Silly Girl (Part 2)

SILLY GIRL

Title     :           Silly Girl (Part 2)

Author :           Yesunggyu – Amalia Laili

Length :           Continue

Genre   :           comedy, friendship

Cast     :           Amber (Yoo Eunyoung), Key (Kim Kibum), Nicole (Jung Youngjoo), Kris, etc

……………………

Hari ini, mereka tidak pergi kekampus. Amber ingin di antarkan ke suatu tempat. Dan seperti yang sudah kita ketahui. Key dengan setia mengantarkan Amber, karena terpaksa. Dan tentu saja dengan persyaratan Amber harus berpakaian feminism. Mau tidak mau lagi deh mereka berdua.

“kita kemana?” tanya Key sambil menyetir.

“kepemakaman di jalan Jonghyun *?*….” Ujar Amber tanpa menoleh.

“ada yang meninggal?” tanya Key lagi.

“ani. Aku hanya ingin mengunjungi seseorang…”

“yang sudah meninggal? Hantu? Siapa?”

“gak usah tanya-tanya deh. Jalan aja. Kau membuatku tidak nyaman” balas Amber. Key, tidak biasanya langsung diam. Akhir-akhir ini, mereka lebih banyak diam.

…………………

R.I.P

Lee Hyori

20 Januari 2000

 

Tertulis di batu nisan yang di pegangi Amber. Dia menunduk sebentar dan menaruh karangan bunga yang baru saja dibelinya. Menaruhnya di depan batu nisan itu. dia diam sejenak. Tampaknya berdoa. Key berada 10 meter dari tempat Amber. Dia hanya memperhatikan.

“nugu? Ibunya?” ujarnya.

“….”

“dia sama dengan ku? Ah, tidak. Ibu ku mau pergi, tapi ibunya harus pergi…”

“…”

“entah siapa yang beruntung diantara kita…” ujarnya “aigoo. Sejak kapan kata-kataku seperti orang tua begitu? Apa karena masa puber? Atau kebanyakan nonton drama?”

“…”

Dia lalu tertegun melihat Amber beranjak dan menuju mobil.

“ibumu?” tanya Key padanya.

“tidak usah tanya. Kita pulang. Aku capek…” ujar Amber lesu. Baru kali ini Key sekali lagi tidak menjawab.

“mianhae…”

“…”

Dan baru kali ini, Key merasa memang harus menjaga yeoja ini.

…………………..

Dirumah…

“appaaaa…. Kenapa tidak mengunjungi ibu?” teriak Amber ketika menelpon ayahnya.

“mianhae. Appa sangat sibuk…”

“ya! Tidak bisa kah sehari saja?”

“Mianhae, Eunyoung ah… appa sibuk…”

 

TIIIT TIIIT…

 

Ayahnya memutuskan hubungan begitu saja.

 

BRAKK…

 

Amber membanting hapenya dilantai. Key yang melihat dari jarak 2 meter terkejut.

“kau membanting…” tunjuknya pada hape Amber.

“kenapa appa jahat sekali? Bukankah hanya sehari?” Amber tidak peduli kata-kata Key.

“anu… Amber… itu…” Key menunjuk hape Amber lagi.

“aku tidak peduli. Appa tidak peduli. Siapa sih yang peduli?”

“Amber, aku peduli kok. itu hape mu…”

“Kau juga Kibum! Tidak bisakah kau mengerti perasaanku?” kali ini Amber menunjuk wajah Key.

“aku…?” tanya Key bingung.

“hanya sehari saja… apa susahnya coba? Pesawat ada? Apalagi?”

“….”

“apa pekerjaan sepenting itu?”

“dia kan bekerja juga untuk dirimu sendiri..” jawab Key.

“ya! Kenapa kau berceloteh?”

“kau yang berceloteh!” tegas Key.

“ya! Aku tidak membutuhkan itu semua. Aku membutuhkan appa mengunjungi omma…”

“apa dengan begitu kau bisa makan? Enggak kan? Tidak ada gunanya mengunjungi ibumu…”

 

PLAKK…

 

Amber menampar dengan keras pipi Key.

“apa kau bilang? Tidak ada gunanya? Kau tidak mengerti perasaanku!”

“aku mengerti kok!”

“mengerti apanya? Ibumu masih hidup kan?”

“iya! Tapi dia meninggalkanku. Bukan seperti ibumu yang terpaksa pergi! Ibuku pergi meninggalkan aku! Dia pergi karena dia membenciku! Menjengukku saja tidak pernah! Aku lebih tau daripada kau!” teriak Key.

“ish… kali ini situasi berbeda. Appa tetap jahat!”

“Amber ya… appa mu itu selalu memikirkan yang terbaik. Kalau kau hanya mengunjungi ibumu dan terus bersedih. Ibumu juga akan sedih di sana!”

“apa yang…”

“ya! Ibumu tidak membutuhkan kau datang. Dia membutuhkan agar kau bisa hidup bahagia sekarang, dengan appamu! Kau tidak usah memaksa…”

 

SREET…

 

Key menahan tangan Amber yang akan menamparnya.

“kau…”

“jangan memukul ku.. kau membuatku sakit…” ujar Key pelan.

“kau membuat hatiku sakit!”

“mwo?”

“keberadaanmu membuat hatiku sakit! Pergilah…” Amber menghempaskan tangannya, dan menundukkan kepala.

“gwenchana?” tanya Key pada Amber.

“apanya?”

“kau mau menangis?”

“tidak akan terjadi!” bentak Amber lalu menatap wajah Key.

“loh, kenapa? Tidak apa apa kok. aku akan meninggalkanmu… jangan bunuh diri ya!” ujarnya sambil menyentil pelan jidat Amber.

“YA!!…” teriak Amber saat Key beranjak pergi dari ruangan itu (lantai 15, di kamar Amber).

“….”

“hmm…” ujar Key pelan saat menutup pintu menuju lift, dia diam sejenak didepan pintu. “ dia nangis kan? Apa sih yang tidak Yang Mulia Kibum ketahui?” ujarnya lalu pergi menuju lift. Saat akan masuk, dia diam sejenak.

“huft… merepotkan… dasar. Suka sekali aku mengurus orang lain?” dia berbalik dan menuju kamar Amber.

“….”

Uluran tangan di bahu Amber membuat Amber terus menangis.

“gwenchana…” suara itu terdengar pelan dan tenang.

“….”

“eh, setelah nangis, aku temani kau main ya?….”

“….”

Kata-kata itu malah membuat Amber tambah menangis. Orang ini malah kelabakan.

“aigoo… gwenchana?”

 

DEG… DEG..

 

Mungkin ini suara jantung orang ini, setelah entah bagaimana ceritanya Amber ada di pelukannya.

“ehm… gwenchana?” tanyanya lagi tanpa mengubah posisi. Dia terlalu kaget. Jantungnya belum siap untuk menerima hal ini.

“….”

“Eun…” suaranya tercekat. Kali ini, nama yang dia selalu ejek karena terlalu kampungan menjadi nama yang membuatnya…

“…”

“hem… gwenchana… aku…” entah apa yang mau dikatakannya. Dia menepuk pelan punggung Amber.

“….”

“kau rupanya bisa nangis juga. Dasar, sok kuat…”

“YA!!!” tiba-tiba Amber berteriak dan melepaskan pelukan Key, Key pun terduduk.

“aigoo… kau ini….” Key mengusap punggungnya.

“apa yang…” Amber menyeka air matanya.

“gwenchana?” tanya Key sambil tersenyum. Melihat Key tersenyum membuat Amber memalingkan pandangannya.

“hmmm…” Key pun beranjak pergi.

“Kibum ah…”

“hem?” Key berbalik melihat Amber. Sedangkan Amber membelakangi Key, Amber akan menuju kamar mandinya,

“gomawo…”

“…”

 

DEG… DEG…

 

Key memegang dadanya. Menenangkan sedikit pikirannya, lalu berbalik badan.

“oke, mungkin karena selama ini aku haus akan kata terima kasih, makanya aku jadi…” dia terus memegangi dadanya.

“apa aku ini sudah gila?” ujarnya “aku sudah gila karena bersama yeoja itu…” ujarnya saat masuk lift.

“…”

“…”

“MWOOOO? AKU GILA KARENA DIA? WHAT THE HELL IN THE WORLD??” dia berteriak dalam lift.

“ani ani… Kibum ah… kau baik baik saja… semua baik baik saja… tenangkan pikiran…”

“tarik napas.. huft…” dia menenangkan diri dan diam sejenak.

“….”

“….”

“paboya….” Dia menundukkan kepala.

……………………

Besoknya…

“appa pulangggg…..” ayah Amber pulang, saat ini Amber dan Key menonton tv.

“hmm…” jawab Amber.

“selamat datang…” ujar Key.

“Eunyoung ah…. Mianhae…” ujar Ayahnya.

“gwenchana. Tidak usah dipikirkan. Aku sudah baikan kok…” ujarnya sambil melirik Key, Key pura-pura gila (ngambil remote, harusnya ngambil cemilan).

“pabo…” ujar Amber.

“oh… baguslah ada Kibum… oh ya, Amber. Ayah akan mengenalkan seorang namja untuk mu…”

“apa dia gila seperti Key?”

“kau bilang aku apa?” tanya Key langsung.

“ahhahahaha…dia orang yang baik. Appa temukan di Kanada…”

“appa memungut pemulung?” tanya Amber.

“Ajjushi, jangan percaya penipu disana …” ujar Key.

“kalian tidak sopan ya? Dia anak teman appa…”

“berapa sih teman appa? Banyak banget!” ujar Amber.

“…” Key hanya diam, bingung.

“kau ini! Besok appa kenalkan. Key, tolong dandanin Amber ya!” ayahnya langsung melejit pergi.

Amber kembali keposisi semula, lalu menoleh ke Key. Key pura-pura gila, melihat yang lain.

“mwo?” tanyanya melihat Amber terus melihatnya.

“kau tau sesuatu kan?” dia mendekati Key.

“tau apa?” Key menjadi salah tingkah.

“kau pasti tau!”

“enggak kok. buktinya aku gak tau apa maksudmu…”

“tapi kau tau sampai bilang gak tau. Iya kan?” Amber makin mendekati Key.

“tidak…” Key mulai bingung.

“tidak salah…”

“benar…”

“benar kau tau! Apa?”

“tidakk…”

“tidak salah…”

“ya! Aku…” kata-kata Key terhenti karena Amber begitu dekat dengannya. Mungkin 10 cm jarak mereka.

“ishh…” Amber mundur dan kembali menonton. Key memegang dadanya dan menoleh membelakangi Amber.

“bisa mati aku gara-gara dia…”

“gara-gara siapa?” tanya Amber.

“ani…”

…………………..

Sore ini, Amber akan bertemu dengan orang yang dipilihkan oleh ayahnya. Dan Key, sebagai penata rias pribadi Amber. Sudah menyiapkan konsep yang keren untuk Amber. Dia duduk di ruang tamu kamar Amber, duduk menunggu Amber mengenakan pakaian yang dipilihnya. Key mengenakan jas hitam dan celana hitam. Pakaian yang cukup resmi. Dia bilang, ini sangat berpengaruh pada kehidupannya.

“ini dia… nona Eunyoung…” ujar salah seorang pelayan sambil mengantar Amber. Amber sangat cantik sore itu *tumben#plak. Dia memakai baju terusan selutut berwarna oranye. Dengan mengurai rambutnya yang sebahu dan diberi pita berwarna putih. Memakai sepatu hak yang tidak terlalu tinggi berwarna kuning cerah.

“hufftt.. ini sangat sangat memalukan…” ujar Amber sambil menutup wajahnya dengan sebelah tangan. Key hanya terdiam melihatnya.

“wae? Kenapa kau melihat ku seperti itu?” tanya Amber melepaskan tangannya dari wajahnya. Kali ini, Amber mengenakan make up. Dan dia sangat cantik.

“ehmm…” Key salting, dia lalu berdiri dan membenarkan jasnya “ ah… kau cantik sekali…”

“heh?”

“keure! Karena aku! Aku yang membuatmu cantik! Ah… aku sangat senang sekali. Kau membuatku terharu! Padahal aku merasa, baru kemarin melahirkanmu…” ujar Key seperti ibu-ibu yang akan melepas anak gadisnya.

“mwoya? Kau pikir kau ibuku?” tanya Amber kaget.

“ani. Aku hanya main-main. Ayo kita pergi. Sepertinya kali ini harus pelan, takutnya dandanan mu rusak. Dan si pangeran nanti gak suka sama dirimu… ayo…” Key mengajak Amber untuk pergi ketempat perjodohan.

“seharusnya dari dulu…”

“sst… jaga ucapanmu nona. Seperti yang kuajarkan! Mengerti!” ujar Key menasehati.

“hah? Mwoo.. huftt…” Amber menghela napas melihat Key yang seperti ibu pengantin.

…………………….

Mereka sudah tiba di restoran mall dengan sangat lama. Padahal restoran mall hanya berjarak 500 meter dengan 5 menit menggunakan mobil. Tapi Key menyetir dengan sangat pelan. Sehingga mereka sampai dalam waktu 15 menit.

“pelan sekali. Aku seperti menaiki siput…” komentar Amber saat mereka duduk. Key mengambil tempat duduk disampingnya. Tempat makan itu mempunyai 4 tempat duduk dan 1 meja. Karena ayah Amber yang memesan seluruh restoran itu, kecuali mallnya. Restoran itu ada dilantai 1.

“ya! Aku cepat, kau marah. Aku lama, kau marah juga! Ini semua demi kebaikanmu, anakku…” ujar Key.

“berhentilah menjadi ibuku!” bentak Amber, Key hanya tertawa.

“hahaha… aku sangat suka sekali meniru adegan di drama…”

“ishh…”

“…”

“kapan pangeranmu datang ya?”

“entah…”

 

BRUMM…

 

“wah, apa itu dia? Mobilnya keren juga…” komentar Key, melihat mobil Limosin lewat. Berwarna putih panjangnya 10 meter. Pintu mobil bagian paling belakang terbuka. Dan keluarlah seorang namja tinggi yang ganteng dan berkulit putih, rambutnya blonde. Key dan Amber ternganga.

“namja itu tampan juga…” komentar Amber.

“untunglah kau normal…” jawab Key dan langsung mendapat pukulan dari Amber. “YA! Tapi dia beneran ganteng… aku sebagai laki-laki mengakuinya.”

Si namja ganteng itu mengenakan jas seperti Key. Dia berjalan masuk.

“itu beneran kaki ya? Panjang banget…” komentar Key dan kena pukul lagi oleh Amber.

“annyeong haseyo…” ujar si namja sambil menundukkan badan. Hampir saja kepalanya menjeduk kepala Key.

“a a a anyeong haseyo…” balas Amber.

“annyeong haseyo… kau hampir menjeduk kepala ku…” ujar Key.

“ah.. mianhae… kau yang bernama Amber? Namaku Kris.” Ujar si namja ganteng bernama Kris.

“ohh… pelafalanmu bagus ya?” komentar Key.

“aku campuran… Taiwan America Korea”

“jinja? Aku juga! Tapi aku tidak Taiwan” ujar Key.

“aku juga! Taiwan America Jepang!” ujar Amber.

“lalu kenapa kau disini?” tanya Key pada Amber.

“terserah bapakku lah…” balas Amber.

“hahaha… kapan kita bisa duduk?” tanya Kris karena mereka sedari tadi belum duduk.

“ohh.. mian.. ayo duduk…kalau begitu aku pergi ya!” ujar Key beranjak pergi.

“kenapa kau pergi?” tanya Amber.

“aduh, anakku… kenapa? Gak mau jauh-jauh dari aku?” tanya Key pede.

“MWO? ya gak lah…” Amber memanggil Key dan memisikkan sesuatu di telinganya. “aku malu…”

“haduhh.. anakku.. tidak usah begitulah… kau harus terbiasa… oke? Baik Kris, aku pergi. Jaga Eunyong-ku ya!” Key pun mulai melangkah pergi sampai dia melihat seorang yeoja lewat didepan restoran dan juga melihatnya. Yeoja itu pun masuk ke dalam restoran.

“oppa! Apa yang oppa lakukan disini?” tanya yeoja yang bernama Nicole itu.

“itu…” Key menunjuk Amber dan Kris dengan mulutnya.

“ohh.. wah… Amber, ternyata kau normal juga!” Nicole sangat senang sambil tepuk tangan. Tapi berhenti ketika melihat wajah Amber yang mau membunuhnya. “eh… mian… wah… tampan juga! Siapa namamu?” tanya Nicole.

“Annyeong haseyo… Kris imnida…” jawab Kris.

“suaramu sangat berat ya? Meski kau ganteng. Tapi dimataku, Key oppa yang paling ganteng…” ujar Nicole mengalihkan pandangannya pada Key. “jadi oppa, kenapa disini? Menganggu mereka”

“aku baru mau pergi. Kau mau kemana?” tanya Key lagi.

“aku mau belanja tas. Bisa bantu aku memilih?” tanya Nicole.

“bisa… ayo pergi!” Key pergi dengan antusias, Nicole mengambil tangan Key dan memegangnya. Key tampak biasa. Mereka pun pergi keluar. Namun, wajah Amber agak sedih. Entah kenapa.

“apa mereka pacaran?” tanya Kris.

“tidak…” jawab Amber datar.

“hmm…” Kris melihat wajah Amber yang terlihat sedih.

“kau menyukai Key?” tanya Kris.

“MWO? ah, tentu saja tidak!” Amber tersadar dari mimpinya.

“ohh… kupikir begitu…”

“….”

“….”

“….” Mereka hanya diam.

“….”

“….”

“tapi, apa yang kau pikirkan tentang perjodohan ini?” tanya Kris lagi.

“apanya?” tanya Amber juga.

 

Sementara itu, Nicole dan Key berjalan-jalan di Mall tanpa arah dan tujuan. Sebenarnya tujuannya untuk membelikan Nicole tas, tapi sepertinya Nicole lebih senang jalan-jalan dengan Key daripada beli tas.

“oppa… menurut oppa, mereka sedang membicarakan apa?” tanya Nicole tiba-tiba.

“pasti membahas perjodohan…” jawab Key.

“ah, benar… darimana oppa tahu?”

“apa sih yang tidak yang mulia Key ketahui?” ujar Key sombong.

“ahahaha… baiklah…”

“ya, apa kau mau membeli minuman?” tanya Key.

“oppa mau mentraktirku?”

“anggap saja begitu…”

“baiklah! Aku mau!” jawab Nicole senang, Key tersenyum.

……………………..

Dirumah Amber dan Key…

“bagaimana?” tanya Key.

“apanya bagaimana?” tanya Amber juga.

“kau mau berkelahi?” tanya Key.

“ehmmm… dia orang yang baik…” jawab Amber.

“bagus! Berarti berjalan baik…”

“hem…”

 

TING TONG…

 

Key dan Amber saling berpandangan.

“nugu?” tanya Amber.

“mana ku tahu!” jawab Key.

Kebingungan mereka terbayar begitu melihat seseorang masuk. Dan orang itu adalah…

“KRIS???!!”

“KAUU…!!!”

Kris masuk keruangan itu sambil membawa koper.

“apa yang kau lakukan disini?” tanya Amber segera menghampiri Kris.

“kau mau nagih utang?” tanya Key ikut-ikutan.

“hahaha… aniya… appamu menyuruh aku untuk tinggal disini…” jawab Kris pada Amber.

“mworago?” ujar Key kaget.

“emangnya rumahku hotel?” ujar Amber lagi.

“kau tidak suka aku disini?” tanya Kris.

“ah, bukan begitu. Aku hanya bingung saja… iya kan, Key?” ujar Amber pada Key, Key mengangguk.

“kau juga ada disini? Kau tinggal disini?” tanya Kris.

“mm…” angguk Key “aku sudah tinggal disini sekitar 2 bulan… untung aku belum mat.. YAAA!” Key mendapat pukulan dari Amber.

“oohh… jadi, dimana kamarku?” tanya Kris.

“entah… tanya saja pada pelayan itu…” jawab Key sambil menunjuk salah satu pelayan disana.

“nde… sebelumnya, kenapa kau tinggal disini?” tanya Amber.

“aku ada urusan di Korea sekitar 3 bulan. Appamu menyuruhku untuk tinggal disini…” ujar Kris “lagipula kita kan di jodohkan…” tambah Kris.

“mm…” Amber menunduk malu.

“mwo? oh… keure.. aku lupa!” ujar Key bingung.

“…”

“….”

“….”

“CHAKAMAN!” Teriak Key tiba-tiba.

“MWO..YAAAA!!!” Amber balas berteriak. Kris hanya bisa menutup telinga.

“kalau appamu menyuruh kau tinggal disini karena dia menjodohkan mu dengan orang ini. Berarti aku juga dijodohkan dengan orang ini!” ujar Key, yang lain kaget.

“mwo?”

“ide apa itu?”

“aku tidak percaya! Aku tidak mau!” ujar Key.

“aku juga!” balas Amber.

“aku tidak bisa hidup dengan orang sepertimu!!” ratap Key

“aku juga!” balas Amber lagi. “mana tahan aku denganmu!”

“kau pikir aku tahan?? Aku bisa mati!!” balas Key.

“ini pasti salah!!”

“benar… ini salahhh…” ratap Key.

“kalian ini…” ujar Kris tidak diperhatikan.

“MWO!” mereka berdua berteriak. Membuat muka Kris cemberut.

“SUDAH! HENTIKAN!” Key dan Amber menatap Kris.

“bukan aku loh!” ujar Kris. Mereka lalu melihat kebelakang, dan…

“APPA!”

“AJJUSHI!!”

“Jaesuk-ssi…”

“begini… appa bingung akan memilih jodoh yang mana untuk mu… mereka berdua orang yang baik… jadi appa suruh saja mereka tinggal disini. Bisa kan?” terang appa Amber.

“ANDWE!” Amber berteriak.

“ANIYAAAA…” Key meratap.

“MWO???” Kris tidak bisa menerima kenyataan.

“bagus. Berarti bisa!”

“appa tuli?” –Amber-

“ajjushi lupa minum obat?” –Key-

“suka seenaknya sendiri” –Kris-

“jadi, kalian berdua harus bisa meraih hati anakku. Oke? Baik, aku mau tidur dulu… annyeong!!” appa Amber langsung minggat.

“ini gila!” ujar Amber.

“Sangat gila…” jawab Key.

“ngomong-ngomong, dimana kamarku?” tanya Kris.

“kau bahas kamarmu terus!” ujar Key dan Amber.

“sudah. Aku mau tidur. Kris, sepertinya kau dikamar 19. Iya kan pelayan?” tanya Amber dan disahut anggukan dari pelayan.

“bagus.. ayo kita pergi kekamar masing-masing…” ujar Key. Mereka pun pergi naik lift.

 

Lift menuju lantai 19 dan 20.

“kau mau ikut permainan ajjushi?” tanya Kris.

“tidak. Aku tidak mau. Buat apa? Pemenangnya malah mendapatkan dia. Gak ah…” jawab Key.

“kau takut?”

“ya! Kau tidak tahu? Yang Mulia Key, sangat hebat meraih hati yeoja!”

“jinja? Amber sekali pun?” tanya Kris

“mm..mmm” angguk Key.

“kalau begitu… kita ikut saja…” jawab Kris.

“mwo?”

“yah lumayan kan…”

“ani…”

“wae? Kau takut kalah?”

“ani… aku takut dia benar-benar menyukaiku. Akan susah nantinya!”

“kau takut dia beneran menyukaimu, atau takut kau yang menyukainya?” goda Kris.

“YA!MWORAGO?!”

“jadi?”

“ehmmm.. baiklahh…”

“bagus… disini kamarku! Aku duluan!” ujar Kris begitu pintu lift terbuka di lantai 19.

“hemm…” jawab Key.

“….”

“aku? Suka padanya? Kiamat sudah ada ya? Ada-ada saja….”

……………………..

Paginya, mereka bertiga baru saja selesai sarapan dan akan berangkat untuk kuliah. Saat akan masuk mobil…

“Krisss… jangan masuk disituu!!!” Key berteriak pada Kris yang hampir masuk ke mobil di tempat penumpang di belakang. “Kau juga Amber! Jangan masuk kesitu!” Key berteriak lagi pada Amber yang hampir masuk ke mobil di tempat penumpang di depan.

“jadi?” tanya mereka berdua.

“kalian tukaran! Kris didepan. Amber dibelakang!” ujar  Key. Mereka berdua mengangkat bahu lalu bertukaran dan masuk.

 

Diperjalanan…

“kenapa aku disini, dan dia disana?” tanya Amber.

“aku tidak mau Kris disana…” jawab Key.

“kenapa? Kau menyukainya?” tanya Amber.

“mwo? aku menyukai Kris? Kau pikir aku gak normal?” ujar Key mencak-mencak.

“itu tidak mungkin!” ujar Kris.

“ehm… baiklah… jadi kenapa?” tanya Amber salah tingkah.

“aku tidak mau dia jadi penumpang, dan aku jadi sopirnya! Ah, tidak! Aku tidak mau!” teriak Key.

“MWO? kau pikir aku berpikir begitu?” Kris ikut emosi.

“tentu saja!” ujar Key.

“huft… whatever…” ujar Kris.

“lalu aku? Kau mau jadi supir ku?” tanya Amber pada Key.

“nde…” jawab Key, membuat Amber dan Kris tercekat.

“m mw mwo? a a a ku salah dengar?” tanya Amber lagi.

“ah, aniya… aku mau kok mennjadi sopirmu. Kemana pun kau pergi… aku akan mengantarmu… iya kan? Sayangku?” ujar Key. Kata sayang itu adalah “chagiya”.

“MWO?” Kris dan Amber berteriak didalam mobil. Hampir saja mobil yang ditumpangi mereka keluar jalur.

“ya! Kau ini! Kenapa teriak? Amber, ada apa sih? Kris ini. Kau turun saja deh! Biarkan aku dengan Amber!”

“mwo?” ujar Kris.

“kau sakit apa sih Key?” tanya Amber.

“aku sakit karena cintamu…”

“hah…???” –Kris-

“MWOOO..???” –Amber-

……………………

— TBC —

……………………

Oke… cukup dehh… ntar lihat kelanjutannya… emang sih belum ada yang request Kris… kalau ada, belum banyak… hahaha… oh ya, author minta maaf ya, di part 1, tulisannya THE END… padahal kan masih TBC alias TO BE CONTINUED.. huftt.. mianhaeeee… author juga minta maaf gak ketik SILLY GIRL (PART 1)… malah cuman SILLY GIRL doang… huhuhu mianhae… jongmal.. *author ceroboh*^^ tolong komentarnya yah..>.<

10 responses to “Silly Girl (Part 2)

  1. ceritanya seru,,,seru,,,bngd,,,,aku suka
    cepet2 lanjutin ya,
    aku suka keyber and krisber,,,,,,gomawo

Komentar ditutup.