? Dia bagian marketing juga kok sekarang… sudah 1 bulan yang lalu, kau tidak tahu?”

“ara!” Yuri malas berdebat. Sebenarnya ia tau, dia hanya gugup, makanya jadi bingung sendiri.

“kau bagian apa? Apa manajer?” tanya Hyoyeon.

“heh? Bukan lah…” Yuri tersenyum sinis.

“bukan? Tapi kan manajer bagian marketing sudah pindah ke kantor cabang di Incheon..”

“mwo? coba ku cek…” Yuri segera membuka Surat tugasnya yang sedari tadi belum dibuka. Begitu ia merobek amplop itu, mengeluarkan suratnya, dan membacanya.

“omo! Aku beneran jadi manajernya!” teriak Yuri membuat semua rekannya kaget.

“jinjayo? Coba ku baca.” Temannya yang lain segera mengambil surat tugas Yuri “benar.. cukkayo!” ujar temannya sambil menyalami Yuri.

“cukkahamnida!” semua rekannya memberikan ucapan selamat, menyalaminya.

“nde.. gomapsumnida” balas Yuri sambil tersenyum.

“omo!” Yuri menepuk kepalanya.

“wae?” tanya Hyoyeon. Semua rekan yang lain kembali bekerja.

“ani…” ujar Yuri, “aku akan bertemu Hankyung! Apa aku harus bahagia atau sedih?” pikir Yuri.

“aneh… semangat bekerja ya, manajer!” sindir Hyoyeon sambil tersenyum.

“Arata…” jawab Yuri sambil membawa sekotak penuh barang-barangnya dan tas yang ada dibahu kanannya.

“semuanya! Terimakasih sudah bisa bekerja sama sebelumnya!” teriak Yuri.

“nde.. kerja yang baik ya!” jawab yang lain. Yuri mengangguk dan berbalik badan. Dia pun membuka pintu dengan kakinya karena kedua tangannya memegang kotak penuh barang.

“huft… it is heavy!” keluhnya.

“kubantu..” seorang namja langsung mengambil kotak di tangan Yuri. Dia datang dari belakang, samping kanan, dan sekarang berada disamping Yuri.

“omo! Kau mengagetkanku!” teriak Yuri.

“biasa saja…mau kemana? Kau pindah? Berhenti? Atau dipecat?” tanya namja itu.

“aku? Semua tidak benar. Aku naik jabatan, ke marketing. Tolong dibawakan ya.” Ujar Yuri jaga image.

“heh? Jongmal? Kita seruangan? Kau bagian apa? Kurasa kami sudah cukup anggota…” ujar Namja itu heran.

“manajermu, aku manajermu sekarang Hankyung-ssi..” ujar Yuri pada Hankyung yang membawa kotaknya.

“jongmal? Bagaimana… kau kan baru…” Hankyung berhenti, membuat Yuri ikut berhenti.

“I don’t know…” Yuri mengangkat bahunya “ppali ya.. kenapa berhenti?”

“hmm…” Hankyung dan Yuri pun pergi menuju ruangan bagian Marketing.

“this day will be a good day…” ucap Yuri dalam hati sambil tersenyum melihat Hankyung yang membawa kotaknya. Sedangkan Yuri menyelempangkan tasnya.

…………………….

2 minggu kemudian….

“mau makan bersama?” tanya Hankyung lagi pada Yuri yang sedang sibuk bekerja.

“kau tidak lihat aku masih sibuk?”

“Yuri-ssi.. kau bisa sakit.. sudah jam 3, dan kau belum makan…”

“kau mengkhawatirkanku?”

“ah..ehm..ani.. nde, kau kan manajer kami.. makanlah…” ujar Hankyung dengan terbata-bata. Salah mengambil kata.

“arata… nanti..”

“tahun depan?”

“Hahaha.. nanti… tunggu selesai…” tawa Yuri.

“manajer ini susah sekali makan. Apa kau terkena anoreksia?”

“mwo?” Yuri langsung menghentikan kerjaannya dikomputer.

“nde… kau tidak mau makan, kau sangat kurus sekali. Semua orang pasti sudah makan jam sekarang ini…”

“kau berlebihan. Aku baik-baik saja… nanti saja…”

“tunggu kau mati? Ayo Yuri-ssi…” Hankyung terus memaksa Yuri untuk segera makan siang.

“hmm.. nde, aku pergi…” Yuri pun berhenti dan beranjak dari tempat duduknya.

“ayo makan!” Hankyung pun menarik tangan Yuri, mengajaknya keluar.

“aku manajermu. Jangan menarikku seperti ini..”

“ah.. mian.. “ Hankyung langsung melepas tangan Yuri. Dan mereka pergi menuju kantin.

 

Di kantin…

“gomawo..” ujar Yuri setelah melihat Hankyung membawakan makanan kesukaannya.

“nde.. kau masih menyukai itu?” tanya Hankyung sambil menarik bangku dihadapan Yuri dan duduk bersebrangan dengan Yuri.

“hm…”

“aku masih ingat, kan?” kata-kata Hankyung itu membuat Yuri menundukkan kepala. Wajahnya terasa hangat. Dan agak memerah.

“wae?” tanya Hankyung sambil mencoba melihat wajah Yuri yang menunduk.

“ani… makanannya enak..”

“oh… baguslah.. makan dengan baik.. hati-hati maag mu kambuh..” ujar Hankyung.

“hmm…” Yuri makan dengan pelan. “huft.. ini memalukan…” pikir Yuri.

“sudah lama tidak makan denganmu yah…” ujar Hankyung membuka percakapan.

“nde…”

“aku jadi merindukannya…” ujar Hankyung menerawang.

“uhukk.. uhukk..” tiba-tiba Yuri tersedak. Hankyung memberikannya segelas air.

“gwenchana?” tanya Hankyung ketika Yuri meminum air.

“hmm…” jawab Yuri lalu meletakkan gelas di meja.

“makanya, kalau dibilang makan sekarang, makanlah.. kau kan memang lemah…”

“hmm… “

“tapi aku melihat absenmu sempurna.. bagaimana bisa?”

“mana ku tahu…” jawab Yuri singkat.

“oh…” Hankyung kembali makan.

…………………….

YURI POV

Hari ini, aku tidak melihat Hankyung di mejanya. Apa di terlambat? Tumben. Biasanya dia yang paling pagi datang.

“mana Hankyung?” tanya seorang rekan pada rekan lainnya.

“dia sakit. Ada dirumah sakit sekarang.” Jawab sang rekan. Aku yang berada di pintu masuk ruanganku terdiam mendengar mereka berbicara.

“mworago? Sakit apa?”

“mollayo…”

Aku kembali berjalan masuk keruanganku. Dia sakit apa? Apa begitu parah sampai dia masuk rumah sakit? Semoga dia baik-baik saja. Ah, apanya yang baik-baik saja? Dia kan dirumah sakit. Ish… kau membuatku bingung, Hankyung.

 

TRTT..TRTT…

Hapeku bergetar, aku segera mengambilnya dari tasku. Sms, dari Hankyung.

 

From : Hankyung-ssi

Aku sakit. Maaf tidak bisa bekerja hari ini. Mohon pengertiannya, manajer Yuri-nim.

 

Orang ini membuatku khawatir. Aku membalas smsnya.

 

To : Hankyung-ssi

Arata. Sakit apa? Jaga dirimu. Jangan mati cepat.

 

Aku mengirim sms itu dan menaruh hapeku diatas mejaku dan menyalakan computer.

 

TRTT…TRTT…

 

From : Hankyung-ssi

Bukan sakit parah, hanya ibuku yang berlebihan membawaku kerumah sakit.

Gwenchana. Aku tidak akan mati tanpa kau!

 

Kalimat terakhir itu membuatku senam jantung. Jantung ku pun tenang sejenak setelah aku menarik napas sejenak dan kembali bekerja.

“pabo!” ujarku padanya sambil tersenyum.

………………………

Pukul 10 malam…

Kenapa aku berada ditempat ini? Nekat sekali. Aku sekarang berada di rumah sakit tempat Hankyung dirawat. Aku berbalik dan berniat pergi.

“ah, ani! Kalau aku tidak menjenguknya, siapa tau di bakalan mati besok. Dan aku akan menyesal…” ujarku dan berbalik lagi masuk kedalam rumah sakit.

 

Di kamar inap Hankyung…

Aku melihat Hankyung yang sedang berbaring membelakangiku.

“kenapa kesini?” tanya Hankyung tiba-tiba. Dia pun membalikkan badannya dan melihatku dengan tersenyum, dengan reflex aku membalasnya.

“ani.. aku hanya khawatir…”

“ohh.. gwenchana…”

“kau sakit apa?”

“hanya sakit flu…”

“bohong!” sanggahku.

“ishh… aku sakit flu!”

“kenapa masuk rumah sakit?”

“karena ibuku berlebihan… besok juga sembuh…”

“jaga dirimu. Agachi?”

“araso…” angguknya.

“kalau begitu aku pergi..” aku pun beranjak pergi.

“chakaman… bisakah kau disini sebentar?” tanyanya. Membuatku terhenti.

“mworago?”

“temani aku. Aku tidak punya teman disini. Ibu meninggalkanku. Adikku juga. Ayahku juga. Rasanya sepi…”

“….”

“Yuri ya…”

“hmm… arata…” aku mengangguk dan segera duduk dikursi disamping ranjangnya. Malam itu aku dirumah sakit menemaninya.

…………………………..

Aku pulang paginya, begitu ibu Hankyung datang. Ini membuatku malu. Untung saja ibunya mengenalku, dan mengetahui kalau aku dan Hankyung bersahabat. Dan tidak tahu kalau aku menyukai Hankyung, syukurlah. Aku membuka pintu rumahku, masuk kerumah, melepas sepatu, dan masuk kekamar mandi.

Begitu selesai membersihkan tubuhku, aku mengganti baju kasual dan membuat sarapan. Dan makan didepan tv.

“apa dia sudah makan ya?” ujarku memikirkan Hankyung. Hari ini, hari minggu, jadi aku tidak perlu takut terlambat.

 

TRTT..TRTT..

Aku meraih hape yang ada di dekatku.

 

From : Hankyung-ssi

Kau sudah makan? Aku baru saja makan. Rasa buburnya tidak enak samasekali.

Kenapa kau pulang? Kau kan kenal baik dengan ibuku. Harusnya kau yang menyuapiku, bukan ibuku…

Kalau kau yang menyuapi, rasanya akan manis. Semanis dirimu…^^

 

Hahaha… dasar… orang ini suka sekali membuatku malu. Aku menaruh piringku dimeja didepanku. Dan membalas smsnya.

 

To : Hankyung-ssi

Aku sudah makan. Kau ini terlalu, aku malu bertemu ibumu..

Kau terlalu berlebihan.. makan dengan baik.. nanti kau sakit lagi…>.<

 

Sudahlah… Hankyung selalu membuatku tidak bisa berpikir dengan baik! Dia bisa membuatku gila!

TRTT…TRTT..

 

From : Hankyung-ssi

Aku tidak berlebihan kok. kau juga harus istirahat…

……………………..

AUTHOR POV

Esoknya, dikantor…

Yuri berlali menuju lift, pintu lift hampir tertutup tapi dia sempat masuk, didalam lift itu sudah ada seorang namja yang tinggi.

“huft… syukurlah..” lega Yuri.

“badanmu langsing juga, bisa masuk. Padahal pintunya benar-benar hampir tertutup..”

“kuanggap itu pujian…” jawab Yuri pada namja itu. dia tidak bisa melihat namja itu karena tinggi namja itu “kenapa mesti ada namja setinggi dia?”

“Yuri-ssi.. selamat sudah menjadi manajer…”

“hmm nde…”

“ya! Kenapa tidak menatapku saat berbicara?” namja itu terdengar kesal.

“mianhae… ah.. Zhoumi-ssi..” Yuri kaget mengetahui bahwa yang disampingnya adalah Zhoumi, salah satu direktur di perusahaan tempatnya bekerja (mulai sekarang mari kita sebut perusahaan “Ueki”…..hehehe)

“hahaha… gwenchana.. annyeong haseyo… jinesimnikka?”

“annyeong haseyo…I am fine, thank you!” jawab Yuri “bagaimana perusahaan di Shanghai?”

“baik saja, seperti keadaanku… huah.. aku sangat kangen keadaan Seoul…”

“nde… ah, sudah saatnya aku pamit.. disini ruanganku.. annyeong” ujar Yuri sambil keluar dari lift.

“hmm.. selamat bekerja..” lambai Zhoumi sambil tersenyum.

“dia tidak berubah…hahaha” ujar Yuri begitu pintu lift tertutup. Dia berbalik badan dan pergi menuju ruangannya.

……………………………

— TBC —

Cukup disini.. hahahaha.. apa kelanjutannya yah? Gak pas banget yah motong ceritanya? Gak papa deh. Yang penting TBC hahaha.. ditunggu yah lanjutannya. Dan koment plis…^o^

6 responses to “Someone Like You (Part 1)

  1. Wahhh aku suka pairingan yuri tapi paling cinta MinYul dan paling suka KyuRi , tapi aku baru suka ama hanyul, tapi aku gak suka semua pairingan vic,karna aku kurang suka vic hehe

  2. Keren author (y)
    Gamsahamnida uda dibuatin ff yuri, seneng banget ma Yuri, °•(>̯┌┐<)•°
    Tapi aku sukanya sama MinYul ma YulHae
    Tapi bagus de😉😉

  3. Wah ada Hanyul nihh,, jarang2 hehe. dari dlu nyari2 di google nggak ketemu2, Akhirnya dapet juga *JogetBarengBoots(?). sebenernya lebih suka ke yulwon atau yulsung *Lho, tapi berhubung ketemu hanyul dapet feel juga kaya’nya xD, Lanjut ya😀

    • ahhh… makasiihh…^^
      yulwon itu yuri dan siwon? Yulsung itu Yuri dan Yesung?
      ahh author cuman asal comot aja… #gaktauselerapasar*?*
      thanks for coming

Komentar ditutup.