Big Fans

BIG FANS

Title     :           Big Fans

Author :           Taeminwoo – Nur Hayatie

Length :           One Shot

Genre   :           Comedy, Romantic, friendship

Cast     :           Thunder (Cheondung), IU (Jieun),  MBLAQ member, Sandara (2NE1), etc

………………………………

“aku bisa jalan sendiri omma”

Wanita yang dipanggil omma itu hanya tersenyum sambil terus mendorong kursi roda yang diduduki anaknya dengan pelan. Dari arah yang berlawan lewat seorang pasien yang dibawa segera menuju UGD dengan dikelilingi oleh beberapa orang dan perawat, mereka sedang terburu-buru.

“apa yang terjadi?” tanya anak dikursi roda itu saat menoleh.

“mollayo.. kecelakaan mungkin..” jawab si ibu.

…………………………..

“Cheondung-ah.. kau bisa mendengarku?” panggil salah seorang dari 5 lelaki yang berdiri disamping tempat tidur seorang lelaki yang baru saja hendak membuka matanya. Sambil berkedip, dia membuka matanya dengan pelan-pelan.

“dimana aku?” tanya lelaki itu.

“kau dirumah sakit, semalam mobil yang membawamu menabrak tepi jalan dan mengalami tabrakan lagi dibelakangnya oleh kendaraan lain” jawab salah seorang dari mereka.

“oh..” namja itu mengedarkan pandangannya kesekeliling ruangan “kenapa kakiku digips?” tanyanya kaget.

“ada retakan dikakimu, yah tidak patah. Tapi bisa sembuh dalam waktu beberapa hari. Gwenchanayo” ucap seorang lagi berusaha menenangkannya.

“kalau hanya beberapa hari saja berarti hanya luka ringan.” Lelaki yang berbaring ini berusaha untuk berdiri dan melepas tali yang menahan kaki sebelah kanannya. Kemudian pelan-pelan menurunkan kakinya dari ranjang dan ingin berdiri. “apa ada Kruk disini?”

“….” Mereka saling berpandangan. Baru saja lelaki ini ingin beridri, dia sudah terjatuh karena kakinya yang sakit tidak kuat memapah badannya.

“lebih baik kau berbaring saja. Lihatlah keadaanmu ini” nasehat mereka sambil membantunya kembali ketempat tidur.

“wae? Bukankah ini hanya luka ringan, tapi kenapa rasanya sakit sekali? Bahkan berdiri saja aku tak mampu” keluhnya. “benarkah ini hanya luka biasa?” tanyanya kemudian.

“….” Cheondung, nama lelaki ini, tak mendapat jawaban dari teman-temannya.

“Ada apa? Kenapa kalian diam?” tanyanya lagi sambil memandang satu per satu teman-temannya. “ada apa hyung? Mir?” sekali lagi kelima namja itu tak menjawab. Seakan tau sendiri jawabannya, Cheondung mulai merasa kesal.

“bisakah kita pulang sekarang?”

“kami yang akan pulang dan kau tetap disini” akhirnya salah satu dari mereka membuka mulut.

“waeyo? Manajer hyung, aku merasa tidak nyaman, sebaiknya aku pulang”

“Cheondung-ah, dengarkan kata-kata kami”

“wae? Kenapa aku harus tinggal? Wae? Wae? Wae?” Cheondung tampaknya mulai kesal.

“kau masih butuh perawatan. Turuti saja perkataan kami. Kondisimu masih belum sembuh total”

“aku bisa lakukan perawatan di rumah. Besok kita ada jadwal lagi kan?”

“nde. Tapi kali ini kau tidak akan ikut. Kakimu masih sakit. Ah, ani. Keadaanmu juga”

Cheondung tidak menghiraukan perkataan hyung-nya dan mencoba untuk berdiri namun terjatuh lagi.

“aku bisa berdiri sendiri” tolaknya dengan agak kasar. Dengan menggunakan kedua tangannya Cheondung berusaha berdiri sambil berpegangan pada sisi ranjang. Tapi terjatuh kembali. Dengan reflex mereka berempat berusaha membantunya berdiri.

“jangan sentuh aku!” tolaknya lagi dengan ketus dan menepis semua tangan yang ingin membantunya

“ada apa dengan kakiku ini? Kenapa bergerak sedikit saja rasanya sangat sakit?” keluhnya marah sambil berusaha berdiri lagi tapi terjatuh kembali.

“aku bisa berdiri!” ucapnya marah saat kelima temannya berusaha menolongnya lagi.

“pasti terjadi sesuatu dengan kakiku. Hyung.. katakan yang sebenarnya! Mir!” Cheondung diam menunggu jawaban mereka. Namun nihil. Serasa mengerti dan tahu sendiri jawabannya, Cheondung bertambah muak. Dengan kesal dia memaksa tubuhnya berdiri sampai akhirnya mampu duduk diatas ranjang dan membuang semua benda yang ada diatas meja disamping ranjangnya dengan satu sapuan yang kasar.

“KELUAR!” usirnya pada teman-temannya.

“hyung..” baru saja Mir berusaha membuka percakapan tapi Cheondung sudah memotong kata-katanya.

“KELUAR, KATAKU!” bentaknya mendahului Mir pada mereka semua.

“tampaknya kau lelah, istirahatlah..”pesan Joon sebelum mereka keluar. Begitu pintu ditutup, Cheondung melempar bantal kearah pintu sekuat-kuatnya lalu membanting meja dan benda apa saja yang ada didekatnya. Ruangan itu setengah berhambur sekarang.

…………………….

“ottohke? Kau mau salah satu dari kami tidur disini malam ini?” tawar Seungho pada Cheondung.

“aniya, kalian pulanglah.” Ujar Cheondung datar tanpa minat.

“kalau begitu kami permisi dulu..” Sungho lalu berdiri dan diikuti ketiga temannya.

“hati-hati pada sasaeng fans!” ujar Manajernya. Saat pintu tertutup, Cheondung membaringkan tubuhnya dan hendak tidur.

CKLCK..

Sesaat kemudian pintu ruangan itu terbuka lagi. Cheondung yang tidur dengan posisi membelakangi pintu itu tampak tidak perduli siapa yang masuk, seperti yang dia kira, itu seorang dokter dengan seorang perawatnya. Dengan malas, Cheondung membalikkan badannya. Dokter mulai memeriksa dan tak lama kemudian pintu terbuka lagi. Seorang gadis berambut panjang terurai masuk dengan mengenakan pakaian yang sama seperti Cheondung. Mereka sama-sama pasien dirumah sakit ini. Dokter itu tidak menghiraukan gadis yang baru saja masuk dan meneruskan kegiatannya memeriksa Cheondung, sementara gadis ini hanya datang duduk diam melihat pemeriksaan. Cheondung menatapnya dengan tatapan kau-siapa, tapi tidak menanyakannya.

“seperti ini masih sakit?” tanya dokter lelaki itu sambil memijit kaki kanan Cheondung. Cheondung tidak menjawab dan tidak juga menunjukkan ekspresi apapun jika merasakan sakit, Cheondung hanya diam. Dokter itu mengerti dan menarik kesimpulan bahwa yang dilakukannya tidak menyakiti pasien. Kemudian dokter itu mencoba mengangkat kaki kanan Cheondung dengan kedua tangannya.

“sshh… appeuda sonsengnim..” desis Cheondung ketika kakinya diangkat dan dengan nada yang sedikit meninggi.

“keluarlah! Aku sudah tidak apa-apa!” ucapnya kemudian menyuruh mereka pergi. Dokter – yang diketahui Cheondung bernama Leeteuk – hanya tersenyum, mengerti keadaan Cheondung dan hendak keluar.

“ya! Bisakah kau sedikit sopan kepada orang yang memeriksamu?” tanya gadis itu yang sedari tadi hanya duduk diam dan memperhatikan. Cheondung menatapnya dengan tatapan itu-bukan-urusanmu, tapi jelas tidak ditanyakan.

“Jieun, kau harus istrahat” ucap dokter pada gadis itu.

“nde.. sebentar lagi” lalu dokter dan perawatnya keluar meninggalkan Cheondung dan Jieun.

“kau pasien baru disini ya? Sudah berapa hari disini?” Cheondung tidak menjawab dan berbaring kembali sambil membelakangi Jieun. Gadis itu lalu berdiri dan berjalan menghadapnya.

“kau korban kecelakaan malam itu ya? Aku melihatmu saat itu aku sedang jalan-jalan dengan omma”

“….”

“kau sudah tidur?”

“….”

“siapa namamu, tuan?”

“….”

“huahh… membosankan”

Dengan gemas Cheondung membuka matanya dan duduk dari tidurnya dengan secepat kilat.

“omo! Kau mengagetkanku!” keluh Jieun setelah mundur dan merapatkan dirinya kedinding lalu mengusap-usap dadanya.

“bisakah kau keluar dan jangan menggangguku?” bentak Cheondung.

“yaa! Aku tidak menganggumu aku hanya ingin menyapa pasien baru” ujar Jieun sengit.

“annyeong haseyo. Terimakasih atas kunjungannya” ucap Cheondung

“dan keluar SEKARANG JUGA!” lanjutnya, Jieun hanya menaikkan sudut bibir atasnya dan menatap Cheondung lalu berjalan kesisi ranjang satunya dan duduk dikursi.

“nanti saja, aku malas” ucapnya sambil mengambil potongan apel yang ada di meja dan memakannya.

“bersyukurlah kakiku sedang sakit, kalau tidak kutendang kau keluar dari sini” pikir Cheondung. Namja ini sangat kesal tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena kondisinya, dia hanya membaringkan tubuhnya dengan kasar sambil membelakangi Jieun dan membiarkannya sibuk sendiri.

….

Krkk…*suara Jieun gigit apel, hehehe*

Krkk..kkrkk

….

Kkrkkk krrkk krrkk

“yaaaa!!!!” Cheondung bangun kembali dan membentak.

“apalagi?” bentak Jieun kembali. Cheondung menarik napas panjang dan kehabisan kata-kata.

“ambilkan aku kursi roda” pintanya dengan nada tenang. Jieun menoleh kekiri kanan mencari benda yang dimaksud dan mendapatkan benda itu dan mendekatkannya pada Cheondung.

“bantu aku” Jieun membantu memapahnya dan mendudukkannya dikursi roda. Cheondung lalu menekan tombol jalan dipegangan kursi rodanya dan berjalan menuju pintu keluar.

“bukakan pintu” suruhnya kemudian

“kenapa kau terus memerintahku?” tanya Jieun mulai kesal. Tapi gadis ini tetap membukakannya pintu. Cheondung keluar dan melajukan kursi rodanya mendahului Jieun.

“kita mau kemana?” tanya Jieun mempercepatkan langkahnya dan menyamai Cheondung. Cheondung diam dan terus berjalan.

“iiba…” panggil jieun. Cheondung berhenti dan menatapnya tajam.

“ini yang terakhir kalinya.. pergilah sekarang juga!” ujar Cheondung ketus.

“aigoo.. kenapa kau ini? Kasar sekali!” respon Jieun dengan wajah yang tak dapat digambarkan.

“ikut aku” lanjutnya lalu mendorong paksa kursi roda Cheondung dan dibawanya dengan setengah berlari ketaman rumah sakit.

“YA!! APA YANG KAU LAKUKAN??”

……………………………

“Indahnya…” komentar Jieun saat berada dikolam buatan yang ditengahnya ada air pancur buatan juga. Hari itu sudah sore, mereka berada ditengah-tengah taman yang mulai sepi pengunjung. Kali ini mereka berdua diam dan saling berdampingan (Jieun berdiri menghadap air pancur dan Cheondung disebelahnya duduk dikursi roda sambil memperlihatkan senyumnya yang tipis).

FLASHBACK ON

“YA! KAU MAU MATI? HENTIKAN!” Jieun tak mendengarkan dan terus membawa Cheondung keluar hingga sampai didepan kolam rumah sakit. Jieun menghentikan kursi roda Cheondung dan mengambil benda keras disekitar lalu diselipkannya disalah satu roda di kursi roda Cheondung dan membuat kursi roda itu tak bisa berjalan.

“michin geuni? Kenapa kau terus mengangguku?”

“sst.. diamlah..”

“aigoo… sepertinya aku sendiri yang akan gila”

FLASHBACK OFF

…………………………

“Seperti ini apa masih sakit?” tanya dokter Leeteuk saat memeriksa kaki Cheondung. Tentunya Jieun sudah stand by disitu.

“tentu saja sakit sakit, sonsaengim. Kenapa kau selalu menyentuh kakiku dibagian tersakit?” jawab Cheondung kesal.

“ini sudah 10 hari, setidaknya kau bisa duduk dikursi rodamu sendiri” respon dokter baik dan manis itu *?*, dia hanya tersenyum mendengar keluhan Cheondung.

“ya, bisakah kau bersikap sopan? Tampaknya kau cacat sekarang!” ucap Jieun pada Cheondung dengan marah, sepertinya gadis ini kesal melihat perilaku Cheondung.

“wae? Kau tidak suka?”

“neomu!”

“wae? Kau belum minum obat?”

“kau yang kenapa? Kenapa bersikap kasar begitu pada sonsaengnim?”

“memangnya kenapa? Kenapa jadi kau yang begitu marah? Yang pantas marah itu sonsaengnim. Atau kau menaruh hati padanya?” Jieun diam menanggapi pertanyaan Cheondung dengan wajah yang kesal. “kau menyukainya? Kau menaruh hati padanya?” tanya Cheondung lagi.

“paboya! Aku tidak suka kalau kau memarahi APPA-KU! Dasar maniak!” Jieun marah dengan mengeraskan suaranya.

“mwo?” Cheondung melongo.

“minta maaf sekarang juga” perintah Jieun.

“wae… waeyo? Aku juga kan merasa sakit saat diperiksa. Jadi kurasa wajar saja kalau aku marah. Reflex… lagipula itu kan resiko dokter…” sangkal Cheondung.

“oh, begitu? Nde, araso…” jawab Jieun singkat lalu mengambil telur rebus diatas meja dan memecahkannya di kepala Cheondung. Leeteuk hanya tersenyum menatap mereka.

“ya, apa yang kau lakukan?” tanya Cheondung sambil mengusap-usap kepalanya “apa kau tidak lihat kepalaku diperban? Kau mau kepalaku pecah?”

“ini semacam hukuman untuk orang yang tidak tahu sopan santun” jawab JIeun singkat kemudian mengulanginya lagi “kepalamu tidak akan pecah. Kepalamu kan sangat keras”

“cukup Jieun… biarkan saja.. dia sakit..” lerai Leeteuk.

“aniya appa.. dia harus diberi pelajaran..” tolak Jieun.

TAKK..

Jieun memecahkan sebutir telur lagi kekepala Cheondung.

“ini untuk appa, untuk aku, untuk…” hitungnya sambil terus memecahkan telur itu.

“YA! Ishh.. nde nde.. aku akan minta maaf… jongmal!” akhirnya Cheondung mengalah dan memilih untuk minta maaf.

“ppali!” perintah Jieun dan menghentikan aktivitasnya.

“mianhae” ucap Cheondung. Maksudnya kepada Leeteuk, tapi memandang kearah luar jendela.

“apa itu? itu bisa disebut minta maaf?” protes Jieun.

TAKK…

“Ulang!” pinta Jieun lagi. Cheondung memegang kembali kepalanya dan menatap tajam Jieun, kemudian menarik napas panjang. Pertanda bahwa namja ini mengalah lagi.

“mianhae, jongmal mianhae sonsaengnim…” ucap Cheondung mengulang kata-kata maafnya.

“gwenchana, arata, sebenarnya kau tidak perlu minta maaf” hibur Leeteuk.

“nde, bukankah itu hanya masalah ringan? Tapi kenapa anak ini membesar-besarkannya?” keluh Cheondung.

“namanya Lee Jieun..” jawab Leeteuk.

“tapi cukup panggil aku IU” ujar Jieun.

“siapa yang mau memanggilmu?” Cheondung acuh tak acuh.

“mwo, huft… appa, kau tidak kembali? Kaja, aku akan mengantar appa..” sahut Jieun (mulai sekarang kita panggil dia IU) dan mengajak appanya keluar ”Urusan kita belum selesai, jangan kemana-mana..” ucapnya kemudian saat membuka pintu keluar dan menutupnya.

Cheondung hanya tersenyum sinis sambil mengarahkan pandangannya ke jendela dan memandang keluar.

“sekali bodoh tetap bodoh…”

……………………..

Merasa bosan seharian dikamar terus tanpa melakukan apapun, Cheondung keluar menggunakan kursi rodanya dan jalan-jalan mengelilingi RS (atau berkelana? Kan kakinya sakit gitu? Hehe). Ketika melewati ruangan yang agak sepi, dipersimpangan dia bertemu 2 orang yang sedang berciuman, pastinya namja dan yeoja yah. Dari pakaian yang mereka gunakan, jelas mereka seorang dokter dan pasien. Berarti yang namja pake jas putih dokter, yang cewek itu pasien. Cheondung memperhatikan mereka dari kejauhan.

“YA!” Ucap IU dari belakang Cheondung sambil meletakkan tangannya dengan keras dibahu Cheondung dan berhasil mengagetkannya. “kau kemana saja? Bukankah kusuruh kau untuk menungguku?” tambahnya dengan protes.

“sst… shikkeuro… pelankan suaramu” pinta Cheondung sambil terus memperhatikan kemesraan 2 sejoli di depannya (apa sih yang di otak Thunder?).

“ckckckc… mereka sangat tidak sopan. Dimana letak sopan-santun dokter itu? tidak professional sama sekali. Dokter muda jaman sekarang memang sudah berubah yah…” cerca Cheondung sambil terus memperhatikan mereka yang berjalan meninggalkan tempat itu. Cheondung berbalik dan celingak-celinguk mendapati dirinya hanya tinggal seorang diri disana.

“sejak kapan yeoja aneh itu pergi?” tanyanya pada dirinya sendiri yang tidak menyadari kepergian IU.

……………………

CKLK…

“annyeong haseyo hyung… kami datang menjengukkk…” sapa Mir saat mereka menjenguk Cheondung.

“ye..” jawab Cheondung singkat lalu kembali memfokuskan diri pada Ipad-nya.

“hyung, kami membawa seseorang” ucap Mir sambil tersenyum. Cheondung tampak tak berminat, tapi saat melihat seseorang itu Cheondung meletakkan Ipad-nya dan langsung duduk sambil menyandar.

“Noona? Kenapa kau bisa disini?” tanya Cheondung tak yakin dengan seseorang itu.

“wae? Kau tidak suka aku berada disini?”

“aniya, maksudku kapan kau pulang dan darimana kau tahu aku ada disini?”

“aku baru pulang kemarin, teman-temanmu yang memberitahukanku lewat email..”

Cheondung menatap tajam Mir dengan tatapan kenapa-kau-memberitahu-noona-? Mir melongo sambil memperlihatkan gaya kenapa-menatapku-seperti-itu-?. Seungho, Joon, dan G.O mengerti maksud tatapan Cheondung lalu turut menatap Mir yang berada paling ujung diantara mereka. Dengan reflex, Mir memalingkan wajahnya searah dengan ketiga teman-temannya yang lain. Entah apa yang dilihat disampingnya, dia hanya mengedarkan pandangan kesegala arah.

………

Mir memalingkan matanya kearah yang berlawanan dengan wajahnya dan samar-samar melihat mereka masih terus menatapnya.

…..

“bukankah ini bagian dari rencana kalian? Aku hanya mengirimkan email saja kok…” ucap Mir yang tak tahan dengan tatapan ketiga hyungnya. Seungho, Joon, dan G.O tampak kaget dengan pembelaan Mir, mata mereka sedikit membesar diikuti dengan tubuh mereka yang reflex memundur. Mereka tampak panik kemudian menatap Cheondung.

“aniya… Cheondung-ah… aniya aniya…” mereka bertiga serempak melambaikan tangan mereka kearah Cheondung. Cheondung tampak frustasi kemudian memegang kepala seperti berkata benar-benar-memalukan-dan-tidak-bisa-menjaga-rahasia.

“hahaha… aniya… Cheondung-ah… kau kan artis? Bagaimana noona tidak tahu? Noona juga bisa tanya manajer kok… gwenchana… noona hanya memastikan kau masih hidup. Yah, kalau kau mati kan, noona bisa dapat warisan yang banyak, sayang kau belum mati….”

“NOONA!!!” Cheondung berteriak pada Noona-nya

“hahaha… mianhae.. gwenchana?” Noona-nya Cheondung hanya tertawa kecil.

“nde… kudengar Konsermu di Jepang sukses…”

“tentu saja… kasian sekali ya kau ini…”

“hmm…”

Kemudian IU masuk keruangan itu sambil memasang wajah riang gembira tanpa nestapa.

“Annyeong hase…” ucapnya lalu menghentikan kata-katanya yang belum selesai. “wah, teman Cheondung banyak sekali” pikirnya sambil memandang satu persatu wajah orang-orang itu. kemudian dia menggeleng-gelengkan kepala dan memejamkan mata lalu membukanya kembali. “dasar bodoh!”” ucapnya mengatai dirinya sendiri. setiap orang memang punya banyak teman kan? Aigoo… aku malu sekali. Seharusnya tadi mengetuk pintu saja dulu. Apa yang harus kulakukan? Pikir IU yang mulai merasa panik dan mematung didepan pintu.

“sepertinya aku mengganggu, aku keluar saja..” ucapnya sambil menggaruk-garuk kepalanya dengan salah tingkah lalu berbalik.

“ah, aniya. Karena sudah terlanjur masuk, jadi kau disini saja menemaniku. Kau temannya Cheondung kan?” tanya yeoja itu dengan lembut sambil menghampiri IU dan mengamit tangannya.

“nde…” ucap IU malu-malu.

“siapa teman siapa? Dia juga mau keluar, jadi biarkan saja…” sambung Cheondung yang tampak tak senang dengan kedatangannya. IU menatapnya dengan tatapan jengkel.

“ishh.. kau ini..” jawab Noona-nya sedikit marah pada Cheondung.

“biarkan saja dia, dia memang seperti itu…” lanjutnya kemudian berbicara pada IU tapi sambil menatap Dongsaengnya.

“ye, aku tahu, dia tidak punya sifat baik sama sekali, orang tuanya mungkin tidak pernah mengajarinya. Kalau pun pernah, pasti dia tidak pernah mengerti….” Jawab IU kesal.

“YA!!!” teriak Cheondung.

“Mwoya??!!!” balas IU tak kalah teriak.

Keduanya memalingkan wajah kearah yang berlawanan.

“Mmmpph…” keempat teman Cheondung yang sejak tadi duduk dikursi menahan tawa melihat permusuhan antara Cheondung dan IU. Masing-masing menahan tawa dengan cara mereka sendiri. Mir menunduk, Joon membalikkan badan, Seungho melipat kedua bibirnya kedalam, dan G.O menatap keatas.

“ada apa dengan kalian?” tanya Cheondung kesal. Mereka berempat tidak menjawab.

“sudahlah, mereka memang aneh. Lebih baik kita pergi saja. Ehmm…” Yeoja itu menghentikan kata-katanya dengan ekspresi maaf-siapa-namamu-?.

“Lee Jieun imnida. Panggil saja IU..” Ucap IU memperkenalkan diri.

“ohh.. IU-ssi, nde.. Kaja!” ajak Yeoja itu membawa IU keluar.

“Noona ya..” panggil Cheondung, tapi yang dipanggil tidak memperdulikan panggilannya dan terus memegang tangan IU sampai mereka keluar dari kamar Cheondung.

“Noona?” batin IU mengulang kata-kata Cheondung.

………………………..

“jadi kau teman Cheondung?” tanya yeoja itu ramah pada IU.

“nde, bisa dibilang begitu…” jawab IU “ teman seperkelahian… lebih tepatnya” lanjutnya dalam hati.

“dia jahat padamu ya?” tanya Yeoja itu lagi.

“ah… tidak juga sih…” jawabnya “tidak salah lagi. Bahkan dia lebih jahat dari itu…”

Keduanya makan dengan tenang dan hikmat. IU menonton acara TV yang diletakkan didinding bagian atas kantin Rumah Sakit tersebut. Saat itu, sedang acara music. IU menyaksikan tanpa minat. Mata yeoja ini melotot saat melihat wajah salah satu member girlband yang ada di tv. Dipejamkannya matanya sekuat mungkin dan kembali menonton. IU melihat girlband di tv itu dan melihat yeoja yang ada didepannya berulang-ulang.

 

IU POV

Aneh, kenapa wajah mereka sama? Sebenarnya aku tidak yakin. Tapi sungguh, wajah mereka hanya 11 12. Bedanya yang di tv memakai make up, yang didepanku ini tidak.

“mian, nama eonni siapa?” coba saja ku tanya.

“ohh… aku belum memperkenalkan diri ya? Panggil saja aku Sandara…” jawab Eonni itu sambil terus makan.

“MWO???” Pabo! Kenapa aku berteriak? Itu jelas membuatnya kaget. Tapiiiii………….

HUAAAAAAAAAA……

Tunggu! Tunggu, tunggu dulu. Biar ku atur sedikit otakku. Wanita ini mengaku Sandara, OK aku mengerti. Yang di tv namanya Sandara dari 2NE1, itu aku juga tahu. Wanita ini Sandara, yang di tv Sandara juga. Kedua-duanya sama-sama Sandara, OK aku paham. Kedua-duanya sama-sama wanita, dan kedua-duanya berwajah sama. Baiklah… eittt tunggu dulu….

???????

Berwajah sama? SAMA? Sama = mirip = kembar = ?

Huaaaa… aku bisa gila.

“yang di tv itu juga Sandara kan?” ishh… bodoh bodoh bodoh.. kenapa aku bertannya dengan pertanyaan payah? Neomu pabo. Eonni itu membalikkan kepalanya dengan santai dan melihat kearah tv.

“ohh…konser ulang yang di Jepang ya?” komentarnya. “iya…” ucapnya lagi sambil membalikkan badan.

“iya?” aku bingung dengan kata bagian itu, jadi kuulang saja.

“iya.. itu aku!” jawabnya sambil menyendok makanan kemulutnya.

“eh? Tapi kau sednag ada disini sekarang”

“iya, benar… yang ditampilkan di tv itu konser kami di Jepang baru-baru ini. Kemarin aku baru pulang dari sana..”

“oohh…” ok ok aku mengerti sekarang.

“….”

Masih ada yang kurang jelas! Kalau kedua-duanya orang yang sama berarti Sandara eonni = Sandara 2NE1? Sama = mirip = kembar = Sandara. Proses otak selesai. Tapi… tapi… tapi… Hhhuaaaaaa…. AKU BERTEMU ARTIS! DIHADAPANKU TERNYATA SEORANG ARTIS!!!!!

……………………………..

AUTHOR POV

“ mana si aneh itu? tanya Cheondung saat noona nya masuk sendirian.

“maksudmu IU? Kenapa? Kau merindukannya?” goda noona.

“Ya! Bukan begitu.. maksudku…”

“ara… dia kembali kekamar nya…” jawab Sandara. Tak lama kemudian IU masuk sambil membawa kertas dan pulpen.

“Eonni, tanda tangan disini…” pinta IU sambil menyodorkan kertas dan pulpen yang dibawanya.

“apa yang kau lakukan?” tanya Cheondung.

“kau tidak lihat? Aku sedang minta tanda tangan seorang artis…” jawab IU.

“untuk apa? Keluarlah, kau itu sangat mengganggu”

“ya! Aku tidak mengganggumu. Aku hanya minta tanda tangannya kok. bukan tanda tanganmu… kapan lagi aku bisa bertemu artis coba?”

“kau bisa bertemu artis kapanpun kau mau..” sambung Mir angkat suara. Sejak tadi mereka berempat sibuk bermain mejikuhibinium *?*

“annyeong haseyo, Mir-imnida” lanjut Mir sambil mengulurkan tangan.

“annyeong, IU-nimida”

“oh iya, perkenalkan juga ini” Mir memperkenalkan ketiga Hyung-nya.

“IU-nimida”

“Joon-imnida”

“IU-nimida”

“Seungho-nimida”

“IU-nimida”

“G.O-nimiida”

“IU-ssi, kau tidak minta tanda tanganku?” tanya Mir usai mereka semua kenalan.

“aawwhh… sakit Hyung” rintih Mir sambil memegang kepalanya yang dipukul Seungho.

“tutup mulutmu” peringat Seungho setengah berbisik.

“bagaimana rasanya bertemu artis apa kau senang?” tanya Mir lagi. Dasar magnae, dia tidak memperdulikan ucapan hyung-nya.

“eo, aku senang bertemu Sandara eonni”

“pasti membanggakan bertemu dengan sekelompok artis”

“heh? Sekelompok?” IU tampak celingak celinguk mencari sekelompok artis yang dimaksud Mir. “aku tak melihat artis lagi disini selain Sandara eonni” lanjut IU.

Semua terkecuali Cheondung kaget mendengar pernyataan itu. *helloooo, nih anak kok polos banget?*

“IU-ssi, jangan bilang kau tak tahu MBLAQ!” gumam Mir serius.

“MBLAQ? Itu apa? Nama tempat, sejenis makanan atau…?” *sejenis makanan katanya? Wah IU benar-benar jadul! #kaburrrr…*

Suasana berubah seketika. Sunyi, sepi, dan senyap. Mir terlihat syok, sangat syok, bahkan hampir rebah ditempat. Untung G.O yang berdiri disampingnya sempat menahan Mir sehingga simagnae ini tak jadi terjatuh *?*. Joon dan Seungho? Mereka berubah jadi patung dalam sekejap. Sandara eonni hanya menatap mereka pilu.

‘tabahkan hati kalian, mungkin belum saatnya kalian terkenal’ kira-kira seperti itu maksud tatapannya.

Bagaimana dengan Cheondung? Namja ini bersikap biasa saja, bahkan tampak tak perduli.

………………………………..

IU POV

#Kamar inap IU

“omma, kalau kesini sekalian bawakan laptopku ya… nde… tadi pagi sudah minum obat… nde, annyeong”

. . . .

“jangan bilang kau tak tahu MBLAQ!”

Aku memang tidak tahu, dan kenapa wajah mereka seperti itu? MBLAQ itu apa ya?

…………………………………

            Omona! Ini Cheondung. Benar ini Cheondung! Setelah mengetik nama MBLAQ digoogle, aku melihat-lihat gambarnya. Aku lihat yang ini seperti Cheondung, benar ini dia. Dan… omo! Ini foto mereka semua. Mir, Joon, G.O, Seungho termasuk Cheondung, ini foto mereka bersama. Ini Mir yang menanyakan tentang MBLAQ tempo hari dan ini Seungho yang memukul kepala Mir saat itu. Ini Joon, ini G.O, dan ini…

Serasa tak yakin dan masih bertanya-tanya, aku mengingat-ingat kembali wajah mereka semua dan membandingkannya dengan foto ini. Benar mereka ini orang yang sama. Ini Mir, ini Joon, Seungho, G.O bahkan ini Cheondung. Tapi aku masih tidak mengerti, kucari dan kubuka-buka blog yang memuat tentang mereka. Great, untuk yang kesekian kalinya semua ini ternyata benar.

Aku tahu sekarang. Jadi yang dimaksud MBLAQ itu adalah boyband mereka. Pantas saja Mir terlihat shock waktu kutanyakan kembali MBLAQ itu apa. Dan yang dimaksud sekelompok artis itu mereka berlima ditambah Sandara eonni. Sandara eonni sendiri ternyata noona-nya Cheondung. Kenapa tak ada yang menceritakan ini sebelumnya? Aisssh aku pasti telihat bodoh dimata mereka semua. Dasar Cheondung! Salahnya kenapa tak memberitahukanku siapa dia.

Oh iya Cheondung. Teringat sinappeun namja itu, aku mengetik nama Cheondung MBLAQ dan mencarinya di google. Yup, semua tentang orang ini muncul.

………………………………..

AUTHOR POV

“Cheondung!”

“Mwo? Kalau kau kesini hanya untuk mengganggu lebih baik keluar”

“YA! Kenapa kau selalu mengusirku?”

“. . .”

IU berjalan mendekati Cheondung.

“kanapa kau tidak bilang kalau kau seorang artis?”

“wae? Mau minta tanda tangan juga?!”

“iish tentu saja tidak. Untuk apa meminta tanda tangan orang tempramen seperti kau. Yaah setidaknya kau seorang artis dan termasuk yang tampan diantara yang lainnya. Tapi sangat disayangkan kau sombong”

“Mwo? Kau bilang apa? Kau mau mati?!”

“aigoo, lihat saja cara bicaranya. Benar-benar sikap yang buruk. Sepertinya disini mulai panas, aku pergi saja”

“ya… kembali kau”

IU terus berjalan tanpa memperdulikan panggilan Cheondung yang marah padanya.

BRAKK…

Pintu terbuka tepat didepan wajah IU dan mengenai dahinya.

“aya! Sakiiitt…” rintih IU sambil termundur seraya memegang dahinya yang sakit.

“IU-ya, itu kau? Aigoo, mianhae. Gwenchana?” tanya Mir merasa bersalah karena membuka pintu tiba-tiba. IU mengangguk.

“o ya ampun jidatmu langsung memar. Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan?” Mir panik tak karuan. “khaja, kita kerumah sakit”.

“Mir, kita dirumah sakit” ucap G.O menyadarkan Mir.

“benarkah? Kalau begitu kedokter” simpul Mir lalu membawa IU keluar.

“a… tidak usah. Dikompres saja memarnya kan hilang” tahan IU.

“kau yakin?”

“mm, aku akan kekamarku mengambil sesuatu. Tunggu disini ya”

“eo”

………………………………..

CKLCK

IU kembali sambil membawa kertas dan pulpen.

‘mulai lagi’ pikir Cheondung.

“oppa, bolehkah?” IU menghampiri keempat member MBLAQ yang duduk disofa sambil menunjukkan kertas dan pulpen yang dipengangnya dengan malu-malu.

“tidak usah sungkan, 1000 kertas pun akan kutanda tangani. Hyung, kalian juga ya” ucap Mir mantap dan mengajak ketiga hyung-nya.

‘Mir hentikan. Ini membuatku gila’ sekali lagi Cheondung hanya merintih dalam hati.

………………………………..

CHEONDUNG POV

“kamarku hanya melewati lima kamar setelahmu. Kapan-kapan datanglah”

Sepertinya yang ini. Masuk tidak yah? Sudahlah masuk saja, toh sudah terlanjur didepan kamarnya. Bagaimana pun juga aku bisa tahan dirumah sakit ini karena dia, walaupun kebanyakan dia itu menyebalkan.

Kuhentikan gerakan tanganku yang akan menetuk pintu. Kenapa aku harus mengetuk pintu, dia saja tak pernah mengetuk pintu kamarku. Langsung masuk saja.

………………………………

CKLCK

Saat membuka pintu kamar IU, pandangan Cheondung langsung lurus kedalam memandang 2 orang yang sepertinya hendak ciuman itu. Dengan masih memegang gagang pintu Cheondung menatap mereka tanpa kedip. Namja berjas putih itu dengan segera menjauhkan tubuh dan wajahnya dari IU.

Ketiganya terdiam untuk waktu yang lumayan lama.

“aku pergi” ucap sidokter pada IU lalu berjalan keluar melewati Cheondung.

………………………………

#dihalaman rumah sakit…

“jadi itu pacarmu?”

“bukan ‘itu’ tapi ‘dia’”

“. . .”

“. . .”

“kau ingat dokter yang kita lihat dipersimpangan waktu itu?”

“lalu?”

“dokter itu…” Cheondung teringat sesuatu. “jangan katakan kau tahu itu dia”

“. . .”

“ya!”

“memangnya kenapa?”

“kenapa? Kenapa katamu? Kau sadar apa yang kau lakukan?”

“. . .”

“jelas-jelas kau tahu dia selingkuh. Jangan bilang semua ini karena cinta”

“aku memang mencintainya, sangat mencintainya”

“mwoeo? Kau pasti sudah gila. Aigoo, kepalaku jadi sakit. Aku pergi saja”

“yah pergilah”

Cheondung berbalik dan berjalan meninggalkan IU.

“IU-ya” panggilnya dan berbalik kembali.

“ng?”

Cheondung berjalan mendekti IU dan menyingkap poni yang menutupi dahinya.

“apa yang kau lakukan” protes IU.

“luka itu… kenapa belum hilang juga? Sepertinya tambah memar” papar Cheondung heran mendapati luka memar didahi IU sewaktu bertabrakan dengan Mir masih belum hilang.

“ntahlah. Jauhkan tanganmu” IU menepis tangan Cheondung.

“kau tidak menyesal?”

“inikan tidak disengaja. Nanti aku minta diobati appa”

“bukan. Maksudku dia… pacarmu itu orang yang jahat, sudah memilikimu tapi masih berciuman dengan gadis lain bahkan ditempat umum. Kau lihat sendiri kan? Tapi kenapa kau tidak melakukan apa-apa?”

“bukankah tadi sudah kukatakan aku mencintainya. Sejahat apapun dia aku mencintainya. Aku takkan menyesal karena ini semua pilihanku, aku tahu dia orang yang seperti itu bahkan aku tahu dia berkencan dengan banyak wanita. Tapi aku senang dia tidak memutuskanku karena hanya dia orang terdekatku. Tentunya setelah omma dan appa”

“. . .”

“mungkin ini terdengar naif atau malah terdengar menyedihkan. Aku tahu aku bodoh dan munafik. Kalau gadis lain, mereka pasti akan menangis. Tapi aku tidak akan seperti itu, aku takkan menangis dan menyesal, karena aku mendapatkan semua yang aku butuhkan. Lagipula, aku sendiri tidak tahu akan hidup sampai kapan. Selagi bisa, nikmati saja sisa hidup ini dengan tersenyum” jelas IU panjang lebar.

“apa maksudmu?” tanya Cheondung masih bingung dengan kalimat terakhir IU. IU hanya tersenyum sambil mengedarkan pandangan kesegala arah.

. . . .

. . . .

“sebenarnya kau ini sakit apa? Fisikmu sama sekali tidak menunjukkan bahwa kau sakit” Cheondung membuka kembali percakapan.

“menurutmu aku sakit apa?”

“kalau aku tahu untuk apa aku bertanya”

“benarkah? Haha benar juga”

“apa berhubungan dengan memar didahimu? Kalau orang lain setidaknya memar itu sedikit memudar”

IU memegang dahinya yang memar dan tampak sedang berfikir. “kau tahu Hemophilia?”

“tentu saja. Penyakit yang kekurangan darah putih bukan?” jawab Cheondung santai. Tapi didetik berikutnya namja ini tersontak kaget karena baru menyadari sesuatu dan melototkan matanya pada IU.

“IU-ya apa maksudmu…” Cheondung tak melanjutkan kata-katanya.

“ya, aku menderita hemophilia”

Pernyataan itu membuat keduanya terdiam dengan fikiran mesing-masing.

……………………………….

“3 bulan lalu appa bilang aku harus dirawat dirumah sakit, sampai sekarang aku jadi pasien tetap disini. Aneh ya, orang-orang sudah banyak yang keluar masuk dirawat disini sedangkan aku entah sampai kapan aku akan terus berada ditempat ini. Mungkin nantinya saat kau keluar dari rumah sakit ini, aku masih disini dengan berbagai perawatan”

Ucapan IU beberapa hari lalu itu acap kali teringat oleh Cheondung.

 

“Thunder-ah, kau sedang apa?” intip IU dengan memunculkan kepalanya dimuka pintu.

“sedang menahan amarah”

“marah kenapa?”

“karena lagi-lagi kau datang menggangu”

“iisshh”

IU masuk dan memakan potongan apel yang ada diatas meja dengan lahap.

“kau itu kelaparan atau bagaimana?” protes Cheondung.

“Thunder nama panggungmu kan” ucap IU mengganti topik.

“Lee Jieun itu namamu kan? Kenapa malah dipanggil IU” papar Cheondung membicarakan yang lainnya lagi.

“karena” IU menelan apel yang dikunyahnya “IU berarti imut. Dalam bahasa Jawa IU juga berarti cantik *?*”

“heh jinjjayo! Apa orang tuamu tidak salah memberi nama?”

“tentu saja tidak. Ada masalah?”

“tidak juga. Hanya saja aku jadi tidak ingin memanggilmu IU”

“wae? Kau tidak mau mengakui kalau aku ini cantik dan imut?”

“yang benar saja, kau pikir kau begitu?”

“menurutmu?”

“ani!”

IU hanya memicingkan mata dan mengambil selembar tissue yang terletak disamping apel dan menulis sesuatu ditissue tersebut.

“ini” ucapnya sambil memberikan tissue itu pada Cheondung.

“apa ini? Aku tidak mau. Siapa yag butuh ini!” tolak Cheondung.

“simpan saja. Suatu saat kau pasti akan melihat ini”

“kau bercanda? Untuk apa aku melihat coretan tak jelas begini”

“ya! Itu tanda tanganku”

“ng? Ini tanda tangan? Tanda tangan atau apapun namanya, aku tidak butuh”

Cheondung mengembalikan tissue itu pada IU.

“dasar sombong! Kau pikir hanya artis saja yang boleh memberikan tanda tangan? Terserah kau mau membuang atau menyimpannya”.

BRAKK! IU membanting pintu saat keluar.

“kenapa dia marah?”

‘akukan hanya bercanda’ pikir Cheondung.

…………………………..

#beberapa hari kemudian…

CHEONDUNG POV

Ada apa dengannya? Sensitif sekali. Bahkan batang hidungnya pun tak muncul-muncul *mengharap rupanya*.

Cklk. Seorang dokter masuk dan membuyarkan lamunanku. Leeteuk-saem datang pada waktu yang tepat.

“mm apa IU baik-baik saja?” tanyaku membuka percakapan, ini sudah 3 hari sejak saat itu. Bukannya khawatir sih, tapi hanya heran saja *heran apa kangen?*.

“kau tidak tahu? Jieun sudah keluar dari rumah sakit, baru kemarin” jawab Leeteuk-saem sambil memeriksaku.

“banarkah? Berarti dia sudah sembuhkan” baguslah. Akhirnya gadis itu bisa menghirup udara bebas *kayak habis dipenjara aja*.

“aniya, justru sebaliknya”

“hah? Kalau begitu kenapa dia diperbolehkan keluar rumah sakit?”

Dokter Leeteuk manghentikan kegiatannya seraya memperbaiki letak kacamatanya.

“berbulan-bulan disini Jieun tak ada perubahan, terakhir diketahui penyakitnya akan mencapai stadium lanjut. Oleh karena itu aku membuat surat rujukan dan mengirimnya berobat keluar negeri. Tadi pagi pesawatnya sudah berangkat, mungkin sebentar lagi dia akan mendarat. Berharap saja semoga disana terjadi perubahan pesat pada Jieun” jelas dokter sekaligus ayah IU.

“kakimu sudah tidak apa-apa, dalam beberapa hari kau bisa pulang. Saat keluar dari sini, latih terus kakimu berjalan agar nantinya jalanmu tidak pincang” pesan sonsaengnim kemudian keluar.

Gadis itu… pabo! tak ada yang ingin kusampaikan padamu.

“simpan saja. Suatu saat kau pasti akan melihat ini”

Tiba-tiba teringat ucapannya dihari itu, aku membuka laci dan mengambil tissue yang ditanda tanganinya. Dilihat dari sisi manapun ini lebih mirip coret-coretan.

“Terserah kau mau membuang atau menyimpannya” sehabis mengatakan itu dia langsung keluar sambil membanting pintu. Benar-benar perpisahan yang tidak bagus.

“kau mau aku bagaimana? Aish kenapa ini terasa menyesakkan. Pergilah! Datang tak dijemput, pulangpun tak diantar” *jelangkung maksudnya?*

…………………………

#2 tahun kemdian…

AUTHOR POV

“annyeong haseyo yeorobun. Jumpa lagi dengan saya host yang akan menghotkan anda sekalian dengan penampilan saya yang mempesona *? #gaje…*” ucap seorang Mc yang sedang membawakan sebuah acara tv live yang khusus menghadirkan MBLAQ. Yup sebuah acara untuk para penggemar MBLAQ yang ingin mengenal MBLAQ lebih jauh. Singkat cerita, percakapan antara si Mc dengan member-member MBLAQ berlangsung panjang dan seru.

“selama kalian menjadi idola boygroup, ada tidak fans yang paling membuat kalian terkesan? Joon-ssi?” tanya si Mc ditengah percakapan mereka dan mengajukan pertanyaan tersebut pada member-member MBLAQ satu per satu hingga Cheondung yang mendapat giliran terakhir.

“lalu bagaimana denganmu Cheondung-ssi?”

“mmm bagaimana ya… waktu ada seorang fans yang dengan percaya dirinya membuat tanda tangan diselembar tissue dan memberikan tissue tersebut padaku. Aku heran. Yah tapi kuterima saja” terang Cheondung dan mereka semua tertawa kembali.

“itu kapan? Kau tidak pernah cerita pada kami” tanya Mir disela-sela tawa mereka.

“aigoo benarkah itu?” sambung si Mc “selama ini artis yang selalu memberikan tanda tangan tapi ini malah sebaliknya, seorang fans memberikan tanda tangan kepada idolanya. Benar-benar fans yang langkah, tapi itu terdengar lucu”

Cheondung hanya tertawa mendengar pernyataan tersebut. Selanjutnya, Mc itu membaca sekilas kertas kecil yang sipegangnya.

“next, ucapkan sesuatu atau pesan sepatah dua patah kata untuk para fans kalian yang berkesan. Cheondung-ssi, ada yang ingin kau sampaikan?”

“ng ya! Makanlah dengan baik dan teratur, jangan mudah percaya dengan orang lain. Jaga kesehatan jangan sampai menambah penyakit dan jaga dirimu baik-baik. Fighting” ungkap Cheondung didepan kamera sambil memperlihatkan kepalan tangannya.

#kita singkatkan saja ya…

“yeorobun, kalian juga pasti punya pertanyaan untuk idola kalian ini kan? Seperti biasa kami mempersilahkan kalian menghubungi kami kenomor yang tertera dibawah” tawar si Mc sambil menunjuk kebawah dan menunggu siapakah yang akan menelpon .

”annyeong haseyo” ucap penelpon pertama.

“nde annyeong haseyo. Dengan siapa ini?” tanya si Mc

“Jieun-imnida”

Mendengar sipenelpon menyebut namanya, Cheondung menegang.

“baiklah Jieun-ssi, kita langsung saja. Kau ingin bicara dengan siapa?”

“Mir oppa”

Mir yang mendengar namanya disebut langsung melihat kamera dengan tampang tak percaya.

“nae?” tanyanya “hyung kau dengar? Dia memanggilku oppaaaaaa”

“memang kenapa? Kami sudah berkali-kali dipanggil oppa, jadi kau biasa saja”

Mir terdiam mendengar ungkapan G.O dan semua member termasuk sipenelpon tertawa.

“Mir oppa, eottokhe jinaesso?” tanya Jieun sipenelpon.

“baik-baik saja, bahkan sangat baik. Bagaimana denganmu?” jawab Mir.

“na do”

Sejak tadi Cheondung fokus mendengarkan saat Jieun menelpon. Namja ini kelihatan sangat serius.

……………………………..

“ahjussi, apa kau menyimpan nomor yang tadi menelpon?” tanya Cheondung dibelakang panggung pada salah seorang kru saat acara usai.

“mungkin masih ada, penelpon keberapa?”

“pertama”

“penelpon pertama… sebentar”  lelaki yang dipanggil ahjussi itu mengutak atik komputernya. “ah ini dia” gumamnya saat menemukan yang dicari.

“ini? Baiklah, ghamsamhamnida ahjussi” ahjussi itu mengangguk. Cheondung berbalik dan berjalan beberapa langkah seraya menelpon nomor yang baru saja dimintanya.

“yoboseyo, bisa kita bertemu?”

…………………………..

“kapan kau kembali?” tanya Cheondung memulai percakapan disuatu tempat sesuai kesepakatan pertemuan.

“belum lama, baru beberapa hari”

“apa kau masih dengan dokter (pacarmu) itu?”

“masih”  -jdar- *?* Cheondung menegang. “kami masih berteman dengan baik” Cheondung kembali normal.

“bagaimana dengan keadaanmu?” tanya Cheondung lagi.

“seperti yang kau lihat, meoributeo balkeutkajji aku sehat wal’afiat” dari sini Cheondung mengambil kesimpulan bahwa orang ini baik-baik saja dan telah sembuh.

“. . .”

“. . .”

“dasar sombong” papar lawan bicara Cheondung.

“hah?”

“ iya sombong! Memang kenapa kalau orang biasa memberikan tanda tangan? Karena kau seorang idola makanya itu tidak sepatutnya?!”

Yeoja berambut panjang tersebut berbalik dan berjalan meninggalkan Cheondung.

“kau mau kemana?” tanya Cheondung.

“Pulang. Kau terlalu membesar-besarkan masalah”

“tapi aku belum selesai bicara”

“terserah”

“Lee Jieun ya!”

Melihat Jieun yang berjalan semakin menjauh, Cheondung menyusulnya dengan langkah cepat. Ketika jarak mereka hanya terpaut beberapa sentimeter saja, Cheondung meraih tangan Jieun dan menarik yeoja ini kedalam pelukannya *O,O*.

“jangan pergi lagi, tinggallah disini” pinta Cheondung.

“wae?” tanya Jieun sambil menahan senyum. Cheondung melepaskan pelukannya dan memilih diam dengan fikiran sendiri.

“ya! Aku bertanya kenapa kau diam? Ah aku pulang saja” goda Jieun.

“IU-ya…” tahan Cheondung seraya menangkap tangan IU atau Lee Jieun saat dia berjalan beberapa langkah.

“naega neomu bogosippo” ungkap Cheondung secepat-cepatnya seperti sedang nge-rap.

“Mwo? Kau bilang apa?”

“na naneo jo…ahe…”

“. . .”

. . . .

 

THE END

………………………………………

6 responses to “Big Fans

  1. yaah, pengennya couple wooyoung sama IU, kenapa thunder? ihihi tapi gpp kok thor, aku suka, lebih tepatnya sangat sukaa ffnya, lagi lagi lagi prok prok, buatin yang versi wooyoung IU thor (apaaaah?) wkwk, becanda thor, keren dah pokonya ^o^

    • gomapta…
      thanks for coming…^^
      soalnya Author Taeminwoo lagi suka sama lagunya IU Feat Thunder, jadi itu deh… kalau gtu…
      saya perintahkan kau (Taeminwoo) bikin ff IU dan Wooyoung… hehehe >.<

  2. woah.. Suka bgt ama ceritanya . Kirain bakal sad ending, ternyata horay.. Happy ending . Suka bgt ama thunderiu couple . Apalagi pas liat mereka d idol army . Keren cingu.. Daebak !😀

Komentar ditutup.