My Sister?

 

ghdf

Author : Yesunggyu – Amalia Laili
Length : One shot
Genre : friendship, comedy
Cast : Bang Youngguk, Bang Miinah, dll

…………………………

Seorang namja berlari dengan kencang di jalanan di kota. Beberapa orang sedang mengejarnya sambil marah-marah. Namja itu terus berlari, dia lalu berbelok ke kanan ke kerumunan orang-orang di sebuah pasar dan mulai bersembunyi di sebuah gedung.
“huft… ini gila. Aku kan tidak sengaja menumpahkan cat di bis sekolah… maksudku tidak sengaja sebanyak itu. maksudku, aku kan hanya mau menumpahkan sedikit saja!” bela namja itu pada dirinya sendiri.
“…”
“kenapa mereka mesti semarah itu padaku? Aku kan tidak sengaja. Iya kan?” tanyanya lagi pada dirinya sendiri.
“…”
“lagipula, sekolah kan punya banyak uang untuk membeli bis baru, atau untuk memperbaiki. Bahkan kudengar membeli baru lebih murah daripada memperbaiki. Kenapa mereka ribut sekali…”
“…”
“aku kan hanya ingin membuat bis itu lebih bergaya!”

Tok tok tok…
Namja itu menoleh kesamping, seseorang mengetuk lantai mengisyaratkan bahwa ada seseorang disampingnya. Namja itu hanya tersenyum melihat yang disampingnya itu seorang nenek-nenek yang tua (yaiyalah, masa nenek-nenek muda? #plak).
“hehehe… maaf mengganggu…” ujar namja itu lalu bergeser sedikit namun tetap bersembunyi.
“bagaimana aku sekolah besok? Hua! Jangan-jangan mereka menuju rumahku!” Namja itu lalu berdiri.
“hei nak, kau sudah melakukan hal yang sangat salah…” ujar nenek-nenek itu.
“tidak nek! Aku tidak sengaja!!” ujar namja itu sambil mundur-mundur.
“ya! Jangan mundur-mundur! Lihat apa yang kau injak itu!” ujar nenek itu menunjuk arah kaki namja itu. dia lalu melihat kebawah. Ada banyak sekali sayuran, dia lalu melihat sinenek, nenek itu rupanya jualan sayur.
“kau, kau…” nenek itu lalu berdiri dan mulai mengambil tongkat untuk memukulnya.
“nek, maaf…”
“kau… pasti akan ada orang yang membalas perbuatanmu, dasar anak nakal… ya!! Jangan lari!!!”
Terlambat, namja itu sudah pergi bagai hantu. Dia berlari sekuat tenaga menuju rumahnya. Begitu sampai ia membuka pintu, masuk, tutup pintu, kunci pintu, naik kelantai 2, masuk kamar, kurung diri.
“huaaa aku tidak akan kepasar itu lagii… nenek itu mengerikan!”

……………………….

Paginya, namja itu terbangun. Wajahnya tertutup selimut, dia merasakan perasaan tidak enak pagi itu. kenapa ya? Apa karena dia belum buang air? Atau belum makan? Atau belum mandi? Dia lalu membuka selimutnya dengan perlahan.
Deg
Deg
Deg
“YA!!!”
“HUWAAAA……….” Namja itu kaget begitu melihat ada monster didepannya. Dia lalu menarik selimutnya, melihat dengan seksama siapa monster itu. monster itu memperbaiki rambutnya dan mengibasnya kebelakang, dia bukan monster, dia adalah seorang yeoja imut berambut panjang. Yeoja itu lalu tersenyum lebar.
“oppa, kenapa kaget begitu, biasanya juga aku membangunkan oppa seperti itu. iya kan?” ujarnya.
“membangunkan? Oppa? Biasa? Kau siapa?” tanya namja itu.
“ah… oppa… mianhae, kenapa pura-pura tidak ingat adik sendiri?” yeoja itu berbalik dan berjalan keluar kamar namja itu.
“apa aku kena gegar otak?” tanya namja itu sambil mengusap kepalanya.
“BANG YOUNGGUK! CEPAT KELUAR!” teriak ibunya padanya yang ternyata bernama Youngguk.
“chakamaaann…” Youngguk pun keluar dengan terburu-buru, ia tahu kalau ibunya sudah berteriak begitu, dia akan mendapatkan hal yang mengerikan. “waeyo?”
“kenapa kau bisa-bisanya membuat adikmu sedih?” tanya ibunya, dibelakang ibunya ada si yeoja -yang dikatakan ibunya tadi “adiknya”- sedang memeluk ibunya.
“adik? Aku punya adik? Ibu mengadopsi anak?” tanya Youngguk heran.
“Aigoo… bisa-bisanya kau tidak mengakui adikmu kandungmu. Pantas saja dia sedih. Kejahilanmu ini keterlaluan Bang Youngguk! Mulai hari ini hingga minggu depan kau tidak akan dapat uang saku!” tihtah ibunya.
“tapi bu… aku…” bela Youngguk tapi tidak jadi. Dia lalu masuk kamar. Lagipula dia sering tidak diberi saku.
“….”
“aku punya adik? Kapan? Maksudku, benarkah? Maksudku, apa aku terkena gegar otak? Ataukah mereka sedang mengerjaiku?”
“huah… daebakiya!”

……………………..

Disekolah, Youngguk baru saja pergi dari ruang BP karena kejadian kemarin siang. Dia akan diskor 3 minggu, tapi karena satu dan lain hal, hukumannya diganti dengan membersihkan wc selama seminggu. Saat ini dia sedang makan siang di kantin.
“ya! Youngguk!” seseorang namja menghampirinya.
“nde? Apa apa Himchan?” tanya Youngguk dengan malas.
“tumben kau tidak mengganggu orang lain…” ujar Himchan.
“apa yang kau inginkan?” tanya Youngguk tak peduli. Dia tahu kalau Himchan itu tidak mungkin bisa seakrab itu dengannya.
“hehe… aku ingin kau berikan ini pada adikmu…” ujar Himchan sambil memberikan sebuah amplop berwarna merah muda. Youngguk mengeryitkan dahinya.
“apa ini?” tanya Youngguk.
“kau ini seperti tidak tahu aku saja! Berikan padanya ya!” pinta Himchan, Youngguk tetap saja tidak mengerti.
“hei, apa kalian sedang mengerjaiku?” tanya Youngguk.
“eh? Mengerjai apa?” tanya Himcan kembali.
“maaf kalau aku sering mengerjai kalian, tapi yang kalian lakukan ini sudah diluar batas. Kalian membuatku tidak mengenal adikku, padahal kan aku tidak punya adik!” teriak Youngguk, Himchan lalu memukul tangannya.
“sst… kecilkan suaramu. Kau mengganggu orang makan. Kau yang aneh! Huahh pantas saja Miinah sangat sedih hari ini. Kau yang keterlaluan. Masa’ adik sendiri dilupakan. Kalian bahkan hidup satu atap selama 16 tahun umurnya!” seru Himchan.
“aku?”
“iya! Kau! Astaga! Bisa-bisanya hal ini terjadi! Sudahlah, pokoknya berikan itu pada Miinah!” Himchan lalu meninggalkan Youngguk sendiri sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

…………………………..

Siangnya, pulang sekolah, Youngguk berpikir untuk mengakui Miinah. Terserah itu benar atau tidak, yang penting dia tidak mengerti apa-apa yang terjadi, dan dia harus mengikuti apa-apa yang tidak dia mengerti itu untuk dapat mengerti kejadian sebenarnya. Huahh bahkan memikirkan kata-kata Youngguk saja sudah membuat kepala Author sakit!
“Oppa!” teriak Miinah digerbang sekolah. Ternyata dia menunggu Youngguk.
“hem…” jawab Youngguk.
“oppa… aku sudah tidak apa-apa kok. ayo pulang…” Miinah menarik tangan Youngguk dan mereka pun berjalan bersama.
“kau kelas berapa?” tanya Youngguk.
“aku kan kelas 1 SMA! Masa’ lupa!” jawab Miinah.
“oh, iya. Aku lupa!” angguk Youngguk. Padahal dia tidak tahu sama sekali.
“oppa sakit? Oppa harus ke dokter!”
“tidak perlu!”
“oh ya oppa. Aku membeli cola untuk kita berdua… ini…” Miinah mengambil cola dari tasnya. “tolong bukakan yang ini…” pintanya sambil memberikan satu cola pada Youngguk. “aku tidak bisa membukanya.”
“huft… baiklah…” tanpa beban Youngguk mengambil cola itu, dan satu dua ti..ga
BUSSHH…
Busa cola itu menyemprot keluar dan mengenai wajah Youngguk dan seluruh bajunya basah.
“YA! APA YANG KAU LAKUKAN!” seru Youngguk sambil mengusap wajahnya.
“wahh… maaf ya, aku lupa kalau yang itu sudah kukocok tadi… hehehe…” Miinah tertawa kecil.
“kau ini…” Youngguk baru saja ingin memukul Miinah, tapi Miinah keburu berlari.
“tangkap aku Oppa! Hahaha…” teriak Miinah diujung jalan.
“aku akan menangkapmu! Kau tenang saja heh!” Youngguk membalas. “aigoo.. basah semua…”

…………………………..

Malamnya, keluarga Bang makan malam. Di ruang makan sudah ada Youngguk, Miinah, dan ibu mereka. Ayah mereka sudah meninggal setelah Miinah lahir, katanya. Padahal yang diketahui Youngguk ayahnya- mereka- meninggal seminggu sebelum Youngguk lahir. Aneh kan? Dia jadi bingung, sebenarnya kenyataan itu yang mana!
“jadi, bagaimana hukumanmu hari ini Youngguk?” tanya ibunya memulai percakapan.
“darimana ibu tahu?” tanya Youngguk heran sambil terus makan.
“tentu saja ibu tahu. Setiap hari kan kau mendapatkan masalah…” jawab ibunya enteng “jadi bagaimana?” tanya ibunya lagi.
“yah, benar. Tidak terlalu buruk.” Jawab Youngguk sambil menganggukkan kepala.
“dia hampir kena skors selama beberapa hari, tapi karena dia pernah mewakili sekolah dan memenangkan beberapa kejuaraan, dia hanya disuruh mencuci wc selama seminggu setelah pulang sekolah…” tambah Miinah, Youngguk memandangnya dengan sinis.
“oh, itu makanya ketika pulang, bajumu basah?” tanya ibu lagi.
“bukan! Itu karena Miinah!” jawab Youngguk.
“kenapa aku?” tanya Miinah pura-pura tidak tahu.
“kau yang menyiramkan cola padaku…” ujar Youngguk.
“jelas-jelas yang membuka cola adalah oppa sendiri. Aku tidak memegang cola itu bahkan hingga saat ini…” bela Miinah. Benar juga sih, tapi Youngguk tidak terima.
“ah sudahlah…” Youngguk kembali makan. Saking kesalnya ia sampai tersedak.
“ini air untukmu, oppa…” Miinah memberikan air putih kepada Youngguk, Youngguk lalu mengambilnya dan meminumnya.
“bwah!” Youngguk menyemburkan air dimulutnya seperti dukun. “air apa ini?” tanyanya.
“oh maaf, itu air garam, aku tadi mau minum air gula. Salah ambil, rupanya garam. Hehehe…” kekeh Miinah, ibu hanya tersenyum.
“aku selesai…” Youngguk berdiri dan segera pergi.
“oppa..”
“….”
BRAKK…
Youngguk masuk kekamar dan membanting pintunya keras.
“ini pasti mimpi buruk. Benar! Aku akan terbangun besok tanpa adanya adik yang menjengkelkan itu!”

……………………

Paginya, Youngguk membuka matanya dengan perlahan, berharap tidak bertemu dengan Miinah atau siapapun itu yang mengaku sebagai adiknya. Dan dia pun bersyukur karena tidak ada suara-suara yang aneh.
“huft…” dia menghela lega. Semua yang terjadi kemarin hanya mimpi. Yah, kemarin itu benar-benar seperti terasa nyata. Ternyata semua hanya mimpi.
“Youngguk! Kenapa kau tidak bangun-bangun? Ayo cepat! Nanti kau terlambat sekolah!” teriak ibu dari dapur.
“HAH!” Youngguk bangkit dari kubur eh dari ranjangnya dan segera melihat jam weker disampingnya.
“ASTAGA!” dia segera pergi kekamar mandi. Jam sudah menunjukkan pukul 07.45, 15 menit lagi bel sudah berbunyi di sekolahnya. Apa yang dia lakukan sampai bisa bangun kesiangan? Mungkin karena mimpi Miinah itu.

…………………

Setibanya disekolah, ia dan beberapa siswa lainnya dihukum karena terlambat. Ia sendiri terlambat 3 menit. Dia dihukum untuk menyapu lapangan bersama yang lainnya. Youngjae, salah satu adik kelasnya yang juga dihukum, menghampirinya.
“hyung, tumben terlambat. Biasanya datang pagi-pagi untuk ngerjain orang. Sekarang sudah pension?”
“pension apanya!” Youngguk serasa ingin memukul kepala Youngjae dengan sapu. “aku terlambat bangun, jam wekerku mati…”
“ohh… jam weker alamimu tidak menyala?” tanya Youngjae lagi.
“jam weker alami? Maksudmu, ibuku. Hem… dia hanya membangunkanku disaat-saat terakhir…” jawab Youngguk.
“bukan. Yang satunya lagi…” seru Youngjae.
“yang satunya, yang mana?” tanya Youngguk.
“ah, Hyung seperti tidak tahu saja. Dia malah datang lebih dulu dari Hyung. Memang tidak tahu diri sebagai dongsa…”
“tunggu! Jangan katakan maksudmu adalah Miiinah!” seru Youngguk.
“nah! Iya, Miinah! Dia kan adikmu. Sepertinya hubungan kalian tidak begitu baik ya!” Youngjae bercerita panjang lebar tentang hubungan saudara seharusnya, sementara Youngguk terdiam mematung, rohnya hilang entah kemana.
“jadi Hyung, kalau hyung ingin menegur Miinah, tapi merasa sungkan. Bisa minta bantuanku, dia kan sekelas denganku! Iya kan!” saran Youngjae. Dia lalu terdiam melihat Youngguk yang mematung.
“hyung… sadar hyung…” Youngjae menggoncang tubuh Youngguk.
“Miinah, Miinah. Dia hidup?” tanya Youngguk tanpa aura nyata.
“iya dong Hyung. Masa’ dia mati!”
“hidup… hidup… hidupppppp….” Youngguk mulai menggila dengan pikirannya yang gila. Youngjae mundur-mundur.
“hyung, tenangkan dirimu. Aku pergi dulu…” Youngjae lalu pergi meninggalkan Youngguk yang penuh dengan pikirannya sendiri.

……………………..

Siangnya, Miinah seperti biasa berdiri didekat gerbang menunggu Youngguk untuk pulang bersama. Dia merasa tidak enak juga sih meninggalkan oppa nya tadi pagi. Tapi salah Youngguk sendiri. Sudah 2 hari ini dia kesal pada oppanya, masa’ dia tidak diakui sebagai adiknya. Apa yang terjadi?
“Miinah… apa yang kau lakukan disini?” seharusnya itu kata-kata yang diucapkan Youngguk pada Miinah, tapi tidak jadi. Ia hanya diam melihat Miinah berdiri didepan gerbang. Dia mendengus pelan dan berbalik badan.
“sebaiknya aku lewat belakang saja. Hidupku akan tambah parah bertemu dengannya…” ujar Youngguk sambil berjalan lewat gerbang belakang, meninggalkan Miinah sendiri yang menunggunya.
……….
………
………
19 menit dia berjalan, tapi perasaannya tidak enak. Kenapa ya? Apa karena dia belum makan? Apa karena cuaca sedang tidak baik? Dia akhirnya berbalik juga. Bagaimana pun, dia itu kan lagi-lagi. Teganya dia meninggalkan perempuan menungguinya. Dia lalu berlari dan berlari lebih cepat.
Begitu sampai di pintu gerbang depan, dia tidak melihat Miinah, dimana anak itu? dia mengedarkan pandangan. Lalu bertanya kepada orang-orang di sekitarnya. Tapi tidak ada yang tahu. Bahkan tidak menyadari ada Miinah. Dia makin kebingungan. Dia kembali berjalan, tapi kini lewat pintu gerbang depan.
“hapeku!” dia menepuk jidatnya, lalu mengambil hapenya dan mencari nomor kontak Miinah. “DAEBAK! Meskipun aku mengaku tidak kenal, tapi dihapeku ada nomor kontaknya. Ini asli!! Bukan tipuan sama sekali! Pabo!” Dia lalu menekan tombol call. Lalu menunggu dengan sabar sambil terus berjalan.
Tuttt…tuuuttt…
“oppa…” suara Miinah terdengar sedang berusaha memanggil.
“kau dimana? Apa yang terjadi?” tanya Youngguk khawatir.
“oppa… -yaa….!-“ Miinah tiba-tiba berteriak membuat Youngguk semakin khawatir, dia menghentikan langkahnya.
“Miinah! Ada apa? Kau dimana?”
“geonju…”
Tuuuttt tuuutt…
Youngguk tambah heran, tiba-tiba seorang namja menjawab pertanyaannya. Dari nada bicaranya, Youngguk tahu kalau namja itu berekspresi masam, kecut, dan jelek! Namja kurang ajar! Seru Youngguk dalam hati.
“Geonju?” Youngguk mulai berpikir akan kata-kata namja tadi. Geonju? Jalan geonju! Oh, Tuhan! Jalan Geonju itu sangat panjang. Apa sih maksud anak itu? ayolah Youngguk, berpikir, berpikir! Youngguk mengerutkan keningnya, mencoba menerka siapa yang menjawab teleponnya tadi sambil berjalan menuju jalan Geonju. Jalan Geonju hanya 800 meter dari sekolahnya.
“Minseok! Kurang ajar! Anak itu!” Youngguk langsung berlari begitu mengingat suara yang menjawab teleponnya. Minseok adalah musuh bebuyutan Youngguk dan gengnya. Tapi geng Youngguk sudah bubar karena masalah eksternal, beda sekolah. Akhirnya Youngguk terus bermasalah dengan Minseok seorang diri.
Kali ini, Minseok sudah membuat masalah besar. Dia sudah menculik adiknya yang bahkan dia belum yakin. Tidak bisa ini! Tidak boleh!
…………
………….
Youngguk menemukan sebuah tempat dimana biasanya Minseok dan gengnya berkumpul. Youngguk lalu menendang pintu itu sampai terbuka dan menimbulkan bunyi yang nyaring.
“wah… kau cepat juga…” ternyata memang Minseok yang menculik Miinah. Youngguk menggenggam tangannya dengan kuat.
“lepaskan dia!” ujar Youngguk melihat Miinah yang duduk dikursi dan diikat. 2 orang namja ada disampingnya, Minseok sendiri berdiri didepan Miinah menghadap Youngguk.
“kau memang berani datang sendiri, mana anggotamu?” Minseok bertanya tanpa menghiraukan permintaan Youngguk.
BRAKK..
Seseorang dari belakang memukul punggung Youngguk dengan kayu. Ia lalu menunduk dan jatuh berlutut, lalu beberapa orang mulai memukulnya. Miinah mulai panik dan berusaha berteriak, tapi sepertinya percuma, karena mulutnya juga sudah ditutup dengan kain oleh dua namja tadi.
Begitu ada kesempatan untuk berdiri, Youngguk mulai melawan sekitar 6 orang disana. Youngguk menendang, memukul, menghindar dengan mem-Youngguk-buta. Saat keenam orang itu mundur, tiba-tiba Minseok maju dan mulai memukul dan menendang Youngguk hingga Youngguk terbaring.

…………………….

“huhuhu… oppa…”
“….”
“Oppa… jangan tinggalkan aku, bertahanlahh…”
“…”
“oppaaa…”
“Miinah, ribut!”
“mian… oppa, gwenchana? Oppa…”
“kau melihat ini baik-baik saja?” Youngguk menunjuk luka di wajahnya dengan tangan kanannya, tangan kirinya berada dipundak Miinah.
“mianhae oppa…”
Youngguk berhasil mengalahkan kumpulan geng dari Minseok, tapi imbasnya dia mengalami luka diwajah dan badan. Sekarang Miinah membopong badan Youngguk yang besar menuju rumah setelah tadi naik bis. Banyak orang yang memandang mereka dengan aneh. Tidak apa-apa lah.
“kau belum cerita kenapa kau sampai ditangkap oleh mereka!” ujar Youngguk.
“oh… aku menanyakan dimana Youngguk oppa, soalnya aku menunggu Oppa sedari tadi. Terus mereka tiba-tiba menarikku!” jawab Miinah membela diri.
“kau ini!” Youngguk menyundul kepala Miinah dengan kepalanya. “seragam mereka saja beda, kenapa kau tanya pada mereka. Kalau pun mereka bukan orang jahat, tapi kan tetap saja memalukan!”
“hehehe. Mianhae…”
Mereka berdua lalu terdiam dengan pikiran masing-masing. Hingga sampai ke rumah.
“kalian darimana saja? Ya Ampun Youngguk! Apa yang terjadi padamu?”

………………..

Malamnya, Youngguk sedang berbaring sambil membaca komik. Wajah dan tubuhnya sudah diobati, tadi dia baru saja dimarahi oleh ibunya. Miinah tentu saja ikut dimarahi.
Tok tok tok
“oppa… aku boleh masuk?”
“hmm?”
“aku anggap boleh yaa…” Miinah yang tadi mengetuk langsung masuk dan menghampiri Youngguk yang membaca komik.
“terserahlah…” jawab Youngguk menyerah namun tetap membaca komik. Miinah duduk disampingnya.
“oppa masih marah padaku?” tanyanya.
“marah? Tidak juga.”
“heum… aku minta maaf…”
“sudah berapa kali kau mengatakan itu, tidak bosan?”
“kali ini aku benar-benar minta maaf!” ujar Miinah dengan tegas membuat Youngguk menutup komiknya dan mulai duduk melihat Miinah, yang dilihat menjadi malu.
“heh? Jadi selama ini kau bohong maafnya?” tanya Youngguk. “hahahahaha….” Dia lalu tertawa.
“jangan tertawa, ini beneran loh!” seru Miinah “mulai besok, aku tidak akan mengerjai oppa lagi…”
“jinja?” tanya Youngguk.
“nde, aku tidak mau mengerjai oppa lagi, aku takut terjadi sesuatu pada oppa lagi…”
“baik, ku maafkan…” Youngguk lalu tersenyum, Miinah juga ikut tersenyum. “sekarang pergilah, aku mau lanjut membaca!”
“huu… ya sudah, aku pergi!” Miinah lalu berdiri dan pergi menuju pintu kamar. “oppa! Selamat malam!”
Sejak saat itu, Youngguk mulai merasa bahwa dia selama ini salah. Dia mulai menerima Miinah dikehidupannya. Dan coba tebak! Youngguk sudah tidak menganggu teman-temannya lagi. Kemajuan yang sangat maju kan? Hehehe…

…………………….

Seminggu kemudian…
Paginya, Youngguk terbangun, cuaca hari itu sangat cerah. Youngguk bangun sambil tersenyum bahagia. Dia lalu ke kamar mandi dan menyelesaikan urusannya.
“ibu… selamat pagi!” sapa Youngguk pada ibunya dengan ceria.
“apa yang terjadi padamu?” tanya ibunya.
“tidak terjadi apa-apa… mana Miinah?” tanyanya.
“Miinah? Siapa Miinah?” tanya ibunya lagi.
“Miinah adikku!”
“kamu mau ibu punya anak lagi? Ah, kamu mau menjodohkan ibu ya? Gak usah deh, ibu jadi malu…” ujar ibunya sambil tersapu malu eh tersipu malu.
“ibu… mana Miinah?!” seru Youngguk “ibu cukup lah bercandanya!”
“apanya yang bercanda! Mana ada yang namanya Miinah!” balas ibunya, Youngguk lalu pergi kekamar disebelah kamarnya, dia tahu kalau itu kamar Miinah. Begitu membuka pintu ia tidak melihat apapun kecuali barang-barang bekas.
“Miinah…” Youngguk terdiam melihat ruangan itu yang disebutnya sebagai kamar Miinah padahal adalah gudang.
“kamu pasti ngelantur. Sudah, sarapan sana… setelah itu pergi sekolah…” tanpa mendengar nasehat ibunya, Youngguk berlari keluar. Ia ingin kesekolah, kekelas Miinah. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Miinah tiba-tiba menghilang? Kenapa dia ada saat itu? kenapa dia menghilang saat Youngguk sudah nyaman dengannya?

………………………

Sepulang sekolah…
Hingga saat ini, Youngguk belum juga sempat menemui Miinah saking sibuk keduanya. Huft. Ternyata ada anak yang bernama Miinah dan juga tinggal dikelas yang sama dengan Miinah. Karena itu dia sangat penasaran. Dia sudah menitip pesan pada Youngjae untuk disampaikan pada Miinah, kalau dia ingin bertemu Miinah di gerbang depan sepulang sekolah.
Maka, dia saat ini berjalan menuju gerbang depan sekolah. Tiba-tiba ia melihat sesosok yang mungkin ia kenal. Ia langsung menghampiri yeoja itu dan menyentuh bahunya.
“Miinah?” tanya Youngguk pada yeoja itu, yeoja itu lalu berbalik.
“nde?”
“…”
“…”
Mereka berdua sama-sama terkejut dan hening dalam diam.
“Youngguk oppa?”
“kau sedang mengerjaiku?”
“harusnya aku yang bertanya!”
“ada yang aneh terjadi…” ujar mereka berdua.
………………
………………
………………
“jadi, kau juga dikutuk oleh nenek itu? hahaha… daebak!” Youngguk tertawa dengan keras didalam bis.
“sst… pelankan suaramu…padahal aku tidak sengaja menendang sayurnya loh!” bela Miinah.
“yah, mau bagaimana lagi…” Youngguk mengangkat bahunya.
“tapi, diceritamu tadi, aku jadi adikmu dan tinggal dirumahmu. Sedangakan dalam ceritaku, kau menjadi kakakku dan tinggal dirumahku!” seru Miinah.
“benarkah? Oh ya, apa adegan kau diculik itu juga ada?” tanya Youngguk.
“ada. Tapi yang minta maaf adalah kau!” jawab Miinah dengan pasti.
“jinja?”
“hem….”
“….”
“….”
“jadi, kita berteman sekarang?” tanya Miinah.
“bisa…” Youngguk menyodorkan tangannya, Miinah lalu menyambutnya dan mereka pun saling berjabat tangan.
“baik… kita akan menjadi sahabat yang baik…” ujar Miinah.
“tentu saja…” jawab Youngguk dengan anggukan.

………………………….

YOUNGGUK VS MINSEOK (Miinah Ver.)
“kurasa oppamu tidak akan datang…” ujar seseorang yang diketahui Miinah bernama Minseok, karena sudah memperkenalkan diri.
“kau pede sekali…” ujar Miinah dalam hati, karena saat ini dia diikat dikursi dan mulutnya ditutup. Baru berapa menit, tiba-tiba pintu dibuka dengan kasar.
“wah… kau cepat juga…” ujar Minseok meremehkan Youngguk.
“lihat? Lihat? Itu oppaku, meski aku tidak yakin sih…” ujar Miinah dalam hati.
“lepaskan dia!” ujar Youngguk.
“kau memang berani datang sendiri, mana anggotamu?” Minseok bertanya tanpa menghiraukan permintaan Youngguk.
“dibelakangmu!” Miinah berteriak dalam hati. Situasi ini terlalu sulit.
BRAKK..
Seseorang dari belakang memukul punggung Youngguk dengan kayu. Ia lalu menunduk dan jatuh berlutut, lalu beberapa orang mulai memukulnya.
“oppa! Oppa! Ayo bangun! Kau itu kan berandal paling hebat! Ayo bangun oppa!” Miinah mulai kelabakan.
Begitu ada kesempatan untuk berdiri, Youngguk mulai melawan sekitar 6 orang disana. Youngguk menendang, memukul, menghindar dengan mem-Youngguk-buta. Saat keenam orang itu mundur, tiba-tiba Minseok maju dan mulai memukul dan menendang Youngguk hingga Youngguk terbaring.
…………………….
“oppa…”
“….”
“Oppa… aku…”
“…”
“Miinah… jangan banyak bicara…. Kau baik-baik saja?”
“nde…” angguk Miinah. Dia sekarang berada di punggung Youngguk, Youngguk menggendongnya, itu karena Miinah secara beringas berhasil menyelamatkan diri. Dan mulai membantu Youngguk berkelahi, tapi tentu saja badannya banyak luka, apalagi wajahnya. Sama seperti Youngguk.
“kau belum cerita kenapa kau sampai ditangkap oleh mereka!” ujar Youngguk.
“oh… aku menanyakan dimana Youngguk oppa, soalnya aku menunggu Oppa sedari tadi. Terus mereka tiba-tiba menarikku!” jawab Miinah membela diri.
“kau ini! seragam mereka saja beda, kenapa kau tanya pada mereka. Kalau pun mereka bukan orang jahat, tapi kan tetap saja memalukan!”
“hehehe.”
“mianhae…”
Mereka berdua lalu terdiam dengan pikiran masing-masing. Hingga sampai ke rumah.
“kalian darimana saja? Ya Ampun Youngguk, Miinah!! Apa yang terjadi pada kalian?”

………………..

Malamnya, Miinah diam dikamarnya dan kebingungan mesti bagaimana.
Tok tok tok
“aku boleh masuk?”
“ne?”
“aku anggap boleh” Youngguk yang tadi mengetuk langsung masuk tanpa aba-aba dengan badan penuh perban.
“baiklah…” jawab Miinah sambil duduk di ranjangnya.
“gwenchana?” tanya Youngguk sambil duduk disamping Miinah.
“Tidak juga.”
“heum… aku minta maaf…”
“sudah berapa kali oppa mengatakan itu, tidak bosan?”
“kali ini aku benar-benar minta maaf!” ujar Youngguk dengan tegas membuat Miinah heran dan melihat Youngguk dengan tidak percaya, yang dilihat menjadi malu.
“heh? Jadi selama ini oppa bohong maafnya?” tanya Miinah. “hahahahaha….” Dia lalu tertawa.
“jangan tertawa, ini benar!” seru Youngguk “mulai besok, aku tidak akan mengerjaimu lagi…”
“jinja?” tanya Miinah.
“nde, aku tidak mau mengerjaimu lagi, aku takut terjadi sesuatu padamu lagi…”
“baik, ku maafkan…” Miinah lalu tersenyum, Youngguk juga ikut tersenyum. “sekarang pergilah, sebaiknya oppa istirahat!”
“tentu saja, ngapain aku berlama-lama!” Youngguk lalu berdiri dan pergi menuju pintu kamar. “Selamat malam!”

………………………..
— THE END —
……………………….

2 responses to “My Sister?

Komentar ditutup.