The Perfectionist (Part 10)

THE PERFECTSIONIST PART 10

perfect 10

Cast : Sehun (EXO),Lizzy (After School),Aaron (NUEST)

Length : continue

SEMBILAN BELAS

Aaron melihat Sehun sedang menerima telepon di dekat bangku yang menghadap lapangan sepak bola. Wajahnya kelihatan serius. Sejenak kemudian,Sehun sudah menutup telepon. Lalu Aaron pun menghampirinya.

“kau ada masalah ? wajahmu kelihatan serius.” Tegur Aaron.

Meski agak canggung,Sehun berusaha tetap bersahabat. Tak ada salahnya kan ? lagi pula sekarang dia tak pernah melihat Lizzy khawatir gara-gara Aaron lagi.

“ah.. bukan apa-apa, ibu ku menelepon. Dia menyuruhku pulang.”

Aaron mengangguk sekali tanda mengerti.

“kau punya sesuatu yang ingin dikatakan padaku lagi ?” tanya Sehun.

Aaron menggeleng.

“aku pergi dulu.”

Sehun masih melihat Aaron yang sudah agak jauh berjalan didepannya. Sepertinya ada banyak hal yang berubah akhir-akhir ini. Termasuk Aaron. Tapi,mungkin saja dia memang orang baik.

 

“argh…! kenapa kita harus ke taman hiburan sih ?”

Minhyun mengeluh dengan pilihan 2 Noona yang memiih menghabiskan weekend di taman bermain.

“wae ? kau tak suka ? kalau begitu,kami saja yang bersenang-senang.” Seloroh Sunny.

Wajah Minhyun cemberut. Ah… dia sedang kesal sejak kemarin. Tak bisakah dua oranng noona ini menghiburnya. Padahal itulah yang diharapkannya dengan ikut bersama mereka.

“Sunny,kau harus mengerti dia.” Hibur Lizzy. “dasar anak malang.” Lanjutnya lagi sambil mengacak rambut Minhyun.

“hah.. apa aku kurang menarik bagi Ga-eun ?” Mihyun meratapi tentang cintanya yang di tolak Ga-eun kemarin. “padahal aku sering mengajarinya.”

Sunny dan Lizzy tersenyum geli.

“hati perempuan itu tak bisa di ambil dengan pelajaran.” Celoteh Sunny.

Mereka berdua lalu menarik lengan Minhyun untuk menuju arena jet coaster.

“kita harus bersenang-senang hari ini.” Kata Lizzy.

 

Sehabis  mencoba berbagai macam permainan,mereka bertiga bersantai di teras sebuah caffe.

“berikan aku cappuccino.” Kata Minhyun pada pelayan yang menghampiri mereka.

Sunny langsung memegang pergelangan tangan pelayan tersebut.

“ani,berikan kami semua sesuatu yang manis.” Selanya.

“ahh.. noona,” Minhyun terlihat kesal.

“kau harus makan yang manis kalau mau melupakan patah hatimu.”

Beberapa menit kemudian,pesanan mereka datang. Baru saja Lizzy hendak mencicipi pancake blueberrynya,pundaknya di sentuh seseorang.

“anyeong.” Kata orang itu saat dia menoleh ke belakang yang ternyata adalah Aaron.

Lizzy meletakkan sendoknya. Hmm.. dia agak terkejut juga. Pasalnya,dia belum pernah berbicara dengan Aaron sejak hari itu.

“hai..Aaron,lama tidak melihat mu.” Sapa Sunny sambil melambai tangan.

“Kau juga,tetap jadi orang yang bersemangat.” Balas Aaron.

Dia kemudian duduk di sebelah Lizzy. Mata Sunny memperhatikan T-shirt di balik jaket Aaron. Dia merasa kenal dengan T-shirt itu.

“ommo,bukannya itu T-shirt couple punya kalian berdua dulu ?” seloroh Sunny. Lizzy langsung melirik ke arah Aaron. Yah.. memang itu T-shirt couple dia dan Aaron dulu. Tak di sangka masih di simpan,ia pikir mungkin Aaron sudah membuangnya.

“mmm… ternyata kau masih menyimpannya,” goda Sunny. Aaron tertawa kecil.

“ini kan memiliki kenangan berharga.” Ucap Aaron.

Lizzy melahap pancake-nya untuk mengalihkan perhatiannya dari percakapan tersebut.

“waah.. Lizzy juga masih menyimpannya kok,tapi tak mau di pakai.”                               Lizzy langsung  menginjak kaki Sunny dan memasang tampang kesal. Huh… kenapa juga Sunny harus mengungkap hal itu pada Aaron.

Aaron melirik padanya. Dalam hati Aaron merasa senang. Setidaknya,masih disimpan dan tidak dibuang.

****

 

DUA PULUH

Sepulang dari taman hiburan,Lizzy pulang dengan Aaron berjalan kaki. Mereka berdua tak bicara sama sekali. Lizzy menundukkan kepalanya tak berani melihat kearah Aaron.

“bukannya arah rumah kita berlawanan ?” cetus Lizzy tiba-tiba.

“nde,kita hanya bersama sampai stasiun kereta saja.”

Lalu mereka diam lagi. Suasana ini benar-benar tak mengenakkan bagi Lizzy. Dia ingin berbicara tentang sesuatu tapi tak tahu apa. Kenapa mengobrol santai saja tak bisa,dulu tak sesusah ini. Ah.. dia mulai mengenang masa lalu dengan Aaron dulu.

“ T-shirt itu,kau tak akan membuangnya kan ?” tanya Aaron.

Lizzy merasa agak terkejut. Iya atau tidak ? dia juga ingin membuang semua barang-barang dari Aaron tapi ingin menyimpannya juga.

“buat apa kau tanya itu ?” dalih Lizzy. “kau sendiri,kenapa tak membuangnya ?”

“sudah ku bilangkan,T-shirt ini punya kenangan. Kenapa harus dibuang.”

“kau tak sakit hati saat melihatnya ?”

Aaron berhenti berjalan,lalu menatap Lizzy.

“jangan-jangan kau merasa seperti itu ?”                Lizzy menelan ludahnya. Dia langsung berpaling dari tatapan Aaron.

“oh.. ya Sehun akan pulang kan ? dia pulang kemana ?” sambung Aaron lagi.    Lizzy diam. Ia  terkejut dua kali hari ini. Pulang ? Sehun akan pulang ? berarti yang di maksud pulang,dia akan ke Australia.

Aaron melihat Lizzy dengan cemas. Lizzy belum menjawabnya,tapi malah melamun.

“kapan,kapan dia bilang akan pulang ?”

“kemarin.”

Ah.. Lizzy tersentak lagi. Hari ini penuh dengan kejutan.

Tanpa berpikir lagi,dia segera berlari meninggalkan Aaron.

“Lizzy !stasiunnya sudah dekat !” seru Aaron.

Tapi Lizzy tak mendengarkan. Ia menghela nafas. Hmm.. dia tahu tujuan Lizzy,apartemen Sehun. Kalau itu dia tidak akan bisa mencegah. Tapi… kalau di pikir,bukannya tujuan mereka sama ? Aaron juga tinggal di tempat yang sama dengan Sehun.

 

Begitu pintu di buka,Sehun berhadapan dengan tampang kesal Lizzy.

“waeyo ? tiba-tiba ke sini ? ayo masuk.”        Sehun meraih tangan Lizzy. Tapi langsung di tepis.

Sehun agak was-was,sepertinya Lizzy sangat marah padanya. Mungkin…

“kenapa kau tak bilang kalau mau pulang ke Australia ?!” seru Lizzy marah.     Benarkan ! dugaan Sehun. Darimana Lizzy tau hal ini ?

“Aaron bilang kau akan pulang.”

“Aaron ? hah.. dia jahat sekali, padahal aku belum memberitahu sendiri.”

“kau mau main rahasia denganku ?”

Sehun menarik nafas. Mengumpulkan tenaga untuk bicara.

“Lizzy,aku kehilangan ayah untuk ke-2 kalinya.”                 Lizzy tak bicara lagi. Tak ada yang bisa dibantahnya kalau soal ini. Sehun meraih tangannya untuk masuk,kali ini ia tak menolak.

Mereka berdua duduk di sofa krem. Lizzy masih memendam rasa kesal pada Sehun.

“ibuku menyuruhku pulang,dia sendirian sekarang. Sekali-sekali aku harus menurutinya.karena selama ini aku selalu membatah dia.”

Lizzy masih menatap Sehun dengan lekat. Beberapa detik kemudian dia bisa bicara.

“kapan kau akan pergi ?”

“besok.”

“besok ? itu terlalu cepat.”

“mianhe.”

Lizzy menarik nafas panjang. Besok, Sehun sudah tak ada disini. Rasanya cepat sekali dari waktu-waktu dia merasa kesal dengan Sehun hingga bisa menjadi dekat. Sesuatu yang sulit dipercaya.Perlahan,matanya basah. Berlanjut,dan akhirnya ia menangis.

“setidaknya kita harus lulus bersama-sama.” Lirih Lizzy.                Sehun menyentuhkan tangannya di kepala Lizzy.

“kau rival yang menyenangkan.” Ucapnya pelan.

Lizzy mengusap matanya yang basah dengan punggung tangannya,

“sejak kapan kau menganggapku rival ?” ujar Lizzy.

“sekarang kau bisa menjadi yang terbaik lagi,aku tak akan mengambilnya darimu.”

“aku tak peduli lagi.”

 

Didalam kamarnya,Lizzy merenung. Besok dia tak akan melihat Sehun pagi-pagi lagi di kelas. Kalau hal ini terjadi dulu,tentu dia akan senang sekali. Tapi sekarang tidak.

Kemudian,matanya menuju ke atas lemari pakaian. Di sana bertengger kotak berisi barang-barang pemberian Aaron dulu. Diambilnya,dan di buka. Satu persatu di tatap olehnya. Hmm… dia memikirkan kata-kata Aaron. Barang-barang ini tak pernah salah. Mengapa ia harus membuangnya ? justru barang-barang ini mempunyai kenangan berharga meski tak terulang. Dan T-shirt ini,mungkin dia akan memakainya kembali.

 

Sebuah pesawat melintas terlihat lewat jendela kelas. Lizzy menghentikan tangannya yang menulis. Melihat pesawat itu sampai akhirnya menghilang di antara awan-awan. Dalam hatinya…

“mungkin Sehun ada di pesawat itu,”

***

THE END (D-N)

 

Eh..!!! the end ??? wah…..  tapi aku bohong kok kalau the end.

Masih ada sekitar….. chapter lagi.