Listen to My Heart

LISTEN TO MY HEART

Title                 :           Listen to My Heart

Author             :           Yesunggyu – Amalia Laili

Length             :           one shoot

Genre               :           sad romance

Cast                 :           Park Jungsoo (Leeteuk), Kim Taeyeon, Kang Sora

Annyeong… long time no see. Ini gara-gara internet gak bisa nih dirumah, makanya gak posting-posting… haduh! Maklum lah. Dalam keadaan galau, aku bikin ff ini. Bermula dari drama the moon that embrace the sun, aku bikin cerita ini. Karena kesal sama endingnya, kurang sreg ke aku. Aku kasihan banget sama permaisuri yang mati bunuh diri itu. dia kan jahat karena keadaan bukan keinginannya. Pokoknya, dibaca, setelah itu komen!

………………………….

Taeyeon duduk manis bersama ibunya, di sebuah ruang tamu yang cukup besar. Dia tahu, hari ini sama dengan hari yang lain. Perjodohan. Meski sudah berumur 28 tahun, dia belum juga menikah. Bukan karena tidak laku atau dia menolak. Tidak. Sebenarnya, dia lebih melihat apakah orang yang dijodohkan padanya mau atau tidak, atau apakah orang itu punya orang yang disukainya. Kalau begitu, maka Taeyeon akan membantu dengan senang hati.

“kenapa orang itu lama sekali sih?” ujar ibunya.

“gwenchana, omma…” reda Taeyeon.

KREKK…

“Omma, ada apa?” tanya seorang namja. Tangannya ditarik ibunya untuk masuk ke ruang tamu.

“mianhae… kalian menunggu lama?” tanya ibu itu.

“gwenchana…” jawab ibu Taeyeon.

“perkenalkan, namanya Park Jungsoo…” ujar ibu itu. Taeyeon dan ibunya pun berdiri dan memberikan hormat.

“ayo, beri salam…” ujar ibu itu, Jungsoo pun menunduk memberi hormat. Mereka berdua pun duduk dan saling diam.

“ehemm…” ibu Taeyeon berdeham.

“mianhae… Jungsoo-ah, ini Kim Taeyeon, anak dari Kim Yooshin, Menteri Luar Negeri…” ujar Ibu Jungsoo.

“lalu?” tanya Jungsoo.

“omma ingin kau menikah dengannya…”

“dengan Kim Yooshin?”

“dengan Taeyeon! Masa dengan appanya?!!” ujar ommanya kesal.

“nde, agesimnida…”

“…”

“…”

“MWOOOO….???” Jungsoo baru mengerti apa yang barusan dia katakan. “omma…”

“bagus, kau mau…”

…………………………

Jungsoo berdiri disamping meja kerjanya. Dia bekerja sebagai pengacara di salah satu kantor di Korea Selatan.

KREEKK…

“Ada apa memanggilku?” tanya seseorang begitu masuk keruangan Jungsoo.

“Sora…” Jungsoo lalu menghampirinya. “kurasa, pernikahan kita akan ditunda…”

“wae?” tanya yeoja yang bernama Sora itu.

“ommaku menjodohkan aku dengan seorang yeoja…” jawab Jungsoo lirih.

“nuguya?” tanya Sora heran dan kaget.

“Kim Taeyeon, anak dari Kim Yooshin, menteri Luar Negeri…”

“Taeyeon? Ah, aku mengenalnya!” ujar Sora lalu.

“jinja? Kau mengenalnya? Kok bisa?”

“dia itu pernah menjadi nonaku… aku sudah menjadi sahabatnya malah”

“maksudmu?”

“aku pernah menjadi pengawal pribadinya…” jawab Sora. Yah, Sora itu bekerja sebagai pengawal orang-orang penting.

“ohh… arayo…” angguk Jungsoo.

“dia anak yang cantik dan baik… dia memang cocok untukmu…” ujar Sora.

“Sora ya! Jangan mengatakan hal itu! bagaimana pun juga, aku tetap mencintaimu!” ujar Jungsoo sambil meraih tangan Sora dan menggenggamnya erat.

“hmm… nde…” jawab Sora sambil tersenyum lembut.

…………………………

Sementara itu, Taeyeon dikamarnya sedang membaca buku Sejarah. Katanya sih gitu, tapi sebenarnya matanya menerawang. Pikirannya bukan berada di raganya. Bukan kesurupan sih. Cuman melamun gitu.

“aku, benar-benar akan menikah kali ini…”

“…”

“kenapa dia tidak menolak?”

“…”

“ANIYO! Dia mau menolak, tapi karena ommanya memaksa, dia pun ikut keputusan ommanya!”

“…”

“ara…” Taeyeon mengangguk setelah berbicara sendiri.

“omona! Aku akan menikah!” dia lalu berteriak kesenangan.

……………………….

Besoknya, Taeyeon dan ibunya kembali kerumah Jungsoo. Mau merencanakan banyak hal sih. Taeyeon sendiri melihat-lihat rumah yang super besar itu.

“Taeyeon-ssi…” panggil seseorang.

“oh! Sora!” ujar Taeyeon setelah ia berpaling, Sora lalu datang menghampirinya. Mereka lalu bersalaman.

“long time no see…” ujar Taeyeon.

“nde… anda sehat saja kan?” tanya Sora.

“tidak perlu formal deh… kita kan sudah bukan dalam pekerjaan…” ujar Taeyeon.

“nde, apa yang kau lakukan disini?” tanya Sora lagi.

“aku? Aku akan menikah dengan Jungsoo-ssi. Kau tahu kan? Anak dari Park Yongsae…”

“ah, benar…” ujar Sora lirih.

“hem? Kau bilang apa?” tanya Taeyeon.

“eh? Animida! Baguslah… kupikir kau sudah menikah. Berapa kali sudah dijodohkan. Ternyata baru ini yang kau pilih!” ujar Sora.

“hehehe… ani. Bukan aku yang memilih-milih. Aku sih tergantung orangnya. Kalau dia mau, maka aku bersedia…”

“kenapa?” Sora mulai penasaran.

“apa maksudmu kenapa?” tanya Taeyeon bingung.

“eh… itu, maksudku… kau memang tidak bisa ditolak, cuman… itu artinya, Jungsoo-ssi menerimamu?”

“nde…hajiman…” jawab Taeyeon sambil mengangguk.

“kau ada disini!” tiba-tiba ada suara namja yang membuat keduanya menoleh dan memotong ucapan Taeyeon, itu Jungsoo. Dia lalu menghampiri Sora. Mereka berdua mulai berbicara sendiri, melupakan Taeyeon.

“….”

“sepertinya mereka akrab…” ujar Taeyeon sendiri, hampir berbisik.

“….”

“….”

“Taeyeon-ssi, aku pergi dulu…” ujar Sora pada Taeyeon.

“loh, ada Taeyeon disini!” Jungsoo baru menyadari sesuatu.

“bisa-bisanya kau tidak melihatnya!” ujar Sora sambil memukul Jungsoo.

“aku hanya melihatmu…” jawab Jungsoo sambil tersenyum.

“dasar… ayo…” ajak Sora setelah memukul Jungsoo lagi.

“kalian berteman?” tanya Taeyeon.

“ani, kami pac…”

“nde, kami berteman. 1 kantor. Hehehe… ada yang mau diurus, kami pergi dulu!” Sora lalu bergegas memotong perkataan Jungsoo.

“….”

“….”

“jinja? Terlihat akrab sekali…” ujar Taeyeon, sekali lagi hampir berbisik. “sahabat dari kecil mungkin…”

…………………

Sora dan Jungsoo berhenti begitu merasa tidak ada orang disekitar mereka. Mereka berada ditaman.

“jadi kau menerima Taeyeon? Kenapa?”

“…”

“ani… kurasa tidak perlu ditanyakan. Taeyeon memang cantik, dan….”

“itu…”

“yah, aku bilang kau tidak mungkin menolaknya, tapi juga aku tidak menyangka kau benar-benar tidak menolaknya!” Sora mulai naik darah.

“Sora, itu.. aku…”

“keure… kau sudah bosan padaku,heh? Itu makanya aku tidak mau kalau hubungan kita tidak berlanjut begini…”

“Sora…”

“apa yang ingin kau sanggah?”

“aku tidak menyetujui hal itu…”

“tidak?”

“nde… ommaku yang memaksa…”

“lalu, kau mau?”

“tentu saja tidak…”

“aku bingung Jungsoo…” Sora lalu pergi meninggalkan Jungsoo sendirian yang juga kebingungan.

…………………………

Taeyeon yang ditinggal oleh mereka berdua berjalan dengan lesu menuju ruang tamu tempat ibunya berada.

“kau darimana saja?” tanya ibunya sambil menaruh buku yang tadi dibacanya.

“tidak dari mana-mana…” jawabnya sambil duduk disamping ibunya.

“gwenchana?”

“omma, mana ibu Jungsoo?” tanya Taeyeon mengalihkan pembicaraan.

“dia ditelpon seseorang…” jawab Ibunya sambil membaca buku.

“….”

“….”

“kau pasti senang ya…” ujar ibunya.

“senang?” tanya Taeyeon heran.

“nde, akhirnya ada yang mau menerimamu…” jawab ibunya.

“hehehe…” Taeyeon tertawa “tapi omma…” wajah Taeyeon berubah menjadi lesu kembali.

“wae?” tanya Ommanya.

“kurasa Jungsoo tidak benar-benar menyukaiku…”

“maksudmu…”

“sepertinya dia menyukai Sora…”

“Sora? Sora yang dulu pernah mengawalmu?”

“nde…”

“kok bisa?”

“mereka sudah mengenal satu sama lain sejak lama… aku rasa mereka saling menyukai. Cara Jungsoo melihatnya juga berbeda…”

“itu hanya perasaanmu. Jangan dipikirkan…” jawab ibunya.

“nde…” jawab Taeyeon.

………………………..

Malamnya, dirumah Jungsoo, terdengar kegaduhan antara Jungsoo, ibunya, dan ayahnya. Sedangkan adiknya hanya diam menontoni mereka.

“aku sudah bilang aku tidak mau!” ujar Jungsoo sambil berteriak untuk yang kesekian kalinya.

“Jungsoo, ini akan mengeratkan hubungan kita dengan keluarga Kim. Dan memperkokoh kekuatan keluarga kita. Kau harus mau!” paksa ayahnya dan untuk kesekian kalinya. Istrinya berusaha menenangkan sang suami, sedangkan adik Jungsoo, mari kita panggil Jungnam, hanya geleng-geleng kepala.

“kalau begitu, appa saja yang menikah dengannya!” ujar Jungsoo lagi.

“mwo?!!” ayahnya mau marah tapi tidak jadi, kehabisan kata-kata.

“nde… agesimnida…” ujar Jungnam tiba-tiba, gadis itu merasa menemukan sesuatu. “sebenarnya appa mau menikah dengan Taeyeon eonni, tapi tidak bisa karena eonni terlalu muda dan eomma juga akan marah kalau sampai appa menikah dengan eonni. Dan tentu saja eonni tidak mau menikah dengan appa yang sudah tua! Iya kan!!!”

“hahaha… itu benar Jungnam!” Jungsoo lalu melakukan “high five” pada adiknya.

“aigoo…” ayah Jungsoo lalu kembali menenangkan batinnya. Istrinya hanya tersenyum.

“appa, tidak mau tahu, pokoknya kau akan menikah dengan Taeyeon bulan depan!” tihtah ayahnya.

“andwe!”

“memangnya kenapa kau tidak mau, Jungsoo?” tanya ibunya lalu.

“karena oppa sudah punya pacar!” jawab Jungnam dengan penuh semangat.

“mwo? yeojachingu?!!” ayahnya kembali semangat. “nugu?”

“ehm… Jungnam! Ani, ani… aku tidak punya kok!” jawab Jungsoo sambil menggeleng-gelengkan kepala.

“kalau begitu, Jungnam…. Siapa namanya?” tanya ibunya pada Jungnam yang baru kelas 1 SMP itu.

“Kang Sora eonni!” jawab Jungnam.

PLAKK…

Jungsoo memukul dahinya.

“dongsaengi… napeunooooooo!!” teriakan hati Jungsoo.

“SORAAAAAA?????!!!!” Ayahnya kembali kaget, kaget sekali lagi dapat hadiah tuh.

“Nyobo…” istrinya menenangkannya.

“tidak boleh! Putusin Sora sekarang! Pokoknya bulan depan kau harus menikahi Taeyeon!”

…………………….

2 minggu kemudian…

Disebuah restoran yang indah dan mewah, para pelayan sibuk mengurus pengunjung yang datang. Tapi malam itu pengunjung hanya terdiri dari 5 keluarga dan sepasang kekasih. Mereka adalah Jungsoo dan Sora. Mereka berdua memilih untuk duduk didekat jendela, agak jauh dari keluarga-keluarga yang sedang menikmati makanannya. Mereka berdua menunggu makanan dihidangkan, sementara Sora menyaksikan keakraban keluarga, Jungsoo sedang menatap keluar jendela.

“Sora…” panggil Jungsoo.

“hem?” jawab Sora tanpa mengalihkan perhatiannya.

“Aku akan menikah dengan Taeyeon…” ujar Jungsoo dengan hati-hati.

“ara…” angguk Sora, pelayan lalu datang membawa pesanan mereka. “kita makan dulu…” ujar Sora.

“hm…” Jungsoo pun mulai makan makanannya.

“…”

“…”

“…”

“jadi, bagaimana Sora, apa menurutmu?” tanya Jungsoo lagi.

“…” Sora berhenti makan “ehm… entahlah…”

“Sora…”

“ada yang ingin ku katakan juga Jungsoo…” Sora meletakkan sendok dan garpunya.

“…”

“aku akan pergi ke Jepang…” ujarnya setelah itu.

“ada apa?” Jungsoo mulai merasa curiga. “apa omma ku…”

“kemauanku sendiri… kau dan Taeyeon sangat cocok, dan kurasa…”

“tidak boleh ada yang menyerah diantara kita! Kenapa kau mesti pergi ke Jepang?” Jungsoo memotong perkataan Sora dan menggenggam tangannya erat.

“aku juga ada tugas disana Jungsoo…” Sora melepas tangan Jungsoo. “tidak ada hubungannya sama sekali dengan ommamu…”

“aku ikut denganmu…” ujar Jungsoo.

“tidak… kau harus menikahi Taeyeon…” Sora menggelengkan kepalanya dan kembali makan.

“SORA!” Jungsoo membentaknya, semua orang di restoran itu melihat mereka dengan tatapan heran.

“jangan berteriak, ayo kembali makan…” jawab Sora tenang. “kau tentu mau kan? Kau adalah seorang namja yang mempunyai tanggungjawab untuk keluargamu, jangan memikirkan dirimu sendiri…” Sora tersenyum lembut.

“tapi…”

“….” Sora tidak berbicara lagi.

…………………………..

Hari pernikahan Taeyeon dan Jungsoo. Ya, mereka benar-benar menikah. Meskipun Jungsoo tidak mau, dan meskipun Taeyeon merasa tidak nyaman. Tapi itulah yang terjadi. Pernikahan mereka berlangsung sangat meriah karena semua orang sangat menyukainya. Mereka merasa pasangan yang menikah hari ini sangat cocok sekali.

Jungsoo duduk berdampingan dengan Taeyeon sambil melihat hiruk pikuk perayaan. Keduanya terasa canggung meskipun sudah sering bertemu. Jungsoo memainkan hapenya, ia terus menatap layar hapenya. Berharap Sora akan menghiburnya atau sekalian mengajaknya kabur ke Jepang. Hari ini Sora akan berangkat, setidaknya dia sudah di pesawat dan dalam perjalanan ke Jepang.

“Taeyeon…” bisik Jungsoo.

“mm?” Taeyeon menoleh.

“kau tahu, kan ini sangat cantik dan manis…” puji Jungsoo.

“….” Taeyeon hanya diam saja melihat wajah Jungsoo yang tersenyum padanya, ini bukan kebiasaan Jungsoo untuk memujinya.

“apa kau mencintai orang sepertiku? Benar-benar mencintaiku?” tanya Jungsoo padanya.

“tentu saja…” jawab Taeyeon.

“meskipun baru mengenalku?” tanya Jungsoo lagi.

“nde…”

“dan setelah kau mendapatkanku, apa yang kau rasakan?” Jungsoo terus bertanya.

“maksudmu?” Taeyeon mulai bingung.

“meskipun kau mendapatkan ragaku, kau sama sekali tidak akan mendapatkan jiwaku… kau tidak akan bahagia bersamaku Taeyeon. Kau harus mengetahui ini… aku tidak akan pernah mencintaimu…”

“…”

“kau orang yang baik, tapi kau sudah salah memilih orang…”

“…”

“…” Taeyeon dan Jungsoo hanya saling pandang. Hati Taeyeon berkecamuk, rasanya ingin meledak.

KRINGGG KRINGG…

Suara Hape Taeyeon berbunyi, mereka pun mulai berhenti. Jungsoo kembali ke posisi semula, sedang Taeyeon mengambil hape yang ada disampingnya.

“yoboseyo?”

“hosh… hoshh… Taeyeon eonni…” seorang yeoja.

“ada apa, Seo?” tanya Taeyeon, raut wajahnya mulai khawatir, takut terjadi sesuatu pada sahabatnya, Seohyun.

“eonni… ottohkeee….” Seohyun mulai merengek.

“ada apa? Ceritakan secara perlahan…” Taeyeon lalu berdiri, Jungsoo melihatnya dengan heran.

“Sora, Sora…. Ottohkeee…”

“ada apa dengan Sora?” tanya Taeyeon, mendengar nama Sora, Jungsoo mulai berdiri dan ikut kaget.

“ada apa dengannya?” tanya Jungsoo juga, Taeyeon membalas dengan menggeleng.

“Sora…”

“Sora baik-baik saja?” tanya Jungsoo setelah merampas hape dari tangan Taeyeon, Taeyeon hanya menggigit kuku ibu jarinya dengan gugup.

“pesawat yang membawa Sora jatuh… bagaimana iniii??? Eonni… aku takut… apa yang akan terjadi dengan Sora….” Seohyun menangis. Jungsoo lalu memberikan hape itu kepada Taeyeon. Taeyeon lalu berbicara dengan Seohyun.

“Seohyun, tenang… Sora akan baik-baik saja…” ujar Taeyeon berusaha menenangkan Seohyun, sementara ia sendiri juga takut dan sedih. Air matanya jatuh. Sementara Jungsoo berjalan perlahan menuju keluar, tatapannya kosong.

“kau akan pergi kemana?” tanya Ayah Jungsoo.

“….” Jungsoo tidak bergeming, tidak menoleh, bahkan tidak berhenti.

“Jungsoo! Kembali ketempatmu!” paksa ayahnya.

“…”

“Jungsoo…” Ayahnya berhasil mengejar Jungsoo dan menghentikan gerakannya dengan meraih tangan kanan Jungsoo.

“kau akan pergi kemana?” tanya ayahnya, dia kaget melihat setetes air mata Jungsoo yang jatuh.

“Sora kecelakaan… pesawat yang ditumpanginya jatuh…” jawab Jungsoo.

“maksudmu?” tanya ayahnya bingung.

“bagaimana kalau dia mati?”

“…”

“aku bahkan tidak sempat mengucapkan apa-apa padanya….”

“…”

“KALIAN PUAS SEKARANG!!!” Jungsoo berteriak karena marahnya, dia lalu berbalik dan berlari keluar gedung. Berharap bisa bertemu dengan Sora. Sementara Taeyeon di tempatnya, terduduk menangis.

………………………..

…………

………………………

LIMA TAHUN KEMUDIAN…

Taeyeon dan Jungsoo belum juga mendapatkan anak. Karena Jungsoo seperti yang dikatakannya pada Taeyeon dulu. Tidak akan mencintai Taeyeon dan memberikan dirinya. Dan selama ini, Taeyeon tidak mengeluh kepada Jungsoo. Tidak juga membencinya. Bagaimana pun juga Jungsoo adalah suaminya, ia selalu berpikir begitu. Jungsoo, meski begitu, kadang merasa kasihan pada Taeyeon. Dia sering mendengar Taeyeon menangis. Tapi, mau bagaimana. Dia tidak bisa mencintai Taeyeon, bagaimana pun caranya.

Hari itu, mereka berdua pergi ketaman. Entah kenapa, Taeyeon sangat ingin ketempat itu. Jungsoo yang merasa kasihan padanya pun mengikuti Taeyeon untuk pergi ketaman. Taeyeon berjalan didepan Jungsoo, berjarak 3 meter. Dia berjalan dengan senangnya. Jungsoo hanya melihatnya dengan tersenyum, dia lalu mengangguk. Sepertinya Taeyeon merasa sangat tertekan dengannya selama ini. Taeyeon terlalu baik, hanya dia yang terlalu jahat.

“aku, akan pergi membeli minuman dulu, kau duduk lah…” ujar Jungsoo akhirnya, dia ingin setidaknya menyenangkan hati Taeyeon. Taeyeon pun mengangguk dan duduk di bangku taman sambil memperhatikan Jungsoo yang pergi menjauh.

“tumben…” gumamnya, dia lalu mengangkat bahunya dan kembali melihat pemandangan yang indah di taman itu.

Sedangkan Jungsoo memutuskan untuk membeli 2 gelas coklat hangat kepada penjual minuman yang ada didekat kolam. Sambil menunggu minuman, ia melihat kesekeliling. Matanya lalu tertuju pada seorang perempuan yang sedang berjalan seorang diri. Dia seperti mengenal gadis itu.

“pak, kalau sudah, nanti ku ambil…” ujar Jungsoo pada penjual itu dan dijawab dengan anggukkan. Jungsoo lalu berjalan menghampiri gadis itu, ia jalan dengan perlahan.

Sepertinya gadis itu sadar ia diikuti, ia pun mempercepat jalannya. Jungsoo mulai menyadari juga bahwa ia menakuti gadis itu, karenanya ia berusaha meraih tangan gadis itu, tapi tidak sempat, gadis itu malah berlari. Jungsoo pun mulai mengejar dengan cepat. Mereka berlari selama 5 menit hingga akhirnya gadis itu berhenti dan mereka pun terdiam untuk mengatur napas.

“humf…” gadis itu menghela napas. “lama tidak bertemu, Jungsoo-ssi…”

“kau mengenalku?” tanya Jungsoo sambil mengelap peluhnya dengan punggung tangan.

“…” gadis itu berbalik, membuat Jungsoo kaget dan mundur satu langkah.

“So… Sora… kau…”

“apa kabarmu?” tanya gadis itu yang ternyata Sora sambil tersenyum.

“kau masih…” Jungsoo masih tidak percaya dengan apa yang dihadapannya.

“nde, aku masih baik-baik saja…aku termasuk penumpang yang selamat…” angguk Sora.

“tapi kenapa?” tanya Jungsoo heran sambil melihat Sora dari ujung kaki sampai ujung kepala.

“kau tidak senang aku masih hidup?” tanya Sora kembali.

“tidak, maksudku… aku…kau… kenapa tidak memberitahukanku kalau kau selamat?” tanya Jungsoo.

“hem…” Sora tersenyum sambil menunduk, lalu kembali menatap Jungsoo. “aku tidak mau menganggu kalian berdua… kau dan Taeyeon…”

“Sora… kenapa kau baru datang sekarang?” tanpa terasa air mata Jungsoo jatuh satu tetes.

“…”

“aku bahkan tidak bisa menyentuhmu lagi…” ujar Jungsoo.

“…”

“kenapa kau kembali…”

“mianhae…” ujar Sora akhirnya setelah sedari tadi menundukkan kepala dan terdiam.

“…”

“aku, harap kau bisa bahagia dengan Taeyeon, karena itu…”

“bagaimana bisa aku bahagia dengan orang yang tidak kucintai?” ujar Jungsoo.

“…”

“aku, tidak bisa membawamu kembali kan?” tanya Jungsoo.

“tidak…” jawab Sora tegas “kau sudah menikah dengan Taeyeon. Aku sudah mendengar cerita dari Seohyun. Taeyeon sangat tulus mencintaimu… kau harus menerimanya… aku yakin Jungsoo bukanlah orang yang jahat, kan? Kau, masih baik…” Sora lalu tersenyum.

“…” Jungsoo hanya diam tertunduk.

“…”

“…”

“….”

“Jungs…” Sora mulai bersuara hingga Jungsoo memotong ucapannya.

“benar… aku rasa, aku sudah sangat kejam padanya…” angguk Jungsoo akhirnya. Ia mengingat senyum Taeyeon ketika ia pulang, begitu tulus dan dia tak pernah mendengar suara Taeyeon meminta sesuatu hingga 3 kali.

“ini…” Sora memberikan sesuatu kepada Jungsoo. “aku kesini, untuk memberikan ini kepada temanku, tapi karena bertemu denganmu, sebaiknya untukmu saja…”

“ini…” Jungsoo menerima amplop itu dari Sora “undangan… pernikahan… kau akan menikah dengan…”

“aku akan menikah dengan Hiashi Akamura… aku mengenalnya saat di Jepang…” jawab Sora.

“…”

“sebaiknya aku pergi…” Sora lalu berbalik dan mulai berjalan.

“tunggu!” cegah Jungsoo.

“hem?” tanya Sora sambil menoleh.

“semoga kau bahagia…” jawab Jungsoo sambil tersenyum.

“heh… harusnya aku yang bilang begitu…” Ujar Sora sambil tersenyum “baiklah… annyeong…” lambainya.

“….” Jungsoo membalas lambaian Sora sambil memandangi punggung Sora yang mulai menjauh darinya.

“….”

“….”

“aigoo! Aku harus kembali!” Jungsoo pun segera berbalik dan berlari kembali.

………………………

“membeli minumannya dimana?” tanya Taeyeon dengan tatapan heran.

“lihat, bahkan dia masih menungguku, meski sering kutinggal pergi…” ujar Jungsoo dalam hati.

“Jungsoo, kau baik-baik saja?” tanyanya lagi.

“nde… ini…” Jungsoo pun memberikan secangkir minuman kepada Taeyeon dan ia pun duduk disampingnya.

“…” Taeyeon pun meminumnya tanpa basa-basi.

“kau tidak menyangka kalau minuman itu dingin?” tanya Jungsoo.

“lalu?” tanya Taeyeon heran.

“kau tidak marah?” tanya Jungsoo.

“tidak…” jawab Taeyeon.

“kenapa?”

“karena ini pertama kalinya kau memberikan aku sesuatu…” ujar Taeyeon kembali meminum coklatnya yang tidak lagi panas, dalam diam sekali lagi air mata Jungsoo jatuh. Ia lalu menyekanya lagi.

“heh… pabo…” desis Jungsoo.

“nugu?” tanya Taeyeon.

“kau…”

“aku?”

“nde, kenapa kau mau mencintai orang sepertiku, kenapa mau bersamaku… pabo…”

“….” Taeyeon hanya diam menunduk.

“sudahlah… mau bagaimana lagi, aku jadinya malah menyukai orang bodoh sepertimu…” ujar Jungsoo.

“hem?” Taeyeon menatap Jungsoo dengan aneh.

“wae? Aku baru sadar, ternyata aku salah. Karenanya, aku mau minta maaf…” ujar Jungsoo sambil menggenggam kedua tangan Taeyeon.

“…”

“ini…” Jungsoo lalu memberikan undangan pernikahan Sora kepada Taeyeon sambil menceritakan semua.

“jadi, mian…”

“humf…” Taeyeon menghela napasnya. “aku tidak mengerti…”

“dasar…” Jungsoo memukul pelan punggung tangan Taeyeon. Mereka berdua lalu tertawa.

………………………….

— THE END —

………………………….

n.p : disarankan membacanya sambil dengar lagu BAP – Listen to my heart (maeumi siki neun irl). Emang gak nyambung… hehehe…

2 responses to “Listen to My Heart

  1. Ff nya keren,
    Taeyeon stia banget ma jungsoo
    5 thun dia bertahan
    Bacanya aku tersentuh hatiku
    #lebay

    Keren de eonni
    (y)

Komentar ditutup.