When I’m Fall in Love

when fall

Cast : Hwang Senna (OC), Baekhyun (EXO)

Author: Yoan Amalka

Genre: sad Romance

Length: Finclet

Apa kau sudah punya pacar?” sebuah E-mail dari seseorang yang tiba-tiba jadi akrab dengan ku pada awal semester genap. Baekhyun, Minggu lalu dia meminta bertukar nomor ponsel denganku. Dalam minggu itu juga kami menjadi dekat. Sebelumnya kami hanya saling memberi senyum jika berpapasan,atau menegur sesekali. Tanpa berpikir lama,aku membalas E-mailnya.

“tidak ada,aku baru saja putus beberapa hari yang lalu.”

Layar handpone ku menyala beberapa menit kemudian.

“kenapa ? dia kurang tampan ? ha..ha..ha.. ^_^ “

“bukan itu,aku tak suka sifatnya. Aku senang bisa putus dengannya..! ^__^ .”

“kau tidak mencintainya ?”

“aku tak pacaran dengannya karena cinta. ha..ha..ha.. aku jahat yah…,”

“menurutku kau orang baik.”

Hmm… begitukah penilaiannya terhadapku. Senna. Dia menyebutku orang baik,padahal aku sudah beberapa kali menyakiti perasaan orang.

***

Aku sedang menyeruput smoothie ku di kantin. Hingga Baekhyun lewat didepanku. Menyempatkan dirinya tersenyum kepadaku. Kemudian berlalu dengan beberapa temannya.

Di sekolah,hanya sikap seperti itu yang dia tunjukkan padaku. Tapi melalui e-mail,dia sangat berbeda. Dia suka bercanda,mengatakan sesuatu yang membuatku tertawa. Terkadang mengirimiku sepatah quotes yang bermakna.

“nan neomu saranghaeyo.”  Suatu malam Baekhyun mengirim e-mail padaku. Aku agak terkejut. Namun menghindari pemikiran yang serius di kepalaku. Ah.. dia pasti mengerjaiku.

jangan bercanda yang aneh-aneh.”  Balasku.

Aku mendapat balasan beberapa menit kemudian.

“aku serius. apa kau mau menjadi pacar ku ?”

Hening. Untuk beberapa saat aku terdiam.otakku ku pakai untuk berpikir dengan cermat. Otokheyeo ? aku melihat lagi handpone ku yang masih memasang pesan Baekhyun di layarnya. Terima,tidak,terima ? hum.. mungkin dia merasa aku sangat lama membalas pesannya. Akhirnya keputusanku…

“nde..”

***

Ku gosok-gosokkan tanganku. Cuaca sangat dingin. Sesekali aku melihat-lihat ke segala arah. Yah.. aku sedang menunggu Baekhyun di depan halte bis. Huft… aku sedikit tegang. Ini pertama kalinya aku jalan dengan Baekhyun. Fiuh…. Aku jadi tak tenang.

“Senna !”  omo! itu dia. Setengah berlari dia menuju ketempatku.

T-shirt hitam yang dibalutnya lagi dengan jacket warna senada dan celana Jeans putih. Dia terlihat keren. Aku baru pertama kali melihatnya memakai baju biasa selain seragam sekolah.

“maaf,kau lama menunggu ?” tanyanya.

“aniya.”

Kami berdua pun meninggalkan halte bis. Berjalan kaki menyusuri trotoar.

***

Setelah berjalan cukup lama,kami berdua duduk di salah satu kursi yang ada di pinggir jalan. Agak lama berdiam. Aku sendiripun tak tahu mau bicara apa dengannya.

“boleh aku bertanya ?” izin Baekhyun kemudian. Aku menganggukkan kepala.

“kenapa kau putus dengan pacarmu yang dulu ?”

Aku menatapnya dulu sebelum menjawab. “aku pacaran dengannya bukan karena aku suka,tapi karena menurutku dia orang baik. Dan ternyata dia tak sesuai harapan.”

“lalu dengan ku ?” tanya-nya lagi. Aku diam sebentar.

“mmm… mollayo,aku belum punya alasan.”

Dia tersenyum padaku dengan manis. Tak menampakkan kekesalan atas jawabanku. “aku punya,karena kamu berbeda dari orang lain.”

Jujur saja,aku sedikit tersanjung dengan pengakuannya. Ku gosok-gosokkan tanganku agar hangat. Udara dingin makin bertambah,meski belum musim dingin.Baekhyun pun ikut menggosokkan kedua tangannya. Ia meraih tanganku dan menggenggamnya.

“begini lebih baikkan ?” ujarnya sambil tersenyum. Aku memandang beberapa lama senyumannya. Sejak kapan aku jadi suka melihatnya. “ayo kita pulang.” Ajaknya. Kami berdua bangkit dari kursi,meninggalkan tempat ini tanpa melepas genggaman.

“Baekhyun-ah !” ada seseorang yang memanggilnya. Padahal kami belum jauh meninggalkan kursi yang kami duduki tadi.  Seorang wanita. dia berlari menghampiri Baekhyun.

“oh..,Hyejin ?” heran Baekhyun.

“Oh…ya ampun,untung aku bertemu denganmu. Daerah tempat tinggal kita kan sama,bisakah kau pulang denganku ? aku takut sendirian karena akhir-akhir ini brandalan sering berada di dekat rumahku. Bisa kan ?” pinta wanita itu. Baekhyun menoleh padaku. Wajahnya tampak bingung.

“boleh aku pulang dengannya ?”  aku menganggguk.

“tak apa-apa.”

“aku pergi duluan.” Pamitnya. Dia meninggalkan ku sendirian.

Agak jauh didepan aku memandang punggungnya,dan wanita itu juga. Baekhyun tak menoleh lagi ke arah ku. Mereka terlihat bicara dengan akrab. Hingga akhirnya mereka menghilang dari jangkauan mataku.

“ DEG !” jantungku berdetak cepat. Entah kenapa aku merasa sesak. Ku pegangi dadaku. Aku di selimuti rasa marah. Bayangan Baekhyun yang pergi dengan wanita itu melintas di kepalaku berulang kali. Tidak,tidak,kenapa aku merasa kehilangan ? mungkin…,aku cemburu ? rasanya yang membuatku kesal adalah wanita itu.

Orang-orang berlalu lalang di sekitarku. Namun aku masih diam di tempat saat Baekhyun meninggalkanku tadi. Meski aku tahu hal ini akan sia-sia,tapi mataku terus saja mencari-cari dia. Aku ingin melihat senyumnya yang tadi,mendengar pengakuannya yang tadi. Rasanya sayang untukku meninggalkan tempat ini. Baekhyun. Meski terlambat,sepertinya aku jatuh cinta padamu. Aku sudah mendapat alasan. Kau juga berbeda dari yang lain.

***

“Tap !”  Sekotak susu yang ku letakkan di mejanya cukup membuatnya kaget. Berlanjut lagi dengan tatapan matanya heran memandang ku. Wajar saja,karena tumben sekali aku datang ke kelasnya.

“ada apa kau ke sini ?” tanya-nya. aku memutar kursi didepan mejanya ke arah belakang,duduk menghadap dia.

“memangnya kenapa ? aku tak boleh melihat pacarku ?”  balasku. Spontan dia menutup mulut ku menggunakan tangan kanannya dengan badan sedikit menjulur kepada ku.

“sst…” isyaratnya kemudian dengan jari telunjuk menempel di bibirnya. “di kelas ku belum ada yang tahu.” Lanjutnya.    Ku lepaskan tangannya dari mulut ku.

“ waeyo? ada masalah ?” protes ku.

“ah.. bukan begitu,tapi aku malu.”   Dia menutupi wajahnya dengan buku catatan.

Aku menyukainya. Aku suka melihat wajahnya yang pemalu. Dia tampak lebih polos dariku. Ku tatap wajahnya lebih lama. Dia sibuk menyalin tulisan di buku pelajaran. Ah..,dia sadar aku melihatnya terus,makanya berhenti.

“ jangan menatap ku terus. Aku orang yang pemalu.” Katanya sedikit kesal. Aku tak peduli dan terus melihatnya. Dia menundukkan wajahnya.

“Baekhyun-ah, lihat aku.”  Dia melihat pada ku. “ tersenyumlah pada ku.” Ia tersenyum. Tersenyum dengan manis,seperti yang selalu  ingin ku lihat.  Nan neo saranghaeyo. Maaf,aku terlalu gengsi untuk bilang padamu.

***

mianhe,aku tahu kau akan marah pada ku. Tapi marah saja. Kita berhenti saja sampai di sini. Aku merasa bukan orang yang baik untukmu. Aku juga tak ingin kau terlibat masalah karena aku. Aku salah,jadi jika kau ingin membenci ku tidak apa-apa. Maafkan aku,kau adalah orang pertama yang menjadi kekasih ku.”

Pagi hari,baru saja bangun. Pesan dari Baekhyun. Aku harus menerima pesan seperti ini di pagi hari. Berakhir ? hubungan kita masih terlalu singkat. Ku ketik balasan untuknya.

“apa maksud mu ? aku tak pernah berpikir  kau adalah orang jahat. Kenapa tiba-tiba kau jadi seperti ini ?”

Beberapa menit kemudian datang balasan.

“mianhe,kau memang pantas marah. Tapi aku juga punya masalah yang tak bisa ku ceritakan pada orang lain.”

Aku termenung sejenak. Tak membalas pesannya lagi.

***

“Baekhyun-ah.” Aku menegurnya saat dia di kantin.

“ada apa ?”

Ku dudukkan diriku di sampingnya. Sebenarnya aku agak malu untuk bicara padanya. Setelah 1 hari yang lalu hubungan kami berakhir.

“maafkan aku.” Kata ku. Dia tampak kaget.  “Mungkin kau tak harus cerita semuanya padaku,tapi aku tak mau kita menjadi jauh. Setidaknya kau dan aku bisa berteman.”

Baekhyun menyeruput jus-nya dan diam sebentar. “nde. Arayo. Kita bisa menjadi teman.” Aku senang. Kami masih bisa tetap dekat. Tak ada yang berubah. Hanya status saja. Tapi dia tetap bersikap seperti biasanya pada ku.

***

Di  koridor sekolah.Dari jauh aku bisa melihat Baekhyun berjalan ke arah ku. Sementara aku juga berjalan ke arahnya. Saat berpapasan,dia melewati ku begitu saja. Aku  tak mengerti,dia menjadi cuek akhir-akhir ini. Dia tak peduli pada ku,tak membalas pesan ku,bahkan menegurku saja tidak. Apakah dia membenciku ? atau mencoba menghindar.

Deg ! jantung ku berdetak cepat. Aku merasa sesak. Rasanya aku ingin tenggelam ke dalam bumi. Agar tak melihat Baekhyun,dan dia pun tak perlu menghindari ku. Aku baik-baik saja saat dia memutuskan ku,tapi saat dia tak acuh padaku rasanya sangat sakit.

Aku merasa dia berubah. Perubahannya itu kurasakan dengan selalu melihatnya. Meski dari jauh. Karena aku suka senyumannya,suka wajahnya yang pemalu. Karena itu aku tak berhenti memperhatikannya.

“Baekhyun-ah,kau orang pertama yang membuatku jatuh cinta dan sakit hati.”

Maaf,aku terlalu takut untuk mengatakannya padamu.

……………….

— THE END —

…………………

Terimakasih untuk kalian yang sudah membacanya. Please… tinggalkan komentar (>.<)

4 responses to “When I’m Fall in Love

Komentar ditutup.