Ego Is Yours

cats d

(Female’s Version)

Author : Yesunggyu
Genre : romantic, humor, friendship
Length : continue
Cast : Jung Krystal, Baek Suzy, Choi Sulli, Byun Baekhyun, etc
………………….
“sebaiknya kita putus saja…”
“memangnya sejak kapan kita pacaran?”
“yah…” aku lalu berbalik setelah ia menjawab seperti itu. Kenapa sih? Kenapa dia tidak merespon apapun? Membuatku kesal. Aku berjalan 5-7 langkah menjauh darinya. Ayolah, kenapa tidak memanggilku? Kenapa tidak menahanku?
“baiklah, kalau itu yang kau mau. Kita benar-benar putus. Kau akan menyesalinya!” ujarku dalam hati dengan kesal.
…………………..
Besoknya, dikelas ah bukan, disekolah kembali gempar karena aku kembali single. Aku tidak mengerti kenapa. Aku rasa biasa saja sih.
“MWOOOO… KAU PUTUS DENGAN BAEKHYUN?” tanya Suzy padaku, teman sebangkuku.
“sst. Tidak perlu nyaring-nyaring. Kau membuat keributan!” imbauku padanya. Dia lalu menutup mulutnya. Lalu kembali berbisik.
“kau yakin tidak akan menyesal?” tanyanya kembali.
“yakin lah! Aku yang akan membuatnya menyesal karena sudah menyia-nyiakan yeoja sepertiku!” jawabku percaya diri. Suzy hanya menggelengkan kepala.
“padahal dia kan pacar pertamamu. Kupikir bakal langgeng. Eh, baru sebulan sudah putus. Dae to the bak! Daebak!” ujar Suzy, aku langsung melotot padanya dengan arti tatapan jangan-berisik-atau-kubunuh-kau.
“agesimnida, konjunim…” Suzy menunduk padaku layaknya seorang dayang pada seorang ratu. Dia lalu kembali kebangkunya begitu melihat sonsengnim masuk kekelas kami mulai mengajar.
…………………..
Kami lalu pergi kekantin ketika istirahat. Baru saja masuk, ada 2 orang namja yang menyatakan cintanya padaku. Hebat banget gak sih? Aku hanya bisa mengacuhkan mereka. Aduh, cinta itu gak semudah membalikkan telapak tangan, tahu!
“ah, kau memang populer, Krystal. Bagi-bagi dong denganku!” pinta Suzy dengan aegyonya.
“jangan bicara sembarangan…” aku lalu duduk untuk makan. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada seseorang yang sedang mengambil minuman. Dia adalah Baekhyun. Argh, kenapa dipikiranku masih ada orang itu. membuat jengkel saja.
“YA!” tegur Suzy dengan keras padaku. Lamunanku seketika itu juga buyar. “kau masih mencintainya ya?”
“ani…” gelengku sambil mulai menyuap makanan kemulut.
“ahh… kojimallll…”
“aniyooo…”
“jujurlah padaku, Krystal. Kau masih mencintai Baekhyun kan!”
“tutup mulutmu!” ujarku lumayan keras, Suzy hanya mengangguk-angguk dan mulai makan. Sepertinya dia menyerah dengan suara perutnya yang mulai nyaring. Aku kembali makan, namun tiba-tiba saja pandanganku kembali menuju Baekhyun. Dan dalam sekejap, mata kami bertemu saling pandang. Aku langsung menunduk dan dia langsung beralih ke hal lain.
“pabo…” ujarku sambil memotong tomat dengan kasar.
“YA! Apa dosa Tomat itu padamu!”
……………………
Beberapa hari kemudian…
Saatnya jam olahraga. Jam yang sangat tidak kusukai. Bisa tidak ya aku bolos? Tapi tidak bisa. Aku kan populer. Bisa-bisa image ku jadi hancur gara-gara bolos. Huft, jadi orang populer itu serba salah ya? Tapi bukan, bukan itu masalahku. Masalahku adalah, kenapa. Iya, kenapa? Kenapa harus kelasku dan kelas Baekhyun digabungkan seperti ini? Membuatku kesal saja!
“baiklah. Mulai di absen. Kim Mouri!”
“hadir..”
Dan dimulailah absen yang membosankan. Aku hanya diam menatap sepatuku.
“wae? Sepatumu rusak?” tiba-tiba seseorang disampingku menegur, dan aku mengenal suara ini.
“tidak, kalaupun rusak kau mau belikan?” aku balas bertanya.
“tidak mungkin kan.” Jawabnya. Dan hanya segitu saja percakapan kami. Aku, antara lega dan kesal. Lega karena percakapan tidak lebih lanjut lagi. Dan kesal karena kenapa sih cuman segitu aja? Arghhh…
“Jung Krystal!”
Pabo, kenapa juga dia menyapaku setelah itu tidak mengatakan hal lain?
“Jung Krystal!”
Ah, sejak dulu dia memang pabo.
“JUNG KRYSTAL! APA KAU ADA DISINI?” Sonsengnim menegurku dengan keras hingga aku tersadar dari lamunanku.
“Ah, nde. Saya hadir, sonsengnim!”
“bagus, sekarang berlari keliling lapangan 5 kali. Mengerti, Krystal?”
“arayo!” jawabku yang disambut tawa sebagian siswa disana. Aigoo.
“Byun Baekhyun…”
“…”
“YA! BYUN BAEKHYUN KAU MAU JADI PENGIKUUUuuutt… ehhh, kau kenapa?”
Aku tidak mengerti apa yang dikatakan sonsengnim selanjutnya karena aku sudah berlari dan begitu melihat disampingku sudah ada Baekhyun yang ikut berlari.
“wae?”
“aku tidak mendengar namaku dipanggil ketika diabsen. Aku juga ikut berlari.” Jawabnya cuek.
“kenapa bisa kau…”
“sudahlah, aku capek kalau bicara sambil lari. Duluan ya!” dia lalu segera berlari mendahuluiku. Huft, membuatku kesal, aku lalu berusaha lari lebih cepat dari dia.
……………………………
Beberapa minggu kemudian,
“Krystal, Krystal! Ada Sulli, loh!” Suzy dengan hebohnya menghampiriku yang sedang membaca buku.
“Sulli? Sulli teman kita SMP dulu?”
“iya! Iya! Dia pindah kesini! Kita bisa bertiga lagi! Hore!” Suzy lalu bersorak-sorak bersamaku. Aku jadi tidak sabar bertemu dengan Sulli, teman lamaku. Aku sangat merindukannya.
“dimana kelasnya?”
“satu kelas dengan Baekhyun! Kyaaa…”
-Deg-
Jantungku tiba-tiba berdetak keras. Kenapa? Kenapa aku mesti begini? Apa ada yang salah? Tidak, kenapa bisa aku begini. Ya Tuhan, aku pasti sudah gila.
“ada apa?” tanya Suzy yang heran dengan ekspresi tanpa-ekspresi-ku.
“aniyo. Ayo kita bertemu dengannya!” ujarku. Aku dan Suzy pun segera pergi menuju kelas sebelah.
“….”
“dimana dia? Aku kok tidak melihatnya?” tanyaku yang berada didepan pintu kelas 11-3 sambil mengedarkan pandangan.
“KRYSTAL! SUZY!” Kudengar suara Sulli yang berteriak ceria pada kami. Aku dan Suzy menoleh kesumber suara. Kami pun melambai lalu segera masuk kekelas itu tanpa permisi.
“kyaaa…” kami bertiga saling berpelukkan persis sepeti telletubies yang reuni.
“long time no see…” ujarku pada Sulli.
“fine, aku merindukan kalian!” jawabnya.
“kami juga!” Suzy memeluk Sulli lagi.
“kenapa pindah kesini?” tanyaku.
“ayahku kembali ditugaskan disini. Kenapa? Tidak senang ya?”
“senang, kok. senang! Hehehe…”
Tanpa bisa kupungkiri, aku melihat Baekhyun yang sedang memperhatikan kejadian ini.
……………………
Beberapa hari kemudian,
“huaaahhh… Krystal ya, terimalah salah seorang dari merekaaaa…” Suzy tampak lelah menyortir surat-surat dari para fansku.
“Suzy, tidak perlu disortir. Simpan saja semua, atau dibuang saja…” ujarku sambil membaca buku.
“aish, kau ini. Kau harus tetap menghargai mereka tau!” Jawab Suzy protes.
“huft…” aku lalu mendesah pelan.

“Sulli, akhir-akhir ini kau selalu tersenyum, ada apa?” tanyaku pada Sulli ketika kami berada di toko buku.
“memangnya tidak boleh?” tanyanya sambil tersenyum lagi.
“bukannya tidak boleh. Tapi aneh. Bukan aneh juga, sih. Tapi akhir-akhir ini kau sering tersipu malu begitu. Ada apa, nih?” aku lalu menggoda Sulli dan benar saja, dia kembali tersipu malu.
“tidak kok…” jawabnya berbohong. Terang saja berbohong. Dia kan tersipu malu sekarang. Semua yang melihatnya juga tahu.
“aku rasa tidak, Krystal!” ujar Suzy ikut nimbrung.
“kok tidak?” –Krystal-
“tidak kan Suzy?” –Sulli-
“aku rasa akhir-akhir ini Sulli galau! Hahaha….” Suzy tertawa penuh kemenangan. Aku pun juga ikut tertawa dan Sulli tetap dengan wajahnya yang kemerahan.
“sudah, sudah. Ayo kita bayar buku ini…”
“oke! Karena kamu sedang jatuh cinta hari ini, makanya, bayarin ya!” ujar Suzy dengan anggukan dariku.
“ya!”


“nuguya?” aku menyipitkan mataku dan mulai berpikir siapa yang disukai Sulli saat ini.
“mwoya?” Suzy menatapku heran ketika mendengarkanku menggumamkan kata.
“ah, aku hanya penasaran siapa yang Sulli sukai…” jawabku pada Suzy.
“keure! Aku juga! Dia kan selama ini juga belum pernah menyukai siapapun…” jawab Suzy.
“ya, dia terlalu menjaga image nya…” aku pun mengangguk.
“kau juga kan!” Suzy lalu memukulku dengan tumpukan surat-surat.
“ya! Aku kan… ah sudah lah…” aku pun kembali membaca buku. Berdebat dengan Suzy sama saja dengan mengaku kalah.
“…”
“…”
“yang ini dari Taemin-Sunbae, aku minta ya. Tulisannya keren loh!”
“ambil saja..”
“ini dari Sehun. Kyaaaa… aku minta ya!”
“nde”
“dari Minho-Sunbae, dari Myungsoo-Sunbae, dari Kai, aku minta ya!”
“ambil saja semua!”
“oke…”
“…”
“…”
BRAK!
“SUZY! KRYSTAL!” sebuah suara berteriak dari pintu, aku mengenal suara itu. suara Sulli yang memecah keheningan kami berdua dalam kelas itu.
“ada apa Sulli?” tanyaku dan Suzy bersamaan.
“aku, aku aku… Baekhyun menyatakan cintanya padaku. Bagaimana ini??” tanya Sulli sambil merengek kebingungan. Kami berdua, aku dan Suzy, hanya dapat melongo tanpa bisa mengatakan apa-apa. Tidak, kami mengatakan…
“APPPPPAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA????”
…………………………
— TO BE CONTINUED —
……………………