The Perfectionist (Part 5)

Pefect 5-6

SEMBILAN

“MWO ? kau tak bisa datang ?” seru Sunny di depan pintu masuk Milkyland setelah mendengar suara Lizzy di balik telepon. Lizzy tiba-tiba membatalkan janji mereka sabtu ini demi belajar untuk olimpiade. Arrgghh…..! dia benar-benar jengkel dengan hal ini. Apa Lizzy tak bisa meluangkan waktu sebentar untuknya ?

“oh.. baiklah !” dengus Sunny kesal.

Dia menutup telepon lalu memasukkannya ke saku tasnya.

Huufft…. Dia menghela nafas memandang 2 lembar tiket di tangannya. Huh ! ini sungguh tidak mengasyikkan, sendirian di Milkyland ? memangnya dia anak kecil yang semangat bila naik rollercoaster sendiri ?

“ Sunny ?” baru saja dia memutuskan untuk pulang,ada yang memanggilnya. “kau Sunny kan ? temannya Lizzy,” ternyata Sehun. Sepertinya dia sudah duluan masuk ke arena Milkyland. Dan kebetulan bertemu dengan Sunny.

“ng.. sebenarnya aku sepupunya. Sedang apa kau di disini ?”

“oh.. menemani noona ku jalan-jalan dengan anaknya. Tapi aku kehilangan mereka saat membeli minuman. Kau sendiri ?”

Sunny menghela nafas sebelum menjawab. “Lizzy membatalkan janji untuk ke sini,dan Suho tak bisa ikut.” Keluhnya kesal.

Sehun memandang tiket yang di pegang Sunny.

“mau aku bantu menggunakan tiket yang satunya ?” tawar Sehun. Sunny tersenyum mengisyaratkan iya.

 

Sehun meminum softdrink nya. Mereka berdua duduk di bangku taman setelah puas menaiki wahana di Milkyland.Dia ingin bertanya beberapa hal pada Sunny. Tapi ragu,apakah dia boleh menanyakannya. Dan demi rasa penasarannya dia memberanikan diri bertanya.

“ng.. Sunny,boleh aku bertanya sesuatu ?” tanya Sehun sambil menggaruk kepalanya ragu. Sunny mengangguk setuju.

“apa ?”

“ itu, ng… Aaron itu, ada apa dengannya dan Lizzy ?”

Sunny meneguk sekali softdrinknya.

“pacarnya Lizzy dulu waktu SMP.” Sehun hampir menumpahkan softdrink nya saat mendengarkan hal itu. “ tapi Lizzy putuskan. Kenapa kau menanyakan itu ?”

“ habisnya… setiap Lizzy bertemu dengannya,Lizzy terlihat sangat takut.”

“mungkin karena dia merasa bersalah, soalnya Lizzy memutuskan Aaron karena merasa Aaron Cuma merepotkannya untuk berusaha menjadi orang yang hebat. Anggapannya,pikiran Lizzy seperti terbagi dua antara berusaha menjadi yang terbaik dengan Aaron. Jadi dia memutuskan untuk meninggalkan Aaron.” Jelas Sunny panjang lebar.

Mereka berdua terdiam lama. Sehun sedang memikirkan apa yang baru saja didengarnya. Meskipun hal itu tak harus di pedulikannya. Sedangkan Sunny merasa agak bersalah karena menceritakan kisah sepupunya sendiri.

“ng.. Sehun,janji ya, tak akan bilang pada Lizzy kalau aku memberitahumu. Dia bisa marah padaku.”

Sehun mengacungkan ibu jarinya sambil tersenyum.

Tiba-tiba,seseorang mengetuk kepala Sehun dari belakang.

“susah payah kami cari,kau malah duduk dengan perempuan disini !” omel seorang wanita yang masih kelihatan muda,dia menggandeng seorang anak berumur 5 tahun.

“Gahee-eonie ?” kata Sehun dengan nada kesal. Rupanya wanita itu kakaknya. “jangan marah padaku,eonie yang menghilang duluan.” Timpalnya lagi.

“lalu,kenapa malah duduk santai disini ?”

“aku ketemu temanku,ini Sunny.”    Sunny langsung berdiri dari duduknya lalu membungkuk.

“anyeonghaseo,aku Sunny.” Kakak Sehun membalas dengan senyum.

“maaf kami harus pulang sekarang.” Pamit kakak Sehun. Sunny melambai pada mereka setelah mereka agak jauh.

Sekarang juga waktunya dia untuk pulang.

 

Telepon dari Sunny menyela kesibukan Lizzy dari belajar. Ah..! paling-paling Sunny Cuma mau mengomelinya saja,terka Lizzy. Benar. Belum sempat Lizzy berkata hallo,Sunny sudah mengomel-omel tak jelas.

“jadi kau jalan dengan Sehun ?” heran Lizzy saat diberitahu Sunny.

“kebetulan aku bertemu dia di sana. Kau menyebalkan ! tak menepati janjimu.”

“maaf,maaf. Tapi kau bisa di hajar Suho. Bisa saja dia mengira kau selingkuh dengan temannya.”

“aku sudah jelaskan ke dia kok,jadi dia tidak marah. Toh Sehun juga tak punya niat jahat.”

“darimana kau tahu ?”

“kami mengobrol panjang lebar.”

“oh..,sudah ya..” Lizzy langsung memutus telepon secara sepihak. Dia bisa menebak Sunny mengoceh atau mengumpatnya tak karuan setelah itu.

Dia masih harus belajar. Meskipun melelahkan,dan terkadang dia merasa muak dengan hal tersebut. Tapi demi nilai baik,dia tetap melakukannya.

Lizzy berbaring menelungkup di tempat tidur setelah belajar. Ia baru ingat belum makan malam,tapi ia juga malas melakukannya. Besok,bagaimana dengan Aaron_cemasnya. Kata-kata Aaron yang waktu itu benar-benar menghujamnya. Dia sudah punya kecerdasan,kecantikan,tapi belum dengan kekayaan. Tapi kekayaan bukanlah bisa didapat dengan mudah olehnya. Dan selama ini dia juga berusaha agar tak mementingkan kekayaan. Cukup seperti ini. Walau hati kecilnya belum puas.

***

 

SEPULUH

Lizzy menghela nafas. Sekarang setiap jam istirahat tak ada lagi orang yang berseru dengan panic padanya minta di ajarkan.Minhyun. Tadi dia terlihat semangat mengajari teman barunya,Ga-eun. Paling-paling kalau kesusahan dia akan minta bantuanku_kata Lizzy dalam hati. Jadi saat istirahat dia hanya diam di kelas. Dia juga tak punya kepentingan di tempat lain,kecuali perpusyakaan. Tapi sekarang dia tak punya keinginan untuk ke sana.

Lalu ketenangan Lizzy dalam kelas mendadak di ganggu kedatangan Aaron. Namun Aaron menuju bangkunya dan duduk tenang. Biar begitu,Lizzy tetap tegang. Ia takut Aaron akan mengancamnya seperti waktu itu. Matanya melirik Aaron sebentar dan Aaron balas melihatnya. Reflex Lizzy menjauhkan pandangannya dari Aaron.

“apa ? kau takut ?” Aaron berkata dengan suara mengejek. Lizzy meremas jarinya,sekarang badai besar seakan-akan mendekat.

Aaron bangkit dari kursinya. Tujuannya adalah bangku Lizzy. Tap ! langkah-langkah Aaron semakin menambah ketegangan di diri Lizzy.

“kenapa kau setakut ini padaku ? bukannya dulu kau sangat keras kepala ?”  Aaron berdiri didepan meja Lizzy dan mencondongkan tubuhnya kea rah Lizzy. Tentu Lizzy semakin takut. Degup jantungnya tak berdetak pelan daritadi.

“kenapa ? dulu kau meremehkanku. Sekarang malah mau mati begitu kalau melihatku,” tambah Aaron.

Lizzy bangkit dari duduknya dan menghentak meja dengan kedeua tangannya.

“Aaron ! ada apa denganmu ? kau sangat menyebalkan sekarang !” bentak Lizzy.

Aaron juga menghentak meja sperti yang Lizzy lakukan  tadi.

“jangan tanya itu ! kau sendiri yang mengubahku !”

“apa yang ku lakukan ?!”

“kau meninggalkanku Cuma karena ingin menjadi yang terbaik,biarpun aku memohon kau malah egois dan bilang aku pengganggu,aku Cuma salah satu dari laki-laki bodoh di dunia ini ! apa kau ingat itu,hah ?!”

Mereka berdua sama-sama menarik nafas dalam,menenangkan amarah masing-masing.

“kau sangat kejam waktu itu.” Kini Aaron berbicara dengan pelan. Ada raut sedih pada wajahnya. Lizzy,dia bungkam. Itu tak bisa ia bantah.

Untuk kali kedua,Sehun masuk disaat mereka bertengkar seperti itu. Tapi dia terlambat datang dan mendapatkan kekhawatiran saja melihat Lizzy dan Aaron.

Aaron kembali ke bangkunya. Saat itu juga bel berbunyi tanda waktu istirahat habis.

Sebenarnya Sehun ingin menghampiri Lizzy,tapi di urung lantaran Lizzy terlihat lelah. Biasanya dia juga tak akan menjawab kalau Sehun tanya tentang hal yang barusan.

 

Sebuah pesawat kertas melayang dan mendarat di meja Lizzy saat pelajaran masih berlangsung. Oh.. siapa yang iseng bermain pesawat denganku_Lizzy mengambil pesawat yang mulus jatuh ke mejanya itu. Tertulis nama Sehun.

“aku punya latihan soal untuk olimpiade kimia,mau membahasnya ?

Jam 4 di apartemen ku”

Begitu isi dalam lipatan-lipatan pesawat tersebut.

Baiklah ! tak akan disia-siakannya.

***

 

3 responses to “The Perfectionist (Part 5)

  1. akhirnya di publish juga.chap selanjutnya jangan lama2 yah thor.eum..ada yg sedikit aku ralat.itu bukannya ‘nuna/noona’ ya?kok disitu ‘eonni’._.a

Komentar ditutup.