NNY : No. 1 (BoA Ver.)

NOONA NEOMU YEPPO

– No.1 –

(BoA VERSION)

Title     :           No.1

Author :           Yesunggyu – Amalia Laili

Length :           Secuel

Genre   :           Romantic, Friendship

Cast     :           BoA, Soo Joongki, dkk

………………………….

Kelompok 6th sense sedang makan siang di kantin BEntertaiment. Seperti biasanya, mereka akan membahas banyak hal. Uee tetap diam menonton temannya yang ngerumpi dengan sesekali ikut berbicara, Jooyeon, Bekah, JungAh, dan BoA mengobrol dengan heboh. Sedangkan Kahi tidak bisa banyak bicara saking banyaknya makanan dimulutnya.

“kenapa kau makan banyak sekali? Kau bisa gemuk!” ujar JungAh pada Kahi. Dia sudah tidak tahan melihat Kahi hari ini makan dengan sumringahnya.

“mwo…mmm…wmwoo …mwamo..” Kahi berusaha bicara sambil makan.

“aaaahh… sudah makan dulu!” BoA segera menghentikan tindakan Kahi, Kahi pun makan dengan tenang.

 

TRTT…

 

Suara hape Jooyeon, dia lalu melihat sms masuk ke hapenya.

“omo! Sooyoung akan menikah minggu depan! Dia mengundang kita semua loh!” ujarnya dengan senangnya.

“jinja? Wah… anak itu beruntung!” komentar Bekah.

“nde… kira-kira seperti apa ya suaminya?” BoA mulai menghayal.

“ya! Aku sangat iri padanya!” JungAh langsung menendang lantai sekali.

“hahaha… nde, dia adalah yang paling populer saat kuliah kan?” tambah Jooyeon.

“kita juga kan?” akhirnya Uee angkat bicara.

“nde…” angguk Kahi yang sudah menyelesaikan makannya dengan minum air putih 5 teguk.

“tapi kenapa dia lebih mudah dapat jodoh ya?” tanya JungAh.

“entahlah… tapi kita tetap pada janji kan?” ujar Bekah.

“tentu saja! Gak boleh ada yang punya pacar sebelum semuanya ketemu jodoh juga!” ujar Kahi.

“kalau begitu kita tidak akan menikah dong!” cela JungAh.

“kenapa?” tanya BoA.

“tuh…” JungAh menunjuk Uee yang duduk diam melihat mereka.

“mianhae, aku masih dalam keadaan trauma… nanti juga akan ketemu! Kalian jangan khawatir! Eo?!” Uee yang mengerti arah pembicaraan langsung berdalih.

“nah itu tau!” Bekah menepuk bahu kanan Uee.

“oh ya, eonni sudah tau tentang trainee yang baru itu?” tanya Bekah lagi pada BoA.

“yang mana?” tanya BoA lagi.

“yang kau ketemukan dijalan terlantar?” tanya Kahi ngasal.

“bukan! Yang tampan itu loh! Soo Joongki!” ujar Bekah.

“lalu?”

“dia itu membuat masalah!”

“masalah apa?”

“dia terkena masalah egois tinggi! Bahkan sonsengnim Kahi tidak bisa menangani. Iya kan, sonsengnim?” tanya Bekah dengan senyuman jahil pada Kahi.

“YA! Makanya kubilang, pasti kau menemukannya dijalan saat kau mabuk!” jawab Kahi jengkel.

“ah tidak, dia kan lulus audisi! Dia egois banget ya?” tanya BoA lagi.

“nde! Bahkan dia sudah merendahkan aku sebagai sunbae-nya!” tambah Jooyeon.

“nado!” tambah Bekah “aku tidak mau latihan dengannya lagi!”

“kau kan memang akan pindah. Lagipula waktu itu kan karena agensi kita akan adakan acara bersama, makanya disatukan semua artisnya…”

“jadi apa yang kalian lakukan lagi?” tanya JungAh penasaran. Dia tidak tahu seluk beluk BEntertaiment.

“molla! Sonsengnim kita ini, mau membunuhnya!” jawab Bekah, dengan balasan tatapan tajam dari Kahi.

“biar aku yang urus deh besok. Kahi, anggap aku trainee atau backdancer ya! Beritahu yang lain!” ujar BoA.

“semua orang kan mengenalmu!” tambah Bekah

“coba dulu, mungkin dia bodoh, hehehe…” BoA tersenyum jahil.

“ide bagus!” tambah Kahi mengancungkan jempolnya “bagus untuk membuat malu dirimu sendiri!”

“YA!” BoA langsung memukul tangan Kahi, Kahi hanya tertawa.

“daebak!” komentar Uee.

…………………………

Besoknya,

BoA benar-benar menjalankan rencana gilanya. Begitu dia akan masuk kedalam ruangan latihan, dia melihat seorang namja duduk bersila tepat didepan pintu sambil bersandar di pintu dan menundukkan kepalanya. Memasukkan kedua tangan di kantung jaket dan menutup mata. Tidur mungkin. BoA pun mendekatinya.

“eh… apa yang kau lakukan disini?” tanya BoA.

“…”

Tidak ada jawaban.

“ya…” BoA menepuk bahu kanan namja itu.

“hmm…” gumam namja itu.

“aku mau masuk. Jangan disini!”

“hmm…” namja itu lalu berdiri dengan malas dan segera berdiri di samping kanan pintu namun tetap menutup mata. Dia melakukan semua itu dengan keadaan malas. Setengah ngantuk.

“heh..” BoA memandang miris namja didepannya. Dia segera membuka pintu, dan namja itu mengikuti dari belakang.

“ya! Ini tidak dikunci, kenapa tidak langsung masuk saja?” tanya BoA.

“aku malas, tidak ada orang didalam. Aku tunggu orang lain…” jawab namja itu tetap dengan mata tertutup dan segera duduk bersender di salah satu dinding.

“heh?” Kali ini BoA benar-benar berdecak kagum dengan kemalasan namja ini.

“…”

Mereka hanya diam selama 10 menit.

“namamu, Joongki kan?” tanya BoA pada akhirnya.

“mm…” jawabnya “wae?”

“ani… hanya memastikan…”

“….”

 

BRAK…

 

“ANNYEONG HASEYOO…” Segerombolan trainee muda masuk kedalam ruang latihan bersama Kahi dibelakang mereka dan beberapa orang lainnya.

“loh, Bo.. ehm… kau beneran datang ya?” Kahi bertanya heran pada BoA.

“hm! Sudah beritahu yang lain?” tanya BoA.

“sudah! Aku beneran tidak menyangka loh!” bisik Kahi pada BoA.

……………………..

Dikantin, mereka kembali berkumpul untuk makan siang.

“ya, aku tidak melihat ada yang salah dari namja itu…” komentar BoA “dia hanya malas saja…”

“kau baru lihat permulaan!” ujar Kahi.

“nde!” balas Jooyeon.

“kemampuan dance dan suaranya bagus kok!” komentar BoA “tapi sepertinya dia tidak menikmatinya sama sekali!”

 

CLAP!

Kahi menepuk tangannya sekali.

“makanya, dia butuh obat hati dan tekad. Dia malas, egois, dan tidak punya keinginan untuk jadi penyanyi! Tapi dia tetap saja datang! Apa maksudnya?” ujar Kahi.

“mungkin paksaan…” ujar Bekah.

“mungkin…” jawab BoA.

“atau dia tidak mau jadi penyanyi? Mungkin dia mau menjadi actor? Model? Composer?” saran JungAh.

“ngapain dia tetap disitu? Dia kan bisa pindah!” ujar Kahi.

“molla…aku hanya menebak…” JungAh mengangkat kedua bahunya.

“nanti juga dia akan tersingkir secara alami. Yang tidak punya kekuatan, akan hancur didunia hiburan…” Uee yang sedari tadi diam, ikut bicara.

“aku lihat lagi besok. Aku coba bicara dengannya!” tambah BoA.

………………………………

Besoknya, BoA dan beberapa trainee latihan sebentar, saat istirahat, BoA segera pergi menuju tempat Joongki. Dia duduk bersandar di dinding sambil meminum air mineral.

“annyeong…” sapa BoA.

“annyeong…” balasnya.

“kenapa tidak bergabung dengan yang lain?” tanya BoA begitu menyadari kalau namja itu menjauh dari yang lain yang membuat kelompok.

“malas…”

“sudah kuduga…” ujar BoA pelan.

“heh?” tanyanya.

“ani…” BoA hanya menggelengkan kepala.

“menurutmu, apa aku cocok untuk jadi penyanyi?” tanya BoA padanya.

“kau? Iya. Kau dipuji terus dengan sonsengnim!” Joongki menunjuk Kahi yang duduk bersama para pelatih lainnya.

“oh… begitu ya… kalau kau?”

“aku? Kenapa?” tanya Joongki heran.

“kau ingin jadi penyanyi?”

“tidak!”

“loh? Menjadi dancer?”

“tidak!”

“composer lagu?”

“tidak!”

“jadi?”

“aku mau menjadi actor…” jawabnya. “tebakan JungAh benar…” pikir BoA.

“lalu kenapa kesini?”

“memang salah?”

“ya salah! Ini kan tempat untuk menjadi penyanyi!” BoA hampir naik darah.

“kalau begitu aku mesti kemana?” tanya Joongki bingung.

“kau ini polos atau bodoh sih? Pindah saja! Katakan kalau kau mau jadi actor! Jadi, tempat latihanmu lain lagi!”

“jinja?”

“hmm…”

“darimana kau tahu?” tanyanya lagi.

“huft…” BoA menghela napas lelah “pokoknya aku tahu… aku mau pergi dulu…” BoA lalu pergi meninggalkan Joongki yang diam sendiri.

“pabo!” ujar BoA.

………………………….

Seminggu kemudian…

Seperti biasa, setiap akhir bulan BoA selalu mengadakan kebijakan, yaitu mengevaluasi kerja perusahaan. Jadi dia siang itu sedang berkeliling bersama para pembesar lainnya. Disisi lain, Joongki baru saja membeli minuman ringan, dan dia sangat kaget melihat BoA dengan para pembesar.

“uhuk!” dia tersedak lalu segera memukul dadanya sebentar “apa yang dilakukan sikecil itu disitu?” ujarnya sambil menunjuk BoA. Dia lalu berlari dengan pelan.

“sst..” bisiknya pada BoA (mari kita katakan bahwa dia masuk ke dalam barisan para pembesar).

“eh!” BoA begitu kagetnya melihat Joongki dibelakangnya, begitu pula wajah para pembesar yang sangat heran.

“ehm… mianhae…” Joongki menunduk sejenak lalu segera menarik tangan BoA dan mengajaknya keluar dari barisan.

“ya.. apa yang kau lakukan!” ujar salah satu asisten BoA.

“…” BoA hanya menggeleng dan mengisyaratkan agar rombongan *ceilah rombongan* agar terus melakukan tugasnya, sedang dia ditarik keluar dengan tidak sopannya oleh Joongki.

“mwoya?” tanya BoA begitu Joongki berhenti menariknya, mereka berada di dekat jendela.

“kenapa kau disana hah? Mereka itu kannnn eh… kenapa kau pake baju itu?” Joongki tampak bingung sedang BoA hanya diam melihat Joongki yang keheranan.

“aku…”

“oh! Aku tahu! Kau mau debut ya? Cepat banget yah perasaan… kalau begitu sama dong!” ujar Joongki dengan sumringah.

“masa’?” tanya BoA tak percaya, dia sih tidak begitu tahu kalau ada actor atau artis yang mau debut.

“nde… masa kau tidak lihat jadwalku. Oh tentu saja ya, kau kan bukan aktris… ngomong-ngomong kau debut sebagai apa?”

“ehmmm… solo…” ujar BoA, yah terpaksa deh.

“solo ya? Bagus juga! Ku traktir yuk! Kau sudah makan?” tanya Joongki senang.

“wah, terbalik tuh, harusnya…’kau sudah makan? Kutraktir yuk!’ begitu tuh!” ralat BoA.

“jinja? Gak papa deh… mau tidak??” tanya Joongki lagi.

“baiklah, kebetulan aku juga lapar…” jawab BoA.

“JAAA…” Joongki lalu merangkul BoA.

“ya! Apa yang kau lakukan?” BoA menepis tangan Joongki dari bahunya. Joongki meringis pelan.

“ada apa?”

“kau tidak sopan!”

“ah… baiklah… mianhae…” ujar Joongki “kalau begitu ayo cepat! Keburu makanannya habis!”

………………….

Tempat itu sangat penuh, begitulah yang dipikirkan BoA. Mereka memilih tempat yang berisi satu meja dan dua kursi saling berhadapan, Joongki sudah memesan, jadi mereka berdua hanya diam saja.

“ehm.. kau akan berperan dimana?” tanya BoA memulai percakapan.

“kau? Kau? Kali ini kau yang tidak sopan, aku baru menyadarinya!” ujar Joongki sewot.

“tidak sopan bagaimana?” tanya BoA heran.

“harusnya kau memanggilku oppa!”

“oppa? Heh…” BoA tersenyum sinis pada Joongki.

“loh kenapa? Itu benar!”

“kau pikir umurku berapa?”

“ehmm… 24!”

“heh!”

“ah! Ani… 21!”

“mwo? hahaha….” BoA tertawa dengan girangnya “bahkan aku lebih muda dari Bekah…ah daeeeebak” pikirnya.

“aku benar kan?”

“anggap saja begitu… hahaha…”

“ya! Aku benar kan?” Joongki memaksa.

“nde, kau benar!” ujar BoA. Berbohong sedikit lagi tak apa kan? Pikirnya.

“wah daebak! Kau muda sekali untuk…” Joongki melihat kesekeliling lalu berbisik  “sst.. debut yah!” bisiknya.

“hahaha… sepertinya begitu…” BoA hanya tertawa.

“kalau begitu kau mesti memanggilku oppa!”

“wae?”

“karena umurku 25!”

“pft…” BoA berusaha menahan tawanya. “aku kan 28 tahun…” ujarnya dalam hati.

“ya! Mulai sekarang panggil aku oppa!”

“ara!”

“silahkan dimakan…” ujar sang pelayan pada Joongki dan BoA.

“nde, gomapsumnida…” jawab mereka berdua.

“makanlah…” ujar Joongki.

“nde, oppa…” jawab BoA sambil tersenyum.

“….”

“ehmm… Kkamshi, namamu kan?… kuharap kau bisa menjadi rookie terbaik tahun ini!” ujar Joongki sambil mengunyah makanannya.

“gomawo, iya namaku… aku harap kau juga…”

“jangan berharap… oppa mu ini sudah pasti jadi rookie terbaik tahun ini!”

“cih, jangan sesumbar…” BoA tersenyum sinis.

“benar loh… kau lihat saja nanti, aku akan jadi rookie terbaik!”

“baiklaaahhh….”

“Kkamshi ya…”

“hem?”

“terimakasih sudah mau mendukungku menjadi actor!”

“ah… gwenchana…” BoA melambaikan tangannya “itu biasa…”

“wah… kau gadis yang baik BoA. Namjachingu-mu pasti bangga!” seru Joongki.

“heh! Dasar!” jawab BoA sambil tersenyum malu.

“kau punya namjachingu ya?”

“gak punya…” aku tidak mau membahas itu, pikir BoA.

“AKU JUGA! KITA SAMA DONG! Baguslaaaahhh….” Ujar Joongki lega.

“kenapa?”

“aku punya teman yang tidak punya pacar! Biasanya kalau ada yang punya pacar, aku pasti dilupakan. Makanya aku tidak suka!”

“ohh… nde…” aku mengerti itu, batin BoA.

………………………

“jadi sampai sekarang kau bertemu terus dengan namja itu?” tanya JungAh.

“hmm…” angguk BoA. “mau bagaimana, dia akan menyapaku kalau bertemu…”

“dengan nama apa kau memperkenalkan diri?” tanya Jooyeon.

“Kwon Kkamshi”

“mwo? nama panggilanmu?” tanya Jooyeon kaget.

“nde…”

“dan dia tidak menyadari?” tanya Bekah.

“nde…”

“dia itu bodoh atau polos sih?” komentar Bekah.

“tidak punya tv mungkin…” ujar JungAh.

“tapi gak juga begitu kan? Lagipula dulu BoA eonni kan artis tenar, masa gak kenal? Heran juga aku!” Bekah malah sewot abis.

“Sudahlah…” ujar BoA menengahi.

………………………

“jinja? Jadi dia BoA? Yang menjadi diva Korea itu?” Joongki berbicara dengan temannya, mereka sedang istirahat makan siang.

“nde… masa’ kau tidak kenal?”

“molla…”

“kupikir kau pasti teman dekatnya, jadi kubiarkan saja…”

“memang teman dekatnya” ujar Joongki sambil meminum jusnya “tapi temannya Kkamshi…”

“Kkamshi? Kau tidak kenal Kkamshi? Pabo!”

“lho kenapa?”

“Kkamshi itu nama panggilannya…”

“hem…” Joongki terdiam. Sepertinya dia berpikir, agak lama.

“aku pergi…” dia lalu beranjak dari tempat duduknya “bai de wey, kau yang bayar yah… anyeongg” dia lalu minggat meninggalkan temannya.

“YA! Ishhh mentang-mentang sudah debut…” cemberut temannya.

 

Joongki berjalan dengan cepat. Ada banyak pikiran di pikirannya *?*.

PLAK

“YA! Apa yang kupikirkan?” dia memukul jidatnya sendiri.

“aku menyuruhnya memanggilku oppa, padahal umurnya kan…25, 26, 27, 28… MWO? 28? Aku pasti gila!” hampir saja dia menjeduk-jedukkan kepala ketembok.

“lagipula, dia kan CEO! CEO! Arghhhh…. Joongki paboyaaaaaaaaaaaaaaaa….” Dia berteriak histeris sambil garuk-garuk tembok.

“aku akan mati, aku akan matiiii….”

“AH! Aniiiyaaa…” gelengnya pelan, mulai kembali waras “dia tidak mengusirku, tidak memecatku, tidak menghukumku, tidak mendendaku, tidak memukulku, tidak membunuhku, tidak memarahiku, bahkan tidak protes padaku sama sekali… hah? Tidak protes?” dia kembali diam berpikir.

“aaahh…” angguknya pelan “mungkin dia mengerti perasaanku…”

“nde…nde…” mengangguk lagi “aku harus pergi meminta maaf padanya…” dia pun berlari dengan semangat.

 

“YAAAAAAAAAAAAAA KKAMSHI YAAAAA…” dia berteriak sambil berlari begitu melihat BoA lewat “Ah aniii aku tidak boleh begitu!” dia lalu memperlambat jalannya dan menundukkan kepala.

“wae?” BoA menoleh.

“ehm… mianhae…” tunduk Joongki.

“untuk?”

“karena menyuruhmu memanggilku oppa…”

“…”

“aku sudah tau kalau kau… eh anda adalah BoA-sunbae….” Dia mulai menyusun kata “ahhh matilah aku…” pikirnya.

“…”

“terimakasih atas bantuan anda selama ini…” Joongki lalu menunduk hormat 90 derajat pada BoA.

“kau tidak perlu seperti itu…” BoA merasa tidak enak.

“sepertinya kita tidak bisa bertemu seperti dulu lagi ya Sunbae?”

“hem…”

“oh ya… Sunbae ya… aku akan berusaha dengan keras untuk mencapai impianku!” seru Joongki dengan semangat.

“yah… harus seperti itu!” senyum BoA.

“aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Sunbae….” Senyum Joongki juga.

“hem…”

“sunbae sudah memaafkanku?”

“tentu saja!” BoA lalu memukul Joongki.

“AYA!” teriak Joongki.

“eh, mianhae… sakit yah?” tanya BoA sambil mengelus bahu Joongki yang dipukulnya.

“tentu saja.. tapi gwenchana, lagipula ini terakhir kalinya kita ketemu kok…”

“terakhir?”

“aku kan sudah tau, ternyata BoA noona adalah Sunbae dan CEO disini… jadi akan jarang ketemu…”

“mana bisa begitu…”

“waeyo?”

“kita kan sudah akrab. Atau begini saja, kalau kau ada masalah, kau bisa menemuiku. Oke?”

“ahh… arata! Gomapta!” Joongki tersenyum senang. “aku pergi ya, noona…”

“nde…” jawab BoA yang melihat punggung Joongki menjauh.

“ahh anak yang lucu… hmm…” BoA langsung berbalik.

“satu yang kuketahui, cara menghadapi anak nakal dengan perasaan dan pelan-pelan. Hmm…” angguk BoA.

…………………………

— THE END —

………………………..

Selesai deh part 1. Gaje ya? Hehehe… aku maunya gak berakhir cinta sih… karena sudah sering sih di FF ku. Pokoknya komen, biar gaje juga gak papa kok.

2 responses to “NNY : No. 1 (BoA Ver.)

Komentar ditutup.