Someone Like You (Part 2)

SOMEONE LIKE YOU

Title     :           Someone Like You (Part 2)

Author :           Yesunggyu – Amalia Laili

Length :           Continue

Genre   :           Sad, Romance

Cast     :           Yuri, Hankyung, Hyoyeon, Zhoumi, Victoria, etc

……………………….

Hari ini, rapat besar. Seluruh manajer dan direktur, terutama Presiden Direktur datang. Mereka membahas kenaikan BBM, eh kenaikan bahan baku kertas. Secara gitu, ini kan Perusahaan BUKU “UEKI”. Jadi, sangat penting memikirkan bahan baku kertas tersebut. Kenaikan bahan bakunya sekitar 10%. Huah.. tinggi juga ya?

“kenapa tidak menggunakan bahan daur ulang?” tanya Zhoumi pada Presdir.

“tidak bisa semudah itu. kalau begitu kita harus mencari perusahaan baru untuk produksi kertas daur ulang. Sangat jarang perusahaan itu ada..” jawab Presdir *mari kita panggil Presdir ini Kangta..hehehe

“yang penting bisa kan?” tanya Yuri juga.

“susah. Itu artinya kita menghentikan penerbitan selama 2 atau 4 minggu untuk pencarian Perusahaan baru, pengujian, penyesuaian, dan penerbitan yang cukup lama dari awal. Tidak mungkin kita langsung memulai kerja sama dengan orang lain dan menghentikan kerjasama dengan Perusahaan yang sudah bekerja selama 30 tahun dengan kita…” jawab Pak Kangta.

“kenapa harus menghentikan penerbitan sampai selama itu?” tanya Yuri lagi.

“karena.. saat ini saja entah berapa buku yang sudah terbit. Tidak mungkin kita membuat 1 buku dengan kertas yang berbeda dibandingkan yang lain meski bukunya sama. Konsumen akan protes. Terutama yang menulis buku tersebut. Pemilik saham juga akan protes. Memangnya kau tidak tahu?” terang pak Kangta.

“mian.. saya baru ingat…” Yuri menunduk.

“pak, biar saya yang mencari perusahaan itu. kita tidak bisa menaikkan harga hanya karena masalah pohon dan kertas… meski penerbitan berhenti selama 2 atau 4 minggu..” tawar Zhoumi.

“tidak bisa… rasanya lebih baik kita naikkan harga…” ujar Pak Kangta. “apalagi penghentian penerbitan. Penulis dan para calon konsumen akan kecewa. Kita sudah memberikan selebaran tentang penerbitan pertama bukunya..”

“kalau memang hasil akhirnya memang kenaikan harga, kenapa mesti dibahas?” sanggah Zhoumi.

“…” Semuanya terdiam.

“kita disini untuk mencari jalan keluar, untuk hasil terbaik bagi konsumen dan kita semua, kan?”

“….”

“kata-kata yang bagus.. tapi.. kau bisa memberikan hasil terbaik untuk rapat ini?” jawab pak Kangta dengan tiba-tiba.

“hmm.. bagaimana kalau penghentiannya hanya 3 hari?” tanya Zhoumi.

“penghentian apa itu? kau terlalu mengada-ada..”

“bisa pak! Saya yakin!”

“kalau tidak bisa?”

“saya akan mundur dan mengganti rugi semuanya..” jawab Zhoumi mantap. Membuat semua peserta rapat menganga terutama Yuri yang ada disampingnya.

“hmm.. baiklah… tapi.. hanya 3 hari. Temukan yang benar-benar sangat sempurna untuk kita. Dan buat perusahaan sebelumnya tidak merasa tersinggung..”

“agesimnida..”

“siapa yang setuju dengan keputusan Zhoumi-ssi?” tawar Pak Kangta.

Semua mengacungkan tangan dan setuju. Hanya Yuri yang diam.

“nona Kwon?” tanya Pak Kangta.

“heh? Ehmm.. sebenarnya saya tidak yakin tapi.. saya setuju…” angguk Yuri dengan ragu sambil menatap Zhoumi yang juga menatapnya. Yuri lalu kembali menunduk. Zhoumi kembali menatap pak Kangta.

“baik. Semua 100% setuju. Ingat Zhoumi, semua ada ditanganmu. Biasanya apa yang kau katakan berhasil. Tapi, kita lihat untuk yang satu ini… zero accident, mengerti? sampai ada kesalahan…kau akan… ” Pak Kangta lalu memperagakan kepala yang dipotong. “agesimnida?”

“nde..” jawab Zhoumi. “boleh aku memilih orang disini untuk partner ku?” tanyanya tiba-tiba.

“silahkan… siapa?”

“hmm.. Kwon Yuri…” ujar Zhoumi. Yuri yang menunduk langsung mengangkat kepala, menatap Zhoumi yang kali ini Zhoumi menatap pak Kangta.

“baik.. Yuri juga termasuk pegawai terbaik di perusahaan ini. Yuri kau akan menjadi partner Zhoumi dalam tugas ini. Kau harus bisa melaksanakannya!”

“eh? Ehmm.. baiklah..” angguk Yuri.

……………………………

TAP TAP TAP…

Suara highells Yuri yang sedang beradu dengan lantai keramik kantor Ueki. Dia sedang mengejar Zhoumi yang sedang berjalan keluar dari Perusahaan Ueki.

“chakaman…!!” teriak Yuri.

“mwoya?” tanya Zhoumi membalikkan badan. Yuri berhenti mendadak dan hampir menabrak Zhoumi yang ada didepannya. Dia pun mengatur napasnya sebentar.

“huh.. begini.. apa maksudmu? 3 hari? Aku? Apa yang..”

“kau mau mengatakan apa sih sebenarnya?” tanya Zhoumi heran.

“kita, bagaimana cara kita melaksanakan tugas tadi?”

“hari ini kita cari.. maksimal besok pagi sudah ketemu…” ujar Zhoumi.

“mworago?”

“nde.. jadi besok bisa langsung bekerja sama.. kau bisa membuat laporan?” tanya Zhoumi tenang.

“bisa.. tapi bagaimana..”

“bagus.. kau buat.. untuk pengajuan kerja sama juga ya. Laporan akhir juga. Maksimal lusa sudah selesai..”

“mwoya? Kau mau membunuhku?” tanya Yuri panik.

“hm…” Zhoumi langsung memegang jidat Yuri dan diam sejenak. Yuri juga diam dan menjadi gugup.

“kau terlalu gugup. Makanya tidak bisa berpikir ya? Biasanya kau berpikir dengan cepat! Tenangkan dirimu..”

“mwo? bagaimana aku bisa tenang kalau…” hampir saja Yuri membentak-bentak Zhoumi sampai dia melihat senyum Zhoumi.

“Yuri-ya… ayo pergi mencari perusahaan..”

“bagaimana caranya? Kau kira Seoul ini seluas lift?”

“internet… apa gunanya? Ayo!” Zhoumi menarik tangan Yuri, dan mengajaknya marathon.

“kemana?”

“kita pergi kesalahsatu perusahaan kertas. Aku tau tempatnya…”

“jadi?”

“kau yang menyetir.. bisa menyetir mobil ku kan?”

“bisa asal bukan traktor. Tapi kenapa aku?”

“karena pikiranmu kacau. Makanya kau yang menyetir…”

“kalau pikiranku kacau.. bagaimana kalau aku menabrak pohon?”

“lebih baik dari pada kau menabrak orang… kau mau kita lama mendapatkan perusahaan?”

“apa yang… apa maksudmu?”

“aku disampingmu, sambil mencari koneksi dan perusahaan.. araso? Aku juga bekerja lebih keras tau! Ikuti saja…” Zhoumi menjelaskan untuk terakhir kalinya, karena Yuri tidak lagi membantah. Mereka berlari menuju ruang Parkir lalu menuju mobil Zhoumi dan melesat menjauhi perusahaan Ueki.

……………………..

Malamnya…

Didalam mobil Zhoumi, menuju kantor Ueki dari perusahaan kertas “Origami” *apaseh?*

“bagus kan? Huft.. satu masalah sudah selesai.. kita tinggal memutuskan hubungan dan menyambungkan hubungan…” ujar Zhoumi pada Yuri.

“maksudmu?” tanya Yuri bingung. Zhoumi kembali memegang jidat Yuri.

“hehehe… kau masih panas ya? Apa prossesor otakmu hank?” ujar Zhoumi sambil tersenyum.

“ya! Arata!” Yuri menepis tangan Zhoumi yang ada dijidatnya. “kau mau kita menabrak pohon?”

Zhoumi tertawa sepuas-puasnya.

“tertawalah sebelum kau tidak bisa tertawa.. kau suka sekali menggangguku..” ujar Yuri merengut.

“hehehe… baiklah… kau mau kemana?”

“kekantor dulu, aku mau mengerjakan laporan… tidak enak dirumah..”

“wae?”

“aku tidak punya teman..”

“mau kutemani?”

“tidak perlu!” ujar Yuri kesal. Zhoumi tertawa lepas sekali lagi.

 

Begitu sampai dikantor

“selamat kerja malam… laporannya besok ya! Aku akan mengurus kerja samanya! pokoknya besok harus selesai!” Zhoumi meninggalkan Yuri di kantor. Yuri hanya mengangguk sambil melihat jalannya Mobil itu sampai hilang dari pandangannya.

“ish… merepotkan!” komentarnya “meski repot juga mesti dikerjakan..”

Dia pun masuk keruangannya dengan lesu.

“Hankyung, kau belum pulang?” tanyanya pada Hankyung yang masih bekerja.

“nde.. kau darimana?”

“aku, pergi dengan Zhoumi-ssi.. mengurus perusahaan kertas..”

“kenapa mesti kau sih? Kan dia bisa minta direktur lain?”

“mana ku tau..” ujarku datar lalu berjalan gontai dan lalu duduk dikursiku.

“…”

“kau sudah makan?” tanyanya tiba-tiba. Karena ruangan ini cuman ada kami berdua, suaranya menggema.

“sudah… tenang saja…kau?”

“sudah… eh, boleh aku tanya pendapatmu?…”

“tentang?”

“Victoria…”

“ohh… dia bagian sekretaris kan? Wae?”

“dia orang yang baik?”

“baik banget malah. Aku pernah bersamanya saat workshop di Jepang 1 minggu.”

“ohh.. baguslah.. aku pacaran dengannya..sudah 2 bulan.. kurasa lebih baik memberitahukanmu” jawab Hankyung membuat Yuri terkejut dan menghentikan kerjaannya.

“hmm… begitu… tak memberitahu pun tak masalah”

“nde…”

Suasana kembali tenang. Yuri meneruskan pekerjaannya dengan perasaan tak menentu.

 

1 jam kemudian….

“aku pulang dulu… sudah jam 11, kau belum mau pulang?” tanya Hankyung.

“nanti.. aku harus menyerahkan laporan besok..”

“Zhoumi mau membunuhmu ya?”

“hmm mungkin…”

“aku pulang…” pamit Hankyung pada Yuri.

“nde…” Yuri menerusakan kerjaannya. Hingga tak terdengar lagi suara langkah Hankyung, hingga lelah dia diam.

Dia berhenti sejenak.

“selama ini juga dia pacaran dengan siapapun aku tidak apa-apa… ish…” dia melanjutkan kembali kerjaannya.

“….”

“tidak bisa…” Yuri berhenti dan menelungkupkan wajahnya di keyboard. Entah dia menangis atau tidak.

………………………

Esoknya,

Zhoumi datang paling pagi ke kantor, dengan wajah yang paling cerah dimuka bumi ini. Barusan, dia sudah menyelesaikan kerja sama dengan perusahaan kertas.

“tinggal satu masalah.. laporan! Tidak, itu bukan masalah besar sih… yang penting tentang penerbitan ulang…” dia menepuk sekali tangannya.

“aku harus menemui Yuri, apa dia sudah datang sepagi ini? Pasti sudah. Aku melihat mobilnya sudah diparkiran. Semoga itu memang mobilnya.” Zhoumi pun bergegas menuju ruangan marketing.

 

Diruangan marketing…

Benar saja, disana sudah ada Yuri. Tapi dia memang sedari tadi ada disitu. Lebih tepatnya dia tertidur disitu. Dia tertidur sekitar pukul 2 pagi, disampingnya sudah ada berkas laporan. Dia tidur dengan baik. Rambut hitam panjang nya menutupi sedikit wajahnya.

“aigoo.. dia tidak pulang?” ujar Zhoumi heran. Dia melihat kesekeliling. Tidak ada orang. Dia mendekati Yuri, berniat mengejutkannya. Tapi diurungkan, dia melihat Yuri benar-benar kacau. Dia pun menaruh kopi hangat yang sempat dibawanya saat akan menuju kesini. Menaruhnya di meja disamping Yuri. Mengguncang pelan bahu Yuri.

“Yuri.. ya..” bisiknya. “irona…”

“…” Yuri belum juga bangun.

“Yuri ya.. irona..” dia merapikan rambut Yuri yang menutupi sedikit wajah Yuri.

“…”

“kau sangat mengantuk? Sampai jadi panda begini?” dia menyentuh kantung mata Yuri. Dan Yuri tidak bergerak sedikit pun.

“memangnya kau mayat? Kenapa tidak bergerak… Yuri ya.. irona…” Zhoumi berbisik lagi. Dia tidak tega meneriaki Yuri.

 

Krakk…

“annyeong haseyo..” salam Hankyung saat masuk keruangan.

“ah.. Zhoumi-ssi..” ujarnya kaget setelah melihat Zhoumi yang menunduk untuk membangunkan Yuri. Dia lalu melihat Yuri.

“dia menginap?” tanya Hankyung pada Zhoumi.

“sst..” Zhoumi berisyarat untuk jangan bersuara.

“hmm…” Yuri menggeliat untuk bangun. Dia membuka sedikit matanya. Zhoumi dan Hankyung hanya diam ditempat, menunggu keajadian selanjutnya. Yuri melihat Zhoumi, dia tidak bicara sedikitpun. Lalu menegakkan kepalanya, melihat kesekeliling, menemukan Hankyung yang terdiam di depan pintu melihatnya.

“huahh…!!” Yuri langsung berdiri. Zhoumi termundur sedikit, Hankyung juga tersadar dari lamunannya.

“apa yang kau lakukan disini?” tanya Yuri pada Zhoumi sambil mengucik matanya.

“hanya mau menengokmu..” jawab Zhoumi.

“ohh.. aku sudah menyelesaikan laporannya..” ujar Yuri sambil memberikan berkas laporan pada Zhoumi. Zhoumi pun mengambilnya. Yuri mengambil ikat rambut, dan mengikat rambutnya menjadi satu, mengenanakan jaket yang ditaruhnya disandaran kursi.

“aku mau cuci muka dan bersih-bersih dulu… annyeong haseyo, Hankyung!” serunya pada Hankyung yang sedang duduk dikursi kerjanya..

“kau tidur disini semalaman?” tanya Hankyung.

“bukan semalaman.. cuman 5 jam…” jawab Yuri beranjak pergi keluar.

“mwo?”

“tidurlah lagi!” ujar Zhoumi pada Yuri.

“andwe… aku harus kerja hari ini..”

“kau bisa sakit..”

“gwenchana… aku sudah sering kok.. aku mau cuci muka dulu…” Yuri tak menghiraukan Zhoumi. Dia pun beranjak pergi keluar dan melewati Zhoumi dengan terhuyung karena mengantuk.

GRAKK…

Baru saja dia ada disamping Zhoumi, dia sudah hampir jatuh dan bersandar di bahu Zhoumi. Zhoumi memegang bahunya.

“Yuri!” seru Hankyung langsung berdiri.

“Gwenchana..” ujar Yuri sambil berusaha berdiri tegak.

“tidak ada.. kau ikut denganku…” Zhoumi mengangkat tubuh Yuri dengan kedua tangannya. “Hankyung, untuk hari ini, kau ambil alih sementara tugas Yuri.. araso?” ujar Zhoumi pada Hankyung.

“mm.. baiklah..” angguk Hankyung.

“ya! Turunkan aku..” rontak Yuri.

“kau bahkan tidak punya kekuatan untuk memukulku…” Zhoumi tetap menggendong Yuri dan membawanya pergi.

“….”

“huft…” Hankyung kembali duduk dikursinya. “apa mereka memiliki hubungan yang tidak kuketahui? Sudahlah. Bukan urusanku!”

“….”

“ishh… ada apa sih denganku!!!” dia marah-marah sendiri.

……………………………

“ada apa denganmu sih? Turunkan aku…” ujar Yuri. Zhoumi hanya diam, dan menurunkan Yuri disamping mobilnya. Dia masih memegang tangan kanan Yuri.

“masuklah…” ujar Zhoumi.

“andwe…” tolak Yuri. Zhoumi pun mendorong Yuri hingga dia masuk kedalam mobil. Zhoumi menutup pintu dan masuk mobil dari pintu seberangnya.

“mwoya?” tanya Yuri.

“tidurlah.. kau membuatku kesal…”

“wae? Yang penting kan aku sudah menyelesaikan laporan”

“tapi, apa aku bilang kalau kau harus bergadang? Membuat laporan kan tidak perlu sampai bergadang? Kita ada urusan lagi, bagaimana bisa lancar kalau keadaanmu begini?” omel Zhoumi, yang diomel hanya diam.

“huft… aku menunggumu 3 jam lagi. Pokoknya kau harus tidur.”

“3 jam?”

“nde.. jadi pas 8 jam.. tidurlah…”

“tidak bisa.. “

“wae?”

“karena kau ada disini, jangan melihatku, keluarlah..”

“aigoo.. baiklah. Tidur dengan baik!” Zhoumi keluar.

BLAM..

Dia menutup pintu

“jangan melihatku.. araso?” ujar Yuri dengan bahasa isyarat, karena Zhoumi tidak dengar suara dari dalam mobil.

“….”

Dalam waktu 8 menit, Yuri sudah tertidur pulas. Zhoumi beranjak pergi dari parkiran, tapi diurungkannya. Dia melihat Yuri yang tidur di dalam mobil.

“aku sangat merindukanmu, Yuri. Kupikir, kau baik-baik saja…”

“…”

“tidak berubah sedikit pun..”

“…”

“kau masih menyukai Hankyung?”

“…”

“kenapa harus menyukai orang itu sih?”

“…”

“jelas-jelas dia cuman mempermainkanmu…”

“…”

Zhoumi lalu masuk kedalam Kantor meninggalkan Yuri.

………………………..

Lusanya,

“pekerjaan kalian sangat bagus…” puji Presdir Kangta.

“gomapsumnida..” jawab Yuri dan Zhoumi.

“kami akan mengadakan perayaan untuk hal ini malam ini. Kalian pergilah duluan…”

“nde.. agesimnida.. kami akan pergi..”

“nde.. silahkan keluar…” ujar Kangta, menyilahkan keduanya pergi. Zhoumi dan Yuri pun keluar.

 

Diluar ruangan Presdir,

“huahhh… akhirnya….” Ujar Yuri lega. “Mimpi burukku sudah selesai.”

“hahaha… jadi bersamaku adalah mimpi buruk?”

“kurang lebih begitu.. hahaha..” Yuri dan Zhoumi tertawa lepas. Mereka berjalan menuju lift. Zhoumi menekan tombol untuk kelantai atas. Mereka menunggu selama beberapa detik, pintu lift terbuka.

“Hankyung-ssi..” ujar Zhoumi pada Hankyung yang ada didalam lift bersama Victoria.

“ah.. annyeong haseyo…” ujar Hankyung pada Yuri dan Zhoumi. Victoria tersenyum. Zhoumi menarik tangan Yuri untuk masuk kedalam Lift. Begitu pintu lift tertutup.

“kalian akan pergi untuk merayakan keberhasilan Perusahaan?” tanya Zhoumi.

“nde…”

“kalau begitu kita sama-sama saja..” ujar Zhoumi.

“nde..”

“aku ke ruanganku saja…” ujar Yuri.

“andwe.. kau harus ikut. “ ujar Zhoumi.

“nde..kau juga yang membantu Zhoumi kan?..” sahut Hankyung.

“aku tidak bersemangat..” ujar Yuri.

“jangan hanya karena Hankyung, jiwamu sakit. Cukup hatimu saja yang sakit..” bisik Zhoumi pada Yuri.

“whatever…” balas Yuri.

“baiklah… ayo kita pergi…” ujar Zhoumi.

…………………………

Ditempat acara,

“ada apa Yuri?” tanya Zhoumi. Dia dan Yuri sedang duduk berdampingan. Mereka bersama banyak orang malam itu.

“nothing..” jawab Yuri datar sambil meminum jusnya.

“hmm.. karena Hankyung?”

“mwo? ani…”

“aku benar kan?”

“…” Yuri hanya diam.

“arata… sampai kapan kau menyukai Hankyung?”

“entahlah….”

“kau terlalu naïf, Yuri..”

“whatever…” balas Yuri. Dia lalu berjalan menuju toilet.

 

Didalam toilet..

Yuri masuk kedalam wc, dan tidak melakukan apapun. Hingga ia mendengar percakapan. Mungkin, Victoria dan Jessica, sesama sekretaris.

“apa hubunganmu dengan Hankyung baik-baik saja?” tanya Jessica pada Victoria. Yuri mendengar dengan seksama.

“hmm.. kurasa…” jawab Victoria. “tapi, sekarang dia agak menjauh dariku. kudengar dia menyukai orang lain”

“mwo? nuguya?”

“manajer nya…” Yuri berhenti sejenak.

“aku tidak mengerti, apa yang disukai Hankyung padanya…” ujar Victoria. “tapi, manajer memang baik… hahhh… aku tidak tahu lagi…”

“gwenchana… hankyung bukan orang yang tidak setia..”

“araso… tapi.. terserah dia deh, mau dengan siapapun..”

“wae?”

“dulu dia memang menyukai Yuri-ssi…”

“jongmal? Itu kan dulu…”

“huah… aku tetap tidak rela!”

“kalau begitu kau harus mempertahankan Hankyung. Jangan sampai dia tidak menyukaimu gara-gara, siapa nama manajernya? Oh.. Yuri-ssi”

“hmm… kita pergi dulu.. aku sudah selesai memperbaiki lipstick ku..”

Victoria dan Jessica pun pergi dari toilet. Cukup lama Yuri baru keluar. Dia pun membasuh tangannya di wastafel.

“aku? Heh… ada-ada saja…”

…………………………..

Acara tadi malam selesai pukul 12 malam tepat. Membuat Yuri mengantuk, dia tidak minum soju sedikit pun karena tidak suka. Dia berjalan dengan Zhoumi keluar.

“tadi itu heboh sekali…”

“hmm…” balas Yuri. Dia menengok sekeliling. Lalu menemukan Hankyung dan Victoria didalam mobil Hankyung. Apa yang…

SRET..

Zhoumi memeluk Yuri hingga Yuri tidak dapat melihat apa-apa yang dilakukan Victoria dan Hankyung *Author juga tidak tahu, hehehe*.

“apa yang kau lakukan?”

“tunggu dulu.. kau mau mati?”

“apa nya?”

“pokoknya tunggu dulu…” Zhoumi tetap memeluk Yuri, meski tidak erat. Yuri merasa aman dengannya.

“….”

 

BRUM…

Mobil Hankyung melewati mereka.

“sudah…” Zhoumi melepaskan pelukannya. Yuri menatap Zhoumi.

“wae?”

“kau tidak usah tahu…”

“waeyo?”

“hm…” Zhoumi kembali berjalan menuju mobilnya. “kau tadi jalan denganku kan? Biar kuantar pulang juga…”

“…” Yuri mengikuti Zhoumi.

 

Didalam mobil..

“waeyo?”

“apanya?”

“kenapa tadi…?”

“bukan apa-apa..”

“kau lihat Hankyung tadi? Dia..”

“tidak kulihat kok.. jangan dipikirkan..”

“tapi aku lihat.. dia dengan…”

“sudahlah…”

“….”

“lupakan dia, Yuri ya..”

“…”

“dia bukan pria yang baik untukmu…”

“…”

………………………..

Keesokan harinya, Yuri datang lumayan pagi. Dia melihat tidak ada Hankyung di meja kerjanya. Dia lalu duduk di meja kerjanya sendiri.

“huah… apa itu tadi? Dasar Zhoumi! Lupakan!” Yuri menggeleng-gelengkan kepala.

 

TRTT…TRTT..

From : Hankyung-ssi

Mianhae, aku di rumah sakit sekarang. Aku akan datang terlambat.

 

To : Hankyung-ssi

Kau sakit lagi?

 

TRTT…TRTT..

From : Hankyung-ssi

Animida… Victoria sakit. Tadi pagi dia pingsan di kantor. Mianhae..

 

Baik. Aku tahu sekarang. Ish sudah lah! Kenapa sih aku mesti mengurus orang lain, pikirnya. Dia tidak membalas sms terakhirnya dan terus bekerja.

………………………

Dirumah sakit,

“gwenchana?” tanya Hankyung padanya ketika Victoria sudah sadar.

“hmm.. dimana..”

“kita dirumah sakit…”

“oh…”

“kudengar kau menderita Leukimia…” ujar Hankyung.

“nde…”

“kenapa tidak membertahukanku?” tanya Hankyung sambil merapikan rambut Victoria.

“aku pikir aku akan sembuh…”

“yah, meski begitu juga harus memberitahukanku….”

“tapi tidak ada tulang sum-sum yang cocok untukku…”

“kita akan menemukannya…” Hankyung memegang erat tangan kanan Victoria.

“oppa..”

“wae?” jawab Hankyung sambil tersenyum.

“menikahlah denganku…” pinta Victoria.

“……”

………………………………..

— TBC —

TBC lagi… padahal Victoria kan sakit Leukimia. *Apahubungannya?* bagus gak? Haduh tadi sudah ada rambu kuning menuju ketidakbaikkan. Hahaha… pokoknya komentarnya…^^

 

 

4 responses to “Someone Like You (Part 2)

  1. Wihh lumayan suka deh ama pairing nya kecuali semua yang berhubungan vic hehe,tapi aku bukan anti kok.

    • gomawo..^^
      dari tadi bahas Vic eonni terus…nyenyenye…>.<
      gpp, blog ini terima kok, yang penting bukan anti… malah anti itu yang aneh, sudah suka, masih aja disibukin tuh yang di anti in.. hahaha *hush..kok aku bahas yang gak penting?

Komentar ditutup.