Hello, I’m Sorry, It’s Okay

Hello, I’m Sorry, It’s Okay

cats 24

Author              : Yesunggyu – Amalia Laili

Length              : drabble

Genre               : sad romance

Cast                 : Minwoo (Boyfriend), Yookyung (APink)

………………………

“kenapa oppa tidak marah padaku?”

“apa aku punya alasan untuk marah padamu?”

“oppa”

“kurasa tidak ada”

PLAK…

Tamparan yang lumayan keras itu kuterima dari Yeojachinguku, Yookyung. Aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi, dan bahkan aku tidak mengerti apa yang sedang kami bicarakan.

“aku ingin kita putus, oppa”

“kenapa?”

“oppa”

Aku bingung. Seharusnya aku yang mengatakan untuk “putus”, tapi aku tidak mengerti kenapa dia yang mengatakannya. Tapi aku tidak mau hal itu terjadi. Aku bingung.

………………………..

15 menit yang lalu,

Aku dan Yookyung akan bertemu hari ini disebuah cafe. Aku sudah menunggu sedari tadi, tapi dia belum datang. Aku menelponnya berulang kali. Tapi tidak satu pun yang mendapat jawaban darinya. Aku mencoba menepis semua firasat burukku. Mungkin saja dia terkena macet, atau karena hujan salju.

Sudahlah, lebih baik aku menghampirinya, kurasa dia pasti senang aku mendatanginya. Makanya, aku tidak memberitahukan kedatanganku.

Aku datang kerumahnya menggunakan motorku. Aku berusaha lebih cepat lagi, tapi kuurungkan niatku. Jalanan penuh dengan salju, aku harus lebih berhati-hati. Daripada berusaha untuk lebih cepat sampai, lebih baik berusaha untuk selamat sampai tujuan.

Aku menghentikan motorku didekat sebuah pohon dengan jarak 100 meter dari rumah Yookyung. Aku sengaja, karena sudah kukatakan, aku tidak mau dia mengetahui kedatanganku. Kejutan.

“…” baru saja 3 langkah aku berjalan kerumahnya, aku sudah terkejut. Bukan aku yang memberi kejutan bagi Yookyung, tapi dia yang memberi kejutan padaku. Aku melihat dia sedang berpelukan dengan seorang namja.

“siapa” aku berusaha berpikir jernih. Mungkin saja itu keluarganya, sepupunya atau pamannya. Yah, mungkin saja. Aku melangkah lagi, hingga kurasa terlalu dekat dalam kata mengamati.

“Minwoo” Yookyung melepas pelukannya begitu melihat aku datang. Dia benar-benar terkejut kali ini. Namja yang memeluknya juga ikut terkejut, aku melihat wajahnya. Aku sekali lagi melihat wajah ini.

“aku sudah menunggumu selama 2 jam. Kupikir terjadi sesuatu padamu, makanya aku datang menjemput. Kau akan pergi kan?” tanyaku tanpa menghiraukan namja tadi berjalan pergi melewatiku. Aku hanya mendapati wajah Yookyung yang heran.

“oppa, dia”

“kurasa kau akan ikut, aku memarkir motorku disana. Ayo pergi…” aku lalu meraih tangannya dan mengajaknya pergi.

“oppa, dia Minhyuk, seniorku…” ujar Yookyung yang membuatku terhenti.

“oh…” aku kembali melanjutkan perjalanan.

“oppa!” Yookyung menghempaskan tanganku.

…………………….

7 hari yang lalu,

Aku baru saja selesai mengerjakan skripsiku. Rasanya lelah sekali. Disampingku duduk Yookyung yang sedang menonton drama di TV. Kami berada di apartemenku. Aku tinggal sendiri.

“aku ijin ya…” aku menyandarkan kepalaku di pangkuan Yookyung setelah dia mengangguk. Aku lalu memejamkan mata. Rasanya benar-benar lelah. Kurasa aku akan terlelap.

………..

……….

……….

“hoaamm…” aku menguap dan membuka mataku. Benar, aku benar-benar tertidur. Aku lalu melihat kesekeliling. Yookyung tidak ada disini. Aku mendengar suara air dari kamar mandi. Sepertinya dia ada disana.

TRTT… TRTT

Aku melihat HP Yookyung yang bergetar dan menyala. Aku mengambilnya, ternyata ada SMS. Iseng aku melihat isi pesan dari SMS itu. begitu aku melihat wallpapernya, aku merasa heran. Aku melihat foto Yookyung tersenyum sambil dirangkul seorang namja, bukan aku, siapa dia? Sepupunya?

“Apa yang kau lakukan?” tiba-tiba Yookyung mengambil HP nya dengan cepat lalu mengamati HPnya. Sepertinya dia membuka SMS tadi.

“ada apa?” tanyaku melihat raut wajahnya yang takut dan cemas setelah membaca SMS tadi sepertinya.

“ani… kurasa, aku harus pergi oppa…” ujarnya sambil mengambil tas dan jaketnya di sofa.

“aku antar…” aku mengambil kunci motorku.

“tidak usah…”

“tapi ini sudah malam, tidak baik kalau…”

“TIDAK PERLU!”

“…”

“…”

“kau kan tidak perlu berteriak Yookyung, kalau tidak mau ya tidak apa-apa…” aku menaruh kembali kunci motorku. Aku tidak mengerti apa yang terjadi pada orang ini.

“oppa, tidak melihat apa-apa di HP ku tadi kan?” tanyanya lagi.

“kalau apa-apa itu tidak termasuk wallpapermu sih, tidak ada…” jawabku jujur.

“dan oppa tidak bertanya siapa orang itu?”

“tidak perlu…” jawabku lagi sambil duduk disofa kembali. “kau mau pergi sendiri atau ku antar?”

“aku pergi… annyeong haseyo…” dia lalu pamit dan segera pergi.

Aku mengepalkan tanganku dengan keras dan kuat menahan perasaanku. Semoga firasatku tidak benar. Yah, semua baik-baik saja.

BRAKKK…

Aku menendang meja itu hingga berhambur semua isi di atasnya. Sungguh, ayahku tidak pernah mengajari hal ini. Tapi aku melakukannya tanpa sengaja. Aku tidak tahu.

………………………

10 hari yang lalu,

Aku dan teman-temanku baru saja dari mall untuk membeli sesuatu. Kami lalu pergi ke parkiran.

“hahaha… tidak mungkin dia beli itu…”

“benar! Dia membeli buku yang norak itu! aku melihatnya sendiri!”

“dia menelan ludah sendiri. Hahaha…”

Teman-temanku sedang membicarakan hal yang tidak penting. Aku putuskan untuk diam.

“Minwoo ya, kau pacaran dengan Yookyung kan?” tanya Youngmin, salah satu temanku.

“nde, kenapa?” tanyaku heran.

“itu dia kan?” tanyanya sambil menunjuk seorang perempuan yang pergi bersama seorang namja

“nde…” aku mengangguk. “aku…”

“pergilah…” ujar mereka. Aku lalu pergi mengikuti Yookyung dari belakang. Jarak aman 10 meter. Dia bersama seorang namja sedang berbelanja. Aku ingin memastikan bahwa itu benar-benar Yookyung, karenanya aku mengambil HP ku dan mulai menghubungi Yookyung.

Suara HPnya terdengar. Dia mengambil HP nya lalu terdiam sejenak dan menghela napas.

Nomor yang anda tuju sedang sibuk, silahkan ulangi lagi atau tekan 1 untuk meninggalkan pesan…”

KLIK. Aku memutuskan hubungan. Dia tidak menjawab teleponku. Apa-apaan ini? Apa yang terjadi. Aku menelpon lagi. Dan dia melakukan hal yang sama kembali. Yookyung…

“siapa?” tanya namja itu pada Yookyung.

“bukan siapa-siapa, ayo pulang…” jawab Yookyung sambil tersenyum. Aku melihat mobilnya akan bergerak kearahku. Aku pun mundur untuk bersembunyi.

BRUMM…

………………………….

Sekarang,

“Apa kau selingkuh?” Aku tidak ingin menanyakan ini sebenarnya.

“ya. Karena itu oppa, aku ingin kita putus…”

“aku tidak mau…”

“kenapa?”

“aku tidak perduli apapun yang kau lakukan. Aku sudah tahu sejak dulu. Tapi aku tidak memberitahukannya padamu…”

“karena oppa penakut…”

“aku takut kehilanganmu…”

“…”

“kurasa dengan memarahimu atau melarangmu juga tidak ada gunanya. Aku hanya ingin memperlihatkan padamu kalau aku bahkan lebih baik daripada namja itu, siapa namanya? Minhyuk?”

“…” Yookyung menggigit bibirnya sambil mengangguk pelan.

“aku selalu memikirkanmu. Bodoh memang. Tapi sudah ku katakan, aku memang lebih baik dari pada orang itu…” aku menunduk. Tempat ini sangat dingin, tapi hatiku benar-benar panas.

“kenapa oppa tidak marah padaku?”

“siapa yang tidak…huft…” hampir saja aku marah padanya, aku lalu menghela napas. “aku hanya, siapa yang tidak marah jika melihat pacarnya bersama orang lain? Tapi aku sudah katakan kalau itu bukan aku. Bukan aku yang suka marah padamu, kan?”

“….”

“jadi, apa yang kau pikirkan?”

……………………………

— THE END —

…………………………..

Yeah! Author buat ini dalam keadaan lagu galaunya NU’EST – Hello. Beneran tuh lagu nyesek gila! Minhyun itu kasihan banget! Author kebayang mukanya Minwoo oppa yang ganteng superduper di Hello Baby, makanya bikin FF untuk dirinya. Gantung yah? Ya gitu deh.

10 responses to “Hello, I’m Sorry, It’s Okay

    • lanjut gak yah? mau aja atau mau banget? kekeke
      iya ini ceritanya mau lanjut tapi masih bingung endingnya… tunggu aja deh ya? mau gak -_-
      thanks for coming ^^

Komentar ditutup.