I Need You (Part 3)

I NEED YOU

Gambar

Tittle    :          I Need You (part 3)

Author :          Taeminwoo – Nur Hayatie

Length  :          Continue

Genre   :          Friendship, Sad, Romantic

Cast     :          Kang Minhyuk [CN Blue], Woo Ri, Huang Zi Tao [EXO], Victoria [F(x)]

………………………………..

       “Woori-ya naiklah” tawar lelaki paruh baya saat melihat Woori berjalan sendirian ditrotoar. Woori menurut dan masuk kemobil orang tersebut.

“appa dari mana?” tanya Woori. Si appa tak menjawab. Sebelum pertanyaan itu terlontar untuk kedua kalinya, pandangan Woori terantuk pada sebuah amplop besar berwarna cokelat yang tergeletak didekatnya. Tak perlu bertanya lagi, hanya dengan membaca alamat yang tertera pada cover amplop tersebut, pertanyaan Woori telah terjawab.

“kau mau kemana?” tanya si appa mengganti topik sambil terus fokus pada pandangan dan stirnya.

“kalian sudah resmi bercerai?”

“…mianhe, sebagai orang tua kami telah gagal”

“bisakah jangan mengucapkan kata maaf terus? Aku muak mendengarnya!”

“. . .”

“. . .”

“kau akan tinggal dengan omma-mu, appa sudah mencari apartemen sendiri dan sesekali akan berkunjung untuk melihatmu” ucap ayah Woori setelah keduanya diam beberapa saat.

“terserahlah, asal jangan tinggalkan aku sendiri”

“atau kau mau appa yang tinggal bersamamu?”

“heh tidak usah. Akan sulit nantinya jika aku membawa seorang ‘teman’”

“wae? Appa bukan orang tua yang membatasi pergaulan anaknya”

“appa lupa? Dulu sewaktu SMP appa mengusir Yonghwa saat aku membawanya kerumah”

“yang itu beda, masih kecil sudah tahu pacaran”

“justru karena itu, kalau aku dan appa tinggal bersama maka akan sulit mambawa ‘teman’ku kerumah, kalau omma mungkin masih bisa”

“ya! jangan katakan bahwa yang kau maksud itu teman dalam tanda kutip”

“binggooo”

“anak nakal. Siapa dia?”

“kuberitahupun appa pasti tetap tidak menyukainya, karena itulah kebiasaan appa”

“baik, akan kuberitahu omma-mu agar jangan membiarkan seorang namja pun masuk kerumah. Karena jika tidak, appa akan memberinya sebuah pelajaran”

………………………………..

       “begitu urusanmu selesai, kau harus segera pulang. Arachi?”

“ndeeee” jawab Woori saat mobil ayahnya mulai melaju.

Woori turun disekitar sekolahnya dan meneruskan langkah ketempat dimana dia dan Minhyuk sering bertemu. Saat sampai ditempat tujuan, dia langsung duduk diayunan dan mengayunkannya.

30 menit berlalu. . .

‘aneh, biasanya dia yang selalu stay duluan disini’ batin Woori sambil terus mengayunkan ayunannya dengan kaki.

45 menit. . .

1 jam. . .

1 setengah jam. . .

2 jam. . .

Minhyuk tak datang, walaupun tidak berjanji untuk bertemu biasanya namja itu selalu ada ditempat. Tapi kali ini untuk pertama kalinya Minhyuk tak ada. Apa dia sibuk? Mungkin. Woori sudah lelah menunggu, yeoja ini menunduk sambil memegang tali ayunannya dan mengayunkan ayunan itu dengan pelan.

“aissshh” desisnya kecewa lalu berdiri dan pergi dari situ.

……………………………

TENG… TENG… TENG…

Bel tanda pelajaran terakhir telah usai berbunyi. Artinya semua siswa dapat meninggalkan sekolah dan pulang kerumah.

“ppaliya” gumam Woori memerintah Vic agar cepat memasukkan buku-buku pelajarannya kedalam tas lalu pergi.

“sabar” protes Vic tapi mempercepat gerakannya.

Kedua yeoja itu lalu berjalan keluar kelas tapi terhenti karena seseorang yang berdiri disebelah kanan pintu.

“ooo jadi karena ini kau ingin bergegas” ejek Vic dengan tampang yang dibuat-buat. Woori melotot kearah Vic dan mencengkram lengan gadis ini agar diam.

“ya! kau kira itu tidak sakit?” tambah Vic mengeluh sambil melepaskan tangan Woori. Woori mendesis pelan.

“kau sudah lama menunggu?” tanya Woori pada Tao.

“tidak juga”

“bla bla bla labih baik aku duluan saja” ejek Vic lagi lalu meninggalkan mereka berdua.

“Vic” panggil Woori.

“wae?” Vic berbalik “mau menjadikanku orang ketiga lagi?”

“ani, pergilah”

“ya! kalau tidak penting jangan panggil-panggil sembarangan”

Vic meneruskan langkahnya dan berbelok kekanan menuju pintu keluar. Woori dan Tao berjalan kearah yang sama tapi dengan langkah  yang pelan dan santai.

“Tao-ya ikut aku, aku ingin mengenalkanmu dengan seseorang” ajak Woori saat berada disekitar tempat dimana dia dan Minyuk sering bertemu, dia mengajak Tao berjalan kesana.

“kesana lagi?”

“eo. Wae?”

“chagiya, ini sudah ketiga kalinya kau mengajakku kesana dan sudah tiga kali juga orang yang bernama Minhyuk itu tak muncul-muncul. Kau yakin orang itu benar-benar ada?”

“kenapa kau berkata begitu?”

“ma maksudku, bisa saja dia sedang sibuk dan akhir-akhir ini tak bisa kesini”

“kalau mau pergi, duluanlah. Aku akan tetap disini” ucap Woori sembari membelakangi Tao dan usai berkata begitu lalu pergi menuju ayunan. ‘tentu saja Minhyuk itu ada. Kalau tidak, dengan siapa aku curhat selama ini!’ ujarnya membatin dan tak terima dengan ucapan Tao.

Tao tak tega juga meninggalkan Woori sendirian, akhirnya namja ini mengekor pacarnya dari belakang.

15 menit kemudian…

30 menit…

Kkrrkk krkk. Bunyi gesekan besi yang terdengar dari ayunan yang diduduki oleh Woori dan Tao. Hening. Tak ada interaksi diantara keduanya, baik Woori maupun Tao tak ada yang membuka percakapan.

1 jam…

1 jam 47 menit…

“bisa kita pulang sekarang? Sepertinya Minhyuk itu takkan datang” ajak Tao yang mulai bosan menunggu. Woori tak menjawab, sebagai gantinya yeoja ini berdiri dan berjalan duluan dengan lesu.

“gwenchana. Masih ada hari esok” hibur Tao lalu berjalan menyamai langkah Woori.

“chakaman!” tukas Woori teringat sesuatu. “Minhyuk bilang dia tinggal disana” tunjuknya kearah hutan.

“disana?” Tao melihat kearah hutan. “tapi disana itu hutan” ungkapnya tak percaya.

“mungkin saja dibalik hutan itu ada perumahan. Ayo kesana” ajak Woori pesimis lalu berjalan duluan.

“sepertinya ini mulai tidak benar” Woori berbalik dengan ekspresi yang kecewa.

“apa maksudmu?” tanyanya.

“dilihat sekilas saja tidak mungkin dibalik hutan yang lebat itu ada perumahan”

“mana kita tahu sebelum membuktikannya!” ujar Woori dengan geram lalu memutuskan untuk meneruskan langkahnya. Kali ini yeoja itu marah.

“Woori-ya!” panggil Tao dengan lantang dan keras. Woori berhenti. “jika iya orang yang bernama Minhyuk itu ada dan kalaupun benar dia tinggal dibalik hutan itu, berarti dia telah membuatku cemburu” tegasnya.

Woori berbalik untuk melihat ekspresi datar Tao. Keduanya saling memandang dan bungkam. Sesaat kemudian Tao berbalik dan memutuskan untuk pergi dari situ dan meninggalkan Woori. Namja ini terlanjur kecewa.

“Mi mianhe” gumam Woori saat Tao mulai menjauh.

“. . .” Tao berhenti dan memutar kepalanya kebelakang.

“kau mau aku berbuat apa supaya kau memaafkanku?” sesal Woori. Tao berbalik dan menghampirinya.

“ayo kita pulang. Kau pasti lelah” Tao menggenggam tangan Woori dan mengajak yeoja ini pergi. Woori menurut dan mengurungkan niatnya untuk mencari rumah Tao. Kali inipun akhirnya Woori pulang dengan sia-sia.

………………………………..

#1 bulan kemudian

“Minhyuk-ah, sebenarnya kau itu ada dimana?” gumam Woori berbicara sendiri sambil mengayun pelan ayunannya. Wajahnya kusut dan tertunduk lesu.

“saat kau membutuhkanku tapi tak menginginkanku, maka aku akan ada untukmu karena aku dibutuhkan. Saat kau sudah tak membutuhkanku tapi menginginkanku, maka saat itulah aku akan pergi”

Kata-kata itu tiba-tiba terngiang ditelinganya. Woori mengangkat wajah dan memandang kesekeliling.

“apa aku benar-benar sendiri sekarang?” ucapnya lagi. “Minhyuk-ah, seandainya kau ada disini aku mau jujur sesuatu padamu… bohong kalau sebelumnya aku tak pernah membutuhkanmu… sebenarnya bohong kalau kubilang aku tidak mengingikanmu. Aku bohong Minhyuk-ah, semua yang kukatakan itu bohong. Sekarang aku baru merasakan betapa bodohnya aku” Woori menghentikan ucapannya. Yeoja ini hampir menangis.

“aku membutuhkanmu bahkan aku menginginkanmu. Sungguh aku benar-benar merindukanmu sekarang. Banyak yang ingin kuceritakan. Kita temankan? Sebagai teman seharusnya kau bukan hanya ada saat aku kesepian dan hancur, seharusnya kau juga ada disaat aku bahagia seperti ini.  Bukannya malah menghilang!”

“saat kau membutuhkanku tapi tak menginginkanku, maka aku akan ada untukmu karena aku dibutuhkan. Saat kau sudah tak membutuhkanku tapi menginginkanku, maka saat itulah aku akan pergi”

“apa-apan ungkapan itu! kau pikir kau benar-benar Nanny McPhee?”

 “sampai jumpa Woori-ya, semoga kita bisa bertemu lagi”

“ternyata saat itu adalah hari terakhir kita bertemu. Begitukah caramu pamit?!… aigoo apa aku harus mengatakan selamat tinggal juga padamu?… hhuuufh, siapapun kau dan dimanapun kau berada, kuharap kita bisa bertemu lagi. Gomawo untuk semuanya Kang Minhyuk”

Woori bangun dari ayunannya dan beranjak pergi. Sekali lagi yeoja itu melirik kebelakang, memandang ayunan yang sebelumnnya sering diduduki bersama Minhyuk. ‘selamat tinggal Kang Minhyuk’ batinnya lalu benar-benar pergi sari situ.

THE END

………………………………….

                Benerkan sampai part 3 udah tamat. Tapi pendek banget yah, author juga nggak nyangka kenapa bisa sependek ini. Padahal ceritanya bisa dijadikan 2 part aja kan? Kan? Kan?

Ya sudahlah, nasi sudah menjadi bubur *ini cerita bu*. Sampai jumpa dicerita lainnya, annyeooongg…

One response to “I Need You (Part 3)

  1. ini loh. sudah ta’ bilangin bisa jadi 1 part… eh tetep aja jadi 3 part. mau bikin readers mati penasaran?
    kau mau mereka jadi hantu penasaran gentayangan? gak kan?
    *kok aku yang sibuk?
    lanjutkan! Yesungnya yang bagus yah! awas gak bagus, q recycle ntar!

Komentar ditutup.