R U Sure U want 2 Delete it ?

6964db43gw1ec2a9d03gsj

Are U sure U want to delete it ?

Author : Yoan Amalka

Cast : Chanyeol (EXO),Injoo (OC)

Length : continue

Genre : romance

Hello…helloo…hello…oooooo….*nyanyiin lagunya Ike Nurjanah* Author imuts… and cantik *cuih !* hadir lageh… setelah sekian lama gak nge-post. Mulai dari FF ini aku akan bikin cerita tanpa menggunakan anggota GB sebagai tokoh ceweknya. Alasannya….. author cemburuuuu….!!!! Hu..hu…hu..hu..hu.. anggap saja cewek nya adalah kalian..

 

Gelap. Tak terlihat apapun. Aku mencoba bangun.Dimana aku ? kenapa rasanya aku sangat lemah dan sakit sekali ?

“Injoo,Injoo…” siapa yang khawatir ini ? aku tak kenal dia tapi terus menatap ku dengan cemas.

“syukurlah kau sudah sadar.” Lalu laki-laki yang trelihat lega di sebelahnya ?

“nuguya ?”   Ah.. dan kedua orang tua yang duduk di kursi di dekat ku ini mungkin ayah dan ibu ku.

“kau tak ingat kami ?” tanya perempuan yang sebaya dengan ku itu. Aku menggeleng pelan.

“hmm… benar kata dokter kemungkinan kepalanya bermasalah. Yaa.! Kami berdua adalah teman mu, Yongeun dan Hyungsik.” Lanjutnya.

“bahkan kami pun kau tak ingat ?”       ku tatap wanita tua itu.

“omma ? appa ?”    wajahnya lega saat aku menyebutnya.

“oh.. ya ! tunggulah sebentar lagi,dia akan datang.” Ucap Hyungsik.   Siapa ?

Tak lama seseorang lalu masuk ke ruangan ini. Laki-laki.

“kau lama. Dia sudah sadar daritadi,Chanyeol.”

“Chanyeol ?”

Laki-laki yang baru datang itu menatap ku dengan wajah lega.

***

“pacar ku ??” tanya ku kaget.     Aku masuk sekolah setelah beberapa hari keluar dari rumah sakit.

“nde. Hmm… wajar kau heran,ingatan mu belum pulih benar.” Sambung Yongeun.

Aku menunduk.Memikirkan sesuatu. Apa yah..? sesuatu yag aneh terasa di hati ku.

“aku… merasa sangat asing dengannya.”                    Yongeun menatap ku dengan terkejut. Wajahnya ikut cemas.

“ah.. nde.” Sahutnya pelan.         Lalu matanya cepat menangkap kehadiran Chanyeol di kelas ini. Ia menghampiri meja kami berdua.

“bagaimana keadaan mu ? seharusnya kau beristirahat lebih lama.” Katanya langsung.

Aku menggeleng. “aniya,aku akan bosan di rumah.”

“begitukah ?” ujarnya sambil memegang kepala ku.

“Pulang nanti apa kalian akan pulang bersama ?” tanya Yongeun antusias.

“itu…” aku ragu.

“tentu. Aku tak bisa biarkan dia sendiri.” Jawab Chanyeol tegas. Ia tersenyum padaku sebelum akhirnya meninggalkan kelas.

***

Author POV

Di pinggir jalan raya sore yang masih menampakkan kesibukan kota. Laki-laki bertubuh tinggi ini terus menigiringi langkah gadis yang masih tampak lesu di sampingnya itu. Chanyeol,merasa cemas memperhatikan langkah gontai Injoo. Injoo memang masih merasa sakit,tapi tak mungkin ia hanya berdiam diri di kamar rumah sakit atau rumah. Sesaat kemudian dia berhenti,membuat laki-laki yang di sebutkan adalah pacarnya itu juga berhenti dan heran.

“Chanyeol-ssi, kau itu siapa ?” tanya Injoo tiba-tiba. Matanya melihat kepada Chanyeol berharap mendapat jawaban yang bagus.

“mmm…. Maksud mu ?” Chanyeol bingung,tapi juga merasa takut.

“entah kenapa,aku merasa jauh dengan mu,”

Chanyeol menatap Injoo dengan mata cemas.

“dan.. saat bersama mu, aku merasa sesak dan ada rasa sakit di sini.” Lanjut Injoo,menunjuk dadanya dengan telunjuk.

Injoo berjalan meninggalkan Chanyeol yang masih terpaku berdiri.

Pelan Chanyeol berbisik…

“mianheyo… semua ini palsu.”

***

Dalam kamarnya,Injoo membongkar kotak berwarna coklat keemasan yang sudah lama tersimpan rapi di bawah ranjangnya. Malam ini,ia tak ingin tidur cepat seperti saran dokter. Inginnya melihat-lihat semua benda yang menurutnya memberi kenangan dan akan membuatnya mengingat lagi walau tipis.

Sebuah album foto,gelang yang terbuat dari manik-manik batu berwarna-warni,jepit rambut berbentuk apple,dan yang paling terakhir di dasar kotak. T-shirt biru dengan tulisan “Always B with U 10”. Hmm… mungkinkah ia dan Chanyeol punya T-shirt couple ? kenapa ada di sini ? tidak ku simpan di lemari. Tangan Injoo beralih pada album foto. Isinya,sudah pasti penuh dengan foto-foto mereka berdua. Tapi semua gambar itu tetaplah terasa asing baginya. Bahkan membuatnya sesak,ingin menangis,rasa marah juga ikut membaur. Semua benda-benda ini,seperti benda dari masa lampau untuknya.

***

“Omma…! Aku berangkat !” seru Injoo dari depan pintu. Setengah berlari dia keluar dari halaman rumahnya. Tubuh nya terasa lebih sehat dari yang kemarin,tak heran Injoo jadi lebih ceria. Kakinya berhenti berlari saat sampai di gerbang pagar rumah,ada seseorang yang berdiri menyandarkan diri di tembok pagar rumahnya.

Seseorang yang mengantarnya pulang kemarin. Mungkinkah pagi ini juga mengantarnya ke sekolah ?

“yo..! Injoo-yaa..” sapa Chanyeol sambil mengangkat tangan kanannya. Injoo tersenyum kecil. Chanyeol berjalan menuju arahnya.

“kenapa kau kemari pagi-pagi ?” tanya Injoo.

“menjemput pacar ku.” Jawab Chanyeol dengan tersenyum jahil.

Injoo tertawa kecil. Dalam hati juga merasa malu dengan perkataan Chanyeol.

“nanti kita terlambat kalau kau senyum-senyum terus seperti itu.” Tegur Chanyeol.

Injoo lalu menarik tangan Chanyeol untuk segera pergi dari sini.

***

“aku akan ke kelas mu jam istirahat.”

Injoo senyum-senyum sendiri mengingat kata-kata Chanyeol saat mereka tiba di sekolah tadi pagi. Ia tak peduli dengan materi di papan tulis atau….tatapan aneh Yongeun yang bersebelahan dengannya. Lalu Yongeun menebak-nebak sendiri alasan Injoo seperti itu.

“ya..ya… kau kenapa ?” bisik Yongeun dengan menutupi wajahnya dengan buku agar tak di lihat guru.

“ah..aniya..” balas Injoo bohong.

Kemudian Bel istirahat berbunyi. Semua orang di kelas langsung bubar. Tapi Injoo dan Yongeun masih didalam kelas. Tak lama Chanyeol dan Hyungsik datang.

“oh.. Chanyeolie.. kau mau pergi dengan Injoo ? aku dan Hyungsik akan ke kantin.” Sela Yongeun langsung. Ia langsung menghampiri Hyungsik dan menarik Hyungsik pergi.

“kaja..” katanya pelan pada Hyungsik.

“nde..” jawab Chanyeol. Setelah Yongeun dan Hyungsik menghilang Chanyeol beralih melihat Injoo yang sudah berdiri di depannya.

“sekarang apa yang akan kita lakukan ?” tanya Chanyeol. Injoo melebarkan matanya,tak mengerti.

“mwoya ?”               Injoo mulai gugup saat Chanyeol mulai bertambah dekat dengannya.

“menurut mu apa yang bisa di lakukan yeoja dan namja di dalam kelas kosong ?” ujar Chanyeol jahil.

“m..mm mworago ?”          Pikiran Injoo mulai t melayang kemana-mana.

Chanyeol menjauh beberapa langkah dari hadapan Injoo,lalu tertawa.

“ha..ha..ha.. aku Cuma main-main,tak usah setakut itu. Ikuti aku.”

***

“buat apa ke studio musik ?” tanya Injoo.

Sedangkan Chanyeol mencari gitar di ruang penyimpanan. Injoo duduk di kursi yang dekat dengan jendela. Tak lama Chanyeol datang ikut duduk dengannya.

“kau bahkan lupa aku anggota klub music.” Cela Chanyeol. Injoo memalingkan kepalanya kearah lain,merasa di permalukan.

Chanyeol memetik gitar yang di carinya tadi. Injoo mendengarnya dengan tenang tanpa ingin mengganggu Chanyeol.

“lagu ciptaan mu ?” tanya Injoo.

“Bukan. Ini music klasik,kau selalu memintaku memainkan versi akustiknya.”

Injoo melirik kearah lain,berusaha mengingat-ingat. Tapi rasanya dia seperti menggali sumur tanpa dasar. Bagaimanapun ia mencari-cari memori bagian tersebut tetap tak ketemu. Chanyeol berhenti memainkan gitarnya.

“mungkin kau akan ingat ini..”

Chanyeol memajukan wajahnya,lalu mengecup bibir Injoo selama beberapa detik. Injoo diam dan tak berbicara setelahnya.

“aku pernah mencium mu di studio ini. Semuanya terjadi sama dengan keadaan sekarang.” Kata Chanyeol.

“aku,aku tidak begitu ingat.” Injoo berusaha menutupi rasa gugupnya.

“mmm… waktu istirahat hampir habis,aku akan kembali kekelas ku.” Lanjut Injoo.

Injoo berlari meninggalkan Chanyeol yang masih duduk bersama gitarnya.

Agak jauh dari studio,baru Injoo berjalan normal. Dari studio menuju kelasnya tidak terlalu jauh. Samar-samar ia mendengar bisikan-bisikan orang saat dia melewati mereka. Tidak semua orang di koridor sekolah,tapi hanya beberapa.

“hei.. Chanyeol dan Injoo itu kembali berpacaran ya ?”

“bukannya mereka memang pacaran ?”

“tapi kudengar mereka putus. Dan Chanyeol punya pacar di sekolah lain.”

Gossip orang-orang itu mengiris hati Injoo. Dia yang berjalan santai tadi kembali berlari untuk segera sampai di kelasnya.

Sampai di kelas,ada Yongeun dan Hyungsik yang masih asyik mengobrol. Mereka melihat wajah Injoo yang mulai sembab dan mulutnya mengatup berusaha menahan tangis yang mau meledak.

“katakan padaku,sebenarnya apa hubungan kami berdua ?” serang Injoo lansung membuat Hyungsik dan Yongeun seperti tersambar petir.

“Ng… itu..” Hyungsik ragu.

“sudah jelas couple kan ?’ potong Yongeun langsung.

Wajah Injoo masih tersirat amarah. Kata-kata Yongeun itu seperti bualan baginya.

“tapi,semua orang di sekolah bilang kalau aku dan dia sudah putus. Dan juga…”

“juga apa ?” Sela Yongeun. “kau percaya saja gossip murahan itu ? yah.. dengarkan saja terus omong kosong itu kalau kau tak mempercayai teman mu sendiri.” Lanjutnya kembali.

Belum sempat Injoo membela diri,bel masuk berbunyi. Ia menahan lontaran-lontaran pertanyaan di kepalanya agar masalah tak bertambah rumit,jadi Injoo duduk di bangkunya. Sedangkan Hyungsik keluar kelas dengan wajah khawatir dan takut jika semua terbongkar. Tapi ia juga tak mau membohongi Injoo. Ingin jujur tentang hal gila yang di ciptakan Yongeun.

***

continue…

3 responses to “R U Sure U want 2 Delete it ?

Komentar ditutup.