Sunghyun Group : Golden Eggs (Part 1)

Sunghyun Group

THE GOLDEN EGGS (PART 1)

cats 2 (2)cats 1 (2)

Author :           Yesunggyu – Amalia Laili

Length :           Continue

Genre   :           Comedy friendship

Cast     :           Yesung, Kyuhyun (Super Junior)…. Jonghyun (SHINee)…. Baekhyun (EXO)…. Daehyun (BAP)…. Sungho (MBLAQ) ….Sunggyu, Woohyun (Infinite)…. Sungjae (BTOB)…. Soohyun (U-Kiss)…. Daesung (Bigbang)….Sungmin (SPEED / CO-ED SCHOOL)

Cameo :           Siwon, Onew, G-Dragon

 

Wah, aku kembali datang. Sebenarnya mau melanjutkan cerita noona neomu yeppo, tapi entah kenapa ide ini muncul. Aku baru menyadari kalau cerita yang berasal dari hati itu lebih baik. Hehehe… oh ya, ini salah satu kendala. Dimana aku membuat banyak cast… huaaahhh… kepala ku ini tidak mau kompromiiiii….pokoknya dibaca yooo dan komentarnya!!!!

…………………………

Di sekolah DALBITBADA *kayak lagu Fiestar*

Ada dua kelompok, yaitu Hyun dan Sung. Kelompok ini sangat erat persahabatannya. Tapi saling bermusuhan antar tim *?*. tim Hyun sering disebut tim ribut, karena orang-orangnya pada ribut. Sedangkan tim Sung adalah tim yang aneh, ya karena orang-orangnya aneh lah. Beberapa kali mereka sudah dipanggil kepala sekolah dan sudah beberapa kali dihukum. Seperti nyapu halaman sepak bola, membersihkan gudang (pada akhirnya mereka malah “cuci gudang”), dll. Bahkan dalam keadaan dihukum pun mereka masih kelahi. Haduh.

……………………..

Pada suatu hari yang cerah, di sekolah, keadaan sangat aman damai dan tentram. Bagai disurga katanya. Murid-murid berdiskusi dengan riang, guru-guru mengajar dengan hati gembira.

kelas 11-1

“karenanya maka jika ini ditambah ini, maka akan menghasilkan malapetaka yang besar…bla bla bla…” seorang guru mengajar didepan kelas, pelajaran budi pekerti.

“oh… aigoo… aku bosan… kenapa gurunya mesti Siwon?” ujar Yesung yang sedang bersender dengan malas kepada 2 teman dibelakangnya, 1 teman disampingnya, dan 2 di depannya.

“keure, Yesung… sangat membosankan…” jawab Daesung yang duduk disampingnya.

“aku tidak bosan tuh…” jawab Sungjae didepannya yang tidak menoleh sedikit pun.

“heh… Sungjae, apa yang membuatmu bosan sih?” Sunggyu yang duduk disampingnya itu menggelengkan kepala. Ia lalu berbalik dan menghadap kepada Yesung. “ya, Yesung! Bagaimana kalau kita mengerjai orang itu…”

TAKK…

“Sunggyu! Kau memang bodoh! Sudah berapa kali kita mengerjainya? Malah kita dibalas berkali-kali…” jawab Yesung.

“keuromyoo…” angguk Sungmin, kepalanya nongol dari belakang Yesung kayak kunti. “waktu itu kita menyiraminya air segayung, dia kasih selautannnn…kayak dangdut gitu… Sungmin sangat tidak menyukainya!”

“Sungmin, jangan menyanyi, gigiku sakit!” ujar Sungho yang duduk disamping Sungmin sambil memegangi pipinya.

“wah… Sungho! Kau akan tumbuh gigi baru? Hahaha…” Daesung tertawa.

“sst… tidak kok! Daesung, kau mau gigimu kutambah hah! Diam lah…” bisik Sungho geram. Ehm, ralat bukan membisik tapi menggertak.

“dan karenanya lautan kejahatan itu harus… hmmm” Siwon-sonsengnim berbalik badan dan melihat huru-hara muridnya.

“shikeuro… Siwon-sonsengnim melihat kita!” ancam Sungjae sambil membalikkan badannya dengan cepat.

“WOY! Kita malah ketahuan karena kau!” Yesung langsung memutar badan Sungjae kembali ketempatnya.

“APAAAA YAAANGGG SEDAAANGG KALIAAANN LAKUKAAANN…???” tanya Siwon dengan geram, dia meremas buku, siap-siap melempar.

“mau ngapain aja boleh!” jawab Yesung cok cool.

“Ya Tuhan, maafkan hambamu yang cakep bin tampan ini. Hamba harus menghukum murid kurang ajar ini…” ucap Siwon dalam hati.

“YESUNG, DAESUNG, SUNGMIN, SUNGHO, SUNGGYU, SUNGJAE! KALIAN KELUAR!” teriak Siwon menggelegar.

“kenapa saya juga?” tanya Sungjae polos.

“kapan pak?” tanya Sungmin bego.

“PAS KIAMAT! YA SEKARANG LAHHH… KELUARRR…”

……………………..

Kelas 11-2

Suasana sangat sepi persis kayak kuburan, mereka sedang ulangan Matematika. Kyuhyun yang duduk paling belakang adalah salah satu siswa yang pandai dalam matematika. Dia hanya memain-mainkan psp yang disembunyikan di bawah meja.

“sst…” bisik Daehyun pada Soohyun yang duduk disampingnya “dia sudah tuh!”

“Kyuhyun, minta jawaban nomor 5!” bisik Baekhyun yang duduk disamping Kyuhyun karena melihat kode dari Daehyun dan Soohyun, SOS.

“Hmm… nanti saja…” jawab Kyuhyun tanpa menoleh.

“dasar pelit… “ ujar Baekhyun. Dia menoleh pada Daehyun dan Soohyun sambil menggelengkan kepala tanda menyerah.

“ehemm…” Woohyun yang duduk didepan Kyuhyun berdeham. “Kyu-ah… apa jawaban nomor 19?” bisiknya.

“molla…” jawab Kyuhyun tanpa menoleh.

“mana kertas jawabanmu?” tanya Jonghyun yang duduk disamping Woohyun.

“molla…” jawab Kyuhyun tanpa menoleh lagi. Keningnya berkerut “a… sedikit lagi” ucapnya dalam hati.

“JANGANNN MENYONTEEEKKK…” seru pak Onew (mudaan gurunya, hehehe) sambil mengetuk-ketuk tongkat di tangannya ke lantai 3 kali. Semua murid langsung tegang. Tulang belakang langsung tegak. Mimpi langsung buyar.

“AAARGGGHHHH… GARA-GARA KALIAN INIIII…. JANGAN MENGANGGUKUUU AKU SEBENTAR LAGI SAMPAI FINAAALLL!!!” Teriak Kyuhyun pada 5 temannya. Kelimanya hanya kaget. Gak berani liat Kyuhyun apalagi pak Onew. Hanya menunduk. Terdiaaamm.

“Kyuhyun… KENAPA BAWA PSP KESEKOLAAHHH!!!” Suara pak Onew menggelegar bersaut-sautan dengan suara Pak Siwon dikelas sebelah.

“KYUHYUN, BAEKHYUN, SOOHYUN, DAEHYUN, WOOHYUN, JONGHYUN… KELUAR!” tihtah pak Onew sambil mengambil PSP Kyuhyun.

“paaakkk jangan PSP SAYYYAAAA…” Kyuhyun mencoba meraih PSPnya, tapi apa boleh baut, eh buat, tangan pak Onew lebih panjang.

“no no no… peraturan adalah peraturan… sekarang keluar, atau saya buang PSPnya!” ujar pak Onew.

“baiklah pak… ayo keluar…” Kyuhyun menarik teman-temannya keluar.

……………………..

Dilorong kelas 11, Sung dan Hyun bertemu. Karena sama-sama dikeluarin. Yesung keluar duluan dari kelasnya sebagai pemimpin dan Kyuhyun keluar duluan dari kelasnya juga sebagai ketua. Hehehe.

“kau!” mereka berdua secara reflex saling tunjuk-tunjukkan.

“wah… ternyata kalian bukan anak yang baik…” ejek Yesung.

“kau juga…” jawab Kyuhyun.

“huft…” semua menghela napas lelah “benar.”

“tapi setidaknya kami dikeluarkan bukan karena main PSP dikelas dan Nyontek…” jawab Sungmin.

“kau tau dari mana? Dasar mata keranjang!” sahut Jonghyun.

“apa maksudmu mata keranjang? Bahkan pemilihan katamu tidak tepat, botak!” jawab Sungmin lagi.

“koreksi dirimu… jelas-jelas aku punya rambut…” ujar Jonghyun yang memegang rambutnya yang kayak kucing angora.

 

BRAKK…

“Ya! Kalian ribut sekali!” ujar pak Siwon kepada 2 tim yang memanas.

“Hei! Bisa-bisa nya kalian bercakap dengan akrab dalam keadaan ujian!” Pak Onew memukulkan tongkat ke kepala Kyuhyun, untung sempat menghindar.

“bagian mananya yang terlihat akrab? Lagian mereka yang duluan kok!” Kyuhyun menunjuk Yesung.

“heh, tukang rusuh diam saja!” balas Yesung.

“kau itu yang tukang rusuh!” pak Siwon menyentil kepala Yesung yang besar.

“pokoknya kalian diam disini!” ujar pak Siwon dan pak Onew lalu kembali kekelas.

“hari ini sangat buruk…” ujar Sungjae sambil segera berlutut dan mengangkat kedua tangannya diikuti dengan teman-temannya yang lain.

“kali ini aku setuju!” jawab Baekhyun.

“huft….” Mereka semua menundukkan kepala dan menghela napas lelah.

………………….

Yesung dan Kyuhyun hanya diam menunduk begitu berada di ruang kepala sekolah killer yang angker dan penuh mistis karena bau kemenyan. Diyakini ruangan ini pernah dijadikan tempat penjagalan hewan-hewan purba, makanya kepala sekolahnya juga kayak hewan purba, naga. Hehehe.

“bapak kasihan lihat kalian begini. Selalu bikin rusuh. Selalu buat hal yang gak jelas… kenapa sih? Kalian tidak bisa berubah jadi lebih baik?” tanya pak Jiyong yang duduk dikursi goyang eh kursi putar itu loh kayak punya pejabat.

“…”

“kami sudah rapat dengan guru-guru dan akhirnya menemukan kesimpulan akhir…”

“…”

“kalian berduabelas akan dikeluarkan!”

“APPPAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA????????????……………………” Kyuhyun dan Yesung berteriak dengan kencang karena kaget. Rasanya rahang mereka mau lepas.

“aigoo… belum selesai!” jawab Pak Jiyong sambil menutup kedua telinganya, dia kasihan lihat kedua muridnya yang mangap kayak ikan didaratan dengan air mata yang mengalir deras kayak air terjun.

“pakkk jangan keluarkan kami, keluarkan saja mereka!”

“mereka pakkkk jangan kamiiii”

“ya ya… ada satu syarat!”

“apa pak?”

“kalian harus menemukan telur emas kita yang hilang!”

…………

…………

…………

“gitu deh!” ujar Kyuhyun mengakhiri ceritanya pada anggota Hyun Team. Yang lain angguk-angguk.

“aku baru tahu ada telur emas disekolah!” ujar Daehyun.

“aku juga” sahut Baekhyun. “untuk apa itu…”

“berapa tahun kalian sekolah?” ejek Jonghyun.

“telur itu adalah mascot sekolah ini… telur berwarna emas yang tidak pernah menetas!” terang Soohyun.

“pada dasarnya bukan telur sih, itu hanya batu yang indah saja, kayak telur!” tambah Kyuhyun.

“Tapi Kyuhyun, aku dengar itu beneran telur dan sangat rawan!” balas Baekhyun.

“aku gak tau deh! Pokoknya kita harus menemukan telur itu supaya kita gak keluar” putus Kyuhyun dengan semangat.

“YOSHHH”

…………

…………

…………

“Aishhh…” semua anggota Sung Team hanya menghela malas sambil bersandar di tempat masing-masing.

“gak penting banget deh…” sambung Sungjae sambil memanyunkan mulutnya.

“sudahlah… tak perlu diprotes, itu adalah tugas kita…” jawab Sungho pada Sungjae “meskipun gak masuk akal, tapi itu satu-satunya cara untuk kita supaya bisa tetap sekolah…”

“baiklah…” angguk Sungjae.

“kalau begitu mulai besok…” Yesung langsung berdiri dengan semangat. “kita cari telur emas itu…”

“oh ya! Ketua!” Sungmin angkat tangan kanan untuk angkat suara.

“ada apa?” tanya Yesung.

“saya mau tanya…” ujar Sungmin.

“saudara Sungmin di persilahkan…” jawab Yesung seperti di sidang DPR.

“begini Ketua, telur emas itu, telur ayam, bebek, angsa, ular, kura-kura, penyu, buaya, kodok, atau…”

“ah benar! Aku lupa menanyakan itu saudara Sungmin. Sebaiknya aku bertanya pada pak Jiyoung!” Yesung langsung mengambil hapenya yang ada disampingnya. Mencari nomor kontak Jiyoung.

“gimana ketua?” tanya Sungho gak sabaran.

“aku lupa, aku gak punya…” kekeh Yesung. “eh… ada yang nelpon… diam!”

“yoboseyo…” ujar suara seberang.

“yoboseyo, nuguya?” tanya Yesung.

“kapan waktu yang ditentukan? Sampai kita menemukan telur itu?”

“heh? Kyumin?”

“Kyuhyun! Pabo! Namaku Kyuhyun! Jadi kapan terakhir waktunya?” tanya Kyuhyun ternyata.

“-darimana kau tau nomorku?- 3 minggu kan?” ujar Yesung angguk-angguk.

“3 minggu??? Gak gila apa? Baiklah kalau be….”

“eh… jangan ditutup! Ehm, telur emas itu telur apa? Telur ayam?” tanya Yesung lagi.

“Telur ayam lah!! Kau tidak dengar penjelasan pak Jiyoung ya?”

“baiklah kalau be…”

 

TIIIITTT…

“yah, dia mematikannya, yasudah. Aku juga tidak mau bicara banyak…”

……………………….

3 hari kemudian, di sekolah.

“aku menyerah…” ujar Sungjae langsung duduk di bangku taman sekolah, Daesung, dan Sungmin juga ikut.

“aku juga!” ujar Sungmin.

“bagaimana ini, Yesung?” tanya Sunggyu “kalau begini terus, kita tidak akan menemukan telurnya?”

“entahlah…” geleng Yesung.

“huahhh… aku tidak mau keluar dari sekolah ini!!!” ujar Daesung.

“bagaimana kalau kita kerjasama?” tegur Kyuhyun sambil membawa teman-temannya. Ia mendatangi Yesung.

“heh? Kau juga hampir putus asa?” tanya Yesung.

“bukan begitu!!!” bantah Kyuhyun.

“baik, itu bukan masalah… jadi kerjasama bagaimana?” tanya Yesung.

“karena kedua tim kita ini akan dikeluarkan bila tidak menemukan telur emas itu, sebaiknya kita kerjasama hingga telur itu ketemu! Gimana?” usul Kyuhyun.

“bagus, teruskan!” simak Yesung.

“dan sekalian menyambung tali silaturahim dan silaukhuwah, maka kita biarkan satu orang tim Kyu dan satu orang tim Sung bergabung begitu…”

“anggotamu setuju semua?” tanya Yesung.

“tentu saja!” jawab Kyuhyun mantap.

“terpaksa lebih tepatnya” timpal Baekhyun yang dibalas tatapan mematikan Kyuhyun.

“oke!”

Jadi, mereka pun bersatu. Yesung dan Kyuhyun, Daehyun dan Sungmin, Sungjae dan Baekhyun, Sungho dan Woohyun, Sunggyu dan Soohyun, Daesung dan Jonghyun.

“Yosh! Sore ini kita kembali!” ujar Yesung sebagai ketuanya ketua, hehehe…

……………………..

Sorenya, pukul 6.50.

“nah begini…” Woohyun melihatkan pada mereka sebuah peta sekolah mereka.

“darimana kau dapat?” tanya Sungho.

“-ku curi dari kepala sekolah- ada 6 tempat kemungkin telur itu berada. Pertama, ada di ruang ekskul tata boga, biasanya anak-anak itu suka masak tanpa melihat bahan, siapa tahu mereka masak tuh telur, Daehyun dan Sungmin disitu… kedua, ada di lapangan basket…”

“kok bisa?” tanya Daehyun.

“biasanya kalau gak ada bola, anak basket itu main apa aja gitu, Jonghyun dan Daesung kesana. Ketiga, ada di perpustakaan, biasanya keselip, Kyuhyun dan Yesung kesana. Keempat, ada di laboraturium IPA, mungkin dijadikan bahan percobaan, Sungjae dan Baekhyun tugasnya….”

“….” Mereka semua diam.

“huft…” Woohyun tarik napas. “lanjut. Kelima, ada di gudang! Itu kemungkinannya 70%. Aku dan Sungho yang kesana. Lalu yang terakhir, ada diii……………..”

“….”

Deg

deg

deg

“di ruang kepala sekolahhhhh…”

“heh? Kok bisa?” tanya Yesung.

“siapa tahu dia cuman ngerjain kita kan? Pokoknya yang terakhir itu tugas Sunggyu dan Soohyun.”

……………………….

Di ruang eksul tata boga, pukul 7.

“huahh… kotor banget nih…” keluh Sungmin, Daehyun hanya diam melihat hal yang berantakan itu. ada sayur dimana-mana, buah, tempe, tahu, pokoknya bahan sembako.

“tempat telur ada dimana?” tanya Daehyun.

“hem?” Sungmin menoleh pada Daehyun lalu menunjuk ke belakang Daehyun. “coba baca peta ruangannya yang tertempel di papan itu….” mereka berdua lalu pergi dan membaca.

“disana…” Daehyun pergi ke rak bahan makanan dengan tulisan EGGS.

“ohh…” Sungmin mengejar Daehyun. “ada tidak?” tanyanya.

“hmmm… coba-cari lagi…” Daehyun menggeleng dan mereka pun mulai mencari ditempat lain.

 

KLAPP…

“Mati lampu!” sahut Daehyun.

“Dae, ada sinar tuh!” Sungmin menunjuk ke satu sudut yang bersinar cerah.

“-kenapa memanggilku begitu?- apa itu?” Daehyun mengambil hapenya dan membuat cahaya, Sungmin juga.

“-aku manggil Daesung begitu sih- itu apa ya?” Sungmin dan Daehyun makin dekat dengan benda itu… dannn…

“TELURNYAAA!!!”

 

BBIRIMBOM BBIRIMBAM…

…………………………

Di lapangan basket, pukul 7.00

“huahh… lama tidak kesini…” ujar Jonghyun.

“memang kau pernah kesini?” ejek Daesung.

“apa maksudmu?” tanya Jonghyun tersinggung.

“lupakan…. Temanmu bilang disini kan? Masuk akal gak tuh? Gak mungkin deh!” ujar Daesung sambil mencari-cari di tempat penonton.

“dia bilang disini ya mungkin aja!” bela Jonghyun.

“harusnya dia bilang di lapangan bola juga dong. Anak sana kan juga rada gak beres…”

“cerewet! Cari saja sana!”

 

KLAP…

“Ishh… siapa nih yang gak bayar listrik…” omel Jonghyun.

“kepala sekolah tuh! Eh, Jong! Apa tuh? Di atas ring?” Daesung menunjuk cahaya yang ada diatas ring.

“entah, coba kulihat…” Jonghyun dan Daesung menghampiri ring basket dan menyipitkan mata mereka.

“naik! Ambil!” seru Daesung.

“kenapa bukan kau?” tanya Jonghyun kesal.

“aku takut ketinggian!” jawab Daesung santai.

“ambil kursi…” tihtah Jonghyun, Daesung segera mengambil kursi dan memberikannya pada Jonghyun.

“ayo naik! Semangat!” seru Daesung.

“ishh… sikkeuro!” Jonghyun menggapai-gapai.

“kau ini… kurang ti…”

“apa! Kau bicara lagi kutendang!” Jonghyun siap-siap menendang wajah Daesung.

“arata, mian… lompat! Lompat!”

“hup!” Jonghyun berhasil mengambil benda yang bercahaya itu.

“ini….”

 

RING DING DONG…

……………………………

Di Laboraturium IPA, pukul 7.00

Sungjae menarik tangan Baekhyun yang mau kabur dari tempat itu. Baekhyun tidak mau masuk lab, alasannya, dia kena penyakit tidak-bisa-masuk-lab-malam-malam.

“bagaimana kita bisa menemukan telur itu kalau kau tidak masuk? Ayo…” Sungjae menarik Baekhyun sekuat tenaga.

“ehhh…”

 

KLAPP…

“Kaaannnnnnnnnnnn mati lampppuuuuuuuuuu….” Teriak Baekhyun.

“aku tahu itu…” jawab Sungjae.

“darimana?”

“dari radio tadi siang… ayo…” Sungjae menarik Baekhyun dan mereka pun masuk ke Lab.

“eh, Baek… apa itu?” tanya Sungjae sambil menyipitkan matanya.

“aku tidak lihat!” Baekhyun menggelengkan kepala.

“jangan tutup matamu, itu loh, dibagian jantung rangka itu…” tunjuk Sungjae pada rangka tubuh manusia yang nyantol di dekat jendela. Dalam keadaan gelap dan berangin itu membuat segala sesuatu jadi mistis. Baekhyun merinding.

“ohhhh… itu kannn….” Baekhyun berlari tanpa memikirkan ketakutannya.

“kau ini…” Sungjae mengikuti dari belakang. “wow!”

 

WOOOW…

“Ringtone mu jelek banget!” ejek Baekhyun begitu dia mengambil benda bersinar itu, telur emas.

“hush… diam…” Sungjae menjawab telepon dari Yesung. “ke perpustakaan?”

“kenapa?”

“ayo…” Sungjae menarik tangan Baekhyun lagi.

“jangannnn…” Baekhyun berteriak, meronta, menolak.

……………………………

Diperpustakaan, Kyuhyun, Yesung, Woohyun, dan Sungho terdiam melihat 2 telur emas yang mereka taruh di tengah-tengah meja di sinar lampu senter.

“telurnya kenapa bisa…” Sungho menggeleng-gelengkan kepala.

“ternyata benar, tempatnya disana…” ujar Kyuhyun.

“TAPI KENAPA BENER DUA! JADINYA KITA BINGUNG YANG MANA YANG BENERRR…ARGGGHHH!!!” Woohyun menggila.

“ada yang aneh…” sahut Yesung, mengabaikan Woohyun.

“seperti kau, kita tunggu yang lain…” jawab Kyuhyun yang membuat Yesung manyun.

 

BRAKK….

“ketua kami dapat telurnya!” –Sungmin dengan Daehyun-

“jangan menarikku!” –Baekhyun dan Sungjae- “kami dapat Telurnya”

“Kau harus minum susu supaya tinggi, auw!” –Daesung dan Jonghyun- “Yesung, kami dapat nih!”

“kami tidak menemukan apapun, tapi kami menemukan ini!” Sunggyu memberikan kertas berwarna emas pada Yesung dan Soohyun memberikan kertas yang berwarna putih pada Kyuhyun.

“loh, telurnya ada 5?” tanya Sungmin heran.

“hahhhh??? LIMAAAAAAAAAAA???” Woohyun menggila lagi. “KENAPAAA KENAPPPAA…”

“abaikan saja…” ujar Soohyun. “kenapa bisa lima yah?”

“coba di pecahkan, salah satunya pasti bener!” usul Daehyun.

“…………” semua menatap Daehyun dengan tatapan –kau-mau-kita-semua-mati-?

“baik, aku diam…” Daehyun duduk disamping Woohyun yang menggila.

“coba dengar!” Yesung mulai membaca kertas emas tadi. “Sunggyu, cahaya!”

“baik!”

Bunga yang tumbuh diantara dagu dan hidung

Telur yang harus berada diantara kedua mata

“apa itu?” tanya Sunggyu heran.

“tidak tahu… coba kau baca satunya Kyuhyun…” jawab Yesung.

“Soohyun… lampunya, cepat!” tihtah Yesung.

“iyaaa!”

Sinar yang tampak rapuh

Tepat dibawah sinar matahari dan rembulan

Di tempat pemimpin

“maksudnya?” tanya Soohyun. Kyuhyun mengangkat bahu.

“ayo kita pecahkan teka-teki ini!” Woohyun kembali bersemangat, Daehyun menarik Woohyun untuk duduk kembali.

“coba kita pikirkan, bunga yang tumbuh diantara dagu dan mulut…” Sungmin berpikir sambil menatap langit-langit perpustakaan yang gelap.

“di tempat pemimpin ya…” Daesung mulai berpikir “AH! Bagaimana dengan ruang kepala sekolah? Dia pemimpin kelas ini kan?”

“kalau semudah itu, bukan teka-teki namanya!” ujar Baekhyun.

“ya, lagipula. Pemimpin apa dulu? Kalau sekolah sih bener. Tapi bagaimana kalau ketua kelas, ketua osis, ketua ekskul? Atau gubernur bupati presiden?” sambung Sungho yang mendapat anggukan dari semuanya.

“jadi bagaimana?” tanya Daesung.

“aku sepertinya pernah mendapat pertanyaan tentang bunga yang tumbuh diantara mulut dan dagu…” sahut Jonghyun.

“apa?” tanya Yesung.

“ehm… antar mulut dan dagu, ya?” pikir Soohyun. “ipsul (bibir)?” dia menunjuk bibirnya.

“ipsul? Ipsul? Lips?” pikir Jonghyun.

“TULIP!” Pekik Woohyun.

“tulip?” Sunggyu bingung.

“ah, benar. Tulip! Dua bibir. Two lips!” tambah Jonghyun.

“berarti tempat pemimpin dengan bunga tulipnya!” Daesung ikut.

“ada dimana disekolah ini?” tanya Kyuhyun.

“ada dua tempat!” jawab Sunggyu.

“ruang kepala sekolah atau ruang osis…” ujar Yesung.

“huft…” mereka semua kembali menunduk lelah.

“lagipula untuk apa kita memikirkan semua ini? Kan kita sudah menemukan telurnya?” tanya Sungjae.

“kau benar…” angguk Yesung.

“sinar yang tampak rapuh…” gumam Jomghyun sambil memegang 2 telur ditangan.

“setelah ku perhatikan, ini bukan telur. Ini seperti bohlam…” ujar Sungmin sambil memegang salah satu telur emas miliknya.

“bohlam?” Woohyun mengambil telur itu dari Sungmin sambil mengamatinya. “coba lihat yang lain…”

“benar!” seru Baekhyun, Daehyun, dan Jonghyun.

“berarti telur emas ini adalah lampu!” seru Woohyun.

“sudah! Kita pecahkan saja teka-teki ini, setelah itu baru kita tanyakan maksudnya!” putus Yesung, yang lain hanya angguk-angguk mendengarkan kata tetua.

“kita pergi ke ruang kepala sekolah!” tihtah Kyuhyun.

“kenapa?” tanya Yesung.

……………………………….

— TO BE CONTINUE —

………………………………..

Aku sudah lupa kapan terakhir kali aku bikin FF TBC haha… pokoknya dibaca. Kurang lucu ya? Iya sih kurasa. Hambar. Tambahin garam aja deh ya.