Sunghyun Group : Golden Eggs (Part 2)

Sunghyun Group

The Golden Eggs (Part 2)

cats 2 (2) cats 1 (2)

Author :           Yesunggyu – Amalia Laili

Length :           Continue

Genre   :           Comedy friendship

Cast     :           Yesung, Kyuhyun (Super Junior)

Jonghyun (SHINee)

Baekhyun (EXO)

Daehyun (BAP)

Sungho (MBLAQ)

Sunggyu, Woohyun (Infinite)

Sungjae (BTOB)

Soohyun (U-Kiss)

Daesung (Bigbang)

Sungmin (SPEED / CO-ED SCHOOL)

………………………………

“kalau begitu kita pergi ke ruang kepala sekolah!”

“kenapa?”

“entahlah.. perasaanku ingin kesana…” ujar Kyuhyun.

“kurasa, itu benar…” jawab Woohyun. “lampu ini menyala saat mati lampu, iya kan?”

“pantas aku hampir kesetrum saat melepasnya, hehehe…” kekeh Jonghyun.

“untung belum ajal kita…” jawab Sungmin mengelus dadanya.

“lampu emergency!” seru Sunggyu. “biasanya dijual di lapakan…”

“ohhh…” ujar mereka.

“ayo kesana!” seru Kyuhyun.

…………………………….

“btw, tumben mati lampu lama banget?” komentar Sungjae.

“hem…” angguk Baekhyun “mau bangkrut tuh PLN nya…”

“ayo cepat!” Yesung dan Kyuhyun berlari dengan cepat menuju ruang kepala sekolah.

“bisa dibuka?” tanya Woohyun.

“kan tidak pernah dikunci, hehehe…” jawab Sunggyu sambil berlari untuk membukakan pintu untuk kedua leader.

“dasar…”

“diantara kedua mata! Mungkin kah jendela?” ujar Yesung.

“tidak mungkin,” geleng Kyuhyun.

“wahhh adaaaaaaaa….” Yesung segera menyentuh bohlam yang tidak menyala. “tapi kok tidak menyala?”

“apppuaaa?? Biar kulihat!” ujar Kyuhyun. Dia mengakui, kelompok Hyun lebih pintar dari kelompok Sung. Tapi pikiran mereka yang polos itu kadang ada benarnya juga. “ada tulisannya lagi.”

“apa?” kepala Soohyun ikut menengok. Dia mengarahkan cahaya dari hapenya ketulisan itu.

“nyalakan bersamaan, mati bersamaan…” baca Kyuhyun.

“mungkin dia mau kelima lampu ini nyala bersamaan…” jawab Woohyun.

“semua menyebar ke tempat awal!” seru Yesung. Semua bertindak cepat dan tampak panik. Sebentar lagi. Sebentar lagi. Semua selesai. Dan mereka bisa kembali tidur. Huahhh.

……………………

TRTT…

Hape Yesung bergetar, membuatnya melonjak kaget. Dia dan Kyuhyun berada diruang kepala Sekolah. Menunggu lampu itu nyala. Dan ini adalah telpon yang ke 5 kali mereka terima. Lampu itu belum nyala.

“yoboseyo, ketua!” suara Sungmin.

“ada apa, Sungmin? Lampunya belum nyala. Kau yakin kau sudah benar memasangnya?” tanya Yesung. Kyuhyun menoleh kepada Yesung dan mengherning.

“sudah! Bahkan disini sudah nyala!” serunya. Terdengar suara Daehyun mengatakan iya.

 

BRAKKK…

“kenapa tidak nyala?” tanya Woohyun begitu masuk keruang kepala sekolah bersama 8 orang lainnya.

“sstt… aku juga tidak tahu…” ujar Kyuhyun, menunjuk Yesung yang sedang menelpon. Mereka hanya diam.

“apa lagi teka-teki lanjutannya?” tanya Sungmin.

“Tepat dibawah sinar matahari dan rembulan…” jawab Woohyun sambil berteriak begitu mendapat SOS dari Yesung.

“kau dengar?” tanya Yesung.

“ya, ketua… ayo Dae!” seru Sungmin sambil menutup telepon, terdengar suara desahan Daehyun.

“kalian kemana?”

…………………………….

“kalian kemana??” tanya Yesung. Tapi percuma. Karena Sungmin sudah memutus hubungan. Dia segera menarik tangan Daehyun sambil berlari.

“lepaskan!” dengan sekali hentakan Daehyun melepaskan tangan dari Sungmin. Mereka berhenti.

“ayo cepat!” ujar Sungmin.

“kemana?” tanya Daehyun.

“ke ruang osis…” jawab Sungmin.

“memangnya apa yang akan kau lakukan disana?” tanya Daehyun.

“kau seperti tidak tahu saja… pokoknya ikut…” Sungmin langsung berlari meninggalkan Daehyun. Terpaksa dengan satu helaan malas, ia pun ikut berlari.

Tap tap tap…

Suara sepatu Sungmin dan Daehyun beradu dengan lantai koridor sekolah. Mereka berlari dengan cepat menuju ruang OSIS. Sungmin membuka pintu dengan perlahan, menimbulkan suara keci…

 

BRAKK…

“HUAAAHH…” Sungmin termundur-mundur, membuat Daehyun kaget.

“ada apa? Kenapa kau…” tanya Daehyun.

“pintu ini sudah rusak! OSIS ini sangat kumuh!” Sungmin menendang pintu lagi sekali. “ayo masuk!”

“jelaskan padaku…”

“dibawah sinar bulan dan matahari. Artinya dibawah sinar bulan. Berarti diatas langit ini. Bunga tulip ada disini, tempat pemimpin ya disini, disini juga ada dua mata. Di sini ada matahati!” Sungmin menunjuk lampu yang berada tepat di atas kepalanya. Daehyun menyenter daerah itu.

“lalu?”

“lampu itu, ada di bawah meja ini…” Sungmin menunjuk kebawah meja disamping kirinya. “lampu yang ada diruang kepala sekolah sudah suak. Minta diganti. Tapi lampunya kan beda.  Hanya yang berwarna emas dan itu disimpan diruang OSIS…”

“benar…” Daehyun menunduk dan mengambil kotak yang berisi bohlam biasa. “yang biasa saja, kok.”

“coba cari!” Sungmin ikut menunduk dan mulai mencari.

“………..”

“………”

“…….”

“Daehyun…”

“hem”

“kalau kita menemukan lampu itu, bagaimana?”

“kenapa? Bukankah itu bagus. Kita tidak jadi dikeluarkan…”

“tapi ketua bilang, kepala sekolah tidak akan mengeluarkan kita. Tapi belum tentu kita semua. Bagaimana hanya salah satu tim saja? Lagi pula ini kan memangg…”

“huft…” Daehyun menghela napas panjang dan berhenti mencari. “kenapa kau memikirkan itu? banyak lagi yang perlu dipikirkan. Pokoknya cari saja bohlam itu dulu. Baru dibahas yang lain!” ia kembali mencari.

“tapi bagaimana kalau yang kukatakan itu benar? Setidaknya kita berdua sudah akrab selama 2 jam ini!” seru Sungmin.

“pikiran kelompok Sung ini terlalu polos…” ucap Daehyun dalam hati.

“sudahlah, aku tidak mau mencari lagi. Aku pergi!” Sungmin segera berdiri dan keluar.

“hei! Tunggu!” Daehyun ikut berdiri dan mengejar Sungmin. “aku menemukannya!” teriak Daehyun. Sungmin lalu berhenti dan kembali.

“benarkah?” dia lalu berusaha mengambil dengan cepat bohlam itu. “berikan padaku!”

“kenapa? Lagipula ini adalah yang dibutuhkan supaya kita tidak keluar dari sekolah!” ujar Daehyun.

“aku tahu, ternyata kau mau hanya kelompokmu saja yang bisa bertahan. Dan kelompok kami keluar dari sekolah!”

“bukan… lagipula kita sudah sampai sejauh ini. Kenapa harus mundur. Kita bisa jelaskan pada kepala sekolah kalau kita mencari bohlam itu bersama-sama.”

“dan menurutmu kepala sekolah akan percaya? Kelompok kalian akan tetap tinggal!”

“kalau Yesung yang memasangnya dan mengatakan kalau kelompoknya yang menemukan, kelompok kami yang keluar!!!” Daehyun mulai marah. Tangannya mulai mengepal kuat sambil memegang bohlam.

“tidak, ketua kami tidak akan begitu…”

“kami juga tidak!”

“huft…” Sungmin mendesah. “baiklah… kita kembali…”

“pabo…”

“MWOYAAA??”

 

PRAANGGG…

“YAAAAAAAAAA SUNGMIINN YAAAA…. LAMPUNYA PECAHHH KAU MAU MATIIII”

“a a aku mana…. YA! AKU MANA TAU! KENAPA JUGA KAU TIDAK PEGANG ERAT-ERAT???”

“dasar… bagaimana ini…” Daehyun menunduk sambil menyenter kepingan bohlam yang bertebaran. Tangannya disenggol Sungmin setelah dia mengejeknya.

“molla molla molla………..” Sungmin menggelengkan kepala.

“kita cari lagiii…” Daehyun mencari di kotak.

“tidak ada… itu cuman satu…” ujar Sungmin.

“aishh… cari saja dulu…” Daehyun tetap mencari.

 

BRAKKK…

“HUAAAHHH… ada apa dengan pintu ini? Kenapa… dasar kumuh!” suara Sunggyu.

“sudah pasti disini!” ujar Yesung sambil tersenyum pada Sungmin *bayangin senyuman Yesung, bikin aku melting. Hahaha*.

“ketua!” Sungmin terlihat sumringah.

“apa yang terjadi?” tanya Kyuhyun. “ini…”

“lampunya pecah, kenapa bisa?” tanya Daesung.

“aku…” Sungmin mulai gugup.

“sudahlah, daripada memikirkan hal itu, kita cari yang lain. Kira-kira dimana Yesung?” tanya Soohyun.

“coba saja cari diseluruh ruangan ini…” jawab Kyuhyun.

“…”

“…”

“…”

“Yesung! Ada apa? Kau tidak mau mencari?!” tanya Kyuhyun, menyadari Yesung, dan anggotanya kecuali Sungmin yang tidak mencari. “sudah kubilang itu masalah nanti…”

“ketua dan anggota sama saja…” gumam Daehyun dan Sungmin.

“baiklah…” jawab Yesung dan kembali mencari. Mereka semua pun kembali mencari.

……………………..

“hei hei… hati-hati memegangnya, nanti pecah…”

“aku sudah memegang dengan baik…”

“jangan banyak bergerak woy! Nanti tersenggol..”

“cepat! Ini gelap tau gelap!”

“yang bilang terang siapa, hah? Aigoo, baterai hapeku habis!”

“aku juga! Kyu, punyamu masih nyala kan?”

“kenapa Sung selalu memotong nama orang? Panggil lah dengan lengkap..”

“terlalu lama. Cho Kyuhyun… ahh lamaa…”

“sudah sudah… Kyu jangan terlalu cepat, kami kehilanganmu…”

“mati lampu ini benar-benar menyiksa…”

“hei hei Soohyun, cepat buka pintu ini…”

“sebentar! YA! Kau menginjak kakiku!”

“bukan aku! Sungjae yang injak…”

“ah mian…”

“diamlahhh!”

“masukk masukk…”

 

Keduabelas tuyul yang ganteng itu segera masuk untuk menaruh bohlam tepat diantara jendela dilangit-langitnya. Dan…

Deg

Deg

Deg

 

TRAAANGGG…

Lampu itu menyala, semua aliran listrik lalu nyala semua.

“YEEEEAAHHHH BANZAAAIII…” Semua berteriak karena senang.

 

Clap clap clap

Tiba-tiba muncul 3 sosok pria dari balik pintu. Pak Siwon, Pak Onew, dan kepala Sekolah, Pak Jiyong. Mereka datang sambil tepuk tangan kayak pejabat.

“pak Siwon?”

“pak Onew…”

“Pak Jiyoung, kami…”

“ahh… kalian ternyata bisa menebak teka-teki ku… aku sangat bangga kepada kalian…” ujar pak Jiyong sambil tertawa.

“ehehe… makasih pak” semua tertawa paksa sambil menggaruk kepala.

“tapi darimana kalian bisa membuka ruangan saya?” tanyanya kepada Soohyun. Yang ditanya hanya menoleh kearah sebaliknya.

“ah… jangan dipikirkan… hahaha…”

“ahahaha… bapak ini lucu…” ujar Baekhyun.

“apa?”

“eh tidak kok pak…” Sungjae langsung menutup mulut Baekhyun “kau tidak usah bicara deh”

“bapak kok bisa ada disini?” tanya Jonghyun.

“ah, bapak kan gak pulang, bapak sembunyi aja gitu dibelakang kalian,…. Hahaha” jawab Pak Onew dengan tawa riang gembira.

“jadi bagaimana keputusannya pak?” tanya Kyuhyun.

“kami sudah bekerja sama. Artinya kalau satu keluar dari sekolah, semua juga. Satu untuk semua, semua untuk satu!” tambah Yesung kayak trimasketir.

“oh? Benarkah? Tapi maaf… bapak hanya menerima satu kelompok saja diantara kalian…” jawab pak Jiyong yang membuat jantung mereka hampir lepas.

“pakk…”

“…”

“maksud bapak, kelompok Sunghyun! Kalian boleh bersekolah disini lagi!”

“YEAHHHH…”

“btw, kenapa bapak menyuruh kami menaruh bohlam disini?” tanya Sungjae.

“ohh bapak hanya suruh kalian ganti bohlam yang lama ini… gak nyala kan? Nah, bapak mau kalian cari. Yah sekalian seru-seruan.” Jawab Pak Jiyoung sambil tersenyum, semua sweetdrop.

“tidak pantas jadi guru…” –Sung-

“kalau bukan guru, kujitak kepalanya…” –Hyun-

…………………………….

12 orang itu berjalan sempoyongan menuju gerbang sekolah. Pukul 10.00 malam. Lapar, ngantuk, panas, gerah, haus, lelah, letih, lesu, lunglai, lemah, bego. Semua tercampur jadi satu. Baju sudah urakkan. Rambut berhamburan. Kaki terasa melayang.

“kalian kayak berandalan…” ujar Sungho.

“kalian juga” balas Jonghyun.

“huft… benar…” mereka kembali menunduk kepala sambil mendesah napas malas.

“arghhh…” tiba-tiba Yesung menggaruk-garuk kepalanya.

“kenapa? Kutumu minta makan?” tanya Kyuhyun.

“yang punya kutu siapa, hah!” Yesung lalu membelalakkan matanya.

“lalu?” tanya Daehyun.

“aku baru menyadari sesuatu. Kenapa kita dijadikan satu tim? Kenapa? Kenapa? WAEEEYOOO?? APA SALAH KITAAA?” tanya Yesung.

“tidak menyadari diri sendiri” ujar yang lain dalam hati.

“sudahlah jangan dipikirkan… kita kan sudah jadi satu!” Kyuhyun langsung merangkul Yesung.

“lepas! Ayo… cepat pulang… aku laparr…” Yesung melepas rangkulan Kyuhyun lalu segera pergi dari sekolah.

………………………………

3 hari kemudian. Keadaan sekolah Dalbitbada kembali normal.

“kyaaa… ada lomba menyanyi di Festival Sekolah tahun iniii!!!” teriak siswi-siswi selesai membaca di papan pengumuman.

“iyaa… pasti keren banget… menurutmu siapa yang akan menang dalam lomba ini?”

“kayaknya kelompok Hyun deh…”

“aku rasa kelompok Sung!”

“Hyun itu suaranya dalemmm banget, yang denger suara mereka pasti langsung terhanyuuuutttt…”

“terhanyut, terhanyut! Suka banget hanyut. Ntar ku buang ke sungai!”

“kamu kenapa sih! Dari pada kelompok Sung!”

“kenapa? Kelompok Sung itu kerennnn…. Suara mereka merduuu bangett… penjiwaannya terasaaaaaaa bangeeettt…”

“kau sakit jiwa?”

“MWOYAAA???!!”

“MWO? KAU MAU BERKELAHI!”

“YAAA”

“YYAAA JANGAN BERKELAHII…”

“…”

“….”

Diantara perkelahian itu, seorang siswa hanya mendengar percakapan anarkis itu dengan tersenyum licik.

“Kelompok Hyun dan Sung itu terlalu mencolok.” Dia lalu balik kanan dan pergi menjauh.

…………………………

Yesung dan anggotanya pergi menuju perpustakaan, ceritanya mau baca buku sih. Didepan, ada Yesung, dibelakangnya ada Sunggyu dan Sungho, dibelakang lagi ada Daesung yang berada di antara Sungjae dan Sungmin yang bertengkar tentang “lahir duluan Ayam atau Telur”.

Kyuhyun dan anggotanya juga pergi menuju Perpustakaan, katanya mau kembaliin buku sih. Didepan, ada Kyuhyun, dibelakangnya ada Jonghyun dan Woohyun, trus Soohyun, dibelakang lagi ada Baekhyun dan Daehyun.

Mereka lalu bertemu di depan pintu perpus, Yesung dan Kyuhyun saling tatap-tatapan. WOI! Ini bukan FF percintaan!

“hum…” Yesung buang muka ke tong sampah, eh dia langsung berpaling dan masuk ke perpus, tapi kakinya dicegat Kyuhyun. Alnya kyuhyun juga mau masuk tuh.

“kau… minggir…” ujar Yesung.

“kau yang minggir! Lihat! Bahkan kakiku lebih dulu masuk 5 cm!” keukeuh Kyuhyun. Anggota kedua belah pihak menegang. Bulukuduk sudah siap-siap untuk berdiri. Bola mata siap menggelinding keluar.

 

TAK TAK TAK!!

……………………………….

— TO BE CONTINUED —

……………………………….

2 responses to “Sunghyun Group : Golden Eggs (Part 2)

Komentar ditutup.