Look Up The Sky

LOOK UP THE SKY

Title : Look Up the Sky
Author : Yesunggyu – Amalia Laili
Length : DRABBLE
Genre : Life
Cast : Hoya, Tiffany

Annyeong… lama banget yah, Hoya nya? Iya nih… bingung. Sekarang saya mau coba belajar bikin note. Bagus gak ya?

…………………………………….

“APA YANG KAU LAKUKAN?”

Hoya berteriak dengan kagetnya, begitu melihat Tiffany menggoreskan pisau di pergelangan tangan kanannya sendiri. Dari situ, keluar darah segar.

“….”

Hoya menariknya pisau itu dan menjauhkannya dari Tiffany, segera mengambil perban dilaci dekat mereka. Dan berusaha mengobati tangan Tiffany.

“ish…lepaskan aku!” Tiffany menarik kembali tangannya yang berdarah. Hoya terus saja mengobati tangannya dan memegangnya.

“tanganmu harus lebih tinggi dari jantungmu..” ujarnya.

“ya! Lepaskan!”

“kau mau mati?”

“AKU MAU MATI!”

“PABOYA! ADA APA DENGANMU?” Hoya terus saja memperban tangan Tiffany tanpa menghiraukan teriakkannya.

“YA! LEPASKAN AKU!”

“….”

“HOYA! LEPASKAN AKU!”

“…”

“aku tidak sanggup, Hoya!”

“…”

“Hoya! Sakit…” Tiffany meringis, tangannya sakit jika diberi obat merah.

“….” Fany menangis.

Begitu Hoya selesai memperban tangan Tiffany, dia segera menyuruh Tiffany berdiri.

“apa yang…”

“ikut aku!”

“kau akan ke…”

“IKUT SAJA!” bentak Hoya, dia menarik tangan Tiffany sebelah kiri dan membawanya keluar dari ruang latihan. Mereka berada dihalaman sekarang.

“liat keatas” perintah Hoya.

“ani..”

“kau… ishh..” Hoya menengadahkan kepala Tiffany, dengan terpaksa Tiffany melihat keatas.

“apa itu?”

“apanya?”

“yang kau lihat?”

“langit..”

“benarkan? Langit masih diatas. Jadi jangan bersedih!” ujar Hoya, Tiffany terdiam melihat langit. Lalu melihat Hoya.

“Ya! Siapa yang menyuruhmu melihatku? Lihat ke atas!” perintah Hoya, Tiffany kembali melihat keatas.

“….” Tangan Hoya bergerak menuju 5 cm dari hidung Tiffany. “kau masih bisa merasakan napasmu?”

“….”

“…” tangannya bergerak lagi menuju 5 cm dari telinga Tiffany. “kau masih bisa mendengar, dan kau masih bisa melihat..”

“….”

“Fany, lihat aku..” ujar Hoya, Tiffany melihat Hoya yang tersenyum lembut kepadanya.

“semua masalah itu pasti ada. Kau cukup menutup telinga dari kata-kata orang yang membencimu, dan kata-kata yang tidak membangun untukmu… jangan dimasukkan dalam hati” Hoya menutup telinga Tiffany dengan kedua tangannya.

“….”

“tapi, bukalah telingamu jika mendengar kritik yang bisa membuatmu lebih baik. Berpikirlah..” Hoya menyentuh jidat Tiffany dengan tangan kanannya.

“…”

“Tuhan tidak pernah memperintahkanmu untuk bersedih, kan? Makanya jangan sedih… bangkitlah!” Hoya melepas tangannya dari jidat Tiffany.

“….”

“Tuhan percaya kau bisa.. kenapa kau tidak percaya? Jangan bunuh dirimu, begitu hatimu mati. Hidupkan kembali hatimu…”

“…”

“kalau kau ada masalah, harusnya kau cerita…” ujar Hoya “hmm.. setidaknya denganku…oo?”

“…” Tiffany hanya tersenyum.

“baik… kau mau menangis?” Hoya menarik tangan Tiffany dan membawanya kembali.

“hm..?” tanya Tiffany heran.

“ kalau mau, aku tinggalkan kau sendiri dulu…”

“ani… gwenchana…”

“kojimal! Ayo masuk! Kutinggal kau dikamar, dan menangislah… tapi kau harus berjanji tidak bunuh diri…”

“Howon-ah..”

“hehehe… kaja!”

…………………………………

— THE END —

Habis deh! Bagus gak? Ini terpikirkan sekali, pas kapan ya? Pokoknya ada deh. Ada yang butuh penjelasan?

Begini, ceritanya tuh, Hoya kan jadi sahabatnya Tiffany, lebih tepatnya sahabat sebagai penari latar Fany pas Fany perform gitu. Karena Tiffany ini, adalah solo rookie, jadi saat-saat debut adalah saat yang sulit. Makanya dia hampir putus asa, apalagi begitu banyak antis ngomongin gak bener, dia hampir bunuh diri. Tapi di halangin oleh Hoya yang baik hati ini. Hedeh.. hahaha…dan begitulah akhir kisahnya. Plak..plak…plak *gampar..

Koment ya!..^^

4 responses to “Look Up The Sky

Komentar ditutup.