Silly Girl (Part 3)

SILLY GIRL

Title     :           Silly Girl (Part 3)

Author :           Yesunggyu – Amalia Laili

Length :           Continue

Genre   :           comedy, friendship

Cast     :           Amber (Yoo Eunyoung), Key (Kim Kibum), Nicole (Jung Youngjoo), Kris, etc

…………………………….

“MWOOO…??!!” –Amber-

“aigoo… tidak usah lebay begitu deh…” ujar Key.

“kau kenapa hari ini?” tanya Amber.

“gwenchana… oh ya… daritadi aku bingung… sebenarnya Kris mau kemana? Dia akan ikut ke Kampus?” tanya Key pada Kris.

“nde… aku selama 3 bulan ini akan berada di universitas Seoul…” jawab Kris

“ngapain?” –Amber-

“mau ngemis?” –Key-

“kau ini kenapa tidak sopan sih Key? Aku disana… sebagai salah satu peneliti dari Amerika” jawab Kris sewot.

“peneliti apa?” Tanya Key lagi.

“Peneliti Mahasiswa! Aku meneliti bagaimana cara kalian belajar selama ini di sini…”

“kurang kerjaann…” komentar Key.

…………………….

Siangnya,

“kau dimana? Lama sekali! Aku mau pulang!” –Key menelpon Amber-

“aku sedang makan siang!”

“mwoya? Ah, chagiya, kenapa tidak mengajakku?”

“chagiya apanya?”

“kau mau aku mati kelaparan?”

“bukankah itu lebih baik?”

“ya!” Key berteriak. “ehem… chagiya, kau dimana?”

“jangan memanggilku begitu! Aku di kantin…”

“baik! Jangan pergi! Aku kesana!”

Dan begitulah percakapan mereka. Saat ini, Kris dan Amber makan siang di kantin kampus. Sedangkan Key? Dia berlari dari tempat parkiran setelah 5 menit menunggu. Begitu didepan pintu kantin…

“omo!” Key kaget sampai hampir terjatuh. “dia makan dengan si tiang! Omona!” Key kaget sekali.

“….”

“hmm… chagiya, apa yang kau lakukan?” ujar Key sambil mengeluarkan hape dari kantongnya dan menelpon Amber.

 

“yoboseyo?” jawab Amber.

“kau dengan siapa?” tanya Key tanpa basa-basi.

“apa penting?” jawab Amber acuh, Kris diam melihat Amber menelpon dengan kesal.

“chagiya… kau ini… kau dengan siapa?”

“kenapa mesti memanggilku begitu?”

“huft…”

 

TIITT…

 

Key memutuskan hubungan. Amber dan Kris kembali makan. Key diam sejenak.

“aku? Kalah dari Kris?” ujarnya.

“…”

“huohohohoho..” Key tertawa gaje “gak mungkin…” ujarnya lagi, dia lalu berlari sambil merentangkan tangannya dan menyanyi lagu India menuju Amber.

“CHAGIYAAAAAAAAAA….. EUNYOUNGGG AAAHHH…” Teriaknya.

“apa yang…” Amber keselek, berhenti makan. Kris melihat Key tanpa berkedip.

“kau kenapa Key?” tanya Kris.

“kau yang kenapa!” balas Key “Eunyoung ah… kenapa kau tidak mengajakku makan?” ujar Key manja pada Amber.

“kau mau makan? Kalau begitu, mari kita bertiga makan…” jawab Kris.

“kita? Bertiga? Huohohoho… ANI!” tegas Key. “kaja! Amber! Aku mau pulang!” Key menarik tangan Amber dan membawanya pergi. Amber sempat minum sedikit.

 

SREET…

 

“kau ini, biarkan dia makan dulu. Baru kau ajak dia pulang!” Kris menahan tangan Key.

“dia sudah banyak makan..” jawab Key, Amber merengut.

“…” Kris dan Key saling pandang. Sementara Amber sama sekali tidak mengerti.

“….”

“…”

“OPPA!” Nicole tiba-tiba muncul lalu berlari menuju kehebohan. “apa yang kalian lakukan?” tanyanya pada Key.

“tidak bisakah kita pergi saja? Tapi sebelumnya, aku mau minum dulu!” Amber mengambil airnya dan minum sampai habis dengan tangan kirinya yang dipegang Key dan tangan Key dipegang Kris.

“ayo pergi!” Key menepis tangan Kris dan menarik Amber.

“ya! Aku ikut dengan kalian kan!” Kris juga mengikuti Key.

“OMO… aku berbicara dengan siapa? Oppa!” Nicole ngambek dan berlari mengikuti mereka.

…………………………

Didalam mobil..

“Key, bisa tidak kita pergi ke toko “Mori”? ada yang ingin ku beli…” ujar Kris.

“mm… baiklah, disini?” tanya Key lalu memarkirkan Mobil “aku tunggu 10 menit…” ujarnya.

Kris lalu turun dan pergi menuju toko.

“huft…” Key bersandar di kursinya.

“tumben akur…” ujar Amber padanya.

“aku capek, chagiya!”

“berhentilah memanggilku begitu!”

“…”

“…”

Key menatap keluar, lalu matanya tertuju pada seorang ibu yang bersama anak perempuan berumur 6 tahun. Ibu itu menggandeng anaknya dan tampak bahagia bersama anaknya. Key terdiam sejenak sambil berusaha berfikir.

“ada apa Key?” tanya Amber heran.

“chakaman…” jawab Key pelan, dia membuka pintu lalu berlari menuju perempuan itu.

…………………….

KEY POV

Aku sedang menunggu Kris. Sebenarnya aku tidak suka, tapi tak apalah. Aku juga capek. Semoga dia membeli minuman juga untukku. Huft. Aku diam. Amber juga diam. Entah kenapa tadi siang perasaanku tidak enak. Aku, cemburu? Huohohoo.. tidak mungkin. Tidak mungkin! Aku tidak menyangka ketika berakting tadi terasa nyata perasaannya. Dan aku yakin aku tidak cemburu.

Aku melihat kesekeliling. Lalu mataku tertuju pada seorang ibu yang bersama anak perempuannya berumur 6 tahun. Ibu itu menggandeng anaknya dan tampak bahagia bersama anaknya. Aku terdiam. Ini seperti de javu. Apa aku mengenal orang ini? Aku berusaha untuk mengingat.

“ada apa Key?” tanya Amber heran.

“chakaman…” jawab ku pelan, lalu membuka pintu dan berlari menuju perempuan itu.

 

“OMMA!” teriakku. Dia ibuku. Ibu yang meninggalkanku. Dia tampak kaget. Anak perempuan itu juga.

“nuguya?” tanya ibuku.

“aku Kim Kibum… anakmu…” ujarku. Ibuku tampak kaget.

“aku sangat merindukanmu..” benar, aku sangat merindukanmu.

“apa dia anak ibu? Dia adikku?” tanyaku sambil berusaha tersenyum. Kau akan baik-baik saja, Kibum-ah.

“….” Anak perempuan itu hanya diam saat aku menyentuh rambut panjangnya.

 

PLAKK..

 

“lepaskan tanganmu dari anakku!”

“…” aku hanya diam. Dia, ibuku, memukul tanganku. Aku hanya diam melihat tanganku dan melihatnya.

“omma…”

“aku bukan ibumu… kau salah orang!”

“ani! Aku tidak mungkin salah orang! Kau ibuku kan?  Choi Jieun!”

“mworago?”

“benar! Kau ibuku! Aku anakmu… ayahku Kim Kyujoong…” aku memegang tangan kirinya.

“lepaskan aku! Aku tidak mengenalmu!” dia menepis tanganku “ayo sayang kita pergi!” ibuku pergi dengan anak perempuan itu.

“apa dia kakakku?” tanya anak itu pada ibuku.

“jangan dihiraukan… ibu tidak mengenalnya, dan ibu tidak mau…”

…………………………

AUTHOR POV

Key hanya diam melihat ibunya pergi. Dia lalu menatap kelangit untuk menahan air matanya.

“…”

“…” Key, kau tidak akan menangis, kan?

“…”

“OMMAAAAAAAAAAAAAA……” Key berteriak sekeras mungkin.

“KAJIMAAAAAAAAAAA….”

Sekarang, air matanya tidak bisa ditahannya lagi. Dia menangis, sedangkan ibu tadi, ibunya sudah pergi dengan anak perempuannya.

“OMMAAAA…. KAJIMAAAA… “

“…..”

“jebal… tteona kajima…” suara Key mulai serak. Dia tidak menghiraukan orang-orang sekeliling yang melihatnya. Key memegang dadanya. Rasanya sesak. Dia menangis.

“gwenchana?” Amber tiba-tiba sudah ada disampingnya.

“…”

“…”

“ARGHHH….” Key terlihat sangat frustasi. Dia pun pergi menuju mobil dan masuk sambil membanting keras pintunya.

“ada apa?” Kris keluar sambil membawa barang belanjaannya.

“nanti kita bahas. Kita pulang dulu…” jawab Amber kasihan pada Key.

“baiklah…” ujar Kris.

“…”

………………………..

Dirumah…

Kris dan Amber terdiam di depan pintu kamar Key. Mereka tidak berani masuk.

 

“begitu kalian masuk, aku akan buat kalian tidak bisa melihat matahari lagi…”

 

Begitulah sekiranya kata-kata Key… eh, bukan… bukan itu…

 

“jangan masuk. Aku sedang tidak ingin diganggu…”

 

Meski cuman itu, baik Kris maupun Amber, tidak ada yang berani masuk.

“aku tidak tahu kalau nasib Key seperti itu…” ujar Kris.

“aku juga baru tahu…” jawab Amber.

 

KREEKK…

Pintu kamar Key terbuka.

“…” Kris dan Amber saling pandang.

“…”

“mau masuk atau tidak?” tanya Key.

“baik!” Kris dan Amber masuk dengan wajah yang heran.

“maaf, sudah membuat situasi jadi tidak enak…” ujar Key dengan muka muram.

“gwenchana…” jawab Kris dan Amber.

“hmm… waeyo?”

“eh?” tanya Amber kembali.

“kenapa ke kamarku?” tanya Key.

“kami ingin menghiburmu…” jawab Amber.

“tidak perlu… kalau hanya itu. keluar lah!” usir Key.

“baik!” Amber dan Kris langsung beranjak pergi.

“…”

“oh ya… Key, kau tahu kan… meski tidak ada Ibu mu… kau masih punya teman.. yaitu, kami… araso?” ujar Kris.

“aku tidak mau! Pergilah!” Key menjawab dengan cuek.

“huft… ayo pergi… dia malu!” ujar Kris.

“siapa yang malu! Pergi sana!” Key jadi emosi. Amber dan Kris bersegera enyah dari tempat itu.

“….”

“…”

………………………….

Esok pagi…

“a a aku ti ti tidak percaya… dengan apa… yang yang yang ku lihat…” Key terbata-bata setelah membaca kertas yang ada didepannya.

“Ajjushi…” komentar Kris dengan terbata-bata.

“bukankah itu bagus? Kalian punya jadwal untuk berkencan dengan Amber selama 2 hari… ide Ajjushi bagus banget kan?” sahut ayah Amber dengan bangga.

“apanya yang bagus??!!” tanya Kris dan Key sewot.

“loh, itu bagus… ajjushi lihat kalian tidak punya jiwa bersaing merebutkan Amber…”

“tentu saja… masa’ rebutin Amber?” pikir Key.

“jadi, Ajjushi ingin kalian punya jadwal gitu… bagus kan?”

“ani…” jawab mereka berdua.

“kok gitu??”

“yah begitulah Ajjushi…” jawab mereka.

“sebenarnya…” ujar Ayah Amber dengan suara berat dan serak. “Ajjusshi terkena penyakit yang… uhuk uhuk.. parah… sangat parah… uhuk uhuk…” Ayah Amber berbicara dengan penuh penghayatan sambil terbatuk-batuk.

“Ajjushi, anda baik-baik saja…?” tanya Kris khawatir.

“nde… Ajjushi harap salah satu dari kalian bisa menjaga dan membahagiakan Amber.. uhuk uhuk…” Ayah Amber langsung pingsan dan ditolong Kris.

“baiklah Ajjushi, kami akan bersaing…” jawab Kris.

“nde.. nde… sudahlah… sadarlah Ajjushi… ini bukan drama…” komentar Key.

“JINJA!!!” ayah Amber langsung sadar membuat Kris kaget.

“hmm…” jawab mereka.

“….” Ayah Amber langsung minggat.

“beneran nih?” tanya Kris pada Key. Key hanya melamun.

“sepertinya begitu….”

……………………………..

Hari pertama,

Key… akan berkencan dengan Amber. Key sama sekali tidak mengharapkan ini. Sedikit pun tidak.

“…” Key melihat Amber dengan tampang tidak bersemangat.

“ARA!” ujar Amber “tidak usah menatapku begitu! Aku tahu kalau kau tidak mau. Tidak usah memberikan wajah yang tidak enak begitu!”

“nah, itu kau tahu…” ujar Key.

“tapi, begini saja…” Amber memulai perjanjian pada Key “saat kita kencan. Kau tidak usah memperlihatkan wajah menyukaiku, merayuku, dll. Aku juga tidak akan menyukaimu. Tapi, kita bermain seperti biasa. Seperti teman… oke?”

“hmm… baiklah… kalau begitu kita pergi ke taman bermain?”

“nde…”

 

Ditaman bermain, Key dan Amber tampak senang. Tidak seperti orang yang sedang kencan. Pokoknya biasa aja. Mereka sih bermain kayak belum pernah main sebelumnya. Dan makan bersama seperti belum pernah makan sebelumnya. Pokoknya datar. Sekarang mereka berada di tempat penjualan es krim. Menunggu es Krim mereka.

“gomapta…” ujar Amber sambil tersenyum kepada sang penjual dan mengambil es Krimnya, begitu juga dengan Key.

“…”

“omonaa.. bajumu terkena eskrim… sini omma bersihkan…” seorang ibu berujar pada anak laki-lakinya. Berjarak 10 meter dari tempat Key dan Amber.

“tidak banyak kok, omma…” jawab si anak. Key hanya diam. Amber ikut bingung melihatnya.

“gwenchana… ayo pergi…” ajak Amber.

“nde…” sahut Key.

“jangan sedih…”

“kau juga…”

“aku tidak sedih kok. biasa saja…”

“hmm…”

“terima kasih waktu itu kau menghiburku… setidaknya, aku mengerti, kalau ibuku tidak mau aku hanya bersedih saja…”

“nde…”

“tapi Key… aku yakin, ibumu tidak bermaksud seperti itu padamu…”

“apanya?”

“kurasa ibumu hanya tidak percaya saja…”

“dia percaya…”

“tidak kok.. yah kalau pun dia percaya, artinya dia hanya malu…”

“nde. Dia malu mempunyai anak sepertiku…”

“Kibum!” bentak Amber padanya “mungkin kalau kita sedang bercanda mungkin aku jawab iya. Tapi tidak. Kita tidak sedang bercanda, ibumu hanya malu mengungkapkan perasaannya padamu…”

“kau tidak tahu apa-apa Amber… diam saja…” balas Key cuek.

“huft… Key, kau benar-benar sakit hati?”

“ani… aku tidak sakit hati… aku hanya tidak bisa menerima kenyataan saja… mungkin nanti aku bisa menerimannya…” jawab Key sambil menundukkan kepalanya.

“nde… aku yakin kau bisa…”

“tentu saja! Apa sih yang tidak bisa dilakukan Yang Mulia Kim Kibum??” ujar Key dengan penuh semangat.

“jongmal! Itulah Key!” balas Amber sambil tersenyum. Key tercekat melihat senyuman Amber.

“ehem… tidak usah senyumlah… kau membuatku tidak bisa tidur…”

“karena aku cantik kan?”

“haaaahh… sejak kapan kau merasa dirimu cantik?”

“buktinya kau tidak bisa tidur… hahaha…”

“ah, sepertinya benar, Chagiya…” Key menggoda Amber sambil dia merangkul Amber.

“mwo! lepaskan” hentak Amber.

“loh… waeyo? Ah, chagiya, kau semakin cantik ketika marah…”

“kalau begitu aku marah saja terus…”

“iya, marah itu kan artinya sayang…”

“siapa yang sayang!” Amber tambah emosi.

“hehehe… kau lucu…” Key malah tertawa sendiri.

“kau yang aneh..”

“huahhh… aku sudah baikan sekarang, chagiya… ayo kita jalan lagi…” Key tersenyum lebar dan merangkul Amber. Mengajaknya pergi.

……………………

Hari kedua,

“kenapa kita pergi ke perpustakaan?” tanya Amber.

“kau tidak suka?” tanya Kris juga.

“bukannya tidak suka…”

“aku mau melihatkanmu buku yang bagus… ayo masuk…” ajak Kris sambil tersenyum rahasia. Membuat hati Amber jadi tidak karuan.

 

Didalam perpustakaan…

“sst… disini, Amber…” panggil Kris. Dia berada di lemari seberang dari Amber. Amber pun menghampirinya.

“apel?” tanya Amber setelah dia membaca judul buku yang diberikan Kris.

“hmm… bukunya sangat bagus… bacalah…”

“nde…” Amber hanya mengangkat bahu, lalu ia membuka-buka buku tersebut.

“kita kesana…” ajak Kris. Mereka pun menuju meja dan kursi untuk membaca.

“….”

“….”

“….”

“Amber-ah…” panggil Kris ketika mereka sudah duduk dan membaca.

“hmm..?” jawab Amber sekenanya tanpa menoleh dari bacaannya.

“apa kau akan memilih satu diantara kami? Aku dan Key…”

“eh?” Amber tercekat dia lalu memandang Kris “itu yah? Ehm… sepertinya mesti begitu…”

“jadi, kau akan memilih siapa?”

“molla, aku belum berpikir kesana…”

“apa yang harus kulakukan?”

“hah? Ehm… maksudnya?”

“maksudku, apa yang harus kulakukan supaya kau memilihku?”

“ehmm.. sebenarnya tidak masalah… hanya saja aku memilih orang yang benar-benar mencintaiku…” jawab Amber lalu menutupi wajahnya dengan buku. Berpura-pura sedang membaca.

“oh.. bagaimana kalau ada?”

“ah… tidak ada kok… Key gak mungkin… kau? Apalagi…” jawab Amber.

“benar…”

“iya kan? Aku sudah tahu kok. gak masalah…”

“maksudku benar. Aku menyukaimu… aku harus bagaimana agar kau memilihku?”

“…”

…………………….

“NICOLEEEEEE!!!”

“MWOYAAA? Kau bahkan tidak salam kepadaku…”

“keure… yoboseyooooo Yungjoo yaaaa…”

“yoboseyo… mwoya?”

“ottohke? Kris menyukaiku… aku harus apa?”

“JINJAAAA????”

 

TTIITT.. TIITT…

Nicole mematikan hubungannya dengan Amber. Dia salah tekan saking kagetnya. Dia menarik napas keluarkan lagi, tarik lagi, keluar lagi, dst.

“tenang Yungjoo. Yang penting bukan Key oppa…” tenangnya. Dia lalu menelpon Amber lagi.

 

“yoboseyo Eunyoung ah… mianhae… salah tekan… jadi?”

“yoboseyo… jadi, aku mau minta saran…”

“saran yah? Saranku, terimalah… kapan lagi coba kau ketemu namja ganteng (meski Key oppa lebih ganteng), kaya (mungkin Key oppa gak kaya yah), tinggi (Key oppa emang gak terlalu tinggi), keren (yah, Key oppa lebih Keren), dan segala yang diinginkan oleh cewek untuk jadi pacarnya (kecuali aku, karena aku hanya Key oppa)…”

“begitu kah? Aku sih gak yakin…”

“aigoo.. Eunyoung ahh.. kenapa gak yakin sih? Yakin dongg…”

…………………………..

Esok pagi, mereka bertiga sarapan bersama. Karena ayah Amber sudah pergi duluan.

“jadi… sudah selesai kan jadwalnya? Baguslah…” lega Key.

“yah begitu…” jawab Amber tanpa minat.

“aku duluan ke parkiran…” Kris langsung berdiri dan pergi begitu selesai makan.

“…”

“Key…” panggil Amber pada Key, mereka masih makan.

“mwo…”

“aku sudah memilih diantara kalian…”

“jinja? Aku?” tanya Key narsis.

“sebelumnya aku mau tanya…”

“tanya lah…”

“kau cuman terpaksa ikut, atau kau memang menyukaiku?”

“…” Key hanya diam.

“nde… aku memilih Kris…” jawab Amber. Key hanya terdiam.

“…”

“aku sudah selesai. Aku tunggu dibawah ya…” Amber lalu beranjak pergi.

“…”

“…”

“aku? Kalah?” tanya Key pada dirinya sendiri dengan tidak percaya.

“Unbelievable…” ujarnya.

“tapi tak apa ah…”

“…”

“apanya yang tak apa? Ishhhh…. Aku gilaaaaa… tolong aku…” Key menggila di tempat makan membuat takut para pelayan disana.

…………………………..

Besok, lusa, dan seterusnya. Key dibuat iri oleh Kris dan Amber. Sebenarnya dia masih agak bingung. Dia iri karena kalah, atau dia iri karenaa…

“YA!! AUTHOR YA! JANGAN BERPIKIR BEGITU…!”

“lha kenapa kamu yang sewot Key? Yang bikin FF kan aku…”

Sudahlah, lanjut saja hal yang tidak penting tadi…

“Key oppa…” panggil Nicole. Mereka sedang berada diperpustakaan kampus. Nicole menghampiri Key yang sedang membaca buku a.k.a mengamati pasangan Amber dan Kris dari jauh.

“annyeong haseyo… apa yang oppa lakukan disini?” tanyanya.

“annyeong haseyo… aku sedang membaca” jawab Key lesu.

“ohh… jinja? Kulihat oppa sedang memperhatikan mereka…” komentar Nicole.

“ehmm.. tidak kok…” sergah Key.

“kojimal! Hahaha…” Nicole tertawa. “oppa menyukai Amber?”

“WHAT ARE YOU TALKING ABOUT!!” Teriak Key pada Nicole, membuat yang lain memperhatikan mereka berdua.

“sstt…ini perpustakaan…” ujar salah satu pengunjung disana.

“ara… ini bukan pasar… aku juga tahu…” balas Key cuek. “bagaimana bisa kau terpikir begitu?” tanya Key pada Nicole.

“oh enggak yah? Baguslah…” jawab Nicole lega.

“nde… tidak begitu…”

“kalau begitu… oppa menyukaiku?” tanya Nicole.

“MWORAGO!!!” Key berteriak lagi.

“sst… oppa…” Nicole menenangkan Key.

“ehem… apa maksudmu Nicole?” tanya Key lagi.

“aku menyukai oppa… oppa mau jadi pacarku?”

……………………………

Baiklah… kali ini, author bingung sendiri kenapa ini bisa terjadi. Kenapa coba mereka pacaran padahal author sendiri masih jomblo.. hehehe gapenting. Lanjut. Besoknya, lusanya, dan seterusnya. Mereka semua baik-baik saja. Hanya saja…

 

KEY POV

Nicole orang yang baik. Tapi, entah kenapa aku merasa tidak nyaman dengannya? Aku kenapa yah? Entah kenapa, aku malah kangen  bertengkar dengan Amber. Aku harus bicara dengan Kris untuk meluruskan sesuatu. Aku pun bangkit dari ranjangku dan bergegas menuju pintu kamarku. Aku pun membuka pintu itu.

 

BRAKK.. JDAK..

“Aigoo… kepalakuuuu…”

“Aigoo, Key… gwenchana? Mianhae…”

Benar, Kris ternyata masuk kekamarku tanpa izin. Jadi, saat dia membuka pintu, saat aku juga didepan pintu. Dan terjadilah insiden tidak mengenakkan tadi. Aku termundur-mundur sebentar. Kris langsung khawatir.

“mananya yang baik? Aigoo… appeuda…” aku terus saja memegang jidatku. Ish… jidatku sayang, maafkan aku.

“mianhae… aku ambil kan kompres dulu…” Kris beranjak pergi.

“eh, tidak perlu… dikamarku ada… masuk kembali… aku mau bicara denganmu…” aku mencegahnya.

“baiklah…” Kris pun masuk. Aku menuju kulkas kecil disamping lemariku. Mengambil kompres. Yah tidak ada sih. Cuman kain yang kurendam di air dingin dan es batu. Aku menaruhnya di jidatku.

Kami duduk dikursi didepan tv. Kris menghawatirkan jidatku terus.

“tunggu Kris… jangan mengangguku… kita bicara saja…”

“baik…”

“jadi kau mau bicara tentang apa sampai masuk kekamarku?” tanyaku.

“ehmmm tentang Amber…”

“benar ‘kan…? itu juga yang mau kubahas…”

“Key, aku mau bertanya dengan jujur…”

“silahkan…”

“sebenarnya, kau menyukai Amber atau tidak?”

“bagaimana menurutmu?”

“entahlah… bagaimana menurutmu kalau aku bersama Amber?”

“aku tidak menyukainya. Karena kau tidak menyukai Amber dengan sungguh-sungguh…” jawabku dengan melupakan semua rasa malu didunia ini (Sejak kapan coba aku punya rasa malu?).

“ohh… jadi, kau menyukainya?” tanya Kris.

“mwo? hahaha… ehm… kalau kau pikir begitu…”

“kuharap kau bisa melepaskannya…”

“kenapa? Apa maksudmu?”

“maksudku… aku menyukainya… jadi tidak usah kita pikirkan taruhan kita selama ini…”

“siapa yang suka siapa?”

…………………..

— TBC —

…………………

Begitulahhh… sepertinya ini part menuju akhir… jadi harap untuk ditunggu. Author sendiri kaget loh dengan yang terjadi… mana author tahu atas cerita ini. Author tidak tanggung jawab dengan apa-apa yang terjadi… hehehe *dibunuhReaders.. comment pliss..^^

4 responses to “Silly Girl (Part 3)

Komentar ditutup.