Silly Girl (Part 1)

SILLY GIRL

Title     :           Silly Girl (Part 1)

Author :           Yesunggyu – Amalia Laili

Length :           Continue

Genre   :           comedy, friendship

Cast     :           Amber (Yoo Eunyoung), Key (Kim Kibum), Nicole (Jung Youngjoo), etc

………………………..

“kenapa aku harus ketempat ini?”

“appa akan menjemputmu begitu kau lulus..”

“mwo? kenapa aku mesti tinggal dengan orang yang gak ku kenal?”

“karena appa yang suruh…”

“appaaaaa…. Huahh… aku bisa tinggal sendiri di rumah kok.. aku sudah kuliah kan??”

“loh… kenapa tidak bilang? Appa sudah sewakan rumah kita… besok dia akan tempati rumah kita..”

“appa!!!!!”

“ah.. Kibum ah… kalau begitu kau ikut ke Jepang saja dengan appa..”

“ani… aku kan sudah terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas itu… masa langsung berhenti? Tidak usah deh…”

“yasudah, kalau begitu kamu disini tinggalnya…”

“appa…”

“sst.. diam… turunlah… appa mau kebandara sekarang! Jaga diri baik-baik!”

“huft… aku akan kabur dari rumah ini…”

“berani kau kabur, appa tidak akan mengirimu uang..”

“aku bisa cari sendiri kok..”

“ohh.. appa akan ganti kartu keluarga, namamu tidak dimasukkan..biar appa jadi single tanpa anak, dan bisa nikah lagi…”

“appa…”

“sudah…annyeong! Appa akan datang lagi 4 tahun kedepan!”

“mwoya? App…huahh…” Key hanya bisa melihat mobil appa nya melaju menuju bandara.

Key membalikkan badannya dan melihat rumah besar aje gile yang akan dia tempati.

“rumah apa ini? Memangnya kita ada di rumah hantu? Mengerikan sekali… huahh… “ Key mengomentari tempat ini sambil merinding sekali, dia pun menyeret koper besarnya dan menjinjing ranselnya.

TING TONG…

Key menekan bel, lalu berbicara.

“Annyeong haseyoo… Kim Kibum imnida! Aku anaknya Kim Kyujong!”

“oh nde.. silahkan masuk…” jawab orang dari kamera itu.

“hmm..” Pintu gerbang pun terbuka, Key segera masuk “appa, sampai masuk kesini pun, kau tidak mengantarku?” dia berjalan kaki, sekitar 500 meter dari gerbang menuju rumah aje gile besarnya itu.

“huahh… aku yakin, satu bulan disini, cukup untuk membuatku tewas mengenaskan… hhaahhh..”

…………………………..

“selamat datang dirumah ini…” seorang perempuan tua menyambut kedatangan Key.

“hmm.. annyeong haseyo…” jawab Key, dia merasa sedikit lelah karena berjalan 500 meter. “dimana tempatku tidur?” tanyanya lagi.

“oh, silahkan lewat sini, biarkan mereka yang membawakan barang-barang anda…” jawab si pelayan begitu kepada Key sambil menyuruh pelayan laki-laki untuk membawakan barang-barang Key. Mereka menuju lift.

“ehmm.. sebenarnya dilantai mana kita akan pergi? Apakah rumah ini begitu tinggi sampai gak pake tangga, pake lift ?” tanya Key begitu mereka masuk kedalam lift.

“tidak juga.. tapi menurut bos kami itu lebih praktis… kita akan pergi kelantai 20!” jawab pelayan itu enteng sambil menekan tombol 2 dan 0.

“mwo? huahh…” Key melongo “ini rumah atau mall?” pikirnya.

Begitu sampai di kamarnya…

“silahkan masuk… istirahatlah…” ujar si pelayan lalu meninggalkan Key di kamar di lantai 20.

“chakaman…sebenarnya kamarku dimana? Ini ruangan apa? Banyak sekali isinya?” tanya Key.

“oh… ini semua kamar anda, jadi disinilah sepenuhnya hak anda… silahkan membuat anda nyaman…” si pelayan kembali pergi.

“mwo? tidak ada satu hal pun yang membuat aku tidak kaget dirumah ini….” Ujar Key sambil menggeleng-gelengkan kepala.

“ini seperti 1 apartemen… apa orang ini kaya banget yah?” Key lalu membawa barang-barangnya.

“tapi kamarku yang manaaaaaaa??? Huahhh… rumah yang merepotkan…”

…………………………

“appa… aku pulanggg….” Teriak seorang yeoja begitu memasuki rumah.

“annyeong haseyo…”

“appa ku sudah pulang?” tanyanya pada si pelayan tanpa menjawab salam.

“belum nona Eunyoung..”

“ish…” dengusnya.

“nona mau makan?” tanya si pelayan.

“yah, aku lapar..” jawabnya lalu melepas topi yang dipakainya dan memberikannya kepada pelayan itu.

“baiklah.. sudah ada tuan muda Kibum disana…” jawab Pelayan lalu pergi menuju ruang makan, yeoja yang bernama Amber itu berhenti sejenak.

“nuguya?”

“Kim Kibum, anak Kim Kyujong yang akan tinggal disini, dia sudah datang..” jawab si pelayan.

“huahh… apa-apaan itu? sudahlah.. aku mau makan…” Amber mengikuti si pelayan menuju ruang makan.

Di ruang makan, dilantai 3…

“tuan muda Kibum, perkenalkan nona Yoo Eunyoung, dia anak dari tuan Yoo Jaeseuk ” ujar si pelayan.

“tidak usah memperkenalkanku…” ujar Amber pada si pelayan “panggil saja aku Amber..” ujarnya lagi pada Kibum yang berhenti makan.

“ohh…. Kau namja juga ya? Sama deh…” Kibum kembali melanjutkan makan.

“YA?? Apa kau tuli? Dia memanggilku nona, artinya aku perempuan!!!” Amber marah-marah, sipelayan langsung minggat.

“yeoja? Jinja? Kau seperti aku kok!” Kibum terus saja makan “ tapi sudah lah.. makan saja.. kau lapar, kan?”

“seharusnya aku yang bilang begitu, ini kan rumahku?” ujar Amber lalu mengambil tempat duduk didepan Key.

“tapi kau kalah cepat untuk mengatakannya… eh kenapa duduk disitu?” Key bingung melihat Amber duduk didepannya.

“wae? Ini kan rumahku?” sangkal Amber. “lebih tepatnya rumah appa-ku..”

“ani… kau menganggu pemandangan… aku masih bingung atas gender-mu… jadi kau biarkan aku berpikir.. jangan duduk didepanku!” jawab Key.

“MWORAGO?” Amber berdiri.

“nde… kau lihat panjangnya meja ini? Ada sekitar 20 kursi disini, kau bisa pilih yang mana saja!” Key menunjuk kursi yang ada dimeja makan.

“kau pikir ini rumah siapa?”

“memang rumahmu sih, tapi kan kau harus menghormati tamu!”

“untuk apa menghormati tamu tidak tahu diri?” jawab Amber, tapi dia ikut juga duduk di tempat lain. 2 kursi kekiri dari tempat dia duduk sebelumnya.

“ah.. itu Cuma perasaanmu saja…” Key kembali makan.

“ishh… pabo…” ucap Amber pelan, Amber lalu mengambil nasinya lalu mulai makan. Kini tinggal mereka berdua disana, makan dengan tenang.

“kau beneran perempuan?” tanya Key lagi.

“hmm…”

“tidak dapat dipercaya…” Key kembali makan.

“….”

“beneran nih kau perempuan?”

“ish… kau mau kudorong dari lantai yang paling tinggi disini ya?”

“loh? Aku lupa, sampai lantai berapa rumahmu ini?” tanya Key polos.

“hmm…” Amber menggenggam erat sumpitnya. “orang ini mau mati beneran…” pikirnya.

“sampai lantai 25..” jawab Amber.

“huahh….” Key bertepuk tangan “rumahmu beneran kayak mall ya?”

“kau ini polos atau bodoh sih?” tanya Amber.

“mungkin…ya mungkin tidak…” Key kembali makan.

“…”

“Amber, apa mungkin kau ini yeoja jadi-jadian?”

PLETAK….

“HUAHH… apa yang kau lakukan?” tanya Key sambil memegangi kepalanya yang dilempari mangkok nasi oleh Amber. “neomu appeuda…”

“kenapa bertanya hal yang… ish…” Amber berdiri lalu beranjak keluar.

“aku mengerti sekarang…” ujar Key dengan serius, Amber berhenti.

“kau ini yeoja tapi dikutuk karena keberingasanmu kan?”

PLETAK…

Dst dst dst… terserah imajinasi readers, author takut, hehehe…

………………………….

Malamnya, appa Amber berbicara dengan Amber dan Key di ruang keluarga di lantai 10. Key dan Amber duduk berdampingan. Sedangkan appa Amber duduk dihadapan mereka. Key masih memegangi kepalanya yang sakit.

“jadi… bagaimana perasaanmu disini, Kibum?” tanya appa Amber.

“aku rasa, aku akan mati jika hidup 2 hari saja berdampingan dengan anak anda…”

“mwo?” Amber langsung menoleh.

“mian… Eunyoung memang seperti itu…Eunyoung, minta maaf dengan Kibum” perintah appanya.

“appa… dia yang mulai duluan…”

“sudah…”

“hmm… mian…” ujar Amber.

“nde.. gwenchana… aku memaafkan semua kesalahanmu, lahir dan batin…” jawab Key.

“kau sendiri kenapa tidak minta maaf padaku?” tanya Amber.

“salah mu sendiri, yeoja tapi kayak namja, di bilang yeoja tapi gaya nya gak meyakinkan, dibilang namja juga marah…”

“YA!”

PLAK…

“Aigoo…” Key mengusap bahu kirinya yang dipukul Amber.

“huft… sudahlah… begini, appa ingin memberitahukan kalian sebuah hal penting…” ujar appanya.

“hmm… wae?” tanya Amber

“Kalian berdua di Universitas yang sama, kan?”

“MWOYA?” Amber ancang-ancang untuk bunuh diri.

“mwo?.. ehmm.. mungkin..” Key berdeham sedikit. Jaga image.

“Universitas Korea kan?”

“nde..”

“nah… kalau begitu, setiap pergi dan pulang.. kalian harus selalu bersama… araso?” anjur appa Amber.

“MWOYA? APPA MAU AKU MATI?” suara Amber menggemparkan seluruh rumah.

“Mwo? waeyo? Saya bisa kok pergi sendiri, saya rasa tidak mungkin juga Amber diganggu cowok…” ujar Key.

“mworago? Kau pikir appa menyuruhmu untuk melindungiku?” tanya Amber sewot.

“lho? Jadi kau yang mau melindungiku? Oh, tak usahlah… aku bisa jaga diri, kok…” jawab Key ikut sewot.

“animida… Kibum ah, kau akan mengantar Eunyong (atau Amber), kalian pergi bersama, karena aku hanya membeli 1 mobil untuk kalian berdua…” jawab appa Amber.

“mwoya? Itu bukan mobilku sendiri?” tanya Amber.

“ani… itu mobil milik bersama…” jawab appanya.

“ahh.. gomawo ajjushi, aku bisa naik bis kok…” ujar Key.

“huah.. kau sopan sekali, Kibum…” appa Amber memuji Key, Amber lalu melengos “poker face..” ujarnya dalam hati.

“tapi tidak perlu… kau yang pegang kuncinya…”

“mwoya? Ide gila apa itu?” Amber benar-benar diambang kematian.

“yah… kalau kalian tidak mau, kalian langsung kuberhentikan dari Universitas Korea, ah,, tidak masalah…”

“ah.. ani…” ujar Amber.

“agesimnida…” ujar Key.

“baiklah… ayo kita semua pergi tidur…” ujar appa Amber dan meninggalkan mereka berdua untuk tenang.

“besok aku mati saja…” Amber menunduk lemas.

“ya, besok kau mati saja… biar aku jalan sendiri…” jawab Key segera bangkit menuju lift.

“mworago? Ish…” Amber mengejar Key, di depan lift, dia tidak ikut masuk.

“wae? Tidak mau kekamarmu?” tanya Key.

“ani… aku tidak mau satu lift denganmu…” jawab Amber.

“baguslah.. aku duluan… annyeong, namja!” Key melambai dan pintu lift pun tertutup.

“YA!!!”

…………………………….

Besoknya, setelah ada perang kecil saat sarapan, mereka pun masuk kedalam mobil berwarna putih.

“kau bisa menyetir dengan baik kan?” tanya Amber.

“tentu saja… oh ya, karena bertengkar denganmu, aku telat 10 menit…” ujar Key sambil memperbaiki sabuk pengamannya.

“mwo? ini belum..”

“menurutku telat kok…” ujar Key, dia pun merenggangkan tangan “mari kita selesaikan dalam 20 menit…”

“mwo? ya! Rumah dari kampus itu 7 km. mana mungkin bisa 20 menit, jam segini juga lumayan macet di jalan itu…” protes Amber yang duduk disamping Key.

“lho tidak percaya ya? Ya sudah… duduk dengan baik, pasang sabuk pengaman… kita akan mati bersama..” ujar Key enteng dan mulai berjalan.

“pabo…YAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA………………………………………………………………….” Teriakkan Amber selama di perjalanan.

5 menit…

Key membawa Amber belok kanan, lurus, belok kiri, menyalip truk sampah.

8 menit…

Key membawa Amber melewati Pohon-pohon di pinggir jalan, berhenti mendadak karena hampir terjebak macet mereka lewat gang yang berliku dan naik-turun.

10 menit…

Key membawa Amber (HAMPIR) membunuh orang, hampir nabrak Nenek-nenek tapi sempat berhenti (alhasil buat si nenek senam jantung , apalagi Amber), hampir nabrak tiang listrik, hampir nabrak polisi.

14 menit…

Key mengajak Amber dikejar Polisi, ada 3 mobil polisi di belakang mereka, Key maju terus pantang mundur apalagi berhenti dan mengurangi kecepatan, kecepatan naik 120 km/jam.

17 menit…

Key mengajak Amber lewat jalan pintas di bawah kolong jembatan, terobosi rel kereta api, masuk ke pemukiman, hampir nabrak toko sayur.

19 menit…

Key menghentikan mobil itu dengan selamat wal afiat tanpa kurang suatu apa, prediksi berhenti 2 meter, tapi malah lewat 4 meter kedepan. Mobil polisi sudah hilang entah kemana. Key hanya bisa tertawa, belok kanan, membawa mobil menuju parkiran lagi, memacu gas dan menghentikan mobil seketika setelah mendapatkan tempat parkir, dalam waktu 10 detik.

“huahh…hahaha… ini keren, mobilmu sangat bagus untuk ngebut!!!” ujar Key sambil melepas sabuk pengaman dan keluar dari mobil. Amber segera keluar mencari napas dan memperbaiki rambut pendeknya.

“kau…. Sudah gila ya…? Aku bisa ikut gila karenamu…” ujar Amber sambil terengah-engah dan memegangi kepala dan perutnya.

“mian… tapi kita lebih cepat 20 menit kan? Ah ani… ini baru 19 menit dari yang kuduga… hahaha… rekor baru!!!” ujar Key sambil menepuk tangan. “kaja…”

“chakaman… aku benar-benar diambang kematian…” jawab Amber.

“sayang sekali… kenapa tidak mati saja?”

“YA!!!!”

“kaja…” Key menunggu Amber.

“ishh.. huahh… bisa-bisa setiap hari mesti ganti ban…” komentar Amber yang sudah jalan berdampingan dengan Key.

“ah, ide yang bagus…” jawab Key.

“huft… apa salahku bisa kenal orang seperti ini?” ratap Amber.

“benar, apa salahmu? Kasihan sekali kau ini…” Key ikut meratap.

“YAISHH…”

“huftt.. aku tau kesalahanmu apa…”

“mwo?”

“karena kau melanggar takdir…”

PLETAK… BUAGH BUM DAGH JDARR

Dst dst dst dst

*terserah readers mau bayangin apa..

……………………….

Seminggu kemudian,

Jam 03.00, di parkiran…

“apa yang kau lakukan disini?” seorang yeoja datang menghampiri Amber yang menyender di mantan mobilnya, menunggu Key.

“menunggu supir pribadiku…” jawab Amber.

“oh.. sejak kapan kau punya supir?” tanya yeoja itu lagi.

“baru seminggu yang lalu… kau mau kemana, Nicole?” tanya Amber pada yeoja yang bernama Nicole itu.

“baru mau pulang juga, kelasku ditunda… jadi, kemana supirmu?”

“kenapa kau suka membahas supirku?” tanya Amber.

“aku penasaran…”

“hmm.. dia kuliah…”

“dia? Nugu? Maksudmu sepupumu yang jadi supir?” tanya Nicole bingung.

“yah, kurang lebih begitu…” jawab Amber. Dia lalu melihat Key yang menuju parkiran sambil makan permen karet yang diperkirakan Amber sudah 10 menit yang lalu belum dibuang-buang.

“Kau lama sekali! Apa yang kau kerjakan di kelasmu? Apa kalian menghitung kecepatan siput?” tanya Amber begitu Key datang menghampirinya.

“mian, kami menghitung kecepatan siput tadi…” jawab Key enteng.

“heh? Jinja?” tanya Amber.

“hmm…. Jongmal!” angguk Key.

“Stupid Liar!”

“Lagu BIGBANG kan?” tanya Key.

“ani, kau yang stupid liar!” Amber sewot

“annyeong, siapa kau?” tanya Key lagi pada Nicole yang dari tadi geleng kepala melihat mereka.

“kau lupa padaku? Kita satu kelas kan?” ujar Nicole pada Key sambil tersenyum.

“ah, jinja…” jawab Key sambil menjentikkan jarinya. Amber menaikkan alis kanannya.

“mwoya? Nicole bilang kelas ditunda, kenapa kau…”

“ohh… aku menghitung kecepatan siput tadi, makanya lama…”

“mwo?”

“kau bisa bercanda juga Kibum, hahaha…” komentar Nicole.

“hmm, begitulah…”

“apa nya yang bisa bercanda? Dia bercanda terus setiap waktu…” jawab Amber.

“kalian 1 rumah?” tanya Nicole.

“nde…” jawab Amber serta anggukan Key.

“kesini dulu…” Nicole menarik Amber menjauh dari Key beberapa meter, Key tetap saja mengunyah permennya dan membuat balon.

“kau sangat beruntung…” bisik Nicole.

“beruntung apanya? Aku malah berdoa dia jauh dari muka bumi ini…”

“huahh.. kau sih tidak mengenal Key dengan dekat…”

“kau yang tidak mengenalnya dengan dekat. Dia itu gila…”

“memang..”

“nah loh?” Amber bingung mau mati.

“hehehe, kami ini mahasiswa bagian desainer, Key sangat keren dalam menciptakan  desainer meski baru. Aku menyukainya…”

“mwo?”

“wae? Semua yeoja di kelas dan hampir satu universitas ini, menyukai dia…”

“mata mereka buta semua?”

“kau ini, karena penampilanmu kayak cowok makanya kau tidak bisa merasa… ehem..” Nicole berdehem begitu melihat Amber mau membunuhnya.

“yasudah, aku mau pergi, annyeong…” Nicole pergi meninggalkan Amber.

“YA! MAU KUTINGGAL?” Key berteriak setelah membuat permen karetnya.

“MAU MATI?” Amber berlari dan segera masuk kemobil, memasang sabuk pengaman, menutup pintu, dan berpegang erat di sabuk pengamannya. Dan…

“….”

“tumben pelan…” komentar Amber karena Key mengemudi dengan pelan.

“loh, gak suka? Ya sudah…” Key langsung menancap gas.

“aniyAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…………………………..” Suara Amber sepanjang jalan.

“kau gila atau bagaimana sih?” tanya Amber

CKKIIITT….

Mobil itu diberhentikan Key, membuat badan Amber condong ke depan.

“huahh… rasanya tidak enak deh… kita jalan pelan saja…” ujarnya.

“keure…”

“….”

HOT SUMMER

HOT HOT SUMMER…

“Appa…” ujar Amber, dia mendapat sms dari appa-nya.

FROM : Nae appa

Appa, pulang bulan depan, jaga dirimu yah…

Saranghae~~~

 

“apa katanya?” tanya Key.

“dia pulang bulan depan… seperti biasa…” jawab Amber sambil memasukkan hapenya ke dalam tas.

“ooo…”

“…”

RING DING DONG

RING DING DONG

Kali ini hape Key yang berdering, dia menoleh tas disampingnya.

“lihatkan.. siapa yang sms…” ujarnya pada Amber.

“kau pikir aku siapamu?”

“kau mau kita mati? Aku menabrak sapi?”

“sapi? Omo… nde, arata… aku bantu…” Amber menyerah dan membuka tas Key dan mengambil hapenya.

FROM : Jaesuk-Ajjushi

Ajjushi pulang bulan depan, tolong jaga Amber…

 

“omo!” Amber berteriak sendiri.

“apa katanya? Ada masalah?” tanya Key.

“ani… bukan apa-apa”

“YA! ADA APA?” Key berteriak.

“ishh… kubacakan ya, ajjushi pulang besok, tolong jaga Amber…”

“Ooo.. kau sedang dalam masalah?” tanya Key.

“ani…”

“bagus.. aku tidak perlu menjagamu…”

“mwo?”

“kau mau kujaga gitu?”

“ah, ani.. gomawo… tidak perlu…” Amber langsung menggelengkan kepala dan menengok ke jendela.

“nde…”

…………………………………..

Beberapa hari kemudian…

“Huaaaaaaaaaaaaaaaaaa…….”

Suara yeoja itu menggelegar di seluruh rumah. Key langsung terbangun dari tidurnya, pelayan hampir jatuh semua.

“aigoo.. apa yang dilakukan putra tidur itu?” keluh Key sambil melihat jam di sampingnya, pukul 07.00 a.m.

“AJJUMAAAAAAAAAAA….”

Sekali lagi Amber berteriak kepada pelayannya, salah satu pelayan langsung berlari menuju Amber. Key menggeleng-gelengkan kepala, bangkit dari tempat tidur dan mengusap wajahnya.

“hoamm… padahal kamarnya di lantai 15, kok bisa kedengaran sampai sini?” Key pun pergi ke kamar mandi.

“ajjuma? Dimana bajuku?” tanya Amber pada si pelayan, dia berada di depan lemari di kamarnya. Terheran-heran melihat isi lemarinya yang penuh baju cewek yang FEMINIM.

“a..a..anu nona, baju anda ditukar…”

“kapan kalian tukar?”

“tadi malam…”

“siapa yang suruh untuk di tukar? Kenapa?” tanya Amber terbata-bata.

“ehmm.. Kibum-ssi yang…”

“KIBUMAAAAAAAAA…..MATI KAUU…”

Amber berteriak sekuat tenaga. Terdengar hingga radius 900 meter.

“aigoo.. apa lagi ini?” komentar Key saat dia menggosok gigi.

……………………………..

FLASHBACK ON

Beberapa hari yang lalu…

“ajjushi ingin kau mengubah Amber…”

“menjadi Power Ranger?” tanya Key enteng.

“aniya… kumohon, ubahlah dia menjadi feminim. Ajjushi takut dia tidak punya jodoh nanti…”

“ohh… begitu? Baiklah. Kurasa mudah saja…”

“gomapsumnida Kibum ah…. Ajjushi juga menyiapkan jodoh untuknya. Jadi kumohon, buatlah yang di jodohkan itu menyukainya!”

“nugu?”

“pokoknya ada. Nanti ajjushi kenalkan. Oke? Tolong ya…”

TIIIT TIIITT…

“huft… apa sih yang tidak bisa di lakukan Yang Mulia Kibum? Key bisa memecahkan segala masalah…” ujar Key sambil mematikan hapenya.

FLASHBACK OFF

……………..………….

“wae yo?” tanya Amber pada Key yang sedang sarapan.

“harusnya aku yang tanya. Kenapa kau tanya-tanya?”

“kenapa kau menukar bajuku? Mana bajuku?”

“itu, yang kau pakai?” tunjuk Key.

“aniyaa…. Kau menyuruh aku memakai rok? Kau gila?”

“kau yang gila. Mana ada cewek yang gak suka pake rok..”

“aku tidak suka!”

“artinya kau tidak normal”

“YAAAAAA…” Amber berang.

“sudah sudah, makan dulu. Aku tunggu 10 menit. Aku mau kuliah. Ppali ya!” Key langsung bangkit dan pergi menuju lift.

………………………

Hari pertama,

“kenapa mesti warna pink sih? Kurang warna apa?”

“aigoo, Eunyoung-ah… itu warna yang bagus kok. aku sebagai laki-laki aja suka…”

“ya! Siapa suruh kau memanggilku dengan nama itu?”

“loh, waeyo? Nama itu imut kok. kau harusss…”

PLAKK..

Amber memukul Key dengan tas di tangannya.

“ya! Apa yang…”

“ishh… temani aku ke Mall, aku mau beli baju yang layak…”

“ani… kau pergi saja sendiri…” tolak Key.

“kau pikir aku tidak bisa?” Amber keluar dari mobil dan membanting pintu mobil lalu berjalan kaki.

HOT SUMMER

HOT HOT SUMMER…

Hape Amber berbunyi, dia pun menerima panggilan dari Key.

“waeyo?” tanyanya tanpa basa-basi.

“kartu kreditmu dibekukan Ajjushi…”

“MWORAGO????”

………………………….

Hari ketiga,

“ta ta tas, a a apa, I I ii ini?” tanya Amber sambil menggetarkan tangannya yang memegang tas selempang mahalan.

“ini tas yang bagus kan? Aku yang mendesainnya sendiri. Sebentar lagi, aku akan masuk di perusahaan desain. Hebat kan? Padahal aku baru semester 1!”

“a aa aniya… aku tidak mau…”

“ayolah… aku susah payah loh, membuatnya. Masa kau tidak mau? Napeun-a…” Key memasang muka sedih “ kau orang pertama yang kuberikan… aku tidak punya teman kecuali kau…”

“siapa teman yang…” Amber mau saja membentak Key, tapi dia ikut sedih melihat wajah Key yang muram. “nde… agesimnida. Aku pakai!”

“sip! Ayo ke kampus!”

……………………………………

Sudah 2 bulan trainee untuk menjadi feminim. Dan Amber sudah lumayan nurut sama Key. Hari ini, Key yang menunggu Amber di parkiran mobil. Dia bersandar di mobil sambil mendengarkan music.

“ah, Yunho hyung emang keren. Suaranya sangat bagus…” gumamnya.

“KIBUM AHH…” seorang yeoja memanggilnya.

“Changmin hyung juga keren… ah… TVXQ emang keren…” gumamnya karena dia tidak mendengar suara lain kecuali suara TVXQ.

“KIBUM AHHH…”

“Tapi, aku lebih suka yang Maximum deh. Kalau Before You Go terlalu sedih. Ku ganti saja..” dia mengganti lagu di MP3 nya.

“huft… pantas…” yeoja itu ada di belakang Kibum. Dia melepas headset yang ada di telinga sebelah kanan Key. “ya! Kibum ah…”

“aigoo… apa yang… ohh Nicole….” Key kaget melihat Nicole menghampirinya. Key melepas headset di telinga kirinya. “Annyeong. Mwoya?”

“Annyeong haseyo, bisakah aku bertanya padamu?”

“nde…”

“apakah kau tinggal serumah dengan Amber?” tanya Eunyoung.

“nde, waeyo?”

“ani. Kau keluarganya?”

“aniyo. Aku anak teman ayahnya… ayahku pergi ke Jepang. Jadi, aku dititipkan disana…”

“kau menyukai Amber?” tanya Nicole tiba-tiba.

“heh?” Key menaikkan sebelah alisnya.

“euhm… maaf, aku hanya bertanya…” Nicole menjadi gugup.

“gwenchana. Apa maksudmu bertanya begitu?”

“kalian sangat akrab. Ku pikir…”

“sejak kapan kau berpikir kami sangat akrab?”

“maaf?”

“maksudku, saat kami berebut masuk rumah, bertengkar karena susah di ajak kompromi, aku dilempari dan dipukul terus oleh Amber, dia melawan atas yang ku katakan. Kau bilang itu akrab?” Key menceritakan dengan penuh penghayatan.

“ohh…” Nicole hanya angguk-angguk.

“aku bisa gila kalau terus menerus bersama manusia itu!” Key mencak-mencak dengan berbagai gaya. Dia mengguncang-guncang badan Nicole.

“ehmmm… Key…” ujar Nicole setelah melihat Key yang memegang kedua bahunya.

“mianhae… huahh… kau salah besar jika aku sampai menyukainya, sampai aku akrab dengannya. Kau salah besaaaaaarr…” Key melepaskan tangannya dari bahu Nicole.

“apa yang salah?” tiba-tiba Amber datang dari belakang Key.

“kau yang salah!” jawab Key.

“aku? Waeyo?”

“nde, manusia tidak normal yang mengganggu hidupku…”

“kok bisa itu loh? Kau itu yang mengganggu hidupku. Aku baik-baik saja tanpa kau sebelumnya, lalu…”

“ishhh… aku mau pulang. Kau mau pulang atau tidak?” Key menyerah, dia pun masuk mobil.

“kau yang mengajak berkelahi duluan…” Amber pun ikut masuk.

“annyeong…” lambai Nicole pada mobil yang melesat pergi.

“….”

“huft… aku sangat iri…” ujarnya pelan.

…………….

— TBC —

……………

Gaje yah? Tapi pokoknya thank you for reading! Komentarnya. Oh ya, mau gak Kris EXO ku masukkan? Kalau mau cepat-cepat di koment, sebelum aku mengambil Kris, hehehe *ditarik Luhan*.

4 responses to “Silly Girl (Part 1)

Komentar ditutup.