Ego Is Yours (Part 2)

EGO IS YOURS

(Female’s Version)

cats d

Author : Yesunggyu

Genre : romantic, humor, friendship

Length : continue

Cast : Jung Krystal, Baek Suzy, Choi Sulli, Byun Baekhyun, etc

………………………….

Benarkah? Benarkah? Baekhyun…

“kau tidak bercanda kan, Sulli?” tanya Suzy pada Sulli.

“ani…” geleng Sulli dengan yakin.

“jadi, bagaimana perasaanmu padanya?” aduh, aku ini bagaimana sih? Kenapa aku malah menanyakan hal ini padanya? Tidak, aku tidak apa-apa kan? Ada apa denganku?

“aku… aku juga… aku juga menyukainya…”

“MWWWWWWWWWWWWWWWWOOOOOOOOOOOOOO???”

…………………

Dan hari berlanjut begitu saja tanpa bisa ku hentikan bahkan untuk sebentar. Suzy pun mengerti kalau aku masih menyukai Baekhyun. Aduh! Kenapa bisa ketahuan begitu! Sulli tidak tahu kalau aku dan Baekhyun pernah pacaran. Jadi, dia dan Baekhyun pun akhirnya pacaran. Kalau dihitung-hitung, rentang waktu perpisahanku dengan Baekhyun adalah 2 minggu. Secepat itu kah dia menemukan cintanya? Cinta itu begitu mudah baginya ya?

Huft. Hal ini semakin membuatku kesal. Selain karena aku tidak tahu penyebab putusnya aku dan Baekhyun, juga karena dia cepat sekali menemukan penggantiku. DAEBAK! Bisa-bisanya ia mendahuluiku!

“Ehm, Krystal-ssi…” seorang lelaki datang menghampiriku sambil membawa tumpukan buku.

“hem?”

“hari ini kau piket kan? Bisa tolong bawakan ini? Aku akan membersihkan kelas juga…” jawabnya dan menaruh tumpukan buku itu diatas mejaku. Yah, aku ada dikelas. Aku piket hari ini. Dan hanya aku yang melamun ketika teman-temanku sedang melakukan tugas piket.

“ah, mianhae… aku akan membawanya…” aku segera meminta maaf kepada teman-temanku. Bisa-bisanya aku seperti ini.

………………….

“Krystal-ssi…” aku menoleh, seseorang memanggilku dari belakang. Dia yang tadi memberikan tumpukan padaku. Namanya Park Chanyeol, teman sekelasku, bangkunya ada di barisan kedua.

“ada apa?”

“aniya… hanya saja, tidak apa-apa kan kalau aku ikut pulang bersamamu?”

“heh? Bersamaku? Kau mau kerumahku? Ngapain?”

“bukan. Maksudku, jalannya barengan…”

“ohh… aku pikir…” dasar sinting. Bisa-bisanya aku berfikir yang bukan-bukan.

“hehehe… kau ini lucu, Krystal” Chanyeol terkekeh dan memperlihatkan deretan giginya yang rapi. Dalam sejenak aku terkesima, baru kali ini aku melihatnya tersenyum. Yah, sebagai teman sekelas yang tidak tahu diri, baru kali ini aku melihat temanku selain Suzy dan Sulli tersenyum.

“terima kasih…” lah, kenapa juga aku bilang terima kasih?

“kau tidak keberatan kan?”

“tidak. Buat dirimu nyaman…” ujarku padanya.

“baiklah…”

Aku tidak menyangka bahwa Chanyeol adalah orang yang humoris. Tentu saja, temanku dikelas hanya Suzy. Chanyeol bercerita tentang banyak hal dan sesekali menyuruhku untuk bercerita juga. Sesekali aku membalasnya dan ketika aku menatap wajahnya, rasanya, ugh. Jantungku hampir lepas karena terlalu terkejut melihat caranya menatapku. Matanya yang besar dan tampak bersinar (mungkin aku berimajinasi) menatapku dengan seksama seperti seorang anak kecil menatap ibunya. Senyumnya terkadang mengembang membuat jiwaku juga sepertinya melayang.

“wah, ternyata kau ini enak di ajak bicara ya!” Chanyeol tersenyum sekali lagi.

“gomawo…” jawabku sambil menunduk. “kau juga…”

“kalau begitu kita mulai dari awal!” Chanyeol menghentikan langkahnya dan aku pun juga. “perkenalkan, namaku Park Chanyeol, teman sekelasmu. Mulai sekarang kita akan lebih akrab lagi. Salam kenal!” dia lalu menjabat tanganku.

“eh? Ehm. Namaku Jung Krystal, teman sekelasmu juga. Salam kenal!” kami seperti orang bodoh. Mana ada orang yang berkenalan setelah mereka sudah bersama dalam satu kelas sejak 6 bulan yang lalu. Bodoh.

………………………………

2 minggu kemudian

AUTHOR POV

Suzy merengutkan wajahnya, Sulli juga ikut-ikutan merengutkan wajah. Krystal dibuat bingung oleh kedua sahabatnya itu. Suzy kesal, karena Krystal akhir-akhir ini tidak pulang bersamanya, malah pergi bersama Chanyeol, sedang Sulli… yah, dia hanya ingin membuat sensasi saja.

“aish… come on, don’t be like that… mianhae…” Krystal meminta maaf pada Suzy. Suzy akhirnya mendesah pelan.

“baiklah. Tapiii… traktir aku ya!” pintanya pada Krystal, kali ini wajah Krystal yang merengut. Harusnya dia tahu sifat sahabatnya yang satu ini.

“okay, fine!”

“me too! Me too!” Sulli mengancungkan tangan.

“kau tidak usah! Minta saja sama Baekhyunmu!” Suzy memukul bahu Sulli, Krystal hanya tersenyum. Sudah 2 minggu ini dia tidak memiliki masalah dengan hubungan antara Baekhyun dan Sulli. Meskipun ada sedikit rasa cemburu, tapi tidak begitu besar. Kenapa ya? Entahlah.

“jangan menyebut namanya disini…” ujar Sulli dengan nada yang agak lemah.

“ada apa?” tanya Krystal. Awas saja jika Baekhyun sampai hati menyakiti sahabatnya ini. Baekhyun bisa saja sampai kerumah dengan tidak selamat.

“aniyo. Hanya perkelahian kecil…” jawab Sulli.

“apa! Kenapa?” Krystal langsung berdiri dari tempat duduknya. Baekhyun, umurmu tidak panjang!

“aku juga tidak mengerti…” Sulli menggelengkan kepalanya. “hanya saja, sepertinya dia ada sedikit masalah, karena itu jarang memperhatikanku.”

“mungkin masalah keluarga?” pikir Suzy.

“bisa jadi!” jawab Krystal *jiah,emangnya tebak kata?#plak.

“…” Sulli diam saja.

“ah, Sulli! Tenang saja! Kalau sesuatu terjadi padamu karena dia, maka aku akan lebih dulu membawanya pulang” ujar Krystal sambil merangkul Sulli dan tersenyum bangga.

“maksudmu?” Sulli dan Suzy keheranan.

“aku akan membawanya pulang ke Yang Maha Kuasa!” Krystal menunjuk keatas dengan tangan kanannya. Sulli dan Suzy tertawa melihat tingkah Krystal.

“nde…” Sulli tersenyum.

……………………………..

3 minggu kemudian…

Langit Seoul sangat kelam hari ini. Matahari bersembunyi dibalik awan dengan rapat. Ia sangat takut untuk keluar pada pagi ini. Hujan pun tidak berani untuk menjatuhkan diri kebumi. Resiko untuk kembali sangat besar. Hari itu seorang gadis dalam keadaan geram. Ia menggertakkan giginya berulang kali. Tangannya menggenggam dengan erat. Hari ini dia sangat kesal. Oh, mungkin itu yang menyebabkan matahari dan hujan tidak berani muncul.

“Sudah, sudah, jangan menangis lagi, Sulli.” Ujar Suzy yang menghibur Sulli yang menundukkan kepalanya.

“aku tidak menangis, Suzy! Aku hanya… hiks hiks…” Sulli tidak mau mengaku kalau dia menangis. Suzy hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

“bagaimana bisa anak itu menyukai yeoja lain sementara dia pacaran denganmu!” geram Krystal.

“aku sudah putus dengannya!” tegas Sulli.

“MWO! ternyata dia sudah bosan hidup!” Krystal memukul mejanya.

“ya!” Suzy kebingungan melihat tingkah kedua sahabatnya ini.

Begitulah sekiranya, Sulli baru saja putus dengan Baekhyun setelah berpacaran selama 5 minggu. Daebak. Mereka putus karena Baekhyun menyukai perempuan lain. Namanya adalah Kang Jiyoung. Ah, perempuan itu memang cantik, baik, dan agak bodoh. Bodoh kenapa? Karena mau menerima Baekhyun. Memikirkan ini membuat Krystal sakit hati. Baekhyun pabo!

……………………..

“kalau jadi aku, apa yang akan kau lakukan?”

“ehm, entahlah. Tapi mungkin aku tidak akan melakukan apa-apa padanya!”

“kenapa?”

Malamnya, Krystal menelpon Chanyeol untuk menanyakan saran. Memang sudah kebiasaannya untuk meminta saran dari Chanyeol ketika saran dari Suzy tidak bisa diterima.

“apa kau tahu bekas sumur dibelakang sekolah? Kita masukkan Baekhyun disitu lalu kubur dia hidup-hidup”

Yah, itu ide yang sangat buruk.

“atau, kita bertemu dengan Jiyoung dan ancam dia untuk putus dengan Baekhyun!”

Opsi kedua, sama-sama gila. Krystal masih punya ego yang tinggi untuk melakukan hal yang kekanak-kanakkan begitu.

“ya, kau tahu, namja itu adalah makhluk yang narsis (kecuali aku). Mereka akan besar telinga kalau kau sampai mencampuri urusan percintaanya ketika dia sudah melupakanmu. Dia akan berfikir kalau kau masih menyukainya…”

“eh, siapa bilang aku menyukainya?”

“kan aku bilang ‘dia akan berfikir’. Makanya jangan dilakukan! Buat saja dia menyesal karena sudah mencampakkanmu…”

“ehm, sebenarnya Chanyeol, yang dicampakkan itu Sulli, bukan aku…”

“bukankah kau juga?” Krystal terdiam sejenak mendengar perkataan Chanyeol. Benarkah dia masih menyukai Baekhyun? Dan kalau pun benar, dari mana Chanyeol tahu? Kalau tidak, bagaimana cara Chanyeol mengambil keputusan gila itu?

“ah, sudahlah. Aku mau tidur. Annyeong, Chanyeol-ah!”

KLIK.

Diseberang sana, Chanyeol hanya bisa menganga tanpa sempat mengucapkan kata-kata. Memang benar, dia yakin bahwa yeoja itu masih belum bisa melupakan Baekhyun. Sekali lagi dia hanya bisa menghela napas berat. Yeoja ini sulit untuknya.

……………………….

— TBC —

…………………….

3 responses to “Ego Is Yours (Part 2)

Komentar ditutup.