Be A Shadow

a170a2b5tw1e52ubn1lj9j218g0p049j_2

Author : Yesunggyu

Genre : Romance, Sad, Tragic

Length : Drabble (756 words)

Cast : Jongdae (Chen EXO), You as the girl

Terinspirasi dari manga Scent of Love dan lagu f(x) – Shadow. Rekomendasi untuk kalian semua. Hehehe… FF ini dibuat ketika author tidak ada kerjaan dimalam hari. hohoho

…………………………

“Aku sangat mencintaimu, Jongdae”

…………………………..

Aku bahkan belum sempat mengutarakan itu kepadanya, namun apa daya. Maut tak dapat ditolak. Aku jatuh dari tangga dan otakku dengan cepat menghentikan fungsinya. Aku berniat untuk menyatakan cintaku pada Jongdae, teman sekelasku, di lantai 3 dekat tangga. Hem, kurasa aku memang salah mengambil tempat untuk menyatakan cinta. Memalukan sekali! Aku tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan Jongdae melihatku tiba-tiba jatuh.

Tubuhku terbaring kaku, pucat dan dingin. Meskipun tidak bisa bergerak, namun aku masih bisa mendengar dan merasakan kedatangan orang-orang kerumahku. Orangtuaku memutuskan untuk menguburku. Itu lebih baik, aku tidak mau dikremasi! Mungkin saja Dewa memberikan kesempatan keduanya untukku, jadi aku mungkin saja bisa hidup kembali dan mengutarakan cintaku dengan benar kepada Jongdae.

……………………….

Tapi harapan hanyalah tinggal harapan. Aku hanya terdiam diruangan yang sangat luas dan putih sekelilingnya. Aku tidak mengerti dimana aku sebenarnya? Apakah aku disurga? Apa yang aku perbuat selama didunia, ya? Tiba-tiba aku berada diantrian panjang orang-orang yang sudah meninggal. Aku bertanya pada seseorang  (atau sese-roh?) perempuan muda yang ada didepanku. Ia menjawab bahwa ini adalah antrian para roh yang akan reinkarnasi. Aku melonjak kegirangan dan tidak perduli ketika ia bercerita bagaimana cara ia mati.

“hah? Aku harus menunggu 3000 tahun lagi?” tanyaku tidak percaya pada perempuan itu yang mengatakan bahwa setiap roh harus menunggu 3000 tahun untuk direinkarnasi karena bagitu banyaknya yang harus reinkarnasi. Aku menunduk lesu.

“aku? Hem, aku mau menjadi apa ya?” perempuan itu bertanya aku mau jadi apa jika reinkarnasi. Dia menyuruhku untuk berdoa jika menginginkan sesuatu agar dikabulkan Dewa. Aku mulai berfikir. 3000 tahun, Jongdae tidak mungkin bisa bertahan selama itu, kan? Ah, aku ingin menjadi istrinya dimasa depan atau setidaknya… entahlah, aku tidak tahu. Tapi kehidupan menjadi manusia itu sulit, eoh? Yah, setidaknya menjadi bayangan atau rerumputan yang selalu dipandang Jongdae, atau angin yang selalu membuatnya tenang, sudah membuatku bahagia.

“entahlah, apapun itu, yang penting aku bisa bersama Jongdae”

………………………………….

3000 tahun berlalu dialam sana. Aku sekarang berada didunia manusia, dan entah kenapa aku melihat tempatku berada sama saja dengan tempat ketika aku pergi dulu. Aku bingung. Aku lalu melihat keatas.

“JONGDAE!” benar, itu Jongdae. Kenapa dia ada diatasku? Dan kenapa dia masih tampan saja, eh maksudku kenapa aku kembali ke zaman yang sama? Bukankah harusnya aku pergi ke 3000 tahun yang akan datang? Aku tidak mengerti.

Jongdae berdiri, dan aku ikut berdiri. Jongdae berjalan, dan aku ikut berjalan. Semua yang Jongdae lakukan, itu yang aku lakukan. Ada apa ini? Aku melihat diriku sendiri.

“Bayangan?” aku menjadi bayangan? Aku menjadi bayangan Jongdae?

………………………………..

Aku mulai menyukai ini. Aku selalu berada dimana pun Jongdae berada. Aku selalu melakukan apapun yang dilakukan Jongdae. Semuanya.

“Eomma, aku akan pergi ke taman!” teriak Jongdae pada ibunya. Dia selalu pergi ke taman di sore hari pada hari minggu. Aku sangat senang. Karena itu berarti hanya kami berdua yang pergi ketaman. Dan aku menganggap itu semua adalah kencan. Kencan yang menyenangkan, kan?

Hembusan angin sepoi-sepoi membuat rambutnya tertiup dengan lembut. Cahaya matahari membuatku semakin besar namun aku berharap bisa bersembunyi, karena terkadang aku merasa ia menyadariku. Aku tersenyum, aku menikmati semuanya. Setiap langkahnya sore itu, dan setiap harinya. Aku menyukainya. Aku berharap akan terus menjadi bayangan Jongdae.

…………………………….

“Sebaiknya kita berteman saja… Kau orang yang baik, Jongdae. Tapi aku tidak bisa menjadi orang yang baik untukmu”

Aku membenci perempuan yang bernama Jaekyung! Dia sudah membuat Jongdae sedih! Aku hanya bisa diam melihat Jongdae sedih. Aku tidak bisa melakukan apapun. Karena itu membuatku juga sedih. Aku juga ingin menangis.

Aku mengetahui segalanya tentang Jongdae sekarang, aku tahu apa yang ia sukai dan apa yang ia tidak sukai. Apa yang membuatnya  tertawa dan apa yang membuatnya menangis maupun marah. Dan aku ingin sekali membuatnya tertawa, tapi tidak bisa. Aku hanya bisa memeluknya ketika malam tiba dalam terangnya lampu malam. Dan aku berharap ia tidak mematikan lampunya, karena aku akan pergi tidur. Aku tidak mau, Jongdae. Aku mau bersamamu.

……………………………….

“mengapa kau tersenyum padanya? Dia bahkan tidak tahu apa-apa tentangmu. Dia tidak mengenalmu. Mengapa kau sering menatapnya dibandingkan aku? Jangan tersenyum padanya!”

Aku cemburu dengan bayangan di cermin. Aku berfikir lebih baik untuk menjadi bayangan di cermin, meskipun jarang bersama Jongdae, tapi aku bisa melihat ia tersenyum padaku. Aku bisa melihat tawanya. Aku bisa melihatnya dengan baik. Aku bosan menjadi bayangan yang hanya bisa mengikutinya. Yang selalu bersembunyi dibawahnya.

Akhirnya aku menyerah. Aku lelah menjadi bayangan Jongdae. Aku ingin menjadi orang yang benar-benar bisa kencan dengannya. Orang yang benar-benar bisa membuatnya tertawa. Orang yang benar-benar memeluknya.

Apakah bayangan bisa menangis? Karena jika bayangan bisa menangis, berarti aku sedang menangis sekarang. Aku ingin menjadi diriku sendiri. Aku ingin…

…………………………………

— THE END —

……………………………….

Jiah, pendek, ya! Gaje nih emang. Mianhae, mianhae…. -.-