Silly Girl (Part 4)

SILLY GIRL

Title     :           Silly Girl (Part 4)

Author :           Yesunggyu – Amalia Laili

Length :           Continue

Genre   :           comedy, friendship

Cast     :           Amber (Yoo Eunyoung), Key (Kim Kibum), Nicole (Jung Youngjoo), Kris, etc

…………………………………

AUTHOR POV

“siapa yang suka siapa?”

“aku menyukai Amber…”

“…” Key terdiam, merenungi.

“jadi, bagaimana menurutmu?” tanya Kris.

“bagus aja kok…” jawab Key.

“jongmal? Bukankah kau menyukai Amber?”

“ya! Itu hanya pendapatmu secara sepihak! Aku tidak pernah bilang begitu…”

“oh… kalau begitu aku rasa semua baik-baik aja kan?”

“nde…”

“baiklah.. aku pergi dulu…”

“nde…” tinggallah Key sendiri dikamarnya sambil menaruh kompres kembali ke tempatnya. Dia hanya diam.

“ishh… Kris neomu pabo ya!” ujarnya.

“…”

“kenapa juga dia suka Amber? Aku jadi tidak bisa mengalahkannya!”

“…”

“coba kalau tadi dia itu cuman manfaatin Amber gitu kan, jadinya aku bisa ngasih tau kebenaran sama Amber, eh malah dia suka sama Amber. Aku bisa apa?”

 

BRUKK..

Dia membaringkan dengan paksa badannya ke ranjang.

“aigooo…” lalu dia pun bergalau-ria.

“…”

“ANIMIDA! INI TIDAK BISA TERJADI!” ujarnya lalu bangkit dengan semangat.

“…”

“Aku harus…” dia berpikir lagi “tapi tidaakkkkk…. Aku tidak beraniii… aku tidak mauuuuu…auuu…”

“…”

“sudah sudah Kibum… tenangkan dirimu… kau hanya depresi karena kalah bukan karena kau menyukainya,  Benar! Aku tidak menyukainya! Benarkah?” Dia berpikir lagi.

“…”

“ANIYAAAAA…. HUAAAA….”

…………………………

Seminggu kemudian..

Key bersepakat dengan hatinya untuk mengatakan sesuatu pada Amber, tapi sebelumnya, dia ingin menemui Nicole dulu. Jadi, Key bertemu dengan Nicole di sebuah café.

“Annyeong haseyo, oppa…” sapa Nicole dengan ceria pada Key sambil segera duduk dihadapan Key.

“annyeong haseyo…” jawab Key sambil tersenyum tipis.

“kenapa tiba-tiba mengajak makan di café?” tanya Nicole.

“loh, kau tidak mau yah?”

“ah, animida… hanya tumben saja…”

“aku ingin bicara jujur denganmu…”

“tentang apa?”

“ehm…”

“Key oppa!” Nicole langsung memotong ucapan Key “sebelum oppa bicara, biarkan aku bicara dulu…”

“yah, kau sudah memotong perkataanku tadi. Silahkan…”

“sebenarnya, aku sangat menyukai Key, ani. Aku sangat mencintai Key oppa… jadi, kuharap Key oppa tidak mengecewakanku…”

“…” Key hanya diam.

“aku tahu kalau Key oppa orang yang baik. Jadi kuharap jangan jadikan aku orang yang jahat…”

“apa maksudmu?” tanya Key curiga.

“aku tahu oppa dan Kris oppa taruhan kan? Tentang perjodohan dengan Amber. Tidak ada dari kalian yang mencintai Amber dengan sepenuh hati.”

“Nicole! Kenapa kita mesti membahas hal ini?”

“aku tahu oppa…”

“tidak, begini… aku mengerti jalan pikiranmu…” Key berusaha untuk mendinginkan keadaan “kau mengatakan *secara kasarnya* bahwa aku menyukai Amber. Tapi bukan itu maksudmu… kau mau aku tidak berpaling darimu kan?”

“…”

“jadi, kau berpikir aku menyukai Amber? Atau kau berpikir aku tidak menyukainya, dan hanya bermain-main?”

“itu…”

“kau aneh Nicole… tapi meskipun bagaimana aku…yah…”

“oppa!” Nicole langsung berdiri, menghentak Key. Key hanya bisa mengangguk-angguk pasrah sambil mengelus-elus dada.

“duduk lagi, kumohon…” ujar Key.

“andwe!”

“yasudah… berdiri saja. Tapi dengarkan aku. Kau orang yang sangat baik Nicole, bahkan kau tidak bisa menjadi jahat sama sekali… seperti tadi ini…”

“oppa mau mengatakan aku ini bodoh?” Nicole menegang.

“heh? Aigoo… bukan Nicole-ah… kumohon duduk dulu…”

“oppa!”

“begini… aku tidak ingin kau terlalu lama denganku… sebaiknya kau mencari orang yang lebih baik dariku…”

“oppa!” Nicole jengkel, air matanya jatuh begitu saja, dia segera pergi dari tempat itu.

“Nicole-ya!” Key memanggil Nicole yang sudah pergi “aigoo… pelayan… aku pergi dulu, kau sita saja tasku ini… nanti kukembali! Kalau aku tidak kembali, gadai saja yah! Harganya 10 juta won!” Key berteriak lalu segera mengejar Nicole.

“aigoo… kenapa aku mesti mengejarnya? Apa salahku?” Key mulai mengedarkan pandangan mencari Nicole di kerumunan orang.

“bagaimana cara menemukan yeoja yang menangis di kerumunan seperti inn… omo!” Key kaget karena dia sudah menemukan seorang yeoja yang duduk jongkok sambil menelungkupkan wajahnya.

“…” dia langsung berlari. “Nicole!”

Yeoja itu ya Nicole. Dia menengadah dan langsung berdiri sambil menyeka air matanya.

“kenapa pergi?” tanya Key padanya.

“memangnya tidak boleh?”

“dasar. Kau ini pergi seenaknya! Kau mau aku juga pergi?”

“oppa!”

“baiklah, berhenti main-mainnya!”

“ishh… oppa…”

“begini, aku mengatakan hal yang sejujurnya. Kau, Nicole, orang yang sangat baik yang pernah kutemui. Dan sangat manis… setiap kali bertemu denganmu, dan melihat senyumanmu, rasanya musim semi telah tiba di hatiku… rasanya saaaangat damai…” Key bercerita dengan penuh perasaan.

“…”

“dan Amber, dia orang yang baik, meski tidak sebaik dirimu. Dia bisa dibilang manis setelah aku mendandani nya… dan setiap kali bertemu, melihat senyumannya, rasanya seperti musim dingin dan musim panas datang bergantian. Bahkan sangat berbeda rasanya, membuatku pusing. Tidak ada yang indah…”

“…”

“tapi bukan begitu Nicole, aku sangat menginginkan musim semi itu, tapi aku tahu itu tidak pantas untuk orang sepertiku. Musim semi itu hanya mimpi yang begitu indah. Dan, musim dingin serta musim panas yang datang bergantian itulah yang terus ada pada diriku. Aku tidak tahu kenapa…”

“…”

“jinjaro. Kalau seandainya musim semi itu memang cocok padaku. Aku akan memilihmu… tapi tetap saja tidak bisa…”

“…” Nicole hanya menunduk diam.

“huft… gwenchana?” tanya Key pada Nicole, dia mencoba melihat wajah Nicole yang menunduk.

“….”

“…”

“…”

Nicole memeluk tubuh Key tiba-tiba. Key hanya diam tidak bisa bergerak, lebih tepatnya tidak tahu mau bagaimana.

“jinjaro… Nicole-ah… aku sedang tidak bercanda padamu…” Key mencoba untuk membalas pelukan Nicole.

“…”

“jinjaro… kalau seandainya seperti itu… saranghae…” ujar Key, dan Nicole hanya bisa menangis dalam pelukan Key.

“…”

“mianhae, jongmal mianhae…” Key hanya bisa memeluk Nicole.

………………………

Besoknya, mereka sedang berbicara untuk sesuatu yang penting. Amber, ayah Amber, Kris, dan Key hanya diam. Belum ada yang berani bicara.

“…”

“…”

“…”

PRANG…

“apa itu?” tanya Ayah Amber pada Key.

“mianhae… sepertinya gelasnya jatuh… hehehe…”  Key meringis sambil mengambil pecahan beling dan membuangnya ke tempat sampah.

“dasar…” omel Amber.

“hmm…” balas Key sambil kembali duduk di tempatnya.

“ya sudah, karena ada pembukanya. Ajjushi akan langsung bicara…” ujar Ayah Amber.

“silahkan…” –Key-

“nde…” –Amber-

“hmm…” –Kris-

“jadi Amber, bisa tidak kau pilih dari mereka? Sudah 3 bulan.”

“loh, emangnya kenapa? Appa mau mati?” tanya Amber histeris.

“siapa yang mau mati?” ayah Amber sewot.

“lha salah sendiri. Kenapa cepat-cepat mau menjodohkanku?”

“aigoo… kau ini… dasar… uhuk uhukk…” ayah Amber langsung batuk-batuk.

“ajjushi… gwenchana?” tanya Kris.

“gwenchana… Eunyong ah… tidak bisakah kau melihat appamu bahagia untuk saat-saat terakhir? Uhuk uhukk…” ayah Amber terbatuk-batuk sambil nyanyi “saat terakhir” STEH 2gelas.

“aigoo.. appa… jangan bermain-main…” rengek Amber.

“appa tidak bermain-main!” ayah Amber langsung berdiri tegap mengagetkan mereka bertiga.

“lalu?” tanya Amber.

“jebal… pilihlah satu diantara merekaaaa… kalau tidak mau… appa mogok makan!”

“mana ada! Pasti appa bakalan makan diam-diam!”

“huft…” ayah Amber ngambek dan segera pergi dengan marah menuju kamarnya.

“appamu baik-baik aja?” tanya Kris.

“mungkin…”

“anak dan ayah sama saja…” komentar Key.

“kau diam saja!” Amber jadi sewot.

…………………….

Esoknya…

Kris sudah mengepak pakaiannya di koper, dia akan pulang ke Amerika hari ini. Sebenarnya agak berat hati juga. Karena, seperti yang kita ketahui, dia menyukai Amber, dan tidak mau berpisah dari Amber. Tapi mau gimana lagi, dia merasa harus pulang.

Dia segera pergi diantar sopir di rumah Amber.

“rasanya tidak mau pergi…” gumamnya begitu didalam mobil.

“kenapa?” tanya si sopir.

“hem? Tidak ada apa-apa kok, paman… lanjutkan saja…” ujar Kris.

“lanjutkan apa?” tanya sopir itu lagi.

“heh? Entahlah… pokoknya lanjutkan saja…” Kris jadi bingung sendiri. Dia lalu mengambil hapenya yang ada di kantung jaketnya.

“hemmm…. Kibum… kirim!” ujarnya.

………………….

RING DING DONG RING DING DONG

“uwahhh…” Key kelabakan menangkan hapenya yang heboh berdering didalam ruang kelasnya.

“ah… hehehe… mianhae Sonsaengnim…” Key langsung cengar-cengir sambil menunduk minta maaf pada dosennya. Dosen itu memasang wajah marah.

“KELUARRRR….”

JDARRRR…

Tiba-tiba ada suara petir, sebelum Key dilempar manekin oleh dosen, dia langsung minggat dari kelas sambil membawa hapenya.

BRAKK…

Dia diluar kelas dan membuka pesan.

“ishhh… Kris, tau tidak sih aku ini sedang kuliah?” omelnya sendiri.

“hem…?” dia membaca pesan dengan agak heran.

“Key, jemput aku…? dia minta jemput?” ujarnya bingung.

“ohh… hehehe itu sms yang kemarin… omo aku salah tekan… yang ini lohh…” dia memukul kepalanya.

“aduh! Kepalaku…” dia lalu membaca dengan serius.

“…..”

“…..”

“…..”

“OMONA KRISSSSS….!!!!” Key langsung panik, dia lalu membuka pintu dan masuk kekelas, mengambil tas dan pergi lagi tanpa pamit.

“WOIII… MAU KEMANA KAUUUU….” Teriak dosennya.

Tapi Key tidak peduli meski pun sang dosen melempar manekin padanya. Lha wong tidak kena juga.

“dasar anak muda jaman sekarang…” gumam dosennya.

……………………

Dibandara…

“lama sekali Kibum… aishh…” Kris merebahkan dirinya di kursi sambil meminum jusnya.

KLANG…

Dia melempar kaleng jusnya, dan masuk dengan tepat di tong sampah, 3 meter darinya.

“huft…” dia kembali lemas. Dia lalu menatap kelangit, menerawang.

“KRIS!”

Kris langsung berdiri terkejut. Lalu berbalik, dan….

“kenapa kau mau pergi ke Amerika? Siapa yang menyuruhmu pergi?”

“ahh… kenapa kau datang kesini?”

“aku tidak mau jawab! Kau yang harus jawab… kenapa kau kesini? Kenapa ke Amerika? Siapa yang menyuruhmu?”

“Ya Ya Ya… satu-satu…” Kris kelabakan.

“…..”

“AMBER!”

…………………

“Ishhh… aku pergi dengan apa kalau begini?” Key merutuki nasibnya di parkiran kampus.

“kenapa juga aku kasih tau kalau Kris mau pergi?”

“sekarang malah dia pergi, aku ditinggal sendiri!” Key nyanyi lagu dangdut.

“huaaa…..” Key langsung terduduk lemas.

“ottohke? Ottohke? Ottohke?” dia mengacak-acak rambutnya.

 

TIT TITTT…

“mau ikut?” tanya seseorang yang ada didalam mobil yang mengklakson.

“oh oh oh! Ikut!” Key dengan antusias, masuk dan duduk disamping orang itu.

“nde… hahaha…” orang itu malah tertawa melihat Key yang kegirangan.

“hem… kita akan kemana?” tanyanya.

“ke Bandara! Kris mau ke Amerika, dia menyuruhku segera menemuinya!” terang Key.

“masa’? jadi?”

“jadi kita harus cepat!”

“baiklah….”

“ahhh neomu gomawo Nicole ahhhh…” Key begitu bahagia.

“pasang sabuk pengaman dengan erat!”

“baik! Aku sudah biasa Nicole, kau tenang saaaaaajaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhh”

……………………….

“AMBER!”

Kris berucap dengan kaget begitu Amber berlari dan segera memeluknya.

“kau tidak boleh pergi!” ujar Amber begitu dia melepaskan pelukannya.

“kenapa? Aku mesti pulang Amber, disini bukan tempatku…”

“pokoknya tidak boleh!”

“kenapa?”

“aku sudah memilihmu… jadi kau tidak boleh pulang…”

“aigoo… tidak, kau tidak boleh memilihku…”

“apa maksudmu Kris?”

“pertama, aku tidak sesuai denganmu…”

“itu tidak masalah… selama ini juga begitu kan?”

“bukan, Amber… selama ini berbeda…”

“apanya yang berbeda?”

“Amber, kita putus…” tihtah Kris tiba-tiba.

“apa yang…”

“aku tidak menyukaimu…sedikit pun tidak… jadi pergilah, biarkan aku pergi juga… aku mau pulang…” ujar Kris.

“Kris… apa maksudmu?” Amber masih syok dengan kata-kata Kris barusan.

“maafkan aku membuat hatimu sakit… tapi…”

 

PLAKK…

Amber menampar pipi kanan Kris.

“kau bohong!”

“…”

“kau bilang kau mencintaiku… apa-apaan kau ini?”

“…”

“Kris, kau bohong kan?”

“…”

“kau melakukan ini supaya aku meninggalkanmu dan membiarkanmu pergi kan?”

“….” Kris hanya diam menoleh kearah kiri.

“Kris, lihat aku…”

“…” Kris lalu melihat wajah Amber, mereka bertatapan agak lama. Dan Kris, sama sekali tidak memperlihatkan wajah kalau dia berbohong. Dia sangat serius dan yakin dengan ucapannya.

“kau benar…” ujar Kris seketika.

“…” air mata Amber langsung jatuh perlahan.

“aku melakukan ini supaya kau meninggalkanku dan membiarkanku pergi…”

“…”

“jadi biarkan aku pergi, kau sangat merepotkan…”

 

DHEG…

Kata-kata itu membuat hati Amber sangat sakit, air matanya jatuh lagi.

“mencintaimu hanya membuatku sakit saja…”

“…”

“rasanya sangat terbebani…”

“…”

“jadi tinggalkan aku…” Kris segera berbalik.

 

SRETT…

Amber meraih tangan Kris. Menghentikan langkahnya.

“jangan… tinggallah lebih lama lagi… semua akan kembali lebih baik…”

“…”

“tidak akan ada yang baik…” Kris menghempas tangan Amber.

“…”

“jangan pergi… kumohon… biarkan aku terbiasa tanpamu dulu… tapi kau jangan pergi…”

“…”

“tidak bisakah, tidak pergi hari ini?”

“…” Kris hanya terdiam, dia lalu berbalik dan berada dihadapan Amber sekarang.

“kau tahu, ada yang ingin kusampaikan…”

“….” Kris menunduk dan berbisik di telinga Amber.

“…”

………………………

KIITTTT…

“oh my! Kenapa mesti macet sih!” Nicole ngambek karena tiba-tiba lalu lintas jadi macet.

“kenapa kau tidak terobos saja sih?” omel Key sambil memperbaiki rambutnya yang acakkan.

“Kau gila?”

“mungkin?” ujar Key asal.

“haduhhh Oppaaaaaaaaaaa….” Nicole lemas mendengar kata-kata Key.

“…”

“oppa benar-benar menyukai Amber?”

“kenapa menanyakan hal yang kau sudah ketahui?”

“animida…”

“…”

“kalau begitu, oppa turun saja…”

“loh kenapa? Kok kamu ngambek begitu?”

“siapa yang ngambek?”

“trus kenapa nyuruh aku turun?”

“oppa mau nunggu sampe macet selesai? Cepat turun… lari!”

“kau benar! Gomawo!”

 

CHU~~

“heehe… bonus… gomapta!” Key segera pergi dan berlari. Dia baru saja mencium pipi Nicole.

“huh… dasar…” Nicole hanya tersenyum sambil melihat Key berlari di hiruk pikuk kendaraan.

………………….

“….”

“kalau begitu aku pergi…”

“aku akan merindukanmu Kris!” ujar Amber.

“ara!” Kris terus berjalan tanpa menoleh menuju tempatnya *sumpah, author gak tahu namanya!*

“….” Amber hanya terdiam sambil melihat punggung Kris yang pergi menjauh dari pandangannya.

“….”

“….”

Kali ini, dia hanya melihat dengan pandangan yang tidak jelas. Air matanya, membuat dirinya tidak dapat melihat dengan jelas. Dia lalu menyeka air matanya.

“andwe! Kau tidak boleh lemah begini Amber!”

“….”

“…”

“….”

…………………..

Di depan gerbang bandara, Key berlari dengan sekuat tenaga. Keringat bercucuran di tubuhnya.

“hosh hosh… jangan pergi dulu Kris…”

“….”

“hoshh… kumohon tahan dia dulu Amber…”

“….”

“ishhh…” dia mempercepat larinya.

 

Aku akan pergi ke Amerika, datanglah ke bandara segera. Aku ingin berbicara denganmu tentang Amber. Aku tidak punya pulsa untuk menelpon, dan aku tahu kau tidak punya pulsa juga kan?jadi kau harus kesini. Jangan biarkan Amber datang!

 

“aigooo… tapi Amber sudah disana… apa yang harus kulakukan??”

……………………..

Amber, bukan hanya aku yang menyukaimu. Tapi ada lagi satu orang yang menyukaimu, bahkan lebih baik dari pada aku. Mungkin kau tidak akan menerima ini. Tapi percaya padaku, orang ini sangat baik. Bahkan dia sangat menyukaimu dan melindungimu. Aku tidak bisa, Amber. Jadi kumohon… terimalah orang ini, ya? Dia akan datang.

“siapa yang akan datang?” gumam Amber, dia lalu berbalik dan berjalan menuju keluar.

“omona! Mana Kris!”

“KIBUM!”

“aigoo… dia sudah pergi? Ottohke? Haisshh… kenapa tidak kau cegat? Kenapa kau tidak nangis-nangis dulu kek? Apa kek? Aigoo…” Key meratapi dirinya sendiri.

“padahal aku jauh-jauh kesini sambil berlari, tapi dia malahhh huoooaaa….” Key mengacak-acak rambutnya.

“kau menyukaiku, Key?”

“heh? Kenapa bertanya hal itu?” Key  menjadi bingung.

“kenapa kau menyukaiku?”

“ada apa sih?”

“kau malah membuatku merasa bersalah…”

“apa yang Kris katakan? Ishh… manusia itu…”

“ada apa denganmu?”

“aku yang harusnya tanya, Eunyoung!”

 

PLAKK..

Amber memukul bahu kanan Key.

“jangan melakukan itu lagi…”

“lakukan apa? Apa yang dilakukan Kris? Apa yang kulakukan? Ada apa sih?”

“kenapa tidak bilang dari dulu kalau kau menyukaiku?”

“mwo?”

“kau tidak menyukaiku?”

“tidak kok…”

“mwo?” Amber kaget dengan jawaban Key.

“yahh… aku mencintaimu…”

“….”

“….”

…………………………..

2 tahun kemudian…

“aigooo…. Macet lagiiiiii…”

“ishh… ottohke oppa? Bagaimana caranya kita sampai disana?”

“molla…”

“….”

“tidak bisa lari yah?”

“tidak boleh… lihat! Sangat penuh dengan kendaraan…”

“aigoo, Nicole ahhhhhh…” Key bersender dengan kesal di kursinya. Dia didalam mobil Nicole, dia akan menuju ke tempat pernikahan.

“nikah disini saja lah!” ujar Key asal.

“MWO??!” Nicole kaget.

“gak usah pake pendeta dan saksi segala… kalau perlu denganmu saja!”

“MWO??!!” Suara Nicole kali ini bahkan lebih nyaring.

“kau mau tidak?” Key hanya tersenyum jahil.

 

JDAKK…

Kepala Key dipukul buku yang ada disamping Nicole.

“sembarangan… aku bisa dimarahi Amber!”

“tapi kau mau kan??” tanya Key lagi dengan senyum yang jahil.

“hehehe…” Nicole terkekeh sambil menggaruk kepalanya “ANI!”

 

JDAKK…

Pukulan sekali lagi di kepala Key.

……………………

Di tempat pernikahan…

“dia itu emang lambat sekali…” omel Kris yang berdiri didepan gedung.

“belum sampai?” tanya temannya.

“kalau sudah, aku juga tidak sepanik ini!” bentak Kris, membuat temannya ketakutan.

“ku telpon dulu…” dia mengambil hapenya yang ada dikantung jasnya.

“….”

“YA! KIM KIBUM! KAU ADA DIMANA?”

“nde, yoboseyo… gimana nih? Kami terjebak macet!” jawab Key.

“MWOOOO…???”

“yah begitulah…. Jadi apa yang harus kulakukan?”

“aku gak mau tahu… pokoknya harus sampai dalam waktu 15 menit!”

“YA YA YA… Kau gila? Masih ada jarak 1 km dari tempat itu… kau suruh aku…”

“gak mau tahu! Kalau tidak sampai juga, aku yang bakalan nikah sama Amber!”

“MWOYAAAAAAAAAAAAAAAAA???? KAU MAU MATI?????? SAMPAI ITU TERJADI, KUPENGGAL KAU!!!”

 

TIIITTT….

“baik… ayo kita masuk saja, sebentar lagi dia kembali…” ajak Kris pada temannya sambil tersenyum bahagia.

“kebiasaan buruk…” omelnya lagi.

…………………….

“jangan tahan aku! Jangan tahan aku!”

“siapa yang menahanmu oppa? Pergilah…” ujar Nicole pada Key.

“heh? Boleh?”

“nde… yang penting, bisa selamat disana…”

“oh! Jinja? Makasih ya!” Key segera pergi. Dia membuka pintu, lalu diam sebentar, lalu masuk lagi.

“mwo? jangan menciumku!” ujar Nicole.

“siapa yang mau menciummu? Aku cuman mau bilang…” Key menaikkan alis kanannya.

“bilang apa?” tanya Nicole penasaran.

“bulan depan kau harus nikah dengan Kris…. Hehehe…. Annyeong!”

“….”

“Ishh… dasar….” Omel Nicole.

…………………….

“ohhhh… anakku yang cantikkk… appa sama sekali tidak percaya hari ini akan terjadiii…”

“….”

“Oh Tuhan Yang Maha Kuasa…. Anakku cantik sekali… huhuhuhu” Ayah Amber menangis sambil berdiri disamping Amber.

“biasa saja saja, Appa…”

“talking talking, dimana suamimu?”

“belum suami…. Ayah…”

“sudah kan? 2 tahun yang lalu sudah jadi suami istri, cuman belum resmi…”

“ishhh…”

“…”

“…”

“…”

“beneran lama loh suamimu ini…” omel ayahnya.

“mana ku tahu… marahi saja Key nanti…” balas Amber.

 

BRAKKK…

Pintu utama diruangan itu terbuka lebar. Seorang pria masuk dengan gagahnya. Dia berlari menuju Amber dan menunduk meminta maaf.

“kenapa kau telat?”

“mianhae…”

“mana Key?”

“dia belum datang…” rupanya pria tadi adalah Kris.

“ishhh jadi gimana nih?” tanya Amber panik.

“kau nikah saja dengan ku…”

“MWO?”

“hehehe bercanda….” Kris terkekeh pelan.

 

BRAKKK…

“ANIYAAAAA…. Hosh hosh hosh….. HENTIKAAAAAAAAAANNNNN….”

Key datang tiba-tiba sambil berlari dengan gerakan slow motion.

“hosh hosh hosh… mianhae, Amber ahh….”

“ish… sudahlah…” ujar Amber ngambek.

“nde, sudah… aku sudah nikah dengan Amber…” sambung Kris.

“MWO!!!!!” Key hampir mati sambil ngos-ngosan.

“eheehehehe… aku duduk dulu ya…” Kris segera kabur sebelum Amber membunuhnya.

“jinja?” tanya Key.

“tentu saja bohong!” jawab Amber “capek?”

“bayangkan aku sedang berlari sejauh 1 km….”

“ohh… mian…”

“sstt….” Isyarat Key pada Amber.

“bersediakah, kamu, Kim Kibum… dst dst dst..*author gak tau*…”

“nde…”

“dan kamu, Yoo Eunyoung… dst dst dst…”

“nde…”

Dst dst dst dst….

 

Begitu mereka selesai memasang cincin pernikahan…

“silahkan mencium pasanganmu…” ujar si pendeta *iya gak sih?*

“….”

“….”

Key dan Amber hanya diam.

“kenapa? Tidak mau?” tanya Key.

“…” Amber hanya diam.

“…”

 

SRETT..

Key menarik tangan kanan Amber dan meraih punggungnya.

“omo!”

“…”

Chu!

…………………………..

— THE END —

………………………….

Selesai deh! Bagus gak? Kalau bagus, dan kalau jelek, koment yah! Senang deh sama endingnya. Cuman agak belepotan sana sini ya ceritanya? Mianhae….T.T pokoknya koment loh ya! ^.^ tunggu cerita Minho!

14 responses to “Silly Girl (Part 4)

  1. keren bgt ceritanya. mereka pasangan yg serasi. tlg bikin cerita FF KeyBer lagi. Please… hehe ^^

  2. whoaaaaaaaaaa keren banget ffnya, seru ngakak thor d(^o^)b apalagi cast nya keyber krisber, couple favorite aku :3 bikin lagi dong thor~

    • kyaaa… ah senangnya…sudah mampir (titiknya kebanyakan)
      gomawo… aku juga suka… jadi delima eh dilema milih Keyber atau Krisber…^^
      thanks for coming

Komentar ditutup.