Cherry Blossom Ending (Part 3)

pageJASKHDL

Author : Yesunggyu – Amalia Laili

Genre : Friendship, Romance, Humor

length : Continue

cast : Key, Sulli (Eunsol a.k.a Chanmi), Minho, IU

……………………………..

FLASHBACK

AUTHOR POV

Satu bulan yang lalu…

Eunsol bersama Minho pergi ketoko bunga, mereka akan membeli bunga mawar kesukaan Eunsol. Karena hari itu Eunsol ulang tahun.

“Noona, sepertinya semua bunga mawar yang ada dirumah ini… bunga yang lain saja ya…”ujar Minho sambil melakukan gerakan isyarat pada kakaknya yang bisu dan tuli. Kakaknya berusaha merespon Minho.

tidak mau. Kita cari dulu. 2 jam lagi, setelah itu kita beli bunga ini… apa namanya?” tanya Eunsol sambil berisyarat pada Minho dan menujuk bunga Sepatu berwarna biru disampingnya.

“itu bunga Sepatu… noona, masa’ kita harus menunggu selama 2 jam!” Minho mengeryitkan dahinya. “apa kita minta bantuan Jieun saja?”

“tidak, jangan merepotkannya, dia baru saja selesai ikut seleksi…” jawab Eunsol sambil melihat-lihat.

 

KREKK…

Tiba-tiba pintu toko itu terbuka dan masuklah seorang laki-laki yang membuat Eunsol terpaku. Minho yang heran melihat kakaknya, segera menghampiri sang kakak dan melihat laki-laki itu.

“bukankah orang itu Kim Kibum yang noona suka?” tanya Minho.

“apa-apaan kamu, sudahlah, ayo kita cari bunga mawar lagi…”jawab Eunsol sambil malu-malu, dia lalu berbalik pergi. Alasannya mencari mawar, sebenarnya dia menghindar.

Begitu lama ia berputa-putar mencari mawar yang berbeda, dia pun menyerah karena tidak menemukan mawar yang diinginkan. Dia mencari Minho, tapi sekali lagi dia bertemu Key yang sedang melihat-lihat bunga. Dia lalu berhenti seketika. Matanya tertuju pada bunga yang ada didepan Key, tapi tampaknya Key tidak melihatnya. Eunsol segera berlari ingin mengambil bunga itu.

“ups… maaf, sepertinya aku lebih dulu yang melihat bunga ini…” ujar Key, dia memegang pot yang juga dipegang Eunsol. Eunsol jadi salah tingkah. Ternyata Key tertarik pada bunga itu juga.

“noona… kau menemukan bunganya?” tanya Minho yang tiba-tiba datang dari belakang. Key lalu menoleh.

“oh, nak, bisa katakan pada noona-mu ini kalau aku sudah melihat bunga ini terlebih dahulu…” ujar Key sambil memegang pot itu sepenuhnya karena Eunsol bingung mau melakukan apa.

“memangnya kalau lebih dulu melihat bunga berarti kau sudah memilikinya? Hari ini ulang tahun noona-ku, dia sangat ingin bunga itu. sudah 1 jam aku dan dia berkeliling mencari bunga itu. tolong berikan itu padanya!” pinta Minho melihat situasi kakaknya yang kebingungan.

“jinja? Tidak ah!” Key lalu berlalu meninggalkan Minho dan Eunsol yang terdiam. “hari ini ibuku juga ulang tahun!”

“hei!” Minho baru saja mau mengejarnya, tapi tangan Eunsol lebih cepat menahan Minho.

tidak usahlah… kita beli bunga sepatu tadi saja…aku tidak mengerti apa yang kalian katakan, tapi sudahlah”

“tapi noona, noona tidak bisa menyerah begitu saja…”

tidak apa-apa kok. ayo, kau bilang mau membelikanku bunga apa saja…” Eunsol menarik tangan Minho.

……………

……………..

…………..

“hei… perempuan yang berbaju biru…” Minho yang melihat kakaknya berbaju biru segera menoleh dan menepuk bahu kakaknya untuk berhenti. Dia melihat Key belari mengejar mereka.

“aku merasa bersalah. Ini kan hari ulang tahunmu juga, ini…” Key memberikan paket bunga pada Eunsol. Eunsol hanya diam melihat Key, perlahan wajah Eunsol memerah.

“aku pergi ya… jaga diri… permisi…” Key lalu pergi sambil berlari.

“dia bilang minta maaf. Ini hadiah ulang tahunmu darinya…” ujar Minho sambil tersenyum. “wah, noona dapat bunga dari sang idola…”

kau ini… ayo pulang…” jawab Eunsol sambil mencium bunga mawar kuning itu.

…………………………………..

3 minggu yang lalu,

Eunsol dan Jieun baru saja dari toko buku. Mereka membelikan hadiah ulang tahun untuk ibu Eunsol. Eunsol dan Jieun bergandengan tangan. Karena Eunsol tidak bisa mendengar dan berbicara.

Tiba-tiba ketika mereka jalan, tas Eunsol ditarik oleh seorang laki-laki. Karena terlalu kaget, Eunsol tidak sempat menahan tasnya. Jieun lalu berteriak.

“tolong! Pencuri!” orang-orang lalu melihat kearah mereka dan berlari mengejar pencuri itu. Eunsol hanya diam. Ditelinganya, dia hanya mendengar samar-samar suara.

“bagaimana ini?” tanya Eunsol.

“tenang saja, kita pasti mendapatkan tas itu…”

……………

Dilain sisi, terlihat banyak orang mengejar pencuri itu. salah satu kerumunan itu adalah Key, dia berlari paling depan. Dia dendam pada pencuri. Pencuri mana saja. Karena dia pernah kecurian juga. Dendam kesumat.

“Pencuri.. hosh… pencuri ini… hosh… kurang ajar… hosh…” gumamnya sambil mengejar pencuri itu. banyak sudah orang-orang berhenti mengejar pencuri itu karena kelelahan. Tapi Key tidak, dia maju terus pantang mundur bahkan kecepatannya mulai meningkat.

“HOOOIII PENCURIIII…” teriak Key.

“Huwaaa… kenapa kau masih mengikutiku!!!” teriak si pencuri itu juga.

“KENAPA BERTANYA?! KEMBALIKAN TAS ITUUU…”

“INI PENGHASILANKUUU…”

“dasar…” Key lalu berhenti ketika melihat batu disampingnya berceceran, ia pun memungutnya dan menaruh semua dikantung celana. Lalu kembali berlari dengan beban yang lebih berat.

TAKK…

Dia melempar batu kecil ke pencuri itu dan mengenai kepala si pencuri. Pencuri itu tidak peduli.

TAKK…

Kini batu yang dilempar sedikit besar, pencuri itu hanya mengusap badannya.

TAKK…

Batu itu makin besar, si pencuri itu mulai kehilangan keseimbangan karena batu itu mengenai kakinya.

“Pencuri ini tidak mau berhenti…” Key berhenti dan mengatur napas, ia mengambil batu yang paling besar. Segenggaman 2 tangan manusia dewasa. Dia mulai ancang-ancang untuk melempar. Satu, dua, tiga! Lempar!

BRUAKK…

“STRIKE!!!” Teriak Key, dia lalu berlari kearah pencuri yang terkapar mengenaskan.

……………..

Jieun hanya diam menghibur Eunsol yang gugup dan cemas. Mereka duduk di pos polisi tak jauh dari tempat mereka kecurian.

“hosh.. hosh.. aku hosh… mencari kalian, ternyata… hosh hosh… ada disini…” Key mengatur napasnya, Jieun kaget melihat Key yang datang membawa tas Eunsol. Eunsol tidak tahu kalau didepannya Key.

“Hei… ini tasmu… aku pergi ya…” Key memberikan tas itu pada Eunsol. Tapi yang mengambil Jieun, Jieun lalu menepuk paha Eunsol. Eunsol lalu mendongak dan melihat Key.

“aku pergi ya…” Key lalu tersenyum membuat Eunsol terdiam 1000 bahasa. Dia memang tidak bisa bicara kan?

“nde…”jawab Jieun “terima kasih ya!”

“…”

“wah… diselamatkan sang pangeran!” goda Jieun pada Eunsol yang diam melihat tasnya.

jieun, kau membuatku malu. Diam…”

……………………………..

2 Minggu yang lalu,

“Noona…” Minho masuk kekamar kakaknya tanpa permisi. Tapi kakaknya tak bergeming sedikit pun. Kakaknya kan tidak bisa mendengarnya.

“Noona…” Minho menepuk bahu kakaknya yang terdiam dimeja belajar.

“noona,  aku mendapatkan alamat Key!”

lalu? Kenapa?”

“ah, Noona, mau kuantarkan kesana?”

tidak usah…”

“oke, ayo pergi…” Minho menarik tangan kakaknya.

sepertinya Minho lupa isyarat ‘tidak’ itu seperti apa…” pikirnya Eunsol.

………………………..

1 Minggu yang lalu,

Eunsol jadi sering kerumah Key begitu diberitahu oleh Minho. Dia sangat menyukai pohon Sakura yang ada disana. Tergantung pot-pot yang berisi bunga warna-warni. Eunsol sangat menyukainya. Dia melihat Key mengintip dari jendela. Mungkin Key merasa risih padanya. Eunsol menunduk sedih. Dia kembali melihat keatas pohon dan tidak menyadari Key keluar rumah menghampirinya.

“annyeong!”

“annyeong!”

“annyeong!”

Meskipun Key mengeraskan sedikit suaranya Eunsol tetap juga tidak menyadari keberadaan Key hingga Key menepuk bahunya. Dia melihat Key berbicara, tapi percuma dia tidak mendengar. Daripada membuat dirinya malu dihadapan Key, dia pun segera mengundurkan diri.

Dia berlari hingga 500 meter jauhnya dari rumah Key. Eunsol lalu berhenti dan menoleh kebelakang.

apa yang kupikirkan, bagaimana mungkin dia mengikutiku? Oh. Eunsol bodoh!” ujar Eunsol dalam hati. Dia lalu menepuk jidatnya.

Ya Tuhan, aku ada dimana ini?” ujar Eunsol lagi sambil mengedarkan pandangan. Dia berlari hingga kehilangan arah. Lagipula dia kan hanya menggunakan ingatannya untuk sampai kerumah Key. Dia tidak bisa membaca dengan baik. Dan bagaimana mungkin dia bertanya arah? Orang-orang belum tentu bisa berkomunikasi dengannya. Oh, rasanya Eunsol ingin menangis.

bagaimana kalau aku kembali kerumah Key saja… mungkin dia sudah masuk kerumah. Dengan begitu aku bisa lewat didepan rumahnya dan bisa pulang!” Ujar Eunsol lagi dalam hati. Ia pun berbalik. Dia merasa aneh. Kenapa dia berjalan di arah kiri? Harusnya kan kanan? Dia pun memutuskan untuk menyebrang, tanpa melihat kiri kanan. Terdapat 2 mobil dari arah berlawan sedang melaju dengan kencang. Pengendara mobil itu sudah mengklakson berulang kali. Tapi Eunsol tidak mendengar dan terus berjalan.

 

TITTT… TIIITT…

FLASHBACK OFF

………………………….

AUTHOR POV

Setahun kemudian…

13 Februari 2013

Rest In Peace

Choi Eunsol

7 April 1991 – 2 Mei 2012

Key berdiri didepan makam Eunsol sambil memegang rangkaian bunga mawar kuning. Dia lalu duduk didepan batu nisan sambil meletakkan bunga tersebut.

“annyeonghaseyo, Chanmi… ehm. Eunsol. Aku datang lagi…” ujarnya sambil menyentuh nisan. “kenapa aku bicara sendiri? Huft…”

“Kibum Hyung?”

“oh! Minho!” Key berbalik melihat seseorang yang berdiri dibelakangnya dengan wajah yang heran.

“apa yang hyung lakukan disini?”

“aku mengunjungi noonamu…”

“darimana Hyung tahu kalau…” Minho lalu mulai berpikir. “oh! Apakah Hyung yang menulis surat untukku dari Noona?”

“iya… apa kau marah?”

“tidak…” Minho menggelengkan kepala. “tidak sama sekali. Bahkan aku sangat senang. Baguslah…” angguknya lagi kali ini.

“ibumu, apa dia baik-baik saja? Ayahmu?”

“ayahku sudah meninggal 7 tahun yang lalu… ibuku baik-baik saja!” jawab Minho sambil tersenyum.

“oh, itu maksudnya dia bersama ayahnya…” angguk Key.

“apa Hyung?” tanya Minho heran sambil duduk disamping Key.

“ah, tidak…”

“…”

“…”

“…”

“kalau begitu, bagaimana kalau kita berteman, Minho?” ujar Key.

“baiklah! Ide bagus” Minho menyambut tangan Key dan mereka pun bersalaman. “sayang sekali, besok valentine, tapi noona sudah pergi…”

“iya…” angguk Key. “padahal aku baru mulai menyukainya”

“hah? Bagaimana?” tanya Minho heran.

“apa kau mau tahu ceritanya?”

“tentu saja!”

“benar-benar mau atau hanya mau saja?” goda Key.

“Hyung! Ini menyangkut masa depan noona…”

“noona mu sudah tidak punya masa depan Minho!”

“…” Minho memanyunkan mulutnya kesal.

“ah, baiklah… tapi jangan kaget ya, karena aku sudah kaget lebih dulu…” ujar Key sambil tersenyum.

“dimulai dari saat aku sering melihat kakakmu…”

…………………………

— THE END —

……………………….

Author gaje, hahaha… yang awal sedikit, yang kedua banyak banget, yang ketiga sedikit banget porsinya. Hahaha. Maklum. Galau. Thanks for coming ya! jangan lupa komen!

 

5 responses to “Cherry Blossom Ending (Part 3)

  1. Aku kira IU-nya jadian sama minho, tau-tau ya nggak….. ToT
    Tapi tidak apa apa lah…..😀
    Ceritanya bagus eon…. Mengharukan, tp juga ada lucu2nya….
    Keren lah pokoknya….. Kasih 10000000000000000000000000000000 jempol dehhhhhh……. ;D

  2. Bagus (y) keren,
    Kukira tar mreka jadian,
    Ternyata uda ke burur jdi hantu *?*

    Hahaha , nice de ff nya (y)

    #mian, baru coment di part ini -_-

Komentar ditutup.