The Perfectionist (Part 4)

THE PERFECTSIONIST

perfects 3-4

Author            :           Yoan Amalka S.

CAST : SEHUN (EXO),LIZZY (AFTER SCHOOL),SOMEONE (?)

…………………………..

TUJUH

“lama tidak ketemu.” Lizzy tak membalas teguran laki-laki itu. Masih terus memandang tak percaya.

“Aaron ?!” pekiknya dengan nada kaget.

“oh..,ku kira kau lupa padaku. Syukurlah kalau kau ingat.” Lanjut Aaron lagi.

Masih kaget dengan kemunculan Aaron yang tiba-tiba di hadapannya,Lizzy susah membalas kata-kata Aaron.

“mm.. ng.. itu.. kenapa kau bisa di sini ?” tanya Lizzy terbata-bata sambil melirik pintu berharap Sehun segera membuka pintu.

“kenapa ? kau kira aku masih di luar negeri ? aku baru 4 hari di korea dan mulai hari ini tinggal di sini.”

Lizzy tersenyum yang di paksakan sambil mencuri-curi melirik ke pintu apartemen Sehun yang di belakanginya.

Sehun memutuskan keluar dari apartemen setelah tadi mengamati dari CCTV. Ia jadi khawatir,mungkin saja laki-laki yang menghampiri Lizzy itu orang jahat.

“Lizzy !”  panggil Sehun dari depan pintu apartemen. Lizzy reflex menoleh dan saat itu juga lega dengan kedatangan Sehun.

Aaron melihat ke arah Sehun lalu kembali menatap Lizzy.

“sekarang dia,ya ?” tanya Aaron yang langsung dimengerti maksudnya oleh Lizzy.

“tidak.” Tegas Lizzy.

“ehem.” Sehun berdehem. “apa kau temannya Lizzy ?”

Aaron memberi senyum baik pada Sehun.

“ya,lebih dari teman baik.” Kemudian Aaron pergi. Tak lupa menoleh lagi pada Lizzy.

“kita akan bertemu kembali.” Katanya.

Lizzy masih membeku bak patung di tempatnya berdiri. Dia tak mau ! dia tak mau bertemu Aaron lagi. Laki-laki itu membuatnya ingin menghilang saja dari dunia.

“Lizzy.” Panggil Sehun pelan.

“oh.. maaf,” jawab Lizzy tersadar dari lamunannya.

“masuklah.”

Lizzy mengikuti Sehun masuk ke dalam. Dia duduk di sofa krem Sehun dengan lemah. Ada hembusan nafas lelah pada mulutnya.

“minumlah,” Sehun menyodorkannya segelas air putih. “aku jadi enggan membuat tea mengingat kau bilang rasanya hambar waktu itu.” Tambahnya.

Lizzy tersenyum kecil meraih gelas dari tangan Sehun yang mendudukkan diri disampingnya.

“mmm.. siapa orang tadi ?” tanya Sehun ragu.

“Aaron.” Singkat Lizzy.

“ada apa dengannya,sehingga kau terlihat takut padanya tadi ?”

Lizzy tak langsung menjawab. Dia menatap gelasnya dan membuat lingkaran di bibir gelas dengan telunjuknya. Sehun mendesaknya dengan tatapan tajam.

“mmm.. dia itu pacarku waktu SMP,tapi kuputuskan karena…” Lizzy menghentikan kata-katanya. Dia sadar siapa yang sedang berbicara dengannya.

Ingat ! kalau dia cuma mendekati Sehun untuk kepentingan pribadinya. Tapi dia tak harus jujur tentang kehidupannyakan ? termasuk Aaron. Orang yang pernah dicintainya,orang yang akhirnya dia tinggalkan demi meraih hal-hal yang dianggapnya menyempurnakan dirinya.

“karena apa ?”  Sehun menyela pikiran Lizzy.

“karena dia merepotkan.” Ucap Lizzy datar.

Sehun menatapnya dengan mata ragu. Dan Lizzy mulai merasa risih dengan itu. Dia yakin Sehun pasti tahu kalau dia berbohong. Tapi sesungguhnya tidak juga. Karena Aaron memang merepotkannya dulu.

Hmm.. Sehun mendesah pelan seiring gerakkannya menyandar di sandaran sofa.

“oke,kalau kau tak mau jujur.” Pasrah Sehun. “sebaiknya kita beralih ke materi pelajaran.”

Yah… menurut Lizzy itu lebih baik. Daripada harus membahas tentang Aaron.

Dalam kamarnya Lizzy berbaring di ranjang sambil melamun. Matanya memang melihat ke arah langit-langit kamar,tapi sesungguhnya dia tidak benar-benar memperhatikan sesuatu. Besok,dia berharap semuanya akan baik-baik saja. Lupakan Aaron. Dia masa lalu yang tak ingin Lizzy kembalikan.

Ponselnya bergetar. Di raihnya ponsel yang bertengger manis di meja lampu tidur. Dia melihat nama yang tertera di panggilan,Sunny. Sebelum akhirnya menempelkan ke telinga kanannya.

“ ada apa ?” tanya Lizzy.

“maaf,kau sibuk ya ?” sahut Sunny dari balik telepon.

“Tidak juga.”

“aku dapat tiket milkyland 2 lembar dari Suho,kita ke sana yuk akhir pekan !”

“tidak. Kenapa kau tak ajak Suho saja ?”

“dia tak bisa hari itu,makanya..”

“yah.. baiklah,baiklah, aku ikut.”

“ok. Sudah dulu ya,”

“eh.. tunggu dulu !” cegah Lizzy. Ada yang mau di katakannya tapi ragu untuk bilang. Dia menggigit bibirnya masih berpikir.

“apa sih ?” desak Sunny penasaran.

“ng.. itu.., Aaron. Aaron tiba-tiba muncul dihadapan ku.”

“maksud mu,dia datang seperti sihir ?”

“bukan,dia sudah 4 hari di Korea dan tinggal di apartemen yang sama dengan Sehun.”

“tak apa,asal dia tak mengganggu mu. Tak perlu takut padanya.”

Lizzy memutus teleponnya setelah mengiyakan kata-kata Sunny. Tapi dia tetap tak merasa tenang. Rasanya Aaron seperti badai yang akan mengancamnya.

***

DELAPAN

Pagi saat memasuki kelas, Sehun menemukan Lizzy yang melamun di bangkunya. Dia mencoba menebak apa yang dipikirkan gadis itu. Mungkinkah yang membuat Lizzy termenung adalah laki-laki yang kemarin menghampiri dia ?  Karena kemarin sejak bertemu laki-laki itu,Lizzy seperti orang yang sedang mimpi buruk. Terlihat sangat takut.

“Lizzy,” panggil Sehun dari bangkunya yang tak jauh dari Lizzy. Tapi Lizzy tak merespon,masih asyik dengan lamunannya.

Maka Sehun pun memanggil sekali lagi,

“Lizzy.”           Lizzy menoleh kea rah suara yang memanggilnya. Dia tak sadar dengan keberadaan Sehun daritadi.

“kau baik-baik saja ?” Lizzy mengangguk.

Menurutnya Sehun tak perlu tahu kalau dia sedang khawatir dengan kemunculan Aaron. Semalam,dia sudah memutuskan untuk tak memedulikan Aaron. Tapi sampai pagi ini tetap saja terus berkelabat dalam kepalanya.

“apa yang kau pikirkan ? laki-laki yang kemarin ?” selidik Sehun. Lizzy menghela nafas.

“kau tak perlu tahu.”

Sehun mengangkat bahu. Kemudian keluar dari kelas.

“Hari ini kalian dapat teman baru,” semua murid dikelas Lizzy langsung berbisik-bisik tentang anak baru itu. Tak terkecuali Lizzy. Dia Cuma berharap orang itu tak lebih pintar darinya.

“silahkan masuk” Orang yang di persilahkan itu masuk. Lalu membungkuk memberi hormat pada teman-teman barunya.

Awalnya Lizzy tak terlalu memedulikan anak baru itu malah melihat keluar jendela. Namun setelah mendengar anak baru itu memberi salam,dia langsung menoleh beserta perasaan terkejut.

“anyeonghaseo,namaku Aaron. Senang bertemu kalian.”

Aaron ?! kenapa bisa ? Oh.. tidak ! Lizzy berharap ini adalah mimpi buruk,sehingga dia tinggal bangun saja untuk mengakhirinya. Seperti kata Aaron,mereka benar-benar bertemu kembali.

Dan sebelum duduk ke bangkunya,Aaron sempat melirik Lizzy yang di lewatinya untuk menuju ke tempat duduk.

Mata Aaron seperti menyimpan rencana jahat. Apa dia mau balas dendam ?

Sementara Sehun,memperhatikan Lizzy. Dia melihat lagi wajah Lizzy yang takut. Semakin membuatnya penasaran,apa yang ada dibalik sifat Lizzy yang seperti demikian.

 

Jam istirahat sudah mulai habis saat Lizzy sudah tiba dikelas sehabis dari perpustakaan. Kelas sepi. Lizzy menghampiri jendela kelas yang ada di dekat meja guru,lalu menyilangkan tangannya didada.

“butuh seorang teman ?” suara itu mengejutkannya,dia menoleh pada sumber suara.

“Aaron ?”

Aaron berdiri di depan pintu kelas dan mendekat padanya.

“apa yang kau inginkan ?” tanya Lizzy saat Aaron sudah didekatnya.

Aaron tersenyum.

“memang kau pikir apa ?” tanya Aaron kembali.

Lizzy mundur selangkah karena Aaron semakin mendekatinya.

“kalau mau balas dendam sebaiknya kau hati-hati denganku !” gertak Lizzy.

Aaron mundur selangkah dari hadapan Lizzy,dia mulai tertawa geli dengan kata-kata Lizzy.

“apa ? balas dendam ?” Aaron mendekatkan dirinya pada Lizzy lagi. “ternyata kau takut ya ? bisa saja,mengingat bagaimana kau membuangku,dan dengan egois kau bilang aku Cuma pengganggu untuk mendapatkan semua yang kau inginkan. Kalau aku memang mau balas dendam kenapa ?”

Lizzy tercekat tak bisa membantah perkataan Aaron.

“tapi bukan itu tujuanku,aku hanya ingin mengembalikanmu padaku. Supaya kau bisa menebus kesalahanmu dulu.” Tambah Aaron.

“aku tidak akan pernah mau !” Aaron mencondongkan wajahnya ke wajah Lizzy.

“gengsi mu memang tinggi. Apa kau menganggap dirimu sangat sempurna ? kau harus tahu diri ! meskipun kau punya wajah cantik,kecerdasan,dan perhatian semua orang tapi kau tetap sampah yang di poles.”

Lizzy semakin tak bisa membalas perkataan Aaron. Kejam ! itu terlalu kejam bagi pendengarannya.

“dan satu lagi,kau tak punya kekayaan.”

Tepat saat Aaron berbalik meninggalkan Lizzy,Sehun masuk kekelas. Dia langsung heran dengan Lizzy dan Aaron yang sepertinya habis berbicara serius itu. Apalagi Lizzy masih terpaku di tempat ia berpijak. Pasti ada sesuatu.

“Lizzy .” panggil Sehun. Lizzy seperti tersadar dari mimpi buruk.

“Ng..,Sehun.” Ucapnya pendek,lalu duduk di kursinya. Sehun mengikuti Lizzy ke tempat duduknya dari belakang.

“ 2 minggu lagi ada seleksi untuk olimpiade Kimia,kau mau ikut ?” kabar Sehun.

Lizzy mengangguk, “tentu.”

Sehun kembali ke bangkunya dan sempat melirik Aaron yang sudah duduk santai di bangkunya.

***

— To Be Continued *?* —

Horee….. sampe jua di bagian ini, but khawatir nich ceritanya jadi kepanjangan. Mudah-mudahan gak ngalor ngidul yahk..

Buat para pembaca,makasih udah ikutin ceritanya sampe sini … ^_^

 

5 responses to “The Perfectionist (Part 4)

  1. thor itu Aaronnya mau ngapain OAO.jadi gregetan sendiri bacanya.huwaa….ceritanya yg panjang thor.biar puas bacanya.ok ok ‘-‘)b part ini full bkin penasaran.makasih thor udh mau nerusi ff lizhun.mwah :*

Komentar ditutup.