Little Super Junior : Mom, I Don’t Want to Go to School! (Shindong)

LITTLE SUJU SHINDONG

Helloooow…..  si author cantik kembali*cuiih !* Kali ini akyu membuat cerita tentang anak SUJU yg masih TK atw SD,Coz  aku sudah bosan menulis mereka jadi orang dewasa.But kudu diperhatikan ini hanya fiktif belaka ! So.. jangan percaya dan menjadikan cerita ku sebagai gossip,bisa2 dakuw masuk tipi butut kakek ku di acara SIKAAAT!!*temannya acara Silet*

 

SHINDONG:”mom, I don’t want go to school…”

 litt suju 1

Cast     : Shin Dong Hae (SUJU)

Genre   : Life

Author :Yoan Amalka Sabathini

 

Shindong duduk di depan pintu rumahnya.Sesekali dia menoleh ke dalam memperhatikan ibunya yang sibuk mencari sepatunya.Aah…. bagaimana kalau ibu tau kalau dia yang menyembunyikan sepatunya ? Sebenarnya dia takut menghadapi hari ini,hari pertama masuk sekolah untuk seorang anak TK.

Dia penasaran sekaligus cemas seperti apa sekolah itu.

“akhirnya ketemu,siapa yang menaruh sepatu didalam panci ?” Gerutu ibunya heran.

“Omma,apa aku harus sekolah ?” tanya shindong polos.

“Tentu saja,biar kau pintar.”

Shindong diam lagi.Dia tak mengerti  apa itu pintar,dan kenapa orang harus pintar?

Beberapa langkah  jauh dari gerbang rumahnya Shindong berhenti.Ibunya menatapnya dan mendapatkan wajah cemas di wajah Shindong.

“Kenapa lagi ?” tanya ibunya.

“Ibu aku tak mau sekolah,aku tak mau jadi pintar.” Jawab Shindong sambil menarik tangan ibunya.

“Huuhfff…” ibunya menghela nafas. “Ayolah Shindong. Kau harus sekolah ,”

“aku enggak mau.” Keukeuh Shindong.

“Nanti di sekolah kau akan di ajak main oleh songsaengnim dan dapat kue,kau juga bisa dapat teman.”

Shindong masih cemberut,tapi dia tak bisa menolak saat ibu menggandeng tangannya untuk pergi ke sekolah.

****

“Ibu aku tak mau masuk.” Rengek Shindong ,saat didepan pintu kelas.

“Pergilah,gwenchanayo.. banyak teman-teman baru menunggu mu.” Bujuk ibunya sembari menyodorkan Shindong ke dalam kelas.

Shindong menoleh kedalam kelas. Memang banyak juga anak-anak yang  baru saja masuk sekolah sepertinya.Dia pun masuk.Dan merasa sedikit lega karena banyak  orang yang bisa menjadi temannya.

****

            “Shindong ayo bangun !” seru ibunya melihat Shindong masih bergulung didalam selimut tebalnya.

“Kau harus sekolah hari ini.”

“Hah ?! lagi ? “ keluh Shindong dari balik selimut.

“Nde. Makanya cepat bangun.”

“Tapi kemarin aku sudah dapat kue,teman dan diajak main  songsaengnim,”

“Itu untuk yang kemarin,hari ini kan belum. Cepat bangun!”

Ibunya langsung menarik selimut yang daritadi tak bisa membiarkan Shindong keluar begitu saja dengan senang.

“Hoaahhmm…. Dingin.” Manja Shindong.

“Cepat mandi sana!” Seru ibunya lagi melihat kemalasan Shindong.

****

 Shindong memperhatikan teman-temannya yang sedang bermain bola di luar dari jendela.Ah.. dia ingin bergabung.Segera dia keluar menuju lapangan.

“Hei ! aku ikut main ya ?” pinta Shindong.

Teman-temannya yang bermain langsung berhenti dan melihat  pada Shindong.

“Kami tak mau main dengan mu.” Cetus seseorang dari mereka.

“Wae ? aku bisa main kok.” Rengek Shindong.

“Kau terlihat kampungan,jadi kami tak mau main dengan mu.”

Mata Shindong mulai merah.Dia mau menangis saja.Malas berlama-lama disekolah,ingin cepat-cepat pulang.

Begitu bell pulang Shindong lansung berlari keluar kelas.Di gerbang sekolah sudah ada ibunya menunggu.

“Ommaaa…” serunya menangis seraya memeluk ibunya.

“Wae? Ada masalah lagi ?”

“Aku nggk mau sekolah besok.Teman-teman ku bilang aku kampungan.”keluhnya.

Ibunya menarik nafas panjang.Ah… kenapa susah sekali membuatnya mau sekolah.

“Gwenchanayo.” Hasut ibunya.

****

 “Omma,benar aku terlihat keren ?” Tanya Shindong pagi ini.

Dia bergaya didepan kaca seolah-olah dia adalah seorang model terkenal.

“Nde.Kau keren.” Jawab ommanya seraya merapikan isi tas Shindong.

“Jadi tak ada yang bilang aku kampungan lagi ?”

Ibunya mengangguk.

“Ayo,saatnya sekolah.” Ajak ibunya.

Shindong bersemangat pergi ke sekolah.

****

     “Ommmaaaa…..”

Huufthh…. Ibu Shindong menarik nafas panjang.Berpikir apa lagi yang akan membuat Shiindong tak mau sekolah.

“Waeyo ?” Tanya ibunya.

“Minkyung-songsaengnim ingin memakan ku.” Lapornya.

“Hah ?!” heran ibunya.

“Dia bilang pipiku mirip mochi,jadi dia ingin menggigitnya.Omma,aku tak mau sekolah.. nanti aku habis di makan songsaengnim.”

Ah… ibunya mau pingsan saja.

****

Bel sekolah berbunyi.Dari jauh Omma Shindong sudah melihat Shindong berlari.Dia harap-harap cemas Shindong tak minta berhenti sekolah lagi.Tapi memang anak seusia Shindong belum mengerti pentingnya sekolah.

“Ommmaaa…! Besok kita sekolah lagi !” seru Shindong girang.

Akhirnya ! begitu kata hati omma Shindong.Angin apa yang mengubah anak ini ?

“Waeyo ?” Tanya omma nya.

“Tadi kami bernyanyi di kelas,lalu songsaengnim menyuruh ku bernyanyi.Teman-teman bilang suaraku bagus.Besok aku mau bernyanyi lagi.” Tutur Shindong senang.

Sepanjang perjalanan pulang dia terus berceloteh mengenai hal itu.Omma nya senang-senang saja.Bagus ! berarti ada yang memotivasi Shindong ke sekolah.Ingin rasanya dia berterimakasih pada songsaengnim yang mengajak Shindong bernyanyi itu.

****

“Ommaaaa………. !” Panggil Shindong.

Wajah Shindong terlihat kesal.Omma nya yang melihat dia datang mendekat menyadari hal itu.Berharap Shindong tak berubah pikiran untuk sekolah seperti kemarin.

“Waeyo ?” Tanya ommanya sambil merangkul  Shindong.

“Teman-teman di kelas memarahiku,katanya aku berisik karena sering bernyanyi,”

“Ah..,gwenchanayo,mereka hanya usil.” Ujar omma nya.

“Aku tak mau sekolah besok !” tegas Shindong.

“Andweeee…..!!!!”

…………………

— THE END —

………………….

Argh… susyeh buanget ciih… buat cerita anak yang masih polos.Maaf yakh ! kalau ceritanya gak nyambung atau gimana…… gitu…

Hayoo…. Cari lanjutan lainnnya.