LHS : Naughty VS Good

LHS: Naughty VS Good

 

Author             :           Yoan Amalka

Genre               :           Friendship

Length             :           One shoot – Sequel – End

Cast                 :           Hoonmin (UKISS), Sungjong (Infinite)

 

Halooow….!! Lho ?! mana orangnya ? aku kembali bawa cerita lagi antara aku dan kau suka dancow…..*halllah..!!!*  he..he..he.. beneran kok,ini seri terakhir LHS

So, mohon di baca ! jangan di tak di acuhkan.please…..! kalau gak aku bunuh diri *Terus gue harus bilang WOW gitu ?*

………………………….

 

“Hoonmin,Yeonsaeng,Seyoon,Baekhee,Sungjong.Kalian satu kelompok.”

“HAH ? APA ? songsaengnim,”

“Waeyo ? kau mau protes Hoonmin ?”

“Aniyo..”

 

Payah ! Aku keberatan dengan nama yang terakhir.Aiiissssh…. dia kan…. Sungjong anak brandal ! Bahkan punya julukkan The Legend of Sungjong. Ku dengar-dengar dia bisa menghabisi orang hanya dengan satu pukulan,lalu orang yang menatap matanya bakal kena sial seharian,dan kalau tak sengaja tahu rahasianya bisa dibunuh atau di santet !

 

ANDWEEEEEE…….!!!!!

 

Songsaengnim,kenapa kau membuatku satu kelompok dengan Carebeross penjaga neraka ??!!!

 

“Hoon,kita mau membuat makalah tentang apa nih ?” Yeonsaeng menghampiri ku.

“Ng….pengaruh lingkungan bagaimana ?” Tanya ku kembali.

“Ide bagus.”

“OK.Kau cari materi,Aku meriset,Baekhee dan Seyoon mempresentasikan.”putus ku

“Lalu dia ?” Tanya Yeonsaeng lagi.

“Dia ?” Yeonsaeng melirik kearah Sungjong.

 

Ah… iya dia.Hufht..dia hanya menjadi parasit saja dalam kelompokku.Orang seperti dia apa gunanya ? Bukannya dia itu sampah masyarakat.Lihat saja tempat duduknya,sendiri di pojokkan.

 

“Kau meriset dengan dia saja.” Saran Yeonsaeng.

“Mwo ?”

“Waeyo ?’

“Ah..ya baiklah…”

Dengan terpaksa aku menghampiri Sungjong yang daritadi seperti tak niat dengan kelompok kami.

 

“Hei kau,Kau ikut denganku meriset materi kita.”Kata ku.

Dia melihatku sebentar,lalu mengangguk.Arghh…aku makin kesal dengan orang ini !!

 

****

 

“Ini materinya.Sudah kutemukan.”Lapor Yeonsaeng padaku.

“Hmmm… bagus,bagus.” Pujiku .

“Mulailah meriset hari ini.” Ingat Baekhee.

“Nde,ara.”

Kubuka lembar demi lembar materi.Ada materi tentang perlakuan diskriminasi di sekolah.Baiklah,akan ku teliti. Ku lirik Sungjong,seperti biasa dia diam tak peduli pada sekeliling.Kemudian dia sadar kalau aku meliriknya dan balas menatap.

“Mwo ?” tanyanya datar.

Aku mendekat ke mejanya.

“Ayo kita meriset materi ini.” Ajak ku. Dia ikut tanpa protes.

 

Semua sudut sekolah kami kelilingi.Mungkin ada orang yang didiskriminasi di sekolah ini.

Ada seorang laki-laki,mungkin sama-sama kelas satu seperti ku.Dia duduk di tangga yang menuju lantai paling atas.Waah… mungkin dia korban diskriminasi.Kesempatan !

 

“Maaf,ada apa denganmu ?” Tanya ku.

Dia diam menunduk.

“Halooo… ada apa dengan mu?” Tanya ku lagi.

“Aku,sering di ejek karena mereka bilang aku jelek dan kampungan.” Keluhnya .

“Kok bisa ?”

“Habis aku tak mengikuti tren.”

“Gwenchana,kau sudah keren kok karena tak jadi korban mode.Artinya kau punya prinsip sendiri,justru yang korban mode itu gak keren karena Cuma bisa ikut-ikutan saja.” Jelasku.

“Jeongmal ? berarti aku sudah keren ?”

“Tentu ! kau keren.”

“Waah… gomawo,aku merasa percaya diri.”

 

Yess !!! Aku berhasil membangkitkan semangatnya.

“Orang-orang yang terdiskriminasi harus di beri semangat supaya mereka tak merasa sendiri. Sip ! dengan begini aku sudah jadi penyelamat.” Oceh ku sepanjang perjalanan kekelas.

Tapi Sungjong tak bergeming sama sekali.Paling enggak komentar dong !

 

****

 

Hari ke dua aku dan Sungjong meriset.Dan ini sedikit nekat.Kami masuk ke sarang para gangster untuk mengetahui masalah yang membuat mereka jadi gangster.

 

“Waah… muka mereka seram-seram.” Ujar ku.

“Kau takut ? kalau begitu kembali saja.” Oceh Sungjong.

“Eh,tidak . Sudah jauh-jauh ke sini.”  Oh..ya buat apa takut ? bukannya aku juga bersama  seorang gangster.

“Maaf mengganggu,” ucapku.

Waduuuh…! Mereka langsung menatap tajam tak suka.

“Apa,hah ?!” jawab seorang dari mereka.

“Ng… itu kami mau Tanya kenapa kalian mau jadi gangster ?” ceplos ku.

“Memangnya kenapa ?”

“Bukannya gangster itu sampah masyarakat ?”

“Kau menghina kami ya ?”

Aku makin gugup.Sementara sungjong dari tadi diam saja.

“Mmm… bukan begitu.”

Greep ! Sungjong langsung menarik kerah baju ku dan membawa ku lari.

“Hei,ada apa sih tiba-tiba ?”  omel ku ditengah pelarian.

“Kau itu tak sadar situasi ya,mereka akan menghajar kita kalau kita tetap di situ.”

Ku toleh ke belakang.Mreka mengejar kami  berdua.

Bruuk ! aku terjerembab.sial kenapa ada lubang sih di sini ?

“Cepat !” Seru Sungjong sambil menarikku.

“Ah..! tas ku !”

“Biarkan saja.”

 

Hufth… nafasku masih terengah-engah.Untung kami berhasil kabur,tapi…

“Argh…! Tas ku !”

Sungjong menarik nafas santai,tanpa peduli rengekkan ku.

“Hei,kau ! coba kau tak menarikku,tasku tak akan jatuh !” omel ku lagi.

“Memangnya tasmu itu saja ?”

“Bukan sih,tapi didalamnya banyak barang penting tahu !”

Dia melengos pergi.Dasar ! anak berandalan !

****

Lama banget sih ! kami dari tadi menunggu Sungjong.Karena kami mau menyelesaikan makalah kami.Pasti bolos,pulang sekolah tadi dia tak terlihat.

Seyoon melihat ke gerbang sekolah dari jendela kelas.

 

“Tak ada tanda-tanda Sungjong.”Lapor seyoon sambil kembali ke tempat duduknya.

“Sudah,kita mulai saja.Aku malas nunggu lama-lama.” Perintahku.

“Maaf aku terlambat.”

 

Itu dia,baru muncul.Tampangnya babak belur begitu,pasti habis berantem.

“Ya ampun.. kau kenapa Sungjong ?” Tanya Baekhee.

“Biarkan saja dia,”Selaku. “Pasti dia habis kelahi dengan orang.Dasar tak berguna ! kami capek menunggu mu tahu !”

“Maaf.” Ucapnya.

“Kau itu hanya sampah masyarakat,jadi jangan sok hebat.Apa orangtua mu tak mendidikmu dengan benar ?!”

BRUAGH..!!

Sungjong menghantam meja.

“Kau,kau selalu bicara soal diskriminasi dan ingin menolong mereka.Dengan bangganya kau bilang kau adalah penyelamat mereka.Tapi apa kau sadar kalau telah mendiskriminasiku ? seenaknya memperlakukan ku seperti kuman.Kau tahu apa tentang hidupku,haa?!”

 

Sungjong langsung keluar setelah marah.

 

BRUKH !

 

dia tiba-tiba melempar sesuatu dari balik pintu. Tasku !? Apa dia mengmbilnya dari gangster-gangster itu?

“Kau terlalu kasar padanya.” Tegur Seyoon.

Hmm…habis aku sangat jengkel padanya tadi.Dan rasa marah itu tak menghasilkan sesuatu yang baik dan berguna.

 

****

 

Hari ini,hari presentasi.Sungjong duduk di bangkunya seperti biasanya.Aku tak berani menegurnya gara-gara peristiwa kemarin.

“Sungjong,makalah kita kurang banyak.Harus print lagi 11 jilid !” panic Baekhee.

“Hah ? tapi uang ku sudah tak ada untuk ngeprint.” Keluhku di setujui anggukan Seeyoon dan Yeonsaeng.

“Lalu ?”

“Hmmm…. “

 

Sementara kami berpikir,Sungjong menghampiri kami yang kebingungan.

“Biar aku yang membayarnya.” Tawarnya .

“Hoh ?” pelongo ku.

“Hoonmin,ayo pergi.”ajaknya.

“MWorago ?! di luar hujan deras,nanti saja.”

“Tak ada waktu.”

 

Dia langsung saja menarik kerah bajuku agar aku mengikutinya.

“Kita naik taksi ya,ke tempat print.” Cetusku.

“Aku bawa motor kok.”

“Hah ?”

 

Arrgghh… jadinya  basah.

Gimana enngak coba ? hujan deras begini di terobos.Sungjong juga ngebut takut kehabisan waktu.Mataku tak berhenti berkedip dari tadi  karena terkena tetesan air hujan.

****

Brrr…. Dingin.

 

“Ini.”Sungjong memberiku kopi panas.

 

Kami berdua masih menunggu yang kami print selesai.Sungjong tak bicara apapun.Diam saja sambil menyeruput kopinya.

 

“Sudah selesai.”kata seorang petugas.

“Berapa semuanya ?” Tanya Sungjong.

“24.000 “

 

Sungjong merogoh saku celananya.Ng…lama-lam dia terlihat kebingungan.

 

“Kenapa ?” Tanya ku.

“Dompetku jatuh.”

“Mwoya ?!! ah… Tuhan apa lagi sekarang ?”

“Mmm.. maaf,apa bisa aku membayarnya lain kali ?” tawar Sungjong pada pelayan itu.

 

Pelayan itu diam sesaat.

 

“Ng.. begini saja,aku bayar pakai HP ku, atau tahan saja dulu kartu pelajarku.Aku akan kembali lagi untuk membayar.” Lanjutnya.

“Mmm.. tak papa,bawa saja makalah-makalah ini dan barang-barag mu.” Jawab petugas itu,

“Tapi, aku tak enak.Tahan saja.Aku akan kembali lagi nanti.”

Pelayan itu  berpikir.

 

“Baiklah.” Katanya.

****

Dengan perasaan lega aku membawa makalah-makalah itu.Aku tak percaya akan mengatakan ini,untung  Sungjong membantu kami.

 

“Bagaimana ?” Tanya Yeonsaeng saat kami tiba di kelas.

“Tenang,semuanya berjalan baik.Sungjong sampai menggadai HP dan kartu pelajarnya.”terangku .

“Jeongmal ?” seru Baekhee.

 

Sungjong Cuma tersenyum kecil.

Ya,dia membuktikan aku salah menilainya.Benar,aku tak tahu apa-apa tentang hidupnya.Tak pantas kalau aku menghakiminya.Pepatah bahwa jangan menilai orang dari penampilan sudah ku buktikan sendiri.”

 

“Ternyata kau orang baik ya ,” ujarku pelan padanya.

“Kau tak tahu apa-apa tentang ku.” Ceplos Sunjong.

“Aku akan tahu nanti.”

“Hei,ini giliran kita presentasi.” Sela Seyoon.

“Lakukan yang terbaik.”kata Sungjong.

 

*******

— THE END —

*******

 

Hiks ! selamat tinggal…… ini seri terakhir LHS.Kalau da yg gak berkenan atau berkenan aja,maaf….

Karena dakuw hanya manusia biasa yang tidak biasa menjadi biasa-biasa saja agar tak jadi biasa inginnya jadi luar biasa dan yang namanya luar bi *tiiit………* (sensor,kalau enggak bakal panjang)

5 responses to “LHS : Naughty VS Good

  1. wahh… aku suka deh editan fotonya… huahhh memuaskann hahay…>.<
    btw btw, baguslah kau selesaikan…
    dan yang terpenting, jangan ambil Alcheon dari ku!
    I am always watching you

Komentar ditutup.