Reply My Letter, Please…

REPLY MY LETTER PLEASE…

Author            : Yoan Amalka.S

Length            : One Shoot

Genre              : Romantic, Sad

Cast               : Park Boom(2NE1), Choi SiWon(SUJU), YOU

Hellooo…. Piye kabare.?? Dakuw disini apik2 wae *siapa yg tanya yak.?* Kali ini dakuw hadir dgn cerita baru yg sebenarnya gak baru lagi n hampir jadi sampah dalam otak ku saking malasnya menulis.*bisa di pecat penerbit nich..* Tapi coz akyu baik hati,akyu bagikan untuk kalian.selamat menikmati.. Muaaach….!!*Cuih.!*

………………………………….

Melihat wajahnya,aku tahu dia resah lagi.Dan penyebabnya pastilah karena suratnya yang tak di balas Park Bom lagi.Siwon,siwon,aku heran kenapa kau begitu sabar menanti sesuatu yang tak pasti itu.Tak pernah absent memeriksa kotak suratmu yang engselnya sudah berkarat itu.

Mungkinkah karena kau berjanji akan jadi teman Parkbom selamanya.? Sehingga kau tak mau lupa pada dia.

Yaah.. aku ingat saat pertama kali Parkbom datang ke minimarket kita.Dengan ekspresi datar,kuyu,dan lemah.

“Selamat datang.” Sapa mu, tapi tak diperhatikan Parkbom.

Seperti tuli,terus melangkah menuju bagian obat-obatan.Kau terbiasa dengan perlakuan itu,jadi tak merasa tersinggung.

Siwon,sampai sekarang aku tak pernah memberi tahu mu.Saat Parkbom berdiri di rak obat-obatan,dia terlihat cemas.Tapi apa yang dipikirkan dengan mata kosongnya itu.? Tangan putihnya juga bergetar saat menyentuh obat-obat di rak.

Hmm.. kenapa wajahmu heran Siwon.? Oh.. aku tahu.Siapa yang tak heran melihat pelanggan membeli begitu banyak obat.Parkbom.Dia menaruh 8 jenis obat berbeda di meja kasir.

“Berapa harga semuanya.?” Tanya Parkboom datar.

“2.500 won.” Jawab Siwon.

Segera Parkboom menyerahkan lembaran 5.000 won yg diambilnya dari saku sweater blaster nya.

“kembaliannya..”

Ku lihat wajah Siwon heran lagi.Parkboom sudah pergi meninggalkan kembalian uangnya.Dia melihat ke arah luar minimarket sebelum akhirnya menoleh padaku yang sedang mengepel lantai.Tersirat pertanyaan di wajahnya,tapi aku pun tak tahu kemana Parkbom pergi.

Ah.. kau itu memang loyal.Padahal bisa saja kau membiarkan uang kembalian itu,kan untung buat minimarket kita.Tapi kau malah pergi mencari Parkbom.Terlihat kau kebingungan di luar minimarket mencarinya.Memang susah mencari 1 orang  ditengah keramaian begitu.

1 jam berlalu,kau kembali dengan cerita.Yang membuatku tahu Parkbom overdosis.Karena berusaha mengakhiri hidupnya dengan menegak obat-obat yang dia beli.Sayang aku tak bisa melihat bagaimana kau menemukan Parkboom di lorong kotor dan sempit,dimana kemasan-kemasan obat berserakan di sekitarnya.Juga tak mendengar langsung kata-kata Parkboom yang menyesali hidupnya.

Mungkin karena itulah dia terlihat cemas saat berdiri didekat rak obat-obatan tadi.

“Bodoh,kenapa dia nekat begitu?” umpat Siwon.

Hmm.. jangan bilang begitu,kau tak tahu masalah hidup orang lain.Mungkin saat kau sibuk mengumpat disini,diluar sana ada orang yang menangis histeris.Kita tidak bisa seenaknya memutuskan seorang berandal adalah pembunuh,kau akan tahu dia itu seorang penyayang binatang  saat kau bisa masuk dalam kehidupannya.

****

Hari ini terlihat mendung.Yah.. tadi malam hujan turun dengan deras dan pagi ini masih tercium bau garamnya.

Wah..Siwon sudah datang sepagi ini.Tumben,biasanya aku selalu duluan datang.

“Bagaimana dengan hari ini ?” tanya ku soal surat itu.Dia menggeleng.

“Tidak ada.” Jawabnya pendek.

Sambil menunggu pelanggan datang di meja kasir,aku mengingat kembali cerita Parkbom dan Siwon.Hari dimana 2 Minggu setelah peristiwa itu berlalu,ada sebuah kejutan.Parkbom datang ke minimarket kami.Aku sedikit lega karena wajahnya tak sekuyu saat pertama datang.Nah..Siwon kuharap kau tak memusingkan ku lagi dengan pertanyaan apakah dia baik-baik saja.Sudah kau lihat sendiri Parkbom tampak lebih baik.

Tapi aku merasa geli melihat kau terus mempeerhatikannya,bahkan berusaha mengikuti kemana pun dia pergi.Apa yang kau takutkan?

Kau  tidak lihat wajah Parkboom mulai kesal?

“Hei ! kau kenapa sih ?! dari tadi terus mengikuti ku,” gerutu Parkboom.

“Ng.. aku…”

“ aku hanya mau mencari jus kaleng .”

Ha..ha..ha.. Siwon,Siwon, jangan berburuk sangka dulu.Harusnya kau perhatikan wajah Parkboom tak sesedih waktu itu.

Dia pun kembali ke meja kasir dengan wajah malu.Kemudian dengan pelan dia berkata padaku yang sedang menata permen didekat meja kasir,

“Aku takut dia membeli obat untuk overdosis lagi.”

Aku Cuma tersenyum,padahal aku menahan tawa mengingat wajah malunya tadi.

“Berapa ?” tanya Parkboom sambil memperlihatkan jus kaleng di tangannya.

“Ng.. 2500 won,” jawab Siwon terbata-bata.

Parkboom menaruh lembaran 5000 won di meja kasir.

“Tidak usah,” sergah Siwon. “Uang mu masih ada,kembalian yang kemarin kau tinggalkan.”

“Uang itu bukan punya ku lagi,”

Siwon langsung heran.Mengapa ada orang yang membuang uang segampang Parkboom?

Tak sabar,Parkboom memasukkan sendiri uang tersebut ke laci kasir.Lalu meraih tangan Siwon dan memberikan jus yang dibelinya tadi.

“Buat mu,gomawoyo.” Kata Parkboom,lalu pergi begitu saja.

Aku menepuk bahu Siwon yang menatap Parkboom sampai keluar minimarket.Maksud ku menyuruhnya untuk menyusun box-box di rak dalam gudang.

Tapi aku menyesal telah menyuruhnya, karena setelah itu tangan kiri Siwon patah akibat tertimpa rak yang jatuh.Berarti firasatku benar saat mendengar bunyi “BRUUK !!” dari dalam gudang.

****

“Hei,pagi-pagi begini kita harus menyusun botol susu !” gerutunya pagi hari ini.

Aku tersenyum agar dapat menularkan rasa sabar.Dan tanpa ingat kalau dia sedang bingung menunggu surat dari Parkboom,aku malah bernostalgia saat Parkboom membantuku menyusun botol-botol susu dulu.

Dia pernah bekerja di minimarket ini walau sebentar.Waktu itu …..

Aku menyusun botol-botol susu,yang sebenarnya aku merasa kesal.Siwon disuruh manajer untuk istirahat karena tangannya yang patah. Huh.. kenapa juga tak mencari karyawan pengganti sementara,kalau begini aku seperti kerja 2 kali lipat.

“Permisi..” Ah.. ada yang datang,  hmm… itu Parkboom.

“Nde,” balasku.

“Ini berapa harganya ?” tanyanya menaruh jus apel di meja kasir.

“Mmm.. 3000 won.”

Dia langsung memberi uang pas. Sebelum pergi dia menoleh ke arah belakang dan sepertinya dia mencari-cari sesuatu. Dia lalu berbalik padaku lagi.

“Mmm… teman mu yang satunya mana ?” Aha ! akhirnya dia tanya itu juga.

“Oh,dia kecelakaan kemarin.Jadi diliburkan.” Jawabku.

Wajahnya terlihat khawatir.Lalu aku pun kembali ke tempat aku menyusun botol susu tadi.

“Sepertinya kau kesusahan.” Ujarnya tiba-tiba. Aku tak tahu dari tadi dia memperhatikan ku.

“Boleh ku bantu?” Tawarnya. Aku mengangguk setuju.

Sambil menyusun botol-botol susu kami bercerita panjang lebar.Sengaja aku bertanya mengapa dia mencari Siwon tadi,dan kelihatannya dia tertarik pada Siwon.Akhirnya aku tahu hal tersebut dari mulut Parkboom.

“Dia memarahiku karena berusaha bunuh diri.Katanya kalau aku bunuh diri sama saja aku menyakiti orang-orang yang menyayangiku.Beda dari yang lain dia tidak mengatakan kasihan padaku.Kata-kata yang membuatku seperti orang yang tak bisa apa-apa.Dia bilang tak ada yang mustahil didunia.” Jelasnya.

Aku bertanya lagi kenapa dia berusaha mau bunuh diri.Dia diam sebentar.

“Aku bisa bekerja,”Kami diam sejenak mendengar suara diluar.

“Hmm…lain kali saja ya aku cerita,” Lanjut Parkboom. Ah.! Padahal aku ingin sekali tahu.

Kami berdua bergegas ke depan.Ternyata ada Siwon. Ya.. Ampun..! apa dia bodoh mau bekerja dengan tangan berbalut perban begitu.

“Siwon pulanglah,kau harus istirahat.” Suruh manajer.

“Tidak apa-apa.”keukuhnya. “Aku tak enak membiarkan dia bekerja sendiri.” Ucapnya sembari menunjuk ke arah ku.

“Ada aku yang membantunya.” Sela Parkboom.

Siwon terdiam sebentar.

“Neo…” herannya..

Tapi Siwon tak pulang,malah mengawasi kami.

“Mana bisa aku membiarkan 2 perempuan bekerja sendirian.”dalihnya.

Ya.. sudahlah,terserah kau saja.

****

Sehabis aku bercerita hal itu Siwon tersenyum.

“Kalau waktu itu aku tak memaksa datang mungkin keadaannya tak akan sperti sekarang.” Ujarnya.

Ada lagi yang mau kuceritakan.Tapi waktu itu Parkboom melarang ku bercerita kepada siapapun,bahkan pada mu Siwon.

Suatu sore,saat kami berdua memindahkan mie instan yang baru datang ke dalam gudang.Tiba-tiba Parkboom berdiri kaku masih memegang kardus mie instan.Aku memperhatikan wajahnya,dia terlihat kesakitan.Tapi tak menjawab saat kutanya kenapa.Dia hanya diam sambil menunggu rasa sakit itu hilang.Aku tak bisa berbuat apa-apa karena aku tidak tahu masalahnya.

Sepertinya sakit sekali.Dia langsung tersungkur dan memegang lututnya.Bibirnya gemetar.Kupegang tangannya,tapi dia terus menangis dan memegang lututnya.

Beberapa saat kemudian dia mulai membaik dan tenang.

“Kau mau tahu kenapa aku mau bunuh diri ? ini alasannya.” Ucapnya tiba-tiba. “Aku terkena GLS.Dan menurut buku yang kubaca,bisa membuatku lumpuh total.”

Aku terdiam mendengar pengakuannya.

“Ini yang ku takutkan,aku takut,bila aku lumpuh total aku tak bisa apa-apa.Semua orang kasihan padaku,tapi aku tak suka itu.Rasanya aku seperti menjadi beban mereka.Aku juga takut suatu waktu mereka meninggalkan aku.Makanya sebelum terjadi,aku mau meninggalkan mereka duluan.”

Mengerikan.Mengapa ada orang yang berpikiran seperti itu.

“Hei,jangan bilang pada siapapun ya,” pintanya

“Kalian sedang apa ? malah mengbrol sambil duduk di lantai.Kardus mie nya berantakan,” sela Siwon.

Uhk.. aku ingin sekali memabantahnya,tapi aku kan sudah janji tak akan bilang ke dia soal ini.

Meski dengan tangan yang masih di gips,Siwon berusaha membantu kami memindahkan kardus-kardus mie instan.Padahal ini pekerjaan ringan,dia pulang saja tidak apa-apa.

****

Seorang gadis kecil  dating ke minimarket kami.Dia membeli begitu banyak permen.

“Kau takut gigi mu rusak ?” Tanya Siwon ketika gadis kecil itu hendak membayar.

“Aku tak memakannya sendiri,tapi membagi dengan teman-temanku.” Ucap gadis kecil itu polos.

Sesaat setelah gadis kecil itu pergi,Siwon terdiam dan aku menebak dia pasti memikirkan sesuatu.

“Teman” gumamnya pelan.

Pasti dia ingat soal itu..,

Ketika aku keluar gudang penyimpanan,Aku tak sengaja mendengar pertanyaan Siwon pada Parkboom.Ya,mereka masih didalam

“Hei,” panggil Siwon

“Nama ku Parkboom.Bukan hei.” Bantah Parkboom juga.

“Jadi Parkboom,kenapa waktu itu kau mau bunuh diri ?”

“Karena aku benci dunia.” Asal Parkboom

Hening sejenak.Mungkin Siwon heran.

“Benci ? Waeyo ?” lanjut Siwon.

“Karena dunia itu egois.Seenaknya saja membuang orang yang tak bisa apa-apa.Yang sanggup hidup hanya orang angkuh saja.”

“Tapi orang egois pun merasa takut,suatu hari ke egoisannya jatuh karena kebaikkan.Lagipula kalau kau mati,banyak orang yang akan menangisimu.Apa kau tak memikirkan orang tua mu dan teman mu ?”

“Aku tak punya teman.” Cetus Parkboom.

“Lalu aku ? aku bukan temanmu ?”

“Kenapa kau teman ku ?”

“Seorang teman tak butuh alasan ,cukup ketulusan.”

Tak ada suara lagi.Hening.Apakah Parkboom merasa tersanjung ?

“Kalau begitu janji.Kau akan jadi temanku slamanya ?” ucap Parkbooom.

“Janji !”

Tenang saja,jika ada salah satu dari kalian yang ingkar,aku adalah saksinya.

Esoknya,aku bingung ini adalah sebuah pengingkaran atau tidak.Parkboom tak pernah dating ataupun terlihat di minimarket kami.

Tapi  2 minggu kemudian ada surat datang ke rumah Siwon.

****

— TO BE CONTINUED *?* —

****

Hmm… sebenarnya ceritanya belum selesai.Akan ku lanjutin kalau ada yang minta ceritanya di lanjutin. Hee…he..he… *menyeringai jahat*

2 responses to “Reply My Letter, Please…

Komentar ditutup.