Little Super Junior : Dog *Donghae’s Story*

LITTLE SUPER JUNIOR

DONGHAE

litt suju2

— DOG —

……………………………

“Waah anjingnya lucu-lucu.!”

“Ayo,cepat.Kita sudah terlalu lama disini.”

Sudah beberapa jam kami di petshop.Dan Yuri masih asyik bermain dengan anjing-anjing itu.

“Sebentar lagi yah… anjingnya imut-imut nih…” tawarnya. Dia memperhatikan wajahku.

Dia pasti dapat membaca kebosananku yang mulai memuncak.Makanya dia berhenti bermain-main dengan anjing-anjing itu.

“Ku traktir kopi deh,habis wajahmu kesal begitu.” Ujarnya.

“Ini lebih menjengkelkan di banding menemani omma ku belanja !” gerutuku.

Kami berdua duduk di kursi di pinggir taman sambil menikmati kopi yang di traktirnya.

“Benar lho.. anjingnya lucu-lucu tadi.!” Ingatnya lagi.

“Kenapa nggak beli aja tadi ?”

“Mmm… mau sih.. tapi di tempatku nggak boleh pelihara binatang.”

“Lalu kecoa di kamar mandi dan tikus di atap itu peliharaan siapa ?” ledek ku.

“Memangnya tempatku sejorok itu apa ?!” cetusnya kesal. “Kau betul-betul nggak tertarik sama anjing-anjing itu tadi ?” Tanya nya.

“Mmm… mau dengar cerita ku ?”  tawarku.

****

FLASHBACK ON

Musim panas saat aku kelas 2 SD.

“Donghae,anak anjingnya lucu-lucu.!” Kata omma girang.

Aku dan orangtua ku sedang mengunjungi teman ayah,paman Gildong.Dan dia berbaik hati memperlihatkan anak anjing barunya.Ya,mereka memang sangat menggemaskan dan mungil !

“Kau mau satu ?”tawar paman Gildong.

“Tentu ! aku mau !” jawabku senang.

“Pilih saja yang mana mau kau bawa.”

Aku melihat-lihat anak-anak anjing itu.Ah..,yang ini saja deh ! si putih dengan totol coklat.

“Paman aku ambil yang ini ya ?”

Paman Gildong mengangguk setuju.

Senangnya,aku dapat teman baru.Karena kami cuma tinggal bertiga saja.Dog.Kunamai anjing baruku itu Dog.

Tapi cuma semalam aku bersama dengan Dog.Esoknya,ayah membawanya ke tempat kakek dan nenek.Alasannya di rumah tidak ada yang bisa merwat Dog dengan baik,dan aku masih dianggap kecil untuk melakukan hal itu.

Meskipun aku sebenarnya tidak mau,tapi tak apalah.Toh,aku masih bisa men.

“Paman aku ambil yang ini ya ?”

Paman Gildong mengangguk setuju.

Senangnya,aku dapat teman baru.Karena kami cuma tinggal bertiga saja.Dog.Kunamai anjing baruku itu Dog.

Tapi cuma semalam aku bersama dengan Dog.Esoknya,ayah membawanya ke tempat kakek dan nenek.Alasannya di rumah tidak ada yang bisa merwat Dog dengan baik,dan aku masih dianggap kecil untuk melakukan hal itu.

Meskipun aku sebenarnya tidak mau,tapi tak apalah.Toh,aku masih bisa menemui Dog dirumah kakek yang tak terlalu jauh dari rumahku.Lagipula Dog bisa jadi teman masa tua kakek dan nenek yang tinggal berdua saja.

***

            Musim gugur saat aku kelas 3 SD. Aku mencari Dog ke rumah kakek. Tak ada. Nenek juga tak ada. Cuma kakek dan Dongwon sepupuku saja di rumah.

“Dog menemani nenek menanam sayur di kebun.” Tutur kakek.

Anjing kecil itu sudah menjadi bodyguard kakek dan nenek yang pintar.Kemanapun kakek dan nenek pergi,Dog selalu ikut.Tapi menurut kakek,Dog lebih akrab dengan nenek.Wah… aku sedikit kecewa.Padahal aku majikan aslinya,apa aku kurang rajin mengajanya bermain ?

Tak lama nenek pulang dengan mengendarai sepeda,dengan Dog yang berlari dibelakangnya.Lansung saja aku ajak Dog berenang ke sungai di belakang rumah kakek.

Aku menyadari perbedaanku dan nenek memperlakukan Dog.Aku Cuma mengajaknya main-main saja.Sedang nenek,merawat,memandikan Dog,menyisir bulu-bulunya.Nenek juga tak pernah memukul atau memarahi Dog,walaupun kadang Dog mengganggu.Perlakuan seperti itu mungkin berkesan untuk seekor binatang yang dianggap berotak kecil.Tapi seekor ajing seperti Dog bisa memahami kasih sayang itu.

Keakraban itu kubuktikan saat kami pergi ke kebun.Dog mungkin tersesat.Sehingga sampai pulang kami tak melihatnya.Biasanya,meskipun kami meninggalkan Dog,dia pasti bisa menyusul kami.Sampai beberapa jam kami menunggu Dog tak muncul-muncul juga.

Nenek pergi mencari Dog.Aku ingin ikut,tapi dia tak membolehkan.

Setelah menunggu beberapa lama,nenek dating sambil menggendong Dog.Kakinya agak memar.Katanya terperangkap jebakkan para pemburu di hutan.Dog tidur di pangkuan nenek dengan nyaman oleh elusan nenek.

Bagiku seperti melihat nenek menemukan semangat dihari tuanya.Aku tak jadi menggerutu kenapa Dog di pindahkan ke rumah kakek dulu oleh hal ini.Kehadiran Dog seperti mendatangkan keindahan hidup mereka kembali.

***

Musim semi kelas 5 SD.Nenek sakit. Kata dokter paru-parunya bocor.Namun nenek seakan tak peduli itu,dia tak mau kalah dengan penyakitnya.Tetap melakukan aktivitas seperti biasa,meski nafasnya sering sesak.Bahkan mengajak ku dan Dongwon menanam kubis di halaman rumah.

Di suatu sore,yang membuat ku merasakan waktu tak bisa di ulang.Omma dan aku mau pulang dari rumah nenek.Padahal kami sudah di luar pagar rumah nenek.Tiba-tiba dia memanggil sambil menunujukkan sebuah cangkir.

“Kopi mu belum kau habiskan !” seru nenek di depan pintu rumah.

“Tak usah,kami berdua mau pulang.” Balas omma.

Jam 12 malam.Aku di bangunkan dari tidur.Untuk sebuah kabar menyedihkan.Nenek meninggal.Pikirku,nenek hanya peri ke tempat yang lebih baik daripada dunia,makanya tak mengerti mengapa orang-orang menangis di sekitar peti nenek.

Selama masa berkabung,aku tak pernah melihat Dog.Entah dia besembunyi dimana,mungkin menangisi kepergian nenek juga ?

Lalu beberapa minggu setelahnya,Tak kutemukan Dog sama sekali.Dan selamanya.Dog sudah mati.Kakek bilang dia tak mau menyentuh makanan sama sekali.Dog diam terus di kandangnya,sampai akhirnya mati.Dog apakah kau membunuh dirimu sendiri ? demi mengikuti nenek.Ternyata kata orang-orang bahwa anjing itu setia tidak bohong.Dog pasti ingin menjadi teman nenek di rumah Tuhan,sebagai bukti kesetiaannya.

FLASHBACK OFF

***

            “Dog itu anjing pertama dan terakhir yang ku miliki.” Tuturku pada Yuri yang mencermati ceritaku. “karena sampai sekarang aku tak pernah punya niat mau pelihara anjing lagi.”

Yuri meneguk air kopi terakhirnya.

“wae ? kan anjing-anjing lain bisa jadi temanmu juga,” komentarnya.

“Tidak ah ! aku tak mau kalah dari Dog,aku juga mau setia padanya. Sudahlah,kita pulang.”

Hmm… awan putih yang kulihat hari ini mirip bulu-bulu Dog.Aku jadi ingin bertanya,

“Dog,apa kau menjaga nenek dengan baik ?”

“Apa ? tadi kau membisikkan apa ?” Tanya Yuri.Rupanya dia mendengar pertanyaanku tadi.

“Tidak,bukan apa-apa.” Jawabku.

…………………………….

— THE END —

……………………………….

Tunggu aja lanjutan yang lain dengan member lain pula…! >.<

Oh..ya sebenarnya ini pengalamanku sih,beneran lho ! Udah SMA baru aku sedih dengan hal itu. Hikz ! -_-

5 responses to “Little Super Junior : Dog *Donghae’s Story*

  1. Nice (y)
    Keren ff nya, cuma ga nangis si,
    Waktu bacanya terbayang anjing ku dlu,
    Tinggal ma nenek juga si, cuma masi ada, malah uda punya anak, dri kecil di rawat di rumh nenek, stelah nenek meninggal, gantian
    #kok malah curhat y akunya??

    • waah… kita punya pengalaman yang sama…
      *maaf baru balas sekarang,sibuk syuting and cuci piring… hehehe…

  2. Wah sedih jga ya anjing nya meninggal hehehe aq prnh nntn film hampir kayak gini ceritanya sedih wktu aq nntn film itu aq menangis tp aq lupa jdlnya apa hehehe dr dlu aq ga pernah punya anjing peliharaan dan aq pun takut ama anjing dan aq pun jga ga blh sentuh aq terharu aja baca pengalaman mu

Komentar ditutup.