Sunghyun Group : Friend of Troublemaker (Part 1)

Sunghyun Group : Friend of Troublemaker (Part 1)

cats 25

Author :           Yesunggyu – Amalia Laili

Length :           Continue

Genre   :           Comedy friendship

Cast     :           Yesung, Kyuhyun (Super Junior), Jonghyun (SHINee), Baekhyun (EXO), Daehyun (BAP), Sungho (MBLAQ), Sunggyu, Woohyun (Infinite), Sungjae (BTOB), Soohyun (U-Kiss), Daesung (Bigbang), Sungmin (SPEED / CO-ED SCHOOL), etc.

Mianhae, apa ada yang heran kenapa judulnya bukan Golden Eggs? karena Golden Eggs sudah selesai. Sekarang cerita baru berjudul Friend of Troublemaker. Gimana? bagus gak? hehehe… langsung aja dibaca ya! ^^

………………………….

TAK TAK TAK

“Aw!”

“YA!”

“Apa yang kalian lakukan disini?! Minggir! Dasar anak tidak sopan!” Pak Onew memukul kepala Kyuhyun, dan Yesung. Mereka berdua lalu mengelus kepala masing-masing dan memberi jalan untuk pak Onew.

“guru itu…”

“yah, kalau begitu minggir, aku mau lewat!” ujar Kyuhyun.

“aku!”

“aku!”

“aku!”

“aku!”

……………………….

Dikediaman Yesung, berkumpulah para Sung. Mereka sedang mengerjakan tugas dan sekalian membahas Festival Sekolah Dalbitbada. Kelas mereka akan membuka café dan mereka sedang bingung untuk temanya.

“ketua! Kata Sumi, kelas mereka akan membuka café juga!” ujar Sungmin angkat suara.

“lalu masalah buat kita? Terserah lah…” jawab Daesung.

“ah, Daesung, bukan begitu. Ketua, kelas Sumi itu 11-2. Itu kan kelasnya Hyun!”

“jinja! Kalau begitu gawat! Kenapa kita selalu sama dengan kelas ituuu…” ujar Sungho histeris. “Ya! Yesung! Apa yang kau lakukan?” dia menanyai Yesung yang kepalanya ada dibawah sedangkan kakinya diatas.

“aku sedang yoga… hup!” dia lalu membenarkan diri “apa temanya?” tanya Yesung pada Sungmin.

“aku tidak tahu… tapi kata mereka, karena laki-lakinya tidak bisa memasak, makanya, temanya adalah…”

Deg

Deg

Deg

Deg

“MAID-BOY!”

“HAAAHH???”

“MWOOOO???”

“ANIIIYAAA…”

“HHAHAHAHA…”

“GILAAA….”

“hei, meskipun aku tidak menyukai mereka, tapi aku turut berduka cita pada mereka…” ujar Yesung.

“baik, mari kita mengheningkan cipta…” ujar Sunggyu. Mereka pun tertunduk sejenak. “selesai…”

“HAHAHA….”

“ya, Sungmin! Kau tidak bohong kan?”

“ani…” geleng Sungmin.

“ah, kurasa mereka pasti mengandalkan tampang mereka…” ujar Sunggyu yang dibalas dengan tatapan membunuh dari Yesung.

“Jadi maksudmu kita gak punya tampang kece gitu?” tanya Yesung pada Sunggyu yang tersenyum dengan pahit.

“hehehe… mianhae, jadi apa yang harus kita lakukan?” tanya Sunggyu.

“bagaimana kalau kita buat yang berbeda dari yang berbeda!” seru Sungjae.

“contohnya?” tanya mereka.

“molla…” geleng Sungjae yang langsung dilempari berbagai benda disana.

“sudah lah… kita juga harus begitu…” ujar Sungho.

“kenapa?” tanya Daesung “jelas-jelas sama temanya…”

“kalau mereka maid boy, kita akan jadi chef-boy!” ujar Yesung.

“memangnya ketua bisa masak?” tanya Sungmin yang langsung dibalas pukulan di kepala oleh Yesung.

“tentu saja bisa!” ujar Yesung. “hei hei, sms ketua kelas…” tihtah Yesung pada Sunggyu yang segera mengambil hapenya dan mengirim pesan kepada Ketua kelas.

………………………….

Setiap hari selama beberapa hari terakhir ini, mereka mempersiapkan diri untuk festival sekolah Dalbitbada. Ada lomba antar kelas, ada lomba antar individu, juga antar kelompok. Kali ini kelompok Sung dan Hyun yang tercinta ini hanya mengikuti lomba antar kelas. Katanya sih males, emang dari dulu kali ya? Semua tampak damai, aman, sentosa. Benarkah? Hingga suatu pagi kelompok Hyun terkaget-kaget begitu masuk kelas 11-2.

“Kyuhyun! Apa yang terjadi pada kelas kita?” ujar ketua kelas pada Hyun. Ketua kelas yang bernama Suho ini mengangkat piring yang sudah tidak berisi makanan lagi karena semua sudah berhambur dilantai. 2 orang perempuan menyapu kekacauan dalam kelas 11-2.

“bukankah kalian yang bertugas menjaga kelas hari ini?” tanya seorang namja yang bernama Seungri sambil memukul meja disampingnya. Semua orang didalam kelas itu tampak gusar.

“memang benar, tapi aku juga tidak tahu apa yang terjadi!” ujar Kyuhyun.

“benar! Kau tidak tahu! Itu masalahnya! Dimana kau tadi malam?” Suho bertambah marah.

“Bukan kah selama ini juga tidak pernah dijaga?” tanya Jonghyun.

“aku tanya, tadi malam kalian dimana?”

“kami tidak menjaga malam tadi…” jawab Kyuhyun.

“bagus sekali!” Kali ini Suho membanting piring yang ditangannya dan ditangkap oleh seseorang didekat jendela. Kan sayang tuh piringnya.

“jadi bagaimana cara kalian bertanggungjawab atas semua ini?” tanya Suho.

“kami akan menemukan pelakuknya…” ujar Daehyun.

“itu tidak berguna, yang terpenting adalah mengembalikan keadaan kelas. Tinggal beberapa hari lagi sebelum festival dimulai!” ujar Seungri.

“kami akan membereskannya…” ujar Soohyun. Suho menggeleng “benar, tentu saja. Tapi kalian tidak akan berpartisipasi sama sekali dalam festival ini. Sekarang bersihkan semua ini!” dia lalu keluar dan diikuti oleh yang lain.

“siapa yang melakukan hal ini?” ujar Kyuhyun sambil mulai membereskan kelas yang berantakan.

“tidak kah menurutmu itu ulah Sung?” ujar Baekhyun.

“kenapa kau berpikir begitu?” tanya Daehyun.

“mereka mengikuti tema kita, itu salah satu bukti!” ujar Baekhyun.

“itu tidak membuktikan apapun…” ujar Kyuhyun.

“ini punya siapa?” tanya Woohyun sambil memberikan barang penemuannya a.k.a gantungan hape kepada Kyuhyun.

“punya salah satu teman sekelas kali…” Kyuhyun mengambil gantungan itu, dia lalu melihat tulisan yang dirajut di gantungan itu. “Sunggyu? Kita punya teman sekelas bernama Sunggyu?”

“Sunggyu itu kan kelas 11-1, dia kelompok Sung…” jawab Jonghyun.

“tidak ada yang bernama Sunggyu lagi?” tanya Kyuhyun mencoba berpikir positif.

“tidak, hanya dia satu-satunya. Namanya belum pasaran seperti namanya!” ujar Baekhyun sambil menunjuk Jonghyun. Yang ditunjuk memasang wajah seram. Mereka lalu terdiam.

“ini, apakah ulah Sung?” Kyuhyun langsung berdiri. “ayo kita kekelas mereka!”

BRAKK…

“YA! HYUN!” Yesung masuk kekelas 11-2 sambil membanting pintu, dia datang bersama anggotanya.

“apa yang kau lakukan?” tanya Kyuhyun melihat Yesung dalam keadaan gusar.

“aku yang harusnya mengatakan itu!” Yesung maju kedepan Kyuhyun dan mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. “ini, milih Jonghyun kan?”

“apa..” Kyuhyun melihat benda itu. Pensil, pensil itu dililiti kertas yang dilem. Bertuliskan Kim Jonghyun. “nama Jonghyun itu pasaran…”

“benarkah?” tanya Yesung lalu membalikkan pensil itu. terdapat tulisan “11-2, Hyun”.

“bisa saja itu dipinjam teman sekelasmu…” ujar Kyuhyun.

“itu memang punyaku yang hilang” jawab Jonghyun.

“benar!” Yesung lalu melempar pensil itu pada Jonghyun. “ini hebat. Kalian menghambur kelas kami, lalu menuduh kami yang melakukannya. Rencana yang hebat!” ujar Yesung.

“Apa?” Woohyun kaget #telatmas! “bukankah kalian yang menghambur kelas kami! Buktinya ada pada Kyuhyun!” Kyuhyun lalu memperlihatkan gantungan hape Sunggyu itu.

“Sunggyu…” Yesung menoleh pada Sunggyu menanyakan kepastian.

“itu memang punyaku..” jawab Sunggyu. Kyuhyun lalu melempar gantungan itu padanya.

“ini jebakan…” ujar Sungmin.

“bagaimana kau yakin ini jebakan? Bisa saja kelompokmu sengaja meminjam polpen dari Jonghyun lalu menaruhnya dikelas. Lalu menghambur kedua kelas, lalu akhirnya….” Woohyun bercerita panjang lebar tapi dicueki yang lain.

“sudahlah… aku ikut kata Sungmin…” ujar Kyuhyun.

“ada orang yang berani mengusik kita…” ujar Yesung.

“kalau begitu siapa?” tanya Daesung “selama ini tidak ada yang berani pada kita…”

“itu masalahnya… huft…” Yesung mengacak rambutnya.

“sepertinya kita akan kerja sama lagi…” ujar Kyuhyun.

“yahhh…. Sepertinya begituuu…” jawab yang lain dengan malas.

“terperangkap masalah dengan kelompok bermasalah” –HYUN-

“Apa-apaan ini. Masalah malah tambah banyak” –SUNG-

……………………………

Setelah mereka selesai membersihkan kelas dalam waktu 12 jam dengan suasana hati kesal, jengkel, marah, akhirnya bisa bersih juga. Kedua kelompok sepakat akan bertemu di taman sekolah jam 4 sore. Ini kedua kalinya mereka bekerja sama. Sung sudah berada disana sejak awal. Mereka istirahat sejenak.

“dari mana kalian? Lama sekali!” ujar Yesung pada Hyun yang baru datang.

“kau mau kami mati kelaparan?” tanya Kyuhyun.

“itu lebih baik…” jawab Yesung.

“apa maksudmu?” tanya Kyuhyun.

“sudahlah… kita kan mau mencari pelakunya, bukan mencari kerusuhan. Ayo kita diskusi…” ujar Woohyun.

“karena bukan dalam keadaan mendesak, aku tidak akan mau kau perintah…” ujar Sungho dengan kesal.

“oke, mulai dari penyelidikan, kemungkinan tersangka, mengapa, bagaimana, kapan…” ujar Sungmin.

“siapa kira-kira yang membenci kita?” tanya Woohyun.

KRIK KRIK KRIK

Suara jangkrik.

“pertanyaanmu itu pabo banget! Hampir semua orang disekolah ini membenci kita!” seru Jonghyun.

“ah! Jinja! Aku lupa. Mianhae. Kalau begitu pertanyaan dirubah” ujar Woohyun.

“kenapa dirubah?” tanya Sungjae.

“tentu saja dirubah. Yang tadi kan tidak nyambung!” jawab Baekhyun.

“tapi kalau dirubah kan mengerikan. Lebih baik dikucing, di anjing disemut, dii…” Sungjae menghentikan kata-katanya begitu melihat Yesung siap-siap melemparnya dengan batu.

“kau sama pabonya! Dirubah! Rubah! Bukan rubah hewan, tapi rubah! Ganti!!!” Jonghyun marah-marah. Terlalu banyak orang bodoh disekitarnya membuat Jonghyun mengkerut. Padahal sendirinya juga sama, hehehe.

“Ah, mianhae… sebaiknya aku jadi notulen saja…” ujar Sungjae langsung mengeluarkan pulpen dan kertas.

“memang susah kalau preman dijahatin.” Ujar Sunggyu “tidak ada yang memihak kita!”

“kenapa kau mengatakan kalau kita preman- ah sudahlah. …kalau begitu, siapa kira-kira  orang yang paliiinnggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg membenci kita?” tanya Soohyun.

“pak Onew!” –SUNG-

“Pak Siwon!” –HYUN-

“ah… gak mungkin…” jawab mereka juga sambil menggelengkan kepala. Mereka diam sejenak. Kyuhyun melihat Sungjae menulis apa-apa yang mereka katakan, gapen banget sih, pikir Kyuhyun.

“AHA!” Kyuhyun menarik polpen Sungjae. “apa kalian ingat tentang polpen Jonghyun? Mari kita membahas bagaimana bisa polpen Jonghyun dan gantungan hape Sunggyu ada dikelas berlawanan!”

“YA!” Sungjae mulai protes tapi ditahan.

“Gantungan hapeku sudah hilang seminggu yang lalu.” Ujar Sunggyu.

“hilang dimana?” tanya Daesung.

“ya dikelas mereka lah! Ini baru ketemu! Tapi kurasa bukan itu jawaban yang kalian minta!” ujar Sunggyu dibalas anggukan yang lain. “aku kehilangan gantungan hape ini saat membersihkan kelas, aku baru menyadarinya ketika masuk bis. Kurasa hilang disekolah atau dikoridor…” ujar Sunggyu.

“apa tidak ada yang meminjam hapemu sebelumnya?” tanya Kyuhyun.

“selain Sungmin, tidak ada! Tapi itu sesudah gantungannya hilang. Dan Sungmin yang menyadarinya!” ujar Sunggyu dibalas anggukan oleh Sungmin.

“kemungkinan orang yang mencuri semakin luas!” seru Woohyun “bagaimana denganmu Jonghyun?”

“polpenku ya? Ada seseorang dari kelas 11-1 yang meminjam polpenku 2 minggu yang lalu. Dan belum dikembalikannya sampai sekarang. Baru ini ditemukan”

“kau meminjamkan pada siapa?” tanya Sungho.

“pada Yoona! Hehehe…” Jonghyun terkekeh.

“huu… kenapa dia tidak mengembalikannya padamu?” tanya Daehyun.

“soalnya, aku bilang. Tidak perlu dikembalikan juga tidak apa-apa…” jawab Jonghyun, yang lain sweetdrop.

“kau ini benar-benar… huft… ayo kita pergi mencari Yoona!” ujar Kyuhyun. Yang lain pun berdiri mulai mencari Yoona.

………………………

Mereka tiba di kantin, sesuai prediksi Jonghyun. Yoona sedang makan dengan 2 orang temannya, Yuri dan Seohyun.

“chogiyo… Yoona, benarkah kau meminjam polpen Jonghyun?” tanya Woohyun tiba-tiba membuat Yoona kaget.

“iya, kenapa?” tanya Yoona lagi.

“kelas kita berantakan, dan kalian menuduh bahwa kami yang melakukannya, tapi disana ada polpen Jonghyun yang kau pinjam. Sebenarnya gak masalah ada polpen. Tapi masalahnya adalah, polpen itu yang merusak dinding dan gorden!” ujar Yesung membuat yang lain kaget.

“tapi, aku sudah tidak menggunakan polpen itu lagi. Aku kehilangan polpen itu 3 jam setelah aku meminjamnya…” jawab Yoona.

“benarkah?” tanya Kyuhyun.

“benar!”

“benarkah?” tanya Sungho.

“Benar!”

“benarkah?” tanya Baekhyun.

“benar!”

“benarkah?” tanya Sung dan Hyun  -kecuali Jonghyun yang terpana atas kecantikan Yoona-

“BENARRRR!!! KALIAN INI TIDAK PERCAYA SAMA SEKALI!” Teriak YoonA.

“ah, Yoona yang cantik, maafkan teman-teman daku, mereka sama sekali tidak mengerti kejujuran yang dikau katakan, tapi tak apa, ada daku yang selalu mendukung dikau hingga kapan pun!” ujar Jonghyun sok puitis, yang lain mau ngelempar Jonghyun pake meja.

“kenapa bisa hilang?” tanya Daehyun.

“ah! Polpen yang bertuliskan nama Jonghyun itu ya?” tanya Yuri angkat suara.

“dari tadi kan emang kita bahas itu!” ujar Soohyun.

“hehehe, aku ingat kalau Kai memakai polpen itu.”

“kenapa Kai?” tanya Yesung.

“Kai itu kan suka banget sama Yoona, dia gak suka Yoona make polpen Jonghyun. Makanya dia curi!” jawab Seohyun.

“ayo cari Kai!”

…………………………….

Ternyata, polpen itu sudah jadi barang estafet. Dari Yoona-Kai-Hyoyeon-Taeyang-IU-Wooyoung-Victoria-Zhoumi-Fei-Hankyung-Taeyeon-Leeteuk-Sora-Seungho-Sulli-Minho-Krystal-Hyunsaeng-Hyuna-Dongwoon waaahhh… pokok e sa’ kelas make tuh polpen! Gila tuh polpen lariisss kayak kacang rebus.

Kedua tim kita yang tercinta ini malah kelabakan. Banyak sekali orang yang mereka samperi, wawancarai, telponi, esemesi, marahi, mukuli, dan huhuhi. Benar-benar menguras tenaga. Sekarang jam 7 malam, dan mereka belum menemukan si pelaku. Mereka terkena 6 L. Lelah, Letih, Lesu, Lunglai, Lemas, Lemah, dan Laparrr! Ups, 7 L ya?

“aku sudah tidak sanggup!” teriak Sungmin dan Daehyun barengan.

“kurasa, tidak ada gunanya kita mencari orang itu…” Ujar Woohyun. Mereka semua merasa kelelahan.

“udah deh. Kita tamatin aja ni FF! capek banget kita!” seru SungHyun “FF gak mutu juga!”

“what? Maksud lo apa? Sudah lanjutin lanjutin. Kalian kan pro!” –author-

“ya sudah, ayo pulang. Lagi pula kita sudah selesai membersihkan kelas. Tidak ada gunanya kita mencari pelakunya!” ujar Kyuhyun.

“benar. Palingan orang itu cuman iseng…” sahut Yesung.

“baiklah…” jawab yang lain. Mereka pun pulang kerumah author secara beriringan dengan pikiran masing-masing.

…………………………….

Esok paginya di kelas 11-1.

BRAKK…

“Yesung! Apa yang sebenarnya kau inginkan? Kenapa kau tidak membersihkan kelas? Kau malah tambah membuatnya hancur! Kau ini sangat membenci sekolah ini ya! Hah!” ketua kelas 11-1 sangat marah pada Yesung dan Sung yang lain. Mereka semua diam, sedangkan Yesung sendiri heran.

“tapi, Kris, aku tidak melakukannya!” bela Yesung.

“tentu saja bukan kau. Tapi kalian! Geng kalian ini memang taunya menghancurkan saja! Benar-benar tidak berguna! Bisa-bisa kita kalah dalam perlombaan dan didiskualifikasi!” jawab si Ketua, Kris, sambil marah-marah.

“kami, bukan…”

“bersihkan sekarang juga! Kalian tidak bisa ikut perlombaan apapun dan harus bertanggungjawab atas semua ini! Jika masih saja terjadi… kalian akan kulaporkan ke kepala sekolah dan keluar dari sekolah ini. Sesuai impian kalian, kan?” seru Kris sambil pergi keluar bersama beberapa anggota kelasnya.

“kurang ajar… apa yang sebenarnya diinginkan orang itu…” ujar Yesung geram.

“kelas kalian juga berantakan?” tanya Kyuhyun begitu dia masuk kekelas 11-1 bersama Hyun lainnya.

“iya, huft… orang itu datang lagi…” jawab Sungho. Mereka semua diam dalam kebisuan. Semua sedang berpikir.

“orang ini tidak main-main!” ujar Daesung.

“malam ini, sekali lagi, kita cari orang itu..” ujar Yesung yang mendapat anggukan dari yang lain.

…………………………….

Sesuai dengan intruksi Woohyun, mereka membagi beberapa orang untuk menyelidiki kejadian yang aneh kemarin-kemarin. Tim penjaga kelas terdiri dari 4 orang, Baekhyun-Sungjae di kelas 11-1 dan Sungmin-Daehyun di kelas 11-2. Tim pencari jejak terdiri dari 4 orang, Sunggyu-Soohyun di luar sekolah dan Jonghyun-Daesung didalam sekolah. Sedangkan tim patrol 2 orang, Kyuhyun-Yesung.

Dikelas 11-1…

“Kelas mu benar-benar hancur ya” seru Baekhyun.

“kau pikir kelasmu tidak?” ejek Sungjae.

“tidak juga. Gorden kami tidak disobek atau dicoret!”

“sudahlah. Aku malas berkelahi denganmu…” Sungjae duduk dikursi dengan malas.

KREEK..

“kenapa memanggil kami?” tanya Daehyun begitu memasuki kelas.

“kau ge-er sekali, yang memanggilmu loh siapa!” jawab Sungjae malas.

“kalian tidak memanggil kami?” tanya Sungmin. Dibalas gelengan kedua penjawab.

“kalau kami mau berkomunikasi, pasti kami menelpon kalian –orang kayaaaa-…” jawab Baekhyun.

“tapi, anak tadi bilang….” Mereka lalu terdiam mendengar potongan kalimat dari Daehyun.

“gila! Ini gila! Ayo cepat ke kelas sebelah!” mereka dengan serentak keluar menuju kelas 11-2.

BRAKK…

“ASTAGAAAA!!!”

“orang ini, cepat sekali pergerakkannya…” mereka takjub atas kinerja pengganggu mereka yang sangat cepat. Dalam waktu kurang dari 3 menit, ia bisa memporak-porandakan kelas 11-2.

“tidak mungkin… bisa-bisanya ada siswa selain kita malam ini!”

“kelas ku!” seru Baekhyun dia lalu berbalik dan berlari menuju kelasnya diikuti yang lain.

BRAKK…

“DAEBAK!”

“Orang ini asli!” seru mereka. Baru saja ditinggal sebentar. Kelas sudah berhambur lagi.

“kejar dia! Dia pasti belum jauh!” seru Daehyun pada Sungmin. “kalian berdua jaga tempat ini!”

“aku mengerti!” jawab Sungjae, ia lalu mengambil hapenya dan mencari nomor kontak Yesung.

“yoboseyo, Yesung! Kami sedang mengejar seseorang yang menghambur kelas…”

“….”

“nanti kami ceritakan! Pokoknya kalau ada anak yang mencurigai, langsung ditangkap!”

“….”

“tentu saja selain anggota Hyun! Ppali wa!”

“daebak…” seru Baekhyun “kita berdiam di koridor saja. Menjaga 2 kelas itu sulit sekali!”

“ne…” mereka berdua lalu menghela napas berat.

………………………..

Di halaman sekolah…

“kasihan sekali anak itu, bisa-bisanya hapenya tertinggal dikelas!” ujar Daesung sambil berjalan menjauhi gerbang sekolah.

“dia itu sangat pelupa! Dia memang pelupa!” jawab Jonghyun.

“kok tau?”

“aku dukun… tentu saja aku tahu! Dia itu kan anak pindahan dari Daegu ke kelas 11-3! Dekat kelasku…” jawab Jonghyun kesal. “kau ini selalu buat darah tinggi…”

“ah, sayang sekali!” sesal Daesung.

“apanya?”

“aku tidak bisa membuat badan mu ting…” kata-kata Daesung terpotong begitu melihat Jonghyun yang siap-siap melemparinya dengan senter. “mian… hehehe…”

“hidupku tidak pernah aman bersamamu…”

 

RING DING DONG…

“siapa?” tanya Daesung yang melihat Jonghyun mengambil hape, ada yang mengiriminya sms. Dia lalu membacanya dengan keras. “jaga gerbang. Jangan biarkan siapapun masuk seenaknya, jangan biarkan orang keluar juga seenaknya. Orang yang mencurigai, ditangkap saja. Kecuali Sung…”

“ohh… -hei! Ketua mu bilang kami aneh?- apa mereka menemukan orang yang mengacau kelas?” tanya Daesung.

“-sepertinya dia bilang kalian aneh- iya… siapa yang baru saja masuk yah?” mereka berdua lalu berpikir keras.

……………

……………

……………

“UWAAHHH!! ANAKK ITUUU…” seru mereka.

“segera sms Sunggyu dan Soohyun untuk mencari anak itu… dia pasti gak jauh-jauh dari sini…” ujar Daesung yang mendapat balasan anggukan dari Jonghyun. Jonghyun lalu mengirim pesan kepada Soohyun.

“aku akan menjaga gerbang belakang!” ujar Jonghyun dia lalu pergi. “jaga dirimu baik-baik. Jangan sampai mati…”

“kau kira aku begitu lemah, heh? Pergi cepat sana. Keburu lari orangnya…”

Jonghyun pun lari menuju gerbang belakang, sedang Daesung pun bersiaga ditempatnya.

Isi sms Jonghyun :

Soohyun,kami sudah menemukan orangnya, dia berhasil kabur. Kau pasti mengenalnya. Dia anak menyebalkan dari Daegu dengan dialek yang kental dan sok. Anaknya lebih pendek dari pada aku *yeay*. Namanya….

…………………………………..

— TO BE CONTINUED —

…………………………………..