Someone Like You (Part 3)

SOMEONE LIKE YOU

Title     :           Someone Like You (Part 3)

Author :           Yesunggyu – Amalia Laili

Length :           Continue

Genre   :           Sad, Romance

Cast     :           Yuri, Hankyung, Hyoyeon, Zhoumi, Victoria, etc

 

Wah, wah… tadi itu sangat berbahaya sekali ya? Author mohon maaf, sebesar-besarnya.. hehehe.. lanjut.

………………………

“menikahlah denganku…” pinta Victoria, membuat Hankyung kaget dan melepaskan tangan Victoria.

“apa maksudmu?”

“menikahlah denganku..”

“tapi, aku…”

“oppa, aku tau kau menyukai Yuri…”

“mwo? Victoria ya…”

“Oppa, ini permintaan terakhirku…”

“Victoria…” Hankyung terdiam untuk berpikir.

“berikan aku waktu seminggu…” ujar Hankyung.

“ani oppa…”

“1 hari saja.. kau masih bisa menungguku kan?”

“….”

………………………….

Dikantor…

Yuri menyibukkan diri, karena tugasnya dengan Zhoumi telah selesai, dia pun kembali mendapatkan sedikit pekerjaan.

 

TRTT…TRTT..

Dia mengambil hapenya dan melihat sms dari siapa. Ada apa? Pikirnya.

 

From : Hankyung-ssi

Kau sudah makan?

 

Seharusnya aku sudah tahu, pikirnya. Dia pun membalas sms itu.

 

To : Hankyung-ssi

Belum. Nanti saja..

 

From : Hankyung-ssi

Ayo makan, aku sudah menunggumu dikantin. Kalau kau tidak datang, aku tidak akan makan..

 

“heh.. apa-apaan itu…” ucapnya, dia pun berdiri dan pergi menuju kantin.

 

Saat masuk lift..

“Zhoumi-ssi..” ujarnya begitu melihat ada Zhoumi didalam lift.

“mau pergi makan?” tanyanya.

“hmm… dengan Hankyung…”

“mwo?”

“nde.. dia yang mengajakku.”

“sudah kubilang lupakan dia…”

“sudah kuusahakan, lagipula ini hanya makan saja kan?”

“hmm.. kalau begitu aku ikut denganmu..”

“Zhoumi ah..”

“….”

 

Begitu dikantin…

Hankyung sudah menunggu lama, didepannya sudah ada 2 menu makanan. Yuri dan Zhoumi pun berjalan disana. Hankyung kaget melihat Zhoumi ikut.

“kenapa cuman dua saja?” tanya Zhoumi.

“mana ku tahu kalau kau juga datang…” ujar Hankyung.

“ya sudah, aku ambil sendiri.. eh…” Zhoumi menahan Yuri yang akan duduk di seberang Hankyung. “kau duduk disini… aku yang disini…” Zhoumi menyuruh Yuri duduk disamping Hankyung dan Zhoumi duduk dihadapan Hankyung. *tentu saja karena mejanya bundar, mengertilah. Oo*

“baiklah…” Yuri pun duduk ditempat yang diperintahkan Zhoumi.

“apa kalian pacaran?” tanya Hankyung begitu Zhoumi pergi mengambil makanan.

“ah.. ani..”

“lalu tadi?”

“molla…”

“aku datang…” Zhoumi sangat bersemangat untuk makan.

“selamat makan..” ujar mereka bertiga.

“….”

……………………….

FLASHBACK ON

11 Tahun yang lalu, saat valentine SMA. Yuri hanya diam di bangkunya, dia tidak menyangka mendapat hadiah. Dia samasekali tidak menyukai Valentine. Secara, dia tidak punya namjachingu, tidak punya kesempatan malah. Karena dia hanya mau jika Hankyung, kayak lagu Yesung gitu. Tapi, apa yang didepannya ini?

To : Kwon Yuri

Annyeong haseyo, Yuri-ya. Aku memberikan hadiah padamu karena sudah memperhatikanku dan baik kepadaku. Aku tidak memberikan hadiah pada siapapun kecuali dirimu. Oh ya, kuharap kau bisa memulai hidup baru. Kumohon lupakan aku…

Hankyung…

“pasti bukan Hankyung…” gumam Yuri lalu dengan seksama melihat tulisan di surat kecil itu.

“hmm… Zhoumi-ya…” ujarnya sambil tersenyum.

FLASHBACK OFF

…………………………

DIRUMAH SAKIT…

“oppa datang lagi?” tanya Victoria.

“nde, sudah baikan?” tanya Hankyung.

“hmm… apa itu?” tanya Victoria lagi sambil menunjuk bungkusan yang diletakkan Hankyung di mejanya.

“makanan, ibuku yang membuatkannya…”

“gomawo… ibumu sangat baik…”

“yah… kau mau?”

“kalau kau suapkan, aku mau…” jawab Victoria.

“haha… baiklah…” Hankyung pun mengambil sendok dan menyuapi Victoria.

“hmm.. oppa..”

“makan dulu, nanti bicaranya…”

“….”

“oppa, dokter bilang aku bisa bertahan dalam 6 bulan lagi… aku masih bisa bertahan lebih dari itu kan?” ujar Victoria, Hankyung menghentikan sejenak kegiatannya, lalu kembali menyuapi Victoria.

“yah, pasti bisa, makanya makanlah dengan teratur…”

“….”

Saat itu keheningan sejenak. Suasana di tempat itu sangat tenang.

“chagiya, bisa aku minta sesuatu…” ujar Hankyung.

“mwo?”

“ijinkan aku selama seminggu bisa mencintai Yuri…”

……………………

Yuri berjalan gontai menuju mobilnya sambil mengayunkan tas selempangnya di tangan kanan. Pukul 10.00 pm, dia baru pulang, dia menguap sekali dan mengedarkan pandangan. Gelap, pikirnya. Gelap karena lampu nya gak diganti atau mataku yang perlu diganti? Pikirnya lagi, dia menggelengkan kepala. Tiba-tiba badannya agak oleng kekanan dan membuatnya bersandar di mobilnya.

“aigoo… kepalaku benar-benar pusing…” dia membuka pintu dan masuk sambil memegangi kepalanya.

“aku harus tidur. Hoahmm…”

 

TOK TOK TOK

Jendela mobilnya diketuk seseorang. Yuri menoleh dan langsung membelalakkan mata.

“apa yang kau lakukan disitu?” tanya Yuri.

“…” namja, orang itu. tampak berbicara, tapi Yuri tentu saja tidak mendengarnya. Dia membuka pintu, membuat namja itu mundur sekali.

“gwenchana?” tanya namja itu.

“maksudnya?”

“kau hampir pingsan tadi, kau bisa menyetir?”

“aku bisa, Hankyung…” ujar Yuri pada namja itu yang ternyata Hankyung. Tapi, Hankyung tampaknya tidak perduli, dia menarik Yuri.

“Ya! Apa…” Yuri keluar dengan terpaksa, dan duduk di bangku penumpang di belakang.

“aku akan mengantarmu…” ujar Hankyung lalu masuk mobil dan mulai menyetir.

“….”

“ada apa denganmu Hankyung?” tanya Yuri.

“….”

“huft…” Yuri mendesah karena pertanyaannya tidak dijawab. Dia kemudian berbaring di mobilnya.

“gwenchana?”

“….”

“jinja, kali ini kau yang tidak membalas pertanyaanku…”

“….”

Hankyung melirik Yuri yang berbaring dengan menutupi wajahnya dengan tangan sebelah kanannya.

“rupanya tidur…” gumamnya dan kembali menyetir. “ aku akan menyetir dengan sangat pelan…”

“tidak usah.. menyetirlah seperti biasa. Kalau lama, aku sakit kepala…”

“kau belum tidur?”

“….”

“jinja…” Hankyung kembali menyetir.

 

Begitu sampai didepan rumah Yuri…

“bagaimana cara kau pulang?” tanya Yuri.

“kau kan bisa mengantarku…”

“heh? Haha.. jadi, apa yang bisa kubalas untuk bantuanmu ini? Gomapsumnida…” ujar Yuri

“nde… bisa aku meminta sesuatu yang lebih?” tanya Hankyung.

“apa itu? aku tidak mau kalau termasuk criminal ya!”

“tentu saja tidak…”

“nde.. jadi apa?”

“hmm…”

“apa? Kau membuatku penasaran.. aku sangat ngantuk nih…”

“saranghae.. kau mau jadi yeojachingu ku?” tanya Hankyung langsung. Yuri kaget dan hanya terdiam.

“mian, sepertinya aku salah dengar. Apa tadi yang kau katakan?”

“maukah…”

“chakaman… Victoria?”

“aku, sudah putus dengannya…”

“kalau begitu aku tidak mau…”

“wae?”

“dengar, aku tidak mau menjadi orang yang sudah menghancurkan hubungan orang lain meskipun aku menyukaimu juga tapi itu tidak bisa dijadikan alasan. Sudahlah kalau begitu aku tidak bisa…” ujar Yuri dengan gugup. Hankyung hanya diam.

“euhm ternyata begitu… baiklah…” Hankyung langsung membalikkan badannya

 

Malam itu, Yuri tidak bisa tidur dengan nyenyak.

………………..

Esoknya,

“annyeong… tidurmu nyenyak?” Zhoumi datang menghampiri Yuri.

“annyeong haseyo… aku baik-baik saja…” jawab Yuri lemas.

“tumben kau tidak pakai make up?”

“aku jelek?”

“ah, ani… hanya saja, wajahmu sangat lesu…” jawab Zhoumi.

“oh…” gumam Yuri, mereka pun masuk kedalam kantor.

“kudengar Sunbae dirawat dirumah sakit…” ujar seorang yeoja dibelakang mereka. Yeoja itu berbicara dengan temannya.

“nde.. dia sakit leukemia… kasihan sekali… kuharap Sunbae bisa sembuh…”

“nuguya?” tanya Yuri langsung berbalik dan berhenti, Zhoumi pun ikut berhenti.

“kau tidak usah ikut campur…” Zhoumi menarik lengan Yuri.

“aish… nugu?” tanya Yuri lagi.

“Victoria Sunbae… dia terkena leukemia dan dirawat dirumah sakit… “ jawab salah satu yeoja tersebut.

“…” Yuri hanya diam.

“kalau begitu, kami pergi…. Sonsengnim…” ujar kedua yeoja itu dan pergi setelah menunduk hormat pada Zhoumi dan Yuri.

“ada apa Yuri?” Tanya Zhoumi.

“Victoria, dia sakit?”

“hmm… lalu?”

“ishh… ada apa dengan manusia itu? kenapa dunia sangat jahat padaku? Ishh…” Yuri tiba-tiba menjadi galau. Zhoumi kaget melihatnya.

“ada apa denganmu?” ujar Zhoumi.

………………………….

Esoknya..

Hari minggu, Yuri seperti biasa hanya diam didalam rumah menonton drama sambil makan pudding.

 

TRTT TRTT…

 

Sms, dia langsung mengambil hape yang ada di mejanya.

 

Hankyung : Kau ada waktu hari ini?

Yuri : ada, memangnya kenapa?

Hankyung : Kau mau pergi denganku?

Yuri : Kemana?

Hankyung : Tidak usah bertanya. Aku kerumahmu sekarang.

 

“MWO?” Yuri bangkit sambil berteriak. “apa yang dipikirkannya?” dia pun berlari untuk bersiap-siap.

 

10 menit kemudian,

“ada apa?” tanya Yuri pada Hankyung yang ada didepan rumahnya.

“ani. Neomu yeppo…”

“jangan memujiku. Kemana kita pergi?” tanya Yuri.

“kau mau pergi kemana?”

“Hankyung…”

“hahaha.. ayo masuk…” Hankyung membukakan pintu untuk Yuri.

“gomawo…”

……………………

Hari itu mereka pergi ke taman bermain dan menonton film. Yah, lebih tepatnya kencan.

Saat di café…

“kenapa mengajakku bermain?” tanya Yuri.

“tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin saja. Kau marah?” ujar Hankyung.

“euhm tidak masalah sih.. bagaimana dengan Victoria? Apa dia…”

“ayo pergi, aku mau main lagi…” Hankyung memotong pembicaraan Yuri dan langsung menarik tangannya untuk pergi.

 

Saat melewati toko souvenir…

“chakaman… kau mau membeli sesuatu?” tanya Hankyung pada Yuri.

“ani…”

“keure.. ayo masuk…” Hankyung mengajak Yuri masuk.

“kau tuli?” tanya Yuri, tapi tetap saja ikut masuk. Mereka melihat-lihat souvenir disana.

“kau masih menyukai bandana, Yuri?” tanya Hankyung saat melihat bandana.

“euhm.. tidak. Itu kekanak-kanakan. Aki lebih menyukai ikat rambut sekarang…”

“kalau begitu kita cari….”

“tidak perlu…”

“gwenchana.. anggap saja hadiah…”

“hadiah?”

“hadiah karena sudah menyukai ku selama ini…”

“…” Yuri diam “ya! Itu tidak senilai dengan ikat rambut…”

…………………..

Malam, pukul 08.00 di kincir angin…

“tidak terasa ya?” ujar Yuri pada Hankyung yang duduk diseberangnya.

“hmm…”

“…”

“Yuri ya…”

“mwo?”

“aku minta maaf tidak bisa menerima perasaanmu dulu. Aku sekarang ini, mengerti perasaanmu saat itu.”

“gwenchana… aku juga…”

“tidak apa. Kau tidak usah menjadi pacarku, cukup kau katakana ya saja…”

“hem…” Yuri tersenyum.

“baguslah. Aku mau memberikanmu hadiah…” ujar Hankyung langsung mendekati Yuri.

“apa?”

“ulurkan tanganmu…” ujar Hankyung lagi sambil merogoh kantong jaketnya.

“hem…” Yuri pun mengulurkan pelan tangannya.

“tutup matamu…” Yuri pun menutup matanya. Lama Hankyung hanya melihat Yuri, dia tersenyum namun tampak sedih. Lalu memberikan sebuah benda ditangan Yuri, dingin.

“kalung?” ujar Yuri setelah membuka matanya dan menerima kalung dari Hankyung.

“nde… kau mau menerimanya kan?”

“yeppo… gomapta…”

“hem… sudah selesai. Ayo kita pulang…” ajak Hankyung.

…………………

Hingga keesokkannya dan keesokkannya lagi, Hankyung sangat perhatian pada Yuri. Dan Yuri menerima perhatian tersebut dengan senang hati. Hari ini, dia berbaring di kamarnya, pulang dari kerja. Lebih cepat dari biasanya. Pukul 09.00.

“huah.. badanku sakit semua…”

Dia melihat kesekeliling kamarnya, lalu melirik ke hapenya.

“ini sudah hari kelima, Hankyung baik padaku. Ah, ani. Sejak aku menjadi manajernya? Ah, tidak juga…”

Dia mengingat ingat masa lalu. Lalu menggelengkan kepala.

“apa yang dipikirkan Hankyung? Tapi, Zhoumi sekarang malah keras terhadap ku? Apa laki-laki memang mudah berubah ya?”

Dia mengingat saat Zhoumi menceramahinya kemarin.

 

“aku tidak mengerti apa yang sedang kau pikirkan? Kau tahu kan, kalau Hankyung itu pacaran dengan Victoria?”

“araso! Tapi kau tidak usah berpikir yang aneh. Aku hanya bersamanya sebagai teman…”

“tidak bisa kupercaya…”

“kau memang..”

“Yuri-ya… kau akan menyesal. Kenapa tidak pernah mendengarkan kata-kataku tentang Hankyung? Lihat dirimu, seharusnya kau juga mempunyai orang yang bisa menjagamu. Bukan.. ish..”

“memangnya kau siapa sampai aku harus mendengarkanmu?”

“…” Zhoumi diam sesaat.

“mian..” ujar Yuri.

“aku bukan siapa-siapamu… tapi aku adalah satu-satunya orang tempatmu bersandar…” Zhoumi pun berbalik badan dan pergi meninggalkan Yuri.

 

“dasar Jahat!” umpat Yuri pada Zhoumi, meski tahu Zhoumi tidak akan mengetahuinya.

…………………..

Esoknya di kantor…

“annyeong haseyo…” ujar Zhoumi ketika bertemu Yuri dilorong kantor.

“annyeong haseyo…” jawab Yuri dan mereka pun berjalan berdampingan.

“hem.. maafkan kata-kataku waktu itu..” ujar Yuri.

“gwenchana…” jawab Zhoumi.

“…”

“eh eh.. sudah dengar? Victoria sunbae akan menikah…” Ujar seorang yeoja pada temannya disamping.

“hem.. mungkin karena dia sakit leukemia, makanya orang itu mau menikahi Victoria sunbae…”

“hush.. apa maksudmu? Mereka memang sudah merencanakannya dari dulu tau! Cuman waktunya tepat saat Victoria sunbae sakit…”

“ohh..jinja? hmm… kasihan sekali ya, Sunbae…”

“nug..” Yuri membalikkan badannya. Zhoumi yang melihatnya begitu langsung menutup kedua telinga Yuri dengan kedua tangannya dari belakang.

“sudah! Tidak usah dibahas… ayo pergi…” Zhoumi membalik badan Yuri dan merangkulnya pergi dengan setengah berlari.

“Ya!” Yuri berlari dan kembali bertanya pada 2 yeoja tadi.

“ishh.. dasar…” Zhoumi berbalik dan menarik lengan Yuri. “tidak usah didengar…!”

“…..”

“…..”

“gwenchana?”

……………………………

“Sunbae akan menikah dengan Hankyung Sunbae minggu depan…”

“hmm.. mereka akan mengundang kita semua…”

“iya.. dan juga, karena paman Victoria eonni adalah Presdir Kangta, makanya, Hankyung akan naik pangkat sesegera mungkin…”

Kata-kata 2 yeoja itu terngiang-ngiang ditelinga Yuri. Dia sama sekali tidak menyangka. Tapi, dia harus percaya, karena Hankyung menjadi ketua di bagian secretariat, esoknya.

“ini pasti mimpi….” Ujarnya saat makan siang.

“gwenchana? Mianhae…” ujar Zhoumi saat menghampirinya.

“hem… kenapa minta maaf…”

“entahlah…”

“…”

“kau sudah dapat undangannya?”

“kau jangan bertanya. Aku penerima undangan pertama…” ujar Yuri sambil memperlihatkan undangan pernikahan Hankyung dan Victoria yang diambilnya dari kantongnya.

“oh… let me see.. hmm Yuri ya… mian…” ujar Zhoumi sambil meraih undangan dari tangan Yuri.

“kenapa kau mesti minta maaf sih?”

“aku…”

“…”

“ehmm.. kau akan datang nanti?”

“entahlah… kalau diundang aku mesti datang kan? Kenapa juga aku gak datang…”

“nde…” ujar Zhoumi hanya bisa diam.

………………………….

Saat Yuri mendapat undangan dari Hankyung.

Mereka duduk di taman dekat kantor mereka. Dan mereka hanya diam. Karena Hankyung tidak berani dan Yuri tidak berniat untuk berbicara.

“aku akan…”

“arata…” Yuri memotong percakapan Hankyung tanpa menoleh sedikit pun.

“aku…”

“jangan pikirkan aku, aku akan menemukan orang sepertimu..” Yuri menundukkan kepalanya.

“….”

“aku akan datang besok.. aku pergi dulu” dia pun beranjak pergi.

“mianhe..” ujar Hankyung menghentikan langkah Yuri.

“arata…” yeoja itu melanjutkan perjalanannya.

“ehm.. Hankyung…”

“nde?”

“tolong, jangan lupakan aku… tidak masalah sih sebenarnya. Tapi, kumohon, ingat aku…”

“selalu kuingat, kau tenang saja…”

Yuri meninggalkan Hankyung.

“…” Yuri menyeka air mata yang jatuh dipipinya.

“ish.. apa ini…”

………………………….

Hari pernikahan Victoria dan Hankyung…

“kau sangat cantik…” komentar Jessica, teman Victoria, yang melihat Victoria dengan baju pengantin putihnya yang indah.

“gomawo…” ujar Victoria tersenyum dengan wajah yang pucat.

“gwenchana?”

“hemm… lucu sekali ya, kalau aku menggunakan kursi roda?” tanya Victoria sambil melihat kursi rodanya.

“ani… sudah deh. Gak usah dipikirkan…” ujar Jessica.

“hem… kau melihat Yuri? Aku ingin berbicara dengannya…”

“ani.. aku belum melihatnya…”

“jinja? Bisa tidak aku minta tolong padamu…”

“tentu saja… kenapa?”

“ini, tolong berikan padanya ya…” ujar Victoria sambil memberikan sebuah amplop.

“apa isinya?” tanya Jessica.

“kenapa kau selalu bertanya sih?”

“hehehe… akan kuberikan deh..”

“…” mereka berdua pun bermain-main sejenak.

“Vic, siap-siap ya…” ujar seorang yeoja padanya.

“nde…” jawab Victoria.

“kalau begitu, aku mencari Yuri dulu deh ya… dan aku langsung menyusulmu… annyeong!” ujar Jessica lalu pergi keluar dan mencari Yuri.

“nde…”

…………………….

Sementara itu, Yuri datang bersama Zhoumi, karena Zhoumi yang menjemput. Padahal Yuri sudah berencana pergi sendirian.

“kau mau membuat dirimu malu? Ikut saja denganku…” ujar Zhoumi begitu.

“huft… tempat ini sangat ramai…” ujar Yuri pada Zhoumi.

“mana ada acara pernikahan yang sepi…” jawab Zhoumi.

“kau ini.. terserah aku mau bicara apa…” Yuri memukul lengan Zhoumi.

“YA! Ishh…” ringis Zhoumi.

“YURI SSI!!!” teriak Jessica sambil berlari menuju Yuri.

“waeyo?” tanya Yuri.

“ini… Victoria ssi memberikan ini padamu… kalau begitu aku sudah selesai ya…” ujar Jessica sambil memberikan amplop tersebut kepada Yuri. Yuri pun mengambilnya.

“eh, ada Zhoumi ssi disini. Apa kalian tidak masuk? Sebentar lagi dimulai loh.. mau bersama denganku?” tanya Jessica pada mereka berdua.

“nanti… aku mau lihat apa isinya…” ujar Yuri.

“oh.. baiklah.. aku duluan.. annyeong…” Jessica kembali berlari memasuki ruangan.

“jangan dibuka disini..” ujar Zhoumi “ nanti orang lain tahu…”

“jadi?”

“ah, itu, di gudang saja… ada di dekat sini… dimana tadi?” Zhoumi mengedarkan pandangannya “oh.. di situ!” tunjuk Zhoumi pada sebuah ruangan kecil.

“ehm.. aku di kamar kecil saja…” ujar Yuri.

“eh.. itu kamarnya kecil kok… masuk sana!” paksa Zhoumi.

“YA! Maksudku di toilet…” Yuri mencak-mencak.

“sudah sudah… masuk saja…” Zhoumi mendorong Yuri.

“…” Yuri nurut.

“aku diluar menunggumu ya…” ujar Zhoumi. “kau tidak akan lama kan?”

“hm…” jawab Yuri.

Begitu masuk. Tanpa Yuri sadari, Zhoumi menguncinya dari luar.

………………………….

Surat Victoria…

To : Kwon Yuri-ssi

Annyeong hasimnida…

Bisakah untuk kali ini aku memanggilmu dengan kata informal? Kuharap bisa. Ehm… Yuri ya (tak apa kan?) … Aku sangat berterimakasih kepadamu karena sudah mau melepaskan Hankyung. Meski aku tahu sebenarnya kau sama sekali tidak bisa bersama Hankyung karena aku. Tapi, apa kau tahu Yuri? Hankyung sangat mencintaimu. Kurasa melebihi aku. Apa aku sangat jahat?

Terimakasih sudah memaafkanku… seperti yang semua orang ketahui. Aku tidak bisa bertahan lebih lama. Penyakit ini terlalu sakit. Tapi kalau Hankyung pergi meninggalkanku akan semakin sakit. Tak apa aku sakit seperti ini, asal ada Hankyung, aku bisa bertahan.

Sekali lagi, maafkan aku Yuri. Kuharap kau bisa melupakan Hankyung. Meski aku tahu Hankyung mencintaimu, tapi dia tidak akan mau menikahimu. Kau tahu kenapa?

Karena dia tidak mau menyakiti hatimu untuk kesekian kalinya…

…………………….

Dengan membaca surat itu. Yuri hanya bisa terdiam. Tetesan air matanya jatuh disurat itu. dia tidak menyangka bahwa Hankyung memang benar-benar mencintainya. Namun…

Dia segera berlari menuju pintu, dan membuka pintu dengan cepat meraih knop pintu dan menarik-tariknya. Dia berharap bisa berbicara dengan Hankyung, agak Hankyung tidak menikah dengan Victoria dan kembali padanya. Dia ingin melakukan itu. Tapi pintu itu tidak mau terbuka. Membuatnya bingung. Dia memukul-mukul pintu itu.

“YA! TOLONG BUKA PINTU INI! ZHOUMI YA!!”

“…”

“YA!!! ZHOUMIIII…” Yuri berteriak sekencang mungkin sambil menggedor-gedor pintu itu. Zhoumi sebenarnya, mendengarkan. Namun dia tidak berniat sedikit pun untuk mengeluarkan Yuri secepatnya.

“jangan bertemu dengannya sekarang… nanti saja…” ujar Zhoumi sambil bersender di pintu dengan agak bertahan karena Yuri cukup kuat menggedor pintu itu.

“YA!!! APA YANG SEBENARNYA MAU KAU LAKUKAN???? KELUARKAN AKU!!!!”

“….”

“ZHOUMI YAAAAAAAA….!!!”

“….”

“ZHOUMI YAAA… KELUARKAN AKU…”

“….”

“YA!!! APA KAU TULI? KELUARKAN AKU!!!”

“…”

“KELUARKAN AKU!!!”

“….”

“ZHOUMI YAAA… KUMOHON… KELUARKAN AKU…”

“….”

“AKU INGIN BERTEMU DENGANNYA, ZHOUMIII…”

“….”

“keluarkan aku…”

“…” lambat laun suara Yuri mulai serak, dia menangis. Dia terduduk didepan pintu. Zhoumi di seberang pintu itu hanya diam.

“Zhoumi ya… keluarkan aku…”

“….”

“….”

………………………

Akhir acara pernikahan Hankyung dan Victoria…

“gwenchana? Wajahmu pucat…” ujar Hankyung pada Victoria yang duduk disampingnya.

“hmm… nde… hanya pusing…” jawab Victoria.

“istirahatlah…” saran Hankyung sambil menggengam tangan Victoria.

“Hankyung-a…”

“hm?”

“aku memberitahukan tentang perasaanmu terhadap Yuri… dengannya…”

“kau?”

“hmm…” angguk Victoria.

“aku tidak melihatnya…”

“aku tidak tahu… tapi Jessica yang mengantarkan suratku. Itu artinya dia ada, tapi mungkin tidak melihat upacara kita…”

“aku akan mencarinya…” Hankyung beranjak dari duduknya, Victoria langsung menarik tangan Hankyung.

“kajima…”

“Victoria, Yuri itu tidak pernah seperti ini sebelumnya. Biarkan aku bertemu dengannya…” ujar Hankyung padanya.

“aniya…”

“selama ini aku mencintaimu Victoria… aku hanya ingin…”

“kajima…” Victoria tetap pada pendiriannya.

“….”

“….”

“mianhae…” ujar Hankyung melepaskan tangan Victoria dan berjalan pergi.

“Han…”

Hankyung berbalik dan melihat Victoria yang jatuh pingsan. Dia segera berlari menuju Victoria.

“Victoria…!!!”

……………………..

Zhoumi membuka pintu dengan pelan. Begitu membuka, dia mendapati tubuh Yuri yang jatuh, karena dari tadi duduk bersender di pintu. Yuri pingsan.

“Yuri ya…” Zhoumi menggoncang pelan tubuh Yuri.

“gwenchana?”

“…”

“ah, mianhae…” Zhoumi menggendong Yuri dan segera membawanya menuju mobil.

Begitu sampai di mobil, dia mendudukkan Yuri dan memasangkan sabuk pengaman Yuri. Begitu pun dia, setelah itu melesat menuju rumah sakit.

……………………….

Sometimes it lasts in love, but sometimes it hurts instead…

Dirumah sakit, Victoria terbangun…

“kau sudah sadar?” ujar Hankyung. “eh, tentu saja ya?”

“nde… aku kenapa?” tanya Victoria sambil tersenyum dengan terpaksa.

“kau pingsan tadi…”

“oohh..”

“Victoria…”

“mwo?”

“mianhae…”

“hm?”

“maksudku, aku tidak akan melupakan Yuri…”

“yah, tentu saja, dia…” ujar Victoria sedih.

“tapi, aku akan melupakan perasaanku kepadanya…” tambah Hankyung.

“apa maksudmu?”

“saat melihatmu pingsan tadi, dan selama aku disini… aku berpikir bahwa aku adalah laki-laki yang paling jahat di dunia ini. Saat ada orang yang sungguh-sungguh mencintaiku, aku malah mengabaikannya. Kurasa itu tidak baik kan?” jelas Hankyung pada Victoria.

“….” Victoria hanya mendengarkan.

“aku tahu betapa menyesalnya aku…”

“…”

“tapi, aku ingin melupakan masa lalu. Kau tahu, aku menemukan orang yang benar-benar tidak akan membuatku menyesal seumur hidupku…”

“….”

“melihatmu pingsan itu, aku sadar bahwa kau adalah orang itu. makanya, mulai sekarang, aku harus melindungimu dan terus menemanimu melewati penyakit itu…”

“Hankyung…”

“tidak apa kan? Kau mau Victoria?” tanya Hankyung yang dibalas anggukan Victoria.

“baguslah…” jawab Hankyung lagi, dia mendapat pelukan hangat dari Victoria.

“jangan menangis, ku tinggal, kau nangis, aku tetap disini, kau nangis juga….” Ujar Hankyung menenangkan Victoria.

“aku tidak menangis kok…”

…………………………

Dirumah sakit, Yuri…

Yuri membuka matanya pelan, berusaha mencari cahaya untuk bisa ditangkap oleh matanya. Dia mencoba melihat kesekeliling.

“rumah sakit…” gumamnya. Dia melihat lagi, dan kaget ketika melihat Zhoumi yang berdiri di jendela, mengarah keluar. Mendengar gumaman Yuri, Zhoumi pun berbalik.

“kau sudah sadar ya? Mianhae.. apa yang sakit?” tanya Zhoumi langsung.

“tidak bisa yah, kau romantis sedikit?”

“heh?”

“seperti di drama… ketahuan tidak pernah nonton drama…”

“kau itu yang ketahuan maniak drama….”

“hahaha…” mereka berdua pun tertawa.

“jadi, kau baik baik…”

“tidak baik!” cela Yuri langsung. “perutku lapar tahu!”

“aku ambil makanan…” Zhoumi segera pergi mengambil makanan dimeja.

“hanya ini, jangan cerewet…” ujarnya.

“terserah… suapi aku!” ujar Yuri.

“kenapa aku?”

“kau yang buat aku pingsan karena lapar. Didalam gudang itu seperti orang mau mati saja…”

“ah… jinja… ayo buka mulutmu..” Zhoumi pun menyuapi Yuri.

“…”

“jadi, Hankyung?” tanya Zhoumi.

“ehmmm.. aku tidak akan melupakannya…”

“kau ini, tidak pernah mendengarkan kata-kata ku ya?” Zhoumi mulai emosi.

“YA! Kau itu yang tidak pernah mendengarkan kata-kataku. Aku belum selesai. Aku tidak akan melupakannya. Tapi akan melupakan perasaanku padanya…”

“oohh… memang kau bisa?” tanya Zhoumi sambil menyuapi Yuri.

“hmmm.. bisa…”

“…”

“kau akan membantuku kan Zhoumi?”

“mwo?” tanya Zhoumi bingung.

“kau mau tidak? Selama ini juga, terimakasih sudah membantuku…”

“ehmm.. baiklah…”

“…”

“Yuri ya… kira-kira, kapan aku bisa menggantikan Hankyung untuk mu?” tanya Zhoumi pelan.

“omo… sejak kapan kau mulai romantis?” Yuri bertingkah seperti ibu-ibu.

“Yuri ya…” Zhoumi memukul kaki kiri Yuri.

“hehehe…” Yuri terkekeh. “yah, mungkin 1000 tahun yang akan datang…”

“mwo?” Zhoumi membelalakkan matanya.

“ahaahhaha… aniya… semakin cepat kau mendekatiku, kurasa akan semakin cepat…”

“jongmal?” tanya Zhoumi antusias.

“hmm…” Yuri mengangguk.

“….”

……………………….

— THE END —

……………………..

Demikianlah akhir ceritanya, bagus atau garing? Yah dibaguskan aja ya? Komentar dan sarannya plisss….>.< oh ya, ini juga kuambil dari lagunya mbak Adelle. Aku lumayan suka lagunya.

Adelle – Someone Like You

4 responses to “Someone Like You (Part 3)

    • iya yah? aku juga heran? loh?
      bukan begitu, hanya saja endingnya sengaja bikin aneh sesuai author nya.. eh bukan, sebenarnya endingnya emang begitu, tapi karena ada tambahan karakter *Zhoumi* makanya agak melenceng dikit..^^

  1. Vic ma han sedih banget Щ(º̩̩́Дº̩̩̀щ)
    Yuri akhirnya ma Zhoumi juga, sambung dikit dong author, nengok lanjutan mreka gmn
    =)) ,
    #justkidding
    Keren de author (y)

Komentar ditutup.