Fairy Tail (Wonderland and Neverland)

cats 27_¸±±¾

Author             :           Yesunggyu – Amalia Laili

Genre               :           Comedy, Adventure, Friendship, Fantasy

Length             :           Continue

Cast                 :           Zelo (B.A.P), Alice (Hello Venus), Youngmin Kwangmin (Boyfriend), Baro CNU (B1A4), Hyoyoung (5Dolls), etc

…………………….

Zelo mengangkat barang-barangnya dari mobil menuju rumah barunya, lebih tepatnya rumah baru orang tuanya. Tidak pindah ke luar kota, hanya pindah kejalan yang berbeda. Zelo dengan membawa kotaknya, masuk ke kamar yang sudah diisi penuh oleh barang-barangnya. Ia lalu meletakkannya diranjangnya dan mengamati kamarnya yang berwarna biru pastel.

“lumayan, tidak buruk…” ujarnya sambil mengangguk-angguk. Dia lalu membuka jendela kamarnya dan menghirup napas. “udaranya bagus…”

“gaswat! Aku telat!” dia mendengar suara di dekat pohon dihalaman belakangnya, dengan penasaran dia berusaha mencari asal suara itu. terkejutnya ia melihat suara itu dari seekor kelinci dengan masker biru. Eh tunggu dulu, apa? KELINCI DENGAN MASKER?

“KELINCI DENGAN MASKER?” Zelo segera melompat dari jendelanya dan menghampiri kelinci itu. Mengendap-endap dengan perlahan, satu langkah, dua langkah….

….

…..

Dia lalu menyentuh kelinci yang sedang memegang jam.

Tap!

“YA! APA YANG KAU LAKUKAN DISITU? KAU MEMBUATKU KAGET!” pekik kelinci itu. Zelo termundur-mundur dibuatnya.

“Sebenarnya yang KAGET itu aku TAHU!” Bela Zelo membuat Kelinci itu tutup telinga.

“ah, sudahlah. Ini darurat! Darurat! Dimana tempatnya ya?” Kelinci itu tampak mondar-mandir mengelilingi halaman belakang Zelo.

“tempat apa? Apanya yang darurat?” tanya Zelo heran.

“hari ini akan ada penobatan ratu di negeri Wonderland Neverland!” jawab Kelinci itu. “dan aku tidak tahu dimana tempat aku kesini! Ah… jinja!”

“won, won apa?” tanya Zelo.

“wonderland Neverland! Ah, kau ini bodoh!” ujar kelinci itu membuat Zelo manyun.

“kau sendiri tersesat…” ujar Zelo dalam hati. Dia pun ikut mencari tempat kembali kelinci itu. Zelo berdiri disebuah pohon dan melihat lubang yang amaaaat besar.

“YA! Kelinci! Kau masuk keluar lewat lubang?” tanya Zelo.

“nde…”

“ada disini!” tunjuk Zelo pada lubang tersebut.

“lubang?” Kelinci itu segera menuju tempat Zelo sambil melompat. Dia melihat lubang di pohon itu. “WAAHH BENARRR!! KAU HEBAT… ANNYEONG! HUP!” kelinci itu pun masuk meninggalkan Zelo yang keheranan. Zelo melihat kekakinya, sebuah jam ada disana. Kelinci itu meninggalkannya.

“Kelinci! Kau meninggalkan jam muuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu… uwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!”

Zelo masuk ke lubang pohon tanpa sengaja. Lubang itu sangat dalam sekali. Zelo tidak tahu sampai mana dia akan berhenti mungkin sampai neraka.

3 menit kemudian…

Zelo berdoa sepanjang perjalanan jatuhnya. “Ya Tuhan! Jangan ambil Zelo, Zelo masih mungil dan masih imut. Zelo bahkan belum punya KTP…. Zelo mohon jangan ambil Zelo dulu!” pinta Zelo.

7 menit kemudian…

“Apa aku berpegangan pada sesuatu saja?” pikir Zelo melihat disamping kiri-kanannya ada banyak benda-benda antik. Dia pun mulai menyentuh benda tersebut.

“tidak… tidak!” geleng Zelo. “bisa-bisa benda itu juga jatuh dan nanti menimpaku. Berbahaya! Dangerous! Beresiko!” Zelo tidak jadi memegang benda-benda tersebut.

10 menit kemudian…

“ah, jinja. Aku capek, sampai mana sih dasarnya?” Zelo melipat tangannya dengan malas.

BRUAK!

“AW!” Zelo jatuh dengan keras, dia lalu mengusap pantatnya yang sakit dan mendengar suara tap tap tap kecil. Itu pasti si kelinci. “ke kelin kelinci! Tunggu a~~~kuuu~~~…” ujar Zelo segera berdiri dan mulai berlari sambil memegang punggungnya dan sebelah tangannya memegang jam si kelinci.

“oh! Kau ikut anak muda?” tanya kelinci itu melihat Zelo mengejarnya. Mereka masih sambil berlari.

“tidak. Sebenarnya aku tidak mau –appeuda!-. Benda ini milikmu kan?” tanya Zelo memperlihatkan jam si kelinci.

“ah benar! Kemarikan! Kupikir hilang!” si kelinci segera mengambilnya. Mereka berlari lagi.

“baik. Sekarang, bagaimana cara ku kembali?” tanya Zelo.

“Mana aku tahu!” ujar si kelinci.

“ahh…” Zelo seperti orang mau mati, tapi dia tetap berlari. “ya sudah. Aku ikut denganmu!”

“oke… siapa namamu?” tanya si kelinci.

“namaku? Zelo! Choi Zelo!” ujar Zelo.

“nama yang aneh. Namaku Toto Mato dari pasukan Matoki!” jawab si kelinci sambil terus berlari.

“nama apa itu =.=”

“Okehh… ini dia! Kaja!”

……………………..

Disisi lain, Alice sedang duduk bersama teman-teman revolusionernya. Mereka akan memulai kudeta untuk pembatalan penobatan Ratu Wonderland Neverland, Ratu Queen.

“Aku tidak yakin acara akan mulai dengan cepat…” ujar Baro si pembuat Topi.

“kenapa?” tanya Alice.

“tentu saja, para Mato itu belum terlihat!” jawab Kwangmin dan Youngmin si kembar Joo.

“Bukankah hari ini kita merayakan sesuatu?” tanya si kucing Hyoyoung.

“merayakan apa?” tanya Alice lagi.

“hari tidak ulang tahun! Hahahaha…” Hyoyoung tertawa lepas.

“oh. Yang benar saja!” Alice menunduk dalam. “sudahlah. Ayo kita pergi ke luar!” ujar Alice segera berdiri, yang lain juga ikut berdiri. “ehm, lebih baik, Baro saja yang ikut…”

“oke!” Baro pun segera berlari untuk membukakan pintu. Joo twins tampak sedih sedang Hyoyoung hanya melambaikan tangan.

“yasudah, kalian berdua ikut. Tapi jangan ribut!” putus Alice. “apa aku membuat pantun?” =.=

“HORE!” Joo twins berlari dan mereka pun mulai berjalan menyusuri jalan yang sepi dimalam hari di Wonderland Neverland.

“bagaimana cara kita menyelamatkan kerajaan?” tanya Alice pada Baro.

“kita ambil kunci kerajaannya!”

“kunci?”

“iya… kunci itu ada pada saat penobatan. Saat itu, kita ambil kunci dan kita buka gerbang keadilan…” jawab Kwangmin.

“Gerbang?”

“iya… Gerbang keadilan itu, jika dibuka, para peri akan keluar dan akan menangkap ratu Queen yang jahat. Lalu Raja King yang bijaksana akan kembali memerintah kerajaan ini!” jawab Youngmin.

“siapa Raja King?”

“tidak tahu. Tidak ada yang tahu!” jawab Baro.

“jadi bagaimana kita akan bertemu raja King?” tanya Alice. Mereka pun diam sesaat.

“CNU!” Pekik Joo Twins bersamaan, Baro hanya mengangguk.

“kenapa CNU?”

“Iya! CNU! Dia adalah ulat yang tahu segala masalah yang ada dinegeri ini! Ayo kita pergi kesana!” jawab Joo Twins memimpin jalan.

“oke…” jawab Alice.

………………………

Zelo dan Toto terus berlari hingga mereka sampai di dua persimpangan. Toto berhenti dan membaca rambu.

“ottohke!” Toto mulai panik lagi.

“waeyo?” tanya Zelo mengatur napasnya yang terengah-engah.

“aku lupa lewat mana!” ujar Toto kebingungan. Didepan mereka tertulis jalan “KESANA” dan “KESINI”.

“nama jalan apa itu? =.=” Zelo ikut bingung.

“entahlah… lewat mana? Aigooo… waktu terus berjalan. Bisa-bisa aku dimarahi Shishi-hyung!” pekik Toto.

“-siapa lagi itu?- jadi bagaimana? Pilih yang Kesana atau yang Kesini?” tanya Zelo.

“tunggu! Aku sedang berfikir!!!” Toto memejamkan matanya dan mulai berfikir. Tiba-tiba keluar asap dari kepalanya.

“hei Toto kepalamu!”

“huaaa! Kepalaku! Aku aku akan maaaat….” Toto lalu jatuh dengan suara Brakk yang keras. Zelo mengguncang tubuh Toto.

“Toto! Kau baik-baik saja? Toto! Toto!” Zelo berteriak-teriak. Dia lalu melihat ada tuas dikepala Toto dan mulai memutarnya sebanyak 20 kali.

“huahhh… aku hiduuuppp…” Toto lalu bangkit dari kematiannya.

PLAK!

“kau membuatku jantungan!” Zelo memukul Toto, Toto pingsan lagi. “ehh…” Zelo hampir saja memutar tuas lagi begitu melihat Toto tersenyum.

“hehehe… mungkin kita Kesana!” Toto berjalan menuju arah jalan Kesini.

“hei, itu bukan Kesana, tapi Kesini. Ayo sini, ini jalan Kesana!” ujar Zelo.

“anak muda kau membuatku bingung. Kau ini mudah tersasar ya?” tanya Toto lupa diri.

“sadar diri lahh… lihat!” Zelo memukul rambu jalan, Toto hanya tersenyum dan mereka pun berjalan menuju jalan Kesana.

…..

…..

“sebenarnya kenapa kau terburu-buru?” tanya Zelo.

“sudah kukatakan kan, kalau hari ini adalah hari penobatan Ratu Queen yang ke 20 untuk jadi ratu lagi….” Jawab Toto.

“oh… apa itu sangat penting? Ratu Queen itu pasti baik ya sampai-sampai dia berulang kali jadi ratu” tanya Zelo lagi.

“tidak. Dia itu sangat bengis dan jahat. Kejam!” jawab Toto dengan penuh ekspresi yang jengkel. “kau tidak lihat keadaan hutan yang porak-poranda ini? dan tidak ada makhluk yang sehat baik fisik maupun akal…” terang Toto, Zelo melihat kesekeliling hutan itu dan melihat kearah Toto lagi.

“lalu kenapa kau…”

“jangan tanya kenapa. Ini adalah tugas. Sebenarnya pasukan Matoki, terutama pasukan B, sangat tidak suka pada ratu dan berupaya untuk melengserkannya!”

“siapa pasukan B?” Tanya Zelo.

“aku dan kelima temanku…” jawab Toto “Shishi hyung dan yang lain…”

“oke. Ada berapa pasukan?”

“Ada 3. B, A, dan P. Kami adalah pasukan yang paling rendah, pasukan B, Best. Yang lain itu Absolute, itu satu tingkat lebih tinggi dari kami, mereka melakukan pekerjaan sangat tepat. Dan yang paling tinggi adalah Perfect, mereka sangat keren.” Toto menarik napas untuk kembali bercerita. “Dan begitulah…..Kemampuan kami tidak begitu baik. Karena itu, kalau aku terlambat datang ketika inspeksi kali ini untuk mengantar kunci kerajaan ini. Pasukan kami akan dibubarkan dan kami akan terlunta-lunta dijalan…”

“kasihan sekali…”

“kenapa kau ikut denganku, by the way?” tanya Toto tiba-tiba.

“aku tidak tahu pergi kemana. Tapi bagaimana kalau aku bantu pasukanmu agar tidak dibubarkan?” usul Zelo.

“ide bagus. Baik! Mari kita bekerja sama!” Toto tersenyum, sebenarnya hanya matanya yang terlihat tersenyum, karena mulutnya tertutup masker biru.

…………………………

Disisi lain, Alice dan beberapa temannya yang lain bertemu dengan CNU yang sedang bertapa di gua si buta. Beberapa menit kemudian dia pun keluar dengan imutnya.

“CNU-nim bolehkah kami bertanya?” tanya Kwangmin.

“boleh. Silahkan, pertanyaan kedua. Aku hanya membuka 5 sesi pertanyaan…” jawab CNU enteng.

“MWO?!! itu pertanyaan pertama? Padahal kami belum…” Alice akan membela tapi dibantah oleh CNU.

“ohh.. tentu. Yang tadi itu pertanyaan pertama, dan sekarang aku menjawab pertanyaan kedua. Silahkan pertanyaan selanjutnya…”

“kau ini sangat licik heh?” sindir Youngmin, Youngmin lalu dipukul oleh Alice. “ya!”

“tentu saja. Pertanyaan keempat!”

“aku!” Baro mengangkat tangan.

“jangan! Aku!” Alice kali ini yang bersemangat. “dimana kunci kerajaan?”

“di negeri ini tentu saja…” jawab CNU.

“bisakah lebih spesifik lagi?”

“dibawah tanah didekat para matoki, seorang anak manusia akan membawanya untuk kalian.” Jawab CNU. “baik, itu pertanyaan terakhir kalian. aku sedang sibuk. Permisi…” CNU pun kembali kedalam guanya.

“ohke… kita melakukan hal sia-sia gara-gara kalian berdua. Coba saja tadi aku yang bertanya…” Alice berjalan dengan lesu. Baro memarahi Joo twins dengan tatapan matanya.

“mianhae…”

“kali ini, ayo kita pergi ke Matoki untuk mengambil kunci itu sebelum acara dimulai…” ujar Alice.

“bagaimana caranya? Para Matoki itu tidak akan mau kita dekati…” jawab Kwangmin.

“tentu saja ada!” jawab Baro.

“jinja?” Alice dan Joo twins segera menatap Baro penuh harap.

…………………………

Zelo dan Toto tidak lagi berlari kali ini, mereka berjalan dengan gontai.

“Toto, aku capek… dimana markasmu?” tanya Zelo.

“tunggu sebentar. Aku agak lupa dimana tempatnya” jawab Toto.

“MWOO?? Jadi kau ini kelinci yang tersesat ya? -.-“ tanya Zelo.

“jangan begitu!” Toto ngambek.

Ketika mereka berjalan dari jalan KESANA menuju kesini *?* mereka lalu berpapasan dengan kelompok Alice dkk di pertigaan. Alice dkk. dan Zelo dkm. (dan kelinci mato) berhenti dan saling memandang mesra eh saling memandang curiga.

“siapa kau?” tanya Alice pada Zelo.

“sebaiknya sebelum bertanya siapa aku, kau haruslah memperkenalkan diri…” jawab Zelo membuat Toto getar-getir. Dia mengenal Alice ini, dia adalah salah satu tokoh revolusioner, salah kata, nyawa Zelo melayang kehatimu eh ke alam baka.

“aku kan yang bertanya!”

“aku hanya memberikan saran kepada seorang gadis untuk sopan santun…” jawab Zelo lagi kali ini membuat Toto seperti dipukul oleh palu 3x.

“mworago??” Alice mulai kesal.

“kau tidak dengar? Kau tu..” Zelo baru saja mau melanjutkan kata-katanya tapi Toto berhasil menarik tangannya.

“dia adalah Alice, salah satu tokoh revolusioner, sebaiknya jangan mengganggunya. Ayo kita pergi saja….” Bisik Toto. mereka berdua kembali berjalan.

“chakaman!” Baro tiba-tiba teringat sesuatu. “apakah kau adalah manusia? Dan kau, matoki?” tanya Baro sambil menunjuk pada Zelo dan Toto. Mereka berdua mengangguk.

“nah! Ini dia Alice! Mereka lah yang dimaksud CNU-ssi!” sahut Youngmin dan Kwangmin berbarengan.

“jinja?” tanya Alice sambil mengeryitkan keningnya.

“aku test. Apa kalian membawa kunci kerajaan untuk penobatan ratu Queen hari ini?” tanya Baro.

“HAH? APA? KOK KAU TAU SIIIIHHH??” Toto panik, Zelo menepuk jidatnya.

“kalau kau begitu kan malah ketahuaaannn… huaaaa…” Zelo jadi ingin menangis.

“bagus, berikan pada kami!!” paksa Joo twins.

“Shireo!” Zelo dan Toto segera  berlari maju. Mereka berlari sekuat tenaga.

“heeiii jangan kesanaaaa!!!” ujar Baro.

“tapi kami mau KESANAAAA…” Jawab Zelo.

…………………………..

— To Be Continue—

……………………….